Beranda blog Halaman 122

Ketika UFO Jatuh di Tanah GaramBayu Sulap Mimpi Haji Seorang Ibu Menjadi Petualangan Sci-Fi PalingTakTerduga”

0

JAKARTA, Redaksi.Co – Di tengah dominasi film horor dan drama percintaan di layar lebar Indonesia, sebuah karya yang tak biasa bersiap mencuri perhatian publik.

Bayangkan sebuah keluarga sederhana di Madura yang tengah berjuang mengumpulkan biaya haji, lalu tiba-tiba harus berurusan dengan makhluk asing dari luar angkasa.

Premis unik itulah yang menjadi nyawa dari film terbaru Bayu Skak berjudul Foufo.

Film yang dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026 ini menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan dalam perfilman nasional: perpaduan budaya lokal Madura dengan dunia fiksi ilmiah yang dikemas dalam balutan komedi keluarga, Hasilnya bukan sekadar tontonan menghibur, melainkan sebuah kisah yang mengajak penonton melihat arti pengorbanan keluarga dari perspektif yang tak lazim.

Tokoh utama bernama Muslim menjalani kehidupan yang jauh dari kata mewah, Sebagai pencari nafkah keluarga, ia memikul harapan besar untuk mewujudkan cita-cita sang ibu menunaikan ibadah haji, Namun perjalanan hidupnya berubah drastis ketika sebuah insiden luar biasa terjadi, Sebuah makhluk asing yang kemudian dikenal sebagai Foufo hadir dan tanpa disadari mengubah arah hidup seluruh keluarganya.

Alih-alih menghadirkan alien sebagai ancaman seperti dalam film-film Hollywood, Foufo justru menempatkan makhluk tersebut sebagai bagian dari perjalanan emosional keluarga, Kehadirannya melahirkan berbagai situasi lucu, absurd, sekaligus menyentuh yang menjadi jantung cerita film ini.

Yang membuat Foufo semakin menarik adalah keberaniannya mengangkat identitas budaya Madura secara lebih luas ke layar bioskop nasional, Dialek, karakter masyarakat, hingga nilai-nilai kekeluargaan menjadi elemen penting yang tidak sekadar menjadi latar, melainkan turut membentuk jalannya cerita.

Bayu Skak tampaknya tidak hanya ingin menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang baru bagi keberagaman budaya daerah dalam industri film Indonesia.

Langkah tersebut menjadi semakin istimewa karena didukung oleh dominasi talenta lokal yang terlibat sejak proses produksi hingga pengembangan karakter.

Dari sisi visual, film ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Karakter Foufo dirancang dengan sentuhan teknologi animasi modern yang dikembangkan oleh kreator dalam negeri, Kehadiran alien tersebut menjadi simbol bagaimana kreativitas lokal mampu menghadirkan tontonan berkelas tanpa kehilangan akar budaya Indonesia.

Di balik berbagai adegan komedi dan petualangan antariksa, tersimpan pesan sederhana namun kuat tentang bakti seorang anak kepada ibunya. Tema tersebut menjadi benang merah yang membuat kisah Foufo terasa dekat dengan kehidupan banyak keluarga Indonesia.
Saat sebagian film berlomba menghadirkan ketegangan atau romansa, Foufo memilih jalannya sendiri: mempertemukan UFO, keluarga Madura, dan mimpi suci menuju Tanah Suci dalam satu cerita yang penuh kejutan. Jika berhasil memenuhi ekspektasi penonton, film ini berpotensi menjadi salah satu karya paling segar dan paling berani yang hadir di perfilman Indonesia sepanjang tahun 2026.

Sebab tidak setiap hari penonton diajak menyaksikan kisah tentang alien yang tersesat di Madura dan tanpa sengaja ikut memperjuangkan keberangkatan haji seorang ibu.

