Senin, Maret 30, 2026
Beranda blog Halaman 91

Kepala SDN 02 Wringinagung Dengan Sabar Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus

0

JEMBER, redaksi.co – Tak ada kata menyerah bagi Eni Khusniyah, Kepala Sekolah SDN 02 Wringinagung, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. Di tengah padatnya tugas sebagai pimpinan sekolah, ia tetap sabar dan konsisten mengabdikan diri demi memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara.

Selain menjalankan peran sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator, dan motivator, Eni Khusniyah juga turun langsung mengajar dua siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, sejalan dengan visi dan misi sekolah.

SDN 02 Wringinagung sendiri merupakan sekolah inklusi, yang membuka ruang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk belajar bersama siswa lainnya. Saat ini terdapat empat siswa ABK dengan kondisi yang beragam. Sebagian sudah dapat mengikuti pembelajaran di kelas reguler, sementara yang lain masih memerlukan bimbingan khusus di luar kelas.

“Kalau anak belum bisa dilepas di kelas, maka kami lakukan pendampingan khusus. Kami menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing anak,” ujar Eni Khusniyah saat ditemui diruangannya pada hari kamis 15 Januari 2026

Dari keterangan Eni Jenis kebutuhan khusus yang ditangani meliputi ADHD, disabilitas intelektual, tuna rungu, dan tuna wicara. Salah satu siswa dengan disabilitas intelektual secara usia seharusnya duduk di kelas tiga, namun usia mentalnya masih setara anak TK, bahkan di bawahnya. Kondisi tersebut menuntut pendampingan ekstra dan pendekatan pembelajaran yang sangat personal.

Menurut Eni, dalam membimbing anak-anak berkebutuhan khusus, guru tidak bisa memaksakan standar kemampuan seperti pada siswa reguler. “Kami harus menurunkan ego dan cara pandang kami. Tidak bisa menuntut anak harus cepat pintar, cepat membaca, atau cepat memahami. Yang terpenting adalah mengikuti ritme perkembangan anak,” jelasnya.

Pendekatan tersebut telah dijalankan selama dua tahun terakhir dan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satu siswa ABK bernama Finaldo, kini sudah mampu menulis dengan lebih rapi, menceritakan gambar, menghafal hitungan, serta mengikuti gerakan dalam kegiatan olahraga dan senam. Aktivitas tersebut dinilai sangat membantu dalam merangsang kecepatan berpikir dan perkembangan motorik anak.

Selain Finaldo, terdapat pula seorang siswa perempuan yang mengalami trauma, yang juga mendapatkan perhatian dan pendampingan khusus dari pihak sekolah.

Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang membutuhkan kesabaran, empati, dan dedikasi tinggi. Bagi Eni Khusniyah, keberhasilan sekecil apa pun dari anak-anak tersebut adalah pencapaian besar yang patut diperjuangkan.

Reporter: Sofyan.

Eksekusi PN Fakfak Diprotes Kuasa Hukum, Dinilai Langgar Prosedur dan Kawasan Cagar Alam

0

FAKFAK, Redaksi.co — Kuasa hukum pihak tereksekusi, Carles Darwin Rahangmetan, melayangkan protes keras terhadap pelaksanaan eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Fakfak, Kamis, 15/01/2026. Ia menilai proses eksekusi tersebut mengandung cacat hukum dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Carles Darwin Rahangmetan, terdapat sejumlah pelanggaran mendasar dalam pelaksanaan eksekusi yang seharusnya tidak dapat dibenarkan dalam penegakan hukum.

“Pelaksanaan eksekusi ini kami nilai cacat secara hukum,” tegas Carles dalam keterangannya kepada media.

Ia menjelaskan, cacat pertama terletak pada tidak sampainya surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi kepada pihak tereksekusi. Menurutnya, hal tersebut merupakan pelanggaran prosedur dan bertentangan dengan asas due process of law yang menjamin hak para pihak dalam proses peradilan.

