JEMBER, Redaksi.co – Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan Program Home Care Berbasis Dokter Keluarga di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026). Program yang diresmikan bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus ini menjadi langkah nyata menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan merata bagi masyarakat.
Peluncuran ditandai dengan penekanan sirene serta penyerahan simbolis kunci armada Home Care. Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan akan memberikan pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinannya melihat masih banyak warga yang tidak berobat karena terkendala biaya transportasi meski telah memiliki jaminan kesehatan.
“Melalui Home Care, pemerintah yang akan mendatangi masyarakat. Kami ingin warga kurang mampu juga merasakan pendampingan kesehatan layaknya memiliki dokter keluarga,” ujar Gus Fawait.
Untuk mendukung operasional, Pemkab Jember menyiapkan 50 armada Home Care. Karena baru tersedia 10 kendaraan baru, sementara sisanya memanfaatkan kendaraan dinas OPD dan kecamatan agar pelayanan dapat segera berjalan.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, Program Home Care Berbasis Dokter Keluarga sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer dan layak menjadi percontohan nasional bagi daerah lain di Indonesia.
Usai peluncuran, Wamenkes melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Bangsalsari untuk meninjau layanan Portable X-Ray dan Program Cek Kesehatan Gratis (Sofyan).
Redaksi.co MAMUJU : Di usianya yang sudah semakin senja, Sani Binti Lempongi bersama putri terkasihnya, Suriani, harus menelan pil pahit kehidupan. Alih-alih menikmati sisa hidup dengan tenang, dua wanita yang hidup dalam keterbatasan materi ini justru harus menguras air mata dan tenaga untuk berhadapan dengan meja hijau.
Objek perselisihan tersebut tak lain adalah sebidang tanah tempat mereka bernaung di Dusun Rea Bussu, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Kisah pilu ini berawal jauh pada tahun 1997. Saat itu, almarhum Beddu (suami Sani sekaligus ayah Suriani) membeli tanah tersebut secara sah dari H. Bahtiar Saleh. Di atas tanah itulah almarhum Beddu mendirikan sebuah rumah gubuk senderhana tempat keluarga kecil ini merajut asa, hingga menjadi saksi bisu tempat almarhum memejamkan mata untuk terakhir kalinya.
Bukan sekadar menguasai fisik, kewajiban sebagai warga negara pun dipenuhi dengan taat. Sani dan Suriani rajin membayar pajak tanah tersebut secara rutin sejak tahun 2007 hingga saat ini. Keabsahan kepemilikan mereka makin diperkuat pada tahun 2019 dengan terbitnya Surat Pernyataan Fisik Bidang Tanah (Sporadik) yang disahkan langsung oleh Kepala Desa Beru-Beru saat itu, Asnawawi.
Namun kini, gubuk tua penuh kenangan dan legalitas yang mereka genggam seolah tak ada artinya ketika harus berhadapan dengan cengkeraman kekuasaan dan materi.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Sani dan Suriani mengetuk hati para penegak hukum di Pengadilan Negeri Mamuju untuk memberikan keadilan yang seadil-adilnya. Mereka berharap hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
“Kami meminta pihak pengadilan memberikan keadilan yang seadil-adilnya. Jangan karena mereka orang mampu dan berduit, keadilan serta hukum dapat dibeli, sehingga yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan,” tutur Suriani menyuarakan jeritan hatinya.
Bagi mereka, ancaman eksekusi tanpa melihat fakta sejarah dan kebenaran hukum adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang nyata.
“Di mana keadilan dan hukum bagi kami, orang-orang kecil yang tidak punya uang ini? Eksekusi tanpa keadilan adalah pelanggaran hak yang sangat menyakitkan!” tegasnya.
