Selasa, Maret 31, 2026
Beranda blog Halaman 108

Run di MTQ Kendari Jadi Magnet Warga, Ratusan Pelari Ramaikan Minggu Pagi

0

KENDARI — REDAKSI.CO. Kawasan MTQ Kendari dipadati ratusan pelari dalam kegiatan Run yang digelar pada Minggu pagi. Event lari sejauh 5 kilometer ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari, pelajar, hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Sejak pagi hari, peserta sudah berkumpul di area start untuk mengikuti pemanasan bersama sebelum memulai lari dengan rute yang mengelilingi kawasan MTQ Kendari dan sekitarnya.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga serta memanfaatkan ruang publik sebagai sarana kegiatan positif. Selain itu, kegiatan Run ini juga menjadi ajang silaturahmi antar komunitas.

Tidak hanya olahraga, acara ini turut diramaikan dengan hiburan, pembagian doorprize, serta kehadiran stan UMKM lokal yang menjajakan berbagai produk. Hal ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.

Para peserta berharap kegiatan Run di MTQ Kendari dapat digelar secara rutin. Mereka menilai kawasan MTQ sangat representatif sebagai pusat kegiatan olahraga dan event masyarakat di Kota Kendari.

RSUD Fakfak Dorong Pengembangan Layanan Jantung, Siapkan Dokter Spesialis dan Alat Medis Standar.

0

FAKFAK. Redaksi.co | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak terus mendorong pengembangan layanan kesehatan ke depan, khususnya dalam peningkatan pelayanan spesialis serta pemenuhan sarana dan prasarana medis. Salah satu fokus utama pengembangan tersebut adalah menghadirkan layanan jantung dan pembuluh darah yang lebih komprehensif bagi masyarakat, Sabtu (3/1/2026).

Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya merealisasikan program mendatangkan dokter spesialis jantung. Upaya tersebut juga diiringi dengan rencana pengadaan alat kesehatan penunjang layanan jantung sesuai standar, seperti CT Scan dan Cath Lab (Heart Catheterization) melalui sumber dana SIHREN dari kemenkes (HIBAH) dan Bangunan Fisik dari sumber dana DAK

“Kami sedang berupaya mendatangkan dokter spesialis jantung, sekaligus mempersiapkan alat kesehatan penunjang layanan jantung agar ke depan masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah semoga akhir tahun ini sudah bisa launching.’’ Farid.

Selain peningkatan sumber daya manusia dan peralatan medis, pengembangan layanan jantung juga mencakup pembangunan fisik gedung khusus. Farid menjelaskan, lahan untuk pembangunan tersebut telah disiapkan dan alokasi anggarannya direncanakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Alhamdulillah Untuk petugas medis dari hasil DESK dengan Kemenkes, dimana dokter spesialis jantung RSUD Fakfak diberikan pelatihan felowship ke cina selama 9 bln

Meski demikian, realisasi pembangunan fisik layanan jantung masih sangat bergantung pada ketersediaan tenaga medis spesialis, khususnya dokter spesialis jantung dan dokter spesialis bedah pembuluh darah.

“Bangunan fisiknya sudah dialokasikan, namun pelaksanaannya sangat bergantung pada ketersediaan dokter spesialis jantung serta dokter bedah pembuluh darah,” jelasnya.

Tak hanya layanan jantung, pengembangan layanan lainnya juga menjadi perhatian manajemen RSUD Fakfak. Di antaranya adalah penataan dan penguatan layanan cuci darah atau hemodialisis. Selain itu, rumah sakit juga merencanakan transformasi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ICU dan VIP agar sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku.

“Saat ini, layanan yang telah memenuhi standar secara penuh adalah VMP. Ke depan, IGD baru akan kami transformasikan agar seluruh layanan dapat memenuhi standar yang sama,” tambah Farid.

Melalui berbagai upaya pengembangan tersebut, manajemen RSUD Fakfak berharap kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Fakfak dan sekitarnya terus meningkat seiring dengan terpenuhinya tenaga medis, fasilitas, serta infrastruktur yang memadai.

