Beranda blog Halaman 159

Hadapi Dunia Kerja, Kasat Samapta Polres Purwakarta Isi Seminar Leadership di LP3I College

0

 

PURWAKARTA ( 𝚁𝙴𝙳𝙰𝙺𝚂𝙸.𝙲𝙾 ) – Komitmen Polres Purwakarta dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan membangun kedekatan dengan kalangan akademisi kembali diwujudkan melalui kegiatan edukatif bagi generasi muda.

Atas arahan Kapolres Purwakarta, Kasat Samapta Polres Purwakarta AKP Erwan Kusbiyantoro hadir sebagai narasumber dalam Seminar Leadership, Kerjasama Tim, dan Berpikir Kreatif yang digelar di Gedung LP3I College Purwakarta, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh civitas akademika LP3I College, mahasiswa, remaja, serta peserta umum yang antusias mengikuti materi pembekalan sebagai persiapan memasuki dunia kerja profesional.

AKP Erwan Kusbiyantoro 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐 menyampaikan berbagai materi pengembangan soft skill 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚑𝚊𝚜𝚒𝚜𝚠𝚊.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Erwan Kusbiyantoro menyampaikan berbagai materi pengembangan soft skill yang dinilai sangat dibutuhkan oleh generasi muda di era persaingan kerja yang semakin dinamis.

Pada materi kepemimpinan (leadership), peserta diberikan pemahaman mengenai perbedaan mendasar antara seorang pimpinan dan seorang pemimpin.

Seorang pemimpin, menurutnya, tidak hanya mengandalkan kewenangan dan instruksi, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, membangun komunikasi yang baik, serta memiliki kepedulian terhadap anggota tim.

Selanjutnya, dalam materi kerjasama tim (teamwork), peserta diajak memahami pentingnya membangun kolaborasi yang sehat melalui prinsip win-win solution. Konsep tersebut dinilai mampu menciptakan hubungan kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan dibandingkan pola kerja yang hanya menguntungkan salah satu pihak.

𝙱𝙰𝙲𝙰 𝙹𝚄𝙶𝙰 : Polres Purwakarta Hadiri Technical Meeting Peresmian Islamic Boarding School Internasional di Darangdan

Sementara pada sesi berpikir kreatif (creative thinking), peserta diperkenalkan dengan teori Six Thinking Hats yang dikembangkan oleh Edward De Bono.

Metode ini mengajarkan cara melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, mulai dari aspek data, logika, emosi, hingga peluang, sehingga mampu menghasilkan keputusan yang lebih tepat dan strategis.

Tidak hanya itu, AKP Erwan juga menanamkan nilai-nilai filosofi kerja Kepolisian kepada para peserta, khususnya prinsip Presisi, yaitu Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, yang dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun dunia kerja.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan edukasi merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dengan dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.

  • “Polres Purwakarta tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memberikan edukasi dan motivasi kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa memiliki bekal kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, berpikir kreatif, serta karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” ujar IPTU Tini Yutini.

Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan interpersonal, kemampuan beradaptasi, serta pola pikir inovatif yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

Kegiatan seminar berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi serta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kepemimpinan, pengembangan diri, dan tantangan yang akan dihadapi setelah lulus pendidikan.

Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi yang positif dan inspiratif antara Polres Purwakarta dengan civitas akademika LP3I College Purwakarta. Diharapkan sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dalam berbagai program edukasi lainnya demi mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di dunia kerja profesional. (*/𝚂𝙺)

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 : 𝚂𝚒𝚑𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊

Tim RSUDMA FC Sumenep,Raih Juara II Ajang Persahabatan Trofeo Tour De Java 2026

0

RSUDMA FC,tim sepakbola dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Moh Anwar (RSUDMA) Sumenep meraih juara 2 dalam ajang Trofeo Persahabatan Sepakbola bertajuk Tour de Java 2026.

