Rabu, April 1, 2026
Beranda blog Halaman 124

Di Momen Hari Ibu ke 97, Pemkab Aceh Barat Adakan Trauma Healing Bagi Masyarakat Terdampak Bencana Banjir

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan Trauma Healing bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.” Senin 22/12/2025

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Barat Ny. Afrinda Novalia, SE, MM, Staf Ahli TP PKK Lisa Nazmi, SE, serta Plt. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Barat Ny. Cut Zulfahnur Safitri. Turut hadir Ketua Persit Kodim 0105/Aceh Barat dan Ketua Bhayangkari Polres Aceh Barat sebagai bentuk sinergi lintas organisasi perempuan dalam mendukung pemulihan pascabencana.

Ketua TP PKK Aceh Barat Ny. Afrinda Novalia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi psikologis masyarakat, khususnya kelompok rentan pasca banjir.
“Dalam kegiatan ini, kami menhadirkan psikolog dan menyerahkan 17 paket bantuan bagi ibu hamil yang didistribusikan ke beberapa desa terdampak, yakni Desa Jambak, Lawet, Lango, dan Canggai,” ujar Afrinda.

Ia menambahkan, agenda trauma healing ini diharapkan mampu membantu proses pemulihan luka batin masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana banjir.

Menurut Afrinda, Trauma healing merupakan proses penyembuhan akibat pengalaman traumatis seperti bencana alam, kehilangan, maupun tekanan emosional lainnya yang memengaruhi emosi, pikiran, dan perilaku.

Disebutkannya, Melalui pendekatan ini, diharapkan korban dapat kembali menemukan keseimbangan mental dan menjalani kehidupan secara normal tanpa bayang-bayang trauma masa lalu, ujar Afrinda

Sedabfkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlimdungan Anak dan Keluarga Berencana) (DP3AKB) Abdullah, SS menyebutkan, pada kegiatan tersebut, anak-anak diajak belajar sambil bermain melalui berbagai aktivitas edukatif dan permainan interaktif. Metode ini dinilai efektif untuk membantu anak mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang menyenangkan dan aman.

Kata Abdullah, Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan holistik, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat
pasca bencana, Pungkasnya ****

Hari Bela Negara ke -77,Atlet Pelajar Tangerang Terima Bonus Prestasi

0

Bela Negara Lewat Prestasi, Pemkot Beri Bonus Atlet Peraih Medali POPNAS–PEPARPENAS

 

 

Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tingkat Kota Tangerang menjadi momentum penegasan peran strategis generasi muda sebagai pilar utama masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat menjadi pembina Apel Peringatan Hari Bela Negara di Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Senin (22/12/2025).

 

Dalam amanatnya, Herman, menegaskan bahwa nilai-nilai bela negara harus tertanam kuat pada generasi muda sebagai bekal dalam menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan global. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang, salah satunya melalui prestasi.

 

“Generasi muda adalah masa depan bangsa. Semangat bela negara dapat diwujudkan melalui kontribusi positif, prestasi, dan dedikasi sesuai dengan bidang masing-masing. Para atlet pelajar Kota Tangerang telah membuktikan hal tersebut melalui prestasi yang membanggakan di tingkat nasional,” ujar Herman.

 

Pada momentum tersebut, Pemerintah Kota Tangerang turut memberikan apresiasi berupa bonus senilai Rp221.500.000 kepada para atlet dan pelatih peraih medali dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI yang diselenggarakan di DKI Jakarta pada November lalu.

 

Herman juga menyampaikan, prestasi yang diraih para atlet pelajar tidak hanya membawa harum nama Kota Tangerang, tetapi juga mencerminkan karakter generasi muda yang disiplin, bermental juara, serta memiliki semangat pantang menyerah.

 

“Para atlet pelajar adalah contoh nyata generasi muda yang berjiwa bela negara. Mereka menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dilakukan melalui prestasi, sportivitas, dan kerja keras,” tambahnya.

 

 

Pemkot Tangerang, lanjut Herman, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda, khususnya di bidang olahraga, agar prestasi yang telah diraih dapat terus ditingkatkan dan berkelanjutan.

 

Pada kesempatan yang sama, yang juga bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu, Sekda turut menyampaikan apresiasi kepada para ibu dan perempuan atas peran pentingnya dalam membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air dan memiliki semangat bela negara.

