Jumat, Maret 27, 2026
Beranda blog Halaman 88

Atas Arahan Bupati Jember, Dinsos Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Bangsalsari

0

JEMBER, redaksi.co – suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Dusun Magersari, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Dari balik pintu rumah yang bersahaja ibarat “istana kecil” bagi penghuninya, muncul seorang perempuan lanjut usia berkerudung, wajahnya tampak lesu. Namun raut itu seketika berubah menjadi senyum penuh harap saat rombongan Dinas Sosial Kabupaten Jember bersama Camat Bangsalsari tiba di kediamannya.

Kehadiran mereka bukan tanpa maksud. Dinas Sosial Kabupaten Jember, Rabu (14/01/2026), menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Desa Badean sebagai bagian dari program layanan cepat tanggap kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tersebut diberikan kepada tiga penerima manfaat yang berdomisili di Dusun Magersari.

Proses penyaluran bantuan berlangsung dengan pendampingan pemerintah desa serta tim dari Kecamatan Bangsalsari, guna memastikan bantuan diterima secara langsung dan tepat sasaran oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

“Bantuan ini merupakan amanat dari Bupati Jember, Gus Fawaid, yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Jember. Bantuan berupa sembako ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya bagi tiga penerima manfaat di Desa Badean,” ungkap Irfan, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Irfan juga menjelaskan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam melakukan pendataan calon penerima bantuan. Pendataan tersebut dilakukan secara cermat agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Ibu Juma, salah satu penerima bantuan, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan sembako yang diberikan sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

“Kami sangat terbantu. Sembako ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai keluarga tidak mampu,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Hal senada disampaikan Mistari, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Ranting Partai Gerindra Desa Badean. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Jember atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat kecil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jember, Gus Fawaid, karena melalui Dinas Sosial Jember telah mengupayakan dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Mistari di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan.

Di lokasi yang sama, Camat Bangsalsari, Bambang Erwin Setyono, yang turut hadir secara langsung, berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Kami dari pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa akan terus mendukung program-program Bupati Jember, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Harapannya, ke depan bantuan sosial di Kecamatan Bangsalsari semakin tepat sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Reporter: Sofyan.

Demi Kepastian Tanah Warga, Kepala Kampung Otoweri Dukung PTSL

0

FAKFAK, Redaksi.co – Kepala Kampung Otoweri, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Daing Kutanggas, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di bidang pertanahan yang dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Fakfak pada tahun 2026. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah kampung dalam mendukung upaya pemerintah pusat dan daerah memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.

Program Strategis Nasional yang dimaksud meliputi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta Redistribusi Tanah yang dibiayai melalui alokasi anggaran pemerintah pusat dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2026.

Menurut Daing Kutanggas, kedua program tersebut sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat kampung, khususnya bagi warga yang selama ini belum memiliki sertifikat hak atas tanah.

Ia menilai, PTSL menjadi salah satu solusi efektif dalam menjawab persoalan administrasi pertanahan yang kerap dihadapi masyarakat, terutama terkait kepemilikan tanah yang belum terdata secara resmi. Dengan adanya program ini, tanah-tanah milik warga dapat tercatat secara sah, sehingga memberikan rasa aman dan kepastian hukum.

“Kami sebagai pemerintah kampung sangat mendukung pelaksanaan PTSL, karena program ini memberikan kepastian hukum bagi masyarakat atas tanah yang mereka miliki. Selama ini masih banyak warga yang memiliki tanah tetapi belum memiliki sertifikat resmi,” ujar Daing Kutanggas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kepastian hukum atas tanah sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik atau sengketa di kemudian hari, baik antarwarga maupun dengan pihak lain. Menurutnya, program PTSL dan Redistribusi Tanah juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi pertanahan.

Daing Kutanggas berharap agar pelaksanaan PTSL dan Redistribusi Tanah di Distrik Tomage dapat berjalan dengan lancar, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga mendorong agar program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh kampung di wilayah Distrik Tomage serta daerah lain di Kabupaten Fakfak.

“Harapan kami, program ini tidak hanya berhenti di satu atau dua kampung saja, tetapi bisa menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu, persoalan pertanahan di Kabupaten Fakfak dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kampung Otoweri untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program PTSL dengan melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan serta mengikuti proses yang telah ditetapkan oleh Kantor Pertanahan.
“Jika masyarakat sadar akan pentingnya administrasi pertanahan, maka ke depan kita bisa hidup lebih tertib dan terhindar dari persoalan sengketa tanah,” pungkas Daing Kutanggas.