MBG Hadir di SDN Inpres Kasoloang, Siswa Nikmati Hidangan Bergizi dengan Antusias

0

Potret penerima manfaat SDN INPRES KASOLOANG

PASANGKAYU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadirkan manfaat nyata bagi peserta didik di Kabupaten Pasangkayu. Kali ini, para siswa SDN Inpres Kasoloang tampak antusias saat menerima dan menikmati hidangan bergizi yang disalurkan oleh SPPG Pasangkayu Bambaira Bambaira.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh SPPG Pasangkayu Bambaira Bambaira di bawah kepemimpinan Risman ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, SPPG terus berkomitmen memastikan makanan bergizi tersalurkan dengan baik kepada para penerima manfaat.

Suasana penuh semangat terlihat di lingkungan sekolah ketika para siswa menerima makanan yang telah disiapkan sesuai standar gizi dan keamanan pangan. Kehadiran program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak-anak, tetapi juga memberikan dukungan terhadap konsentrasi belajar dan kesehatan mereka.

Para guru menyambut positif pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu membantu peserta didik memperoleh asupan makanan yang lebih sehat dan seimbang. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak usia sekolah.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah bersama SPPG terus berupaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Potret antusias para siswa SDN Inpres Kasoloang menjadi bukti bahwa program ini membawa manfaat langsung bagi dunia pendidikan dan kesehatan anak di daerah.

SPPG Luyo Puccadi Perluas Jangkauan Layanan Gizi, Posyandu Anggrek Resmi Ditambahkan

0

Potret penyaluran ke posyandu Anggrek 

Polewali Mandar – Komitmen dalam memperluas layanan pemenuhan gizi masyarakat terus ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Luyo Puccadi. Pada pelaksanaan program terbaru, SPPG Luyo Puccadi resmi menambah cakupan layanan melalui Posyandu Anggrek, sehingga jumlah posyandu binaan meningkat dari 10 menjadi 11 posyandu.

SPPG yang dipimpin oleh Muh. Iqbal dan berada di bawah naungan Yayasan Insan Ulil Amri ini berlokasi di Dusun Beluwu, Desa Puccadi, Kecamatan Luyo. Penambahan posyandu tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan gizi bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya.

Dengan bertambahnya Posyandu Anggrek, jumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG Luyo Puccadi juga semakin besar. Pada pelaksanaan program kali ini, tercatat sebanyak 1.138 porsi kecil dan 1.198 porsi besar berhasil disalurkan.

Secara keseluruhan, total penerima manfaat mencapai 2.336 orang, menunjukkan tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat terhadap program pemenuhan gizi yang dijalankan.

Kepala SPPG Luyo Puccadi, Muh. Iqbal, menyampaikan “bahwa penambahan posyandu merupakan bagian dari upaya meningkatkan jangkauan pelayanan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap makanan bergizi dan layanan kesehatan dasar“.

Program yang dijalankan secara berkelanjutan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, menekan risiko stunting, serta memperkuat tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga di wilayah Kecamatan Luyo.

Selain fokus pada distribusi makanan bergizi, SPPG Luyo Puccadi juga terus berupaya membangun sinergi dengan pemerintah desa, kader posyandu, dan berbagai pihak terkait guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Dengan bertambahnya Posyandu Anggrek sebagai posyandu ke-11, SPPG Luyo Puccadi semakin memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar.

Koalisi Ormas Bersatu Peringati HUT Kota Palembang ke-1343 di Markas DPP Harimau Sumatera Bersatu

0

Redaksi.co | PALEMBANG — Gabungan Koalisi Ormas Bersatu yang terdiri dari Harimau Sumatera Bersatu (HSB), Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB), Pemuda Pancasila, Pekat, GBR Sriwijaya, Cakar Sriwijaya, dan PPM menggelar puncak peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke-1343 yang jatuh pada (17/6/2026).

Kegiatan Peringatan HUT Palembang tersebut mengusung tema “Berdaya, Berbudaya, dan Mendunia”, yang berlangsung di Markas Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Harimau Sumatera Bersatu (HSB), pada Rabu (17/6/2026) malam.