Trofeo ini mempertemukan tiga tim, yakni RSUDMA FC Sumenep, Hospital FC RSUD Notopuro Sidoarjo, dan ARSI FC RSI Jombang,laga ini dihelat di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo,pada Jumat lalu.

Fun football ini menjadi ajang silaturahmi salam rangka memperkuat jejaring dan kolaborasi antar rumah sakit di Jawa Timur, mempererat sinergi antar tenaga kesehatan melalui olahraga, serta menumbuhkan semangat kebugaran.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr Erliyati M.Kes, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekedar pertandingan, tetapi menjadi ruang mempererat hubungan antar tenaga kesehatan.

“Trofeo persahabatan itu menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan, menjaga kebugaran, sekaligus memperkuat jejaring antar rumah sakit. Kami bangga RSUDMA FC mampu tampil kompetitif dan meraih juara II,” kata dr Erliyati ,Jumat (29/05/26).

Dia berharap, Tour de Java Trofeo dapat menjadi agenda rutin sebagai wadah mempererat hubungan antar lembaga kesehatan, sekaligus mengkampanyekan pentingnya gaya hidup sehat di kalangan tenaga medis.

“Saya harapkan,melalui momentum ini, seluruh peserta sepakat bahwa olahraga tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media membangun persahabatan, solidaritas, serta semangat kolaborasi demi pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat,” tukasnya.

(HR)

Butuh Ketepatan Data Medis,RSUDMA Sumenep Gelar Pelatihan Validasi Data

0

Demi memperkuat sistem keselamatan pasien di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin cepat dan akurat,Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, terus melakukan pembenahan sistem validasi data medis.

Salah satunya melalui Pelatihan Validasi Data yang digelar di Ruang Pertemuan Smiley lantai 3 rumah sakit beberapa waktu lalu. Kegiatan itu, difokuskan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperketat pengawasan terhadap potensi kesalahan medis akibat data yang tidak akurat.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati M.Kes, mengatakan pelayanan rumah sakit modern tidak cukup hanya mengutamakan kecepatan layanan, tetapi juga harus dibangun di atas ketepatan data medis dalam setiap proses pelayanan pasien.

“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” ujar dr. Erliyati, Jumat (29/05/26).

Menurutnya, validasi mutu menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan rumah sakit karena mencakup seluruh proses pelayanan, mulai dari prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, sistem layanan, hingga hasil akhir yang diterima pasien.

Ia menjelaskan, validasi dilakukan secara berkelanjutan melalui proses pengukuran, evaluasi, hingga pembuktian ulang agar standar pelayanan tetap berjalan konsisten dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” katanya.

RSUDMA Sumenep menilai kesalahan data sekecil apa pun dapat memengaruhi pengambilan keputusan klinis dan berpotensi membahayakan kondisi pasien. Karena itu, validasi data kini menjadi salah satu prioritas utama dalam sistem perlindungan pasien di lingkungan rumah sakit.

Dalam pelatihan tersebut, sejumlah sektor pelayanan menjadi perhatian khusus, mulai dari proses pendaftaran pasien, layanan rawat inap, tindakan operasi, hingga pemberian obat-obatan. Seluruh tahapan pelayanan itu disebut harus berada dalam pengawasan mutu yang ketat.

Selain itu, rumah sakit juga memperkuat validasi alat kesehatan untuk memastikan seluruh perangkat medis bekerja secara presisi melalui kalibrasi dan pengujian rutin.

“Validasi alat kesehatan juga menjadi perhatian serius untuk memastikan seluruh perangkat medis bekerja presisi melalui kalibrasi dan pengujian rutin,” jelasnya.

Tak hanya alat kesehatan, ketelitian terhadap rekam medis dan dokumentasi pelayanan juga diperkuat karena menjadi dasar dalam penyusunan indikator mutu rumah sakit. Program keselamatan pasien turut menjadi fokus, terutama terkait identifikasi pasien, pencegahan infeksi rumah sakit, dan pengawasan penggunaan obat-obatan berisiko tinggi.