Perjuangan Bupati Jember Berbuah Hasil, Revitalisasi SMPN 1 Puger Resmi Rampung

0

JEMBER, redaksi.co – Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 1 Puger resmi rampung. Realisasi program ini disebut tidak lepas dari peran dan perjuangan Bupati Jember, Gus Fawait Dalam mendorong peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di wilayahnya (14/01/2026).

Revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, toilet, ruang laboratorium, serta pembangunan satu Ruang Kelas Baru (RKB). Fasilitas yang telah diperbarui kini dimanfaatkan langsung oleh siswa dan guru dalam kegiatan belajar-mengajar.

Sejumlah siswa SMPN 1 Puger mengaku merasakan perubahan signifikan pasca-revitalisasi. Kondisi ruang kelas yang lebih layak dinilai membuat proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan kondusif.

“Kelas sekarang lebih bersih, adem, dan nyaman. Belajar jadi lebih fokus dan semangat,” ujar salah satu siswa.

Para siswa juga secara terbuka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program revitalisasi pendidikan, serta kepada Bupati Jember Gus Fawait yang dinilai telah aktif memperjuangkan agar sekolah mereka mendapatkan bantuan tersebut.

Kepala SMPN 1 Puger, Drs. Edi Haryanto, menjelaskan bahwa total anggaran revitalisasi yang diterima sekolah mencapai sekitar Rp1,55 miliar. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi empat ruang kelas, perpustakaan, toilet, laboratorium, serta pembangunan satu RKB.

Menurut Edi Haryanto, dukungan pemerintah daerah, khususnya dari Bupati Jember, menjadi faktor penting dalam kelancaran dan keberhasilan program ini.

0-0x0-0-0#

“Peran pemerintah daerah sangat membantu, mulai dari pengusulan hingga pendampingan pelaksanaan. Dengan kondisi sekolah yang kini jauh lebih baik, kami optimistis minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Puger akan meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Bupati Jember, serta dinas terkait yang telah mendampingi hingga program revitalisasi di SMPN 1 Puger dapat diselesaikan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang layak dan memadai.

Reporter: Sofyan.

Sinergi Polisi dan Warga, Polsek Besitang Gerebek Sarang Narkoba di Desa Bukit Mas

0

Langkat _redaksi.co

Komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkoba kembali ditunjukkan melalui sinergi nyata bersama masyarakat. Tim Opsnal Reskrim Polsek Besitang melaksanakan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, sebagai tindak lanjut dari laporan warga yang resah terhadap dugaan aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut. Rabu (14/01/2026)

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan unsur pemerintah desa, yakni Kepala Desa Bukit Mas, Wahid, serta Kepala Dusun Kodam Bawah, Mhd. Yusuf, sebagai bentuk transparansi dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.

Saat dilakukan penggerebekan di salah satu gubuk yang dilaporkan sering dijadikan lokasi transaksi, petugas tidak menemukan pelaku penyalahgunaan narkoba. Namun demikian, tim tetap melakukan penyisiran lanjutan ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif.

Sebagai langkah tegas dan preventif, petugas kemudian membongkar dan memusnahkan gubuk yang diduga kuat kerap digunakan sebagai tempat peredaran dan transaksi narkoba, guna mencegah kembali dimanfaatkannya lokasi tersebut.

Dari hasil GSN, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkoba, di antaranya dua alat timbangan elektrik kecil, alat bong, kaca pitek, mancis, dompet kecil, pisau kater, gunting kecil, toples, plastik berisi pipet, serta beberapa plastik transparan berisi klip bening kecil.

Kepala Desa Bukit Mas, Wahid, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas respon cepat dan langkah tegas yang dilakukan jajaran Polres Langkat dan Polsek Besitang.

“Kami sangat mengapresiasi kepolisian yang cepat menindaklanjuti laporan warga. Ini membuat masyarakat merasa dilindungi dan semakin berani untuk bersama-sama menolak narkoba,” ungkapnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh salah satu warga setempat. Ia mengaku merasa lebih tenang setelah adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian.

“Dengan adanya penggerebekan ini, kami merasa lebih aman dan berharap wilayah kami benar-benar bersih dari narkoba,” ujarnya.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan keberanian warga dalam menyampaikan informasi.

