Redaksi.co | Palembang – Puluhan massa Dewan Pimpinan Jaringan Αnti Κorupsi Sumatera Selatan (Jakor Sumsel) sambangi Polisi Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait adanya dugaan tercemarnya sungai oleh tumpahan Minyak di Desa lubuk Buah Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan diduga Tumpahan Minyak ilegal.
Hal tersebut di sampaikan oleh Fadrianto TH Koordinator aksi di dampingi oleh Idil F Koordinator Lapangan usai melakukan aksi unjuk rasa di halaman Markas Besar Polisi Daerah Sumatera Selatan (Mapolda Sumsel), Rabu (19/02/25)
Koordinator aksi Fadrianto TH mengatakan sehubungan dengan data dan informasi yang kami dapatkan terkait adanya dugaan tercemarnya sungai oleh tumpahan Minyak di Desa lubuk Buah Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin diduga Tumpahan Minyak ilegal,” maka hari ini kami untuk kedua kalinya datangi Polda Sumsel,”jelasnya.
“Terjadi Meledaknya beberapa sumur Minyak di Wilayah Desa Tanjung Dalam Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin beberapa Minggu Terakhir ini,”ujarnya.
Dan,”sebenarnya Persoalan Pengeboran Minyak dan Pemasakan Minyak di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin terkhusus di Wilayah Lubuk Buah Kecamatan Batag Hari Leko dan Kecamatan Keluang tidak jauh berbeda dengan Kasus yang di tangani oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesian terkait Pertambangan TIMAH llegal yang merugikan Negara sebesar 300 T. Persoalan ini sama Persis yang terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin yang membadakanya hanya Produknya saja yaitu Minyak sedangkan di Bangka Timah Maka dengan ini kami meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk Segera Menyelamatakan Kekayaan Negara dari Sektor Minyak di Kecamatan Batang Hari Leko dan Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin,”ungkapnya lebih lanjut.
Untuk Mejaga agar tidak lagi terjadi Kerusakan Lingkungan akibat dari Pengolahan Minyak yang banyak Memakan Korban,”Maka dengan ini Kami JAKOR meminta Polda Sumatera Selatan sbb ;
1.TANGKAP SELURUH TOKE MINYAK ILEGAL DI MUBA
2.Meminta Polda Sumatera Selatan Segera Menangkap Pelaku llegal Driling dan Ilegal Reveneri di Kabupaten Musi Banyuasin terkhusus Kecamatan Batanghari Leko dan Kecamatan Keluang.
3.Meminta Polda Sumatera Selatan untuk segera menangkap Pemilik Moldal Ilegal Diring dan Ilegal Reveneri di Kecamatan Batanghari Leko dan Kecamatan Keluang.
4.Meminta Polda Sumatera Selatan untuk Segara Menangkap Pengepul Minyak Ilegal di Kecamatan Batanghari Leko dan Kecamatana Keluang.
5.Meminta Polda Sumatera Selatan Menangkap Dalang Pengendali Minya Ilegal di Muba
6.Meminta Polda Sumatera Selatan Tegas dalam Menghentikan Ilegal Driling dan Menghentikan Peredaran Minyak Ilegal di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Dan,”kami berharap ke pada Polda Sumsel agar persoalan ini jangan sampai terulang lagi, apa lagi merusak Lingkungan,”tutupnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel yang di Wakili oleh IPTU Hendri Panit 2 Subdi 4 Tipiter Ditreskrismsus Polda Sumsel mengatakan menyikapi maraknya Illegal Driling di Kabupaten Musi Banyuasin, kami setiap hari (Polda Sumsel) selalu melakukan Asistensi kepada jajaran dalam hal ini Polres Musi Banyuasin.
“Terjadinya kebakaran di Kabupaten Musi Banyu Asin sudah ada progres dari Laporan Polisi dalam hal ini Polres Musi Banyuasin,”ujarnya.
“Terkait Asistensi maraknya aktivitas illegal Driling dalam minggu ini, seceptnya kami segara tangani,”tutupnya.