“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” terangnya.

Saat ini, RSUDMA Sumenep terus melakukan pemantauan terhadap berbagai indikator mutu pelayanan, seperti angka infeksi rumah sakit, waktu tunggu pasien, tingkat kepuasan pasien, ketepatan pemberian obat, angka pasien jatuh, hingga keberhasilan tindakan operasi.

Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan sistem validasi, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya digitalisasi layanan, hingga budaya ketelitian data yang masih perlu diperkuat di sejumlah unit pelayanan.

Namun, dr. Erliyati memastikan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama tanpa kompromi.

“Tidak ada toleransi untuk data yang salah, tidak ada ruang untuk prosedur yang tidak tervalidasi, dan tidak ada kelonggaran terhadap risiko yang mengancam keselamatan pasien,” tegasnya.

Ia berharap pelatihan validasi data dapat meningkatkan kemampuan para validator mutu di setiap unit pelayanan agar seluruh proses pelayanan kesehatan berjalan lebih akurat, aman, dan konsisten bagi pasien.

“Keselamatan pasien bukan sekadar target layanan, tetapi komitmen yang dimulai dari satu hal paling mendasar, yakni kebenaran data,” pungkasnya.

(HR)

Wakil Bupati Sumenep Kawal dan Awasi Langsung Tes Rekrutmen CAT BLUD Non ASN RSUDMA

0

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, meninjau langsung pelaksanaan tes CAT rekrutmen BLUD Non ASN RSUDMA Sumenep, yang digelar di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Rabu lalu.

Kehadiran Wabup Sumenep tersebut menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mengawal proses rekrutmen agar benar-benar menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas.

Pada kesempatan itu, KH Imam Hasyim melihat langsung pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT), mulai dari sistem registrasi peserta, sterilisasi ruangan, hingga mekanisme pengawasan yang diterapkan panitia seleksi.

Politisi PKB Sumenep itu mengapresiasi pelaksanaan tes yang dinilai tertib, modern, dan profesional karena menggunakan sistem CAT yang mampu meminimalisasi praktik kecurangan serta menjamin objektivitas hasil seleksi.

“Kami ingin memastikan proses rekrutmen ini berjalan profesional dan transparan sehingga benar-benar menghasilkan tenaga yang kompeten untuk mendukung pelayanan kesehatan di RSUDMA Sumenep,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan sistem CAT merupakan langkah maju dalam menciptakan tata kelola rekrutmen yang bersih dan akuntabel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Kami melihat pelaksanaannya sangat baik. Fasilitas yang dimiliki UNIBA sangat mendukung dan suasana pelaksanaan tes juga tertib serta nyaman,” katanya.

Selain itu, Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga integritas proses seleksi agar tidak ada praktik titipan maupun intervensi dalam penerimaan pegawai BLUD.

Karena itu, seluruh tahapan rekrutmen diserahkan pada mekanisme sistem dan pengawasan ketat dari berbagai unsur, termasuk aparat penegak hukum dan pihak independen lainnya.

“Seleksi ini harus benar-benar objektif, yang diterima adalah mereka yang memang memiliki kemampuan dan layak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

(HR)

Asri SH .MH CL CPM Selaku Ketua DPD Jawa Tengah Hadiri Rakernas Dan HUT Ke 18 KAI

0

Asri SH .MH CL CPM Selaku Ketua DPD Jawa Tengah Hadiri Rakernas Dan HUT Ke 18 KAI

 

Jakarta,-;Perayaan Hari Ulang Tahun ke-18 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Kongres Advokat Indonesia (KAI) menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas profesi advokat di Indonesia. Kegiatan yang mempertemukan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI dari seluruh Indonesia ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi organisasi, namun juga ruang strategis membahas arah masa depan dunia advokat di Tanah Air, (30/5/2026) bertempat Hotel Tavia Jakarta Pusat.