“Perang terhadap narkoba harus dimulai dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat berani melapor dan aparat bergerak cepat, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit. Ini adalah bentuk nyata sinergitas Polri dan warga dalam menjaga generasi dan lingkungan,” ujar AKBP David.

Kapolres Langkat menegaskan bahwa kegiatan GSN akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya preventif dan represif Polri. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungannya.

“Polres Langkat berkomitmen hadir melindungi masyarakat. Laporkan, kami akan tindaklanjuti. Bersama, kita wujudkan Langkat yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba,” tegasnya.

Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, Polres Langkat berharap upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menindak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif demi masa depan generasi yang lebih baik.

M.ilyas

Pohon Tumbang di Sitamiang Baru, Seorang Siswa di Padangsidimpuan Meninggal Dunia

0

PADANGSIDIMPUAN — Peristiwa tragis terjadi di Jalan Sisingamangaraja (SM Raja), tepatnya di Tanggal, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026). Seorang siswa dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas di kawasan tersebut.


Kejadian itu sontak mengejutkan warga dan pengguna jalan yang sedang melintas. Pohon berukuran cukup besar tiba-tiba tumbang dan menimpa korban yang saat itu berada di lokasi kejadian. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari bawah pohon.


Namun nahas, korban dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan untuk keperluan lebih lanjut.


Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan SM Raja sempat mengalami gangguan karena pohon tumbang menutup sebagian badan jalan. Warga bersama petugas terkait bergotong royong menyingkirkan batang dan dahan pohon agar akses jalan kembali normal.


Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait penyebab tumbangnya pohon tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur yang dipenuhi pepohonan, terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

Press Screening Sebelum Dijemput Nenek: Horor-Komedi Lokal yang Bikin Tertawa di Tengah Teror

0

Redaksi.co, Jakarta | Menjelang tayang di bioskop pada 22 Januari 2026, film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek menggelar press screening dan press conference di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (14/1). Film produksi Rapi Films ini menampilkan perpaduan horor berbasis mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Antusiasme terasa sejak pemutaran film usai. Tawa penonton kerap muncul di tengah suasana tegang, menguatkan respons positif yang sebelumnya ramai muncul sejak trailer dirilis. Banyak warganet menyebut film ini lucu, seru, dan memiliki vibe horor-komedi yang kuat.

Sorotan utama tertuju pada Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto yang berperan sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar. Kontras karakter keduanya menjadi kekuatan cerita: Hestu tampil dingin dan pendiam, sementara Akbar lugu dan apa adanya. Isu “kembar Dodit-Angga” yang ramai di media sosial pun kembali mencuri perhatian dalam acara ini.

Angga Yunanda mengaku tertantang menjajal genre baru. “Begitu ditawari film ini, aku langsung tertarik karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Di film ini aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Respons beragam yang bilang film ini seru dan lucu bikin aku makin nggak sabar nunggu penonton nonton langsung di bioskop,” ujar Angga.

Dodit Mulyanto menambahkan, “Yang paling seru dari film ini justru saat karakter kami saling bertabrakan. Hestu serius dan kaku, Akbar santai dan apa adanya. Dari situ komedinya muncul tanpa harus dipaksakan. Aku merasa humornya hidup karena situasinya dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Dodit.

Sutradara Fajar Martha Santosa menegaskan keseimbangan horor dan komedi menjadi pendekatan utama. “Sejak awal saya ingin horor dan komedi di film ini berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Ketegangan tetap dibangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga memberi warna yang sangat kontras, dan kontras itulah yang membuat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur,” ungkap Fajar Martha Santosa.

Film ini juga diperkuat deretan pemain pendukung dan cameo seperti Oki Rengga, Wavi Zihan, Nopek Novian, serta kemunculan Eri Pras dan Tante Ernie yang menambah kejutan komedi.

Produser Sunil Samtani menyebut film ini sebagai bagian dari komitmen Rapi Films menghadirkan horor-komedi berakar budaya lokal.

“Rapi Films selalu berupaya menghadirkan hiburan dan pengalaman sinematik yang menyenangkan. Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta-talenta baru,” ujar Sunil Samtani.

Ia berharap penonton bisa menikmati pengalaman menonton yang lengkap. “Komentar penonton di media sosial yang menyebut film ini lucu, seru, dan punya vibe horor-komedi yang kuat menjadi semangat bagi kami. Harapannya, penonton bisa tertawa, tegang, lalu tertawa lagi dan pulang dari bioskop dengan perasaan terhibur,” lanjutnya.

