Beranda blog Halaman 111

Perumdam Tirta Mountala Tanggapi Pemberitaan Media online Pemutusan Hanya untuk Tunggakan 3 Bulan ke Atas

0

JANTHO – Manajemen Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar secara resmi memberikan tanggapan dan hak jawab terkait pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media online pada 23 Juni 2026 yang berjudul

“PDAM Putus Air Warga Tanpa Peringatan, Masyarakat Pertanyakan Keberpihakan Bupati Aceh Besar Kepada Rakyat Kecil”. 

Pihak manajemen menegaskan bahwa tudingan mengenai pemutusan aliran air secara mendadak atau sepihak tanpa peringatan tersebut adalah informasi yang tidak benar dan keliru di lapangan.

Pemberitahuan Intensif SebelumPenertiban

Direksi Perumdam Tirta Mountala menjelaskan bahwa tindakan tegas berupa pemutusan sementara aliran air merupakan langkah hukum terakhir yang hanya diberlakukan secara selektif bagi pelanggan yang memiliki akumulasi masa tunggakan rekening air selama 3 bulan ke atas.

Langkah ini didahului oleh rangkaian komunikasi formal dan penyampaian surat pemberitahuan secara berkala kepada pelanggan yang bersangkutan.

Kami membantah keras narasi bahwa tindakan ini dilakukan tanpa peringatan. Komunikasi dan sosialisasi secara masif telah kami tempuhkan secara berkala, baik melalui pengumuman di tingkat gampong (desa), pemasangan spanduk imbauan di jalanan, media massa, hingga akun media sosial resmi perusahaan,” tulis Manajemen yang di wakili oleh satuan pengawas internal ,Muhammad Ichsan Nizali,SE,CPLA , Rabu (24/6/2026).

​Sebagai bukti keterbukaan informasi publik, manajemen meluruskan bahwa pihaknya baru saja menyelenggarakan sosialisasi interaktif secara langsung (Live) di Podcast SerambiNews pada 10 Juni 2026. Dalam podcast tersebut, seluruh regulasi penertiban, batasan tunggakan, dan konsekuensinya telah dikupas tuntas agar dapat dipahami oleh masyarakat luas. Rekaman tayangan tersebut hingga saat ini masih dapat diakses secara transparan oleh publik melalui platform YouTube.

Menegakkan Asas Keadilan (Ius Justisia) dan Etika Pelayanan

​Manajemen menjelaskan bahwa langkah penertiban ini mutlak dijalankan demi menegakkan rasa keadilan bagi ribuan pelanggan setia lainnya di Kabupaten Aceh Besar yang selalu disiplin dan tepat waktu dalam membayar tagihan air.

Operasional pelayanan air bersih di daerah tidak dapat berjalan optimal jika pembiayaan tersendat oleh tunggakan yang berlarut-larut.

Kendati bertindak tegas demi menegakkan aturan, Perumdam Tirta Mountala memastikan bahwa mereka tetap menjunjung tinggi etika pelayanan publik dengan sangat memperhitungkan keterukuran kemampuan ekonomi masyarakat kecil.  

Pihak perusahaan selalu membuka ruang dialog yang humanis (Pro Bono) di setiap kantor operasional terdekat. Bagi pelanggan yang sedang menghadapi kendala finansial spesifik namun menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan administrasinya, manajemen berkomitmen untuk memfasilitasi ruang diskusi guna melahirkan solusi bersama yang bijak dan kekeluargaan.

Melalui klarifikasi resmi ini, Perumdam Tirta Mountala berharap masyarakat dapat menerima informasi secara berimbang dan objektif, serta bersama-sama mendukung kelancaran distribusi air bersih di Aceh Besar dengan tertib memenuhi kewajibannya.

Kejati Sulbar dan Pemkab Mamuju Kolaborasi Perangi Stunting, Selamatkan Generasi Emas 2045

0

Redaksi.co MAMUJU : Komitmen menekan angka stunting di Kabupaten Mamuju kini mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Barat resmi menggerakkan langkah bersama melalui Gerakan Cegah Stunting yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Simboro, Selasa (23/6/2026).