Dalam wawancara dengan awak media, Asri SH MH CIL CPM selaku Ketua DPD KAI Jawa Tengah menyampaikan bahwa Rakernas II dan HUT ke-18 KAI menjadi forum penting untuk membahas berbagai isu aktual, terutama terkait rencana perubahan Undang-Undang Advokat yang saat ini tengah menjadi perhatian nasional.

“Hari ini ada acara Rakernas ke-II sekaligus HUT ke-18 Kongres Advokat Indonesia. Kami dari DPD KAI Jawa Tengah bersama seluruh DPD se-Indonesia berkumpul di sini. Ada banyak isu terhangat yang dibahas, terutama perubahan Undang-Undang Advokat dan pembentukan satu naungan kode etik profesi,” ujar Asri.

Menurutnya, saat ini muncul banyak organisasi advokat baru yang berkembang di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus dinamika bagi perkembangan profesi advokat. Oleh karena itu, diperlukan standar kualitas yang jelas agar profesi advokat tetap memiliki marwah, integritas, dan kompetensi tinggi.
Asri menilai ke depan akan terjadi proses seleksi secara alamiah terhadap para advokat. Advokat yang memiliki kualitas, kompetensi, serta kemampuan akademik dan profesional yang baik akan mampu bertahan dalam persaingan. Sebaliknya, mereka yang tidak meningkatkan kualitas diri akan tertinggal.

“Kita memerlukan pembinaan dan edukasi yang berkelanjutan kepada seluruh anggota agar kualitas advokat semakin meningkat,” tambahnya.

Tidak hanya itu, KAI juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas akademik para pimpinan daerah. Bahkan, terdapat komitmen agar para Ketua DPD KAI di seluruh Indonesia dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral (S3). Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan pemimpin organisasi yang memiliki kapasitas intelektual dan kemampuan hukum yang semakin kuat.

“Kalau bisa seluruh Ketua DPD mengambil pendidikan doktor. Kita sudah berkomitmen agar seluruh Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia diharapkan mengambil S3,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asri berharap hasil Rakernas II dan peringatan HUT ke-18 KAI dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembahasan revisi Undang-Undang Advokat yang saat ini sedang digodok di DPR RI, khususnya di Komisi III. KAI ingin ikut berperan aktif dalam menyusun regulasi yang mampu menyatukan sistem kode etik profesi, sehingga kualitas advokat Indonesia dapat semakin terjaga.

“Dengan banyaknya organisasi yang bermunculan, perlu adanya penyatuan dalam kode etik agar profesi advokat semakin berkualitas dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” tutupnya.

Rakernas II dan HUT ke-18 KAI pun diharapkan menjadi tonggak baru dalam mewujudkan organisasi advokat yang semakin solid, profesional, serta mampu menjawab tantangan hukum di era modern.

 

Dugaan Pungli Berkedok KIP di Unimaju Mencuat, Mahasiswa Desak Rektor Bertindak Tegas

0

Redaksi.co MAMUJU : Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang diduga berkedok bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mencuat dan mengguncang lingkungan Universitas Muhammadiyah Mamuju. Isu ini menyeret nama seorang oknum dosen yang disebut-sebut kerap menghubungi mahasiswa penerima KIP melalui pesan WhatsApp setiap kali dana bantuan pendidikan tersebut dicairkan.

Dugaan tersebut memicu keresahan di kalangan mahasiswa penerima KIP. Mereka menilai bantuan yang seharusnya menjadi hak mahasiswa kurang mampu justru diduga dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi.

Salah satu mahasiswa, Muh Ikram, secara terbuka mendesak pihak kampus untuk segera bertindak tegas. Menurutnya, dugaan praktik tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mencederai integritas lembaga pendidikan dan merusak kepercayaan mahasiswa terhadap program bantuan pemerintah.

