Beranda blog Halaman 427

Wabup Aceh Barat Said Fadheil Lepas Kontingen Aceh Barat Mengikuti MTQ Ke 37 Di Pidie Jaya

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH melepas 92 orang kafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Aceh Barat menuju MTQ Aceh ke 37 di Kabupaten Pidie Jaya.

Pelepasan rombongan Kafilah MTQ tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati setempat pada Kamis, 30/10/2025

Momen pelepasan para peserta ini disaksikan oleh Ketua MPU, MAA, Kakan Kemenag dan Ketua LPTQ Kabupaten Aceh Barat.

Said mengatakan, MTQ tingkat Provinsi Aceh ke 37 tahun 2025 ini dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya, dimulai dari tanggal 1 sampai 8 November mendatang.

“Momen ini bukan hanya tentang keberangkatan sebuah rombongan, tetapi juga wujud kebanggaan dan harapan seluruh masyarakat Aceh Barat. Kita mengantarkan para qori dan qoriah terbaik daerah ini untuk menampilkan kemampuan terbaiknya,” kata Said

Dikatakan Said, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat bersama Dinas Syariat Islam (DSI) akan terus mendukung dan memberikan motivasi agar para kafilah tampil dengan penuh percaya diri, menjaga semangat kebersamaan dan membawa nama baik daerah.

“Saya atas nama pribadi dan Pemkab Aceh Barat menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada seluruh peserta kafilah, pelatih, pendamping dan panitia yang telah berlatih dan mempersiapkan diri dengan penuh semangat,” katanya.
Said juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar kafilah Aceh Barat dapat tampil percaya diri, penuh semangat dan meraih prestasi di MTQ Aceh ke 37 tahun ini.

“Semoga semangat MTQ dapat terus membumi di tengah masyarakat, menjadikan Al -Quran sebagi pedoman hidup dan memperkuat karakter masyarakat Aceh Barat yang religius serta berakhlak mulia,” ujar Said.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada pelatih dan pendamping atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membimbing para peserta MTQ Aceh Barat untuk tampil di MTQ Aceh ke 37 di Pidie Jaya ****

DLHK Aceh Barat Berkomitmen Bersihkan Semua Sampah, Kabid KKL DLHK Muslem Terjun Langsung Memantau

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat dengan segala usaha berkomitmen membersihkan semua tumpukan sampah di setiap penjuru kota Meulaboh,sejumlah petugas kebersihan ini berjibaku membersihkan tumpukan sampah di areal sekitar kota Meulaboh di komandoi langsung oleh Kabid KKL Muslem M.Si terpantau media ini sedang memberikan petunjuk dan arahan kepada petugas dalam membersikan tumpukan sampah di Lueng Aneuk aye pada Rabu 29/10/2025

Di temui media Muslem mengatakan, pembersihan ini sudah di lakukan sejak tanggal 27 -28 Oktober dimana pihaknya telah menurunkan personil kebersihan serta armada angkutan untuk membawa sampah ke TPA.

“Kami pastikan hari ini pembersihan di Lueng Aneuk aye bisa selesai dan selanjutnya akan dilakukan pembersihan di titik lain guna di bersihkan dari tumpukan sampah liar. ” Ujar sang Kabid KKL DLHK Aceh Barat ini dengan mimik wajah serius.

Muslem mengakui untuk membersihkan kota Meulaboh terbebas dari sampah ,pihaknya akan bekerja secara maksimal baik siang ataupun malam bahkan di hari libur.