Anggaran RS Dipangkas, Direktur Tegaskan Pelayanan Masyarakat Tetap Prioritas.

0

FAKFAK.Redaksi.co | Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi tahun anggaran 2026.

Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, mengatakan hal tersebut usai pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait penyesuaian alokasi anggaran rumah sakit.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 RSUD Fakfak menerima alokasi dana sebesar Rp. 88 miliar. Namun, pada tahun 2026 anggaran tersebut mengalami penyesuaian menjadi Rp65 miliar. Kondisi ini mendorong pihak manajemen melakukan perhitungan ulang terhadap sejumlah kebutuhan operasional rumah sakit.

Salah satu yang terdampak adalah penyediaan makan dan minum bagi pendamping pasien. Berdasarkan data kunjungan pasien sepanjang tahun 2025 yang terus meningkat, kebutuhan ideal anggaran makan dan minum bagi pendamping pasien diperkirakan mencapai Rp. 7 miliar.

“Namun, pada tahun anggaran berjalan, dana yang tersedia hanya sebesar Rp3,6 miliar,” ungkap Farid.

Menyikapi keterbatasan tersebut, manajemen RSUD Fakfak mengambil kebijakan penyesuaian dengan mengurangi jumlah pendamping pasien yang mendapatkan fasilitas makan dan minum. Jika sebelumnya difasilitasi untuk dua orang pendamping, kini disesuaikan menjadi satu orang pendamping untuk setiap pasien.

Kebijakan penyesuaian ini akan diberlakukan hingga Desember 2026. Meski demikian, Farid menegaskan bahwa layanan makan dan minum bagi pendamping pasien tetap berjalan dan tidak dihentikan.

“Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran, namun tidak mengurangi komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sedangkan untuk Pelayanan Kesehatan Gratis tidak ada pemotongan anggaran karena sdh disesuaikan dengan estimasinya kebutuhan ditahun pelayanan kesehatan gratis di RS

Farid menambahkan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pihak rumah sakit tetap berupaya memaksimalkan utilitas dan sumber daya yang ada guna meningkatkan kualitas pelayanan.

“Walaupun dengan anggaran yang terbatas, kami tetap mengutamakan pelayanan. Setiap pasien yang datang akan tetap mendapatkan pelayanan yang optimal,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dan tetap memanfaatkan layanan kesehatan di RSUD Fakfak. Menurutnya, rumah sakit akan terus hadir lebih dekat dengan masyarakat serta berkomitmen memberikan pelayanan maksimal dan menangani setiap permasalahan kesehatan yang dihadapi.

Dengan komitmen tersebut, Farid berharap kualitas pelayanan RSUD Fakfak tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun berada di tengah keterbatasan anggaran.

Semoga ditahun 2026 Transformasi Rs dengan beberapa Inovasi pelayanan yang akan di launching untuk menjawab kebutuhan masyarakat Fakfak ., Amin

Panglima TNI Bersama Menhan RI Anugerahkan KPLB kepada Prajurit Berprestasi di Timika

0

Jakarta,Redaksi.Co-(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 155 prajurit TNI dalam sebuah upacara yang digelar di Timika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2026).

Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, sebanyak 155 Prajurit TNI menerima KPLB beserta piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi dalam pelaksanaan tugas, khususnya di wilayah operasi Papua.

Dalam kegiatan tersebut Menhan RI menyampaikan bahwa pemberian KPLB merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI terhadap prajurit yang telah menunjukkan kinerja optimal serta pengabdian yang tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara. “Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan semangat pengabdian,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Panglima TNI juga menyampaikan “Penghargaan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa ini, diberikan kepada prajurit TNI yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa, sebagai bentuk apresiasi Negara atas pengabdian dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

lebih Lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Kenaikan Pangkat Luar Biasa dapat terus diberikan kepada prajurit TNI tanpa adanya batasan, sepanjang didasarkan pada prestasi yang telah dicapai.