Pererat Kebersamaan, TNI–Polri Maluku Utara Tegaskan Komitmen Sinergitas  

0

REDAKSI. CO – Personel TNI dan Polri di Maluku Utara menggelar kegiatan silaturahmi untuk memperkuat soliditas dan sinergi antarinstansi. Kegiatan tersebut berlangsung di Mako Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Rabu (14/1/2026).

Silaturahmi ini dihadiri oleh Komandan Batalyon Yonif TP 866 Satria Gamrange, Letkol Infanteri Muhammad Yopi Septiansa, Wakil Direktur Samapta Polda Malut, Wakil Komandan Yonif TP 866 Satria Gamrange, serta personel TNI dan Polri.

Komandan Satuan Brimob Polda Malut, Kombes Pol. Handri Wira Suriyana, S.I.K., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran TNI di Mako Brimob.

Lanjut, Ia menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri merupakan kunci utama dalam menjaga kekuatan bangsa dan negara, sejalan dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia.

Menurut Handri, TNI dan Polri memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk dalam mendukung program-program pemerintah seperti ketahanan pangan.

Karena itu, kebersamaan dan kekompakan harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Ia menambahkan, kegiatan silaturahmi tersebut merupakan langkah awal untuk mempererat hubungan antarpersonel dan diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan positif lainnya. Ke depan, pihaknya juga merencanakan pelaksanaan zikir dan doa bersama demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku Utara.

Sementara itu, Danyon Yonif TP 866 Satria Gamrange, Letkol Infanteri Muhammad Yopi Septiansa, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan.

Ia menilai kegiatan silaturahmi ini sangat bermanfaat, terutama bagi personel Yonif TP 866 yang baru bertugas di Maluku Utara dalam kurun waktu satu hingga dua bulan terakhir.

Menurutnya, melalui kegiatan ini, personel TNI dan Polri dapat saling mengenal, membangun komunikasi, serta memperkuat rasa kebersamaan, baik dalam kedinasan maupun saat bertemu di luar lingkungan kesatrian.

Letkol Yopi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Terakhir, Ia menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri menjadi modal penting dalam memelihara situasi kamtibmas serta menunjukkan kesiapan aparat sebagai abdi negara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan, khususnya di Provinsi Maluku Utara.

Menlu RI Sugiono: Diplomasi Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Dunia yang Rapuh

0

Redaksi.co, Jakarta | Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia ke depan akan difokuskan pada penguatan ketahanan nasional di tengah situasi global yang semakin tidak menentu. Hal itu disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) 2026 yang digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (14/1).

Menurut Sugiono, dunia saat ini diwarnai oleh konflik, fragmentasi geopolitik, serta melemahnya kepercayaan terhadap tatanan internasional. Dalam kondisi tersebut, Indonesia memilih untuk tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang adaptif, dengan berangkat dari kepentingan rakyat dan kebutuhan nasional.

“Diplomasi harus dimulai dari rumah. Negara yang kuat di dalam akan memiliki daya tawar di luar,” ujar Sugiono.

Ia menekankan pentingnya diplomasi ketahanan yang mencakup aspek keamanan, ekonomi, perlindungan warga negara, hingga penguatan peran Indonesia di kawasan dan forum global. Sepanjang 2025, Indonesia mencatat kemajuan dalam penyelesaian batas wilayah, penguatan kerja sama pertahanan, serta diplomasi ekonomi untuk menjaga stabilitas dan kemandirian nasional.

Sugiono juga mengatakan komitmen Indonesia terhadap ASEAN, multilateralisme, serta perjuangan kemanusiaan, termasuk dukungan berkelanjutan bagi Palestina. Di sisi lain, perlindungan WNI dan pemberdayaan diaspora disebut sebagai pilar utama yang terus diperkuat oleh Kemenlu RI.

Menutup pernyataannya, Sugiono menyampaikan keyakinan bahwa diplomasi Indonesia akan terus hadir dengan prinsip, keberanian, dan kepercayaan untuk menjawab tantangan global serta membawa manfaat nyata bagi rakyat.

PT. PSA Kembali Mangkir,Kades Harapan Baru Layangkan Surat Panggilan Ke-III, Masyarakat Menanti Niat Baik

0

Pemerintah Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, kembali dibuat kecewa oleh sikap manajemen PT PSA–Cargill yang untuk kedua kalinya mangkir dari undangan resmi mediasi penyelesaian konflik tanah/lahan di Dusun Dentot.

