Selasa, Maret 31, 2026
Beranda blog Halaman 98

Andreas Wabup Sukabumi, Diskusi Strategis Samakan Visi Wujudkan Sukabumi Mubarakah

0

Redaksi.Co || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri kegiatan Malam Keakraban Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Sukabumi yang digelar di Pondok Alief, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan agenda perdana SPPI Kabupaten Sukabumi sejak terbentuk. Dari total 221 anggota SPPI, sekitar 70 orang hadir dalam kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis terkait program prioritas nasional serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah).

Panitia penyelenggara, Hidayatullah, mengatakan Malam Keakraban digelar sebagai wadah konsolidasi para sarjana penggerak agar memiliki kesamaan visi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

“Saya yakin Kabupaten Sukabumi punya orang-orang hebat seperti kita yang mampu mendukung terwujudnya visi Sukabumi yang mubarakah,” kata Hidayatullah.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Abdul Aziz, menegaskan bahwa SPPI memikul tanggung jawab besar dalam mengawal program-program strategis pemerintah pusat, salah satunya Program Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Sandi, keterlibatan SPPI dalam Program BGN bukan hanya soal pelaksanaan teknis, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter bagi para relawan agar lebih matang dan siap menghadapi dinamika di lapangan.

“Program BGN ini harus dijadikan momentum pembentukan karakter. Jangan ragu dalam melangkah, karena yang dijalankan adalah perintah negara,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menilai Program BGN sebagai program yang sangat mulia karena menjadi bagian dari upaya besar menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak sekarang melalui pemenuhan gizi dan pendidikan yang berkualitas.

“Ini bukan soal anggaran atau bisnis, tetapi tentang bagaimana Presiden menyiapkan Indonesia Emas 2045. Pondasinya adalah gizi dan pendidikan yang baik,” ujar Wabup.

Wabup menambahkan, pencapaian Indonesia Emas tidak mudah dan membutuhkan kerja keras serta komitmen semua pihak. Ia menyebut para relawan SPPI telah menjadi bagian penting dari sejarah pembangunan bangsa.

“Bapak dan ibu semua sudah mencetak sejarah. Di tahun 2045 nanti, ada kerja keras Anda semua di dalamnya,” katanya..

Wabup berpesan agar para relawan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Sebab, sebaik apa pun sebuah program tidak akan berjalan optimal jika tidak diiringi dengan integritas para pelaksananya.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan Stunting Kabupaten Sukabumi, Wabup berharap Program BGN dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka stunting.

Kendati demikian, pentingnya menjaga kualitas layanan, termasuk pengelolaan dapur layanan gizi agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Program ini menjadi pemicu dengan dampak yang sangat besar. Ke depan, selain pemberian makanan bergizi, anak-anak juga perlu dibekali edukasi tentang cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan sehat,” bebernya. ***

Esitor : Asep Sugianto

Pengakuan Kios Buka Tabir, Pupuk Subsidi Rp130 Ribu per Sak Membebani Petani

0
0-4064x3074-0-0#

JEMBER, redaksi.co – Pengakuan seorang pemilik kios pupuk akhirnya membuka tabir praktik penebusan pupuk subsidi yang memberatkan petani. Seorang petani di Kabupaten Jember mengaku pernah menebus pupuk subsidi dengan harga Rp130 ribu per sak melalui kelompok tani (poktan).

Peristiwa tersebut terjadi sebelum pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi, namun baru mencuat ke publik setelah adanya pengakuan dari pihak kios.

Muhtar, pemilik kios pupuk, mengungkapkan bahwa seluruh proses penyaluran pupuk subsidi dilakukan melalui kelompok tani. Petani, kata dia, tidak berhubungan langsung dengan kios dan hanya berada di posisi penerima akhir.

“Saya hanya mendatangi petani untuk mengambil dokumentasi. Soal harga bukan dari saya. Sudirman selaku pengurus poktan yang menetapkan harga Rp130 ribu per sak. Saya hanya menerima Rp5.000 per sak, padahal harga pupuk subsidi saat itu masih di kisaran Rp112.500 sampai Rp115.000,” ungkap Muhtar.

Ia juga menambahkan bahwa dengan harga Rp130 ribu tersebut, pupuk sudah diantar hingga ke rumah petani. Pengakuan ini memperlihatkan adanya selisih harga sebelum pupuk subsidi sampai ke tangan petani.