#tniprima
#tnirakyat
#indonesiamaju

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Awali Pelaksanaan Tugas Di Tahun 2026, Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Apel Luar Biasa

0

Jakarta,Redaksi.Co – Mengawali pelaksanaan tugas di Tahun Baru 2026, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., memimpin Apel Luar Biasa yang diikuti seluruh personel militer dan aparatur sipil negara (ASN) TNI AU, di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Jumat (2/1/2026).

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., dalam amanatnya yang dibacakan Danlanud Sultan Hasanuddin menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, TNI Angkatan Udara mampu menghadapi berbagai dinamika dan tantangan strategis melalui transformasi berkelanjutan menuju kekuatan udara yang AMPUH dan berdaya gentar di kawasan. Salah satu capaian penting yang patut disyukuri adalah keberhasilan mempertahankan zero accident selama dua tahun berturut-turut, sebagai cerminan komitmen seluruh personel terhadap keselamatan terbang dan kerja

 

 

.Lebih lanjut Kasau turut menyoroti kontribusi aktif TNI Angkatan Udara dalam berbagai agenda strategis nasional, antara lain dukungan program ketahanan pangan, Program Makan Bergizi Gratis, penanggulangan bencana alam di wilayah Sumatera, hingga keterlibatan dalam misi kemanusiaan internasional dan diplomasi udara melalui latihan bersama dengan angkatan udara negara sahabat
.
Memasuki tahun 2026, Kasau menegaskan lima prioritas utama TNI Angkatan Udara yang harus menjadi pilar transformasi bersama, meliputi modernisasi alpalhankam, validasi organisasi, pengembangan peranti lunak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta partisipasi aktif dalam mendukung kebijakan nasional. Seluruh prioritas tersebut harus dipersiapkan dan dilaksanakan secara terukur agar menjadi fondasi kokoh bagi kejayaan TNI AU di masa depan

Di akhir amanat, Kasau menyampaikan perintah harian sebagai pedoman seluruh personel TNI Angkatan Udara, antara lain peningkatan keimanan dan ketakwaan, peneguhan disiplin dan integritas prajurit, penguatan keselamatan terbang dan kerja, peningkatan kesadaran keamanan siber, percepatan transformasi TNI AU AMPUH, serta penguatan sinergi nasional melalui pendekatan humanis dan kolaboratif.

Seusai pelaksanaan Apel, Danlanud Sultan Hasanuddin juga memberikan apresiasi atas raihan penghargaan yang diberikan Koopsudnas kepada Skadron Udara 5 atas dedikasinya dalam pelaksanaan tugas operasi di Papua sebagai unsur intai tugas operasi Pamtas RI-PNG Trisula dan diterima langsung oleh Danskadron Udara 5 Letkol Pnb Reza Alkautsar, ST., selain itu penghargaan prajurit berdedikasi dalam pengabdian ke Masyarakat juga diberikan kepada Serma Cristeforus C. Betang, Ba Binter Lanud HND atas dedikasinya sebagai tenaga pengajar Bahasa Inggris di sekolah sekitar Kab. Maros. (Pen Lanud Sultan Hasanuddin)

Hari Terakhir Ops Lilin Lodaya 2025: Arus Lalu Lintas di Purwakarta Terpantau Lancar dan Kondusif

0

PURWAKARTA || Redaksi.co – Situasi arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Purwakarta terpantau aman dan lancar pada hari terakhir pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025. Hingga Jumat (2/1/2026) sore, tidak terjadi kepadatan kendaraan yang signifikan, baik di ruas jalan tol maupun jalur arteri.

​Berdasarkan pantauan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purwakarta hingga pukul 15.00 WIB, volume kendaraan pasca libur Natal dan Tahun Baru masih berada dalam batas normal. Personel kepolisian tetap disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran arus balik.

​Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Muthia Khansa Nurwijaya, melaporkan bahwa arus lalu lintas di tiga ruas tol utama—Cipali, Purbaleunyi, dan Jakarta–Cikampek—berjalan normal di kedua arah.