Pemanggilan kesekiankalinya tersebut tertuang dalam Surat Resmi Nomor: PV.320/PB-HB/I/2026 perihal Mediasi, sebagai tindak lanjut atas laporan warga Dusun Dentot atas nama Rudi alias Ahu, yang hingga kini belum memperoleh kejelasan dan penyelesaian atas persoalan lahan yang disengketakan.

Mediasi dijadwalkan berlangsung Senin, 12 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Rumah Adat Dusun Dentot. Namun hingga waktu yang ditentukan, tidak satu pun perwakilan manajemen PT PSA–Cargill hadir, tanpa pemberitahuan maupun alasan resmi.

Padahal, forum mediasi tersebut disiapkan sebagai ruang dialog terbuka dan bermartabat untuk mencari solusi yang adil, dengan menjunjung tinggi hukum positif serta hukum adat yang berlaku di wilayah setempat.

Surat pemanggilan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Harapan Baru, Yadin, pada 6 Januari 2026, dengan tembusan kepada Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Dinas Perkebunan, Camat Air Upas, unsur kepolisian, lembaga adat, serta unsur pemerintahan desa.

Pantauan di lokasi menunjukkan, tepat pukul 09.00 WIB, Kepala Desa Harapan Baru, Kepala Dusun, Demong Adat, serta masyarakat Dusun Dentot telah hadir dan menunggu di Rumah Adat, bersama Rudi alias Ahu selaku pelapor. Turut hadir LBH Rumah Hukum Indonesia (RHI) sebagai kuasa hukum, diwakili Ahmad Upin Ramadan, CPLA, beserta tim pendamping hukum.

Demong Adat Dusun Dentot menyampaikan bahwa pihak adat telah tiga kali melayangkan surat resmi kepada PT PSA–Cargill, namun seluruhnya tidak pernah direspons. Bahkan, Pemerintah Desa Harapan Baru telah dua kali menyurati perusahaan, namun tetap tidak mendapat tanggapan.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap pemerintah desa, lembaga adat, serta masyarakat setempat. Demong Adat menegaskan, apabila PT PSA–Cargill terus mengabaikan undangan resmi dan tidak menghormati hukum adat Dusun Dentot, maka lembaga adat akan mempertimbangkan langkah-langkah tegas sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Desa Harapan Baru, Nadin, menegaskan bahwa pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan ketiga apabila perusahaan kembali tidak menunjukkan itikad baik.

“Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam melindungi hak-hak masyarakat serta menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah,” tegasnya.

Pemerintah Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, kembali dibuat kecewa oleh sikap manajemen PT PSA–Cargill yang untuk kedua kalinya mangkir dari undangan resmi mediasi penyelesaian konflik tanah/lahan di Dusun Dentot.

Pemanggilan kesekiankalinya tersebut tertuang dalam Surat Resmi Nomor: PV.320/PB-HB/I/2026 perihal Mediasi, sebagai tindak lanjut atas laporan warga Dusun Dentot atas nama Rudi alias Ahu, yang hingga kini belum memperoleh kejelasan dan penyelesaian atas persoalan lahan yang disengketakan.

Mediasi dijadwalkan berlangsung Senin, 12 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Rumah Adat Dusun Dentot. Namun hingga waktu yang ditentukan, tidak satu pun perwakilan manajemen PT PSA–Cargill hadir, tanpa pemberitahuan maupun alasan resmi.

Padahal, forum mediasi tersebut disiapkan sebagai ruang dialog terbuka dan bermartabat untuk mencari solusi yang adil, dengan menjunjung tinggi hukum positif serta hukum adat yang berlaku di wilayah setempat.

Surat pemanggilan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Harapan Baru, Yadin, pada 6 Januari 2026, dengan tembusan kepada Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Dinas Perkebunan, Camat Air Upas, unsur kepolisian, lembaga adat, serta unsur pemerintahan desa.

Pantauan di lokasi menunjukkan, tepat pukul 09.00 WIB, Kepala Desa Harapan Baru, Kepala Dusun, Demong Adat, serta masyarakat Dusun Dentot telah hadir dan menunggu di Rumah Adat, bersama Rudi alias Ahu selaku pelapor. Turut hadir LBH Rumah Hukum Indonesia (RHI) sebagai kuasa hukum, diwakili Ahmad Upin Ramadan, CPLA, beserta tim pendamping hukum.