“Surat pemberitahuan eksekusi tidak pernah diterima oleh pihak tereksekusi dalam hal ini Donatus Nimbitkendik sebagai person bukan sebagai pejabat negara. Ini jelas pelanggaran prosedur,” ujarnya.

Cacat kedua, lanjut Carles, adalah tindakan Pengadilan Negeri Fakfak yang memanggil pihak KonserfasSDA untuk dimintai kesediaan menutup papan nama yang berada di lokasi sengketa. Padahal, KSDA bukan merupakan pihak yang berperkara dalam perkara tersebut.

“Putusan pengadilan hanya mengikat para pihak yang berperkara. KSDA bukan pihak dalam perkara ini, sehingga pemanggilan dan permintaan tersebut tidak memiliki dasar hukum,” tegasnya.

Sementara itu, cacat ketiga yang disoroti adalah status objek sengketa yang berada di dalam kawasan cagar alam dan perlindungan satwa. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah yang dilindungi oleh hukum dan memiliki fungsi ekologis penting bagi masyarakat Fakfak.

“Objek sengketa berada di kawasan cagar alam dan perlindungan satwa. Ini bukan hanya soal tanah, tetapi juga soal perlindungan lingkungan, sumber mata air, dan habitat satwa yang dilindungi,” jelas Carles.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menghalangi pelaksanaan eksekusi, namun menolak eksekusi yang dilakukan dengan cara melanggar hukum dan mengabaikan status kawasan konservasi.

“Penegakan hukum tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum. Kami hormat pada putusan pengadilan, tetapi pelaksanaannya harus sesuai hukum,” pungkasnya.

Biaya Kegiatan Kelas VI Capai Ratusan Ribu, Wali Murid Merasa Terbebani

0

JEMBER, redaksi.co – Rincian anggaran pelaksanaan kegiatan Kelas VI Tahun Pelajaran 2025–2026 yang beredar di kalangan wali murid di Kencong menuai pertanyaan. Dokumen tersebut memuat sejumlah komponen biaya yang disebut sebagai “yang harus dibayar siswa”, dengan nominal mencapai ratusan ribu rupiah per peserta didik.

Dalam dokumen bertajuk Rincian Anggaran Pelaksanaan Kegiatan Kelas 6 (AM, Semester, Try Out, Praktik, Akhirussanah) itu, tercantum berbagai pos pembiayaan, mulai dari bimbingan belajar, biaya ujian semester dan asesmen, buku LKS, penulisan dan foto ijazah, hingga kegiatan wisata rohani dan akhirussanah.

Total anggaran keseluruhan tercatat mencapai Rp49 juta untuk 49 siswa. Sementara itu, pada bagian akhir dokumen

disebutkan bahwa setiap siswa dibebankan biaya sebesar Rp1.000.000, dikurangi subsidi BOS Rp50.000, sehingga “yang harus dibayar siswa” menjadi Rp950.000. Dalam catatan tulisan tangan pada dokumen tersebut, nominal itu kembali dikoreksi menjadi Rp750.000 dengan alasan pengurangan biaya tertentu.

Sejumlah wali murid menilai rincian anggaran tersebut kurang transparan dan berpotensi menimbulkan beban tambahan bagi orang tua. Mereka mempertanyakan dasar penetapan pungutan, terutama pada item yang selama ini dipahami sebagai bagian dari pembiayaan operasional sekolah.

“Beberapa item seperti ujian, administrasi kelulusan, hingga buku pembelajaran seharusnya sudah dibiayai melalui dana BOS. Kami hanya ingin ada kejelasan dan keterbukaan,” ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pengamat kebijakan pendidikan menjelaskan bahwa Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada prinsipnya digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional pendidikan, termasuk kegiatan pembelajaran, pelaksanaan ujian, pengadaan bahan ajar, serta administrasi kelulusan peserta didik. Oleh karena itu, pembebanan biaya kepada wali murid untuk komponen-komponen tersebut dinilai perlu dikaji secara cermat agar tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

“Dalam aturan BOS ditegaskan bahwa sekolah tidak dibenarkan melakukan pungutan wajib kepada peserta didik atau wali murid untuk membiayai kegiatan yang seharusnya ditanggung dana BOS. Jika pun ada kontribusi dari wali murid, sifatnya harus sukarela, tidak ditentukan nominalnya, dan tidak bersifat mengikat,” ujar seorang pemerhati pendidikan.

