Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 40

Penemuan Mayat Bayi Gegerkan Warga Kalukku, Polisi Lakukan Penyelidikan

0

Redaksi.co MAMUJU : Warga Lingkungan Gantungan, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju digegerkan dengan penemuan jasad bayi di area perkebunan belakang sebuah pondok pesantren, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.

Jasad bayi tersebut ditemukan di lokasi perkebunan yang berada di samping pagar belakang Pondok Pesantren Darul Quran Wal Hadits, Lingkungan Gantungan, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku.

Kapolsek Kalukku, AKP Hadaming, M.S.Pd, memimpin langsung regu piket Mako Polsek Kalukku bersama Kanit Resintel, Kanit Provos, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Bebanga dalam mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan informasi awal, bayi tersebut diduga telah dibuang di lokasi tersebut pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Saat ditemukan, kondisi jasad bayi sudah tidak bernyawa, tubuhnya menghitam dan mengering, serta lengan kiri dilaporkan dalam kondisi terputus.

Penemuan ini bermula dari keterangan saksi Muhammad Akbar (18), seorang siswa pondok pesantren yang berdomisili di Kelurahan Bebanga. Ia bersama sejumlah rekannya tengah melakukan survei di area belakang pondok saat mencium bau menyengat seperti bangkai.

Merasa curiga, saksi kemudian menelusuri sumber bau tersebut dan menemukan jasad bayi dalam kondisi mengenaskan. Saksi segera melaporkan temuannya kepada guru atau ustaz setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak Polsek Kalukku.

Saksi lainnya, Alya Wulan Purnama (14), siswi pondok pesantren yang berdomisili di Lingkungan Gantungan, mengungkapkan bahwa pada Sabtu malam (14/2/2026) sekitar pukul 23.00 WITA, dirinya bersama teman-temannya yang berada di asrama sempat mendengar suara tangisan bayi dari arah belakang pondok.

Namun karena mengira suara tersebut bukan tangisan manusia dan diliputi rasa takut, mereka tidak berani mendatangi sumber suara tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembuangan bayi tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap secara terang peristiwa yang menggemparkan warga setempat.

Kapolsek Kalukku menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini dan meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat dan aparat setempat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. (ZUL)

Optimasi Lahan Berbasis Mata Air Pegunungan, Desa Curah Kalong Jadi Motor Pangan

0

JEMBER, redaksi.co – Di hamparan sawah Dusun Sumber Kelopo, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, denyut swasembada pangan nasional mulai terasa nyata. Di antara petak-petak lahan yang selama ini bergantung pada kemurahan musim, kini mengalir harapan baru melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) berupa pipanisasi (18/02/2026).

Program ini bukan sekadar pembangunan jaringan air. Bagi Kelompok Tani Sumber Kelopo 01, Oplah adalah fondasi menuju kemandirian produksi, langkah konkret menjadikan desa sebagai simpul kekuatan pangan nasional.

Dengan anggaran Rp157 juta, sepanjang 746 meter jaringan pipa telah terbangun. Sumber air yang dialirkan berasal dari mata air pegunungan di sekitar wilayah tersebut, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk irigasi pertanian. Melalui sistem pipanisasi, potensi alami tersebut kini dioptimalkan menjadi penopang produksi pangan.

Dampaknya segera terasa. Sekitar 34,16 hektare lahan kini memperoleh suplai air yang lebih stabil, mengakhiri ketergantungan panjang pada musim hujan.

Selama lebih dari satu dekade, petani di wilayah ini hanya mampu menanam padi pada musim tanam pertama. Memasuki musim berikutnya, sawah terpaksa dibiarkan atau ditanami kacang tanah sebagai alternatif bertahan akibat keterbatasan air. Produktivitas terhambat, pendapatan pun tak pernah benar-benar tumbuh.

“Dulu kami tidak berani tanam padi di musim kedua karena pasti kekurangan air. Sekarang alhamdulillah sudah ada perubahan, meski belum merata,” ujar Teguh Wahyudi, Ketua Poktan Sumber Kelopo 01.

Masuknya air dari mata air pegunungan melalui jaringan pipanisasi menjadi titik balik yang menentukan. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, petani optimistis dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun. Jika skenario ini terwujud, produksi beras berpotensi melonjak dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya.

Apabila seluruh 54,16 hektare lahan dapat teraliri secara optimal, peningkatan produksi padi diyakini akan memberi kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan Kabupaten Jember hingga Jawa Timur. Desa bukan lagi sekadar penerima program, melainkan motor penggerak swasembada.