“Sesuai arahan bapak Bupati Tarmizi dan Plt Sekda, saya bersama personil kebersihan siap melaksanakan,baik itu di hari libur sekalipun kami bergerak membersihkan areal kota Meulaboh agar semakin bersih demi untuk Aceh Barat bersih Menuju Adipura dan tentu saya berharap cita cita ini bisa terwujud demi Aceh Barat bebas dari sampah ” Pungkas Muslem

Terpantau setidaknya 6 unit armada truk hilir mudik mengangkut sampah yang diangkat dari dasar Lueng Aneuk aye ke TPA dan tentu semua yang dilakukan oleh pihak DLH Aceh Barat ini demi terwujudnya komitmen pemerintah Kabupaten Aceh Barat menjadikan Meulaboh kota bersih dan tentu dengan dukungan semua pihak untuk menjaga kebersihan kota Meulaboh ****

BUPATI LOBAR DINILAI TAK BIJAK, RENCANA RUMAHKAN HONORER DISEBUT KEJAM DAN TAK MANUSIAWI

0

BUPATI LOBAR DINILAI TAK BIJAK, RENCANA RUMAHKAN HONORER DISEBUT KEJAM DAN TAK MANUSIAWI

 

Lombok Barat — Redaksi.co

Rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk merumahkan ribuan tenaga honorer dan pegawai non-ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus menuai sorotan tajam. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut tidak hanya tidak bijak, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru di tengah masyarakat.

 

Salah satu suara keras datang dari Hasan Masat, Dewan Pendiri Lembaga Studi Advokasi Demokrasi dan Hak Asasi (Lesa Demarkasi). Ia menyebut langkah Bupati Lombok Barat itu sebagai keputusan yang “kejam dan tidak manusiawi”.

 

> “Jika benar Bupati Lombok Barat akan merumahkan para honorer yang telah bekerja puluhan tahun, maka ini langkah yang sangat keliru. Mereka telah mengabdi dengan setia, dengan upah kecil, bahkan di bawah standar, namun tetap bertahan karena berharap pada masa depan dan kebijakan yang berpihak,” tegas Hasan Masat.

 

 

 

Menurutnya, selama ini para tenaga honorer berperan besar dalam menopang pelayanan publik di Lombok Barat. Mereka menjadi tulang punggung di sekolah, puskesmas, kantor desa, hingga dinas-dinas teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

Hasan menilai, alasan teknis seperti penyesuaian data base di BKN, atau status PPPK paruh waktu, tidak semestinya dijadikan dalih untuk mengorbankan ribuan pekerja yang sudah lama mengabdi.

 

> “Ini bukan sekadar soal administrasi atau peraturan. Ini soal kemanusiaan, soal harapan hidup ribuan keluarga. Memutuskan hubungan kerja mereka sama artinya dengan mematahkan semangat dan harapan anak-anak mereka yang menanti nafkah dari penghasilan orang tua yang selama ini bekerja sebagai honorer,” ujarnya dengan nada prihatin.

 

 

 

Hasan juga mengingatkan bahwa kebijakan semacam ini bisa menimbulkan keresahan sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Karena itu, ia mendorong agar pihak eksekutif dan legislatif di Lombok Barat duduk bersama mencari solusi yang lebih manusiawi, bukan justru memperuncing penderitaan rakyat kecil.

 

> “Bupati dan DPRD mestinya menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap rakyat. Jangan hanya berlindung di balik aturan. Pendekatan psikologis, sosial, dan kultural bisa menjadi jalan keluar yang lebih elegan dan bermartabat,” tambahnya.

 

 

 

Hasan juga menyinggung bahwa dengan potensi keuangan daerah dan sumber daya yang ada, seharusnya Lombok Barat mampu mencari alternatif kebijakan tanpa harus mengorbankan ribuan pegawai non-ASN.

 

> “Lombok Barat tidak menjalankan program pendidikan dan kesehatan gratis misalnya, padahal anggaran bisa dioptimalkan untuk mempertahankan para honorer. Banyak cara untuk menyelamatkan mereka jika ada niat baik dan empati dari pimpinan,” pungkasnya.

 

 

 

Pernyataan Hasan Masat ini memperkuat gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat, LSM, hingga media yang mendesak agar kebijakan perumahan honorer segera dikaji ulang. Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak gegabah mengambil keputusan yang bisa berdampak besar terhadap kehidupan sosial ribuan keluarga di Lombok Barat.

