Beranda blog Halaman 109

‘Petaka Gunung Welirang’ Sukses Guncang Gala Premiere dengan Teror yang Membekas

0

JAKARTA,Redaksi.Co – Suasana malam di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam pada Rabu (24/6/2026), Bukan karena cuaca atau gangguan teknis, melainkan karena hadirnya teror dari layar lebar yang sukses membuat para tamu gala premiere film “Petaka Gunung Welirang” terpaku, tegang, bahkan beberapa kali berteriak histeris sepanjang pemutaran.

Film horor petualangan terbaru produksi Starvision tersebut resmi diperkenalkan kepada publik melalui rangkaian Press Conference dan Gala Premiere yang dihadiri para pemain, kru film, insan perfilman, media nasional, hingga sejumlah influencer ternama.

Sejak para pemain memasuki area karpet merah, antusiasme publik sudah terlihat begitu tinggi,Sorotan kamera terus mengarah kepada para pemeran utama yang hadir menyapa penggemar dan berbagi cerita mengenai proses produksi yang disebut sebagai salah satu proyek horor paling menantang tahun ini.

Disutradarai Indra Gunawan dan ditulis oleh Upi Avianto, “Petaka Gunung Welirang” mencoba menawarkan pengalaman berbeda dibanding film horor kebanyakan,Film ini tidak hanya menghadirkan sosok-sosok gaib yang menyeramkan, tetapi juga menampilkan ancaman alam yang menjadi bagian penting dari konflik cerita.

Deretan aktor muda seperti Antonio Blanco Jr., Alika Jantinia, Giulio Parengkuan, Razan Zu, Jinan Safa, hingga Hana Saraswati menjadi pusat perhatian dalam film yang mengisahkan sekelompok sahabat yang melakukan pendakian ke Gunung Welirang setelah merayakan kelulusan mereka.

Namun perjalanan yang awalnya dipenuhi tawa berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka memasuki wilayah misterius bernama Alas Lali Jiwo, Kawasan tersebut dipercaya menyimpan rahasia kelam yang perlahan menyeret para pendaki ke dalam rangkaian peristiwa mengerikan yang sulit dijelaskan dengan logika.

Saat layar mulai menyala dan film diputar perdana, atmosfer bioskop berubah drastis, Penonton dibuat tenggelam dalam suasana hutan berkabut, suara-suara aneh yang muncul dari kegelapan, hingga kemunculan sosok misterius yang seolah mengintai setiap langkah para karakter.

Ketegangan semakin terasa berkat tata suara yang detail dan sinematografi yang mampu menangkap kesan liar sekaligus angker dari pegunungan Indonesia, Beberapa adegan bahkan memancing reaksi spontan penonton yang tak siap menghadapi kejutan demi kejutan yang muncul di layar.

Usai pemutaran, banyak tamu undangan mengaku terkesan dengan keberanian film ini menggabungkan unsur legenda lokal, kisah persahabatan, survival, dan pesan ekologis dalam satu alur cerita yang padat.

Tidak hanya menawarkan kengerian, “Petaka Gunung Welirang” juga menyampaikan pesan tentang hubungan manusia dengan alam, Film ini menggambarkan bagaimana keserakahan, kelalaian, dan ketidakhormatan terhadap lingkungan dapat memicu petaka yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

Sambutan positif yang mengiringi malam gala premiere menjadi sinyal kuat bahwa film ini berpotensi menjadi salah satu tontonan horor paling menonjol pada musim liburan pertengahan tahun 2026.

Ketika kabut dari lereng Welirang mulai turun ke layar bioskop seluruh Indonesia pada 2 Juli mendatang, publik tampaknya sudah bersiap untuk menghadapi satu pertanyaan besar: apakah teror yang menghuni Alas Lali Jiwo hanya legenda, atau justru peringatan yang selama ini diabaikan manusia?

Jenazah Peserta SPPI Asal Padangsidimpuan yang Meninggal Saat Pelatihan di Jakarta Dimakamkan

0

PADANGSIDIMPUAN — Suasana duka menyelimuti Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Rabu (24/6/2026), saat jenazah Novia Rahmadhani Sihotang tiba di rumah duka.

