Top 5 This Week

Related Posts

Distribusi BBM Subsidi SPBU Takurimbik Diduga Diborong Jerigen, HMI Mamasa Minta Aparat Turun Tangan

Redaksi.co MAMASA : Praktik dugaan ‘permainan haram‘ distribusi BBM bersubsidi di SPBU Takurimbik, Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa kian meledak ke permukaan. Di saat jeritan dan keringat rakyat membanjiri antrean panjang kendaraan demi beberapa liter bensin, “pasukan jeriken” justru melenggang bebas menguras Solar dan Pertalite tanpa hambatan.

Ketimpangan membakar amarah warga dan memicu aksi bersuara keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamasa yang mendesak pengusutan tuntas.

Diskriminasi telanjang terjadi tepat di depan mata masyarakat. Warga pengguna kendaraan terpaksa gigit jari karena dijatah ketat, sementara jerigen-jerigen berukuran jumbo melesat masuk menelan alokasi BBM subsidi yang seharusnya menjadi hak publik.

“Kami cuma mau beli Pertalite di atas 10 liter saja dibatasi setengah mati. Tapi anehnya, orang yang bawa jerigen berderet-deret bisa angkut BBM dalam jumlah jumbo. Di mana letak keadilannya?!” bisik seorang warga yang emosi namun enggan disebutkan namanya.

Fungsionaris HMI Cabang Mamasa, Adi Putra, melempar gertakan keras. Ia menegaskan agar aparat dan pemerintah tidak pura-pura buta dan tuli melihat drama ketidakadilan ini.

“Jangan sampai rakyat kecil yang megap-megap antre buat makan sehari-hari malah dipangkas, sementara mafioso jerigen pesta ria menguras BBM jumlah besar! Jika ada aturan mainnya, buka transparan ke publik! Kalau ini penyimpangan, sikat tanpa ampun!” cetus Adi Putra menyambar.

Tak berhenti pada diskriminasi antrean, HMI meyakini ada aroma busuk dalam pembentukan harga BBM bersubsidi yang melonjak gila-gilaan di tingkat pengecer. Dugaan kuat mengarah pada rantai pasok ‘gelap‘ yang disedot langsung dari SPBU Takurimbik.

Bendahara Umum HMI Cabang Mamasa, Muh. Andril, membongkar bahwa kunci kejahatan ini ada pada alur keluar-masuk barang di SPBU.

“Jangan cuma cuci mata lihat antrean! Periksa data transaksinya! Telusuri dari mana bensin di pedagang eceran itu keluar, berapa tonasenya, siapa yang terima, dan ke mana larinya! Kembalikan audit distribusinya, jika ada penimbunan atau penjualan ilegal, seret pelakunya ke ranah hukum!” desak Muh. Andril.

Melihat situasi yang semakin liar, HMI Cabang Mamasa resmi melayangkan bom tuntatan kepada 4 lembaga strategis untuk segera turun melakukan pembersihan:

  • Aparat Penegak Hukum (APH) Mamasa: Segera geledah dan periksa dugaan mafia penyimpangan, penimbunan, serta transaksi gelap BBM subsidi di SPBU Takurimbik.
  • Diskopindag Mamasa: Sikat harga ‘gila‘ di tingkat pengecer dan bongkar permainan mafia harga yang memeras kantong masyarakat!
  • PT Pertamina Patra Niaga: Gelar pembuktian internal! Periksa SOP, bongkar data transaksi SPBU Takurimbik, dan berikan sanksi pemutusan hubungan usaha (PHU) jika terbukti nakal!
  • BPH Migas: Turunkan tim investigasi langsung ke lapangan sebelum subsidi negara habis digerogoti oknum tak bertanggung jawab.

“Subsidi negara itu milik rakyat, bukan bancakan segelintir bandit! Kami peringatkan seluruh instansi: audit total SPBU Takurimbik! Jika bersih kembalikan nama baiknya, tapi jika ada bangkai di sana, BERIKAN HUKUMAN TERBERAT!” pungkas Adi Putra membakar semangat.

HMI Mamasa memastikan tidak akan mundur satu langkah pun sampai rantai mafia BBM di Bumi Kondosapata ini dibongkar hingga ke akar-akarnya! (ZUL)

Popular Articles