​”Kecepatan kendaraan rata-rata berada pada kisaran 50 hingga 70 kilometer per jam. Seluruh rest area juga terpantau terkendali tanpa ada antrean panjang yang menonjol,” ujar AKP Muthia mewakili Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya.

Selain jalur bebas hambatan, kondisi serupa terlihat di jalur arteri:

  • Jalur Pantura, Tengah, dan Selatan: Arus lancar dan didominasi kendaraan pribadi.
  • Wilayah Kota Purwakarta: Pergerakan kendaraan stabil dan terkendali.
  • Rekayasa Lalu Lintas: Petugas sempat memberlakukan penyekatan kendaraan sumbu tiga secara situasional di gerbang tol guna menjaga kelancaran.

Meski Operasi Lilin Lodaya 2025 resmi berakhir, Polres Purwakarta menegaskan akan terus melakukan pengaturan dan pengawasan lalu lintas secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan serta menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Purwakarta.

​Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang masih dalam perjalanan untuk tetap mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.

“Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban di jalan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif,” pungkas AKP Muthia. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purwakarta.

Masyarakat Kecamatan Tajurhalang Rayakan Peringatan Pergantian Tahun Baru dengan Sukacita

0

Bogor, Redaksi.co – Masyarakat Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor merayakan malam pergantian tahun baru dengan sukacita. Mereka datang dari berbagai desa yang ada di sekitaran kecamatan dan memadati tempat acara untuk menikmati momen pergantian tahun 2025 menuju 2026 dalam gelaran Car Free Night.

Rabu, (31/12/2025)

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa begitu kental. Keluarga, anak muda, hingga warga lanjut usia tampak menikmati malam pergantian tahun baru dengan antusias. Kehadiran beragam stan UMKM turut menambah semarak, mulai dari kuliner hingga aneka permainan anak yang menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga.

Panggung hiburan menjadi pusat perhatian masyarakat. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari tarian tradisional yang merefleksikan kekayaan budaya lokal yang sukses menghibur pengunjung.

Camat Tajurhalang, Ivan Pramudia, S.Sos, MM., menjelaskan bahwa perayaan tahun ini berbeda, nuansa kesederhanaan sengaja dihadirkan sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada saudara-saudara di Aceh dan Sumatra yang tengah mengalami musibah. Tanpa pesta berlebihan, perayaan pergantian tahun justru dimaknai sebagai ruang kebersamaan dan kepedulian.

Malam pergantian tahun ini penuh makna. Perayaan tidak hanya menandai berakhirnya tahun, tetapi juga mempererat nilai kemanusiaan dan persaudaraan, pungkasnya.

(Okta)

FENOMENA KEPALA SEKOLAH, DULU DICARI SEKARANG DIHINDARI

0

Selamat datang di era Kelangkaan Kepala Sekolah!

Zaman memang sudah berubah total. Dulu, posisi Kepala Sekolah (Kepsek) adalah “kursi panas” yang diperebutkan. Konon, ada masa di mana orang rela melakukan gerilya politik tingkat tinggi, atau bahkan “menitipkan amplop” demi bisa duduk di kursi empuk itu. Dulu Jabatan Kepsek adalah simbol kasta tertinggi di sekolah. Penuh wibawa dan (katanya) penuh “peluang.”

Namun sekarang?

Kursi itu seolah berubah jadi kursi listrik dihindari. Pemda harus merayu, membujuk, bahkan sampai tahap “memaksa” guru-guru yang eligible untuk mendaftar lewat skema BCKS Non-Reguler. Tinggal Daftar, tanpa seleksi, langsung ditugaskan. Kurang enak apalagi itu.

Tapi Lucunya, meski sudah diundang secara personal bak tamu VIP, para guru tetap punya seribu satu alasan untuk menolak.