Novia merupakan peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti pelatihan di Jakarta.
Sekitar pukul 17.00 WIB, ambulans yang membawa jenazah tiba di kediaman keluarga. Kedatangan jenazah disambut tangis haru keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak siang hari.

Ibunda almarhumah, Tiur, tak mampu menahan kesedihan saat peti jenazah diturunkan dari ambulans. Tangisan keluarga pecah ketika jenazah dibawa masuk ke rumah duka untuk penghormatan terakhir.
“Kak Via, kenapalah cepat kali kau pergi tinggalkan kami,” ucap salah seorang anggota keluarga di tengah suasana duka.

Setelah disemayamkan beberapa saat, seorang alim ulama setempat mengimbau keluarga agar proses pemakaman segera dilaksanakan mengingat waktu telah menjelang malam.

Jenazah kemudian dibawa ke masjid terdekat untuk dishalatkan. Ratusan warga turut mengiringi perjalanan terakhir almarhumah sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa kepada keluarga.
Usai salat jenazah, rombongan bergerak menuju tempat pemakaman umum di kawasan perbukitan Kota Padangsidimpuan. Di bawah penerangan sederhana, proses pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, kerabat, dan warga setempat.

Tangis keluarga kembali pecah saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Kepergian Novia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya.

Hingga proses pemakaman selesai, warga masih tampak berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Disiplin Bukan Sekadar Absensi! Kantah Jakarta Timur Bangun Mentalitas Pelayan Publik Berintegritas

0

JAKARTA TIMUR, Redaksi.co – Transformasi pelayanan publik tidak selalu dimulai dari teknologi canggih atau inovasi digital, Di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur, perubahan justru dibangun dari hal yang paling mendasar: kedisiplinan dan integritas aparatur.

Pesan tersebut mengemuka dalam apel pagi yang berlangsung di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur, Selasa (23/6/2026),Kegiatan yang dipimpin Kepala Subbagian Tata Usaha, Konrad Manurung, menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat sangat bergantung pada karakter dan komitmen setiap pegawai.

Dalam arahannya, Konrad menekankan bahwa disiplin tidak boleh dipahami sebatas kehadiran fisik atau kepatuhan terhadap aturan formal,Lebih dari itu, disiplin merupakan bentuk tanggung jawab moral yang harus melekat dalam setiap proses kerja dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,
“Integritas bukan sesuatu yang muncul saat ada pengawasan, Integritas adalah sikap yang tetap dijaga ketika tidak ada yang melihat,” tegasnya di hadapan seluruh peserta apel.

Menurutnya, tantangan pelayanan publik saat ini semakin kompleks, Masyarakat tidak hanya menuntut layanan yang cepat, tetapi juga menginginkan kepastian, transparansi, dan profesionalisme dari setiap aparatur negara, Karena itu budaya kerja yang berlandaskan etika dan tanggung jawab harus terus diperkuat.

Apel pagi yang rutin dilaksanakan tersebut juga menjadi sarana membangun komunikasi antarpegawai sekaligus memperkuat semangat kolaborasi di lingkungan kerja, Dengan koordinasi yang solid, berbagai program dan layanan pertanahan diharapkan mampu berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur sendiri terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang produktif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan,Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan birokrasi modern yang tidak hanya mengandalkan sistem, tetapi juga ditopang oleh sumber daya manusia yang memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik.

Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah, Kantah Jakarta Timur meyakini bahwa keberhasilan reformasi birokrasi berawal dari aparatur yang mampu menjaga disiplin, etika, dan integritas dalam setiap tugas yang dijalankan.

Dengan semangat tersebut, Kantah Jakarta Timur berupaya memastikan bahwa pelayanan pertanahan yang prima bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang tumbuh dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran pegawainya.

Desa Ngrayudan Salurkan Bantuan Langsung Tunai Triwulan 2 Di Pendopo Kecamatan Jogorogo

0

Redaksi.co Ngawi Pemerintah Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi Melaksanakan pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa/BLT DD pada hari Selasa pukul 08.30 -sampai selesai Tanggal 23-06-2026 Triwulan Ke 2 di Gedung Aula dan Pendopo Kecamatan Jogorogo yang dilaksanakan bersamaan dengan desa desa yang lain se Kecamatan Jogorogo.Dengan pengawasan dari Forkopicam Jogorogo,Polsek,Koramil, Pendamping lokal desa dan Perangkat Desa yang bertugas.