Sementara itu, petani yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui harga resmi pupuk subsidi yang ditetapkan pemerintah. Ia hanya mengikuti ketentuan kelompok tani karena takut tidak kebagian pupuk.

“Kami tidak langsung ke kios. Semua lewat kelompok. Kami cuma diminta bayar, ya kami bayar. Kalau menolak, takut tidak kebagian pupuk,” ujarnya dengan nada pasrah.

Fakta ini baru terungkap setelah pemilik kios menyampaikan pengakuan terkait mekanisme penyaluran pupuk subsidi, yang kemudian memicu keberanian petani untuk bersuara. Pengakuan tersebut mengindikasikan bahwa harga pupuk di tingkat petani bukanlah persoalan tunggal, melainkan bagian dari rantai distribusi yang melibatkan lebih dari satu pihak.

Ketua LSM LPKNI, Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa dalam sistem distribusi pupuk subsidi, kios memiliki peran strategis sebagai penyalur resmi. Karena itu, munculnya harga tebus hingga Rp130 ribu per sak menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan.

“Kalau harga di petani bisa sampai segitu, pasti ada proses di atasnya. Tidak mungkin petani menentukan harga sendiri,” tegas Sugeng.

Meski peristiwa ini terjadi sebelum penurunan harga pupuk subsidi, Sugeng menilai praktik tersebut tetap patut dipersoalkan karena bertentangan dengan semangat subsidi pemerintah.

“Pelanggaran tetap pelanggaran. Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya tetap akan tercium,” tambahnya.

Kasus ini menegaskan bahwa persoalan pupuk subsidi tidak bisa hanya diarahkan pada kelompok tani semata. Peran kios sebagai mata rantai distribusi juga patut ditelusuri, terlebih setelah adanya pengakuan yang membuka dugaan bahwa mekanisme penyaluran tidak sepenuhnya berjalan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diturunkan, Dirman yang di sebut sebut oleh Muhtar belum memberikan klarifikasi terkait penetapan harga pupuk subsidi tersebut. Petani berharap, fakta yang kini mulai terungkap dapat mendorong aparat dan instansi terkait untuk mengurai peran masing-masing pihak secara adil dan transparan.

“Kami tidak ingin mencari kambing hitam. Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang salah, siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab,” pungkas petani.

Reporter: Sofyan.

Segudang Prestasi Dan Penghargaan SMPN 1 Wates Dalam Kegiatan Ekstrakulikuler

0

REDAKSI.CO, KEDIRI – SMPN 1 Wates patut diacungi jempol. Sebab menegaskan diri sebagai salah satu sekolah dengan segudang prestasi. Dalam berbagai ajang kejuaraan yang digelar sepanjang 2025, siswanya berhasil memborong piala dari beberapa cabang olahraga berbeda.

Terbaru, sekolah yang beralamatkan di Jalan Raya Wates – Kediri ini menjadi refleksi nyata komitmen sekolah dalam menumbuhkan potensi akademik dan non-akademik, sekaligus membangun karakter, semangat kompetitif, serta budaya belajar yang positif di kalangan peserta didik.

Kepala Sekolah SMPN 1 Wates, Mashuri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi tersebut.

“Ini adalah bukti dedikasi dan semangat juang siswa serta guru. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan berprestasi,” kata Mashuri ketika ditemui disela kesibukannya di lembaga.

Capaian membanggakan ini merupakan hasil kerja keras para siswa yang aktif berlatih melalui kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan penuh dari keluarga, pelatih serta guru pendamping.

Marhuri mengaku sangat bangga dengan para siswa dan siswi SMPN 1 Wates. Sebab, mampu meraih segudang prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Ini terbukti banyak penghargaan yang diterima sekolah di bulan April – Desember 2025 kemarin.

Disebutkan, kejuaraan yang berhasil membawa harum nama SMPN 1 Wates meliputi:

1. Juara 1, 2, dan 3 Renang Antar Pelajar – Student Print Competition 2025.
2. Juara 1 dan 2 Pencak Silat Tournament Jombang 2025
3. Juara 1, 2, dan 3 Kota Pendekar Championship
4. Juara 1 Freeidea Basketball League (FBL 2025)

Salah satu siswi peraih juara 1 Kota Pendekar Championship Indira Kharine Ifsandari juga mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraihnya.