 

“Apa yang diraih generasi muda hari ini tidak terlepas dari peran para ibu yang telah mendidik, membimbing, dan mendoakan anak-anaknya. Untuk itu, kami mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada seluruh ibu dan perempuan hebat, khususnya di Kota Tangerang,” pungkasnya.(*/red)

PMI–JRCS Laksanakan School and Community Resilience Project di Desa Kepanjen Gumukmas Jember

0

JEMBER, redaksi.co – Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) melaksanakan kegiatan School and Community Resilience Project (SCRP) di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, pada Senin, 23 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketangguhan sekolah dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana

Di Kabupaten Jember, program SCRP hanya dilaksanakan di tiga desa terpilih, yakni Desa Kepanjen (Kecamatan Gumukmas), Desa Puger Kulon, dan Desa Puger Wetan (Kecamatan Puger). Penetapan ketiga desa tersebut didasarkan pada tingkat kerawanan bencana serta kesiapan masyarakat dan pemerintah desa dalam mendukung program pengurangan risiko bencana.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Kepanjen melibatkan unsur pemerintah desa, pihak sekolah, relawan PMI, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana melalui edukasi kebencanaan, penyusunan rencana aksi, penguatan peran komunitas sekolah, serta pemahaman dasar tanggap darurat.

Koordinator Desa Kepanjen, H. Muklas, menyampaikan bahwa kegiatan SCRP sangat relevan dengan kondisi wilayah Desa Kepanjen yang memiliki potensi risiko bencana.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sekolah di Desa Kepanjen. Dengan adanya pendampingan dari PMI dan JRCS, kami menjadi lebih memahami langkah-langkah kesiapsiagaan bencana, mulai dari pencegahan hingga penanganan saat darurat. Harapannya, ilmu yang didapat bisa diterapkan secara berkelanjutan oleh warga,” ujarnya.

Selain kegiatan utama, di lokasi yang sama Miskat selaku relawan sekaligus Wakil Koordinator Desa Kepanjen juga melakukan sosialisasi secara door to door kepada masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada warga terkait potensi risiko bencana serta langkah-langkah antisipasi yang dapat dilakukan sejak dini.

Kegiatan sosialisasi tersebut menyasar 764 Kartu Keluarga (KK), dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan keluarga dan perlindungan kelompok rentan agar masyarakat lebih siap dan tanggap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Dengan pelaksanaan School and Community Resilience Project di Desa Kepanjen, diharapkan terbangun lingkungan sekolah dan komunitas yang lebih tangguh, responsif, dan mandiri, sekaligus menjadi contoh praktik baik pengurangan risiko bencana di Kabupaten Jember.

Reporter: Sofyan

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan Barang Ilegal Rp45,8 Miliar, 759 Penindakan Sepanjang 2025

0

Redaksi.co | Palembang —
Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) mencatat kinerja pengawasan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 759 kali penindakan dilakukan melalui sinergi pengawasan darat dan laut guna mencegah masuknya barang ilegal ke wilayah Indonesia.

Menutup tahun 2025, Bea Cukai Sumbagtim melaksanakan pemusnahan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan di seluruh satuan kerja wilayahnya. Pemusnahan dilakukan secara bertahap oleh Bea Cukai Tanjungpandan pada 9 Desember, Bea Cukai Jambi dan Bea Cukai Pangkalpinang pada 18 Desember, serta puncaknya bersama Bea Cukai Palembang pada Jumat, 19 Desember 2025.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Agus Yulianto, mengatakan total nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp45.822.773.620, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp8.063.333.319.

“Pemusnahan ini merupakan wujud komitmen Bea Cukai dalam menjalankan fungsi community protector, menjaga keamanan masyarakat, melindungi industri dalam negeri, serta menyelamatkan keuangan negara,” ujar Agus.

Barang yang dimusnahkan didominasi oleh hasil penindakan di bidang cukai, berupa 10.567.628 batang rokok ilegal dan 299,45 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal. Penindakan ini dinilai konsisten dalam menekan peredaran barang kena cukai ilegal di wilayah Sumatera bagian timur.

Selain pelanggaran cukai, Bea Cukai juga memusnahkan barang impor ilegal yang melanggar ketentuan larangan dan/atau pembatasan (lartas) serta berpotensi membahayakan keamanan dan kesehatan masyarakat. Di antaranya air gun jenis Glock 19 beserta amunisi yang peredarannya dilarang, serta barang bekas tidak layak pakai (balepress) yang dilarang impor karena berisiko membawa penyakit dan mengganggu perekonomian nasional.