 

Kepala Desa Ngrayudan , Suwarno menjelaskan bahwa pembagian BLT DD ini berbeda dengan tahun sebelumnya,untuk Desa Ngrayudan ada 4 KPM BLT DD dikarenakan perubahan anggaran dana desa tahun 2026 ini sangat menurun drastis sehingga juga berpengaruh pengurangan untuk Keluarga Penerima Manfaat/KPM BLT DD yang harus diseleksi dari pemerintah desa yang harus betul betul layak mendapatkannya.”ungkap beliau

 

Pada pembagian BLT DD ini masing-masing KPM menerima RP200.000,-tiap bulannya yaitu mulai bulan April ,Mei,Juni dan diberikan di tahap ke 2 ini/Triwulan 2,mereka merima setiap KPMnya RP 600.000,- .Berbeda dengan tahun kemarin setiap KPM masih merima uang BLT DD RP300.000 per KPM setiap bulannya.Dikarenakan pengurangan anggaran Dana Desa dari Pemerintah Pusat maka kami membagi anggaran dengan kegiatan yang lain sesuai anggaran yang ada agar semua prioritas dana desa bisa tersalurkan.”lanjutnya

 

Semoga bisa meringankan beban ekonomi bagi penerima BLT dan bisa menggunakan uang tersebut untuk kepentingan ekonomi, kesehatan atau pendidikan anak yang masih sekolah.Semoga kami bisa menjalankan kegiatan kegiatan yang lainnya dengan lancar.”tutupnya

Adapun penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa itu juga disaksikan dan diarahkan oleh PLT Camat Jogorogo dan semua pendamping lokal Desa dari masing-masing Desa yang diwakili nya.Acara itu berlangsung lancar walaupun kadang ada beberapa KPM yang terlambat mengingat jarak tempuh dari rumah yang lumayan jauh dan harus didampingi oleh saudara atau keluarga nya,Para petugas dengan sabar dan antusias melayani para KPM BLT DD tersebut dari setiap Desa hingga selesai dan semua BLT dapat tersalurkan semua kepada KPM se Kecamatan Jogorogo.  (Agus Supriyoko)

Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto,M.Si.Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Melampaui FungsiKeamananKonvensional*

0

Jakarta Selatan ,Redaksi.Co– Beragam perspektif akademik, kebijakan, dan pengalaman lapangan bertemu dalam kegiatan bedah buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).

Forum ini menjadi ruang diskusi untuk mengulas tantangan, strategi, dan praktik penguatan ketahanan pangan nasional di tengah berbagai dinamika global, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional yang sejalan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo pada hari yang sama untuk menyapa petani dan nelayan.

Buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” ditulis oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Buku yang telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Nomor Pencatatan 001297886 tersebut mengangkat pengalaman, refleksi kebijakan, serta praktik pengawalan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.

Melalui pendekatan akademik dan empiris, buku ini memotret bagaimana ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut aspek distribusi, tata kelola, pengawasan, hingga stabilitas nasional. Buku tersebut juga menguraikan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mendukung agenda swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah, sejalan dengan langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan langsung kepada petani dan nelayan di berbagai daerah.

Kegiatan bedah buku menghadirkan Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., serta Inspektur Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian drh. Pujo Harmadi, M.P. sebagai penanggap.
Dalam tanggapannya, Prof. Semiarto Aji Purwanto menyampaikan apresiasi terhadap buku tersebut yang dinilai berhasil menggambarkan keterkaitan antara aspek produksi, distribusi, pengawasan, dan stabilitas nasional dalam satu kerangka yang utuh. Ia juga menilai peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan pendekatan yang melampaui fungsi keamanan konvensional.

