Beranda blog Halaman 79

Pakar Hukum Tata Negara: KUHAP Baru Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Minimal Dua Alat Bukti Sah

0

Jakarta ,Redaksi.Co– Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi menilai lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) merupakan bagian dari pembaruan sistem hukum pidana nasional yang bertujuan memperkuat supremasi hukum serta memberikan kepastian dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan aparat penegak hukum.

Menurut Rullyandi, KUHAP baru hadir sebagai bentuk koreksi dan penyempurnaan terhadap aturan sebelumnya melalui proses harmonisasi dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan hukum, termasuk sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Lahirnya KUHAP baru merupakan paradigma pembaharuan hukum yang telah melalui proses harmonisasi serta mempertimbangkan berbagai perubahan hukum, termasuk putusan-putusan Mahkamah Konstitusi yang menjadi bagian dari perkembangan hukum acara pidana,” ujar Muhammad Rullyandi di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 yang mengatur mengenai perlunya prosedur pemeriksaan calon tersangka sebelum dilakukan penetapan tersangka. Menurutnya, ketentuan tersebut merupakan bagian dari rezim KUHAP lama dan telah mengalami perubahan dengan berlakunya KUHAP baru.

“Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 harus dipahami dalam konteks keberlakuan KUHAP pada saat itu. Dengan adanya KUHAP baru, terdapat paradigma dan pengaturan baru yang menegaskan mekanisme penetapan tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti,” jelasnya.

Rullyandi menyebut, KUHAP baru telah mengatur secara tegas bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh paling sedikit dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 31 dan Pasal 90 ayat (1) KUHAP baru.

“Ketentuan dalam KUHAP baru memberikan penegasan bahwa dasar utama penetapan tersangka adalah terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah. Hal ini menjadi instrumen penting dalam menjamin kepastian hukum sekaligus memperkuat profesionalitas aparat penegak hukum,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya pengaturan baru tersebut, ketentuan mengenai pemeriksaan calon tersangka sebelum penetapan tersangka sebagaimana berkembang dalam praktik berdasarkan Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 tidak lagi menjadi persyaratan mutlak sepanjang penyidik telah memenuhi standar pembuktian yang ditentukan dalam KUHAP baru.

“Sepanjang penyidik telah memperoleh minimal dua alat bukti yang sah sesuai KUHAP baru, maka penetapan tersangka dapat dilakukan berdasarkan ketentuan tersebut tanpa harus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap calon tersangka sebagai saksi,” tutur Rullyandi.

Lebih lanjut, ia menilai perubahan KUHAP ini harus dipahami sebagai upaya menyeimbangkan antara perlindungan hak warga negara dengan kebutuhan penegakan hukum yang efektif.

“KUHAP baru pada prinsipnya tetap menjunjung tinggi due process of law, namun di sisi lain memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menjalankan kewenangannya secara profesional berdasarkan alat bukti yang sah,” pungkasnya.

Dari Kanvas Menuju Dakwah, Muharram Art Fest 2026 Resmi Menghidupkan Jember

0

JEMBER, Redaksi.co – Bertempat di Gedung Jember Nusantara, PC GP Ansor Kencong bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember resmi membuka Muharram Art Fest 2026 pada Senin (13/7). Festival seni yang berlangsung hingga 19 Juli 2026 ini menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam melalui perpaduan seni, budaya, dan nilai-nilai keislaman.

Mengusung semangat hijrah sebagai inspirasi berkarya, Muharram Art Fest 2026 menghadirkan pameran seni lukis sebagai ruang apresiasi sekaligus wadah berekspresi bagi para seniman, santri, pelajar, budayawan, dan masyarakat. Beragam perlombaan hingga forum kebudayaan turut digelar dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah.

