Kamis, Maret 26, 2026
Beranda blog Halaman 85

Jaga Kondusivitas Aceh Selatan, Safrul Mulyadi: Silahkan Rindu Asal jangan Salah Kaprah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Koordinator Forum Asoe Nanggroe yang juga Mahasiswa asal Aceh Selatan, Safrul Mulyadi menanggapi cuitan Mahasiswa Aceh Selatan yang menyampaikan kerinduan terhadap sosok bupati non aktif Aceh Selatan, H. Mirwan, MS.

Dimana dalam cuitan mahasiswa yang diberitakan di media, mahasiswa Aceh Selatan mengeluhkan kondisi pemerintahan yang melemah akibat tidak bisanya pemerintah Aceh Selatan yang saat ini ditukangi Plt. Bupati, Bapak Baital Mukadis dalam mengambil keputusan-keputusan secara taktis.

Menurut Safrul, apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan tidak menyalahi aturan sama sekali. Sebab, aspirasi tersebut merupakan instrumen kontrol sosial yang sehat, ini merupakan bentuk ekspresif terhadap kepemimpin H. Mirwan. Akan tetapi kerinduan yang diutarakan tersebut bisa saja salah kaprah dan memicu timbulnya asumsi liar di masyarakat.

“Kita tidak membantah apa yang disampaikan oleh beliau, tapi narasi yang dibangun terkesan mendiskreditkan keputusan Kemendagri dan mengacuhkan kinerja pemerintah kabupaten yang sementara waktu dinahkodai oleh Plt. Bupati.” ucap Safrul dalam rilis yang di terima media ini Jum’at 16/1/2026

“Pernyataan ini bisa saja menggiring persepsi tidak baik di masyarakat yang mungkin tidak mengetahui informasi yang jelas, ini juga lebih merugikan jika ada pihak yang memanfaatkan hal ini untuk kepentingan tertentu seperti berita kontroversial yang baru baru ini juga beredar di Aceh Selatan” tambahnya.

Safrul juga mengingatkan kepada bersangkutan yang mengatasnamakan mahasiswa, untuk memahami konteks birokrasi.

“Selayaknya mahasiswa selaku insan berpendidikan seharusnya memahami terlebih dahulu etika birokrasi, jangan asal ceplas ceplos. Jika bisa seperti itu, kami boleh saja menilai bahwa yang bersangkutan membenarkan peristiwa yang menyangkut Bupati Mirwan sebelumnya, terlebih dalam narasi tersebut terkesan hanya menitik beratkan pada keresahan ASN, seolah sarat kepentingan saja”. tutup Safrul ****

Sat Lantas Polres Langkat Amankan Kegiatan Tausiyah dan Doa Bersama Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-276

0

Langkat –redaksi.co

Satuan Lalu Lintas Polres Langkat melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada kegiatan tausiyah dan doa bersama yang disampaikan oleh Ustad Das’ad Latif, Jumat (16/01/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-276 dan dihadiri masyarakat dalam jumlah besar.

Pengamanan dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Personel Sat Lantas Polres Langkat disiagakan di sejumlah titik strategis, meliputi simpang-simpang utama dan jalur rawan kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.

Kasat Lantas Polres Langkat AKP Mhd. Tommy Franata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T., menyampaikan bahwa personel melaksanakan pengaturan lalu lintas (gatur lalin) pada titik strong point sesuai ploting, melakukan pengalihan dan rekayasa arus lalu lintas, serta membantu penyeberangan pejalan kaki demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas).

“Hasil dari pengamanan tersebut, arus lalu lintas terpantau tertib dan lancar, sementara rangkaian kegiatan tausiyah dan doa bersama berjalan aman, khidmat, serta tidak ditemukan situasi menonjol,” jelas Kasat Lantas.

Melalui Kasi Humas Polres Langkat, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H, S.I.K, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Sat Lantas atas kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam pelaksanaan pengamanan kegiatan tersebut. Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.

“Pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini merupakan wujud komitmen Polres Langkat dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya pada kegiatan keagamaan dan peringatan hari jadi Kabupaten Langkat. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolres melalui Kasi Humas AKP Jekson.

Polres Langkat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, serta menjaga situasi kamtibmas dan kamseltibcar lantas agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Langkat.

M.ilyas

Asep Japar Bupati Sukabumi Buka Lailatul Ijtima, ” Momentum Introspeksi dan Kolaborasi Pembangunan Sukabumi”

0

Redaksi.Co, Sukabumi || Bupati Sukabumi H. Asep Jabpar berkumpul bersama Forkopimda, ulama, hingga masyarakat di Pendopo Sukabumi, Kamis malam, 15 Januari 2026. Kegiatan dalam rangka silaturahmi tersebut, dikemas dengan istilah Lailatul Ijtima.

Kegiatan untuk berbagi ilmu, berdzikir, hingga doa bersama ini, dihadiri pula para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Lailatul Ijtima ini bukan sekadar rutinitas, namun momentum penting untuk intropeksi diri dan memperkuat ikatan kebersamaan di antara kita,” ujar Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

Bahkan melalui Lailatul Ijtima ini, dapat memperkokoh ukhuwah islamiyah. Terutama demi terciptanya kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah.

“Ukhuwah islamiyah ini merupakan fondasi moral yang kokoh bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan solid. Terutama di tengah dinamika kehidupan sosial saat ini,kita dituntut untuk menjaga persatuan,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak bisa melaksanakan pembangunan secara parsial. Sebab, diperlukan kolaborasi dan sinergi yang erat antara ulama, umaro, dan seluruh elemen masyarakat.

“Semua ini diperlukan untuk memastikan program pembangunan berjalan optimal dan berorientasi pada kepentingan publik,” ungkapnya.

Berkaca dari hal tersebut, bupati mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen dan menjaga kerukunan umat beragama. Selain itu, dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat dalam menjalankan program keagamaan dan sosial.

“Mari kita jadikan nilai religius sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan aktivitas pembangunan. Selain itu,mari manfaatkan malam Lailatul Ijtima ini sebagai ajang bertafakur, bersyukur, dan menyatukan langkah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sukabumi H. Andi Rahman menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pikiran hingga menyelaraskan visi misi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah. Apalagi dengan kehadiran forkopimda, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya.

“Semoga melalui kegiatan ini, kerukunan dan keharmonisan dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Dalam kegiatan yang penuh makna ini, diakhiri lewat tausyiah oleh Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH. E.S Mubarok.

Editor : AS

Di Era Bupati Muda Jember, Revitalisasi Sekolah Bangkitkan SDN Wringin Agung 04

0

JEMBER, redaksi.co – Kepemimpinan Bupati Jember yang baru terus menghadirkan perubahan nyata di sektor pendidikan. Melalui komitmen kuat membangun sumber daya manusia sejak pendidikan dasar, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan bupati muda dengan visi Jember Maju berhasil menghadirkan program revitalisasi sekolah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan SD Negeri Wringin Agung 04, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

Sekolah yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan kini berubah total. Gedung, atap, serta ruang kelas yang dahulu rapuh dan rawan kini berdiri kokoh, aman, dan nyaman. Perubahan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak Jember memperoleh lingkungan belajar yang layak, tanpa terkecuali, hingga ke wilayah pinggiran.

Sebelum dilakukan revitalisasi, kondisi SD Negeri Wringin Agung 04 sangat mengkhawatirkan. Atap bangunan tidak beraturan karena usia bangunan yang sudah tua, plafon nyaris roboh, serta kebocoran terjadi hampir di seluruh ruang kelas setiap kali hujan turun.

Siti Qomarul Isriyah Kapsek SDN 04 Wringin Agung saat di temui awak media di sela sela aktifitasnya menerangkan,”Semenjak saya ditugaskan di sini pada tahun 2022, kondisi sekolah memang sangat memprihatinkan. Genteng sudah banyak yang jatuh, plafon hampir jatuh, dan bocor di mana-mana,” ungkapnya.