Kini, Sani dan Suriani hanya bisa berharap agar nurani para penegak hukum belum tumpul. Di atas gubuk reot yang lapuk dimakan usia, dua wanita ini terus bertahan, menjaga tanah hak milik mereka sambil menanti secercah keadilan sejati di tanah Mamuju. (ZUL)
BOGOR — Komitmen BRI KC Cibubur dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan kembali diwujudkan melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
BRI KC Cibubur menyalurkan bantuan sarana dan prasarana kepada Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Gardenia 22, Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, pada acara Februari 2026 lalu, sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Bantuan yang diberikan ada 1 bektor, 1 set sound system, dan 8 unit lampu tenaga surya, hal tersebut digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas warga, khususnya dalam pengelolaan lingkungan, pengangkutan sampah, serta kegiatan sosial yang selama ini menjadi bagian dari program Kampung Ramah Lingkungan,” ucap perwakilan BRI KC Cibubur
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada ketua KRL Gardenia 22 Wiwik Sudarsih dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Program TJSL BRI ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.
Dukungan terhadap Kampung Ramah Lingkungan menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dengan masyarakat dalam membangun kawasan yang berkelanjutan.
Selama ini, KRL Gardenia 22 dikenal aktif mengembangkan berbagai program pelestarian lingkungan. Mulai dari penghijauan kawasan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga penataan ruang terbuka hijau yang melibatkan partisipasi warga. Beragam aktivitas tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu contoh pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Melalui bantuan kendaraan operasional, mobilitas warga dalam menjalankan berbagai kegiatan lingkungan diharapkan semakin optimal. Fasilitas tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas kebersihan kawasan serta kebutuhan operasional lainnya yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi bersama Kampung Ramah Lingkungan Gardenia 22 diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus menginspirasi lahirnya lebih banyak kawasan ramah lingkungan di berbagai daerah. Dengan sinergi yang terus dibangun, upaya menjaga lingkungan hidup tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau dunia usaha, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat.
Jakarta ,Redaksi.Co– Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan transformasi Polri menuju institusi yang modern, adaptif, dan Presisi terus diperkuat melalui pengembangan ekosistem ilmu kepolisian berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Momentum tersebut ditandai dengan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau yang menjadi pengembangan baru dalam jejaring pusat studi Polri.
“Transformasi Polri membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Karena itu, Polri terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta melalui pengembangan jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian, terdiri atas 40 pusat studi yang telah beroperasi, 5 pusat studi dalam tahap penandatanganan perjanjian kerja sama, serta 34 pusat studi yang sedang dalam proses penyusunan perjanjian kerja sama. Di samping itu, PTIK juga telah mengembangkan 16 pusat studi tematik sebagai center of excellence yang mengkaji berbagai disiplin ilmu kepolisian. Ekosistem ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya inovasi, pengembangan doktrin, dan kebijakan kepolisian yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Kadiv Humas Polri.
Menurut Kadiv Humas, pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau menjadi inovasi yang memperluas spektrum kajian kepolisian. Jika sebelumnya pusat-pusat studi mengembangkan berbagai bidang strategis seperti teknologi kepolisian, keamanan nasional, siber, anti-korupsi, forensik, hingga perlindungan perempuan dan anak, maka pusat studi di Riau menghadirkan fokus baru pada Green Policing dan ecological security sebagai bagian dari tantangan keamanan abad ke-21.
“Keamanan masa depan tidak lagi hanya berbicara mengenai gangguan kamtibmas konvensional. Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, serta kejahatan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Kehadiran Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Riau merupakan langkah strategis agar Polri memiliki basis riset dan kebijakan yang kuat dalam menjawab tantangan tersebut,” kata Kadiv Humas Polri.
Pembentukan pusat studi tersebut dibahas dalam kunjungan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian PTIK, Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., bersama Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., ke Polda Riau, Kamis (23/7), sebagai bagian dari penguatan jejaring pusat studi kepolisian di Indonesia.
Dalam paparannya, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menjelaskan bahwa Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, ancaman terhadap lingkungan hidup, seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim, tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mengancam keselamatan masyarakat.