 

Read : Abach Uhel | Redaksi.co

Keuchik Rundeng Kecamatan Johan Pahlawan Bantah Lakukan Korupsi,Siap Di Audit Ulang

0


Aceh Barat.Redaksi.co
Keuchik Gampong Rundeng Kecamatan Johan pahlawan Kabupaten Aceh Barat, Safrudin membantah tuduhan dirinya melakukan tindakan korupsi dana Gampong sebesar Rp 300 juta seperti yang di beritakan di media baru baru ini dan beredar di masyarakat, dimana menurut ia ketika di kompirmasi media ini,ia mengatakan bahwa tudingan itu tidak berdasar dan tidak di kompirmasi fakta sebenarnya,Rabu 29/10/2025

Secara tegas Safrudin mengatakan bahwa semua kegiatan yang bersumber dari dana Gampong sudah melalui proses secara transparan dan bisa di pertanggung jawabkan.

Menurut dia sorotan akan pembelian satu unit boat dengan angka pembelian sebesar Rp 120 juta dipotong pajak Rp.16 juta menyisakan Rp 104 juta itulah untuk pembelian boat yang sudah di beli dan sudah di lakukan peninjauan langsung
Oleh oleh pihak inspektorat dan jaksa

Terkait dana desil yang di sebut sebut bagian dari dugaan korupsi yang di alamatkan kepadanya,ia menjelaskan bahwa dana itu sudah di bagikan kepada masyarakat penerima manfaat yang sudah sesuai dengan hasil musyawarah dan sesuai dengan data yang di warisi dari Keuchik terdahulu sebelum dirinya menjabat.

“Perlu saya jelaskan , penerima manfaat berdasarkan Desil satu sesuai arahan dari pihak inspektorat, namun sebagian penerima dari Desil dua dan tiga,karena di anggap lebih layak menerima melihat kondisi ekonomi nya ” Ujarnya

Lanjut ia menyampaikan bahwa pemanfaatan dana yang diterima masyarakat tersebut bukanlah menjadi tanggung jawabnya,selama dana itu sudah di salurkan sesuai aturan dan dapat di manfaatkan secara baik oleh masyarakat,dan terkait tudingan temuan untuk tahun 2024 dana fisik sebesar Rp.45 juta,ia mengatakan bahwa proses pengadaan bukan dilakukan oleh pihak Gampong secara langsung, tetapi oleh pihak pendamping Desa yang menyusun Rencana Anggaran Pelaksanaan ( RAP).

“Kami hanya belanja barang sesuai kebutuhan ,misalnya semen seharga Rp 82 ribu rupiah itu sudah termasuk pajak dan biaya angkut semua catatan pengeluaran ada tanda buktinya ” Ucap Safrudin

Ketika di tanyakan terkait proyek Kandang Ternak kambing yang di sorot masyarakat, Safrudin mengatakan saat itu baru menjabat dan belum faham sepenuhnya prosedur dan mengakui selalu meminta petunjuk dari bendahara lama dalam pelaksanaannya,ia mengakui telah memenuhi semua permintaan pihak inspektorat termasuk pengajuan sanggahan secara tertulis seperti yang di sarankan.

“Saya di berikan tenggang waktu tiga hari untuk melengkapi 16 item dokumen dan sudah di penuhi,tapi sayangnya bukti itu di tolak dan tidak satupun yang di tanggapi ” ujarnya lagi,

Ia mengaku telah mengirim surat penolakan hasil audit kepada bupati Aceh Barat, camat,dan inspektorat dimana ia meminta audit ulang dilakukan lagi secara transparan dan adil.