Gerakan lintas sektor ini menjadi momentum penting dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mamuju yang masih menghadapi tantangan serius. Berdasarkan data BKKBN Perwakilan Sulawesi Barat tahun 2025, terdapat 16.194 keluarga berisiko stunting di Kabupaten Mamuju. Kecamatan Simboro menjadi salah satu wilayah dengan angka tertinggi, mencapai 2.566 keluarga berisiko stunting.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Dr. Budi Hartawan Panjaitan, SH., MH., Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, ST., Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Barat Wahidah Paheng, S.Sos., M.Si., unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, lurah, serta jajaran Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.

Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, menyambut baik keterlibatan Kejati Sulbar dan IAD dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi energi baru bagi pemerintah daerah dalam menghadirkan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Mamuju.

Ini menjadi kesyukuran bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mamuju. Kehadiran Kejati Sulbar dan IAD dalam gerakan ini menunjukkan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap angka stunting dapat terus ditekan bahkan dihilangkan,” ujar Yuki.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Budi Hartawan Panjaitan, menegaskan bahwa peran Kejaksaan tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mengawal berbagai Program Strategis Nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk program percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan anggaran menjadi aspek penting agar seluruh program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Setiap anggaran yang dialokasikan untuk penanganan stunting harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak boleh ada penyimpangan yang menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Budi.

Ia juga menekankan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pengasuhan anak.

Senada dengan itu, Ketua IAD Wilayah Sulawesi Barat, Nova Budi Panjaitan, mengingatkan bahwa stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas ketika memasuki usia dewasa.

Karena itu, menurutnya, pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau yang dikenal dengan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, serta akses terhadap sanitasi yang baik merupakan faktor penting dalam mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yuki Permana juga menyoroti kondisi paradoks yang masih terjadi di sejumlah wilayah pesisir Mamuju. Meski memiliki sumber daya laut yang melimpah, masih terdapat keluarga nelayan yang belum memanfaatkan hasil tangkapan ikan sebagai sumber gizi utama bagi anak-anak mereka.

Pemerintah Kabupaten Mamuju, lanjutnya, akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat pesisir agar sebagian hasil tangkapan tidak seluruhnya dijual, tetapi juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.

Selain itu, program Orang Tua Asuh Stunting yang telah berjalan selama ini akan terus diperkuat dan dievaluasi secara berkala agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjangkau lebih banyak anak yang berisiko mengalami stunting.

Gerakan yang mempertemukan unsur pemerintah, kejaksaan, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa perang melawan stunting bukan sekadar agenda sektor kesehatan. Lebih dari itu, gerakan ini merupakan investasi besar untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, Kabupaten Mamuju berharap mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal demi masa depan daerah dan bangsa. (ZUL)

DPR RI Beri Lampu Hijau DOB Kota Mamuju, Dede Yusuf: Ini Usulan yang Berbeda dan Layak

0

Redaksi.co JAKARTA : Harapan masyarakat Sulawesi Barat untuk melihat Mamuju bertransformasi menjadi kota otonom semakin menemukan titik terang. Komisi II DPR RI secara terbuka memberikan dukungan terhadap usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Mamuju dan menilai usulan tersebut sebagai salah satu yang paling berbeda dibanding ratusan proposal pemekaran daerah yang masuk ke parlemen.

Dukungan itu disampaikan langsung Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. Dede Yusuf Macan Effendi, ST, saat menerima Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju di Jakarta.

Menurut Dede Yusuf, usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Mamuju memiliki karakteristik yang unik karena bukan semata-mata membentuk daerah baru melalui pemekaran, melainkan mentransformasikan ibu kota Provinsi Sulawesi Barat yang selama ini berstatus kabupaten menjadi sebuah kota.

Pada dasarnya kami sering menerima audiensi dari berbagai daerah terkait Daerah Otonomi Baru. Jumlahnya sangat banyak, namun rata-rata berbicara tentang pemekaran wilayah. Yang berbeda dan menarik adalah Mamuju. Karena yang diminta bukan pemekaran baru, melainkan mengubah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat dari kabupaten menjadi kota,” ujar Dede Yusuf.

Politisi yang juga dikenal sebagai mantan aktor papan atas Indonesia itu menilai, setelah 22 tahun Sulawesi Barat berdiri sebagai provinsi, sudah saatnya memiliki ibu kota yang lebih fokus pada pengembangan kawasan perkotaan dan pelayanan publik modern.