Ia juga sempat menjadi saksi ambruknya plafon ruang kelas yang terjadi setelah jam pulang sekolah. Kejadian tersebut semakin menegaskan urgensi perbaikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Melalui Doa, semangat kolaborasi yang sejalan dengan arah kebijakan Bupati Jember, kepala sekolah bersama dewan guru dan komite sekolah tidak tinggal diam. Sejak itulah kami secara konsisten mengajukan proposal bantuan, berikhtiar agar sekolah mendapat perhatian pemerintah.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada tahun 2025 dikepimpinannya bupati muda  Gus Fawait, program revitalisasi sekolah digulirkan sebagai bagian dari kebijakan pembangunan pendidikan yang menjadi prioritas.

“Saat mendapat kabar sekolah kami menerima revitalisasi, saya dan seluruh dewan guru langsung sujud syukur. Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan mendengar perjuangan kami,” ujar Siti Qomarul Isriyah dengan nada haru.

Melalui program tersebut, SDN 04 Wringin Agung memperoleh rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan satu paket toilet baru, perbaikan ruang guru, ruang perpustakaan, serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kualitas fisik sekolah, tetapi juga memperkuat rasa aman dan nyaman dalam proses belajar mengajar.

Di tempat dan waktu yang sama Ketua Komite Sekolah, Nurhadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember atas perhatian serius terhadap dunia pendidikan.

“Kami merasakan langsung dampaknya. Sekarang ruang kelas sudah layak, toilet baru, dan anak-anak bisa belajar dengan aman. Ini bukti bahwa kebijakan Bupati Jember benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Pasca revitalisasi, pihak sekolah optimistis kepercayaan masyarakat akan kembali tumbuh. Dengan dukungan sarana prasarana yang memadai, SDN 04 Wringin Agung siap menyambut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran mendatang.

“Sekarang bangunan sudah kokoh dan nyaman. Orang tua tidak perlu ragu lagi menyekolahkan anak-anaknya di sini,” tegas Siti Qomarul Isriyah.

Sejalan dengan visi Jember Maju yang diusung Bupati Jember, peningkatan infrastruktur pendidikan ini juga dibarengi komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sekolah berencana memberikan bimbingan belajar tambahan serta mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seperti drumband, pramuka, dan seni lukis guna membentuk siswa yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.

Dengan jumlah siswa saat ini mencapai 83 orang, SD Negeri Wringin Agung 04 menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan yang visioner, didukung kolaborasi sekolah dan komite, mampu menghadirkan perubahan konkret. Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa pembangunan pendidikan akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan demi mewujudkan Jember yang maju, adil, dan berdaya saing.

Reporter: Sofyan.

Penyaluran Bansos KJJT Jember Jadi Cermin Ketimpangan Pemerataan Bantuan Pemerintah

0

JEMBER, redaksi.co – Di tengah tekanan ekonomi yang kian dirasakan masyarakat, niat baik dan kepedulian sosial menjadi oase harapan bagi warga kecil. Hal inilah yang diwujudkan oleh Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Jember melalui kegiatan penyaluran bantuan sosial di kawasan Kecamatan Ajung serta Dusun Gumuk Bago, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jumat (16/01/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini bukan sekadar aksi berbagi, namun juga menjadi momentum kritik terhadap masih belum meratanya distribusi bantuan pemerintah. Dalam penelusuran lapangan, pengurus KJJT menemukan fakta memprihatinkan, yakni masih adanya warga yang hidup di hunian tidak layak dan luput dari perhatian instansi terkait.

Humas KJJT Jember, Togas Irianto, didampingi tim KJJT Jember, di antaranya Mas Yayan, turun langsung mendistribusikan paket bantuan berupa beras, mi instan, dan minyak goreng kepada warga yang membutuhkan. Saat menyusuri wilayah RT 02 RW 20 Dusun Gumuk Bago, rombongan menemukan rumah milik Bu Har dengan kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan hunian.

