Kamis, Maret 26, 2026
Beranda blog Halaman 87

Heboh! Babi Hutan Nyasar Masuk Kota, Tewas Tertabrak Mobil di Jalan Sudirman

0

PADANGSIDIMPUAN – Warga Kota Padangsidimpuan dibuat heboh oleh kemunculan seekor babi hutan yang tiba-tiba masuk ke pusat kota, Kamis pagi (15/1/2026). Hewan liar tersebut terlihat berlari kencang menyusuri Jalan Sudirman, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, hingga menarik perhatian para pengguna jalan.


Peristiwa tak biasa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, bertepatan dengan jam sibuk masyarakat berangkat kerja dan sekolah. Kehadiran babi hutan di ruas jalan protokol sontak menimbulkan rasa kaget, penasaran, sekaligus kepanikan ringan di kalangan warga.


Namun, pelarian hewan berukuran sekitar satu meter itu harus berakhir tragis. Babi hutan tersebut tewas setelah tertabrak sebuah mobil jenis Toyota Avanza yang melintas di lokasi kejadian.


Kejadian langka ini pun berubah menjadi tontonan dadakan. Sejumlah warga tampak menghentikan kendaraan mereka untuk menyaksikan langsung peristiwa tersebut, bahkan tak sedikit yang mengabadikannya menggunakan ponsel.


Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Sudirman sempat mengalami perlambatan dan menimbulkan kemacetan. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Padangsidimpuan segera turun tangan mengatur arus kendaraan serta mengimbau warga agar tidak berkerumun demi menjaga kelancaran lalu lintas.


Berdasarkan amatan wartawan di lokasi, meski berlangsung singkat, insiden “babi hutan masuk kota” ini sukses menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kejadian tersebut menjadi pemandangan unik sekaligus tak biasa di salah satu jalan utama Kota Padangsidimpuan.

DPUPR SDA Bersinergi dengan Pemdes Keting, Tangani Darurat Tangkis Bocor

0

JEMBER, redaksi.co – Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dan Sumber Daya Air (DPUPR SDA) bersama Pemerintah Desa Keting melakukan penanganan darurat terhadap tangkis saluran air yang mengalami kebocoran, Kamis (15/01/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah potensi kerusakan yang lebih luas.

Penanganan darurat tersebut melibatkan unsur Tiga Pilar, perangkat desa, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sido Mulyo, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Langkah cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebocoran yang berpotensi mengganggu kelancaran aliran air, merusak infrastruktur sekitar, serta memicu genangan hingga banjir, terutama di tengah meningkatnya intensitas curah hujan.

Dari pantauan awak media di lapangan menunjukkan, penanganan difokuskan pada penguatan struktur tangkis yang bocor agar fungsi saluran air tetap berjalan optimal. Kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk kerja bakti sebagai wujud semangat gotong royong antara masyarakat dan HIPPA Sido Mulyo yang diketuai oleh Ngateri, dalam menjaga aset sumber daya air.

Pengamat Sumber Daya Air (SDA) wilayah Kencong, Umar Basar, menilai langkah cepat tersebut sebagai tindakan tepat dan strategis. Menurutnya, respons dini sangat menentukan dalam menekan risiko kerusakan yang lebih besar.

“Penanganan darurat seperti ini sangat penting agar kebocoran tidak berkembang menjadi kerusakan serius. Namun ke depan tetap dibutuhkan penanganan lanjutan yang bersifat permanen agar fungsi tangkis terjaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara DPUPR SDA, pemerintah desa, serta keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Edukasi kepada masyarakat untuk turut merawat saluran dan tangkis air sebagai aset bersama juga perlu terus ditingkatkan.

Sementara itu, Babinsa Desa Keting, Serda Kasiono, yang turut hadir dan mengapresiasi kekompakan antara DPUPR SDA dan HIPPA, menegaskan bahwa keterlibatan TNI melalui Babinsa merupakan bagian dari tugas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Babinsa selalu siap mendampingi dan membantu setiap kegiatan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Penanganan tangkis bocor ini merupakan langkah preventif untuk menjaga lingkungan serta mencegah potensi bencana sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara DPUPR SDA, pemerintah desa, Tiga Pilar, HIPPA, dan masyarakat harus terus dijaga. Dengan kebersamaan dan kepedulian bersama, berbagai persoalan kewilayahan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dan lingkungan, dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Reporter: Sofyan

Acara Natal Di Polda Metro Jaya (PMJ)Pada Tanggal 14 Januari 2026 Di Ruang Aula Serbaguna Polda Metro Jaya.