“Saya menduga ini seperti permainan menyudutkan sekaligus menjerumuskan pribadi dari oknum yang tidak suka dengan saya selaku Keuchik, seperti ada unsur politik dibelakangnya,saya bermohon kepada Bapak Bupati Tarmizi bisa memberikan keadilan kepada saya,saya punya bukti kenapa saya yang mendapat temuan,saya meminta keadilan dari Bupati Aceh Barat,dan saya siap di audit kembali secara transparan dan berkeadilan, ” Tutupnya

RIBUAN HONORER LOMBOK BARAT SIAP TURUN KE JALAN, TOLAK KEBIJAKAN PHK MASSAL

0

RIBUAN HONORER LOMBOK BARAT SIAP TURUN KE JALAN, TOLAK KEBIJAKAN PHK MASSAL

Lombok Barat — Redaksi.co.
Gelombang perlawanan rakyat dan tenaga honorer di Kabupaten Lombok Barat kian membesar. Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat, LSM, NGO se-NTB, hingga media online dan cetak dijadwalkan akan turun ke jalan pada Jumat, 31 Oktober 2025, dalam aksi besar menolak keputusan Bupati Lombok Barat yang akan merumahkan (PHK) 2.046 tenaga honorer di lingkup pemerintah daerah.

Aksi ini akan dipusatkan di depan Kantor Bupati Lombok Barat mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai, dengan titik kumpul di depan Kantor Inspektorat Lombok Barat. Peserta aksi membawa sound system, ban bekas, dan bendera perjuangan sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai menindas rakyat kecil.

Gerakan ini digalang oleh Gabungan Aktivis Lombok Barat, DPP KASTA NTB, dan para honorer daerah yang merasa hak serta pengabdian mereka diabaikan oleh pemerintah daerah.

Dalam keterangan persnya, Erwin Ibrahim, selaku Ketua WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat) menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang tidak berperikemanusiaan.

> “Kami tidak turun ke jalan untuk mencari perhatian, tapi untuk menuntut keadilan. Ribuan honorer ini adalah tulang punggung pelayanan publik. Mereka bukan beban, tapi pejuang yang telah lama berkorban tanpa kepastian. Pemerintah seharusnya melindungi, bukan menyingkirkan mereka,”
— Erwin Ibrahim, Ketua WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat)

 

Sementara itu, Asmuni, Ketua Gabungan LSM Lombok Barat, menilai keputusan Bupati Lombok Barat yang akan mem-PHK ribuan honorer adalah kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat dan sangat melukai rasa keadilan sosial.

> “Kebijakan ini jelas mencederai nurani publik. Jangan jadikan alasan efisiensi untuk menyingkirkan rakyat kecil. Jika pemimpin sudah tak bisa memanusiakan manusia, maka wajar rakyat turun ke jalan menuntut haknya,”
— Asmuni, Ketua Gabungan LSM Lombok Barat

 

Asmuni juga menegaskan, aksi ini bukan bentuk anarkisme, melainkan panggilan moral untuk mengingatkan pemerintah bahwa kekuasaan sejati berada di tangan rakyat.

> “Kekuasaan tertinggi bukan di tangan Bupati, tapi di tangan rakyat. Jika rakyat bersatu, maka tidak ada penguasa yang mampu berdiri di atas penderitaan rakyatnya,” tegasnya.

 

Para penggagas aksi berharap agar pemerintah daerah segera membuka ruang dialog dengan perwakilan honorer, aktivis, dan LSM untuk mencari solusi terbaik. Mereka mengingatkan bahwa diam berarti membiarkan kezaliman terus berjalan.

Dengan semangat “Bangkit Melawan atau Diam Tertindas,” aksi ini akan menjadi momentum kebangkitan masyarakat Lombok Barat dalam memperjuangkan hak-hak sosial dan keadilan bagi tenaga honorer yang terancam diberhentikan.