Saya meminta Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju agar segera mengevaluasi dosen yang diduga melakukan pungli. Jika persoalan ini terus didiamkan, maka saya pastikan akan ada lagi aksi di pelataran kampus dan persoalan ini juga akan kami lanjutkan ke ranah hukum,” tegas Muh Ikram.

Mahasiswa mendesak adanya investigasi terbuka dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan tersebut. Mereka berharap kampus tidak menutup mata terhadap persoalan yang berpotensi merugikan mahasiswa penerima bantuan pendidikan.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dana bantuan pendidikan yang sejatinya diperuntukkan untuk membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan kuliah dan menunjang keberlangsungan studi mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Muhammadiyah Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli yang tengah menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa tersebut. (ZUL)

IPMA Murka! Dugaan Premanisme Seret Nama Oknum Karyawan Dapur MBG, Aktivis Dikeroyok dan Diancam Badik

0

Redaksi.co MAMUJU : Gelombang kecaman keras mengguncang Mamuju setelah dugaan aksi brutal berupa pengrusakan sekretariat, pengeroyokan, penganiayaan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam menimpa seorang aktivis yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Vendetta. Peristiwa ini memantik kemarahan besar dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu (IPMA).

Kepala Divisi Humas IPMA, Bima Adam, secara tegas mendesak Polresta Mamuju untuk mengusut tuntas kasus yang dinilai telah mencederai rasa aman masyarakat dan memperlihatkan wajah kelam premanisme yang masih berkeliaran di wilayah Mamuju.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula pada Kamis, 28 Mei 2026, ketika lebih dari sepuluh orang diduga mendatangi sebuah sekretariat dan melakukan aksi pengrusakan. Fasilitas sekretariat dilaporkan mengalami kerusakan serius, mulai dari pintu, pagar, hingga kondisi ruangan yang sengaja dikotori.

Ironisnya, ketika korban berupaya menyelesaikan persoalan secara damai dengan menghubungi salah satu perwakilan kelompok yang diduga terlibat, situasi justru berubah menjadi mimpi buruk. Pertemuan yang telah disepakati berlangsung tanpa kekerasan sekitar pukul 21.00 WITA diduga berakhir dengan aksi pengeroyokan brutal.

Korban disebut dipukul hingga terjatuh dari sepeda motor sebelum kemudian menjadi sasaran tendangan dan injakan secara bersama-sama. Tak hanya itu, korban juga mengaku mendapat ancaman dari seseorang yang diduga membawa senjata tajam jenis badik.

Merasa keselamatannya terancam, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Mamuju dan meminta perlindungan hukum serta penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Bima Adam menyebut kejadian ini sebagai salah satu gambaran nyata lemahnya penegakan hukum terhadap praktik-praktik premanisme yang masih terjadi di Mamuju.

“Negara tidak boleh kalah dari premanisme. Ketika sekelompok orang dengan leluasa melakukan kekerasan, pengeroyokan, dan penganiayaan terhadap warga, maka aparat penegak hukum wajib hadir dan bertindak tegas,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan pengeroyokan secara bersama-sama terhadap seseorang telah diatur dalam Pasal 170 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun 6 bulan.

Lebih jauh, Bima mengungkapkan adanya dugaan bahwa sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut merupakan oknum karyawan dari salah satu yayasan yang mengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mamuju.

Jika dugaan tersebut terbukti, menurutnya, maka hal itu menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan program strategis nasional yang sejatinya hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan malah dikaitkan dengan praktik intimidasi dan kekerasan.

Program MBG dibangun untuk menciptakan generasi sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai ada oknum yang justru mencoreng program negara dengan tindakan premanisme yang meresahkan warga,” ujarnya.

IPMA juga mendesak para penanggung jawab dapur SPPG dan pihak yayasan terkait agar tidak memberikan ruang bagi individu-individu yang terlibat dalam tindakan kekerasan.