Namun, perjalanan ini belum sepenuhnya rampung. Untuk mengairi lima blok lahan secara menyeluruh, dibutuhkan sekitar 5.000 meter jaringan pipa. Artinya, masih terdapat sekitar 20 hektare lahan yang belum tersentuh secara maksimal.

Penyempurnaan infrastruktur tersebut bukan sekadar kelanjutan proyek, melainkan investasi strategis jangka panjang bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Optimalisasi sumber mata air pegunungan yang melimpah di kawasan tersebut diyakini mampu menjadi solusi permanen jika jaringan distribusi air diperluas.

Program ini selaras dengan visi swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penguatan sektor hulu pertanian terutama ketersediaan air sebagai fondasi utama produksi. Tanpa air, intensitas tanam tak mungkin ditingkatkan; tanpa infrastruktur, ketahanan pangan hanya menjadi retorika.

Para petani menyatakan komitmennya untuk menjaga akuntabilitas bantuan dan meningkatkan produktivitas sebagai bentuk tanggung jawab terhadap negara. Mereka berharap dukungan lanjutan dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Jember agar perluasan jaringan pipanisasi dapat segera direalisasikan.

Dari Sumber Kelopo, satu pesan mengalir bersama air pegunungan yang kini membasahi sawah: swasembada pangan tidak lahir dari slogan, melainkan dari kerja nyata di desa. Ketika air hadir, harapan tumbuh, dan dari harapan itulah masa depan pangan bangsa disemai.

Jika Anda ingin, saya juga bisa menambahkan penegasan soal aspek keberlanjutan lingkungan (misalnya pengelolaan debit mata air agar tidak over-eksploitasi) supaya narasinya makin kuat dan berimbang (Sofyan).

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

0

Redaksi.co, Jakarta | Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/2), setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa berdasarkan data astronomi, posisi hilal saat pengamatan belum memenuhi kriteria yang disepakati. Karena itu, awal Ramadan ditetapkan sehari setelahnya.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya hilal yang terlihat, disepakati 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin.

Tidak Penuhi Kriteria MABIMS
Penetapan awal Ramadan merujuk pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Berdasarkan paparan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, sudut elongasi hilal saat pengamatan berada pada kisaran 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Sementara itu, tinggi hilal tercatat masih berada di bawah ufuk, yakni antara minus 2 derajat 24 menit 43 detik hingga minus 0 derajat 55 menit 41 detik.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, mengatakan bahwa secara teoritis hilal mustahil dapat teramati dalam kondisi tersebut.

“Posisi hilal masih berada di bawah ufuk dengan elongasi yang sangat rendah. Dengan kondisi seperti ini, hilal tidak mungkin dirukyat pada petang ini,” ujarnya dalam seminar posisi hilal yang menjadi rangkaian awal Sidang Isbat.

Proses Sidang Isbat
Meski secara hisab hilal dipastikan tidak memenuhi syarat, pemerintah tetap melaksanakan Sidang Isbat sebagai prosedur formal penetapan awal bulan Hijriah. Kementerian Agama menerima laporan rukyatul hilal dari 96 titik pemantauan yang tersebar di seluruh provinsi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan pakar astronomi, ahli falak, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. Sidang utama kemudian digelar secara tertutup untuk mendengarkan laporan dari berbagai daerah sebelum hasilnya diumumkan kepada publik.

Forum tersebut turut dihadiri perwakilan Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para ahli dari BMKG dan BRIN. Akademisi dan pimpinan pondok pesantren juga mengikuti jalannya sidang.

Perbedaan dengan Muhammadiyah
Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Menanggapi perbedaan tersebut, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menilai perbedaan penetapan awal Ramadan merupakan hal yang wajar dalam ranah ijtihad.

“Yang terpenting adalah penuh hikmah dan saling tasamuh,” ujarnya.

Merawat Damai di Negeri Mbaham Matta, Pesan Moral Apnel Hegemur menyambut bulan suci Ramadhan.

0

Fakfak, Redaksi.co – Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Apnel Hegemur, menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Pesan tersebut disampaikan pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai bentuk ajakan moral kepada seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat persaudaraan menjelang dan selama bulan puasa.

Dalam pernyataannya, Apnel Hegemur mengajak seluruh masyarakat Fakfak tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan latar belakang untuk tetap menjaga harmoni sosial. Ia menegaskan bahwa wilayah adat yang di dalamnya terdapat 26 sub komunal dan 37 paguyuban yang mendiami Negeri Mbaham Matta memiliki tanggung jawab besar dalam merawat nilai persatuan dan toleransi.