Togas menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

“Ini menjadi PR bagi pemerintah untuk benar-benar memperhatikan warga yang betul-betul membutuhkan bantuan. Kami turun langsung ke lapangan dan melihat sendiri masih ada masyarakat yang luput dari jangkauan program pemerintah,” ujar Togas di sela kegiatan.

Ia menambahkan, kegiatan ini memiliki beberapa ikhtiar utama, antara lain menebar kebaikan dan kepedulian sosial di luar tugas jurnalistik sehari-hari, mempererat silaturahmi dengan masyarakat, menunjukkan sisi empati profesi jurnalis, serta menginspirasi pihak lain untuk ikut berbagi. Momentum hari Jumat juga dimaknai sebagai upaya memperbanyak sedekah demi meraih keberkahan.

“Secara konsisten, KJJT Jember telah menyalurkan ratusan hingga ribuan paket bantuan dari waktu ke waktu sebagai wujud kepedulian nyata,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Mas Yayan menyoroti pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial. Menurutnya, setiap program bansos yang dikucurkan pemerintah harus benar-benar tepat sasaran dan menyentuh warga yang berada di garis kemiskinan paling bawah.

“Pemerintah harus lebih jeli. Jangan sampai bantuan salah sasaran. Kami berharap pemerintah segera turun tangan, khususnya untuk membantu perbaikan rumah warga yang tidak layak huni agar mereka bisa hidup lebih manusiawi,” tegasnya.

KJJT Jember menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu sosial kemasyarakatan. Selain menjalankan fungsi kemanusiaan melalui aksi berbagi sembako, komunitas ini juga menjalankan peran jurnalistiknya dalam menyuarakan aspirasi warga yang belum tersentuh kebijakan pemerintah.

Melalui aksi ini, KJJT Jember berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti temuan di Dusun Gumuk Bago, sehingga program bedah rumah maupun bantuan sosial ke depan dapat berjalan lebih adil, merata, dan tepat sasaran.

Reporter: Sofyan

Polres Langkat Ungkap Kasus Penemuan Mayat Bayi di Sungai Desa Gergas, Satu Orang Diamankan

0

Langkat _ redaksi.co

Warga Kecamatan Wampu sempat dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat bayi laki-laki di aliran Sungai Kebun Gergas, Dusun I, Desa Gergas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan warga, Polres Langkat bergerak cepat dengan menerjunkan Tim Unit Pidana Umum Sat Reskrim bersama Tim Inafis Polres Langkat ke lokasi kejadian. Aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh guna mengamankan bukti dan memastikan kronologi awal peristiwa.

Jenazah bayi tersebut selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSU Bhayangkara Medan untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman di lapangan, kami memperoleh informasi adanya seorang perempuan yang diketahui sebelumnya dalam kondisi hamil,” ujar AKP Ghulam.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, penyidik kemudian mengantongi cukup bukti untuk menetapkan seorang perempuan berinisial S (33), warga Desa Gergas, Kecamatan Wampu, sebagai yang diduga pelaku dalam peristiwa tersebut.

“Yang diduga pelaku berhasil kami amankan pada Rabu malam, 14 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB di area perkebunan sawit wilayah Desa Gergas. Selanjutnya yang bersangkutan kami bawa ke Polres Langkat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim.

AKP Ghulam menambahkan, saat ini penyidik masih mendalami secara komprehensif motif serta latar belakang dari peristiwa tersebut, termasuk kondisi psikologis dan faktor-faktor lain yang melatarbelakangi kejadian ini.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan pendekatan ilmiah serta kemanusiaan.

“Setiap peristiwa yang menyangkut hilangnya nyawa manusia, terlebih bayi yang tidak berdaya, merupakan tragedi kemanusiaan yang harus ditangani dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab,” tegas AKBP David.

