Beranda blog Halaman 44

Bentuk Linmas yang Disiplin dan Sigap, Bhabinkamtibmas Polsek Campaka Latih PBB dan Pembinaan Sikap Personel

0

 

PURWAKARTA | REDAKSI.CO – Dalam upaya meningkatkan kapasitas serta kedisiplinan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), Bhabinkamtibmas Desa Benteng, Polsek Campaka, Polres Purwakarta, AIPDA Afrizal, melaksanakan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada anggota Linmas Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membentuk kekompakan dan kesiapsiagaan anggota Linmas, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di lingkungan desa.

Dalam pelaksanaannya, AIPDA Afrizal memberikan materi dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang meliputi sikap sempurna, penghormatan, gerakan di tempat, hingga gerakan berpindah tempat secara serentak. Latihan tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan, serta jiwa kebersamaan kepada seluruh anggota Linmas.

BACA JUGA: Penuh Haru dan Khidmat, Parade Farewell Kapolres Purwakarta Diwarnai Penyerahan Cendera Mata Kujang

Selain pelatihan PBB, Bhabinkamtibmas juga memberikan pembinaan mengenai penegakan ketertiban dan disiplin penggunaan seragam (uniform), mulai dari kerapian berpakaian, kelengkapan atribut, hingga sikap dan penampilan yang mencerminkan profesionalisme sebagai unsur pengamanan di tingkat desa.

Kapolsek Campaka Polres Purwakarta, AKP Atik Sakron, mengatakan bahwa pembinaan terhadap anggota Linmas merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

  • “Linmas merupakan mitra strategis Polri di tingkat desa. Melalui pelatihan PBB dan pembinaan kedisiplinan ini, kami ingin membentuk anggota Linmas yang memiliki sikap disiplin, kompak, tanggap, serta siap membantu tugas-tugas pengamanan di lingkungan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah tetap terjaga,” ujar AKP Atik Sakron.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, S.I.K., S.H., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas Linmas merupakan bagian dari implementasi Commander Wish Kapolda Jawa Barat “Jaga Rawat Jawa Barat”, yang mengedepankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Polri terus mendorong penguatan peran Linmas sebagai garda terdepan pengamanan di lingkungan masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan anggota Linmas semakin profesional, disiplin, dan mampu bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pemerintah desa dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas melalui Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat, atau Layanan Polri 110,” ungkap IPTU Tini Yutini, paparannya mengakhiri informasi kali ini. (*/SK)

Sumber: Sihumas Polres Purwakarta

Usai Eksekusi Lahan di Beru-Beru, Keluarga Tergugat Lapor Polisi dan Dugaan Pemalsuan Dokumen Mencuat

0

Redaksi.co MAMUJU : Drama eksekusi lahan panas di Dusun Rea Bussu, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Mamuju resmi memicu ledakan konflik hukum baru. Tak terima tanah dan rumah milik orang tuanya dirampas lewat putusan pengadilan yang dinilai “bau amis” dan penuh intrik, Suriani anak dari Sani (pihak tergugat) resmi melancarkan serangan balik dengan menyeret skandal ini ke Polresta Mamuju.

Langkah nekat ini diambil usai eksekusi lahan membongkar deretan kejanggalan fatal di balik jubah peradilan PN Mamuju. Suriani mengecam keras putusan hakim yang dianggap buta hukum dan terang-terangan memihak pihak yang tak bertaji secara legalitas.

Kami sangat terintimidasi! Putusan PN Mamuju ini gila, tidak masuk akal, dan sarat keberpihakan! Bagaimana mungkin pengadilan memenangkan pihak yang sama sekali nol bukti fisik dan tanpa dasar hukum?” cerceka Suriani dengan nada geram kepada media.

Investigasi mendalam mengungkap fakta mengejutkan di balik klaim sang penggugat. Pihak penggugat diketahui tidak memiliki riwayat pembayaran pajak maupun surat tanah resmi (Surodik). Seluruh klaim mereka hanya bersandar pada selembar Surat Keterangan Jual Beli tahun 2009 yang diindikasi kuat sebagai dokumen rekayasa dan pemalsuan administrasi negara!

Di balik surat bodong tersebut, mencuat nama Herman Bahtiar yang diduga kuat menjadi otak perancangan transaksi. Demi memuluskan aksi penguasaan lahan, sosok bernama Ilham Jaya yang kala itu statusnya hanya warga sipil biasa mendadak “disulap” dan mengklaim dirinya sebagai Kepala Dusun untuk mengesahkan dokumen palsu tersebut.

