Redaksi.co MAMASA : Di tengah kondisi darurat yang menimpa seorang balita asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, respons cepat justru datang dari Lembaga Cinta Kasih Makassar (LCKM), bukan dari pemerintah daerah setempat. Hingga Senin, 4 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Mamasa dan Dinas Sosial belum menunjukkan langkah konkret terkait penanganan kasus ini.
Korban, Frelon Gevariel (1), saat ini menjalani perawatan intensif di RS Ciputra Hospital (CPI Makassar) dan dijadwalkan menjalani operasi penting pada pukul 15.00 WITA. Kondisinya kritis setelah terkena tembakan senapan angin yang mengenai dahi hingga menembus bagian otak.
Berdasarkan keterangan keluarga, insiden tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan. Senapan angin yang biasa digunakan untuk berburu dipegang oleh kakak korban yang mengira senjata tersebut tidak berisi. Namun, saat dicoba, peluru justru melesat dan mengenai korban.
Sejak dirujuk ke Makassar, seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh keluarga. Kasus ini disebut tidak dapat menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, sehingga beban finansial sepenuhnya berada di pundak keluarga korban.
Ketua LCKM, Silvia Feronica, menyampaikan bahwa pihaknya langsung turun tangan memberikan bantuan. “Kami berupaya meringankan beban keluarga, meskipun bantuan yang diberikan terbatas,” ujarnya.
Respons cepat dari lembaga sosial ini kontras dengan sikap pemerintah daerah yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi. Ketiadaan respons tersebut memicu sorotan publik terhadap lemahnya peran Pemkab Mamasa dalam menjamin perlindungan warganya, terutama dalam situasi darurat medis.
Kasus ini juga kembali membuka diskusi soal batasan dalam sistem jaminan kesehatan nasional, di mana tidak semua kondisi darurat dapat ditanggung. Namun, banyak pihak menilai bahwa dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah seharusnya hadir memastikan akses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya, terlebih bagi anak-anak.
Dengan operasi yang dijadwalkan berlangsung sore ini, nasib korban berada di titik krusial. Sementara itu, publik kini menanti: akankah Pemkab Mamasa mengambil tanggung jawab, atau membiarkan keluarga menghadapi krisis ini sendiri? (ZUL)