Secara logika, setelah lebih dari dua dekade, Sulawesi Barat membutuhkan ibu kota yang lebih fokus pada pembangunan perkotaan. Dengan pertumbuhan penduduk, peningkatan infrastruktur, fasilitas publik, dan kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin berkembang, sudah sepantasnya provinsi ini melangkah ke tahap yang lebih maju,” tegasnya.

Karena itu, Komisi II DPR RI menyatakan siap mendorong usulan tersebut kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, agar dapat dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Daerah Otonomi Baru yang direncanakan dibahas pada akhir tahun 2026.

Oleh karena itu kami mendukung untuk didorong kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, agar segera dimasukkan ke dalam RPP Daerah Otonomi Baru. Jika tidak ada hambatan, kami berharap pada Desember 2026 seluruh kajian dan usulan pemerintah, termasuk Mamuju, sudah dapat diselesaikan,” kata Dede Yusuf.

Pernyataan tersebut disambut penuh optimisme oleh Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si. Menurutnya, dukungan dari DPR RI menjadi energi baru dalam memperjuangkan cita-cita besar masyarakat Sulawesi Barat untuk menghadirkan Kota Mamuju sebagai wajah ibu kota provinsi yang lebih maju dan modern.

Sutinah menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju telah menyiapkan berbagai persyaratan yang dibutuhkan, mulai dari pembangunan Kantor Balai Kota yang hampir rampung, pembaruan Kajian Akademik, hingga dokumen persetujuan kepala daerah sebagai syarat administrasi pembentukan DOB.

Ini adalah cita-cita dan harapan kita bersama. Secara pribadi maupun sebagai Bupati Mamuju, saya bermimpi Kota Mamuju dapat terwujud pada periode kepemimpinan saya. Karena itu saya memohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar perjuangan ini dapat segera membuahkan hasil,” ungkap Sutinah.

Ia meyakini, terwujudnya Kota Mamuju akan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pemerataan pembangunan di Sulawesi Barat.

Dengan sinyal kuat dari DPR RI dan kesiapan dokumen yang telah dipenuhi Pemerintah Kabupaten Mamuju, peluang lahirnya Kota Mamuju kini semakin terbuka. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tahun 2026 dapat menjadi momentum bersejarah yang menandai transformasi Mamuju dari kabupaten menjadi kota sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Barat sebagai provinsi yang semakin maju dan kompetitif di kawasan timur Indonesia. (ZUL)

Langkah Besar Menuju Kota Mamuju, Komisi II DPR RI Respons Positif Usulan DOB

0

Redaksi.co MAMUJU : Perjuangan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk mewujudkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Mamuju memasuki babak baru yang semakin menjanjikan. Setelah menyiapkan berbagai persyaratan administratif dan infrastruktur pendukung, Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, secara langsung membawa aspirasi pemekaran tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Komitmen pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya Kota Mamuju tidak hanya ditunjukkan melalui pembangunan kantor Balai Kota yang kini hampir rampung, tetapi juga dengan melengkapi seluruh dokumen pendukung yang menjadi syarat pembentukan DOB. Di antaranya adalah pembaruan Kajian Akademik dari tahun 2014 menjadi Kajian Akademik Tahun 2025, serta persetujuan resmi dari Bupati Mamuju dan Gubernur Sulawesi Barat.

Dalam langkah yang disebut sebagai upaya “mengantar bola”, Sutinah didampingi Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Hj. Sitti Suraidah Suhardi, Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Samsuddin Hatta, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Jakarta.

Rombongan diterima langsung oleh anggota Komisi II DPR RI, Dr. H. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., bersama sejumlah anggota lainnya, termasuk Bahtra Banong dari Fraksi Gerindra.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju menyerahkan dokumen kajian akademik terbaru beserta surat persetujuan kepala daerah sebagai bagian dari kelengkapan administrasi yang diperlukan untuk proses pembentukan DOB Kota Mamuju.

Bupati Sutinah Suhardi menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut memberikan harapan besar bagi masyarakat Mamuju. Komisi II DPR RI disebut memberikan respons positif dan membuka ruang komunikasi lebih lanjut dengan Kementerian Dalam Negeri agar usulan pembentukan Kota Mamuju dapat segera masuk dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang direncanakan dibahas bersama Komisi II pada akhir tahun 2026.