Kapolda Riau menjelaskan implementasi Green Policing dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu prevention, law enforcement, dan restoration. Pendekatan tersebut diperkuat dengan pembangunan budaya organisasi melalui Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter dan profesionalisme setiap insan Bhayangkara.
Selain menjadi wadah penelitian, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan juga diproyeksikan menjadi think tank yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan untuk menghasilkan riset, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing.
Dengan karakteristik geografis Riau yang memiliki kawasan gambut terluas di Indonesia, hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia, serta tantangan kebakaran hutan dan lahan yang kompleks, Polda Riau dinilai memiliki posisi strategis sebagai living laboratory Green Policing. Pengalaman empiris di lapangan akan dipadukan dengan kajian akademik untuk menghasilkan model pemolisian yang adaptif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Langkat –redaksi.co
Dalam upaya mempererat sinergi antara Polri dan tokoh agama sebagai pilar utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kepala Sekolah Polisi Negara (KA SPN) Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr.Wiyono Eko Prasetyo, S.I.K., M.I.K. bersama Kapolres Langkat AKBP Hannry PH Tambunan, S.E., S.I.K. melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Madrasah Tuan Guru Besilam Babussalam, Dusun II Hulu, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Kamis (23/7/2026).
Kunjungan turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Langkat AKP Muliono, S.E., M.M., Ps. Kasi Humas Polres Langkat IPTU Mujibbur Siregar, S.H., Plh. Kasat Binmas Polres Langkat IPTU Eko Budi Pranoto, S.H., Kapolsek Padang Tualang IPTU M. Yassir Parinduri, M.H., serta personel Polres Langkat dan Polsek Padang Tualang.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Syekh Dr. Zikmal Fuad, M.A. beserta para khalifah Tariqat Naqsyabandiyah Babussalam. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan sebagai wujud terjalinnya hubungan harmonis antara Polri dan para ulama.
Dalam kesempatan tersebut, KA SPN Polda Sumut dan Kapolres Langkat bersilaturahmi sekaligus memohon doa restu agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan oleh Allah SWT dalam mengemban amanah sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Dukungan serta doa dari para ulama diharapkan menjadi penguat dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Langkat.
Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, rombongan juga menyerahkan bantuan kepada pihak Madrasah Tuan Guru Besilam berupa beras,Sirup, serta gula pasir, Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan madrasah dan para santri.
Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan siang bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antara jajaran Polda Sumatera Utara, Polres Langkat, dan keluarga besar Tuan Guru Besilam.
Ps. Kasi Humas IPTU Mujibbur Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
“Melalui silaturahmi seperti ini, Polri berharap hubungan yang telah terjalin baik dengan para ulama semakin kuat. Sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama menjadi modal penting dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Langkat,” ujarnya.
Jakarta, 23 Juli 2026, REDAKSI.CO – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi Heart Pictures bersama Rumah Semut Films. Bertempat di Mall@Bassura, rumah produksi tersebut resmi memperkenalkan first look film Sahabat Anak, sebuah drama musikal keluarga yang terinspirasi dari perjalanan pengabdian tokoh pemerhati anak Indonesia, Kak Seto Mulyadi.
Peluncuran first look berlangsung meriah dengan penampilan spesial para pemain yang membawakan sejumlah lagu dari soundtrack film. Suasana penuh keceriaan itu sekaligus memperlihatkan konsep musikal yang menjadi kekuatan utama Sahabat Anak, sebuah film yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan pesan kemanusiaan.
Film ini mengikuti kisah Dela (Lutesha), seorang pelatih seni muda yang mendapat kesempatan mendampingi Kak Seto dalam mempersiapkan sebuah pentas seni anak.
Bersama empat muridnya, Lin (Afsheena Zerina), Fikri (Revan Hadi), Hadi (Jabez Immanuel), dan Josh (Rasya AT), Dela menghadapi berbagai tantangan yang menguji mimpi, keberanian, dan kepercayaan diri anak-anak.