Agus menegaskan, pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari penegakan hukum sesuai Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai. Bea Cukai sebagai instansi di bawah Kementerian Keuangan memiliki peran strategis dalam pengawasan perbatasan dan penegakan ketentuan lartas.

“Setiap tindakan penegakan hukum dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Keberhasilan pengawasan tersebut merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, serta masyarakat. Ke depan, Bea Cukai Sumbagtim berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan pelayanan guna mendukung terwujudnya sistem kepabeanan dan cukai yang bersih, modern, dan berintegritas. (DNL)

Malam Anugerah SANFFEST 2025: Panggung Mimpi Santri dari Pesantren ke Layar Nasional

0

Redaksi.co, Jakarta | Sasono Langgen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahad malam (21/12/2025), menjadi saksi perayaan kreativitas santri dari berbagai penjuru Indonesia dalam Malam Anugerah Santri Film Festival (SANFFEST) 2025. Ajang yang untuk pertama kalinya digelar ini menandai lahirnya ruang baru bagi santri untuk bersuara melalui medium film.

Ketua Komite SANFFEST 2025, Neno Warisman, menyampaikan bahwa SANFFEST bukan sekadar festival film, melainkan proses panjang pendampingan dan pendidikan. Rangkaian kegiatan berlangsung hampir dua bulan, dimulai sejak tahap ta’aruf pada 21 Oktober hingga malam puncak penganugerahan.

Menurut Neno, tantangan terbesar adalah membangun identitas baru di dunia penganugerahan film. SANFFEST hadir dengan standar berbeda, termasuk menghadirkan orkestra dan paduan suara secara langsung. Fanfare yang mengiringi malam puncak diciptakan khusus dan dimainkan live, sebuah hal yang jarang dilakukan dalam ajang serupa.

“Semua dibuat sendiri dan ditampilkan secara langsung. Tidak mudah, tetapi ini penting untuk membangun karakter dan kesungguhan SANFFEST,” katanya.

Neno mengaku terkejut sekaligus terharu melihat kualitas karya para santri. Film-film yang ditampilkan dinilai melampaui ekspektasi, baik dari segi visual, poster, maupun kekuatan narasi.

“Selama ini ada stigma bahwa santri hanya berkutat dengan kitab. Film-film ini membuktikan sebaliknya. Mereka menghadirkan sudut pandang yang segar dan kuat. Ini bisa menjadi gelombang baru dalam perfilman Indonesia,” ungkapnya.

Malam Anugerah SANFFEST 2025 turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembaharuan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Ketua Lembaga Sensor Film Naswardi, sastrawan Habiburrahman El Shirazy, serta sejumlah tokoh budaya, sineas, dan perwakilan lembaga negara.

Keterbatasan untuk menghadirkan seluruh nominator dari berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri. Namun hal itu tidak menyurutkan antusiasme peserta. Sejumlah santri datang secara mandiri dari daerah jauh seperti Wonosobo, Makassar, dan wilayah lainnya.

“Bagi mereka, bisa hadir dan menjadi bagian dari SANFFEST saja sudah menjadi kebanggaan. Ada yang menempuh perjalanan panjang dan menginap seadanya, tanpa mempersoalkan menang atau tidak,” tutur Neno dengan nada haru.

Lebih dari sekadar apresiasi, SANFFEST juga membuka jalan bagi santri untuk masuk ke ekosistem ekonomi kreatif. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan, komunitas film, hingga platform pemutaran karya. Platform Lokal film, misalnya, berkomitmen menayangkan seluruh film nominasi agar para santri memperoleh pengalaman profesional sekaligus manfaat ekonomi dari karya mereka

“Kami ingin SANFFEST menjadi rumah bersama bagi kreativitas santri, tempat mereka tumbuh, diasuh, dan diberi ruang untuk bermimpi lebih besar,” pungkasnya.