Kapolres menjelaskan bahwa Polres Langkat berkomitmen menegakkan hukum secara adil, namun tetap memperhatikan aspek perlindungan hak asasi manusia.

“Kami memastikan seluruh proses penyidikan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan setiap langkah dilakukan secara terukur, objektif, serta berbasis bukti,” tambahnya.

AKBP David juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Sinergi antara masyarakat dan Polri sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami mengajak masyarakat untuk terus peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan,” pungkas Kapolres.

Polres Langkat memastikan akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas, demi menghadirkan rasa keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

M.ilyas

Polsek Padang Tualang Gelar Patroli Blue Light, Cegah Geng Motor dan Kejahatan Jalanan

0

Langkat –redaksi.co

Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Padang Tualang melaksanakan Patroli Blue Light Klaster Operasional Pencegahan guna mengantisipasi aksi geng motor, balap liar, begal, serta kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polres Langkat. Jumat, (16/01/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Kamis malam, 15 Januari 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar lokasi-lokasi rawan kriminalitas, tempat berkumpulnya masyarakat, serta objek vital di wilayah Kecamatan Batang Serangan dan sekitarnya.

Kapolsek Padang Tualang, Iptu Bayu Mahardhika, S.Tr.K, M.H, menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara mobile dan dialogis dengan menyentuh langsung warga, kepala dusun, serta kepala lingkungan sebagai mitra kamtibmas.

“Patroli Blue Light ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), premanisme, serta balap liar. Selain patroli, personel juga melakukan sambang dan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat,” jelas Kapolsek.

Selama pelaksanaan patroli, personel yang dilibatkan sebanyak empat orang dengan menggunakan kendaraan dinas roda empat. Hasil kegiatan menunjukkan situasi wilayah terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan kejadian menonjol.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H, S.I.K, M.Si, melalui Kasi Humas menyampaikan apresiasi atas langkah preventif yang dilakukan jajaran Polsek Padang Tualang.

“Patroli Blue Light merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Kapolres Langkat mengapresiasi upaya jajaran Polsek yang terus aktif melakukan pencegahan dini gangguan kamtibmas, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Kasi Humas AKP Jekson.

Polres Langkat juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Langkat tetap aman, tertib, dan kondusif.

M.ilyas

LAKUT Purworejo 2026: Menyiapkan Kader Paripurna di Tengah Tantangan Zaman & Teknologi

0

Purworejo || Redaksi.co – Sebuah tonggak sejarah baru saja terukir bagi organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo. Untuk pertama kalinya, PC IPNU – IPPNU Purworejo resmi menggelar Latihan Kader Utama (LAKUT). Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini digelar di Yayasan Khasanah Nusantara (KHASNU), Kecamatan Bayan, dan dihadiri oleh puluhan peserta serta tamu undangan pada Kamis (15/01).

Ketua PC IPPNU Purworejo, Rekanita Debi Saktiyani, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya LAKUT perdana ini. Meski mengakui masih ada ruang evaluasi untuk penyempurnaan di masa mendatang, ia berharap kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan.

​”Semoga para calon kader utama ini mampu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan PC IPNU – IPPNU Purworejo dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selaku tuan rumah, Bapak Muhammad Musyafa (Ketua MA IPNU Purworejo/Ketua Yayasan KHASNU) memberikan pesan mendalam mengenai peran kader dalam melayani umat. Beliau menekankan pentingnya kepekaan sosial terhadap tantangan nyata seperti narkoba dan judi online. Menurutnya, IPNU-IPPNU harus menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi pelajar agar terhindar dari pengaruh negatif lingkungan.

Hadir pula Bapak Muhaimin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang menyoroti relevansi kaderisasi di era digital. Beliau mengingatkan bahwa meski Kecerdasan Buatan (AI) lebih cepat dan tepat dalam mengolah data, kebijaksanaan tetap menjadi hak prerogatif manusia.