Aksi nekat pemalsuan wewenang ini bukan sekadar sengketa perdata biasa, melainkan kejahatan sistematis yang menabrak UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Pihak tergugat tidak main-main. Laporan resmi yang digulirkan sejak 30 April 2025 ini membidik para pelaku dengan Pasal 3 UU Tipikor sebagai peluru utama untuk meruntuhkan praktik penyalahgunaan wewenang tersebut. Ancaman hukuman 20 tahun penjara kini membayangi siapapun yang terlibat dalam konspirasi perampasan hak tanah ini.

Suriani menegaskan bahwa keluarga mereka berdiri di atas lahan yang memiliki dokumen kepemilikan sah, murni, dan sah secara hukum tanpa celah rekayasa. Mereka menolak tunduk pada eksekusi yang dinilai cacat hukum dan sarat permainan kotor.

“Kami menolak keras eksekusi haram ini! Ini perampasan hak warga negara secara telanjang. Kami mendesak Kapolresta Mamuju untuk bergerak cepat, bongkar skandal pemalsuan dokumen ini, dan seret semua aktor intelektual di balik ketidakadilan di Beru-Beru ke dalam penjara!” tegas Suriani mengakhiri keterangannya. (ZUL)

PELANTIKAN AKBAR BEM, KPS DAN PUSBAT FH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI.

0

PELANTIKAN AKBAR BEM, KPS DAN PUSBAT FH UM KENDARI

REDAKSI.Co, SULAWESI TENGGARA. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena tiga organisasi internal Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari dilantik secara bersamaan. BEM FH UM KENDARI berharap momentum ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara seluruh elemen Fakultas Hukum, baik pimpinan fakultas, dosen, organisasi kemahasiswaan, maupun seluruh mahasiswa.

Kita mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda, dari suku yang berbeda, angkatan yang berbeda, bahkan memiliki pandangan yang berbeda. Namun, ketika kita berada di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari, saya berharap identitas yang kita junjung adalah satu, yaitu sebagai keluarga besar Fakultas Hukum.

“Perbedaan organisasi bukan alasan untuk berjalan sendiri. Hari ini, melalui Pelantikan Akbar BEM, KPS, dan PUSBAT Fakultas Hukum UM Kendari, kita satukan visi, kuatkan kolaborasi, dan bergerak bersama demi kemajuan mahasiswa.” ujar wakil ketua BEM FH UM KENDARI ,(Ahmad Asyrof).

Fakultas ini tidak akan
berkembang jika hanya dibangun oleh satu pihak, BEM FH UM KENDARI percaya bahwa kemajuan Fakultas Hukum hanya dapat terwujud apabila kita berjalan dalam arah yang sama, saling mendukung, dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama.

“saya berharap tercipta sinergi yang kuat, di mana mahasiswa siap mendukung setiap program fakultas hukum, dan fakultas hukum selalu hadir mendengarkan serta menyelesaikan persoalan mahasiswa. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin fakultas Hukum UM Kendari akan terus berkembang dan memberikan kontirbusi nyata bagi masyarakat .” ujar Ketua BEM FH UM KENDARI (Indra Fanayan).

PELANTIKAN AKBAR BEM, KPS DAN PUSBAT FH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI.

0

PELANTIKAN AKBAR BEM, KPS DAN PUSBAT FH UM KENDARI

REDAKSI.Co, SULAWESI TENGGARA. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena tiga organisasi internal Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari dilantik secara bersamaan. BEM FH UM KENDARI berharap momentum ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara seluruh elemen Fakultas Hukum, baik pimpinan fakultas, dosen, organisasi kemahasiswaan, maupun seluruh mahasiswa.

Kita mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda, dari suku yang berbeda, angkatan yang berbeda, bahkan memiliki pandangan yang berbeda. Namun, ketika kita berada di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari, saya berharap identitas yang kita junjung adalah satu, yaitu sebagai keluarga besar Fakultas Hukum.

“Perbedaan organisasi bukan alasan untuk berjalan sendiri. Hari ini, melalui Pelantikan Akbar BEM, KPS, dan PUSBAT Fakultas Hukum UM Kendari, kita satukan visi, kuatkan kolaborasi, dan bergerak bersama demi kemajuan mahasiswa.” ujar wakil ketua BEM FH UM KENDARI ,(Ahmad Asyrof).