Malam Anugerah SANFFEST 2025: Panggung Mimpi Santri dari Pesantren ke Layar Nasional

0

Redaksi.co, Jakarta | Sasono Langgen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahad malam (21/12/2025), menjadi saksi perayaan kreativitas santri dari berbagai penjuru Indonesia dalam Malam Anugerah Santri Nasional Film Festival (SANFFEST) 2025. Ajang yang untuk pertama kalinya digelar ini menandai lahirnya ruang baru bagi santri untuk bersuara melalui medium film.

Ketua Komite SANFFEST 2025, Neno Warisman, menyampaikan bahwa SANFFEST bukan sekadar festival film, melainkan proses panjang pendampingan dan pendidikan. Rangkaian kegiatan berlangsung hampir dua bulan, dimulai sejak tahap ta’aruf pada 21 Oktober hingga malam puncak penganugerahan.

Menurut Neno, tantangan terbesar adalah membangun identitas baru di dunia penganugerahan film. SANFFEST hadir dengan standar berbeda, termasuk menghadirkan orkestra dan paduan suara secara langsung. Fanfare yang mengiringi malam puncak diciptakan khusus dan dimainkan live, sebuah hal yang jarang dilakukan dalam ajang serupa.

“Semua dibuat sendiri dan ditampilkan secara langsung. Tidak mudah, tetapi ini penting untuk membangun karakter dan kesungguhan SANFFEST,” katanya.

Neno mengaku terkejut sekaligus terharu melihat kualitas karya para santri. Film-film yang ditampilkan dinilai melampaui ekspektasi, baik dari segi visual, poster, maupun kekuatan narasi.

“Selama ini ada stigma bahwa santri hanya berkutat dengan kitab. Film-film ini membuktikan sebaliknya. Mereka menghadirkan sudut pandang yang segar dan kuat. Ini bisa menjadi gelombang baru dalam perfilman Indonesia,” ungkapnya.

Malam Anugerah SANFFEST 2025 turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembaharuan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Ketua Lembaga Sensor Film Naswardi, sastrawan Habiburrahman El Shirazy, serta sejumlah tokoh budaya, sineas, dan perwakilan lembaga negara.

Keterbatasan untuk menghadirkan seluruh nominator dari berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri. Namun hal itu tidak menyurutkan antusiasme peserta. Sejumlah santri datang secara mandiri dari daerah jauh seperti Wonosobo, Makassar, dan wilayah lainnya.

“Bagi mereka, bisa hadir dan menjadi bagian dari SANFFEST saja sudah menjadi kebanggaan. Ada yang menempuh perjalanan panjang dan menginap seadanya, tanpa mempersoalkan menang atau tidak,” tutur Neno dengan nada haru.

Lebih dari sekadar apresiasi, SANFFEST juga membuka jalan bagi santri untuk masuk ke ekosistem ekonomi kreatif. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan, komunitas film, hingga platform pemutaran karya. Platform Lokal film, misalnya, berkomitmen menayangkan seluruh film nominasi agar para santri memperoleh pengalaman profesional sekaligus manfaat ekonomi dari karya mereka

“Kami ingin SANFFEST menjadi rumah bersama bagi kreativitas santri, tempat mereka tumbuh, diasuh, dan diberi ruang untuk bermimpi lebih besar,” pungkasnya.

Malam Anugerah SANFFEST 2025 Tegaskan Peran Santri dalam Masa Depan Film Indonesia

0

Redaksi.co, Jakarta | Malam Anugerah Santri Film Festival (SANFFEST) 2025 berlangsung meriah di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu malam (21/12). Acara ini menjadi penegasan kuat bahwa santri bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga aktor penting dalam perkembangan budaya dan industri film nasional.

Malam Anugerah SANFFEST 2025 turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembaharuan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Ketua Lembaga Sensor Film Naswardi, sastrawan Habiburrahman El Shirazy, serta sejumlah tokoh budaya, sineas, dan perwakilan lembaga negara.

Dalam sambutannya, Fadli Zon (Menteri Kebudayaan RI) mengatakan bahwa film merupakan instrumen soft power yang sangat penting bagi sebuah bangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa bahkan ia menyebutnya sebagai “mega diversity” yang harus terus diangkat melalui karya-karya sinema.

“Santri memiliki perspektif khas yang berakar pada nilai, etika, dan tradisi. Ketika perspektif itu diterjemahkan ke dalam film, ia bisa menjadi kekuatan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Fadli Zon.