Acara perlombaan gaple dan karaoke ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat di Sumatera Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Sumatera Selatan. Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, S.I.K., M.H., diwakili oleh Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel, AKBP Mario Ivanry, S.E., M.M., yang didampingi Kasubdit Kamneg AKBP Alex Ramdan, S.E.

Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel, AKBP Mario Ivanry menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Koalisi Ormas Bersatu yang dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.

“Kami berharap keberadaan Koalisi Ormas Bersatu dapat menjadi wadah pemersatu antarormas serta berperan aktif dalam menjaga kondusivitas daerah. Sinergi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan aparat keamanan sangat penting untuk mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, damai, dan harmonis,” ujar Wadir Intelkam Polda Sumsel.

AKBP Mario menyebut, pihaknya berharap dengan adanya Koalisi Ormas Bersatu ini, seluruh elemen organisasi masyarakat dapat semakin solid, kompak, dan bersatu. Berkomitmen bersama menuju Sumsel Zero Konflik serta siap mendukung tugas Polri dalam menjaga Harkamtibmas di Bumi Sriwijaya.

Sementara itu, mewakili Koalisi Ormas Bersatu, Ketua Umum DPP Harimau Sumatera Bersatu, H. Satria Amri Ramadhan, didampingi Ketua Harian DPP HSB, M. Reza Fajri, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Kota Palembang ke-1343.

“Atas nama Koalisi Ormas Bersatu, kami mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Palembang ke-1343. Semoga Kota Palembang semakin maju, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya,” kata H. Satria Amri Ramadhan.

Ia juga menegaskan komitmen Koalisi Ormas Bersatu dalam mendukung terciptanya Sumatera Selatan yang aman dan bebas dari konflik sosial.

Menurut H. Satria Amri Ramadhan, pihaknya mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada di Sumatera Selatan untuk bergabung bersama Koalisi Ormas Bersatu.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh ormas di Sumatera Selatan untuk bergabung dalam Koalisi Ormas Bersatu. Mari bersama-sama menjaga Bumi Sriwijaya agar tetap aman, tenang, damai, dan penuh persaudaraan demi kemajuan Sumatera Selatan yang kita cintai,” pungkasnya.

Ghost Buzzer Raih Dukungan Kak Seto, Film Horor Fantasi Ramah Anak Siap Warnai Libur Sekolah 2026

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Di tengah Dominasi film horor dewasa di layar lebar, hadir sebuah tontonan berbeda yang menawarkan petualangan seru, lucu, dan aman bagi anak-anak. Film Ghost Buzzer sukses mencuri perhatian setelah mendapat dukungan dari tokoh perlindungan anak Nasional, Kak Seto Mulyadi, yang menilai film ini layak ditonton seluruh keluarga.

Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Ghost Buzzer hadir sebagai salah satu film keluarga yang membawa angin segar bagi perfilman anak Indonesia. Mengusung genre komedi horor fantasi ramah anak, film ini menyajikan kisah petualangan empat sahabat yang gemar menyelidiki fenomena misterius menggunakan alat pendeteksi hantu hasil kreativitas mereka sendiri.

Keempat sahabat tersebut diperankan oleh Rafael Fernando (Udin), Nevan Atallah (Nizam), Claudio Alexandre (Raka), dan Charissa Putri (Chacha). Bersama-sama mereka menghadapi berbagai kejadian tak terduga yang membawa penonton pada petualangan penuh tawa, misteri, dan persahabatan.
Dalam acara special screening yang digelar di Jakarta, Rabu (17/6/2026), film ini mendapat sambutan meriah dari pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, hingga komunitas anak berkebutuhan khusus.

Usai menyaksikan film tersebut, Kak Seto menyampaikan apresiasinya terhadap konsep yang diusung Ghost Buzzer.
“Film ini memperkenalkan dunia gaib dengan cara yang tidak menakutkan bagi anak-anak.

Justru mengajarkan keberanian, rasa ingin tahu, dan pemahaman bahwa yang paling utama adalah memiliki rasa takut kepada Tuhan, bukan kepada makhluk gaib, ujar Kak Seto. Ketua Umum LPAI sekaligus penggagas Sahabat Anak Indonesia itu juga menilai Ghost Buzzer layak memperoleh kategori tontonan Segala Usia (SU),  karena mampu menghadirkan hiburan yang edukatif dan ramah bagi anak.