Penyelenggaraan Muharram Art Fest sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, dalam memperkuat identitas Jember sebagai kabupaten yang kaya akan seni, budaya, dan tradisi Pendhalungan. Festival ini menjadi bukti bahwa kreativitas para seniman Jember terus tumbuh dan layak mendapat ruang untuk berkembang, mulai dari seni lukis hingga kaligrafi.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 14 Juli dengan Lomba Kaligrafi Kontemporer tingkat Tapal Kuda yang diikuti santri dan pelajar. Selanjutnya, pada 15 Juli digelar Lomba Melukis tingkat Jawa-Bali, disusul Lomba Mewarnai bagi siswa TK/RA se-Kabupaten Jember pada 16 Juli.

Memasuki penghujung festival, pada 18 Juli akan digelar Ngaji Seni Budaya, sebuah forum yang membahas harmonisasi nilai-nilai Islam, tradisi, dan perkembangan seni. Puncak acara pada 19 Juli akan ditandai dengan lelang karya lukis dua seniman, Susmiadi, S.T. (Shoez) dan KH. Maimun Thoha.

Lelang tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seni, tetapi juga memiliki misi sosial. Sebagian hasil penjualan lukisan akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan Kantor PC GP Ansor Kencong sebagai pusat pelayanan masyarakat, pengembangan kader, dan aktivitas kebudayaan.

Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, mengatakan Muharram Art Fest merupakan komitmen Ansor dalam menghadirkan dakwah yang sejuk melalui pendekatan seni dan budaya.

“Muharram adalah momentum hijrah. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju kehidupan yang lebih baik, termasuk dalam cara kita memandang seni dan budaya. Bagi Ansor, seni merupakan bahasa peradaban yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang bagi para seniman, santri, dan generasi muda untuk berkarya, berdialog, sekaligus menjaga warisan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Agus juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam lelang lukisan sebagai bentuk dukungan terhadap para seniman sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan Kantor PC GP Ansor Kencong.

Menurutnya, Jember memiliki potensi besar di bidang seni yang perlu terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Jember adalah daerah yang kaya akan talenta seni. Banyak seniman hebat yang membutuhkan ruang untuk berekspresi dan memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat. Karena itu, Ansor Kencong siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung program-program Gus Bupati Dr. H. Muhammad Fawait, khususnya dalam pengembangan seni, budaya, dan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Melalui Muharram Art Fest 2026, PC GP Ansor Kencong bersama PC Lesbumi Kencong berharap seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga menjadi sarana dakwah, pelestarian budaya, penguatan kepedulian sosial, serta penggerak ekonomi kreatif. Festival ini diharapkan dapat menjadi agenda budaya tahunan yang semakin mengukuhkan Jember sebagai salah satu pusat seni dan budaya yang diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Sofyan)

Estafet Kepala Sekolah SDN Kiyangkongrejo. Berlangsung khidmat

0

 

Purworejo, Selasa, 14 Juli 2026

,Pisah Sambut Kepala Sekolah, Ibu Mustolifah, S.Pd.SD.M.Pd.dan sekaligus penyambutan Ibu Evi Yuniastuti, S.Pd.M.Pd.

Acara dihadiri oleh seluruh Guru dan Staf SDN Kiyangkongrejo, Ketua Komite Sekolah, Pak Lurah Kiyangkongrejo, Ketua Paguyuban Orang Tua/Wali Murid

1. Sambutan Kepala Sekolah Ibu Mustolifah,
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru, staf, komite, orang tua, dan masyarakat Kiyangkongrejo atas dukungan selama saya mengabdi. Mohon maaf jika selama memimpin ada kekurangan. kepada Ibu Evi, semoga sekolah ini semakin maju dan berprestasi.

2. Sambutan Kepala Sekolah Baru Ibu Evi Yuniastuti
“Saya mohon doa restu dan dukungan dari seluruh elemen. Mari kita bersama-sama melanjutkan program baik yang sudah ada dan membawa inovasi baru. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin SDN Kiyangkongrejo akan menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi dan berkarakter

3. Sambutan Ketua Komite Sekolah
“Komite siap bersinergi dan mendukung penuh semua Program studi

4. Sambutan Pak Lurah Kiyangkongrejo
Atas nama Pemerintah Desa, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mustolifah dan selamat datang kepada Ibu Evi.