Fakultas ini tidak akan
berkembang jika hanya dibangun oleh satu pihak, BEM FH UM KENDARI percaya bahwa kemajuan Fakultas Hukum hanya dapat terwujud apabila kita berjalan dalam arah yang sama, saling mendukung, dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama.

“saya berharap tercipta sinergi yang kuat, di mana mahasiswa siap mendukung setiap program fakultas hukum, dan fakultas hukum selalu hadir mendengarkan serta menyelesaikan persoalan mahasiswa. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin fakultas Hukum UM Kendari akan terus berkembang dan memberikan kontirbusi nyata bagi masyarakat .” ujar Ketua BEM FH UM KENDARI (Indra Fanayan).

PELANTIKAN AKBAR BEM, KPS DAN PUSBAT FH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI.

0

PELANTIKAN AKBAR BEM, KPS DAN PUSBAT FH UM KENDARI

REDAKSI.Co, SULAWESI TENGGARA. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena tiga organisasi internal Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari dilantik secara bersamaan. BEM FH UM KENDARI berharap momentum ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara seluruh elemen Fakultas Hukum, baik pimpinan fakultas, dosen, organisasi kemahasiswaan, maupun seluruh mahasiswa.

Kita mungkin berasal dari latar belakang yang berbeda, dari suku yang berbeda, angkatan yang berbeda, bahkan memiliki pandangan yang berbeda. Namun, ketika kita berada di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari, saya berharap identitas yang kita junjung adalah satu, yaitu sebagai keluarga besar Fakultas Hukum.

“Perbedaan organisasi bukan alasan untuk berjalan sendiri. Hari ini, melalui Pelantikan Akbar BEM, KPS, dan PUSBAT Fakultas Hukum UM Kendari, kita satukan visi, kuatkan kolaborasi, dan bergerak bersama demi kemajuan mahasiswa.” ujar wakil ketua BEM FH UM KENDARI ,(Ahmad Asyrof).

Fakultas ini tidak akan
berkembang jika hanya dibangun oleh satu pihak, BEM FH UM KENDARI percaya bahwa kemajuan Fakultas Hukum hanya dapat terwujud apabila kita berjalan dalam arah yang sama, saling mendukung, dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama.

“saya berharap tercipta sinergi yang kuat, di mana mahasiswa siap mendukung setiap program fakultas hukum, dan fakultas hukum selalu hadir mendengarkan serta menyelesaikan persoalan mahasiswa. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin fakultas Hukum UM Kendari akan terus berkembang dan memberikan kontirbusi nyata bagi masyarakat .” ujar Ketua BEM FH UM KENDARI (Indra Fanayan).

Jeritan Duka di Bulan Kemerdekaan: Rumah Kayu Kenangan Terakhir Nenek Sani Rata dengan Tanah

0

Redaksi.co MAMUJU : Ketika negeri ini sedang bersiap merayakan 81 tahun kemerdekaannya, pahitnya rasa merdeka justru harus ditelan mentah-mentah oleh Sani binti Lemponge. Di usianya yang telah senja, wanita lansia itu harus menyaksikan tempatnya berteduh selama puluhan tahun dirobohkan tanpa sisa. Tangis histeris keluarga memecah keheningan Dusun Rea Bussu, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, saat alat berat ekskavator mulai menghancurkan rumah kayu penuh kenangan tersebut pada Kamis (30/7/2026).

Hanya 18 hari menjelang 17 Agustus, tidak ada bendera merah putih yang berkibar dengan bangga di halaman rumah Nenek Sani. Yang tersisa hanyalah puing-puing kayu yang hancur berkeping-keping, dikelilingi pagar kawat berduri dan plang kepemilikan. Ratusan personel gabungan kepolisian, TNI, dan instansi terkait bersiaga, mengawal proses eksekusi perdata yang memenangkan pihak pemohon, Nuryani binti Dulla. Bagi Nenek Sani, hari itu bukan sekadar kehilangan tanah, melainkan eksekusi atas seluruh kenangan hidupnya.

Tanah itu bukan sekadar sebidang lahan. Di atas tanah yang dibeli secara sah oleh almarhum suaminya, Beddu, pada tahun 1997 silam, berdiri gubuk sederhana tempat keluarga kecil ini merajut mimpi. Di rumah tua itulah almarhum suaminya memejamkan mata untuk terakhir kalinya. Bertahun-tahun Nenek Sani memelihara kenangan itu dengan taat membayar pajak sejak 2007, hingga mengantongi Surat Pernyataan Fisik Bidang Tanah (Sporadik) resmi pada 2019. Namun, di hadapan hukum yang mengeksekusi, semua keringat dan bukti legalitas itu seolah tak berharga.