“Latihannya memang keras, tapi semuanya terbayar saat nama sekolah kami diumumkan sebagai juara,” tuturnya bangga.

Mashuri juga menambahkan bahwa,
dengan bertambahnya koleksi piala di tahun ini, SMPN 1 Wates Kediri
berharap dapat terus mempertahankan tradisi prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten
Kediri di tingkat yang lebih tinggi.

0

Proyek Percetakan Sawah Konda Dipertanyakan, Pemuda LIRA Konawe Selatan Soroti Klaim Progres 90 Persen

0

 

Foto : Lokasi Percetakan Sawah

REDAKSI.COKONAWE SELATAN,Pelaksanaan proyek percetakan sawah di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, menuai sorotan. Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Konawe Selatan menilai terdapat sejumlah ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut, khususnya terkait klaim progres pekerjaan yang disebut telah mencapai 90 persen.

Ketua Pemuda LIRA Konawe Selatan, Ibrahim, menyampaikan bahwa klaim tersebut patut dipertanyakan karena tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan. Ia menegaskan pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan dokumentasi langsung di lokasi proyek.

“Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, masih terdapat bagian pekerjaan yang belum terselesaikan secara optimal. Oleh karena itu, klaim progres 90 persen menurut kami perlu diuji dan diklarifikasi secara terbuka,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan, proyek percetakan sawah yang pada prinsipnya bertujuan membuka lahan pertanian baru, diduga justru dilaksanakan pada area persawahan yang telah ada sebelumnya. Jika hal tersebut benar, menurutnya, kondisi tersebut berpotensi tidak sejalan dengan tujuan program sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan.

Selain itu, Pemuda LIRA juga menemukan indikasi bahwa di beberapa titik lokasi, lahan masih belum sepenuhnya siap tanam, baik dari sisi struktur tanah. Kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan pekerjaan yang mendekati tahap penyelesaian.

“Atas dasar itu, kami menilai perlu adanya penjelasan resmi dari pihak terkait agar tidak terjadi perbedaan antara laporan administrasi dan kondisi faktual di lapangan,” tambahnya.

Untuk memastikan kejelasan dan akuntabilitas pelaksanaan proyek, Pemuda LIRA Konawe Selatan mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) agar melakukan langkah klarifikasi dan pemeriksaan sesuai kewenangan terhadap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe Selatan serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

 

Foto : Percetakan Sawah Belum Siap Tanam

Di sisi lain, Pemuda LIRA juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan agar menjalankan fungsi pengawasan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Konawe Selatan. Langkah  tersebut dinilai penting untuk membuka ruang klarifikasi secara transparan dan mencegah berkembangnya asumsi di tengah masyarakat.

“Kami mendorong penyelesaian persoalan ini secara terbuka dan objektif. RDP menjadi forum yang tepat untuk menjelaskan kondisi sebenarnya kepada publik,” kata Ibrahim.

Pemuda LIRA Konawe Selatan menegaskan bahwa pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengawasan kebijakan publik, sekaligus dorongan agar pelaksanaan program pemerintah benar-benar berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.

Polisi Bantu Warga Seberangi Sungai Setelah Jembatan Bobisingo Ambruk Diterjang Banjir  

0

REDAKSI. CO – Hujan deras selama dua hari berturut-turut mengakibatkan putusnya akses jalan antara Kecamatan Galela Utara dan Loloda Utara di Kabupaten Halmahera Utara. Penyebabnya, Jembatan Ake Aru di Desa Bobisingo yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ambruk diterjang banjir pada Kamis (8/1) kemarin.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W. S.H., S.I.K., M.I.K. menyatakan menanggapi hal tersebut, personel Polri dan TNI turun langsung membantu warga menyeberangi Sungai Aru. Mereka tidak hanya membantu orang, tetapi juga memikul kendaraan roda dua milik warga untuk dibawa menyebrangi aliran sungai.

“Pihak kepolisian turun langsung untuk mengamankan lokasi dan membantu warga yang terisolasi. Fokus kami adalah memastikan keselamatan warga dan membantu mobilitas mereka sementara akses jembatan belum pulih,” jelas Kabid.

Kehadiran personel Polri dan TNI di lokasi menjadi penolong utama bagi warga yang terdesak kebutuhan mobilitas. Bantuan langsung ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sambil menunggu perbaikan infrastruktur darurat dari pemerintah.