5. Sambutan Ketua Paguyuban Orang Tua/Wali Murid

Polres langkat Intensifkan Patroli KRYD Antisipasi C3, Premanisme dan Gangguan Kamtibmas

0

Langkat-redaksi.co
Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polres Langkat kembali melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik keramaian dan lokasi strategis di wilayah Kecamatan Stabat, Senin malam (13/07/2026).

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Pamapta III Polres Langkat IPDA Armalis Tarigan, S.H dengan melibatkan 10 personel Polres langkat.

Patroli dimulai sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat (R4) Sasaran patroli meliputi sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan Kamtibmas, di antaranya Jalan Proklamasi tepat nya Simpang Pintu TOL Kwala Bingai Stabat, Alun Alun Stabat, serta sejumlah titik keramaian lainnya di Kota Stabat.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dan dialogis dengan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

Warga diimbau untuk selalu menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas.

Selain itu, patroli juga difokuskan untuk mengantisipasi aksi premanisme, pungutan liar (pungli), balap liar, serta tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau yang dikenal dengan istilah C3.

Petugas turut mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian dengan Layanan Call Centre 110 Polres Langkat apabila menemukan orang maupun aktivitas yang mencurigakan, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin.

Pamapta III Polres Langkat IPDA Armalis Tarigan, S.H.menegaskan bahwa patroli KRYD merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan situasi wilayah tetap kondusif, terutama pada malam hari saat aktivitas masyarakat masih berlangsung.

“Melalui patroli yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Hingga kegiatan berakhir, situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Stabat terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang menonjol selama pelaksanaan patroli berlangsung.

M.ilyas

Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Satlantas Pasangkayu Gencarkan Sosialisasi Knalpot Standar

0

Pasangkayu – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasangkayu melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) terus mengintensifkan upaya preventif dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi kepada pengendara sepeda motor terkait penggunaan knalpot sesuai spesifikasi teknis atau knalpot standar pabrikan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) pukul 08.00 WITA tersebut menyasar para pengguna kendaraan roda dua di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pasangkayu. Edukasi diberikan sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai maraknya penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan, memicu kebisingan, dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kasat Lantas IPTU Karina Rara Ayu mengatakan, sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas, termasuk menggunakan kendaraan yang memenuhi spesifikasi teknis sesuai ketentuan.

Personel Unit Kamsel Satlantas Polres Pasangkayu memberikan edukasi kepada pengendara sepeda motor terkait penggunaan knalpot sesuai spesifikasi teknis (knalpot standar) dalam rangka meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Pasangkayu, Selasa (14/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar tidak lagi menggunakan knalpot brong dan menggantinya dengan knalpot standar pabrikan. Petugas juga menjelaskan bahwa penggunaan knalpot sesuai standar bukan hanya untuk menghindari sanksi hukum, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.

Kasat Lantas IPTU Karina Rara Ayu menegaskan, budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan dan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran pengendara, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kebisingan yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Satlantas Polres Pasangkayu memastikan akan terus menggelar kegiatan sosialisasi, edukasi, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, lancar, dan kondusif di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Sumber : humas polres Pasangkayu

Blue Light Patrol Satlantas Polres Pasangkayu, Jaga Keamanan Malam dan Cegah Kejahatan Jalanan

0

 

Pasangkayu – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasangkayu kembali menggelar Blue Light Patrol pada Senin (13/7/2026) malam sebagai upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut merupakan patroli rutin malam hari dengan menyalakan lampu rotator biru sebagai simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat. Patroli difokuskan pada ruas jalan utama, kawasan pertokoan, pusat keramaian, serta titik-titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kasat Lantas IPTU Karina Rara Ayu mengatakan, Blue Light Patrol merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, seperti aksi kriminalitas jalanan, balap liar, hingga pelanggaran lalu lintas.