Gubuk tua yang kini rata dengan tanah itu meninggalkan luka mendalam yang tak terobati. Dengan mata yang sembab dan suara bergetar menahan kepedihan yang teramat sangat, Suriani, putri Nenek Sani, menyuarakan jeritan hati yang memilukan.

“Kami meminta pihak pengadilan memberikan keadilan yang seadil-adilnya. Jangan karena mereka orang mampu dan berduit, keadilan serta hukum dapat dibeli, sehingga yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan,” tutur Suriani meratapi takdirnya. “Di mana keadilan dan hukum bagi kami, orang-orang kecil yang tidak punya uang ini? Eksekusi tanpa keadilan adalah pelanggaran hak yang sangat menyakitkan!”

Kini, tidak ada lagi gubuk tempat berlindung dari terik dan hujan. Nenek Sani hanya bisa terduduk menatap puing-puing kenangan bersama almarhum suaminya yang telah hancur dilindas besi-besi dingin alat berat. Di tengah riuh persiapan pesta kemerdekaan bangsa, seorang wanita tua yang ringkih kini meratapi nasibnya di atas tanahnya sendiri—bertanya-tanya dalam diam, apakah masih ada secercah nurani dan keadilan bagi rakyat kecil seperti dirinya. (ZUL)

Sayang Anak Gelar Literasi Nusantara Untuk Perkuat Karakter dan Kebhinekaan Di Kota Batam

0

 

Redaksi.co | Batam – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sayang Anak di bawah naungan Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepri akan menyelenggarakan kegiatan “Literasi Nusantara: Literasi untuk Penguatan Karakter dan Kebhinekaan”

Kegiatan Literasi Nusantara merupakan gerakan penguatan budaya literasi yang dirancang untuk membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan di tengah keberagaman Kota Batam.

Program ini terdiri atas dua rangkaian utama, yaitu Seminar Literasi Nusantara dan Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan.

Seminar akan menghadirkan berbagai tokoh nasional dan daerah yang akan membahas pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa, demokrasi, toleransi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, pelatihan menulis akan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas melalui karya-karya literasi bertema kebangsaan dan keberagaman.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh TBM Sayang Anak-Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepri dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Seminar akan diikuti sekitar 170 peserta, terdiri atas pegiat literasi, pengurus PKK, guru, pelajar SMA/SMK, mahasiswa, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, instansi pemerintah, dan masyarakat umum.

Pelatihan menulis akan diikuti oleh 30 anak tingkat SD dan SMP dari wilayah Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.

Beberapa narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain: Mayjen (Purn.) Sturman Panjaitan, S.H.,Radiapoh H. Sinaga., SH., MH, Pdt. Dr. Jonston Silitonga, D.Mis., Ust. Gus Hafiz, S.H. Tarmizi, Ds. Agung Nugroho, S.Pd.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Ronal G. Sirait., MA., M.Th., M.Pd., mengatakan bahwa literasi saat ini tidak lagi dipahami sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan sarana membentuk karakter, memperkuat daya pikir kritis, dan menanamkan nilai-nilai persatuan dalam masyarakat yang majemuk.

“Seminar Literasi Nusantara dijadwalkan berlangsung pada Hari Sabtu Tanggal 15 Agustus 2026 di Kota Batam, kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan pada bulan yang sama sebagai tindak lanjut penguatan kapasitas peserta, ” Terangnya.

“Kegiatan akan dilaksanakan di: Aula Tarempa, Tanjung Piayu, Kota Batam untuk Seminar Literasi Nusantara.,TBM Sayang Anak, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam untuk Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan, ” Kata Dr. Ronald G. Sirait, Kamis (30/07/2026) siang.

Batam merupakan kota yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan bahasa yang sangat beragam.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru berupa rendahnya budaya membaca, maraknya informasi yang tidak terverifikasi, serta semakin berkurangnya ruang interaksi yang membangun karakter generasi muda.

Melalui kegiatan ini, TBM Sayang Anak ingin menghadirkan literasi sebagai solusi yang mampu memperkuat karakter, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan sikap toleransi, serta membangun semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Program ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua pendekatan yang saling melengkapi.

Tahap pertama, berupa Seminar Literasi Nusantara yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan perspektif mengenai literasi, kebangsaan, demokrasi, nilai-nilai Pancasila, toleransi, serta penguatan karakter.