Film produksi M8 Pictures ini digagas oleh Ko Amirullah bersama Aditya Gumay, sosok yang dikenal konsisten menghadirkan karya-karya untuk anak dan keluarga melalui Sanggar Ananda. Sementara kursi sutradara dipercayakan kepada duo kreatif Agus dan Amir Gumay.

Executive Producer M8 Pictures, Ko Amirullah, mengungkapkan rasa syukurnya atas respons positif yang diterima film tersebut.
“Kami ingin menghadirkan horor yang berbeda. Ghost Buzzer tidak mengandalkan jumpscare berlebihan, tetapi menawarkan petualangan, fantasi, humor, dan nilai-nilai persahabatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak,” katanya.

Menurutnya, unsur komedi menjadi kekuatan utama film ini, berbagai adegan lucu dan dialog ringan dirancang agar mudah dipahami penonton muda tanpa mengurangi ketegangan dan keseruan cerita.

Lebih dari sekadar hiburan, Ghost Buzzer juga membawa pesan tentang keberanian, solidaritas, kerja sama, kepedulian, dan empati. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama yang ingin disampaikan kepada generasi muda melalui medium film.
Sinopsis, Ghost Buzzer mengisahkan empat sahabat yang memiliki hobi unik menyelidiki fenomena dunia gaib.

Berbekal alat pendeteksi hantu sederhana hasil ciptaan mereka, petualangan demi petualangan membawa mereka bertemu berbagai makhluk astral dengan karakter yang unik.

Situasi berubah ketika mereka bertemu arwah seorang anak yang terjebak di alam gaib dan meminta pertolongan. Misi penyelamatan yang mereka jalani menghadirkan rangkaian peristiwa lucu, menegangkan, sekaligus mengharukan yang menguji arti persahabatan dan keberanian.

Dengan perpaduan komedi, fantasi, misteri, dan pesan moral yang kuat, Ghost Buzzer siap menjadi pilihan tontonan keluarga selama musim liburan sekolah.
Ghost Buzzer dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.
Film ini menjadi persembahan spesial untuk anak-anak Indonesia dalam menyambut Hari Anak Nasional 2026.

Alternatif Judul Berita yang lebih menarik:
Ghost Buzzer Raih Restu Kak Seto, Horor Fantasi Ramah Anak Siap Guncang Bioskop Juli 2026, Tak Seram, Penuh Tawa! Ghost Buzzer Jadi Horor Anak yang Dukung Kreativitas dan Persahabatan
Kak Seto , Ghost Buzzer Layak Ditonton Semua Umur, Horor Anak yang Edukatif dan Menghibur.

Jelang Hari Anak Nasional, Ghost Buzzer Hadirkan Petualangan Mistis yang Aman untuk Keluarga, Ghost Buzzer Pecah Tawa di Special Screening, Siap Jadi Film Favorit Libur Sekolah 2026, Empat Sekawan Lawan Misteri Dunia Gaib, Ghost Buzzer Tawarkan Horor yang Bersahabat untuk Anak.

Horor Tak Harus Menakutkan, Ghost Buzzer Buktikan Film Anak Bisa Seru dan Bermakna
Dukungan Kak Seto Mengalir, Ghost Buzzer Siap Jadi Ikon Film Anak Indonesia 2026

Polemik Sekolah Rakyat Mencuat: 750 Pekerja Luar Daerah, AMDAL Dipertanyakan, DPRD Jadwalkan RDP Lanjutan

0

Redaksi.co MAMUJU : Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Provinsi Sulawesi Barat terkait proyek pembangunan Sekolah Rakyat berubah menjadi forum penuh sorotan setelah Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Barat (GMH Sulbar) mengungkap dugaan keterlibatan sekitar 750 tenaga kerja dari luar daerah dalam proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya.