Demong Adat Dusun Dentot menyampaikan bahwa pihak adat telah tiga kali melayangkan surat resmi kepada PT PSA–Cargill, namun seluruhnya tidak pernah direspons. Bahkan, Pemerintah Desa Harapan Baru telah dua kali menyurati perusahaan, namun tetap tidak mendapat tanggapan.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap pemerintah desa, lembaga adat, serta masyarakat setempat. Demong Adat menegaskan, apabila PT PSA–Cargill terus mengabaikan undangan resmi dan tidak menghormati hukum adat Dusun Dentot, maka lembaga adat akan mempertimbangkan langkah-langkah tegas sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Desa Harapan Baru, Nadin, menegaskan bahwa pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan ketiga apabila perusahaan kembali tidak menunjukkan itikad baik.

“Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam melindungi hak-hak masyarakat serta menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah,” tegasnya.

Pemerintah Desa Harapan Baru bersama masyarakat Dusun Dentot berharap PT PSA–Cargill segera menghormati proses yang telah ditempuh, hadir dalam mediasi selanjutnya, dan berkomitmen menyelesaikan konflik lahan secara adil dan bertanggung jawab, demi menjaga keharmonisan sosial serta kepastian hukum di tengah masyarakat.

Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : RHI Kab. Ketapang|Penulis : Bima
Pemerintah Desa Harapan Baru bersama masyarakat Dusun Dentot berharap PT PSA–Cargill segera menghormati proses yang telah ditempuh, hadir dalam mediasi selanjutnya, dan berkomitmen menyelesaikan konflik lahan secara adil dan bertanggung jawab, demi menjaga keharmonisan sosial serta kepastian hukum di tengah masyarakat.

Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : RHI Kab. Ketapang

Klarifikasi Direktur RS PPP Lombok Barat: Isu Pemecatan 5 Dokter Spesialis Tidak Benar

0

Klarifikasi Direktur RS PPP Lombok Barat: Isu Pemecatan 5 Dokter Spesialis Tidak Benar

Lombok Barat | Redaksi.co

Direktur Rumah Sakit PPP Patuh Patut Patju (RS PPP), Kabupaten Lombok Barat, Dr. Suryadi, Sp.An, menegaskan bahwa pemberitaan di salah satu media online terkait pemecatan lima orang dokter spesialis di RS PPP tidak benar dan tidak sesuai fakta.

Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Ruang Aula Manajemen RS PPP, bersama sejumlah perwakilan LSM dan beberapa wartawan. Pertemuan berlangsung terbuka sebagai bentuk transparansi manajemen rumah sakit kepada publik.

Dalam penjelasannya, Dr. Suryadi menegaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan pemecatan dokter spesialis sebagaimana yang diberitakan. Justru sebaliknya, pihak manajemen RS PPP memberikan fasilitasi dan dukungan kepada para dokter spesialis untuk melanjutkan pendidikan subspesialis.

Kami tidak memecat dokter spesialis. Justru kami memfasilitasi mereka untuk melanjutkan pendidikan subspesialis, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di RS PPP,” tegas Dr. Suryadi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kompetensi tenaga medis, sehingga ke depan RS PPP memiliki dokter dengan keahlian yang lebih spesifik dan mendalam.

Terkait sarana dan prasarana, Dr. Suryadi memastikan bahwa peralatan medis di RS PPP saat ini sudah semakin lengkap. Bahkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan alat-alat kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit.

Dengan dukungan tersebut, pelayanan medis di RS PPP kini semakin optimal, sehingga banyak kasus medis dapat ditangani langsung tanpa harus dilakukan rujukan ke rumah sakit provinsi maupun rumah sakit lain.

Selain itu, dalam forum tersebut Dr. Suryadi juga menyampaikan harapannya agar ke depan tersedia fasilitas penginapan atau losmen di sekitar rumah sakit. Fasilitas ini dinilai penting untuk membantu keluarga pasien, khususnya yang datang dari luar daerah seperti Pulau Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara, dan wilayah lainnya.

Kami berharap ada fasilitas pendukung bagi keluarga pasien agar mereka bisa beristirahat dengan layak selama proses perawatan berlangsung,” ujarnya.

Melalui klarifikasi ini, manajemen RS PPP berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. RS PPP Patuh Patut Patju berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sumber : Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Abach Uhel