Ini menjadi momentum penting dalam perjuangan panjang pembentukan Kota Mamuju. Kami berharap ikhtiar ini dapat diwujudkan pada periode kepemimpinan saya sebagai Bupati Mamuju,” ujar Sutinah.

Ia menegaskan bahwa sebagai kepala daerah yang wilayahnya akan dimekarkan, dirinya siap memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Mamuju ke kecamatan apabila DOB Kota Mamuju benar-benar terealisasi.

Menurutnya, perjuangan pembentukan Kota Mamuju bukanlah agenda baru. Upaya tersebut telah dirintis sejak masa kepemimpinan Bupati Mamuju sebelumnya, yakni Dr. H. Suhardi Duka dan H. Habsi Wahid. Pemekaran ini diharapkan mampu memperluas akses pembangunan, mempercepat pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan Kajian Akademik Tahun 2025 yang telah diperbarui, terdapat enam kecamatan yang diusulkan menjadi wilayah administratif Kota Mamuju, yakni Kecamatan Mamuju, Simboro, Kalukku, Tapalang, Tapalang Barat, dan Kepulauan Balabalakang.

Sementara itu, lima kecamatan lainnya, yaitu Papalang, Sampaga, Bonehau, Tommo, dan Kalumpang, akan tetap berada dalam wilayah administratif Kabupaten Mamuju.

Dengan dukungan dokumen yang semakin lengkap serta sinyal positif dari Komisi II DPR RI, harapan lahirnya Kota Mamuju sebagai daerah otonom baru kini semakin terbuka. Masyarakat Sulawesi Barat pun menantikan langkah lanjutan pemerintah pusat untuk merealisasikan cita-cita yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun tersebut. (ZUL)

Babinsa Desa Temajuk Dampingi Pembangunan Jembatan Garuda, Progres Capai 70 Persen

0

 

Sambas – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, Babinsa Desa Temajuk Serka Dwi Ariyanto terus menunjukkan peran aktif dengan melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap pembangunan Jembatan Garuda yang saat ini progres pekerjaannya telah mencapai 70 persen, Selasa (23/06/26).

Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan merupakan bentuk dukungan TNI AD melalui satuan kewilayahan dalam membantu kelancaran program pembangunan yang bertujuan meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat.

Babinsa Desa Temajuk Serka Dwi menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, serta memberikan motivasi kepada seluruh pihak yang terlibat agar pekerjaan dapat selesai sesuai rencana.

Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi sarana vital yang akan memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Temajuk dan sekitarnya.

Masyarakat setempat juga menyambut baik progres pembangunan tersebut dan berharap jembatan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh warga.

Dengan capaian pembangunan yang telah mencapai 70 persen, diharapkan seluruh tahapan pekerjaan dapat terus berjalan lancar hingga selesai dan segera digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

Ngopi Kebangsaan dan Perpisahan Penuh Makna Bersama ADM Perhutani Banyuwangi Selatan

0

BANYUWANGI, Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan di Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB), Selasa (23/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum pamitan bagi Administratur (ADM) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Ir. Wahyu Dwi Hadmojo, M.M., yang mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Departemen (Kadep) Pengembangan Kemitraan Produktif Divisi Multi Usaha Kehutanan Direktorat Operasi Perum Perhutani Kantor Pusat Jakarta.

Setelah memimpin KPH Banyuwangi Selatan selama tiga tahun lebih sejak Mei 2023, Wahyu akan menjalankan tugas barunya di Kantor Pusat Perhutani Jakarta setelah mengikuti serah terima jabatan yang dijadwalkan pada Kamis 25 Juni 2026.

Dalam kunjungan pamitannya yang didampingi Humas KPH Banyuwangi Selatan, Didik Cahyo, S.H., ADM asal Djogjakarta itu disambut Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi Hakim Said, S.H., Budayawan dan Guide Internasional Aekanu Hariyono, penggiat sosial Agus Wahyu Nuryadi, Andre, aktivis BUMN Taufik Hidayat, S.E., Barista Kopi Gombengsari Gofur, aktivis pecinta alam Krisna Gusenda, Ketua Peternak Lebah Madu Banyuwangi Budy Amboyna, serta sejumlah pengurus RKB lainnya.