​”Kita harus berpikir global dan bertindak lokal. Kompetitor kalian bukan lagi sesama anak negeri, melainkan pemuda dari Jepang hingga Amerika. Jadilah pemimpin yang berani mengambil risiko, karena setiap peran di dunia ini pasti ada tanggung jawabnya,” tegas beliau.

Mewakili Ketua PCNU Purworejo, Drs. Fathurrohman, M.M. (Wakil Ketua PCNU) secara resmi membuka kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa LAKUT ini merupakan rangkaian peringatan Harlah 100 Tahun NU. Ia menekankan bahwa pemimpin hebat lahir dari dua hal: kematangan alami melalui proses organisasi dan penempaan manajemen serta penguatan ideologi Aswaja secara mendalam.

Rangkaian acara ditutup dengan Mauidzoh Hasanah dan doa bersama yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Purworejo, KH Dawud Maskuri. Sebagai simbolisasi dimulainya pelatihan, dilakukan penyematan tanda peserta serta penyerahan mandat dari PC IPNU – IPPNU Purworejo kepada Tim Instruktur & Pelatih PW IPNU – IPPNU Jawa Tengah yang akan mengawal proses pengkaderan hingga selesai. (WS)

Kebijakan Pemerataan MBG di Sukabumi Picu Respons Mitra, BGN Diminta Perkuat Koordinasi

0

Redaksi.Co || Penerapan kebijakan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) memicu dinamika di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menilai kebijakan tersebut dijalankan terlalu cepat tanpa didahului koordinasi menyeluruh, sehingga berdampak pada kenyamanan pelaksanaan di lapangan.

Pengelola SPPG Warnasari, Kabupaten Sukabumi, Ricky Julius, menuturkan bahwa secara substansi kebijakan pemerataan bertujuan baik. Namun, dalam praktiknya, kebijakan tersebut dinilai kurang memperhatikan kemitraan yang selama ini telah berjalan stabil dan tanpa kendala.

“Pemerataan memang niatnya bagus, tapi penerapannya terlalu terburu-buru. Akhirnya situasi menjadi kurang kondusif. Padahal, kami sudah bekerja sama dengan SMKN 1 lebih dari tujuh bulan dan tidak pernah ada persoalan,” ujar Ricky saat ditemui di SMKN 1 Kota Sukabumi, Kamis (15/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, imbas dari kebijakan tersebut, pihaknya diminta melepas sebagian penerima manfaat. Namun, pihak sekolah mitra justru menyampaikan penolakan karena menilai kerja sama yang terjalin selama ini berjalan aman dan efektif.
“Sekolah merasa tidak ada masalah. Kerja sama sudah berjalan baik dan kondusif, sehingga mereka menolak perubahan mendadak,” ungkapnya.

Menurut Ricky, kebijakan pemerataan terkesan memosisikan mitra lama seolah harus mengakhiri kerja sama secara sepihak, padahal tidak pernah ada forum konsolidasi yang melibatkan semua pihak terkait, baik pengelola dapur maupun institusi pendidikan.

Ia menilai, meskipun regulasi pemerataan yang diterbitkan BGN cukup ideal secara konsep, pelaksanaannya semestinya diawali dengan pengarahan dan koordinasi yang matang bersama para mitra.

“Membangun kepercayaan sekolah itu proses panjang. Ada evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan. Tidak bisa serta-merta dipindahkan ke dapur lain yang rekam jejaknya belum tentu dipahami pihak sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya aspek jarak dalam distribusi MBG. Saat ini, jarak dapur SPPG Warnasari ke sekolah penerima manfaat hanya sekitar 2,7 kilometer, sehingga kualitas dan ketepatan distribusi makanan lebih terjamin.

Apabila kebijakan pemerataan tetap diberlakukan tanpa kesepahaman bersama, Ricky menyebut SPPG Warnasari berpotensi kehilangan sekitar 2.000 penerima manfaat.