Sementara itu, awak media redaksi.co telah berupaya menemui Kepala Sekolah MI yang bersangkutan, Saifudin, guna meminta klarifikasi terkait rincian anggaran tersebut. Namun saat didatangi, yang bersangkutan tidak berada di sekolah. Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan respons.

Wali murid berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan, sekaligus meluruskan informasi yang beredar, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serta keresahan di tengah masyarakat.

Reporter: Sofyan

KPA: Reforma Agraria Prabowo-Gibran 2025 “Tancap Gas di Jalur yang Salah”

0

Redaksi.co, Jakarta | Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menilai kebijakan reforma agraria pemerintahan Prabowo-Gibran sepanjang 2025 masih berjalan di jalur yang keliru. Hal itu disampaikan Dewi dalam diskusi publik peluncuran Catatan Akhir Tahun 2025 KPA bertajuk “Tancap Gas di Jalur yang Salah: Paradoks Kebijakan Agraria Prabowo-Gibran 2025” di Restoran Tjikini Lima, Jakarta, Kamis (15/1).

Menurut Dewi, capaian reforma agraria masih didominasi pendekatan sertifikasi tanah tanpa menyentuh akar persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan konflik agraria.

“Reforma agraria direduksi menjadi bagi-bagi sertifikat, padahal ketimpangan dan konflik agraria terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan agraria juga kalah cepat dibanding pemberian konsesi skala besar kepada korporasi. “Alih-alih menyelesaikan konflik dan memulihkan hak rakyat, negara justru lebih agresif memperluas konsesi tanah,” kata Dewi Kartika.

KPA mendesak pemerintah melakukan koreksi menyeluruh dengan memprioritaskan redistribusi tanah, penyelesaian konflik agraria, serta membentuk lembaga khusus reforma agraria yang dipimpin langsung oleh Presiden agar agenda pembaruan agraria benar-benar berpihak pada petani dan masyarakat adat.

Heboh! Babi Hutan Nyasar Masuk Kota, Tewas Tertabrak Mobil di Jalan Sudirman

0

PADANGSIDIMPUAN – Warga Kota Padangsidimpuan dibuat heboh oleh kemunculan seekor babi hutan yang tiba-tiba masuk ke pusat kota, Kamis pagi (15/1/2026). Hewan liar tersebut terlihat berlari kencang menyusuri Jalan Sudirman, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, hingga menarik perhatian para pengguna jalan.


Peristiwa tak biasa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, bertepatan dengan jam sibuk masyarakat berangkat kerja dan sekolah. Kehadiran babi hutan di ruas jalan protokol sontak menimbulkan rasa kaget, penasaran, sekaligus kepanikan ringan di kalangan warga.


Namun, pelarian hewan berukuran sekitar satu meter itu harus berakhir tragis. Babi hutan tersebut tewas setelah tertabrak sebuah mobil jenis Toyota Avanza yang melintas di lokasi kejadian.


Kejadian langka ini pun berubah menjadi tontonan dadakan. Sejumlah warga tampak menghentikan kendaraan mereka untuk menyaksikan langsung peristiwa tersebut, bahkan tak sedikit yang mengabadikannya menggunakan ponsel.


Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Sudirman sempat mengalami perlambatan dan menimbulkan kemacetan. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Padangsidimpuan segera turun tangan mengatur arus kendaraan serta mengimbau warga agar tidak berkerumun demi menjaga kelancaran lalu lintas.


Berdasarkan amatan wartawan di lokasi, meski berlangsung singkat, insiden “babi hutan masuk kota” ini sukses menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kejadian tersebut menjadi pemandangan unik sekaligus tak biasa di salah satu jalan utama Kota Padangsidimpuan.

