Beranda blog Halaman 621

Angkutan Nataru 2024/2025, KAI Divre III Palembang Angkut 59.199 Penumpang

0

Redaksi.co | PALEMBANG, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menutup pelaksanaan angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang telah berlangsung selama 18 hari sejak 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Selama periode angkutan Nataru tersebut, KAI Divre III Palembang melayani total 59.199 penumpang dengan okupansi sebesar 127% dari jumlah total tempat duduk yang disediakan sebanyak 46.440, atau rata-rata 3.289 penumpang per harinya. Jumlah total penumpang tersebut meningkat sebesar 7,18% dibanding periode angkutan Nataru tahun sebelumnya pada 2023/2024 yakni 55.232 penumpang.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menjelaskan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa angkutan kereta api serta penambahan rangkaian kereta pada KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjung Karang (PP) sebanyak 1 K3/kereta ekonomi dan KA Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuklinggau (PP) sebanyak 1 K1/kereta eksekutif.

“KAI Divre III Palembang telah mengoperasikan total 90 perjalanan KA atau rata-rata 5 perjalanan KA per hari, dengan rincian 36 perjalanan KA Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuklinggau, 36 perjalanan KA Bukit Serelo relasi Kertapati – Lubuklinggau dan 18 perjalanan KA Rajabasa relasi relasi Kertapati – Tanjung Karang,” ungkap Aida.

Aida menambahkan, pencapaian positif di masa Angkutan Nataru ini juga terdapat disisi ketepatan waktu atau _On Time Performance_ keberangkatan kereta api di wilayah Divre III Palembang yang mencapai 100% dan ketepatan kedatangan kereta api mencapai 95,29%. Hal ini juga yang menjadikan pertimbangan masyarakat memilih moda transportasi kereta api.

“Adapun puncak arus mudik penumpang periode Nataru 2024/2025 terjadi pada 24 Desember 2024 (H-1 Natal) sebanyak 3.393 penumpang, sedangkan puncak arus balik terjadi pada 29 Desember 2024 (H+4 Natal) sebanyak 3.524 penumpang,” jelas Aida.

Untuk jumlah rincian penumpang per KA yang beroperasi di Divre III Palembang sebagai berikut :
– KA Bukit Serelo relasi Stasiun Kertapati – Lubuklinggau (pp) sebanyak 27.620 penumpang;
– KA Sindang Marga relasi Stasiun Kertapati – Lubuklinggau (pp) sebanyak 17.936 penumpang;
– KA Rajabasa relasi Stasiun Kertapati – Tanjung Karang (pp) sebanyak 13.643 penumpang.

Sedangkan untuk keberangkatan penumpang di Stasiun Kertapati selama periode Nataru mencapai 28.027 penumpang, sedangkan untuk kedatangan penumpang di Stasiun Kertapati mencapai 27.646 penumpang. Jumlah tersebut masih menjadikan Stasiun Kertapati sebagai stasiun tersibuk dalam melayani para penumpang dan juga mendukung pergerakan ekonomi masyarakat khususnya di Kota Palembang.

KAI Divre III Palembang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia KA yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi utama dalam bepergian, terutama pada libur Nataru ini serta memberikan apresiasi kepada masyarakat beserta seluruh stakeholder, baik dari unsur Pemerintahan maupun TNI dan Polri yang turut mensukseskan angkutan Nataru 2024/2025 sehingga dapat berjalan dengan selamat, aman, lancar dan terkendali.

“KAI Divre III Palembang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan menghadirkan inovasi yang ramah lingkungan kepada para pelanggan setia KA dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pada seluruh perjalanan KA, sehingga menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang aman dan nyaman,” tutup Aida. (*)

Gali Keberadaan Teknologi Bertaraf Internasional di Biak, Danlanudal Biak Kunjungi BRIN

0

Gali Keberadaan Teknologi Bertaraf Internasional di Biak, Danlanudal Biak Kunjungi BRIN

TNl AL-Dispen Puspenerbal (6/1/2024).
Berawal dari keingintahuan tentang keberadaan teknologi bertaraf internasional di kota Biak, Danlanudal Biak, Kolonel Laut (P) Anang Adhi Purwonugroho didampingi Perwira stafnya melakukan kunjungan kerja ke stasiun BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang berlokasi di Sumberker, Kec. Samofa, Kab. Biak Numfor, Papua, Senin (6/1/2024).

Kedatangan Danlanudal Biak beserta staf ke lembaga riset dan inovasi tersebut, disambut secara langsung oleh Koordinator KSL (Kawasan Stasiun Lapangan) Stasiun Bumi BRIN Biak, Luqman Ashari.