RDP yang berlangsung di Kantor DPRD Sulbar itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulbar Munandar Wijaya bersama Ketua Komisi IV Abdul Rahim. Hadir pula perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas PUPR Sulbar, serta manajemen PT Hutama Karya.

Dalam forum tersebut, GMH Sulbar melontarkan sejumlah pertanyaan krusial terkait penggunaan ratusan pekerja dari luar Sulawesi Barat yang dinilai berpotensi menutup peluang kerja bagi masyarakat lokal. Namun hingga rapat berakhir, berbagai pertanyaan penting yang diajukan mahasiswa disebut belum mendapat jawaban yang memuaskan.

Tak hanya soal tenaga kerja, GMH Sulbar juga mempertanyakan legalitas dan kelengkapan dokumen lingkungan proyek, termasuk dugaan belum adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang menjadi syarat penting dalam pelaksanaan pembangunan berskala besar.

Ketua GMH Sulbar, Mondy, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan maupun investasi yang masuk ke Sulawesi Barat. Namun menurutnya, pembangunan tidak boleh mengabaikan hak masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dan kesempatan kerja.

Kami tidak anti investasi. Tetapi kami mempertanyakan mengapa ada sekitar 750 tenaga kerja dari luar daerah yang terlibat dalam proyek ini. Jika benar demikian, perusahaan wajib menjelaskan secara terbuka alasan dan dasar penggunaannya kepada publik,” tegas Mondy.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menghindari munculnya kecurigaan di tengah masyarakat. GMH juga mendesak PT Hutama Karya membuka data terkait kompetensi dan sertifikasi pekerja yang didatangkan dari luar Sulbar.

Jika alasan penggunaan tenaga kerja luar karena faktor kompetensi, maka tunjukkan sertifikasinya. Publik berhak mengetahui dasar perusahaan mengesampingkan tenaga kerja lokal,” lanjutnya.

Sorotan tajam juga diarahkan pada aspek lingkungan. GMH menilai persoalan AMDAL tidak boleh dianggap sekadar formalitas administrasi.

Kami ingin memastikan seluruh prosedur lingkungan telah dipenuhi sesuai aturan. Dokumen AMDAL dan seluruh perizinan harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,” kata Mondy.

Selain mengkritisi pihak perusahaan, GMH Sulbar juga menilai pengawasan pemerintah daerah belum berjalan maksimal. Disnaker Sulbar dipersoalkan karena dianggap belum optimal memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis daerah.

Tak hanya itu, Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Sulbar juga mendapat kritik keras akibat minimnya program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya daya saing pekerja lokal.

Yang menjadi perhatian utama dalam RDP tersebut adalah ketidakmampuan sejumlah pihak memberikan penjelasan rinci atas pertanyaan yang diajukan. Baik Disnaker, PUPR, maupun PT Hutama Karya dinilai belum mampu menyajikan data lengkap terkait jumlah tenaga kerja luar daerah, sertifikasi pekerja, hingga dokumen lingkungan yang dipersoalkan.

Kondisi itu membuat DPRD Sulbar memutuskan menjadwalkan RDP lanjutan dengan menghadirkan data dan dokumen yang lebih lengkap. Keputusan tersebut diambil karena substansi utama yang dipersoalkan GMH Sulbar belum terjawab secara tuntas.

Bagi GMH Sulbar, persoalan ini bukan sekadar soal proyek pembangunan, melainkan menyangkut hak masyarakat Sulawesi Barat untuk memperoleh manfaat nyata dari pembangunan yang berlangsung di daerahnya sendiri.

Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai seluruh pertanyaan mendapat jawaban yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembangunan harus berjalan sesuai aturan, hak tenaga kerja lokal harus dilindungi, dan kepentingan masyarakat Sulawesi Barat tidak boleh dikorbankan,” tegas Mondy.