“Kita hidup dalam satu tanah adat dengan keberagaman yang menjadi kekuatan kita. Memasuki bulan suci Ramadhan, mari kita saling menghormati, menjaga ketenangan, dan menciptakan suasana yang aman serta damai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap, ucapan, dan perilaku di ruang publik agar tidak menimbulkan gesekan sosial, terutama dalam momentum keagamaan yang sakral.

Apnel Hegemur turut menyampaikan ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa kepada seluruh umat Muslim di Fakfak. Ia berharap Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, memperkuat keimanan, serta semakin mempererat tali silaturahmi antar sesama warga.

“Semoga bulan suci ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan menjaga kedamaian di Kabupaten Fakfak,” tutupnya.

Dengan semangat tersebut, Dewan Adat Mbaham Matta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keharmonisan selama pelaksanaan ibadah Ramadhan.

Hasil Pertemuan DPRP dan Bupati, Pemkab Fakfak Genjot Kesiapan UMKM Sambut PESPARAWI 2027.

0

Fakfak, Redaksi.co – Pertemuan antara Anggota DPR Provinsi Papua Barat, Amin Ngabalin, dan Bupati Fakfak pada 17 Februari 2026 menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kesiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyambut PESPARAWI Provinsi Papua Barat tahun 2027.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah strategis guna memastikan UMKM lokal mampu memanfaatkan momentum Fakfak sebagai tuan rumah ajang paduan suara gerejawi tingkat provinsi tersebut. Kegiatan ini diproyeksikan akan menghadirkan peserta dan tamu dari berbagai kabupaten/kota di Papua Barat, sehingga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

Amin Ngabalin mendorong agar pemerintah daerah bersama OPD teknis segera melakukan pembinaan intensif kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga manajemen usaha. Ia menilai, persiapan harus dilakukan sejak sekarang agar produk-produk unggulan Fakfak benar-benar siap bersaing dan menarik minat pengunjung.

Sementara itu, Bupati Fakfak menyampaikan bahwa PESPARAWI 2027 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan peluang besar untuk mempromosikan potensi daerah, termasuk kuliner khas, hasil olahan pala, serta kerajinan masyarakat.

“Para pelaku UMKM harus mulai berbenah dan meningkatkan kualitas. Kita ingin tamu yang datang tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga membawa pulang produk unggulan Fakfak sebagai oleh-oleh,” ujar Bupati.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan menyiapkan ruang promosi dan sentra UMKM selama pelaksanaan PESPARAWI, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan menyeluruh.

Melalui sinergi antara DPRP Papua Barat dan Pemkab Fakfak, diharapkan penyelenggaraan PESPARAWI 2027 berjalan sukses sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

Utamakan Dialog, LMA Mbarmbar Ajak Semua Pihak Bersinergi Selesaikan Persoalan Seismik.

0

Fakfak, Redaksi.co – Polemik terkait kegiatan seismik yang dilakukan BP di wilayah Arguni, Kabupaten Fakfak, terus menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai tanggapan bermunculan dari sejumlah pihak, termasuk unsur masyarakat adat yang wilayahnya terdampak langsung oleh aktivitas tersebut.

Menyikapi dinamika yang berkembang, Direktur LSM Lampu Kita, Ahmad Rumalolas, menyampaikan klarifikasi sekaligus penegasan sikap masyarakat adat. Ahmad yang juga bertindak sebagai konsultan dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mbarmbar menegaskan bahwa sikap yang diambil bukanlah bentuk penolakan terhadap aktivitas perusahaan.

Menurutnya, langkah yang ditempuh masyarakat adat lebih kepada upaya menuntut dan memastikan pemenuhan hak-hak masyarakat adat sebagaimana telah disepakati sebelumnya.

“Sesungguhnya yang kami minta adalah memastikan pemenuhan hak-hak masyarakat adat, bukan untuk menghambat atau menolak kegiatan perusahaan. Kami hanya ingin agar kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya dapat dipatuhi dan dijalankan secara konsisten,” ujar Ahmad.

Ia menjelaskan, sejumlah keputusan penting telah dihasilkan dalam pertemuan bersama pemerintah daerah pada masa kepemimpinan Bupati Mohamad Uswanas. Karena itu, pihaknya meminta agar komitmen yang telah disepakati tersebut dihormati serta direalisasikan secara konsisten oleh semua pihak terkait.

Lebih lanjut, Ahmad mengungkapkan bahwa setelah kesepakatan tersebut dihasilkan, masyarakat adat juga telah mempertegas sejumlah tuntutan kepada pihak BP dan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Penegasan itu disampaikan saat kunjungan (reses) Komisi XII DPR RI yang membidangi tata kelola migas di Manokwari pada tahun 2025.