Di hadapan para sahabatnya, Wahyu mengaku berat meninggalkan Banyuwangi yang telah memberinya banyak pengalaman dan persahabatan.

“Jujur, Banyuwangi membuat saya kerasan. Saya jatuh cinta pada kearifan lokal, keramahan masyarakat, dan semangat gotong royongnya. Interaksi yang terbangun melalui Rumah Kebangsaan Banyuwangi menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan,” ungkap Wahyu.

Meski demikian, ia menyadari promosi jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan.

“Di mana pun ditempatkan, tugas tetaplah pengabdian. Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari Banyuwangi dan mendapatkan banyak sahabat dari berbagai latar belakang. Insya Allah silaturahmi ini tidak akan terputus,” tambahnya.

Wahyu juga mengapresiasi RKB yang selama ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

“Melalui RKB kami banyak mendapatkan referensi, masukan, dan jaringan kemitraan. Banyak kolaborasi positif lahir dari ruang diskusi seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Hakim Said, S.H., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Wahyu selama memimpin Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

“Pak Wahyu bukan hanya seorang ADM Perhutani, tetapi juga sahabat bagi banyak kalangan. Beliau mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, aktivis lingkungan, budayawan, hingga komunitas akar rumput. Kami bangga atas amanah baru yang diterimanya,” ujar Hakim Said.

Senada dengan itu, Aekanu Hariyono menilai Wahyu sebagai sosok yang mampu menjembatani kepentingan pelestarian hutan dengan kebutuhan masyarakat.

“Beliau memahami bahwa hutan bukan hanya soal kawasan, tetapi juga tentang manusia, budaya, dan masa depan generasi berikutnya,” kata Aekanu.

Apresiasi juga disampaikan Budy Amboyna, Ketua Peternak Lebah Madu Banyuwangi. Menurutnya, selama kepemimpinan Wahyu, komunitas peternak lebah mendapat ruang dan peluang lebih luas untuk berkembang melalui pola kemitraan yang dibangun Perhutani.

“Kami merasakan langsung manfaat kebijakan dan keterbukaan Pak Wahyu. Beliau memberi kesempatan kepada komunitas peternak lebah untuk berkembang dan berkolaborasi di kawasan hutan secara produktif. Semoga sukses mengemban amanah baru di Jakarta,” ujar Budy, yang juga Ketua Sedulur Terapi Tradisionil Blambangan (STTB) Banyuwangi.

Pertemuan yang berlangsung santai sambil menikmati kopi khas Banyuwangi itu ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kenangan. Di balik canda dan tawa, terselip rasa haru dari para sahabat yang melepas sosok pemimpin yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat dan berbagai komunitas di Banyuwangi Selatan.

Wakapolri Komitmen Lindungi Hak Buruh, Dasco Ajak Pekerja Jaga Stabilitas Nasional

0

redaksi.co, Jakarta | Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam melindungi hak-hak pekerja dan menjaga hubungan industrial yang harmonis saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Dalam forum bertema “Pemerintah Bersih, Buruh Sejahtera” tersebut, Dedi menyampaikan bahwa buruh merupakan fondasi utama perekonomian nasional sehingga perlindungan hak pekerja menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nasional.

“Buruh merupakan fondasi dan roda penggerak utama perekonomian. Setiap capaian pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para pekerja Indonesia,” ujar Dedi.

Menurutnya, Polri dan buruh memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan iklim kerja yang aman, produktif, dan berkeadilan. Karena itu, Polri berkomitmen menjaga ruang penyampaian aspirasi buruh tetap terbuka dan kondusif.

Berdasarkan data Desk Ketenagakerjaan Polri, sepanjang 2025 terdapat 35 perkara tindak pidana ketenagakerjaan yang berhasil diselesaikan, dengan 34 kasus melalui pendekatan restorative justice. Sementara pada 2026, sebanyak sembilan perkara telah diselesaikan dan seluruhnya melalui mekanisme yang sama. Polri juga memfasilitasi 4.216 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali memperoleh pekerjaan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa kondisi fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia masih kuat di tengah dinamika global.

“Kita fundamental ekonomi kita kuat, fiskal kita kuat, tapi kemudian digoreng seolah-olah bahwa kita ini adalah negara yang sedang mengalami saat-saat keruntuhan, padahal tidak demikian,” ujar Dasco.