Menurut Luqman Ashari saat Coffe Morning bersama Danlanudal Biak mengatakan, BRIN merupakan sebuah lembaga yang berfokus pada bidang riset dan inovasi yang berfungsi membantu dan menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang Litbang, Pengkajian dan Penerapan, serta Invensi dan Inovasi yang terintegrasi.

Dalam kunjungannya, Danlanudal melakukan peninjauan ke ISRO (Indian Space Research Organisation) TTC Station, sebuah Badan Antariksa Nasional milik India di bidang Litbang dan Teknologi Antariksa.

Di stasiun ISRO, Danlanudal Biak beserta staf berkesempatan meninjau langsung pengoperasian perangkat penerima data informasi dari satelit India yang mengorbit di atas Indonesia.

Karena orbit data ISRO hanya mampu ditangkap oleh stasiun kendali BRIN Biak, BRIN dan ISRO akhirnya bekerja sama untuk menerima data yang dipergunakan sebagai dasar berbagai penelitian antariksa, seperti pemetaan, prakiraan cuaca, pengamatan objek antariksa dan lain sebagainya(dar).

Stadion Bumi Sriwijaya Palembang Dibenahi Agar Lebih Siap Hadapi Event Nasional Dan Internasional

0

Redaksi.co | Palembang,- Stadion Bumi Sriwijaya Palembang kini telah dilakukan renovasi mendekati tahap finishing, sebagaimana sarana prasarana stadion yang telah dilakukan perbaikan dan modernisasi sehingga Stadion Bumi Sriwijaya Palembang dapat dinyatakan menjadi stadion yang siap menyelenggarakan pertandingan sepakbola bertaraf nasional maupun Internasional setelah Jakabaring Sport City (JSC) demikian diutarakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Rudi Irawan, S.Sos., M.Si melalui Sekretaris Dispora Provinsi Sumsel H A Yudi Saputra, S.T., M.T saat diwawancarai diruang kerjanya.

Dikatakan Kepala Dispora Provinsi Sumsel H Rudi Irawan, S.Sos., M.Si melalui Sekertaris Dispora Sumsel H A Yudi Saputra, S.T., M.T, untuk renovasi Stadion Bumi Sriwijaya Palembang saat ini kan, itu masih didalam pelaksanaan oleh Balai Permukiman dan Sarana Prasarana Wilayah Provinsi Sumsel.

Jadi sepengetahuan kami itu masa kontraknya akan berakhir di Desember tahun 2024, tetapi bisa saja memang BPK melakukan penambahan waktu 50 hari lintas tahun. Kalau memang dirasa ada pekerjaaan-pekerjaan yang belum selesai itu secara regulasi yang kami ketahui.

“Artinya sebelum itu ada serah terima ke Dispora Stadion Bumi Sriwijaya Palembang masih didalam renovasi, masih didalam tahap renovasi, dan menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam hal ini Kementerian PU,” ujarnya.

Kemudian, ini dimulai sejak awal tahun 2024 hampir keseluruhan, jadi dari mulai tribun itu dilakukan perbaikan, sesuai standar stadion pertandingan, di mana selama ini kan menjadi Stadion latihan untuk di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang.

Setelah adanya renovasi ini kan menjadi stadion pertandingan, jadi layak untuk dapat layak untuk menyelenggarakan pertandingan setidaknya Liga 2. Dan oleh karena itu, perbaikannya itu mencakup hampir keseluruhan.

“Mulai dari penataan tribun, penataan jalur keluar masuk penonton, pemain, VIP itu ditata semua, sampai dengan penggantian, yakni penggantian rumput dilapangan, dimana itu ganti sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh Federation Internationale de Football (FIFA) dalam hal ini otoritas tertinggi sepak bola,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dimana beberapa waktu yang lalu sudah dilakukan peninjauan oleh FIFA dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), dan saya kira wajar ada beberapa anjuran atau saran dari pihak FIFA dan PSSI sehingga proses renovasi Stadion Bumi Sriwijaya Palembang ini dapat nanti berakhir serta menghasilkan stadion yang memang layaklah buat penyelenggaraan pertandingan ke depan baik nasional dan Internasional.

Ini kan awalnya sejarahnya ini dilakukan renovasi setelah peristiwa kerusuhan Kanjuruhan Malang, dari sanalah pihak Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian PU itu berkoordinasi untuk merehab seluruh stadion-stadion yang memang di identifikasi belum memenuhi standar lah, belum memenuhi standarisasi.