Menurut Prof. Semiarto, ketahanan pangan harus dipahami sebagai isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan negara. Ia menilai pengawalan dan pengawasan yang dilakukan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir serta mendukung keberhasilan program pemerintah, terlebih di tengah capaian peningkatan produksi pangan nasional yang terus menunjukkan tren positif.
Selain itu, Prof. Semiarto mendorong penguatan pendekatan berbasis data, indikator kinerja, dan pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta big data untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian program pangan di masa depan.
Sementara itu, Prof. Masdar Hilmy menyoroti dimensi moral dan kemanusiaan dalam ketahanan pangan. Menurutnya, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat bukan hanya persoalan ekonomi dan keamanan, tetapi juga bentuk pengabdian negara dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan rakyat.
Pada kesempatan yang sama, drh. Pujo Harmadi, M.P. mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui penguatan pengawasan, pengawalan, dan pendampingan di lapangan. Ia menilai buku tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan sinergi lintas sektor untuk memastikan produksi, distribusi, dan stabilitas pangan berjalan secara optimal.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan bahwa buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” disusun sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan praktik baik, pengalaman lapangan, dan pembelajaran dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Wakapolri.

Melalui kegiatan bedah buku ini, para peserta tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga bertukar gagasan mengenai penguatan kebijakan, tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Forum ini diharapkan dapat diskursus akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi upaya mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan Indonesia.

*Menghormati Jasa, Melanjutkan Pengabdian: Wakapolri Pimpin Ziarah Nasional Menjelang Hari Bhayangkara ke-80*

0

Jakarta, 24 Juni 2026 ,Redaksi.Co– Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan ziarah dan tabur bunga secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa, negarawan, serta para pendahulu Polri yang telah mewariskan nilai perjuangan, integritas, dan pengabdian kepada negeri.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. memimpin langsung Upacara Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama Mabes Polri dan diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, serta tabur bunga di pusara para pahlawan bangsa.

Secara bersamaan, jajaran Polri juga melaksanakan ziarah di berbagai lokasi bersejarah dan tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh bangsa serta para pendahulu Polri. Di TPU Tanah Kusir, dilaksanakan ziarah di makam Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama yang meletakkan fondasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta makam Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. H. B.J. Habibie, negarawan dan ilmuwan yang menginspirasi bangsa melalui dedikasi, inovasi, dan kecintaannya kepada Indonesia.

Sementara itu, di TPBU Giritama, Tonjong, Bogor, Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil. memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Iman Santoso, sosok yang dikenal sebagai simbol integritas, kejujuran, dan keteladanan moral dalam sejarah Polri.

Penghormatan juga diberikan kepada para pendahulu Polri yang telah berjasa membangun dan membesarkan institusi Kepolisian Republik Indonesia, di antaranya Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Kunarto, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Dibyo Widodo, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, Jenderal Polisi (Purn.) R. Soetjipto Danoekoesoemo, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Widodo Budidarmo, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. H. M. Hasan, Jenderal Polisi (Purn.) Anton Soedjarwo, serta Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Mochammad Yasin, yang merupakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pertama pascaproklamasi dan tokoh penting dalam mempertahankan eksistensi Kepolisian RI pada masa awal kemerdekaan.

Selain ziarah di daratan, Polri juga melaksanakan ziarah laut dan pelarungan karangan bunga di perairan Teluk Jakarta yang dipimpin oleh Kabaharkam Polri. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang bahari yang gugur dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Pelarungan bunga menjadi simbol doa dan penghormatan kepada mereka yang jasanya tetap hidup dalam sejarah meskipun sebagian tidak diketahui tempat peristirahatan terakhirnya.

Wakapolri mengatakan bahwa rangkaian ziarah dan tabur bunga yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, karakter, dan nilai-nilai pengabdian yang menjadi fondasi Polri.

“Ketika kita berdiri di tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa, negarawan, dan para pendahulu Polri, sesungguhnya kita sedang belajar tentang arti pengorbanan, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada negara. Dari Jenderal Polisi Raden Said Soekanto kita belajar tentang kepeloporan dan pengabdian dalam membangun Kepolisian Republik Indonesia, dari B.J. Habibie kita belajar tentang visi dan karya untuk Indonesia, dari Jenderal Hoegeng kita belajar keteladanan moral, dan dari para pendahulu Polri lainnya kita mewarisi semangat pengabdian yang menjadi fondasi institusi ini hingga hari ini,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar tradisi seremonial menjelang Hari Bhayangkara, melainkan sarana untuk merawat memori kolektif bangsa bahwa kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan negara dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, serta dedikasi para pendahulu.