Ia menilai terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan isu global untuk membangun persepsi negatif terhadap kondisi Indonesia. Karena itu, Dasco mengajak seluruh elemen buruh menjaga persatuan dan stabilitas nasional.

Dasco mengakui konflik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, berdampak terhadap perekonomian dunia dan berpotensi memengaruhi sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor, stabilitas ekonomi, dan stabilitas politik guna mencegah gelombang PHK.

Rakernas KSPI 2026 turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Ketua Umum KSPI sekaligus Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal, serta sejumlah pimpinan serikat pekerja dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan memperkuat kolaborasi antara buruh, pemerintah, dunia usaha, dan Polri.

Polres Purwakarta Kawal Aspirasi Masyarakat, Aksi Unjuk Rasa Berlangsung Aman dan Kondusif di Kantor Pemda

0

 

PURWAKARTA (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – Ratusan anggota Forum Ormas dan LSM Kabupaten Purwakarta menyampaikan aspirasi terkait isu layanan kesehatan dan program Universal Health Coverage (UHC) dalam aksi unjuk rasa yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, Senin (22/6/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut berlangsung tertib dan kondusif berkat pengamanan yang dilakukan jajaran Polres Purwakarta bersama unsur terkait.

Kehadiran aparat keamanan tidak hanya untuk menjaga situasi tetap aman, tetapi juga memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum dapat terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸 : Aksi Humanis Polwan Satlantas Purwakarta: Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Warga Graha Marina

Dalam kegiatan tersebut, para peserta aksi menyampaikan sejumlah aspirasi dan pertanyaan terkait isu kesehatan, khususnya mengenai keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC) yang selama ini menjadi salah satu akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Aspirasi yang disampaikan kemudian diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Ir. Sri Jaya Midan, M.P., bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya didampingi Wakapolres Purwakarta Kompol Yudiono serta jajaran pejabat utama Polres Purwakarta yang melakukan pengamanan dan monitoring jalannya aksi.

Dalam forum dialog yang berlangsung terbuka, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menjelaskan bahwa tidak terdapat kebijakan penghapusan program UHC.

Pemerintah saat ini tengah melakukan proses verifikasi dan validasi data guna memastikan bantuan kesehatan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.

Selain menyampaikan aspirasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk membangun pemahaman yang sama terkait kebijakan pelayanan kesehatan yang sedang berjalan.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa Polri memiliki komitmen untuk mengawal setiap penyampaian aspirasi masyarakat secara aman, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku.

  • “Polri menjamin kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun demikian, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar IPTU Tini Yutini.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran personel Polres Purwakarta dalam kegiatan tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Menurut IPTU Tini Yutini, dialog dan komunikasi yang baik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

  • “Ketika aspirasi disampaikan melalui cara-cara yang tertib dan dialogis, maka akan tercipta ruang komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Polri hadir untuk menjaga agar proses tersebut berjalan aman dan kondusif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengedepankan komunikasi yang konstruktif dalam menyikapi berbagai kebijakan publik.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Kantor Pemda Kabupaten Purwakarta terpantau aman, tertib, dan kondusif. Setelah penyampaian aspirasi dan dialog selesai dilaksanakan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Melalui pengamanan yang humanis dan profesional, Polres Purwakarta kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan antara keamanan, ketertiban, dan hak demokratis warga negara dalam menyampaikan aspirasi. (*/𝚂𝙺)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 : 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Kolaborasi Besar Cegah Stunting di Mamuju: Investasi Nyata untuk Masa Depan Generasi Sehat dan Berkualitas

0

Redaksi.co MAMUJU : Komitmen membangun generasi unggul terus diperkuat di Kabupaten Mamuju. Melalui Gerakan Cegah Stunting yang digelar bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju, berbagai elemen masyarakat menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan anak-anak daerah.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi salah satu tantangan serius pembangunan manusia, yakni stunting. Dengan menggandeng berbagai pihak, upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan. Menurutnya, setiap langkah yang dilakukan hari ini akan memberikan dampak besar bagi kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mamuju.

Gerakan Cegah Stunting bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap masa depan generasi penerus. Melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, upaya pencegahan stunting terus diperkuat agar anak-anak Mamuju dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Semoga langkah kecil yang dilakukan hari ini menjadi investasi besar bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujar Yuki Permana.