Lebong Redaksi.co Pelantikan H Azhari SH MH sebagai Bupati Lebong dan Bambang ASB S.Sos M.Si sebagai Wakil Bupati Lebong periode 2025 – 2030, akan segera digelar secara serentak di Istana Negara pada 20 Februari 2025 mendatang. Ketua Tim Pemenangan Azhari – Bambang (ABang), Teguh Raharjo EP SH menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong, karena sudah ikut menyukseskan pesta demokrasi dengan tetap menjaga suasana Kamtibmas yang kondusif. “Alhamdulillah, Bupati dan Wakil Bupati Lebong terpilih Azhari – Bambang segera dilantik pada 20 Februari besok, informasinya pasca pelantikan mereka berdua akan mengikuti Retreat di Akmil Magelang. Semoga semua agenda ini bisa berjalan dengan lancar, untuk kebaikan bumi Swarang Patang Stumang yang kita cinta ini,” ungkap mantan Ketua DPRD Lebong periode 2014-2019 ini kepada awak media Teguh Ref kembali mengingatkan, bahwa Kabupaten Lebong sudah beranjak dewasa, dengan pengalaman 5 kali sudah melaksanakan hajatan Pilkada. Jika dihitung mundur sudah sekitar 22 tahun lalu, Kabupaten Lebong melalui para tokoh presidium menyatakan sikap untuk mandiri dibawah kewenangan otonominya. Tentunya dengan kurun waktu yang cukup panjang yang sudah dilalui oleh Kabupaten Lebong, lanjutnya, sudah sewajarnya pemikiran harus lebih dewasa dalam mengambil langkah strategisnya. Salah satunya dalam menyikapi hasil kontestasi Pilkada Lebong, bukan hanya sebatas persepektif menang atau kalahnya, tapi harus lebih menitik beratkan tentang kualitas Pilkada itu sendiri. Siapa pun yang ikut kontestasi di ajang Pilkada Lebong, untuk ukuran kualitas individualnya juga harus mumpuni. “Kita baru saja melewati kontestasi Pilkada yang ke 5 di Kabupaten Lebong, yang mana terpilih di hati masyarakat Lebong adalah kandidat no urut 2 Azhari – Bambang,” sampai Teguh. Dijelaskan Teguh, terpilihnya Azhari – Bambang harus diapresiasi setinggi-tingginya. Karena ini menunjukkan bahwa kedewasaan berpolitik masyarakat Lebong, sudah tidak perlu diragukan lagi. Harapannya selaku putera Lebong, prinsip dan mindset seperti ini harus tetap dipertahankan, sampai keseluruhan di wilayah Lebong, masyarakatnya bisa di kategorikan sebagai pemilih cerdas. “Jika mindset ini sudah tercipta maka tidak bisa dipungkiri, seterusnya Kabupaten Lebong akan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan apa yang diharapkan para tetua Lebong terdahulu, tentang bibit, bebet dan bobot seorang pemimpin. Sehingga di pola kepemimpinannya pun betul-betul sebagai pengayom masyarakat,” jelasnya. Teguh juga berpesan, sebagai putera Kabupaten Lebong, mewakili masyarakat yang searah dalam pemikiran, sejengkal tanah dan wilayah Lebong kedepannya tidak ada lagi istilahnya menjadi wilayah pengasingan atau penghukuman, bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Lebong yang di anggap tidak sepemahaman. Akan tetapi menjadi suatu harapan besar bersama, bahwa Kabupaten Lebong merupakan ladang pengabdian bagi aparatur pemerintahan untuk melayani masyarakat. “Karena semua masyarakatnya mempunyai hak yang sama dalam menerima pelayanan. Baik secara administrasi, hukum, bidang kesehatan, bidang pendidikan, politik serta sosial kemasyarakatan. Seperti pepatah kita Rejang, meak melupo mulo jijai,” bebernya. Azhari – Bambang adalah Bupati dan Wakil Bupati pilihan rakyat, sambungnya, secara konstitusional sudah ditunjuk sebagai Kepala Daerah Kabupaten Lebong. Dirinya juga menitipkan Kabupaten Lebong kepada Azhari – Bambang, agar nantinya bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Selain itu, dirinya juga berharap semua program yang pro rakyat, kedepannya tetap diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebong. “Mari bersama kita membangun Kabupaten Lebong kearah yg lebih baik lagi dari segala lini. Dimulai dari tata kelola birokrasi pemerintahannya, pembangunan infrastruktur dan Suprastruktur. Terutama untuk peningkatan perekonomian masyarakatnya. Lebong adalah kita dan kita adalah Lebong, berbeda sudut pandang itu hal yang biasa, tapi menyatukan pola pandang kearah perbaikan Kabupaten Lebong kedepan itu yang luar biasa,” tutupnya. Rilis S.A(CIKAK)