Polisi Sigap Bersihkan Material Longsor Pasca Banjir di Halmahera Utara  

0

REDAKSI. CO. – Menanggapi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Halmahera Utara pada Kamis (8/1) kemarin, Polres Halmahera Utara mengerahkan ratusan personelnya untuk membantu warga yang terdampak di tiga kecamatan, yaitu Kao, Galela, dan Loloda Utara.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W. S.H., S.I.K., M.I.K. menyatakan bahwa pihak kepolisian sigap melakukan evakuasi warga, membersihkan material longsor dan reruntuhan dari jalan raya terhadap wilayah yang terdampak, serta memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

“Pihak kepolisian berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga terdampak banjir dan tanah longsor.” tegas Kabid.

Kabid menambahkan, di lapangan personel Polres Halut membersihkan ruas jalan di Gunung Wonge, Desa Limau, yang menuju Loloda Utara. Mereka juga membantu memindahkan rumah warga yang terancam banjir ke lokasi yang lebih aman.

“Polri hadir untuk membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” tambah Kabid.

Kabid juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan ke petugas jika terjadi keadaan darurat di wilayah masing-masing.

Polres Langkat Awali 2026 dengan Program “1 Hari 1 Kebaikan”, Kebaikan Hadir dalam Setiap Tugas Kepolisian

0

Polres Langkat Awali 2026 dengan Program “1 Hari 1 Kebaikan”, Kebaikan Hadir dalam Setiap Tugas Kepolisian

 

Langkat | redaksi.co

Mengawali tahun 2026, Polres Langkat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis melalui implementasi Program 1 Hari 1 Kebaikan. Program ini menjadi pengingat bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga tentang kehadiran, kepedulian, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan rutin dijalankan setiap hari Jumat, seperti Jumat Curhat atau Safari Jumat, yang menjadi ruang dialog antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, personel mendengarkan secara langsung aspirasi, keluhan, serta masukan warga, guna menciptakan solusi bersama demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Selain itu, nilai kepedulian juga diwujudkan melalui Sedekah Jumat dan Jumat Berkah, di mana personel Polres Langkat dan jajaran Polsek secara sukarela berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan serentak oleh seluruh jajaran, sebagai bentuk empati dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa Program 1 Hari 1 Kebaikan tidak dimaknai semata-mata sebagai kegiatan berbagi secara materi, melainkan mencakup seluruh bentuk pengabdian Polri dalam tugas sehari-hari.

“Satu kebaikan itu tidak selalu berbentuk sedekah. Hadir di jalan untuk mengatur lalu lintas agar masyarakat selamat beraktivitas, memberikan pelayanan yang ramah dan humanis di kantor polisi, merespons cepat laporan warga, hingga menjaga keamanan saat ibadah, semuanya adalah bagian dari 1 Hari 1 Kebaikan,” ujar Kapolres. Jumat (09/01/2026)

Menurut Kapolres, setiap personel Polri ditanamkan kesadaran bahwa sikap profesional, tanggung jawab, dan empati dalam menjalankan tugas merupakan kebaikan nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, Polri tidak hanya hadir saat terjadi permasalahan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dan ketenangan di tengah kehidupan warga.

Tak hanya itu, Polres Langkat juga melaksanakan Minggu Kasih, yakni pengamanan ibadah di gereja-gereja di wilayah hukum Polres Langkat. Dalam kegiatan ini, personel dari berbagai satuan, termasuk Sat Samapta, tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga berinteraksi dan menyerap aspirasi jemaat, sebagai wujud pelayanan yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

Melalui Program 1 Hari 1 Kebaikan, Polres Langkat berharap kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui tindakan kecil maupun pelayanan besar. Program ini menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi, Polri Untuk Masyarakat, yang menempatkan kepercayaan publik dan pelayanan humanis sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Dengan semangat kebaikan yang konsisten, Polres Langkat optimistis sinergi antara Polri dan masyarakat akan semakin kuat, sehingga Kabupaten Langkat tetap aman, damai, dan harmonis sepanjang tahun 2026.

M.ilyas

APBD Kota Sukabumi Dievaluasi Gubernur, Wali Kota Tegaskan Komitmen Disiplin Fiskal dan Infrastruktur

0

Redaksi.Co || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjalankan pengelolaan keuangan daerah yang disiplin, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur dasar.