Gerakan ini sekaligus menegaskan bahwa perang melawan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama yang berkelanjutan, mulai dari edukasi gizi, pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu dan anak, hingga peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.

Dengan semangat “Kolaborasi untuk Generasi Sehat”, Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulawesi Barat optimistis mampu menekan angka stunting dan melahirkan generasi emas yang siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa mendatang.

Langkah hari ini adalah harapan masa depan. Dari Mamuju, komitmen untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas terus digaungkan demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing. (ZUL)

Hari Bhayangkara ke-80: Kapolres Purwakarta Pimpin Ziarah di TMP Sirnaraga

0

𝙼𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐 𝙹𝚊𝚜𝚊 𝙿𝚊𝚛𝚊 𝙿𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙿𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚉𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚁𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80 𝚍𝚒 𝚃𝙼𝙿 𝚂𝚒𝚛𝚗𝚊𝚛𝚊𝚐𝚊

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠) – 𝚂𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚓𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 2026.

𝚂𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚄𝚙𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚉𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚁𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚃𝚊𝚖𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚔𝚊𝚖 𝙿𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 (𝚃𝙼𝙿) 𝚂𝚒𝚛𝚗𝚊𝚛𝚊𝚐𝚊 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚜𝚊 (23/6/2026).

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 07.15 𝚆𝙸𝙱 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛 100 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒, 𝙰𝚂𝙽, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚒.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸 : Nobar Piala Dunia, Polres Purwakarta Rangkul Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

𝙿𝚛𝚘𝚜𝚎𝚜𝚒 𝚣𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚑𝚒𝚍𝚖𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚊𝚠𝚊𝚕𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚛𝚠𝚊𝚑 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚌𝚒𝚙𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚕𝚎𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚍𝚒 𝚃𝚞𝚐𝚞 𝙿𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗𝚊𝚗 𝚣𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚘𝚊, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚋𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚍𝚒 𝚙𝚞𝚜𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚜𝚊 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊.

𝚂𝚞𝚊𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚑𝚊𝚛𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚑𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝.

𝙼𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚎𝚛𝚍𝚎𝚔𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚔𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚘𝚛𝚋𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞𝚒.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚣𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚛𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚊𝚐𝚎𝚗𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚎𝚖𝚘𝚗𝚒𝚊𝚕 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚛𝚎𝚏𝚕𝚎𝚔𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚕𝚊𝚍𝚊𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚒𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚘𝚛𝚋𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊.

“𝙽𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚒𝚗𝚜𝚙𝚒𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝚂𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚙𝚊𝚖𝚛𝚒𝚑 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚖𝚙𝚕𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙿𝚎𝚛𝚠𝚒𝚛𝚊 𝚉𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚗𝚍𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝚘𝚝𝚊, 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚣𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚗𝚊𝚖𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚎 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

 

  • “𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚣𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚒, 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚍𝚒𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗. 𝙽𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚙𝚕𝚒𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚘𝚛𝚋𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚠𝚊𝚛𝚒𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚝𝚒𝚟𝚊𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚞𝚝𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚗𝚍𝚒.

𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚛𝚎𝚕𝚎𝚟𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚗𝚝𝚞𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚘𝚕𝚞𝚜𝚒 𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝚃𝚎𝚛𝚙𝚒𝚜𝚊𝚑, 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚣𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚛𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚙𝚛𝚘𝚏𝚎𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚓𝚒𝚠𝚊 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕𝚒𝚜𝚖𝚎 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝.

 

  • “𝚉𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚔𝚎 𝚃𝚊𝚖𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚔𝚊𝚖 𝙿𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊, 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊𝚒 𝚓𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚖𝚎𝚛𝚍𝚎𝚔𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚑𝚊𝚕-𝚑𝚊𝚕 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚘𝚗𝚝𝚛𝚒𝚋𝚞𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝚜𝚎𝚜𝚞𝚊𝚒 𝚋𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐-𝚖𝚊𝚜𝚒𝚗𝚐.

  • “𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚣𝚒𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚛𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚔𝚑𝚒𝚍𝚖𝚊𝚝 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚎𝚜𝚊𝚒. 𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚕𝚞𝚑𝚞𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝,” 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜 𝚃𝚒𝚗𝚒. 

𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚖𝚊 “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚄𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝“, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚎𝚔𝚊𝚍 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚊𝚑𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚎𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚖𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍𝚗𝚢𝚊 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚑𝚝𝚎𝚛𝚊. (*/𝚂𝙺)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 : 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