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Acara Natal di polda metro jaya (PMJ) yang dilaksanakan pada kamis tanggal 14 Januari 2026 di ruang aula Serbaguna Polda Metro Jaya yang di hadiri oleh Keluarga Besar Anggota Polri dan Para Tamu Undangan

Acara Natal tersebut juga di hadiri juga oleh Kapolda irjen pol Asep edi suheri S. I. k, M. S. I dan ketua panitia Natal Kombes Pol Fian Yunus, S. I. K, M. T

Natal tersebut sungguh meriah dan semangat. Ada pesan dan Kesan Natal dari ketua panitia Natal Polda Metro Jaya (PMJ) dengan Natal ini kita harus merajut atau membina keluarga yang baik dan harmonis

Aida Saskia Buka Suara soal Perjuangan Kanker dan Terapi Pendamping yang Dijalani

0

Redaksi.co, Jakarta | Artis Aida Saskia membagikan kondisi terkininya setelah menjalani perjalanan panjang melawan kanker payudara yang telah dideritanya selama kurang lebih lima tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, Aida mengaku sempat mengalami penurunan kesehatan signifikan hingga harus beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

Aida mengatakan bahwa pemeriksaan medis, termasuk CT scan dengan kontras, menunjukkan adanya peradangan di otak serta metastasis kanker. Kondisi tersebut berdampak pada gangguan saraf, seperti kesulitan berbicara, mudah lupa, kebingungan, hingga kondisi seperti linglung yang menghambat aktivitas sehari-hari.

“Sampai bicara pun sulit dan sering lupa apa yang mau disampaikan,” ujar Aida.

Dalam perjalanan pengobatannya, Aida menyampaikan bahwa ia tetap menjalani protokol medis, termasuk kemoterapi. Selain itu, ia juga menggunakan terapi peptide sebagai pengobatan pendamping. Menurut pengakuannya, saat terapi pendamping tersebut sempat dihentikan, kondisi kesehatannya kembali menurun dan perkembangan penyakit menjadi lebih berat.

Setelah kembali menjalani pengobatan medis dan menggunakan lagi terapi peptide sebagai pendamping, Aida mengaku kondisi klinisnya berangsur membaik. Saat ini ia sudah dapat berbicara dengan lebih lancar, beraktivitas, beribadah, serta kembali tampil di hadapan publik dan mengikuti sejumlah kegiatan.

Meski demikian, Aida menyampaikan bahwa hingga saat ini ia belum menjalani pemeriksaan radiologis lanjutan untuk membandingkan kondisi terkini dengan hasil CT scan sebelumnya. Ia menekankan bahwa terapi peptide yang dijalaninya bukan pengganti pengobatan medis, melainkan terapi pendukung.

“Saya tetap jalani pengobatan medis. Terapi ini saya jalani sebagai pendamping,” ujarnya.

Sementara itu, Ratu Givana, yang mendampingi Aida dalam terapi pendamping, menjelaskan bahwa pendekatan yang diberikan bersifat suportif dan komplementer. Menurutnya, terapi peptide diarahkan untuk membantu proses regenerasi sel serta mendukung daya tahan tubuh pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker.

“Yang dijalani Kak Aida adalah pengobatan pendamping. Ini bukan untuk menggantikan kemoterapi, operasi, atau radioterapi, melainkan membantu tubuh lebih kuat menjalani pengobatan medis,” kata Ratu Givana.

Dari sisi medis, Dokter Indra Wijaya Spb yang terlibat dalam penanganan Aida menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit yang bersifat progresif dan infiltratif, sehingga tanpa pengobatan yang optimal kondisi pasien dapat memburuk. Ia menekankan bahwa pengobatan kanker pada umumnya dilakukan dengan pendekatan multimodal, yaitu kombinasi beberapa metode seperti kemoterapi, operasi, dan radioterapi.

Dr Indra Wijaya juga menyampaikan bahwa terapi pendamping, termasuk peptide, tidak menggantikan terapi utama, namun dapat berperan sebagai terapi suportif untuk membantu daya tahan tubuh dan kualitas hidup pasien.

“Pengobatan kanker tidak bisa hanya satu metode. Terapi pendamping dapat membantu mendukung kondisi tubuh pasien, selama tetap berada dalam pengawasan medis dan tidak meninggalkan protokol utama,” jelasnya.

Aida Saskia berharap kondisinya terus membaik dan mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran tenaga medis dalam penanganan kanker, serta menjaga semangat dan kesehatan mental selama menjalani proses pengobatan.

