redaksi.co, Jakarta | Rumah produksi Sumargo Films bersama LYTO Pictures meluncurkan trailer dan poster resmi film “Baby Udon” dalam konferensi pers di Senayan City XXI, Jakarta, Senin (3/8). Film yang disutradarai Fajar Bustomi ini diadaptasi dari kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, yang sempat menjadi perhatian publik melalui media sosial karena perjuangan mereka memperoleh keturunan melalui program bayi tabung (IVF).

Trailer perdana memperlihatkan perjalanan emosional pasangan tersebut, mulai dari upaya mendapatkan buah hati hingga perjuangan menghadapi penyakit kanker yang diderita Hajime sebelum meninggal dunia. Kisah tersebut kemudian berlanjut dengan perjuangan Fanny membesarkan putra mereka yang dikenal dengan sebutan Baby Udon.

Karakter Fanny diperankan Caitlin Halderman, sedangkan Hajime diperankan Denny Sumargo yang juga bertindak sebagai produser. Film ini turut dibintangi Ayya Renita, Hiroaki Kato, Miyu Okazaki, Naufal Samudra, Putri Ayudya, Royhan Hidayat, dan Vonny Anggraini. Naskah ditulis Oka Aurora.

Dalam acara tersebut, Fanny Kondoh hadir bersama putranya, KazKaz. Ia mengaku emosional saat menyaksikan kisah hidupnya diangkat ke layar lebar.

“Awalnya aku kira aku bisa kuat ketika datang ke lokasi syuting, tapi setelah melihat Caitlin dan Densu memerankan ceritaku dan suamiku, aku tidak bisa tahan tangis. Aku melihat sosok suamiku di Densu,” ujar Fanny Kondoh.

Sementara itu, Denny Sumargo mengatakan alasan dirinya terlibat dalam proyek tersebut karena menilai kisah Fanny memiliki pesan yang layak diketahui masyarakat.

“Dari awal saya mendengar kisah Fanny, saya tahu kisah ini penting untuk diketahui banyak orang. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan sosok Hajime yang saya kagumi,” kata Denny Sumargo.

Penulis skenario Oka Aurora menyebut kisah Fanny menawarkan sudut pandang berbeda dibanding kisah romantis pada umumnya.

“Ketika diberi kesempatan menulis kisah Fanny, saya merasa senang. Ini kisah romantis yang berbeda. It is a Cinderella story, but it’s just not a Cinderella story,” ujar Oka Aurora.