Tahap kedua, berupa Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan yang membimbing peserta anak-anak menghasilkan karya berupa cerita, puisi, poster, maupun tulisan kreatif bertema Nusantara, karakter, dan kebhinekaan.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang dipelajari dalam bentuk karya nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana, Dr. Ronal G. Sirait, MA., M.Th., M.Pd berharap kegiatan ini mampu melahirkan agen-agen literasi baru yang membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.

“Kami percaya bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang membangun cara berpikir, membentuk karakter, dan merawat persatuan bangsa. Dari Batam, kami ingin menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih cerdas, toleran, dan berkeadaban,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, TBM Sayang Anak menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang aktif dalam membangun budaya literasi, memperkuat karakter generasi muda, serta menanamkan semangat kebhinekaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. (Redaksi/Nanang AS)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan Budidaya Gurame Disertai Bantuan Alat Pelet, DESA NU LAZIS NU Dorong Kemandirian Warga*

0

*Pelatihan Budidaya Gurame Disertai Bantuan Alat Pelet, DESA NU LAZIS NU Dorong Kemandirian Warga*

Purworejo – NU Care-LAZISNU Kabupaten Purworejo melalui Program Desa Sejahtera NU (DESANU) menggelar Pelatihan Budidaya Gurame dan Pembuatan Pelet Ikan di Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang merupakan program DESANU ke-5 pada bulan Juli ini diikuti 30 pembudidaya ikan air tawar. Turut hadir Ketua MWCNU Kecamatan Bener, Kepala Desa beserta perangkat desa, serta pengurus Ranting NU Kedungloteng.

Pelatihan menghadirkan Zaenal Musthofa, S.Pd., M.Pd., seorang pendidik yang juga aktif membudidayakan ikan air tawar. Ia menyampaikan materi tentang persiapan kolam, teknik pemeliharaan, hingga penanganan penyakit pada gurame. Zaenal menegaskan bahwa keberhasilan budidaya membutuhkan kesabaran dan ikhtiar.

 

_”Gurame Purworejo terkenal dengan daya tahannya dibandingkan daerah lain. Keunggulan ini harus kita pertahankan,” ujarnya._

 

Wakil Ketua PC NU Care-LAZISNU Kabupaten Purworejo, Amat Tolbi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dipilih karena Desa Kedungloteng memiliki potensi besar di bidang budidaya ikan air tawar, khususnya gurame. Melalui Program DESANU, LAZISNU ingin meningkatkan keterampilan masyarakat agar potensi tersebut mampu berkembang menjadi sumber kemandirian dan kesejahteraan ekonomi warga.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat, NU Care-LAZISNU Kabupaten Purworejo juga menyerahkan alat pembuat pelet ikan hasil kolaborasi dengan BSI Purworejo. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para pembudidaya memproduksi pakan secara mandiri, menekan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan di Desa Kedungloteng.

Menteri PU Ke Aceh Barat, Jembatan Sikundo,Irigasi Lhok Guci dan Kolam Retensi Jadi Prioritas

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, meninjau langsung kondisi Jembatan yang putus diterjang banjir di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis, 30/7/2026

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Bupati Aceh Barat Tarmizi SP,MM dan Wakil Bupati Said Fadheil SH.

Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Jembatan Sikundo akan menjadi perhatian Balai Pelaksanaan Jalan Kementerian PU. Menurutnya, desain jembatan akan dibuat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya agar tetap dapat difungsikan saat debit air sungai meningkat.

“Untuk Sikundo bisa. Nanti kita support dari balai jalan. Jembatannya akan dibuat lebih tinggi supaya saat banjir jembatan tetap aman dan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, tidak terganggu,” kata Dody.

Selain pembangunan Jembatan Sikundo, Menteri PU juga menyatakan bahwa pembangunan Irigasi Lhok Guci dan kolam retensi akan menjadi salah satu program yang diprioritaskan pemerintah pusat.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri PU ke Aceh Barat.

Menurutnya, kehadiran Dody Hanggodo merupakan realisasi komitmen yang pernah disampaikan saat pertemuan di Jakarta pada Oktober tahun lalu.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Menteri PU ke Aceh Barat. Ini sesuai dengan komitmen beliau saat kami bertemu di ruang kerjanya pada awal Oktober tahun lalu. Hari ini beliau datang langsung melihat kondisi Aceh Barat, termasuk meninjau Jembatan Sikundo yang memang membutuhkan pembangunan kembali,” ujar Tarmizi.