Menurut Bima, siapapun yang terbukti melakukan pengeroyokan dan penganiayaan harus segera diberhentikan serta diproses sesuai hukum yang berlaku demi menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik.

Di akhir pernyataannya, IPMA menuntut Kapolresta Mamuju untuk menunjukkan keberanian, profesionalitas, dan integritas dalam menangani kasus ini secara transparan.

Publik menunggu keberanian aparat dalam membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Jangan ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk berlindung di balik jabatan, kelompok, maupun institusi tertentu. Hukum harus berdiri tegak demi terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat Mamuju,” tutupnya. (ZUL)

PMII Mamuju Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Kader dan Pengrusakan Sekretariat

0

Redaksi.co MAMUJU : Gelombang kecaman atas dugaan aksi premanisme yang menimpa salah satu kader PMII Mamuju terus menguat. Ketua PMII Komisariat Wallacea Mamuju, Asrullah, mendesak Polresta Mamuju bertindak tegas dan mengusut tuntas dugaan pengrusakan sekretariat, pengeroyokan, penganiayaan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam yang dialami kader PMII yang juga menjabat sebagai Ketua Vendetta.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) itu disebut telah mencederai rasa aman masyarakat sekaligus menjadi ujian bagi penegakan hukum di Kabupaten Mamuju.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari sepuluh orang diduga mendatangi sekretariat dan melakukan aksi pengrusakan terhadap sejumlah fasilitas. Pintu dan pagar mengalami kerusakan, sementara kondisi ruangan sekretariat disebut turut dikotori oleh para pelaku.

Alih-alih membalas dengan kekerasan, pihak korban memilih menempuh jalan damai. Korban bahkan berinisiatif menghubungi salah satu perwakilan kelompok yang diduga terlibat untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas dugaan pengrusakan tersebut.

Kedua pihak kemudian sepakat bertemu pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA dengan komitmen menjaga situasi tetap kondusif tanpa tindakan kekerasan.

Menurut keterangan korban, sesampainya di lokasi yang telah disepakati, dirinya langsung menjadi sasaran serangan. Korban diduga dipukul hingga terjatuh dari sepeda motor sebelum kemudian dikeroyok secara bersama-sama. Tendangan dan injakan bertubi-tubi disebut menyebabkan korban mengalami luka-luka.

Tak hanya itu, korban juga mengaku mendapat ancaman dari seseorang yang diduga membawa senjata tajam jenis badik.

Merasa keselamatannya terancam, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mamuju dan meminta perlindungan hukum serta penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua PMII Komisariat Wallacea Mamuju, Asrullah, mengecam keras segala bentuk kekerasan yang terjadi.

Kami mengecam keras segala bentuk pengrusakan, pengeroyokan, penganiayaan, maupun intimidasi. Indonesia adalah negara hukum. Tidak boleh ada siapa pun yang merasa kebal hukum atau bertindak seolah hukum bisa dikalahkan oleh kekerasan,” tegas Asrullah.

Menurutnya, korban merupakan bagian dari keluarga besar PMII Mamuju sehingga kasus ini menjadi perhatian serius seluruh kader PMII.

“Korban adalah kader PMII Mamuju dan bagian dari keluarga besar kami. Kami diajarkan untuk menjaga nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan keadilan. Karena itu, kami tidak akan tinggal diam ketika kader kami menjadi korban kekerasan,” ujarnya.

Asrullah juga mendesak aparat penegak hukum bekerja secara profesional, objektif, dan transparan.

“Kami berharap Polresta Mamuju mengusut kasus ini secara cepat dan terbuka. Jangan sampai muncul kesan hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Lebih jauh, Asrullah turut menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum yang bekerja pada salah satu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamuju. Menurutnya, jika dugaan tersebut terbukti, maka evaluasi menyeluruh perlu dilakukan.