“Tabur bunga adalah simbol penghormatan, tetapi makna yang lebih dalam adalah melanjutkan nilai perjuangan mereka. Kita datang membawa doa, namun pulang membawa tanggung jawab untuk meneruskan pengabdian. Semangat para pahlawan dan pendahulu Polri harus hidup dalam integritas, profesionalisme, keberanian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Terkait pelarungan bunga di Teluk Jakarta, Wakapolri menegaskan bahwa laut yang luas menjadi simbol pengabdian tanpa batas dari para pejuang bangsa. Penghormatan yang diberikan di perairan merupakan pengingat bahwa jasa para pahlawan bahari akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Baik di daratan maupun di lautan, seluruh rangkaian ziarah hari ini mengajarkan satu hal yang sama, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri meneguhkan komitmen untuk meneruskan nilai perjuangan, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara,” pungkas Wakapolri.

Melalui rangkaian ziarah nasional menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga amanah para pendahulu, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pengabdian yang semakin profesional, modern, dan humanis bagi Indonesia

*SKCK Keliling di Gudang Sarinah Permudah Warga, Proses Cepat dan Praktis*

0

Jakarta ,Redaksi.Co— Layanan SKCK Keliling Polda Metro Jaya di Gudang Sarinah, Pancoran, Jakarta Selatan, mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran layanan tersebut dinilai memudahkan warga karena dapat mengurus SKCK lebih dekat dengan tempat tinggal tanpa harus datang langsung ke Polda Metro Jaya.

Salah satu warga, Stefan, mengaku puas setelah memanfaatkan layanan SKCK Keliling yang digelar pada Rabu (24/6/2026). Menurutnya, proses pelayanan berlangsung cepat dan praktis.

“Nama saya Stefan. Saya baru saja selesai membuat SKCK. Dengan adanya layanan ini saya bisa mengurus SKCK di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal saya, yaitu di Gudang Sarinah. Jadi tidak perlu datang ke Polda Metro Jaya dan prosesnya juga cepat sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, suasana pelayanan yang tertib dan tidak terlalu ramai membuat proses pengurusan SKCK dapat diselesaikan dengan lebih nyaman.

Kasi Yanmin Ditintelkam Polda Metro Jaya, AKP Wahyu Safaro Sahron, mengatakan layanan SKCK Keliling merupakan salah satu inovasi pelayanan publik yang bertujuan mendekatkan layanan kepolisian kepada masyarakat.

“Melalui layanan SKCK Keliling, masyarakat dapat mengakses pelayanan lebih mudah dan efisien tanpa harus datang ke kantor pelayanan utama. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Dengan hadirnya layanan SKCK Keliling di berbagai titik strategis, Polda Metro Jaya berharap masyarakat semakin mudah dalam mengurus kebutuhan administrasi kepolisian secara cepat, nyaman, dan transparan.

*Pengurusan Laporan Kehilangan STNK Berjalan Lancar, Pelapor Apresiasi SPKT PMJ*

0

Jakarta ,Redaksi.Co— Pengurusan laporan kehilangan STNK di SPKT Polda Metro Jaya berjalan lancar dan mendapat respons baik dari masyarakat. Pelayanan petugas dinilai membantu serta memberikan kemudahan bagi warga yang datang melapor.

“Nama saya Marulin Silaban. Saya mengurus STNK hilang dari Bekasi. Pelayanannya bagus. Terima kasih,” ujarnya.

Kepala Siaga SPKT Polda Metro Jaya, AKP Eko Sowandono, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan mudah dipahami masyarakat.

“Pelayanan yang humanis dan responsif menjadi komitmen kami agar masyarakat merasa nyaman saat membuat laporan di SPKT,” ujarnya.

Melalui pelayanan tersebut, SPKT Polda Metro Jaya berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan publik kepada masyarakat.

Jakarta Menuju Kota Global, Kepala BPN Jakarta Barat Sabet Penghargaan atas Penyelamatan Aset Daerah

0

JAKARTA, Redaksi.co – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Provinsi DKI Jakarta tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang ibu kota, tetapi juga momentum apresiasi terhadap institusi yang berperan penting dalam menjaga dan mengamankan aset negara, Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat yang berhasil meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kontribusinya dalam percepatan pensertipikatan aset daerah.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Dr.Shinta Purwitasari, SH, ST, MH, QRMP yang dinilai berhasil mendorong penguatan kepastian hukum terhadap aset-aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program sertifikasi tanah yang berkelanjutan.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan aset daerah tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat, tetapi juga kepemimpinan yang mampu membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Di bawah komando Dr.Shinta Purwitasari, Kantor Pertanahan Jakarta Barat terus mempercepat proses legalisasi aset guna mendukung pembangunan kota yang tertata dan bebas dari persoalan sengketa lahan.