CDCC Ingatkan Ancaman Retaknya Kerukunan Bangsa di Awal 2026

0

Redaksi.co, Jakarta | Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya gejala keretakan sosial di Indonesia pada awal 2026. CDCC menilai ketidakadilan ekonomi, politik identitas, serta ketegangan sosial berpotensi mengancam kerukunan dan persatuan nasional.

Ketua CDCC Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menyebut kemajemukan bangsa Indonesia sebagai ketetapan dan karunia Ilahi yang harus dirawat secara sadar.

“Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa,” ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (13/1).

CDCC menyoroti meningkatnya ketidakpuasan publik yang tercermin dari gelombang demonstrasi pada Agustus hingga September 2025, yang dipicu persoalan ekonomi, ketimpangan sosial, dan kebijakan publik. Sentimen SARA dinilai mudah dimanfaatkan apabila ketegangan horizontal di masyarakat bertemu dengan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Meski pertumbuhan ekonomi nasional relatif stabil, CDCC menilai kualitas pertumbuhan masih rendah dan belum sepenuhnya menjawab persoalan pengangguran serta kesenjangan.

“Pertumbuhan ekonomi harus berkeadilan. Jika ketimpangan dibiarkan, ketegangan sosial akan meningkat dan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kekacauan politik,” tegas Din.

CDCC juga menyampaikan pentingnya dialog, kolaborasi global yang berkeadilan, serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain peringatan World Interfaith Harmony Week, International Day of Human Fraternity, Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN, dan Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia.

Menutup pernyataannya, CDCC berharap bangsa Indonesia mampu merajut kemajemukan untuk menjaga kerukunan dan mendorong kemajuan nasional.

Perkuat Kinerja Organisasi, Polres Jember Gelar Sertijab Kapolsek

0

JEMBER, redaksi.co – Guna memperkuat kinerja organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Polres Jember menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) delapan Kapolsek dan Kasiwas Polres Jember. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, dan berlangsung di halaman Mapolres Jember, Rabu (14/1/2026).

Dalam amanatnya, Kapolres Jember menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian penting dari dinamika organisasi Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran, pergantian jabatan juga menjadi strategi pembinaan karier guna meningkatkan kinerja personel serta profesionalisme pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Pergantian jabatan ini diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, melahirkan inovasi, serta mendorong peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas AKBP Bobby.

Salah satu pejabat yang mendapatkan amanah baru adalah Kompol Suhartanto. Setelah menjalankan tugas sebagai Kapolsek Sumbersari, ia kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Kasat Samapta Polresta Banyuwangi. Dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di wilayah Sumbersari dinilai menjadi bekal berharga di tempat tugas yang baru.

Tongkat estafet kepemimpinan Polsek Sumbersari selanjutnya diemban oleh AKP Heri Supadmo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tempurejo. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia diharapkan mampu melanjutkan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah Sumbersari.

Pergantian jabatan juga terjadi di wilayah Tanggul. AKP Adam yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tanggul kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolsek Besuki Polres Situbondo. Sementara itu, jabatan Kapolsek Tanggul diisi oleh AKP Fathurahman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mumbulsari.

Di wilayah Sumberbaru, AKP Agus Senja yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Sumberbaru kini mendapat amanah sebagai Kapolsek Mumbulsari. Jabatan Kapolsek Sumberbaru selanjutnya diemban oleh AKP Joko Sumargo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Bangsalsari. Adapun posisi Kapolsek Bangsalsari kini dipercayakan kepada AKP Sugiyono.

Dalam rangka penguatan fungsi pengawasan internal, AKP Danu Prastyo dipercaya menjabat sebagai Kasiwas Polres Jember, menggantikan AKP Sugiyono yang mendapat penugasan baru.

Sementara itu, AKP Sugeng Romdoni yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mayang kini mengemban tugas sebagai Wakapolsek Sumbersari. Jabatan Kapolsek Mayang selanjutnya diemban oleh AKP Dian Eko, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Umbulsari. Posisi Kapolsek Umbulsari kini dipercayakan kepada AKP Setyo Budi.

Selain itu, IPTU Cristian Permana dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Tempurejo, IPTU Kukun Walubi mengemban amanah sebagai Pelaksana Sementara (Ps.) Kasubagdalops, serta IPDA Robet Ivan dipercaya menjabat sebagai KRI Polres Lumajang sebagai bagian dari pengembangan karier dan kebutuhan organisasi.