“Maaf, saya mau fokus mengajar saja,” atau “Aduh, saya kurang bakat memimpin,” yang kalau diterjemahkan secara jujur dan singkat, maksudnya adalah : “Ogah, ribet!” 🤣🤭

Mengapa perekrutan kepala sekolah di berbagai daerah cenderung sulit mencari kandidat?

Mungkin, setidaknya ada dua alasan utama yang menjadi penyebabnya.

1️⃣ Dana BOS: Dari “Seni Tambal Sulam” ke “Seni Digital yang Kaku”

Dulu, mengelola Dana BOS itu ibarat seni. Kepsek adalah dirigennya. Aturannya ada, tapi ruang improvisasinya luas. Saat sekolah butuh dana mendadak untuk talangan atap bocor atau kegiatan siswa yang tak terduga, Kepsek bisa melakukan manuver “subsidi silang” atau “tambal sulam” antar pos anggaran. Yang penting, di akhir tahun laporan rapi, fisik ada, dan tidak ada yang masuk kantong pribadi. Fleksibel dan manusiawi.

Sekarang? Selamat datang di era digital yang galak. Semua berbasis aplikasi online yang presisinya mengalahkan slogan polri. Setiap rupiah harus dipesan sejak awal tahun (RKAS) dan dieksekusi persis sesuai klik di layar. Mau improvisasi karena ada kebutuhan mendesak di tengah jalan? System says no. Salah-salah nanti akan jadi temuan orang inspektorat.

Kepsek kini lebih mirip akuntan bersertifikat ketimbang pemimpin pendidikan. Beban administrasi dan risiko hukumnya setinggi langit, tapi tunjangannya tidak lari ke mana-mana. Tanggung jawab naik 200%, pendapatan cuma naik sekian persen. Secara kalkulasi ekonomi dan kesehatan mental, para guru pun berbisik: “Lebih baik jadi guru biasa, tidur lebih nyenyak.”

2️⃣ Pilihan Memarkir PPPK

Penyebab kedua adalah kebijakan internal di daerah.

Secara regulasi pusat, memang guru PPPK sebenarnya punya karpet merah untuk jadi Kepsek. Payung hukumnya jelas. Permendikdasmen No 7 Tahun 2025. Persyaratannya bahkan jauh lebih mudah dari PNS.

Namun di lapangan, daerah tentu juga punya hak otonom untuk membuat kebijakan internal sendiri yang dilandasi berbagai pertimbangan matang.

Pada praktiknya, Banyak daerah yang tampaknya lebih memilih untuk mengambil Kepsek dari jalur PNS tulen. Bukan dari guru PPPK. Pertimbangannya? Tentu daerah yang tahu. Yang jelas, ini pasti menyangkut kebutuhan dan kepentingan daerah yang lebih luas.

Ini Biasanya dilakukan cara halus. Dimana pengumuman seleksi dilakukan tetap secara terbuka, PNS dan PPPK boleh mendaftar.

Tapi, bagi guru PPPK yang mendaftar, mereka nanti akan “tidak lolos administrasi”.

Ini membuat kolam pencarian calon Kepsek jadi makin sempit. Di satu sisi, Guru PNS senior sudah banyak yang pensiun atau sudah kapok, sementara guru-guru muda potensial yang statusnya masih PPPK justru tidak dilirik.

Walhasil, terjadilah krisis, Guru PNS yang eligible dan bersedia hanya sedikit. Sementara PPPK jumlahnya banyak, dan lebih berambisi. Tapi diminta parkir dulu.

Padahal, berbagai data menunjukkan bahwa untuk saat ini, guru-guru usia produktif lebih banyak yang berstatus PPPK daripada PNS. Guru PPPK didominasi oleh Generasi Y dan Z yang mana tentu lebih matang dan energik menjabat kepala sekolah. Dan mereka pun tampaknya lebih berambisi untuk menunjukkan eksistensi.

Sedangkan Disisi lain PNS lebih banyak dihuni usia senior. Yang lebih memikirkan rencana pensiun ketimbang jabatan. Dengan kondisi ini, sebenarnya jika pemda lebih membuka kran lebar-lebar untuk PPPK, mungkin akan ada lebih banyak kandidat.