“Ini bukan sekadar soal bisnis. Melayani ribuan penerima manfaat membutuhkan kesiapan dan konsistensi. Sekolah juga sudah merasa nyaman dengan layanan kami,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap akan menyalurkan MBG selama belum ada keputusan resmi terkait perubahan kemitraan.

“Kami patuh pada aturan, tetapi berharap ada konsolidasi yang jelas dan adil. Jangan hanya menunjuk satu dapur, padahal di wilayah Cikole ada dapur lain yang jaraknya lebih dekat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator BGN Wilayah Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, menyampaikan bahwa kebijakan pemerataan merupakan bagian dari proses penataan dan sinkronisasi data penerima manfaat MBG yang telah diatur dalam regulasi resmi.

Ia menjelaskan, BGN telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2025 tertanggal 11 Agustus 2025, serta Surat Keputusan Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 yang ditandatangani pada 29 Desember 2025.

“Dalam petunjuk teknis sudah diatur bahwa lokasi satuan pendidikan harus berada dalam radius maksimal enam kilometer dari SPPG atau waktu tempuh distribusi tidak lebih dari 30 menit,” jelas Septo.

Ia menambahkan, distribusi MBG masih diperbolehkan melintasi batas administrasi kecamatan selama berada dalam wilayah kota atau kabupaten yang sama.

Septo mengakui, hingga kini masih ditemukan distribusi MBG lintas wilayah, termasuk di Kecamatan Cikole. Berdasarkan data sementara, terdapat 153 penerima manfaat yang tercatat, dan setelah dilakukan pemerataan jumlahnya disesuaikan menjadi 113 orang.

“Masih ada sekitar 40 penerima manfaat yang distribusinya lintas kota dan kabupaten. Ini kami benahi secara bertahap melalui sinkronisasi data,” ungkapnya.

Ia menegaskan, proses penataan dilakukan secara bertahap mengingat BGN masih merupakan lembaga yang relatif baru dan membutuhkan evaluasi berkelanjutan.

“Ini merupakan persoalan internal antar mitra dan kami upayakan penyelesaiannya tetap kondusif. Saat ini, jumlah SPPG di Kota Sukabumi mencapai 46,” pungkas Septo.***(RAF)

Editor : Ujang S

Ucapan terima kasih masyarakat Desa Kuala Merbau, Rehabilitasi Pelabuhan Anggaran 2025.

0

Meranti – Masyarakat Desa Kuala Merbau kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti,mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Jumat.16.1.2026

Dengan adanya Rehabilitasi Pelabuhan Desa Kuala Merbau kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pelabuhan ini sangat kondusif bagi perekonomian masyarakat Kuala Merbau dan juga tempat bongkar muat barang dagangan dari Selatpanjang dan sebagai nya.

Dana Rehabilitasi ini adalah anggaran APBD dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Semoga yang akan datang ditambah lagi Pembangunan pelabuhan yang menghubungkan Desa Kuala Merbau dengan Desa Tanjung Bunga. Kecamatan Pulau Merbau.

Masyarakat Desa Kuala Merbau, mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sehat selalu…Amin. Dan dapat meneruskan Pembangunan secara kontinu dalam segala bidang.

Kami masyarakat Desa Kuala Merbau khususnya dan kecamatan Pulau Merbau Umum nya sangat berharap dengan adanya Camat Pulau Merbau yang baru ini lebih bersenergi sebagai Putra daerah kecamatan Pulau Merbau, Dalam Pembangunan disegala bidang.

Sebenarnya Desa Kuala Merbau sungguh banyak Nuangsa sejarah yang terpendam belum lagi terungkap oleh Dinas Kebudaýan Kabupaten maupun Provinsi Riau, contohnya ada Peninggalan Makam Datuk Setia Indra di Desa Tanjung Bunga, makam Datuk setia Pati di Desa Kuala Merbau. Pemimpin Negeri di Zaman kerajaan Siak. Mudah mudahan dapat perhatian dari Pemerintah.Ujar nya.