Pada kesempatan tersebut, jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DKI Jakarta bersama seluruh Kantor Pertanahan se-DKI Jakarta turut menyerahkan sertipikat Hak Pakai untuk sejumlah aset milik Pemprov DKI Jakarta, Penyerahan sertipikat ini menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh aset pemerintah memiliki perlindungan hukum yang kuat serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Dr.Shinta Purwitasari, pengamanan aset pemerintah merupakan bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel, Dengan status hukum yang jelas, aset daerah dapat digunakan untuk menunjang berbagai program pembangunan, mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, ruang terbuka publik, hingga infrastruktur penunjang pelayanan masyarakat.

Penghargaan yang diterima Kantor Pertanahan Jakarta Barat juga menjadi pengakuan atas kerja keras seluruh jajaran yang selama ini konsisten mendukung program strategis nasional di bidang pertanahan, Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas posisi Jakarta Barat sebagai salah satu wilayah yang aktif dalam mendukung agenda penataan aset pemerintah.

Di tengah transformasi Jakarta menuju kota global, aspek legalitas tanah dan aset daerah menjadi fondasi penting yang tidak bisa diabaikan, Tanpa kepastian hukum, berbagai program pembangunan berpotensi menghadapi hambatan yang dapat mengganggu pelayanan publik dan investasi.

Momentum HUT Jakarta ke-499 menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari kemegahan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga dan mengelola aset negara secara profesional. Dalam konteks inilah, peran Kantor Pertanahan Jakarta Barat menjadi sangat strategis.

Mengakhiri rangkaian kegiatan tersebut, Dr.Shinta Purwitasari,SH,ST,MH, QRMP bersama jajaran BPN menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Provinsi DKI Jakarta seraya berharap ibu kota terus berkembang menjadi kota yang modern, hijau, tertata, dan mampu menjadi wajah Indonesia di tingkat global.

Dengan penghargaan yang diraih tahun ini, Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, terpercaya, serta mendukung penuh setiap langkah pembangunan Jakarta menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan.

Meski Calon Tunggal, Seleksi Kasun Krajan Desa Kraton Tetap Melalui Ujian dan Wawancara

0
0-3840x1742-0-0#

JEMBER, Redaksi.co – Pemerintah Desa Kraton, Kecamatan Kencong, melaksanakan proses pengisian perangkat desa untuk jabatan Kepala Dusun (Kasun) Krajan yang saat ini diikuti oleh satu calon, yakni Ferianto (24/06/2026).

Kepala Desa Kraton, Agus Priyanto, mengatakan seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Proses seleksi meliputi tes tulis dan wawancara, dengan tes tulis terdiri dari 50 soal.

“Meski hanya diikuti satu calon, seluruh tahapan tetap kami laksanakan, mulai tes tulis hingga wawancara, sehingga proses berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Agus Priyanto.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan seleksi, pemerintah desa telah melakukan sosialisasi dan membuka kesempatan seluas – luasnya kepada warga yang memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon Kasun Krajan.

Pengisian jabatan tersebut dilakukan karena posisi Kasun Krajan telah kosong lebih dari satu tahun.

Kekosongan jabatan itu terjadi setelah Kasun sebelumnya, Sudariyanto, mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Menurut Agus, soal tes dalam seleksi tersebut disusun oleh pihak Muspika Kecamatan Kencong. Seluruh proses juga disaksikan unsur Muspika guna memastikan pelaksanaan berjalan transparan, objektif, dan sesuai ketentuan.

Pemerintah Desa Kraton berharap, dengan terisinya jabatan Kasun Krajan, pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan pembangunan desa dapat berjalan lebih baik.

“Dengan adanya Kasun yang baru, kami berharap Desa Kraton semakin maju dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal,” pungkasnya (Budi).