🖋️ Redaksi.co
📖 Read : Abach Uhel

PESSEL TERIMA ANUGRAH SUMBAR EXPO 2025 KADIS AFIRMAN JULITA SOROT TEH GAMBIRA

0

REDAKSI.CO, PAINAN -, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Terima  Penghargaan Anugrah Award Kategori  Daerah Potensi Ekspor Sumatera Barat Pada ajang bergengsi  Sumbar Expo 2025 yang diselenggarakan Oeh Pemerintah Provinsi sumateraBarat melaui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat di Hotel Truntum Padang Rabu (27/10/25)

Penerimaan pengahargaan award  Daerah Potensi Ekspor Sumatera Barat untuk Kabupaten Pesisir Selatan  diwakili  oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Kabupaten Pesisir Selatan  Afirman Julita, S.Pi  yang diserahkan lansung oleh Gubernur  Sumatera Barat  Mahyeldi Ansharulah SP.

Usai pemerimaan  penghargaan  anugrah award Expo Sumbar 2025.  Afirman Julita, S.Pi Kadis Perdagangan dan Transmigrasi Kab. Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat kunjungi langsung stan stand  para UMKM dari Daerah Kabupaten Pesisir Selatan.Sepertinya memberi sinyal dorongan  motivasi untuk para peserta UMKM yang ikut serta dalam ajang bergengsi Sumbar Expo 2025.

Dari  kunjungan Afirman Julita kestand UMKM  Pesisir Selatan. Ada hal yang menarik di salah satu  stand H.108 dengan nama produk teh Gambira. Yang merupakan salah satu produk dengan pengembangan hilirisasi industri dari komodii gambir yang sedang hangat menjadi topik pembicaraan daerah.

Kadis  Afirman Julita didampingi Ketua  Asosiasi Petani Gambir (APG) Kabupaten Pesisir Selatan  Drs Syaril Dt Rj Perak  beserta perangkat APG. Menyorot produk Teh Gambira dengan memberi pertanyaan berulang  kali bertanya pada ownernya. Sudah berapa kali dinas perindustrian datang melihat ketempat produksi teh gambira tanya afirman Julita  kepada owner  Teh Gambira dengan senyum Otriya geleng gelengkan  Kepala.

Ditempat yang sama ketua Asosiasi Petani Gambir Kabupaten Pesisir  Selatan  Drs Saril Dt Rj Perak mengatakan jujur selama ini kami tidak tahu kalau  ada usaha petani yang mengembangkan hilirisasi komoditi gambir seperti produksi Teh Gambira ini. Kalau bapak sampaikan ini pada kami  akan bantu perjuangkan sampai kepusat. Ajak Datuk dengan wajah serius. (o.s)

Wabup Aceh Barat Tekankan Komitmen Target 95% Imunisasi Anak, Harapkan Koordinasi Lintas Sektor

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang berlangsung di Aula Parkside Meuligo Hotel, Rabu 29/10/2025

Rakor tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Aceh Barat Nomor 100.3.4.2/1106 Tahun 2025, yang merujuk pada Keputusan Bersama Empat Menteri — Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri — serta Surat Edaran Gubernur Aceh tentang pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2025.

Wakil Bupati Said Fadheil, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memperkuat upaya nasional dan provinsi dalam melindungi generasi muda dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti difteri, tetanus, campak, rubella, hingga kanker leher rahim (HPV).

“Program BIAS bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan upaya nyata dan berkelanjutan untuk memastikan program pencegahan serta pengendalian penyakit berjalan lebih terarah, kompak, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Said Fadheil.

Ia menegaskan pentingnya pencapaian target imunisasi minimal 95% di setiap wilayah agar terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Untuk mencapai hal itu, ia mengajak semua pihak — sekolah, madrasah, puskesmas, camat, PKK, serta tokoh masyarakat — untuk berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat dan memastikan pelaporan data dilakukan secara real time melalui aplikasi ASIK dan SMILE.

“Target 95% bukan sekadar angka, tapi perlindungan nyata bagi generasi kita,” tegasnya.