Selain memantau situasi, personel Satlantas juga memberikan edukasi kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas. Pengendara sepeda motor diimbau menggunakan helm berstandar SNI, pengemudi mobil wajib mengenakan sabuk pengaman, serta menghindari penggunaan telepon genggam selama berkendara demi keselamatan bersama.

“Blue Light Patrol merupakan komitmen Polres Pasangkayu untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sehingga aktivitas masyarakat pada malam hari dapat berlangsung dengan tertib dan lancar,” ujar IPTU Karina Rara Ayu.

Personel Satlantas Polres Pasangkayu melaksanakan Blue Light Patrol di salah satu ruas jalan di Kabupaten Pasangkayu, Senin (13/7/2026) malam. Patroli rutin ini bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mencegah pelanggaran lalu lintas dan potensi kejahatan jalanan.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Pasangkayu berharap tumbuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan disiplin berlalu lintas. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Pasangkayu.

Sumber : Humas polres Pasangkayu

Patroli Satlantas Polres Pasangkayu Perkuat Kamseltibcar Lantas di Sejumlah Titik Rawan

0

 

Pasangkayu – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasangkayu terus memperkuat upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) melalui patroli rutin yang menyasar sejumlah ruas jalan dan titik rawan di wilayah hukum Polres Pasangkayu, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dilaksanakan atas arahan Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kasatlantas IPTU Karina Rara Ayu. Patroli menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menjaga situasi lalu lintas tetap aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jalan.

Patroli rutin Satlantas Polres Pasangkayu di sejumlah ruas jalan dan persimpangan bertujuan mencegah pelanggaran, mengurai potensi kemacetan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas melakukan pemantauan arus kendaraan, mengawasi titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan maupun pelanggaran, serta menyampaikan edukasi kepada pengendara mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Masyarakat diimbau menggunakan helm berstandar SNI, mengenakan sabuk pengaman, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta selalu membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.

Selain melakukan pengawasan, petugas juga mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam berkendara. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Kasatlantas Polres Pasangkayu IPTU Karina Rara Ayu mengatakan, patroli rutin akan terus dioptimalkan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dengan pengguna jalan.

“Kehadiran personel Satlantas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, mencegah terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas,” ujar IPTU Karina Rara Ayu.

Selama patroli berlangsung, situasi arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Pasangkayu terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif. Polres Pasangkayu menegaskan kegiatan patroli rutin akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai wujud komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga terciptanya Kamseltibcar Lantas di Kabupaten Pasangkayu.

Sumber : Humas polres Pasangkayu 

Optimalkan Infrastruktur Pengendali Banjir, Kadis PUPR Banda Aceh Turun Langsung Cek Rumah Pompa

0

Banda Aceh — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Ir. Rulli Syahreza, MT, mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi ancaman banjir dan cuaca ekstrem. Rulli turun langsung ke lapangan memimpin monitoring dan evaluasi (monev) ke seluruh rumah pompa yang tersebar di wilayah Kota Banda Aceh. Langkah preventif ini sengaja ia lakukan guna memastikan sistem kendali air di ibu kota Provinsi Aceh tersebut benar-benar dalam kondisi siaga satu menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

​Dalam peninjauannya, Rulli memeriksa dengan detail setiap aspek teknis, mulai dari performa mesin pompa, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), hingga kesiapan para petugas yang berjaga di lokasi. Ia menegaskan tidak ingin ada kendala sekecil apa pun pada infrastruktur vital tersebut saat intensitas hujan mulai meninggi. Rulli ingin memastikan langsung bahwa seluruh rumah pompa di Banda Aceh berfungsi dengan normal dan tanpa kendala teknis sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

​Menurut Rulli, keberadaan rumah pompa ini menjadi garda terdepan dalam menyedot dan mengalirkan genangan air menuju laut atau sungai utama. Oleh karena itu, performa mesin yang optimal menjadi hal yang krusial demi melindungi pemukiman warga dari luapan air. Tidak hanya mengecek kesiapan mesin, Rulli juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh operator dan tim teknis di lapangan agar memperketat jadwal piket dan menjaga fokus penuh selama 24 jam. Ia meminta petugas lapangan untuk terus bersiaga dan memperkuat koordinasi antar-posko agar respons penanganan bisa lebih cepat begitu terjadi kenaikan debit air.