DPUPR SDA Bersinergi dengan Pemdes Keting, Tangani Darurat Tangkis Bocor

0

JEMBER, redaksi.co – Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dan Sumber Daya Air (DPUPR SDA) bersama Pemerintah Desa Keting melakukan penanganan darurat terhadap tangkis saluran air yang mengalami kebocoran, Kamis (15/01/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah potensi kerusakan yang lebih luas.

Penanganan darurat tersebut melibatkan unsur Tiga Pilar, perangkat desa, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sido Mulyo, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Langkah cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebocoran yang berpotensi mengganggu kelancaran aliran air, merusak infrastruktur sekitar, serta memicu genangan hingga banjir, terutama di tengah meningkatnya intensitas curah hujan.

Dari pantauan awak media di lapangan menunjukkan, penanganan difokuskan pada penguatan struktur tangkis yang bocor agar fungsi saluran air tetap berjalan optimal. Kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk kerja bakti sebagai wujud semangat gotong royong antara masyarakat dan HIPPA Sido Mulyo yang diketuai oleh Ngateri, dalam menjaga aset sumber daya air.

Pengamat Sumber Daya Air (SDA) wilayah Kencong, Umar Basar, menilai langkah cepat tersebut sebagai tindakan tepat dan strategis. Menurutnya, respons dini sangat menentukan dalam menekan risiko kerusakan yang lebih besar.

“Penanganan darurat seperti ini sangat penting agar kebocoran tidak berkembang menjadi kerusakan serius. Namun ke depan tetap dibutuhkan penanganan lanjutan yang bersifat permanen agar fungsi tangkis terjaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara DPUPR SDA, pemerintah desa, serta keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Edukasi kepada masyarakat untuk turut merawat saluran dan tangkis air sebagai aset bersama juga perlu terus ditingkatkan.

Sementara itu, Babinsa Desa Keting, Serda Kasiono, yang turut hadir dan mengapresiasi kekompakan antara DPUPR SDA dan HIPPA, menegaskan bahwa keterlibatan TNI melalui Babinsa merupakan bagian dari tugas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Babinsa selalu siap mendampingi dan membantu setiap kegiatan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Penanganan tangkis bocor ini merupakan langkah preventif untuk menjaga lingkungan serta mencegah potensi bencana sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara DPUPR SDA, pemerintah desa, Tiga Pilar, HIPPA, dan masyarakat harus terus dijaga. Dengan kebersamaan dan kepedulian bersama, berbagai persoalan kewilayahan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dan lingkungan, dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Reporter: Sofyan

Acara Natal Di Polda Metro Jaya (PMJ)Pada Tanggal 14 Januari 2026 Di Ruang Aula Serbaguna Polda Metro Jaya.

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Acara Natal di polda metro jaya (PMJ) yang dilaksanakan pada kamis tanggal 14 Januari 2026 di ruang aula Serbaguna Polda Metro Jaya yang di hadiri oleh Keluarga Besar Anggota Polri dan Para Tamu Undangan

Acara Natal tersebut juga di hadiri juga oleh Kapolda irjen pol Asep edi suheri S. I. k, M. S. I dan ketua panitia Natal Kombes Pol Fian Yunus, S. I. K, M. T

Natal tersebut sungguh meriah dan semangat. Ada pesan dan Kesan Natal dari ketua panitia Natal Polda Metro Jaya (PMJ) dengan Natal ini kita harus merajut atau membina keluarga yang baik dan harmonis

Aida Saskia Buka Suara soal Perjuangan Kanker dan Terapi Pendamping yang Dijalani

0

Redaksi.co, Jakarta | Artis Aida Saskia membagikan kondisi terkininya setelah menjalani perjalanan panjang melawan kanker payudara yang telah dideritanya selama kurang lebih lima tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, Aida mengaku sempat mengalami penurunan kesehatan signifikan hingga harus beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

Aida mengatakan bahwa pemeriksaan medis, termasuk CT scan dengan kontras, menunjukkan adanya peradangan di otak serta metastasis kanker. Kondisi tersebut berdampak pada gangguan saraf, seperti kesulitan berbicara, mudah lupa, kebingungan, hingga kondisi seperti linglung yang menghambat aktivitas sehari-hari.