“Ini kita harapkan Stadion Bumi Sriwijaya Palembang menjadi stadion kedua setelah JSC yang dapat menyelenggarakan Liga Nasional dan Internasional di kota Palembang ini. Sedangkan kapasitas juga terjadi peningkatan, tetapi setelah adanya renovasi kapasitasnya meningkat,” katanya.

Masih dilanjutkannya, tidak sampai dua kali lipat, tetapi lumayan meningkatnya lumayan, jadi tampungan Stadion Bumi Sriwijaya Palembang sendiri pun memang lebih meningkat dari semula. Dengan banyaknya stadion yang sesuai standar ya kita harapkan memang club-club sepak bola yang ada di kota Palembang dan Sumsel ini dapat lebih meningkat prestasinya.

Karena pilihan stadion kan berarti semakin banyak semakin baik, karena kualitas dari lapangan juga mempengaruhi dari permainan atau penampilan club itu sendiri. Jadi kalau memang infrastrukturnya sudah baik, ya kita harapkan prestasi club-club bola kita ataupun pembinaan-pembinaan usia dini di Sumsel untuk cabang olahraga (Cabor) sepak bisa juga meningkat.

“Tentunya kalau renovasi ini berawal dari peristiwa Kanjuruhan itu yang dicermati kemarin oleh pihak FIFA dan PSSI serta Kemenpora itu adalah jalur, yakni keluar masuk penonton, jalur keluar masuk pemain, jalur keluar-keluar masuk VIP, petugas keamanan, petugas medis itu semuanya diteliti, dicermati dengan sangat cermat oleh pihak FIFA,” ucapnya.

Masih diungkapkannya, justru dari segi kenyamanan pun juga dilihat, kenyamanan penonton menonton pertandingan, jarak dia tempat duduk ke tempat duduk didepannya itu dihitung semua jaraknya. Jadi mau istilahnya kaki penonton ini tidak menyentuh kursi yang didepannya, jadi masih ada space untuk lewat penonton, seperti inilah kenyamanan menonton bioskop kira-kira begitulah konsepnya.

FIFA itu memang memang meneliti orang itu nyaman, penonton itu nyaman dan aman, tapi yang paling di utama kan itu keamanan dahulu. Yakni keamanan penonton keluar masuk, jangan sampai terjadi lagi seperti yang di Malang kemarin, terjadi penumpukan penonton untuk keluar dari stadion.

“Sehingga terjadi kerusuhan penonton keluar di jalur yang cuma satu jalur, ini yang membahayakan penonton itu sendiri, dan itu yang dicermati. Kalau untuk luasan tetap sama, luasan kawasan Stadion Bumi Sriwijaya Palembang itu tidak bertambah, tetapi jalur pintu masuk dan keluar itu bertambah, gate nya bertambah,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, di mana untuk jumlah persisnya sendiri mungkin dari pihak Kementerian PU yang menjelaskan, tetapi dari pihak FIFA kemarin kan secara rinci menanyakan berapa jalur masuk untuk penonton, jalur keluarnya berapa, terus ada jalur-jalur evakuasi berapa itu dihitung semua, dan saya kira dari pihak PU sudah menindaklanjuti itu.

Terkait lahan parkir sendiri, ya otomatis kalau memang tidak dapat tertampung diarea parkir Stadion Bumi Sriwijaya Palembang kan bisa ada di sebelahnya, di Palembang Square itu bisa saja. Tetapi memang tidak disarankan untuk parkir-parkir di badan jalan, dan ini tidak boleh.

“Kalau regulasi parkir masih mengikuti lah, mengikuti regulasi yang ada, artinya sudah ada kajiannya semua nanti untuk sirkulasi mobil, ada yang drop of, ada yang memang parkir, ada kendaraan untuk VIP, malah sudah tersedia jalur-jalur sendiri, sehingga tidak mengganggu penonton untuk memang mengakses pintu masuk itu dengan hanya berjalan kami,” bebernya.

Pertanyakan Kasus RUPSLB Bank Sumsel Babel dan Penjualan Aset Tanah Asrama, Massa Garda Prabowo

0

Redaksi.co | Palembang – Pertanyakan laporan pengaduan (Lapdu) terkait korupsi, Ratusan massa tergabung dalam Gerakan Rakyat Bela (Garda) Prabowo, Sumatera Selatan (Sumsel), K MAKI, dan LI TPK gelar aksi demo di Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Senin (6/1/2025).

Sebelum membubarkan diri, dalam aksi ini sempat alot dan membakar keranda mayat yang bertuliskan Kejati Mandul, karena massa aksi kecewa tidak ada penjelasan secara langsung dari Aspidsus Kejati Sumsel.