Namun, sekali lagi tentunya di tingkat penyelenggara pemerintahan punya sudut pandang pertimbangan yang lebih akurat. Meski ada juga pemda yang sudah mengangkat PPPK menjadi kepala sekolah, tapi sebagian daerah masih ragu-ragu. Salah satunya mungkin karena status PPPK yang terbatas masa kontrak. Tidak seperti PNS.

  1. Krisis kepala sekolah ini adalah sinyal bahwa jabatan tersebut perlu “rebranding.” Selama posisi Kepsek masih dianggap sebagai “petugas administrasi keuangan yang menanggung beban hukum tinggi” tanpa apresiasi yang sepadan, maka surat undangan pemda hanya akan berakhir di folder spam.

Pemerintah perlu sadar bahwa memimpin sekolah adalah soal pedagogi dan inspirasi, bukan sekadar urusan mengelola keuangan. Jika tidak, jangan kaget kalau nanti posisi Kepala Sekolah harus diundi seperti arisan karena tidak ada lagi yang mau mendaftar secara sukarela. Imbasnya mutu atau kualitas akan merosot.

Sambut Tahun 2026, PWI Kab.Sukabumi Ajak Jaga Lingkungan dan Sinergi untuk Tingkatkan Investasi

0

Redaksi.Co, Sukabumi || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengajak kepada semua pihak untuk meningkatkan kondusivitas investasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM, khususnya yang ada di Kabupaten Sukabumi.

‎Tujuannya adalah untuk bersama bersinergi dan bersolidaritas meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

‎Diantara strategi yang dilakukan adalah dengan menjaga lingkungan dan meningkatkan solidaritas dan rasa memiliki Sukabumi dalam seluruh lapisan masyarakat.

‎Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi atau yang akrab disapa Abah Anom menyatakan bahwa upaya menjaga lingkungan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menarik investor.

‎”Sebagai lembaga yang memiliki fungsi informasi, edukasi dan juga kontrol sosial, kami akan turut serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang merusak lingkungan. Tentu sesuai dengan cara dan fungsi kami sebagai organisasi Profesi Jurnalis,” ujarnya, Jumat (02/01/2026).

‎Anom juga menambahkan, sinergi seluruh lapisan masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kondusivitas investasi tersebut.

‎”Kami siap mendukung upaya pemerintah dalam upaya menciptakan kondusifitas dan meningkatkan investasi di Sukabumi,” imbuhnya.

‎Disampaikannya, dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan sinergi dan solidaritas, diharapkan investasi di Kabupaten Sukabumi dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎”Iklim investasi yang aman dan kondusif sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi, termasuk bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif,” harapnya.

‎Abah Anom menyebut, peningkatan potensi pariwisata di Kabupaten Sukabumi dan pertanian tak luput dari dampak kelestarian lingkungan.

‎”Pariwisata di Sukabumi untuk maju tak harus seperti model pariwisata di tempat lain, misalnya Bali. Sukabumi bisa lebih bagus dengan pilihan varian destinasi unggulan yg jauh lebih banyak. Formatnya bagaimana? Yah itulah pentingnya seluruh komponen Pentahelix diajak bersama bersinergi merumuskan. Hal ini termasuk peran media massa,” tandasnya.

‎Dalam pernyataan akhirnya, Anom mengungkap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi iklim investasi antara lain:

‎* Keamanan dan stabilitas politik
‎* Regulasi yang jelas dan transparan
‎* Infrastruktur yang memadai
‎* Sumber daya manusia yang terampil
‎* Akses ke pasar dan jaringan bisnis

‎Senada, penasehat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag  mengatakan, dengan iklim investasi yang aman, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

‎”Investor itu sejatinya mau berinvestasi di wilayah kita, apabila iklim investasinya aman dan nyaman. Dengan sendirinya, mereka para pengusaha mau menanamkan modalnya,” kata Aam.