“Sampai bicara pun sulit dan sering lupa apa yang mau disampaikan,” ujar Aida.

Dalam perjalanan pengobatannya, Aida menyampaikan bahwa ia tetap menjalani protokol medis, termasuk kemoterapi. Selain itu, ia juga menggunakan terapi peptide sebagai pengobatan pendamping. Menurut pengakuannya, saat terapi pendamping tersebut sempat dihentikan, kondisi kesehatannya kembali menurun dan perkembangan penyakit menjadi lebih berat.

Setelah kembali menjalani pengobatan medis dan menggunakan lagi terapi peptide sebagai pendamping, Aida mengaku kondisi klinisnya berangsur membaik. Saat ini ia sudah dapat berbicara dengan lebih lancar, beraktivitas, beribadah, serta kembali tampil di hadapan publik dan mengikuti sejumlah kegiatan.

Meski demikian, Aida menyampaikan bahwa hingga saat ini ia belum menjalani pemeriksaan radiologis lanjutan untuk membandingkan kondisi terkini dengan hasil CT scan sebelumnya. Ia menekankan bahwa terapi peptide yang dijalaninya bukan pengganti pengobatan medis, melainkan terapi pendukung.

“Saya tetap jalani pengobatan medis. Terapi ini saya jalani sebagai pendamping,” ujarnya.

Sementara itu, Ratu Givana, yang mendampingi Aida dalam terapi pendamping, menjelaskan bahwa pendekatan yang diberikan bersifat suportif dan komplementer. Menurutnya, terapi peptide diarahkan untuk membantu proses regenerasi sel serta mendukung daya tahan tubuh pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker.

“Yang dijalani Kak Aida adalah pengobatan pendamping. Ini bukan untuk menggantikan kemoterapi, operasi, atau radioterapi, melainkan membantu tubuh lebih kuat menjalani pengobatan medis,” kata Ratu Givana.

Dari sisi medis, Dokter Indra Wijaya Spb yang terlibat dalam penanganan Aida menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit yang bersifat progresif dan infiltratif, sehingga tanpa pengobatan yang optimal kondisi pasien dapat memburuk. Ia menekankan bahwa pengobatan kanker pada umumnya dilakukan dengan pendekatan multimodal, yaitu kombinasi beberapa metode seperti kemoterapi, operasi, dan radioterapi.

Dr Indra Wijaya juga menyampaikan bahwa terapi pendamping, termasuk peptide, tidak menggantikan terapi utama, namun dapat berperan sebagai terapi suportif untuk membantu daya tahan tubuh dan kualitas hidup pasien.

“Pengobatan kanker tidak bisa hanya satu metode. Terapi pendamping dapat membantu mendukung kondisi tubuh pasien, selama tetap berada dalam pengawasan medis dan tidak meninggalkan protokol utama,” jelasnya.

Aida Saskia berharap kondisinya terus membaik dan mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran tenaga medis dalam penanganan kanker, serta menjaga semangat dan kesehatan mental selama menjalani proses pengobatan.

CDCC Ingatkan Ancaman Retaknya Kerukunan Bangsa di Awal 2026

0

Redaksi.co, Jakarta | Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya gejala keretakan sosial di Indonesia pada awal 2026. CDCC menilai ketidakadilan ekonomi, politik identitas, serta ketegangan sosial berpotensi mengancam kerukunan dan persatuan nasional.

Ketua CDCC Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menyebut kemajemukan bangsa Indonesia sebagai ketetapan dan karunia Ilahi yang harus dirawat secara sadar.

“Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa,” ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (13/1).