SANFFEST 2025 mengusung tema “Dari Jendela Santri Memandang Dunia”, yang mencerminkan semangat santri untuk berdialog dengan realitas global tanpa kehilangan identitas. Tahun ini, SANFFEST mencatat partisipasi luar biasa dengan 125 film karya santri dari 115 pesantren di 20 provinsi, sebuah capaian yang dinilai sebagai sinyal positif lahirnya generasi baru sineas pesantren.

Dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Agama RI serta rencana penguatan distribusi melalui platform digital dan kanal khusus SANFFEST, festival ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang. SANFFEST bukan sekadar festival film, melainkan gerakan budaya yang menempatkan santri sebagai bagian penting dari masa depan perfilman Indonesia.

Bupati Sukabumi Minta KB FKPPI Terus Bersinergi dan Berdedikasi untuk Masyarakat

0

Redaksi.Co, Sukabumi || Bupati Sukabumi H.Asep Japar Menghadiri Rapat Kerja Cabang dan Pelantikan Pengurus Rayon serta Organisasi Pendukung (Generasi Muda, HIPWI dan Wanita FKPPI) KB FKPPI Kabupaten Sukabumi. Acara berlangsung di Aula PKK Pendopo Sukabumi,Minggu, (21/12/25).

Ketua KB FKPPI Kab Sukabumi Heri Mulyana mengatakan Rakercab ini bertujuan untuk menguatkan sinergitas FKPPI serta bisa berkolaborasi dengan Pemerintah dalam membangun daerah

” seluruh Program program kedepan FKPPI akan di baktikan untuk kesejahtraan masyarakat Kabupaten Sukabumi Semoga FKPPI Kabupaten Sukabumi menjadi lebih maju” ungkapnya

Bupati dalam Sambutanya mengatakan KB FKPPI sebagai Organisasi yang lahir dari semangat Kebangsaan dan nilai nilai kejuangan,memiliki peran Strategis dalam menjaga Persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan,serta menjadi mitra Pemerintah dalam Pembangunan daerah. Oleh karena itu, menurut Bupati, kesatuan Visi dan Misi menjadi kunci utama agar Organisasi ini tetap Solid,Adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ditegaskan oleh Bupati, Melalui Rapat Kerja Cabang ini, seluruh Program kerja dapat disusun secara terarah,realistik,dan berdampak,tidak hanya bagi internal organisasi tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi secara luas.

” Kepada para pengurus Rayon serta pengurus generasi muda FKPPI,HIPWI dan Wanita FKPPI yang baru saja dilantik saya mengucapkan Selamat Dan Sukses, amanah yang saudara emban adalah bentuk kepercayaan dan tanggung jawab besar, jalankanlah tugas dengan penuh dedikasi, serta menjunjung tinggi nilai integritas, disiplin dan Semangat Pengabdian” ucapnya

Masih dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mengharapkan Konstribusi nyata KB FKPPI untuk terus bersinergi dalam membangun daerah, menjaga stabilitas sosial, serta menanamkan nilai nilai kebangsaan kepada masyarakat.

” Saya meyakini dengan semangat kebersamaan, Kepemimpinan yang kuat,serta Komitmen terhadap nilai Integritas,KB FKPPI Kab Sukabumi akan semakin tangguh berdaya saing dan bermartabat, serta menjadi teladan organisasi kemasrakatan yang solid dan Konstruktif” tegasnya. ***

Editor : Ujang S

Umbulsari Jadi Panggung Kebhinekaan Lewat Program Gus’e Menyapa

0

JEMBER – redaksi.co Program Gus’e Menyapa di Lapangan Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, menjelma menjadi ruang kebangsaan yang hangat dan inklusif. Dalam rangkaian Apel Shalawat Kebangsaan, toleransi lintas iman tidak hanya digaungkan, tetapi benar-benar dipraktikkan dengan perempuan tampil sebagai aktor utamanya.

Di sisi panggung, deretan emak-emak nonmuslim duduk rapi mengikuti seluruh rangkaian acara hingga tuntas. Tanpa hijab dan tanpa simbol mayoritas, mereka hadir dengan tenang dan penuh rasa ingin tahu. Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan pesan kuat bahwa ruang publik di Jember terbuka dan aman bagi semua warga, apa pun latar keyakinannya.