Aksi yang dilakukan oleh Garda Prabowo Sumsel sebagai organisasi yang berfokus mengawal dan mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia (RI) khususnya di Sumatera Selatan.

Ketua Investigasi RI dan Staf Khusus Garda Prabowo, Feryandi SHDM mengatakan bahwa kasus korupsi yang saat ini tengah bergulir di Kejati Sumsel perlu diberikan dorongan motivasi agar kasus-kasus tersebut segera terungkap dan mendapat kepastian Hukum yang jelas.

“Salah satunya dari kasus-kasus tersebut yaitu kasus dugaan pemalsuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Sumsel Babel yang sampai hari ini belum terungkap sama sekali siapa aktor intelektual dibalik kasus ini,” katanya.

Lanjut ia juga sampaikan bahwa adanya dugaan korupsi dalam penjualan aset tanah asrama putri yayasan batanghari sembilan, yang saat ini telah menetapkan 4 (empat) tersangka.

“Dalam kasus ini diduga kuat masih ada peran mafia tanah yang harus segera diungkap oleh Kejati Sumsel,” ujarnya Feri

Lebih lanjut Feri beberkan bahwa selain kasus-kasus tersebut ada juga kasus dugaan korupsi program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2019 yang sedang ditangani oleh Kejari Palembang.

“Sampai hari ini aktor intelektual yang menandatangani SHM PTSL sebanyak 147 Persil dan Ketua Satgas Fisik PTSL Tahun 2019 diduga selaku otak dilapangan, belum juga ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Oleh sebab itu, sebagai bentuk komitmen, agar nawacita Bapak Presiden RI untuk memerangi para Koruptor dapat terwujud, maka dari itu DKD Garda Prabowo Sumsel bersama ratusan massanya gelar aksi demo.

Dalam aksi tersebut menyatakan sikap :
1. Mendesak Kejati Sumsel mengungkap dugaan keterlibatan mantan Gubernur Sumsel dengan inisial HD yang diduga selaku perencana dan pembuat pernyataan palsu dalam Akta Notaris Elma.

2. Segera P21 kan tersangka Notaris Elma dan Irvan Staf Notaris Elma diduga selaku pembuat akta palsu RUPSLB Bank Sumsel Babel tahun 2020.

3. Ungkap Peran Kakan BPN Kota Palembang dalam kasus penjualan aset tanah Asrama Putri Yayasan Batang Hari Sembilan yang diduga menjadi maffa tanah dan

4. ungkap peran mantan PJ sekda dengan inisial KN yang diduga menjadi kaki tangan mantan kakan BPN Kota Palembang.

5. Meminta Kejati Sumsel, agar kasus korupsi PTSL tahun 2019 di Kejari Palembang, segera ditetapkannya tersangka aktor intelektualnya yang menandatangani SHM PTSL sebanyak 147 Persil dan Ketua Satgas Fisik PTSL Tahun 2019 diduga selaku otak dilapangan kasus tersebut.

6. Perlu kami ingatkan kepada Kejati Sumsel dan Jajaran, bahwa kasus-kasus 1ni adalah kasus besar dan sudah menjadi konsumsi publik yang tentunya harus menjadi perhatian khusus oleh Kejati Sumsel, jangan sampai ada cawe-cawe dalam menuntaskan perkara-perkara ini, sehingga masyarakat masih yakin dan percaya bahwa pemberuntasan korupsi di Bumi Sriwijaya im masih berdiri tegak.

Sementara Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari SH MH mengatakan bahwa jumlah laporan pengaduan Tahun 2024 sebanyak 1813 Lapdu, yang naik ke tingkat penyelidikan ada 7 (tujuh) perkara dan tingkat penyidikan sebanyak 24 (dua.puluh empat) perkara.

“Dari 24 perkara yang masuk ketingkat penyidikan, hanya 5 (lima) perkara yang mendapatkan anggaran terkait Pidsus dan 19 (sembilan belas) perkara mendapatkan bantuan dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyidikan perkara korupsi,” ucapnya.

Terkait dengan 6 poin pernyataan sikap oleh massa aksi hari ini, dia sampaikan bahwa poin 1 dan 2, mengenai perkara kasus RUPSLB Bank Sumsel Babel Tahun 2020, sudah dikonfirmasi dengan bidang pidan umum, masih P-19, karena masih banyak alat-alat bukti yang kurang.

“Dalam perkara ini, mengapa belum dikirim lagi ke Kejati Sumsel, silahkan tanyakan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri

Kemudian poin 3 dan 4 mengenai perkara kasus korupsi, penjualan aset tanah Arama Putri Yayasan Batanghari Sembilan, bahwa penyidik saat ini sedang melaksanakan pentidikan.

“Saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti, oleh karena itu, siapa pun yang terindikasi dalam perkara Tipikor ini, pasti akan ditetapkan sebagai tersangka, asal memenuhi minimal 2 alat bukti sebagaimana dalam Pasal 184 ayat 1 KUHP,” terangnya Vanny.

Lanjut mengenai perkara kasus korupsi PTSL tahun 2019 pada pernyataan sikap di poin 5,silahkan konfirmasinya ke Kejari Palembang.

“Kasus-kasus yang akan diselesaikan oleh Kejati Sumsel, perkara-perkara yang memang kerugian bagi negaranya besar, oleh karena itu kepada Garda Prabowo Sumsel mohon supportnya, terutama kepada rekan-rekan penyidik dalam perkara kasus korupsi,” tutupnya Vanny (*)

Polda Maluku Utara terima Hibah Gedung Malaria Center dari Pemerintah Kota Ternate

0

REDAKSI.CO- Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Midi Siswoko, S.I.K , didampingi Wakapolda Malut menerima kunjugan silaturahmi dari Wali Kota Ternate, Dr.M.Tauhid Soleman. M.si. yang bertempat di Ruangan kerja Kapolda Maluku Utara. Senin, (6/1)

Pertemuan ini juga ditandai dengan penyerahan hibah gedung Malaria Center dari Pemerintah Kota Ternate kepada Polda Maluku Utara.

Kapolda dalam penyampaiannya menyampaikan ucapkan terima kasih kepada pemerintah kota ternate yang telah memberikan hibah gedung malaria center ini, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Maluku Utara.

Kapolda juga berharap dari pemerintah kota dapat membantu akses jalan masuk ke dalam rumah sakit guna memudahkan Masyarakat kedepannya

Sementara itu Walikota Ternate menyampaikan bahwa Untuk lokasi rumah sakit di Kec. Ternate selatan merupakan lokasi yang bagus karna di bagian selatan kota ternate masih minim rumah sakit.

“Dengan adanya rumah sakit Polda malut dapat membantu memudahkan masyarakat kota ternate khususnya ternate selatan untuk berobat” Ucapnya

Tuntut Ratusan Massa Aksi FPGSS Dalam Aksi Demo di Polda Sumsel, Tangkap “FA”…!

0

Warta In | Palembang, – Terkait persoalan tanah hak milik Bapak Jalaludin yang telah dibangun 11 rumah, pos jaga dan akses jalan oleh Fahmi Asegaf selaku pengembang Perumahan Kota Modern Sriwijaya atau KMS yang terletak di Jalan Kadir TKR, Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gadus Kota Palembang kini memasuki babak baru.

FPGSS menilai bahwa persoalan antara Bapak Jalaludin dengan Fahmi Asegaf ini sudah cukup lama, terkait lahan tanah milik Bapak Jalaludin yang telah dibangun 11 rumah oleh Fahmi Asegaf di perumahan KMS itu. Bukan hanya 11 rumah, tanah milik Bapak Jalaludin itu juga dibangun pos jaga dan akses jalan menuju perumahan tersebut.

Menindak lanjuti persoalan lahan tanah milik sah Bapak Jalaludin itu, FPGSS bersama pemilik tanah sah pertama-tama telah melakukan pembongkaran pos jaga dan portal di Perumahan KMS pada hari Rabu tanggal 18 Desember 2024. Dan pihak warga di perumahan itu berharap adanya mediasi antara pihak pengembang dalam hal ini saudara Fahmi Asegaf dengan Bapak Jalaludin. Namun setelah 2 minggu berlalu pihak warga tidak bisa mempertemukan kedua pihak sehingga batas waktu yang ditentukan oleh Bapak Jalaludin dan warga maka jalan atau akses menuju perumahan yang berdiri diatas sertifikat tanah Bapak Jalaludin akan dihancurkan.

Bukan hanya pos jaga dan akses jalan, Bapak Jalaludin yang memiliki tanah sah yang bersertifikat seluas 2,7 Hektar itu ternyata tanahnya juga telah dibangun 11 rumah oleh pengembang KMS.

Berdasarkan kronologis persoalan terungkap bahwa Saudara Fahmi selaku pengembang
Perumahan Kota Modern Sriwijaya atau KMS diduga telah memalsukan tanda tangan Bapak Jalaludin selaku pemilik sah atas tanah. Dan pemalsuan tanda tangan itu juga telah dikuatkan oleh hasil laboratorium forensik Polda Sumsel yang menyatakan bahwa hasil forensik itu non identik atau sah telah dipalsukan.