CDCC menyoroti meningkatnya ketidakpuasan publik yang tercermin dari gelombang demonstrasi pada Agustus hingga September 2025, yang dipicu persoalan ekonomi, ketimpangan sosial, dan kebijakan publik. Sentimen SARA dinilai mudah dimanfaatkan apabila ketegangan horizontal di masyarakat bertemu dengan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Meski pertumbuhan ekonomi nasional relatif stabil, CDCC menilai kualitas pertumbuhan masih rendah dan belum sepenuhnya menjawab persoalan pengangguran serta kesenjangan.

“Pertumbuhan ekonomi harus berkeadilan. Jika ketimpangan dibiarkan, ketegangan sosial akan meningkat dan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kekacauan politik,” tegas Din.

CDCC juga menyampaikan pentingnya dialog, kolaborasi global yang berkeadilan, serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain peringatan World Interfaith Harmony Week, International Day of Human Fraternity, Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN, dan Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia.

Menutup pernyataannya, CDCC berharap bangsa Indonesia mampu merajut kemajemukan untuk menjaga kerukunan dan mendorong kemajuan nasional.

Perkuat Kinerja Organisasi, Polres Jember Gelar Sertijab Kapolsek

0

JEMBER, redaksi.co – Guna memperkuat kinerja organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Jember menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) delapan Kapolsek dan Kasiwas Polres Jember. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, dan berlangsung di halaman Mapolres Jember, Rabu (14/1/2026).

Dalam amanatnya, Kapolres Jember menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian penting dari dinamika organisasi Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran, pergantian jabatan juga menjadi strategi pembinaan karier guna meningkatkan kinerja personel serta profesionalisme pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Pergantian jabatan ini diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, melahirkan inovasi, serta mendorong peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas AKBP Bobby.

Salah satu pejabat yang mendapatkan amanah baru adalah Kompol Suhartanto. Setelah menjalankan tugas sebagai Kapolsek Sumbersari, ia kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Kasat Samapta Polresta Banyuwangi. Dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di wilayah Sumbersari dinilai menjadi bekal berharga di tempat tugas yang baru.

Tongkat estafet kepemimpinan Polsek Sumbersari selanjutnya diemban oleh AKP Heri Supadmo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tempurejo. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia diharapkan mampu melanjutkan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah Sumbersari.

Pergantian jabatan juga terjadi di wilayah Tanggul. AKP Adam yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tanggul kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolsek Besuki Polres Situbondo. Sementara itu, jabatan Kapolsek Tanggul diisi oleh AKP Fathurahman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mumbulsari.

Di wilayah Sumberbaru, AKP Agus Senja yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Sumberbaru kini mendapat amanah sebagai Kapolsek Mumbulsari. Jabatan Kapolsek Sumberbaru selanjutnya diemban oleh AKP Joko Sumargo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Bangsalsari. Adapun posisi Kapolsek Bangsalsari kini dipercayakan kepada AKP Sugiyono.

Dalam rangka penguatan fungsi pengawasan internal, AKP Danu Prastyo dipercaya menjabat sebagai Kasiwas Polres Jember, menggantikan AKP Sugiyono yang mendapat penugasan baru.

Sementara itu, AKP Sugeng Romdoni yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mayang kini mengemban tugas sebagai Wakapolsek Sumbersari. Jabatan Kapolsek Mayang selanjutnya diemban oleh AKP Dian Eko, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Umbulsari. Posisi Kapolsek Umbulsari kini dipercayakan kepada AKP Setyo Budi.

Selain itu, IPTU Cristian Permana dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Tempurejo, IPTU Kukun Walubi mengemban amanah sebagai Pelaksana Sementara (Ps.) Kasubagdalops, serta IPDA Robet Ivan dipercaya menjabat sebagai KRI Polres Lumajang sebagai bagian dari pengembangan karier dan kebutuhan organisasi.

Melalui rotasi jabatan ini, Polres Jember berharap dapat memperkuat soliditas internal, meningkatkan kinerja organisasi, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Reporter: Sofyan