Melalui rotasi jabatan ini, Polres Jember berharap dapat memperkuat soliditas internal, meningkatkan kinerja organisasi, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Reporter: Sofyan

Polres Jember dan Lapas Kelas IIA Satukan Langkah Jaga Keamanan Warga Binaan

0

JEMBER, redaksi.co – Polres Jember Polda Jawa Timur terus memperkuat koordinasi lintas lembaga guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Komitmen tersebut ditegaskan Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condroputra, saat melaksanakan kunjungan dan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember, Selasa (13/1/2026).

Kedatangan Kapolres Jember beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.H., bersama jajaran struktural Lapas.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bobby menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memastikan sinergi pengamanan antara Polres Jember dan pihak Lapas berjalan secara optimal.

“Kami ingin memastikan situasi keamanan di dalam Lapas tetap kondusif dan terjaga dengan baik. Koordinasi yang solid sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan,” ujar AKBP Bobby.

Ia menambahkan, kolaborasi yang berkelanjutan antara Polri dan jajaran pemasyarakatan menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas serta mendukung upaya pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan Kapolres Jember. Menurutnya, dukungan dan sinergi dari kepolisian sangat membantu pihak Lapas dalam mewujudkan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan manusiawi.

“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami. Dengan sinergi yang kuat bersama Polres Jember, kami optimistis proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan lancar dan keamanan tetap terjaga,” ungkap Kristyo.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi strategis terkait penguatan sistem pengamanan, pemantauan aktivitas warga binaan, serta langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai potensi kerawanan, termasuk penyelundupan barang terlarang dan gangguan ketertiban.

Polres Jember Polda Jawa Timur bersama Lapas Kelas IIA Jember berkomitmen untuk terus meningkatkan integrasi dan komunikasi secara berkelanjutan, demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, produktif, dan humanis.

Sinergi ini menjadi wujud nyata kolaborasi antar aparat penegak hukum dan lembaga pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas serta keamanan di wilayah Kabupaten Jember.

Reporter: Sofyan

Lawyer Muda Kalbar dan LBH-RHI,Dampingi Warga Jelai Hulu, Atas Dugaan Salah Tangkap Tangkap Oleh PT. USP

0

KETAPANG — Dua warga Desa Asam Jalai, Kabupaten Ketapang, masing-masing berinisial A dan T, didampingi tim kuasa hukum dari Lawyer Muda Kalbar bersama Rumah Hukum Indonesia, mengaku menjadi korban dugaan salah tangkap dan kriminalisasi dalam kasus pencurian kelapa sawit di areal PT Umekah Sari Pratama (USP).

Kuasa hukum korban, Rusliyadi, S.H, dan Ahmad Upin Ramadan, CPLA dalam keterangan resminya pada Rabu (14/1/2026), menyatakan bahwa kedua kliennya ditangkap oleh petugas keamanan PT USP yang didampingi anggota BKO Brimob, meski menurutnya keduanya tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa pencurian berlangsung.

“Saat penangkapan dilakukan, klien kami berada di rumah dan tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan,” ujar Rusliyadi.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menerima pernyataan dari seseorang berinisial AR yang mengakui secara langsung bahwa dialah yang melakukan pencurian kelapa sawit tersebut bersama rekannya. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah rekaman video berdurasi tiga menit tujuh detik yang telah diterima tim kuasa hukum.

Menurut pengakuan AR, saat aksinya diketahui, ia sempat ditarik bajunya oleh petugas saat coba kabur, namun berhasil melepaskan diri dan melarikan diri ke arah belakang rumah milik A. Rusliyadi menilai hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya kesalahan penangkapan terhadap A dan T.

Lebih lanjut, Rusliyadi menyampaikan keprihatinannya karena salah satu kliennya, T, masih berstatus anak di bawah umur. Ia menilai penangkapan dan pemeriksaan terhadap anak semestinya mengikuti mekanisme khusus sesuai Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Disisi lain LBH Rumah Hukum Indonesia mengecam keras penangkapan yang tidak manusiawi terhadap anak di bawah umur, Dan hal tersebut disampaikan pada saat inisial T. Anak dibawah umur melakukan Asesmen terhadap Dinas Sosial, dan pihak Bapas Ketapang, bahkan korban salah tangkap juga menyebutkan adanya dugaan intimidasi dan kekerasan fisik saat proses pemeriksaan dari anggota Security PT. USP.

Kantor Pertanahan Fakfak Laksanakan PTSL di Kampung Otoweri, Targetkan 150 Bidang Sertifikat.