Pemalsuan tanda tangan itu juga termasuk dalam 11 rumah yang telah dibangun tersebut. Dan untuk persoalan pemalsuan tanda tangan, Bapak Jalaludin telah melaporkan kejadian itu ke Polda Sumsel dan hingga saat ini pihak Polda Sumsel belum juga menanggapi laporan yang sudah berjalan lebih dari 2 tahun itu.

Dengan adanya pemalsuan tanda tangan itu, Bapak Jalaludin telah mengalami kerugian baik materil maupun non materil. Maka dari itu Kami meminta :

1.Meminta dan mendesak Polda Sumsel segera menindak lanjuti laporan pengaduan Bapak Jalaludin yang sudah 2 tahun berjalan ditempat alias dibiarkan saja.

2.Meminta dan mendesak Bapak Kapolda Sumsel melalui Penyidik segera menaikan status Saudara Fahmi Asegaf sebagai tersangka dan segera ditahan.

3.Jika dalam waktu dekat pihak Polda Sumsel belum juga menanggapi laporan yang sudah 2 tahun lebih itu, maka FPGSS akan melakukan aksi demo ke Mabes Polri di Jakarta. Untuk meminta Kapolri melalui Bareskrim Polri agar mengambil alih perkara tindak pidana ini dan segera mengevaluasi penyidik Polda Sumsel yang terindikasi membekingi Fahmi Asegaf sehingga laporan berjalan ditempat. Terkait laporan itu juga, Bapak Jalaludin telah melaporkan itu ke Propam Polda Sumsel tetapi sama saja tidak ada tanggapan.

4.Jika dalam kurun waktu 2 minggu setelah aksi demo ini ternyata pihak Polda Sumsel masih juga belum bergerak menanggapi laporan, maka kami selaku pihak yang sah pemilik tanah akan melakukan eksekusi merobohkan 11 rumah yang berada didalam perumahan KMS yang berdiri diatas tanah Bapak Jalaludin.

Massa aksi FPGSS di terima oleh Kapolda Sumsel yang di Wakili oleh AKBP Raphael ST, SH, Kasbudit II Harda Polda Sumsel.

Kegiatan Pembagian Paket Makanan Dilakukan Serentak di 32 Cabang Pegadaian

0

Redaksi.co | Palembang. – Program Pegadaian Peduli Mengetuk Pintu Langit yang digelar PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel dari awal Januari hingga Desember 2024 berjalan sukses.

Kegiatan pembagian paket makanan yang dilakukan serentak di 32 cabang Pegadaian yang ada di Sumsel, Babel, Lampung, Jambi, dan Bengkulu ini sangat membantu masyarakat yang ada di sekitar area tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) kepada masyarakat.

“Program Pegadaian Peduli Mengetuk Pintu Langit ini rutin kita lakukan setiap bulan pada hari Jumat di minggu pertama dan ketiga sejak awal Januari 2024. Melihat antusias masyarakat, kemungkinan program ini akan terus berlanjut,” ujar Joko NK Nugroho, Kepala Bagian Humas dan Protokoler PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel beberapa waktu lalu.

Tidak hanya warga sekitar outlet Pegadaian, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra binaan maupun nasabah Pegadaian turut merasakan manfaat dari program ini.

“Untuk makanan siap saji ini kita pesan dari mitra binaan, dari nasabah kita juga. Kita anggarkan Rp2 juta untuk satu kali kegiatan,” terang Joko.

Sementara, Dewi, salah satu warga penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur mendapatkan bantuan makanan dari Pegadaian.

“Kami dan warga sekitar kantor Pegadaian merasa senang dapat paket nasi gratis. Uang untuk membeli nasi bisa dipergunakan untuk membeli kebutuhan penting lainnya. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut,” tutupnya.

Masyarakat Dan Lainnya Dihimbau Lakukan Gerakan Tanam Cabai,Ini Diungkapkan Saat Dilakukan Kegiatan

0

Redaksi.co | Palembang,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi, S.H., MSE dengan didampingi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra, M.H menghadiri serta melakukan penanaman cabai merah dan bawang merah pada kegiatan Gerakan Tanam Cabai Merah dan Bawang.

Adapun kegiatan ini sendiri dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Sumsel, serta kegiatan ini dipusatkan di kebun Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Pengembangan dan Produksi Benih (BPPB) Dinas Pertanian, TPH Provinsi Sumsel, Minggu (5/1/2025).

Turut hadir didalam kegiatan ini Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Ir Basyaruddin Akhmad, M.Sc, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, TPH Provinsi Sumsel Dr Ir H R Bambang Pramono, M.Si, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Ir Rusun Effendi, M.M, Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumsel Ir H Amiruddin, M.Si, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, dan undangan lainnya.