​Di akhir peninjauannya, Rulli juga mengetuk kesadaran warga Banda Aceh untuk saling bahu-membahu menjaga lingkungan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase atau parit. Rulli mengingatkan bahwa sumbatan sampah dapat mengganggu efektivitas kerja rumah pompa yang sedang dioptimalkannya, sehingga kepedulian masyarakat sangat dinantikan agar Kota Banda Aceh terhindar dari banjir

Abrasi Kian Mengancam, Kades Karya Bersama Perjuangkan Pembangunan Tanggul ke BWS III Palu

0

Foto : Istimewa

Pasangkayu – Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, mendorong Pemerintah Desa setempat mengambil langkah nyata. Kepala Desa Karya Bersama, Rahmanuddin, bersama perangkat desa kembali melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) III Palu guna memperjuangkan pembangunan tanggul penahan abrasi demi melindungi permukiman warga.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas proposal pembangunan tanggul yang telah diajukan Pemerintah Desa Karya Bersama pada tahun 2024. Dalam pertemuan itu, Rahmanuddin memaparkan perkembangan terbaru kondisi abrasi yang semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir pantai.

Menurut Rahmanuddin, kondisi abrasi di wilayahnya terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sehingga membutuhkan penanganan yang serius dan segera. Karena itu, pihaknya membawa dokumentasi terbaru sebagai bahan pendukung agar pemerintah pusat melalui BWS III Palu dapat melihat secara langsung tingkat kerusakan yang terjadi.

Kami telah berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai III Palu dan menyampaikan kondisi abrasi terkini di pesisir Desa Karya Bersama. Alhamdulillah, respons yang diberikan cukup baik. Harapan kami, pembangunan tanggul dapat direalisasikan pada tahun 2027 sehingga masyarakat tidak lagi dihantui ancaman abrasi,” ujar Rahmanuddin, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, kedatangannya ke BWS III Palu bukan hanya untuk menindaklanjuti proposal yang telah diajukan sejak 2024, tetapi juga menyampaikan perkembangan terbaru kondisi lapangan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar usulan pembangunan tanggul tetap menjadi perhatian dan masuk dalam prioritas penanganan.

Rahmanuddin berharap sinergi antara Pemerintah Desa Karya Bersama dan BWS III Palu dapat menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat pesisir. Pembangunan tanggul dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi permukiman warga, menjaga infrastruktur desa, serta mencegah dampak abrasi yang semakin meluas di masa mendatang.

Rapim OPD Sulbar: BPBD Kenalkan Inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi untuk Kurangi Risiko Bencana

0

Foto : Kepala Dinas BPBD Sulbar

MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Hal tersebut ditunjukkan melalui pemaparan program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).

Rapat yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (2/7/2026), turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, serta seluruh kepala perangkat daerah sebagai forum penyelarasan program prioritas pembangunan.

Dalam paparannya, Muhammad Yasir Fattah menjelaskan bahwa DESTANA Berbasis Kolaborasi merupakan inovasi BPBD Sulbar yang mengedepankan sinergi lintas sektor dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana. Program ini melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa, mulai dari upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat secara terpadu dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi semua pihak, desa diharapkan mampu mengenali potensi ancaman sejak dini, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan,” jelas Yasir.

Program tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat yang menekankan pentingnya pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Mengingat Sulawesi Barat termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, penguatan kapasitas masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Melalui inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi, BPBD Sulbar berharap lahir desa-desa yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus mampu melindungi masyarakat secara mandiri. Program ini juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

Naskah : BPBD Sulbar

Sumber : Tim Humas Pemprov Sulba

By : Redaksi