Namun demikian, menurutnya, hingga saat ini berbagai tuntutan yang telah disampaikan tersebut belum ditindaklanjuti atau dipenuhi sebagaimana yang diharapkan masyarakat adat. Salah satu poin penting yang kembali ditegaskan adalah permintaan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah dihasilkan, agar benar-benar mempertimbangkan aspek perlindungan hak-hak masyarakat adat serta kondisi riil di lapangan.

Ahmad menegaskan, perjuangan masyarakat adat tetap berada dalam koridor hukum dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga marwah, hak ulayat, serta ketuanan adat di wilayah Arguni.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, perusahaan, maupun masyarakat, untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyikapi persoalan ini.

“Kami siap duduk bersama kapan saja. Mari kita menyinergikan langkah secara baik-baik, menyelesaikan persoalan melalui dialog terbuka, dan mencari solusi bersama demi kepentingan semua pihak, dengan tetap menghormati ketuanan adat dan nilai-nilai yang telah diwariskan,” tegasnya.

Dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, diharapkan polemik seputar kegiatan seismik di wilayah Arguni dapat diselesaikan secara bijak dan berkeadilan bagi semua pihak.

Amin Ngabalin Bahas Penguatan UMKM Bersama Bupati, Fakfak Diusulkan Tuan Rumah Pameran Tingkat Provinsi.

0

FAKFAK, Redaksi.co – Anggota DPRP Papua Barat dari Fraksi Partai Golkar, Amin Ngabalin, melakukan audiensi dengan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, pada Selasa malam (17/2/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Fakfak.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya antara Amin dan para pelaku UMKM binaan LSM Lampu Kita. Dalam pertemuan bersama bupati, Amin melaporkan hasil penjaringan aspirasi pelaku usaha sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah untuk mendorong pelaksanaan Pameran dan Bazar UMKM skala Provinsi Papua Barat di Fakfak.

Menurut Amin, pada 2025 lalu kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Fakfak. Tahun 2026, kegiatan tersebut direncanakan naik kelas menjadi ajang tingkat provinsi dan diharapkan untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Fakfak.

“Kami ingin kegiatan ini lebih besar dan berdampak luas bagi pelaku UMKM. Karena itu, kami memohon dukungan Bupati agar dapat diusulkan secara resmi ke Pemerintah Provinsi Papua Barat,” ungkapnya.

Tak hanya pameran, pembahasan juga mencakup penguatan akses permodalan, pembangunan rumah produksi, hingga rencana pembentukan pusat oleh-oleh khas Fakfak sebagai etalase produk lokal. Amin menilai, langkah tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah.

Bupati Samaun Dahlan, lanjut Amin, menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersama-sama mengusulkan agenda Pameran dan Bazar UMKM tingkat provinsi kepada Gubernur Papua Barat.

Amin pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk bersinergi dalam memperkuat sektor usaha kecil sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Fakfak.

Diduga Kades Sentral Baru Kebal Hukum Kab R.Lebong Terima Casback Rp 2jt Per unit Hingga Harga Jadi Mark Up

0

Woow Diduga Kades Sentral Baru Kebal Hukum Kab, R.Lebong Terima Cesbak Rp 2 jt, per unit, Hingga Harga Terjadi Mark Up

Kabupaten Rejang Lebong, REDAKSI.CO. 17/02/2025
Penting Terdapat Keberanian suatu tiindakan Penerapan Hukum, pada Pengadaan Lampu LED Tenaga Surya yang ada di Desa Sentral Baru Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, karena diduga hanya demi  untuk keuntungan pribadi kepala Desa

Seperti di keluhkan warga sekitar berinisial SS, Terhadap awak media dirinya Mengatakan, ” Realisasi Program Dana Desa (DD) dalam 2 tahun ini, terkesan hanya menguntungkan Pemerintah Desa, karena terlihat kondisi fisik bangunan jalan lapen yang telah mengalami kerusakan padahal baru beberapa bulan, selesai di kerjakan, selain itu pengadaan Lampu tenaga Surya, memberikan keuntungan terhadap kepala Desa Rp 2.000.000,- setiap unit, maka tidak heran setiap tahun kepala Desa mengalokasikan anggaran untuk lampu tenaga surya “ujarnya

” Namun kita sangat kecewa karena hingga saat sekarang, belum ada keberanian para penegak hukum maupun dari pemerintah Daerah, melakukan upaya penindakan secara nyata, hal ini mengakibatkan pemerintah Desa merasa seakan Kenal Hukum”tutupnya

Sebagaimana di ketahui Pemerintah Desa Sentral Baru, tahun 2024 mengalokasikan Anggaran Pengadaan Lampu LED Tenaga Surya sebanyak 10 Unit, dan Tahun 2025 sebanyak 10 unit, sementara harga sebesar Rp 14.000.000,- setiap unit