Program MBG dibangun atas semangat kemanusiaan dan pelayanan masyarakat. Tidak boleh ada ruang bagi perilaku kekerasan maupun tindakan yang mengarah pada premanisme karena hal itu dapat merusak kepercayaan publik terhadap program tersebut,” ujarnya.

PMII Mamuju menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

Kami tidak sedang mencari musuh dan tidak ingin memperpanjang konflik. Yang kami perjuangkan adalah keadilan. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme. Hukum harus menjadi panglima. Karena itu, kami akan mengawal kasus ini sampai ada kepastian hukum yang berkeadilan,” tutup Asrullah.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Di tengah meningkatnya keresahan terhadap aksi kekerasan jalanan, masyarakat menanti pembuktian bahwa hukum masih berdiri tegak dan tidak tunduk pada intimidasi maupun kekuatan massa. (ZUL)

Wujudkan Kemitraan Humanis,Polda Metro Jaya Salurkan 350 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol di Jumat Peduli*

0

Jakarta , Redaksi.Co- Polda Metro Jaya membagikan 350 paket sembako kepada pengemudi ojek online dalam kegiatan Jumat Peduli. Kegiatan tersebut digelar di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (29/5/2026).

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, kegiatan Jumat Peduli merupakan bentuk kepedulian Polda Metro Jaya kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan para pengemudi ojol yang setiap hari membantu mobilitas warga.

“Sebanyak 350 paket sembako kami salurkan kepada rekan-rekan pengemudi ojol. Ini merupakan bentuk kepedulian Polda Metro Jaya kepada masyarakat,” ujar Kombes Budi.

Kombes Budi mengatakan, pengemudi ojol memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Karena itu, Polda Metro Jaya ingin terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang humanis dan bermanfaat.

“Semoga bantuan ini dapat membantu rekan-rekan ojol dan keluarganya. Polri ingin terus hadir dekat dengan masyarakat,” katanya.

Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Jika melihat atau mengalami gangguan kamtibmas maupun membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Polri 110 agar segera ditindaklanjuti petugas.

POLDA METRO JAYA BERANTAS TOKO PENJUAL OBATBERBAHAYA ILEGAL KAWASAN JAKARTA ,1.442 OBAT TERLARANG DIAMANKAN*

0

Jakarta, Redaksi.Co- Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melalui Unit 2 Subdit 3 kembali mengungkap peredaran obat-obatan berbahaya ilegal berkedok warung sembako di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial AA (29) yang diduga menjual obat keras daftar G tanpa izin edar.

Pengungkapan dilakukan oleh Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 20.50 WIB di sebuah kios berwarna hijau yang berada di Jalan Joe RT 007 RW 06, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya kios yang diduga menjual obat-obatan terlarang dengan modus sebagai warung sembako. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengamatan di lokasi.

Saat dilakukan penggerebekan dengan disaksikan petugas keamanan setempat, polisi menemukan ratusan butir obat keras berbagai jenis yang disimpan di dalam kios. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 600 butir Eximer, 40 butir Tramadol, 40 butir Alprazolam 1 mg, 762 butir pil putih tanpa identitas, satu pak plastik klip kosong, satu unit telepon genggam, serta uang tunai sebesar Rp. 450.000 yang diduga hasil penjualan obat ilegal.

Kanit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Denny Simanjuntak, S.IP., S.I.K., M.I.K., mengatakan “Kami dari unit 2 sudbit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, sesuai yang kami amankan berinisial A.A. (29). disebuah toko diwilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan beserta dengan barang bukti obat – obatan dalam daftar G antara lain Eximer, Tramadol, Alprazolam sejumlah kurang lebih 1.442 butir, Kemudian uang hasil penjualan sejulah Rp. 450.000 dan alat komunikasi berupa Handphone yang digunakan oleh pelaku. Saat ini pelaku sudah kami tetapkan sebagi tesangka”.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya gua kepentingan penyidikan lebih lanjut.