Tak hanya itu, perjalanan hidup Kak Seto juga diangkat melalui sosok Kak Seto muda yang diperankan Ajil Ditto. Lewat kilas balik tersebut, penonton diajak memahami bahwa perjuangan memperjuangkan hak-hak anak lahir dari ketulusan, kerja keras, dan dedikasi yang panjang.
Nuansa musikal menjadi daya tarik tersendiri. Film ini menghadirkan lagu-lagu baru, aransemen segar karya-karya legendaris Pak Kasur, hingga menghidupkan kembali lagu ikonik “Si Komo” dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan kehangatan yang telah melekat di hati masyarakat.
Kak Seto berharap film ini dapat menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, serta memberi ruang bagi anak untuk belajar, bermain, dan mengembangkan potensi terbaiknya.
“Hari Anak Nasional adalah momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, serta mendapatkan ruang untuk belajar, bermain, dan bermimpi.
Saya berharap film ini dapat menjadi media yang mengajak masyarakat untuk semakin memahami dunia anak,” ujar Kak Seto.
Sementara itu, Eksekutif Produser Heart Pictures, Herty Purba, mengatakan peluncuran first look pada Hari Anak Nasional merupakan bentuk penghormatan kepada Kak Seto dan seluruh Sahabat Anak Indonesia yang selama ini konsisten memperjuangkan hak-hak anak.
“Film ini menjadi bentuk apresiasi kepada Kak Seto dan seluruh Sahabat Anak Indonesia yang terus menghadirkan dunia yang ramah anak, tempat setiap anak dapat tumbuh dengan bahagia, aman, kreatif, dan penuh kasih sayang,” katanya.
Melalui kisah Dela dan Kak Seto, Sahabat Anak tidak hanya menghadirkan tontonan keluarga yang hangat, tetapi juga menjadi penghormatan bagi para guru, pendidik, psikolog, dan seluruh pemerhati anak yang telah mengabdikan hidupnya demi masa depan generasi Indonesia.
Dengan balutan drama, musik, dan pesan inspiratif, Sahabat Anak diharapkan menjadi salah satu film keluarga yang menghidupkann kembali semangat Hari Anak Nasional, sekaligus mengajak orang tua dan anak membangun kedekatan melalui cerita, lagu, dan kasih sayang.
Jakarta ,Redaksi.Co– Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menerima audiensi Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Mr. Kash Patel, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Polri dan FBI dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan transnasional yang semakin kompleks, khususnya di bidang kontra terorisme, kejahatan siber, narkotika, serta penipuan daring lintas negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Polri dan FBI sejak tahun 2014, terutama dalam pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap berbagai upaya penegakan hukum.
Audiensi juga membahas sejumlah isu strategis, antara lain perkembangan ancaman peredaran fentanyl dan bahan prekursor, penanganan jaringan scam compounds dan cyber-enabled fraud, penguatan kerja sama investigasi dan pertukaran informasi intelijen, serta pengembangan kapasitas personel melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan FBI seperti pada FBI Academy.
“Di tengah dinamika global, berbagai jenis kejahatan terus berkembang, seperti kejahatan siber, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum.” kata Sigit.
Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk mempercepat penanganan buronan yang menjadi subjek Interpol Red Notice serta mekanisme kerja sama dalam proses penegakan hukum lintas negara.