Sementara beberapa kali upaya wartawan untuk bertemu Kepala Desa Sentral Baru, dengan mengunjungi kediaman maupun kantor Desa, hingga menghubungi Melalui Aplikasi WhatsApp tidak merespon, seolah kepala Desa Sentral Baru Sengaja menghindar dan enggan untuk di konfirmasi oleh wartawan,,

Rilis (Cikak)

Pemkab Aceh Barat Bersama Kemenag Aceh Barat Laksanakan Rukyatul Hilal Penentuan Awal Ramadhan 1447 H

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat melaksanakan rukyatul hilal penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Gedung Rukyatul Hilal Suak Geudeubang, Selasa 17/2/2026

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian sidang isbat penentuan 1 Ramadan tingkat nasional.

Rukyatul hilal tahun ini dilaksanakan dengan metode hisab dan rukyat. Namun, berdasarkan pemaparan tim Kemenag Aceh Barat, hilal tidak terlihat pada saat pengamatan. Hal tersebut menjadi dasar bahwa rukyat tidak dapat menetapkan awal bulan pada hari itu.

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa rukyatul hilal yang dilaksanakan setiap tahun bertujuan melahirkan ketetapan dan kesepakatan bersama dalam menentukan awal Ramadan.

“Rukyatul hilal ini juga menjadi bahan masukan dalam laporan sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 H di Kementerian Agama Republik Indonesia, sekaligus tindak lanjut pembuktian hasil perhitungan hisab yang akurat terhadap fenomena alam,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kedewasaan umat dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadan. Menurutnya, perbedaan tidak boleh memicu perpecahan, melainkan harus menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Aceh Barat. Ucapnya

Sementara itu, Ustadz H. Kamil Syafrudin Lc. dari Komisi Hilal menjelaskan bahwa pada tanggal 30 Sya’ban, hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Nusantara. Secara astronomis, ketinggian hilal berada di bawah ambang imkanur rukyat.

“Di Aceh ketinggian hilal berada di sekitar nol derajat 12 menit, dengan elongasi yang belum memenuhi syarat. Secara ilmu falak, kondisi ini mustahil untuk dirukyat,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan metode yang digunakan Kementerian Agama hisab sebagai penentu dan rukyat sebagai verifikasi hilal dinyatakan tidak wujud, ucap ust kamil

Sedangkan Plh Kepala Kemenag Aceh Barat, Tarmizi, menyampaikan hasil kesepakatan sidang bahwa awal Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan laporan rukyat dari berbagai daerah serta hasil sidang isbat nasional.

Menutup rangkaian kegiatan, Pimpinan Dayah Serambi Aceh, Abu Mahmudin mengajak umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan selama bulan suci Ramadan dengan memperbanyak amal saleh, memakmurkan masjid, serta menjaga kesucian Ramadan.

“Mari kita dewasa menyikapi perbedaan dalam ibadah. Jangan jadikan perbedaan sebagai ajang permusuhan, tetapi sebagai sarana memperkuat ukhuwah,” pesannya.

Dengan penetapan ini, masyarakat Aceh Barat diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan penuh kesiapan, persatuan, dan semangat ibadah ****

Kapolres Langkat pantau pengamanan Imlek di Vihara Avaloketisvara Stabat

0

Langkat-redaksi.co
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi, memantau langsung kesiapan personel yang bertugas, sekaligus berkoordinasi dengan pengurus Vihara dan masyarakat sekitar, guna memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 berlangsung aman dan kondusif dengan menggelar pengamanan di sejumlah titik strategis, terutama di Vihara Avalokitesvara Stabat, Selasa (17/02/2026).

Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kita hadir untuk memastikan saudara-saudara kita dapat merayakan Imlek dengan aman dan nyaman. Jika ada situasi yang membutuhkan tindakan, segera laporkan dan tangani dengan baik,” ujar Kapolres AKBP David .

 

Masyarakat melaksanakan ibadah di Vihara Avalokitesvara Chio Ani Tista, mengapresiasi kehadiran Polres Langkat dalam pengamanan Imlek tahun ini.

“Kami merasa lebih tenang dan nyaman dengan kehadiran aparat kepolisian. Ini menunjukkan kepedulian dan sinergi yang baik antara polisi dan masyarakat,” ungkap Candra.

Polres Langkat berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap perayaan keagamaan, mencerminkan semangat toleransi dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Langkat.

Dengan pengamanan maksimal, diharapkan Imlek 2026 dapat dirayakan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan.

M.ilyas