Mereka berbaur dengan peserta lain yang mayoritas muslim. Senyum, sapa, dan kebersamaan terjalin tanpa rasa canggung. Di titik inilah toleransi menjelma menjadi pengalaman hidup, bukan sekadar wacana. Perempuan, dengan naluri merawat dan membuka ruang dialog, tampil sebagai jembatan alami antariman.

Tausiyah yang disampaikan KH Badrus Sodiq sebelum kedatangan Bupati Jember Muhammad Fawait turut menegaskan pesan kebhinekaan tersebut. Ia mengurai nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi persaudaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Islam, dalam pandangannya, hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam dan sejalan dengan semangat kebangsaan.

Menariknya, pesan-pesan tersebut disimak dengan penuh perhatian oleh para emak-emak nonmuslim. Tak satu pun beranjak hingga tausiyah berakhir. Momentum ini menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan kebajikan dapat dipahami lintas iman, tanpa perlu menghapus identitas masing-masing.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Gerindra, Hermin, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa kehadiran para perempuan lintas iman tersebut memang disengaja. Mereka tergabung dalam Laskar Srikandi Nusantara (LSN), sebuah komunitas perempuan yang aktif merawat persatuan di tengah keberagaman.

Mayoritas anggota LSN berasal dari wilayah dengan tingkat pluralitas tinggi seperti Sukoreno dan Sidorejo. Selama ini, perempuan di komunitas tersebut memainkan peran penting sebagai penjaga harmoni sosial di tingkat akar rumput.

“Perempuan adalah fondasi toleransi. Dari merekalah nilai saling menghormati diwariskan dalam keluarga dan lingkungan,” ujar Hermin.

Kehadiran Gus Fawait semakin memperkuat pesan inklusivitas. Ia membuka ruang dialog terbuka, memberi kesempatan kepada siapa pun untuk menyampaikan aspirasi tanpa memandang latar belakang agama maupun status sosial. Sesi tanya jawab berlangsung panjang dan cair, menjadikan lapangan desa sebagai ruang demokrasi yang hidup.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika seorang emak-emak menyampaikan persoalan pribadi dengan jujur. Respons Gus Fawait yang tegas namun empatik memperlihatkan wajah negara yang hadir secara manusiawi melindungi hak warga tanpa menghakimi.

Apel Shalawat Kebangsaan di Umbulsari hari itu menegaskan satu hal penting: toleransi lintas iman tidak lahir dari pidato panjang, melainkan dari ruang aman yang memungkinkan perempuan dan warga berbeda keyakinan untuk hadir, didengar, dan dihormati.

Dari Umbulsari, pesan itu menggema: ketika perempuan diberi ruang, toleransi menemukan akarnya; ketika perbedaan dirawat, kebhinekaan menjadi kekuatan.

Reporter: Sofyan

Seminar Nasional Bela Negara Menwa Polibatam, Fendi Hidayat: Bela Negara Menuntut Generasi Muda Menjadi Aktor

0

 

Redaksi.co – Batam | Komando Resimen Mahasiswa (Komenwa) Mahabahari Satuan 051/Wira Sakti Polibatam menggelar Seminar Nasional Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia, dengan tema “Maju Membangun Generasi Pemuda Tangguh, Berintegras dan Berwawasan Kebangsaan” pada hari Sabtu pagi tanggal 20 Desember 2025 bertempat di Aula 2 Politeknik Negeri Batam.

Turut hadir juga dalam kegiatan seminar nasional tersebut, Sebagai Narasumber I, Kadis Min Pers Kodaeral IV Letkol Laut (KH) Udung Nurrohman, S.Ag,.M.Han, Narasumber 2 DR.Fendi Hidayat, S.T.,M.Kom. Sekretaris DPP Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Provinsi Kepulauan Riau.

Hadir juga H.Ahmad Reza Patria Dankonas Menwa/Wamendes RI, Ir.Agus Wibowo M.M. Ketua IARMI Provinsi Kepri, para Mahasiswa-Mahasiswi Politeknik Negeri Batam serta undangan lainnya.

Dalam paparnya Letkol Laut Udung Nurrohman menyampaikan komponen kekuatan pertahanan keamanan negara meliputi komponen utama, yaitu TNI-Polri, komponen cadangan yakni warga negara, sumber daya alam serta sarana prasarana nasional dan terakhir komponen pendukung.

Sedangkan DR.Fendi Hidayat dalam paparnya menyampaikan Bela Negara di era gepolitik global yang tidak stabil.