RDP lanjutan kini menjadi momentum yang ditunggu publik. Masyarakat berharap PT Hutama Karya, Disnaker, dan PUPR Sulbar hadir dengan data yang transparan sehingga polemik mengenai tenaga kerja luar daerah, sertifikasi pekerja, serta dokumen lingkungan dapat terjawab secara terang-benderang. (ZUL)

Tangis Siswi SD di Sukabumi Usai OSN Viral, Terhenti Padam Listrik Setelah Enam Bulan Persiapan

0

Redaksi.co || Tangisan Nadya Putrinda Paramitha, siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Namun di balik ekspresi kecewa yang terekam kamera, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pelajar yang telah mempersiapkan diri berbulan-bulan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Nadia merupakan salah satu peserta OSN tingkat sekolah dasar yang terdampak gangguan listrik saat pelaksanaan ujian berlangsung pada Senin (8/6/2026). Pemadaman terjadi ketika peserta tengah mengerjakan sesi terakhir mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan gangguan bermula ketika sejumlah perangkat komputer yang digunakan peserta mengalami kendala. Beberapa layar sempat berhenti merespons, bahkan ada akun peserta yang keluar dari sistem dan harus masuk kembali.

Tak lama kemudian, aliran listrik di sekolah padam sehingga seluruh perangkat tidak dapat digunakan.

“Awalnya ada siswa yang melapor layar komputernya nge-freeze, lalu sempat keluar dari akun dan login lagi. Setelah berjalan beberapa menit, tiba-tiba listrik padam,” ujar Isop, Rabu (10/6/2026).

Pihak sekolah sempat berharap listrik kembali menyala agar peserta dapat melanjutkan ujian. Namun hingga batas waktu pelaksanaan berakhir, pasokan listrik belum juga pulih.

Menurut Isop, tidak ada informasi atau pemberitahuan sebelumnya terkait pemadaman listrik yang terjadi di wilayah tersebut. Akibatnya, tiga siswa SDN Gandasoli yang mengikuti OSN pada sesi siang hari tidak dapat menyelesaikan seluruh soal yang diberikan.

Padahal, para peserta telah menjalani pembinaan secara intensif sejak awal tahun. Selama hampir enam bulan, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional tersebut.

“Persiapan sudah dilakukan sejak Januari. Anak-anak berlatih dan dibimbing secara khusus untuk menghadapi OSN,” katanya.

Bagi Nadia, peristiwa itu menjadi pukulan yang cukup berat. Awalnya ia mengira listrik hanya padam sesaat dan ujian dapat segera dilanjutkan. Namun ketika waktu terus berjalan sementara komputer tidak dapat digunakan, rasa cemas mulai muncul.

“Awalnya saya pikir cuma sebentar. Tapi pas dengar waktu yang tersisa tinggal sekitar 15 menit, saya mulai gelisah,” tutur Nadia.

Perasaan panik semakin terasa mengingat usaha yang telah ia lakukan selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN. Saat gangguan terjadi, Nadia mengaku baru berhasil menyelesaikan sekitar 40 soal dari total 60 soal yang harus dikerjakan.

Setelah menunggu hingga waktu ujian berakhir tanpa adanya kepastian listrik kembali menyala, Nadia memilih pulang ke rumah dengan perasaan kecewa.

Meski demikian, siswi tersebut berusaha menerima keadaan yang terjadi. Dengan nada tenang, ia mengaku tetap berharap kejadian serupa tidak terulang kembali pada pelaksanaan kegiatan penting lainnya.

“Kalau memang tidak bisa diulang ya saya ikhlaskan. Tapi kalau ada pemadaman listrik sebaiknya ada pemberitahuan lebih dulu supaya sekolah dan peserta bisa bersiap,” ujarnya.

Peristiwa yang dialami Nadia pun menuai simpati dari banyak warganet. Bukan hanya karena tangisnya yang viral, tetapi juga karena perjuangan dan harapan seorang anak yang harus menghadapi situasi di luar kendalinya setelah berbulan-bulan mempersiapkan diri untuk meraih prestasi.***(RAF)

Editor : Opik

Rabu Pagi Penuh Gizi, SPPG Topoyo Topoyo 2 Salurkan Ribuan Porsi Makanan Bergizi

0

“Potret penyaluran mbg ke peserta didik”

MAMUJU TENGAH – Suasana Rabu pagi (17/6/2026) di Kecamatan Topoyo dipenuhi aktivitas positif ketika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topoyo Topoyo 2 melaksanakan program Pemberian Makan Bergizi (MBG) bagi peserta didik dan kelompok rentan. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA ini berlangsung tertib dan aman dengan dukungan Yayasan Cahaya Mamuju Tengah.