0

Fakfak.Redaksi.co | Kantor Pertanahan Kabupaten Fakfak melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) berupa Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan target sebanyak 150 bidang sertifikat tanah yang dipusatkan di Kampung Otoweri, Kabupaten Fakfak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) dan diawali dengan pertemuan bersama Kepala Kampung Otoweri guna menyusun teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Fakfak, Muhammad Biarpruga, S.Sos., mengatakan penetapan Kampung Otoweri sebagai lokasi pelaksanaan PTSL merupakan hasil usulan dari pemerintah kampung yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kantor Pertanahan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan target 150 bidang PTSL dan ditetapkan di Kampung Otoweri. Hari ini kami mengundang Kepala Kampung untuk bersama-sama menyusun teknis kerja di lapangan,” ujar Muhammad Biarpruga.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program PTSL akan melalui beberapa tahapan penting, di antaranya penyuluhan kepada masyarakat, identifikasi subjek dan objek tanah, serta pengukuran bidang tanah. Seluruh tahapan tersebut telah dibahas secara teknis bersama pemerintah kampung dan mendapat dukungan penuh.

Menurutnya, antusiasme masyarakat Kampung Otoweri terhadap program PTSL sangat tinggi. Warga telah lama menantikan adanya kepastian hukum atas tanah yang mereka miliki, sehingga program ini disambut dengan baik oleh masyarakat setempat.

Selain memberikan kepastian hukum hak atas tanah, pelaksanaan PTSL di Kampung Otoweri juga dinilai strategis. Wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan antara Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Bintuni, sehingga dengan diterbitkannya sertifikat tanah, status kepemilikan lahan dan batas wilayah dapat ditegaskan secara legal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Muhammad Biarpruga menambahkan, kegiatan identifikasi dan pengukuran lapangan direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan. Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan pengolahan data dan dokumen di kantor.

Lebih jauh, ia berharap program PTSL dapat membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat. Sertifikat tanah yang dimiliki warga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai jaminan perbankan serta mendukung pengembangan ekonomi lokal di Kampung Otoweri.

“Melalui PTSL ini, kami ingin menghadirkan masa depan bagi masyarakat dengan memberikan kepastian hukum atas tanah mereka. Sertipikat ini bisa menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah kampung, masyarakat, serta para pemilik hak adat agar seluruh proses pensertifikasian tanah dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Program ini diperuntukkan bagi masyarakat kampung sendiri, bukan untuk pihak luar. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis PTSL di Kampung Otoweri dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Atas Arahan Bupati Jember, Dinsos Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Bangsalsari

0

JEMBER, redaksi.co – suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Dusun Magersari, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Dari balik pintu rumah yang bersahaja ibarat “istana kecil” bagi penghuninya, muncul seorang perempuan lanjut usia berkerudung, wajahnya tampak lesu. Namun raut itu seketika berubah menjadi senyum penuh harap saat rombongan Dinas Sosial Kabupaten Jember bersama Camat Bangsalsari tiba di kediamannya.

Kehadiran mereka bukan tanpa maksud. Dinas Sosial Kabupaten Jember, Rabu (14/01/2026), menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Desa Badean sebagai bagian dari program layanan cepat tanggap kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tersebut diberikan kepada tiga penerima manfaat yang berdomisili di Dusun Magersari.

Proses penyaluran bantuan berlangsung dengan pendampingan pemerintah desa serta tim dari Kecamatan Bangsalsari, guna memastikan bantuan diterima secara langsung dan tepat sasaran oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

“Bantuan ini merupakan amanat dari Bupati Jember, Gus Fawaid, yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Jember. Bantuan berupa sembako ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya bagi tiga penerima manfaat di Desa Badean,” ungkap Irfan, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Irfan juga menjelaskan bahwa pihaknya terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dalam melakukan pendataan calon penerima bantuan. Pendataan tersebut dilakukan secara cermat agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Ibu Juma, salah satu penerima bantuan, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan sembako yang diberikan sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.

“Kami sangat terbantu. Sembako ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai keluarga tidak mampu,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Hal senada disampaikan Mistari, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Ranting Partai Gerindra Desa Badean. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Jember atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat kecil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jember, Gus Fawaid, karena melalui Dinas Sosial Jember telah mengupayakan dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Mistari di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan.

Di lokasi yang sama, Camat Bangsalsari, Bambang Erwin Setyono, yang turut hadir secara langsung, berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Kami dari pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa akan terus mendukung program-program Bupati Jember, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Harapannya, ke depan bantuan sosial di Kecamatan Bangsalsari semakin tepat sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Reporter: Sofyan.