Bupati Tarmizi menjelaskan di Desa Sikundo terdapat dua jembatan yang akan dibangun untuk memulihkan akses masyarakat. Satu jembatan dibangun melalui dukungan TNI bersama Polda Aceh, sementara satu jembatan permanen lainnya akan ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Kementerian PU.

“Alhamdulillah, Pak Menteri memberikan perhatian yang sangat besar kepada Aceh Barat. Untuk Sikundo ada dua jembatan, satu dibangun oleh TNI bersama Polda Aceh dan satu lagi akan dibangun oleh Balai,” jelasnya.

Selain pembangunan jembatan, Menteri PU juga memberikan perhatian terhadap sejumlah usulan strategis yang diajukan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, seperti pembangunan Irigasi Lhok Guci, kolam retensi, serta berbagai program infrastruktur lainnya.

“Kami sangat bersyukur karena beliau juga akan membantu pembangunan Irigasi Lhok Guci, kolam retensi, dan beberapa usulan lainnya yang telah kami sampaikan. Ini merupakan dukungan yang sangat berarti bagi percepatan pembangunan Aceh Barat,” katanya.

Tarmizi menambahkan kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Aceh Barat karena merupakan kunjungan langsung pejabat pemerintah pusat pascabencana yang melanda daerah itu.

“Belum ada pejabat pusat yang datang langsung ke Aceh Barat setelah bencana. Hari ini Pak Menteri hadir sendiri untuk melihat kondisi di lapangan. Atas nama masyarakat Aceh Barat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Menteri PU atas perhatian dan komitmennya untuk membantu pembangunan daerah kami,” pungkasnya ****

Imam Nugroho Ketua JPA Aceh Berikan Program JPA Gratis Kepada Pimpinan TPA AT.Thalibin Gampong Suak Nie

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Ketua lembaga kemanusiaan Jaringan Peduli Aceh (JPA Aceh) Imam Nugroho memberikan program santunan rawat inap gratis kepada Tgk.Ramadhan pimpinan TPA.AT.Thalibin Gampong Suak Nie kecamatan Johan pahlawan pada Kamis 30/7/2026

Penyerahan program santunan gratis ini turut di dampingi oleh Syahril Keuchik Gampong setempat, pemberian ini merupakan wujud kepedulian antar sesama sekaligus bagian dari program rutin bulanan JPA Aceh bagi masyarakat yang membutuhkan

Imam Nugroho menyampaikan bahwa pemberian fasilitas program JPA Gratis ini merupakan inisiatif pribadinya untuk membantu mereka yang membutuhkan

” Saya sebagai pribadi berinisiatif memberikan program JPA gratis yaitu santunan berupa uang tunai yang bersangkutan jatuh sakit dan harus menjalani rawat inap, Insya Allah program ini dapat membantu meringankan beban keluarga saat beliau sakit ” Ucapnya

Imam Nugroho juga menambahkan,santunan rawat inap diberikan mengingat penerima adalah tulang punggung keluarga, selama ini biaya pengobatannya telah di bantu melalui BPJS kesehatan sehingga bantuan dari JPA untuk melengkapi kekurangan kebutuhan biaya operasional keluarga selama beliau menjalani perawatan

“Selama ini biaya pengobatan di bantu oleh BPJS Kesehatan,maka kami membantu biaya operasional,karena JPA sendiri adalah program independen non pemerintah yang dirancang untuk melengkapi manfaat BPJS kesehatan untuk masyarakat Aceh, program ini mengusung konsep TA’AWUN atau tolong menolong serta gotong royong berlandaskan sedekah, JPA sendiri juga bermitra dengan yayasan Trust Fund(STF),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta melibatkan keluarga besar JPA Aceh sebagai fasilitator bagi masyarakat Aceh ” Ujar Ketua JPA Aceh Imam Nugroho SE.Ak.

Lebih spesifik ia juga menjelaskan rincian manfaat yang diterima peserta program yaitu:

1.Santunan rawat inap sebesar Rp.100.ribu/hari
2.Santunan pasca operasi sebesar Rp 2.500.000
3.Santunan cacat akibat kecelakaan sebesar 7.500.000.
4.Santunan meninggal dunia secara alami sebesar Rp.2.500.000
5.Santunan meninggal dunia Karena kecelakaan sebesar Rp.20.000.000

Seluruh manfaat itu berlaku di seluruh rumah sakit pemerintah rumah sakit swasta, klinik hingga Puskesmas di seluruh Indonesia ” Pungkas Imam Nugroho