Kapolri menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional menjadi salah satu kunci dalam menghadapi perkembangan kejahatan transnasional yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan melintasi batas yurisdiksi negara. Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan FBI melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas personel, serta pelaksanaan operasi bersama sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur FBI menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin dengan Polri dan menegaskan komitmen FBI untuk terus memperkuat kerja sama dalam pemberantasan terorisme, narkotika, kejahatan siber, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya melalui pendekatan yang lebih erat, konkret, dan berkelanjutan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, diawali dengan penyambutan Direktur FBI di Gedung Utama Mabes Polri, penandatanganan buku tamu, diskusi bilateral, pertukaran cinderamata, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Irwan, M.Si menghadiri kegiatan peninjauan jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen oleh rombongan Polda Aceh pada Kamis 23/7/2026
Irwan mengatakan, setelah bencana alam banjir yang melanda wilayah Aceh Barat khususnya Gampong Sikundo mengakibatkan aktivitas pendidikan menjadi sedikit terhambat terutama dari segi arus transportasi anak – anak ke sekolah.
“Jadi jembatan gantung ataupun jembatan seadanya yang dibuat oleh masyarakat tentunya tidak bisa menjamin keamanan anak – anak kita untuk berangkat ke sekolah yang lokasinya berada di seberang sungai” kata Irwan.
Dikatakan Irwan, Pemkab Aceh Barat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kapolri dan Kapolda Aceh yang akan membangun kembali jembatan gantung penghubung antar Gampong yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu tersebut.
“Mudah – mudahan apa yang disampaikan oleh pak Irwasda dari Polda Aceh tadi Insya Allah segera bisa terwujud dan tentu akan memberikan sebuah jaminan dan kepastian bagi peserta didik kita untuk bersekolah ke seberang sungai melewati jembatan gantung yang pembangunannya di inisiasi oleh Kapolri,” katanya.
Irwan menegaskan bahwa Pemkab Aceh Barat juga akan fokus melakukan perbaikan ataupun rehabilitasi disekolah – sekolah terdampak banjir bandang lainnya seperti Gampong Jambak, Canggai dan juga Gampong Alue Lhok.
Sementara itu, Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol Iskandar mengatakan bahwa Kapolri memerintahkan Kapolda Aceh untuk meninjau lokasi jembatan gantung yang rusak di Gampong Sikundo, Aceh Barat sekaligus melaksanakan bakti sosial.
“Selain itu kami juga melihat rencana pembangunan jembatan gantung sehingga masyarakat disini dan aktivitas anak – anak sekolah dalam rangka menempuh pendidikan itu bisa lancar,” kata Iskandar.
Untuk sementara kata Iskandar, besok akan mulai dibangun jembatan sementara menggunakan katrol atau sling yang bisa digunakan oleh para pelajar untuk melintasi sungai sampai jembatan gantung nya selesai dibangun.
“Tentunya agar mereka lebih aman dan nyaman untuk menuju ke sekolah, besok juga akan segara dibangunkan oleh Pak Kapolri sebuah jembatan gantung yang aman dan nyaman bagi pelajar dan juga masyarakat,” katanya ****
KPK Geledah Mobil Diduga Milik LAZ di Pendopo, Tidak Ada Kendaraan yang Disita
Lombok Barat | Redaksi.co – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di rumah dinas (Pendopo) Bupati nonaktif Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), sebagai bagian dari pengembangan penyidikan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Dalam kegiatan tersebut, sebuah mobil Honda HR-V yang diduga milik Lalu Ahmad Zaini turut menjadi objek pemeriksaan. Penyidik terlihat melakukan penggeledahan secara menyeluruh, mulai dari bagian kabin, bagasi, hingga sejumlah bagian kendaraan lainnya guna mencari barang bukti yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tim KPK tampak membawa sejumlah barang yang diduga berasal dari dalam kendaraan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai jenis maupun isi barang yang diamankan.
Perlu ditegaskan bahwa tidak ada kendaraan yang disita dalam kegiatan penggeledahan tersebut. Mobil Honda HR-V yang diduga milik Lalu Ahmad Zaini hanya menjadi objek pemeriksaan oleh tim penyidik KPK.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan KPK untuk melengkapi alat bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Lombok Barat.