‎”Apabila situasinya aman, kepercayaan investor untuk datang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai bidang dan potensi yang ada di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

‎Aam melanjutkan, selain kemanan iklim investasi, hal lainnya adalah menjaga lingkungan. Hal ini sangat penting untuk mencegah bencana alam dan mengurangi risiko kerusakan. Beberapa cara untuk menjaga lingkungan antara lain:

‎* Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
‎* Melakukan penghijauan dan reboisasi
‎* Menghemat air dan energi
‎* Mengelola sampah dengan baik
‎* Mengurangi polusi udara dan air

‎”Dengan menjaga lingkungan, kita dapat mengurangi risiko bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan,” lanjut Aam.

‎Sementara untuk warga yang terdampak bencana, kami ingin menyampaikan pesan bahwa korban tidak sendirian. PWI berduka atas apa yang dialami dan ingin membantu semoga keluarga dan keluarga tetap kuat dan tabah.

‎”Tetaplah berpegang pada harapan dan jangan ragu untuk meminta bantuan, jika korban membutuhkannya. Kami semua ada di sini untuk mendukung semua korban terdampak bencana,” ujar Aam

‎”Semoga semua korban dan keluarga, dapat segera kembali berdiri dan menjalani hidup dengan normal kembali,” pungkasnya.***

Editor : Ujang Sulaeman


DPD Rumah Hukum Indonesia, Dorong Pemerintah Edukasi Masyarakat, Dalam Penerapan KUHP Baru.

0

Ketapang– Sehubungan dengan mulai berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional secara resmi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rumah Hukum Indonesia (RHI) Kabupaten Ketapang memberikan atensi khusus terhadap masa transisi regulasi dalam penerapan KUHP yang baru ini.

DPD RHI Ketapang secara resmi mendorong para Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Kabupaten Ketapang untuk mengambil inisiatif proaktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas.

Urgensi Sosialisasi di Era Digital
Ketua DPD Rumah Hukum Indonesia Kabupaten Ketapang menegaskan bahwa perubahan mendasar dalam KUHP baru memerlukan pemahaman serta edukasi yang merata terhadap masyarakat, tidak hanya di kalangan praktisi, tetapi juga masyarakat awam. Mengingat pesatnya arus informasi, media sosial dianggap sebagai instrumen paling efektif untuk menjangkau seluruh lapisan warga Kabupaten Ketapang.

“Kami berharap rekan-rekan APH, baik secara personal sebagai abdi negara maupun secara institusional, dapat memanfaatkan akun media sosial mereka untuk memberikan edukasi ringan namun substansial terkait pasal-pasal dalam KUHP baru ini,” Tegas Ketua DPD Rumah Hukum Indonesia Kabupaten Ketapang.

DPD Rumah Hukum Indonesia Kabupaten Ketapang menekankan bahwa keberhasilan implementasi hukum nasional yang baru ini sangat bergantung pada sinergi antar-lembaga. Pihaknya mengharapkan adanya gerakan kompak dan saling bersinergi dari berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah, antara lain:

Pemerintah, Kepolisian (Polres Ketapang): Melalui penyuluhan hukum preventif.
Kejaksaan & Pengadilan: Terkait pemahaman penuntutan dan vonis sesuai aturan baru.
Advokat, Paralegal, & Pemerhati Hukum Serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH): Sebagai jembatan pendampingan dan edukasi akar rumput.
“Edukasi tidak harus selalu dalam bentuk seminar formal yang kaku. Kesadaran personal tiap aparat untuk berbagi informasi edukatif di media sosial akan sangat membantu meminimalisir disinformasi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Rumah Hukum Indonesia Kabupaten Ketapang berkomitmen untuk terus mengawal masa transisi ini dan siap berkolaborasi dengan Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, maupun organisasi bantuan hukum lainnya di Ketapang, Kalimantan Barat demi terciptanya kepastian hukum yang berkeadilan.