Dikatakan Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi, S.H., MSE didampingi Sekda Sumsel Drs H Edward Candra M.H, karena ini kami anggap penting sekali, dimana ada catatan yang menarik, inflasi kita memang alhamdulillah bisa dikendalikan 1,2, tetapi sumber inflasi itu masih bersumber dari hal yang sama terulang terus, yakni cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur ayam, dan minyak goreng.

“Dan tadi akhirnya kita terjawab dengan data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, TPH Provinsi Sumsel karena memang persoalan kita dengan kebutuhan itu hanya sepertiga bisa kita bisa penuhi,” ujarnya.

Kemudian, artinya komoditas pangan ini yang sangat mempengaruhi inflasi ini dan kebutuhan masyarakat kita semakin lama semakin tinggi itu sangat tergantung dari wilayah lain. Kita bisa rasakan dari Jawa, Sumatera, kita juga bisa setoran dari Sulawesi Selatan, tapi jangan lupa, pada eksisting untuk pada saat ini, natal tahun baru (nataru) dan nanti akan lebaran kita akan rebutan.

“Dan yang pasti bahwa biasanya kebijakan daerah masing-masing itu kalau kebutuhan wilayahnya masing-masing meningkat, mereka akan kurangi untuk menjual ke luar, biasanya memenuhi kebutuhan didalam itu dan ini sudah terpengaruh,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, kenapa di Oktober, November inflasi kita hanya 0,73 persen kemudian di November dan Desember atau year on year (y.o.y) nya jadi 1,20 persen ini peningkatannya luar biasa 0,5 persen memang dibawah nasional sedikit. Tetapi ini kalau kita tidak antisipasi, kita ambil mitigasi kebijakan ini akan terus menderek inflasi kita. Oleh karena itu, tiga bulan lagi insya Allah kita akan lebaran, tapi awal Maret 2025 sudah mulai puasa.

“Dari data November ke Desember, nanti Desember ke Januari nanti kita lihat datanya dari Wahyu peningkatan terhadap makanan ini juga semakin meningkat ternyata. Dimana ternyata pariwisata, peningkatkan pariwisata ke provinsi Sumsel itu semakin lama semakin meningkat, dan ini juga salah satu penyebabnya,” katanya.

Menurut Kadis Pertanian, dan TPH Provinsi Sumsel Dr Ir H R Bambang Pramono, M.Si dengan didampingi Kepala UPTD BPPB Dinas Pertanian, TPH Provinsi Sumsel Nur Wahyudiono, SP, bawang merah luas tanam ada 185 hektar untuk tahun 2024, produksi kita 825 ton, kebutuhan kita bawang merah 20248 ton kita defisit cukup banyak itu sejumlah 19413 ton. Untuk mencukupi kebutuhan bawang tersebut paling tidak dibutuhkan ada tanaman sebesar atau seluas 2838 hektar, sedangkan kita baru menanam 185 hektar saja.

“Jadi ini sebagai trigger, sebagai penggerak bahwa kita gerakan tanam cabai ini tidak hanya harus di masyarakat tapi lahan-lahan kosong yang potensi bisa kita tanam untuk menambah produksi kita. Dan seperti contoh hari ini sengaja memang Penjabat Gubernur Sumsel meminta di lahan-lahan kantor kita,” ucapnya.

Masih dilanjutkannya, jadi tadi pesan beliau di Dinas Pertanian, di UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih ini, itu akan mensupport benih-benih untuk ke eksternal. Dimana saran beliau juga tadi ke Asisten II bidang E.Keu dan Pembangunan Setda Sumsel untuk internal, benihnya kita support dari sini untuk melakukan gerakan yang sama di kantor-kantor UPTD yang ada di provinsi Sumsel. Dengan adanya gerakan ini yang dimulai dari kantor, mudah-mudahan masyarakat semakin tergerak.

“Dan didalam wawancara tadi juga Penjabat Gubernur Sumsel telah menyampaikan bahwa masyarakat dipersilahkan untuk dapat menanam yang benihnya akan kita support melalui Dinas Pertanian, dan TPH Provinsi Sumsel,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, untuk ini lahan yang ada sekitar hampir 2000 meter tepatnya 1700 san meter dan ini akan kita terus kita kawal dengan luasan yang ada disini potensinya itu mungkin sekitar dipotong bangunan, fasilitas umum mungkin ada sekitar 5 hektar itu akan kita gerakkan. Dan yang insya Allah nanti panennya bisa kita rasakan di ramadhan 10 hari pertama. Tujuh puluh (70) hari sejak tanam maka akan ada panen, dimana satu pohon itu, yang mana satu pohon cabai merah itu bisa satu (1) sampai satu koma lima (1,5) kilogram (kg) produksinya masa dengan berakhir masa produksinya.