Disisi lain, Said Fadheil juga menyoroti berbagai tantangan di lapangan seperti masih adanya persepsi keliru tentang imunisasi, rendahnya partisipasi masyarakat, serta capaian yang belum merata antar kecamatan. Ia meminta camat dan kepala puskesmas menyusun strategi lokal yang kreatif dan efektif, termasuk menjangkau anak-anak di wilayah terpencil dan mereka yang belum bersekolah.

“Libatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat gampong untuk memberikan pesan yang menenangkan dan edukatif. Imunisasi adalah ikhtiar menjaga amanah Allah, yaitu kesehatan anak-anak kita,” tambahnya.

Said juga menekankan agar rakor tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi harus menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret, lengkap dengan pembagian peran, jadwal pelaksanaan, dan sistem monitoring yang jelas.

“Rakor ini harus menjadi pijakan memperkuat promosi kesehatan, advokasi lintas sektor, dan pelaporan yang cepat serta akurat,” tegasnya

Ia menyebutkan, dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen mewujudkan Aceh Barat yang lebih sehat, maju, dan sejahtera, sejalan dengan semangat “Daerah yang sehat adalah daerah yang kuat.” pungkasnya ****

Seru! Festival Tring! 2025 Hadir di Palembang, Ada Promo Emas dan Hiburan Musik

0

Redaksi.co | Palembang – PT Pegadaian sambut meriah kehadiran aplikasi terbarunya Tring! by Pegadaian, dengan menggelar Festival Tring! di Kota Palembang PTC Mall Festival akbar di Sumatera Selatan akan berlangsung dari 31 Oktober hingga 02 November 2025, yang menjadi ajang perkenalan dan penanda resminya kehadiran aplikasi tersebut di tengah masyarakat SumBagSel.

Acara ini dirancang sebagai one stop festival yang menggabungkan edukasi investasi emas dengan hiburan musik dan gaya hidup. Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Novryandi mengungkapkan harapannya agar melalui Festival Tring!, masyarakat dapat lebih mengenal dan cepat “akrab” dengan aplikasi andalan Pegadaian itu.
“Era digital yang semakin dinamis ini menuntut kami untuk tidak berhenti berinovasi. Aplikasi Tring! salah satu bukti nyata bagaimana kami berkomitmen dan berupaya memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan dan berinvestasi dalam genggaman. Sementara, Festival Tring! menjadi cara kami untuk memperkenalkannya kepada masyarakat. Ini bukan sekedar festival, tapi gerakan untuk mengajak semua orang merencanakan keuangan mereka #MulaiDariTring!,” ujar Novryandi.

Pegadaian mengubah literasi keuangan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Di Festival Tring!, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai booth edukatif, diantaranya Talk Show, seminar mini dimana masyarakat dapat mengenal mengenai investasi dan mendapatkan penawaran emas dengan harga special, dengan pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan, Akademisi dari Universitas UIN Raden Fatah, Praktisi emas dari PT Pegadaian.
Masyarakat juga dapat melakukan transaksi cicil emas pegadaian melalui Bazar emas Pegadaian dengan pilihan emas yang beragam, serta Bazar UMKM yang melibatkan usaha mikro serta UMKM binaan dari PT Pegadaian sehingga masyarakat yang hadir pada Festival Tring! Dapat melakukan transaksi cicil emas dan berbelanja kebutuhan lainnya. Hadirnya Tring! Corner yang menyediakan zona interaktif untuk merasakan kemudahan bertransaksi emas melalui aplikasi Tring! semakin melengkapi keseruan rangkaian kegiatan.