Redaksi.co akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berdasarkan fakta di lapangan serta keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
OA PHIGMA Berperan Aktif Mengawal Penyumpahan 105 Advokat Baru di Pengadilan Tinggi Banten
Redaksi.co | Banten – Organisasi Advokat (OA) Penasehat Hukum Independen Garda Utama (PHIGMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan profesi advokat dengan berpartisipasi aktif pada prosesi pengambilan sumpah advokat yang diselenggarakan di Pengadilan Tinggi Banten, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan tahapan konstitusional yang wajib dilalui oleh setiap calon advokat sebelum menjalankan profesinya sebagai salah satu unsur penegak hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Prosesi penyumpahan diikuti oleh 105 calon advokat yang berasal dari 22 Organisasi Advokat (OA). Momentum ini memiliki makna yuridis yang fundamental karena pengucapan sumpah bukan sekadar pemenuhan prosedur administratif, melainkan peneguhan tanggung jawab etik, moral, dan konstitusional dalam menjalankan profesi advokat sebagai officium nobile (profesi yang mulia).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPN OA PHIGMA Bayu Triwibowo, S.E., S.H., M.H., Sekretaris Jenderal DPN OA PHIGMA Dr. M. Ubaidalah, S.H., M.Si., Wakil Ketua Umum DPN OA PHIGMA D. Sianggara, S.Psi., M.Psi., serta Kepala Hubungan Masyarakat (Kahumas) DPN OA PHIGMA Yunadin, S.H. Kehadiran jajaran pimpinan DPN OA PHIGMA menjadi bentuk komitmen organisasi dalam memastikan proses regenerasi profesi advokat berjalan sesuai prinsip profesionalisme, integritas, dan penghormatan terhadap supremasi hukum.
Ketua Umum DPN OA PHIGMA, Bayu Triwibowo, S.E., S.H., M.H., menegaskan bahwa pengambilan sumpah merupakan titik awal pengabdian seorang advokat kepada bangsa dan negara melalui penegakan hukum yang berkeadilan.
«“Penyumpahan advokat merupakan awal dari sebuah pengabdian, bukan akhir dari sebuah proses. Sejak mengucapkan sumpah, setiap advokat memikul amanah untuk menegakkan hukum, menjunjung tinggi keadilan, serta menjaga kehormatan profesi dengan penuh integritas. OA PHIGMA berkomitmen mencetak advokat yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, sehingga mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia,” ujar Bayu.»
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal DPN OA PHIGMA, Dr. M. Ubaidalah, S.H., M.Si., menekankan bahwa sumpah advokat mengandung konsekuensi hukum dan tanggung jawab etik yang harus dijaga sepanjang menjalankan profesi.
«“Sumpah advokat bukan sekadar formalitas, melainkan ikrar moral dan tanggung jawab konstitusional yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan profesi. Integritas, kompetensi, independensi, dan kepatuhan terhadap kode etik merupakan fondasi utama yang harus dijaga oleh setiap advokat. OA PHIGMA akan terus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas anggotanya agar mampu memberikan pelayanan hukum yang profesional, berintegritas, serta menjadi pelindung hak-hak masyarakat dalam menegakkan supremasi hukum,” ungkapnya.»
Bagi OA PHIGMA, penyumpahan advokat merupakan bagian dari proses pembentukan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan sebagaimana menjadi tujuan utama sistem hukum nasional.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara organisasi advokat dan lembaga peradilan dalam menjaga marwah profesi advokat sebagai salah satu pilar penegakan hukum (catur wangsa penegak hukum) yang memiliki kedudukan strategis dalam menjamin akses masyarakat terhadap keadilan (access to justice) serta perlindungan hak konstitusional warga negara.
Mengakhiri kegiatan tersebut, OA PHIGMA menyampaikan apresiasi kepada seluruh advokat yang telah resmi mengucapkan sumpah profesi. Organisasi berharap para advokat baru mampu mengimplementasikan nilai-nilai integritas, independensi, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya sistem peradilan yang berkeadilan, bermartabat, dan berlandaskan supremasi hukum.