Dipimpin Kepala SPPG Munzir Shiddiq, program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.

Dalam pelaksanaannya, SPPG Topoyo Topoyo 2 didukung oleh 47 karyawan yang bekerja mulai dari proses persiapan bahan pangan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Ahli Gizi Ika Julianti serta Staf Ahli Akuntan Ruslan guna memastikan layanan berjalan sesuai standar.

Sebanyak 1.810 penerima manfaat menjadi sasaran program pada hari tersebut. Jumlah itu terdiri atas 1.200 siswa, 124 guru, serta 486 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang terdata melalui posyandu setempat.

Layanan MBG menjangkau sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Topoyo, di antaranya TK Tunas Harapan, UPTD SD Inpres Ngapaboa, UPTD SD Inpres Swakarsa, UPTD SD Inpres Salupangkang, UPTD SMP 6 Topoyo, dan SMKS Keperawatan Almubarak Topoyo. Kehadiran program ini disambut positif oleh pihak sekolah karena membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.

Selain sekolah, program juga menyasar masyarakat melalui Posyandu Flamboyan dan Posyandu Hati Bunda. Kedua posyandu tersebut melayani ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok prioritas dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga.

Menu yang disajikan pada kegiatan kali ini terdiri atas nasi putih, ikan goreng marinasi, tahu orek, sayur acar, dan buah semangka. Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan kandungan protein, vitamin, mineral, dan serat yang cukup.

Kepala SPPG Munzir Shiddiq menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kerja sama seluruh tim dan dukungan berbagai pihak yang terlibat. Menurutnya, pelayanan gizi yang konsisten menjadi langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan berkualitas.

Yayasan Cahaya Mamuju Tengah sebagai mitra pelaksana terus berkomitmen mendukung keberlangsungan program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.

Melalui pelaksanaan yang terorganisir dan tepat sasaran, SPPG Topoyo Topoyo 2 menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.

Kegiatan Pemberian Makan Bergizi oleh SPPG Topoyo Topoyo 2 pun berlangsung lancar, tertib, dan aman hingga seluruh makanan berhasil didistribusikan kepada para penerima manfaat sesuai target yang telah ditetapkan.

*Polda Metro Jaya Pastikan Aksi Unjuk Rasa di Silang Selatan Monas Berjalan Terkendali*

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Polda Metro Jaya memastikan kegiatan aksi penyampaian pendapat di kawasan Silang Selatan Monas, wilayah Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026), berjalan aman, tertib, dan terkendali.

Berdasarkan laporan situasi pukul 12.15 WIB, terdapat dua kelompok massa yang menyampaikan pendapat di kawasan Silang Selatan Monas. Total massa yang berada di lokasi diperkirakan sekitar 800 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, personel kepolisian hadir di lapangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan lancar.

“Personel hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Budi.

 

Adapun massa aksi tersebut berasal dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dengan jumlah sekitar 500 orang. Mereka menyampaikan tuntutan agar pihak terkait mengadili koruptor dalam Program MBG serta menyuarakan agar Program MBG tetap dilanjutkan.

Selain itu, terdapat pula massa dari Pimpinan Unit Kerja SP Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Indobuildco Unit The Sultan Hotel & Residence dengan jumlah sekitar 300 orang. Massa aksi tersebut diketahui telah membubarkan diri pada pukul 12.00 WIB dan kembali ke Hotel Sultan.

Kombes Budi menjelaskan, situasi di kawasan Gedung MPR/DPR RI, baik pintu depan maupun pintu belakang atau Gerbang Pancasila, dilaporkan nihil massa aksi. Kondisi tersebut menunjukkan situasi kegiatan penyampaian pendapat di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih berjalan terkendali.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kombes Budi.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Monas dan sekitarnya agar tetap memperhatikan situasi lalu lintas serta mengikuti arahan petugas. Masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat adanya gangguan kamtibmas.