Penegasan tersebut disampaikan Ayep Zaki usai mengikuti Rapat Evaluasi APBD bersama Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (9/1/2026).

“Baru saja selesai rapat bersama Pak Gubernur, seluruh kepala daerah hadir, 27 bupati dan wali kota di Jawa Barat. Semuanya dievaluasi APBD masing-masing, termasuk Kota Sukabumi. APBD kita tahun 2025 sebesar Rp1,32 triliun, dengan SiLPA sekitar Rp26 miliar, dan itu akan kita gunakan untuk pembangunan infrastruktur sesuai arahan Gubernur,” ujar Ayep Zaki.

Rapat tersebut diikuti seluruh kepala daerah dan sekretaris daerah se-Jawa Barat, termasuk Sekda Kota Sukabumi H. Andang Tjahjandi. Forum ini menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fiskal daerah sekaligus langkah antisipasi menghadapi tekanan anggaran ke depan.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menekankan pentingnya penajaman belanja daerah agar lebih fokus pada infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti perbaikan jalan, drainase, trotoar, irigasi, serta sarana pendukung ekonomi warga.

Menanggapi arahan tersebut, Ayep Zaki menyatakan Kota Sukabumi siap menyesuaikan kebijakan anggaran dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur perkotaan, khususnya drainase dan trotoar, akan menjadi perhatian utama dalam pemanfaatan anggaran daerah.

“Yang didahulukan adalah pembangunan infrastruktur. Alhamdulillah, Kota Sukabumi tidak mengalami gagal bayar, meskipun ada SiLPA, dan itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan,” tambahnya.

Selain fokus pembangunan, rapat evaluasi juga menyoroti pentingnya efisiensi belanja daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong seluruh daerah melakukan penghematan anggaran, termasuk pembatasan perjalanan dinas dan penguatan belanja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Aspek transparansi turut menjadi perhatian utama. Gubernur Jawa Barat mewajibkan seluruh kepala daerah membuka pengelolaan APBD secara digital dan informatif, termasuk melalui media sosial, sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas publik.

Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi pajak dan retribusi yang lebih efektif.

Dengan evaluasi dan sinkronisasi kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pengelolaan APBD 2026 berjalan lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan provinsi, guna memastikan pembangunan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (RAF)***

Editor : Ujang S

Pencurian Dengan Pemberatan, Dua Remaja Digulung Unit Reskrim Polsek Duren Sawit

0
Jakarta Timur,Redaksi.co- Pencurian dengan pemberatan terjadi Kamis 8 Januari 2026 pukul 08.30 di Jalan Robusta Pondok Kopi, Duren Sawit, dua pelaku yang masih remaja dibekuk unit Reskrim Polsek Duren Sawit.

Dalam jumpa Pers, Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno SH M.Si didampingi Kasie Humas Polres Jaktim, AKP Teta menegaskan, kronologis dan modus pencurian dengan pemberatan, dimana peristiwa tersebut terjadi di jalan robusta RT 05 RW 11 Kelurahan Pondok Kopi Duren Sawit Jakarta Timur, pencurian sepeda motor dilakukan oleh dua orang pelaku, berinisial MN (27 tahun) dan inisial M (23 tahun) kedua pelaku beraksi pada saat mereka berjalan di jalan Robusta, melihat satu buah kendaraan Yamaha Nmax yang terparkir di mini market dalam kondisi kuncinya tergantung, pada saat itulah timbul niat pelaku untuk mengambil sepeda motor tersebut.

Setelah merusak kunci sepeda motor, dan akan di starter, ternyata ada warga juga korban sendiri yang melihat upaya pencurian tersebut, sehingga mereka menghubungi Polsek Duren Sawit melaporkan peristiwa tersebut, dan tim Reskrim bergerak cepat ke TKP, dan benar ada pelaku yang dicurigai sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan, sehingga pada saat itu petugas segera mengamankan dibantu oleh warga setempat maupun korban. sehingga pelaku Ranmor berhasil kita amankan ke Polsek Duren Sawit.

Dan sampai saat ini yang bersangkutan terus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pengembangannya.

Kedua pelaku yang masih pengangguran tersebut dikenakan KUHP yang baru yaitu pasal 476 KUHP yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara. pada saat ini setelah selesai pemeriksaan nanti akan dilakukan pengembangan oleh tim penyidik lebih lanjut, tegas Kompol Sutikno.(Red)