Di jelaskan DR. Fendy Hidayat, mengapa bela negara menjadi isu strategis hari ini, Indonesia berada di persimpangan dunia ketergantungan ekonomi global, arus informasi tanpa batas, dan kompetisi kekuatan besar menjadi Indonesia tidak netral secara pasif.

“Dan Bela Negara menjadi instrumen sosial untuk memastikan bangsa ini tidak rapuh dari dalam akibat polarisasi, apatisme, dan lemahnya kesadaran Kebangsaan,” kata DR.Fendi Hidayat.

Ia juga mengatakan, bentuk ancaman terhadap negara saat ini, ancaman negara tidak selalu bersifat militer, justru ancaman non-militer, memiliki daya rusak yang lebih lama dan masif, karena menyerang kesadaran logika, dan karakter bangsa.

 

Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari adalah tindakan sadar dalam profesi dari peran masing-masing, ia hadir dalam pilihan rasional, etika publik dan kontribusi nyata, terhadap lingkungan sosial, yang meliputi literasi informasi kritis, profesionalisme dan integritas, menjaga persatuan digital, dan dukungan kebijakan nasional.

Terakhir dalam penyampaian nya, peran generasi muda dalam Bela Negara yang mana generasi muda adalah sasaran utama perang informasi dan ideologi.

“Oleh karena itu Bela Negara hari ini menuntut generasi muda menjadi aktor sadar, bukan objek manipulasi,” ujar DR. Fendi Hidayat.

Kadis Min Pers Kodaeral IV, Letkol Laut (KH) Udung Nurrohman dalam keterangan pers mengatakan, Ini merupakan momentum yang sangat baik terutama mahasiswa kolaborasi beberapa yang terkait dengan bela negara, dan pada saat ini menunjukan semangat yang tinggi.

“Kita sudah sampaikan tadi perjuangan kita saat ini, betul memang ada aspek militer, namun dengan demikian seiring dengan perkembangan waktu penting nya kita seluruh stackholder dan pemerintah,” kata Letkol Laut Udung Nurrohman.

“Dalam hal ini TNI dan masyarakat bahu membahu sampai saat ini, sehingga semangat bela negara sedini mungkin sehingga sesuai dengan tekad pada saat ini teguhkan bela negara menjadi Indonesia maju,” terangnya.

“Harapan dari kegiatan seminar nasional bela negara ini, memupuk semangat solidaritas diantara semua, semangat menanamkan bela negara sehingga betul-betul semua punya pengertian, pandangan yang sama semangat mengembangkan, membangun Indonesia yang maju,” harapannya.

Dalam Kesempatan tersebut, Agus Wibowo selaku Ketua DPP IARMI Provinsi Kepri menyampaikan bahwa, Bela Negara adalah panggilan kepada seluruh warga Indonesia, paradigma saat ini bela negara tidak selalu mengangkat senjata.

“Kami hari ini sengaja mengadakan kegiatan ini memberikan pemahaman, pandangan tentang arti bela negara, yang nanti secara detail akan disampaikan oleh para narasumber,” kata Agus Wibowo.

“Saya sengaja mengundang anak buah saya, untuk mengetahui pemahaman, khususnya untuk mahasiswa generasi muda, kita perlu menanamkan jiwa nasionalisme semangat Kebangsaan, karena saat ini di era globalisasi terjadi proses degradasi kecintaan terhadap tanah air,” kata Agustus Wibowo.

Ia juga mengatakan, dengan kemajuan teknologi informasi, media sosial saat ini secara tidak langsung suatu tantangan bagi kita semua, khususnya generasi muda bagaimana mempersiapkan sebagai generasi penerus bangsa ini kedepan.

“Kami berharap dengan pelaksanaan kegiatan ini memberikan pemahaman, kewajiban kita di dalam sistem pertahanan, keamanan rakyat semesta,” ujar Agus Wibowo.

“Saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran para narasumber, rekan-rekan mahasiswa kesempatan pada pagi ini,” tutup Agus Wibowo.

Kegiatan Seminar Nasional Bela Negara semakin seru ketika di sesi tanya jawab, di kegiatan ini juga dilakukan penyerahan cinderamata dari panitia kepada para narasumber, pemotongan kue dies natalis Menwa Mahabahari Satuan 051/Wira Sakti Polibatam, dan poto bersama. (Redaksi)