“Kami telah menyiapkan hiburan dengan line-up musisi yang akan membuat Festival Tring! tidak akan terlupakan. Ini kesempatan masyarakat untuk merasakan pengalaman festival yang edukatif, sekaligus bisa bertemu dengan idola. Untuk Kota Palembang akan di Ramaikan oleh Ivitro Band dan Sixline Band ” ungkap Pemimpin Wilayah III Sumbagsel Novryandi.
Selama festival berlangsung, Pegadaian juga telah menyiapkan berbagai diskon dan promo menarik khusus bagi pengguna Tring! yang hanya bisa di dapatkan di lokasi Festival Tring!.
Promo Tabungan Emas: Dapatkan diskon Rp10.000 saat Open dan/atau Top Up Tabungan Emas di Aplikasi TRING! (Minimal transaksi hanya Rp25.000).

Promo Cicil Emas: Nikmati diskon hingga Rp50.000/gram untuk Cicil Emas dengan ketentuan tenor minimal 6 bulan dan maksimal uang muka 20%.
Hadiah dan Games: Kesempatan memenangkan Undian Hadiah Emas dan mendapatkan Special TRING Merch melalui berbagai Competition & Games.
Festival Tring! by Pegadaian bukan hanya tentang bertransaksi, tetapi juga merayakan masa depan finansial yang lebih cerah dan menyenangkan. Cek lokasi dan jadwal artis favorit Anda di: https://sahabat.pegadaian.co.id/acara/festival-tring-2025.

###

Tentang Pegadaian
PT Pegadaian didirikan di kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian juga memiliki ragam produk dan layanan seperti investasi berbasis emas yang dapat dimiliki oleh masyarakat dengan cara yang mudah, diantaranya Tabungan Emas, Cicil Emas dan Arisan Emas. Sementara untuk produk pembiayaan, Pegadaian menyediakan produk pembiayaan Haji dan Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan hingga KUR Syariah. Tergabung dalam Holding Ultra Mikro pada 2021, Pegadaian bersama BRI dan PNM berkomitmen dalam mendukung UMKM untuk naik kelas.

Pegadaian juga merupakan lembaga pembiayaan sosial yang berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan inklusif. Dengan berbagai inovasi layanan dan program sosial, Pegadaian terus berupaya menciptakan dampak positif bagi komunitas dan masyarakat secara luas.

Pada Desember 2024, Pegadaian resmi menjadi pelopor usaha Bulion dengan mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Pegadaian. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Layanan Bank Emas Pegadaian yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.
Produk dan layanan Pegadaian dapat diakses baik secara konvensional maupun digital melalui aplikasi Pegadaian Digital yang dapat di unduh melalui AppStore maupun PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id . (*)

Danposal Puger Rayakan Sumpah Pemuda dengan Aksi Konservasi di Nusa Barong

0

JEMBER, Redaksi.co – Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Pangkalan Pos Angkatan Laut (Posal) Puger menggelar apel peringatan yang dirangkaikan dengan kegiatan pelepasliaran 39 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Pulau Nusa Barong, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, pada Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.20 WIB ini dipimpin langsung oleh Danposal Puger, Lettu Laut (P) Dedi Nugraha, A.Md, serta diikuti oleh berbagai unsur TNI, Polri, dan lembaga konservasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Koramil 0824/21 Puger, Posal Puger, Polsek Puger, Polsek Gumukmas, Satgasmar Pamputer Pulau Nusa Barong, Satpol PP Kecamatan Gumukmas, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur dan Jawa Barat, serta Jaringan Satwa Indonesia (JSI).

Dalam kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, diawali dengan penghormatan kepada pemimpin apel, dilanjutkan pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, dan ikrar Sumpah Pemuda.

Dalam amanatnya, Lettu Laut (P) Dedi Nugraha menegaskan bahwa esensi Sumpah Pemuda tidak hanya terletak pada semangat persatuan dan perjuangan, tetapi juga dalam kepedulian nyata terhadap lingkungan sebagai wujud kecintaan kepada tanah air.

“Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satunya adalah menjaga alam dan satwa yang menjadi bagian dari jati diri bangsa,” tutur Dedi Nugraha dalam sambutannya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasliaran 39 ekor monyet ekor panjang hasil rehabilitasi ke habitat alaminya di kawasan konservasi Pulau Nusa Barong pulau tak berpenghuni yang dikenal memiliki kekayaan hayati dan ekosistem alami yang masih terjaga.

