JAKARTA, Redaksi.Co – Di tengah dominasi film horor dan drama percintaan di layar lebar Indonesia, sebuah karya yang tak biasa bersiap mencuri perhatian publik.
Bayangkan sebuah keluarga sederhana di Madura yang tengah berjuang mengumpulkan biaya haji, lalu tiba-tiba harus berurusan dengan makhluk asing dari luar angkasa.
Premis unik itulah yang menjadi nyawa dari film terbaru Bayu Skak berjudul Foufo.
Film yang dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026 ini menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan dalam perfilman nasional: perpaduan budaya lokal Madura dengan dunia fiksi ilmiah yang dikemas dalam balutan komedi keluarga, Hasilnya bukan sekadar tontonan menghibur, melainkan sebuah kisah yang mengajak penonton melihat arti pengorbanan keluarga dari perspektif yang tak lazim.
Tokoh utama bernama Muslim menjalani kehidupan yang jauh dari kata mewah, Sebagai pencari nafkah keluarga, ia memikul harapan besar untuk mewujudkan cita-cita sang ibu menunaikan ibadah haji, Namun perjalanan hidupnya berubah drastis ketika sebuah insiden luar biasa terjadi, Sebuah makhluk asing yang kemudian dikenal sebagai Foufo hadir dan tanpa disadari mengubah arah hidup seluruh keluarganya.
Alih-alih menghadirkan alien sebagai ancaman seperti dalam film-film Hollywood, Foufo justru menempatkan makhluk tersebut sebagai bagian dari perjalanan emosional keluarga, Kehadirannya melahirkan berbagai situasi lucu, absurd, sekaligus menyentuh yang menjadi jantung cerita film ini.
Yang membuat Foufo semakin menarik adalah keberaniannya mengangkat identitas budaya Madura secara lebih luas ke layar bioskop nasional, Dialek, karakter masyarakat, hingga nilai-nilai kekeluargaan menjadi elemen penting yang tidak sekadar menjadi latar, melainkan turut membentuk jalannya cerita.
Bayu Skak tampaknya tidak hanya ingin menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang baru bagi keberagaman budaya daerah dalam industri film Indonesia.
Langkah tersebut menjadi semakin istimewa karena didukung oleh dominasi talenta lokal yang terlibat sejak proses produksi hingga pengembangan karakter.

Dari sisi visual, film ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Karakter Foufo dirancang dengan sentuhan teknologi animasi modern yang dikembangkan oleh kreator dalam negeri, Kehadiran alien tersebut menjadi simbol bagaimana kreativitas lokal mampu menghadirkan tontonan berkelas tanpa kehilangan akar budaya Indonesia.
Di balik berbagai adegan komedi dan petualangan antariksa, tersimpan pesan sederhana namun kuat tentang bakti seorang anak kepada ibunya. Tema tersebut menjadi benang merah yang membuat kisah Foufo terasa dekat dengan kehidupan banyak keluarga Indonesia.
Saat sebagian film berlomba menghadirkan ketegangan atau romansa, Foufo memilih jalannya sendiri: mempertemukan UFO, keluarga Madura, dan mimpi suci menuju Tanah Suci dalam satu cerita yang penuh kejutan. Jika berhasil memenuhi ekspektasi penonton, film ini berpotensi menjadi salah satu karya paling segar dan paling berani yang hadir di perfilman Indonesia sepanjang tahun 2026.
Sebab tidak setiap hari penonton diajak menyaksikan kisah tentang alien yang tersesat di Madura dan tanpa sengaja ikut memperjuangkan keberangkatan haji seorang ibu.