“Bisa kita hitung dengan lahan yang tidak terlalu besar saja, contoh rumah tangga, dimana rumah tangga itu kalau dia punya paling tidak 5 poli bag saja, maka mereka akan menghasilkan 5 sampai 7,5 kg untuk kebutuhan mereka,” bebernya.

Awal Tahun Baru 2025, KAI Divre III Angkut 10.036 Orang Gunakan Kereta Api Untuk Bepergian

0

Redaksi.co | Palembang, – Ribuan wisatawan dan pemudik meninggalkan Kota Palembang pada awal tahun baru 2025 menggunakan kereta api menuju beberapa kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Sumsel maupun yang menuju Provinsi Lampung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang mencatat pada awal tahun baru 2025 ini setidaknya ada 10.036 penumpang menggunakan kereta api pada tanggal 1 hingga 3 Januari 2025.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan pada tanggal 1 Januari 2025 tercatat sebanyak 3.339 penumpang, tanggal 2 Januari 2025 sebanyak 3.347 penumpang dan tanggal 3 Januari 2025 sebanyak 3.350 penumpang. Sedangkan secara kumulatif dari tanggal 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 KAI Divre III Palembang telah mengangkut sebanyak 52.451 penumpang dengan berbagai tujuan di Provinsi Sumsel dan Lampung.

“Awal tahun baru 2025 ini okupansi penumpang kereta api masih cukup tinggi yakni sebanyak 10.036 penumpang atau sebesar 129% dari total tempat duduk yang disediakan,” ungkap Aida.

Aida menambahkan, hingga hari ke-16 angkutan Nataru 2024/2025 ini KAI Divre III Palembang telah mengoperasikan sebanyak 80 perjalanan kereta api dengan rincian KA Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau sebanyak 32 perjalanan, KA Sindang Marga relasi Kertapati-Lubuklinggau sebanyak 32 perjalanan dan KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang sebanyak 16 perjalanan.

Sementara keberangkatan penumpang tertinggi secara komulatif sampai hari ke-16 masa posko masih di stasiun Stasiun Kertapati yaitu sebanyak 24.874 penumpang, diikuti stasiun Lubuk Linggau sebanyak 12.744 penumpang dan selebihnya di stasiun keberangkatan lainnya seperti di Stasiun Payakabung, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi dan Kota Padang dengan jumlah total 14.833 penumpang.

“Kertapati dan Lubuklinggau masih menjadi Stasiun tersibuk dalam melayani penumpang pada angkutan Nataru ini dengan jumlah penumpang sebanyak 24.874 berangkat dari Stasiun Kertapati dan 12.744 penumpang berangkat dari Staisun Lubuklinggau,” jelas Aida.

Sedangkan untuk kedatangan tertinggi juga ada di Stasiun Kertapati sebanyak 24.652 penumpang dan stasiun Lubuklinggau sebangak 12.208 penumpang.

KAI Divre III Palembang mengimbau kepada pelanggan/penumpang KA untuk selalu menjaga dan berhati-hati dengan barang bawaan agar tidak tercecer ataupun tertinggal di stasiun maupun di kereta.

“Hindari membawa barang bawaan yang berlebihan dan jangan menggunakan perhiasan mencolok yang dapat mengundang tindak kejahatan,” pungkas Aida.(*)

Densus 88 Satgaswil Maluku Utara Salurkan Bantuan Sosial kepada Mantan Napiter

0

REDAKSI CO. Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kementerian Agama (Kemenag) dan Hari Amal Bakti ke-79, Densus 88 Satgaswil Maluku Utara menyalurkan bantuan sosial kepada sejumlah mantan narapidana terorisme (napiter). yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Ternate.

Penyaluran ini dilakukan melalui Kementerian Agama Kota Ternate pada Jumat (3/1/2025). Bantuan sosial yang disalurkan berupa paket sembako, meliputi beras, gula, minyak goreng, dan teh.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat program deradikalisasi sekaligus mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Kasatgaswil Maluku Utara Densus 88 Antiteror Polri, dalam keterangan terpisah, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kota Ternate atas sinergi yang telah terjalin dalam mendukung program deradikalisasi.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini terbangun dalam upaya pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di wilayah Maluku Utara,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara Densus 88 dan Kementerian Agama Kota Ternate menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai di Maluku Utara.