Perkuat Keamanan Kawasan Industri, Polsek Cibatu Intensifkan Patroli KRYD

0

𝙿𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝙺𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝙸𝚗𝚍𝚞𝚜𝚝𝚛𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝙸𝚗𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒𝚏𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝙺𝚁𝚈𝙳 𝙿𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚒𝚜 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – 𝚄𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚝𝚊𝚋𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 (𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜) 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊. 𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝙺𝚁𝚈𝙳 (𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚁𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚈𝚊𝚗𝚐 𝙳𝚒𝚝𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗) 𝙿𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚒𝚜 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚍𝚞𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏.

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚁𝚊𝚋𝚞 (17/6/2026) 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚜𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞, 𝚍𝚒 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊𝚗𝚢𝚊 𝙿𝚃 𝚅𝚒𝚌𝚝𝚘𝚛𝚢 𝙶𝚊𝚛𝚖𝚎𝚗𝚝 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚃 𝙲𝙰𝚁 𝙲𝚒𝚕𝚊𝚗𝚍𝚊𝚔. 𝙿𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙰𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚂𝚞𝚙𝚊𝚛𝚍𝚒, 𝙰𝙸𝙿𝙳𝙰 𝙴𝚛𝚒𝚔 𝙺, 𝚍𝚊𝚗 𝙰𝙸𝙿𝙳𝙰 𝙳𝚎𝚍𝚒 𝚁 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚛𝚎𝚟𝚎𝚗𝚝𝚒𝚏 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜 𝚍𝚒 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚍𝚞𝚜𝚝𝚛𝚒.

𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚗𝚝𝚊𝚞𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 (𝚜𝚊𝚝𝚙𝚊𝚖) 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚒𝚑𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸Kapolsek Kota Pimpin Pengamanan Pawai Obor 1 Muharram di Purwakarta

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚠𝚊𝚜𝚙𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚓𝚊𝚖-𝚓𝚊𝚖 𝚛𝚊𝚠𝚊𝚗.

𝙿𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚊𝚔𝚜𝚎𝚜 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛-𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚊𝚛𝚎𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗.

𝙻𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚛𝚒𝚖𝚒𝚗𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚊𝚜𝚎𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚊𝚕𝚊𝚑𝚐𝚞𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚜𝚎𝚜 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚖𝚋𝚊𝚝 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚘𝚙𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝙰𝙺𝙿 𝙳𝚊𝚛𝚖𝚊𝚓𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚍𝚞𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚘𝚋𝚓𝚎𝚔 𝚟𝚒𝚝𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚑𝚊𝚝𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚊𝚜𝚙𝚎𝚔 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗.

𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚊, 𝚙𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚌𝚊𝚛.

  • “𝙿𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝙺𝚁𝚈𝙳 𝙿𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚒𝚜 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚗𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚝𝚒𝚜𝚒𝚙𝚊𝚜𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜. 𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚠𝚊𝚜𝚙𝚊𝚍𝚊𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚘𝚛𝚍𝚒𝚗𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚖𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚕-𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙳𝚊𝚛𝚖𝚊𝚓𝚒.

𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚊𝚙𝚊𝚛𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚎𝚕𝚎𝚖𝚎𝚗, 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊.

“𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒𝚏, 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚔 𝚍𝚒𝚗𝚒,” 𝚞𝚌𝚊𝚙 𝙳𝚊𝚛𝚖𝚊𝚓𝚒.

𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐𝚒𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚒𝚝𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊.

  • “𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚒 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚒𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑-𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗. 𝙺𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏,” 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜 𝚃𝚒𝚗𝚒. 

𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗, 𝙿𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙲𝚒𝚋𝚊𝚝𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚔𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚍𝚞𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚑𝚞𝚔𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏, 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚎𝚋𝚊𝚜 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚞𝚖𝚋𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚎𝚔𝚘𝚗𝚘𝚖𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚓𝚊𝚑𝚝𝚎𝚛𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. (*/𝚂𝙺)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 : 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