Rombongan berangkat dari Puger pada pukul 09.00 WIB dan tiba di lokasi pelepasliaran pukul 09.45 WIB. Proses pelepasliaran dimulai pada pukul 10.00 WIB, dengan melibatkan personel TNI AL, BKSDA, dan Jaringan Satwa Indonesia (JSI).

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan sinergi yang kuat antara aparat keamanan, lembaga konservasi, dan masyarakat dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga satwa dan alam adalah bagian dari menjaga Indonesia,” pungkas Dedi Nugraha.

Kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya hidup dalam kata dan sejarah, melainkan nyata dalam aksi — ketika cinta tanah air diwujudkan dengan menjaga dan merawat bumi pertiwi.

Reporter: Sofyan

DLHK Respon Cepat Terkait Laporan Tumpukan Sampah Di Leges Jembatan Leuhan -Ranto Panyang Barat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Menanggapi laporan masyarakat terhadap sampah yang menumpuk di leges jembatan Leuhan -Ranto panyang barat,pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Aceh Barat merespon cepat dengan meninjau langsung kelokasi pada Senin 27/10/2025.

Terlihat pihak dari DLH Aceh Barat datang ke lokasi, Kabid KKL Muslem .MSi meninjau langsung bersama armada angkut untuk melihat secara dekat tumpukan sampah di besi penyangga yang keberadaan sampah terpantau langsung sehingga laporan dari masyarakat terkait hal itu benar adanya.

“Begitu saya mendapat laporan kemaren,hari ini kita berencana untuk langsung eksekusi,tapi setelah kami lakukan hat langsung,Insya Allah besok bila tidak ada halangan ,kami eksekusi,dengan melibatkan tim khusus, “ujar Muslem

Ia juga berharap kerja sama dengan aparatur Gampong setempat untuk sama sama menjaga kebersihan dengan tidak lagi membuang sampahnya di sekitar jembatan.

“Kami dari DLHK meminta aparatur Gampong juga ikut berpartisipasi dalam menjaga jangan ada lagi warga yang membuang sampahnya di jembatan,karena bila tidak ada kerjasama ,kami tentu sulit juga mengatasi sampah tersebut “ujar Kabid KKL DLHK

Menanggapi hal itu Agustiar, pejabat Keuchik Gampong Ranto Panyang Barat Agustiar mengatakan akan mencoba memberikan himbauan kepada warganya,namun ia juga berharap ada solusi lain yang dapat meringankan dalam hal sampah seperti di sediakan nya bak sampah kontener yang bisa di tempatkan di jalur strategis untuk memudahkan warga membuang sampahnya,dan pihaknya berusaha menyisihkan dananya dari anggaran Gampong untuk membayar distribusi

“Kami dari pihak Gampong mendukung upaya pemerintah untuk kebersihan lingkungan, insya Allah akan kami persiapkan dana iuran sampah yang coba kami plot dari anggaran dana Gampong, Ujar Agustiar pejabat Keuchik Gampong Ranto Panyang Barat

Ia juga mengharapkan kepada pihak DLHK juga turut memberikan himbauan kepada warga dengan cara memasang plang himbauan” Dilarang Buang Sampah ” di sisi jembatan sebagai upaya meminimalisir warga dalam membuang sampah sembarangan di sungai

“Selaku pimpinan Gampong saya juga meminta agar pihak terkait memberikan edukasi kepada warga agar jangan membuang sampahnya sembarangan,dan kalau bisa plang larangan juga di tempelkan di area jembatan agar di lihat warga “Pungkasnya

Persoalan sampah seyogyanya bukan saja tanggung jawab DLHK ataupun pihak Gampong,namun yang paling utama adalah kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungannya****