Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 39

Safari Tarawih Ramadhan 1447 H, Kapolres Langkat Perkuat Silaturahmi dan Jamin Kamtibmas Kondusif*

0

Langkat -redaksi.co

Dalam rangka Safari Tarawih Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolres Langkat David Triyo Prasojo menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menciptakan rasa aman dan mempererat silaturahmi selama bulan suci Ramadhan. Rabu, (18/02/2026).

Kegiatan Safari Tarawih yang dilaksanakan oleh Polres Langkat tersebut berlangsung di Masjid Safiyyul Amaliyatil Hadiiqah dan dihadiri langsung oleh Kapolres Langkat yang didampingi Wakapolres Langkat Husnil Mubarok Daulay, beserta para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Langkat, serta diikuti oleh masyarakat dan jamaah setempat.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa Safari Tarawih merupakan sarana ibadah bersama sekaligus wadah untuk mempererat komunikasi dan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

“Melalui Safari Tarawih ini, kami ingin memperkuat silaturahmi serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kehadiran Polri di tengah jamaah bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadhan,” ujar Kapolres.

Pelaksanaan Sholat Tarawih dan Witir dipimpin oleh imam Muhammad Sadri, yang juga menyampaikan tausiah singkat (kultum) kepada jamaah, mengajak umat untuk meningkatkan keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

Kapolres Langkat menambahkan bahwa kegiatan Safari Tarawih tidak hanya dilaksanakan di tingkat Polres, namun akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan selama bulan Ramadhan serta melibatkan seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Langkat.

“Kegiatan Safari Tarawih ini akan kami laksanakan selama bulan Ramadhan. Seluruh jajaran Polsek juga kami instruksikan untuk melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing, agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat bawah,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan gangguan kamtibmas, silakan menghubungi Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat selama 24 jam,” pungkas Kapolres.

Safari Tarawih Ramadhan 1447 H tersebut berlangsung dengan khidmat dan mendapat sambutan positif dari jamaah. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dan selama kegiatan berlangsung situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Langkat terpantau aman dan kondusif.

M.ilyas

Harapan Warga Dusun Sembuh Terwujud: Peletakan Batu Pertama Jembatan Merah Putih

0

PURWOREJO | Redaksi.co – Harapan masyarakat Dusun Sembuh, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano untuk memiliki akses transportasi yang layak kini mulai menemui titik terang. Polres Purworejo secara resmi memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang ditandai dengan prosesi doa bersama dan peletakan batu pertama, Rabu (18/02/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, didampingi Sekda Kabupaten Purworejo, Suranto, S.Sos., ST., MAP., serta dihadiri oleh jajaran PJU Polres Purworejo dan tokoh masyarakat setempat.

Jembatan ini nantinya akan berfungsi sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang sangat krusial bagi mobilitas warga. Sebelumnya, akses di wilayah tersebut hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang seringkali hanyut diterjang banjir, sehingga menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen.

Dalam sambutannya, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Polri menginisiasi pembangunan jembatan ini untuk membantu masyarakat. Kami menggandeng berbagai stakeholder dan rekanan agar pembangunan ini dapat terealisasi. Harapannya, jembatan ini mempermudah mobilitas alat mesin pertanian (alsintan) serta mempercepat distribusi sarana produksi dan hasil panen warga,” ujar Kapolres.

Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Sekda Suranto menyampaikan bahwa program ini selaras dengan program Kapolri yang bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo, S.E., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Polres Purworejo.

“Dulu kami hanya punya jembatan bambu yang terbawa banjir. Dengan adanya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini, para petani kami akan sangat terbantu dalam mengangkut hasil tani mereka,” ungkapnya haru.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Al Amin. Puncak acara ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres dan Sekda sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik jembatan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif, menandai langkah awal peningkatan ekonomi berbasis pertanian di wilayah Kecamatan Loano melalui infrastruktur yang lebih mumpuni. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purworejo
Publisher: Wahid yanto

47 RIBU PESERTA BPJS TERDAMPAK, RSUD TRIPAT GERUNG PASTIKAN LAYANAN NORMAL

0

47 RIBU PESERTA BPJS TERDAMPAK, RSUD TRIPAT GERUNG PASTIKAN LAYANAN NORMAL

Lombok Barat – Redaksi.co | Kesehatan
Rabu, 18 Februari 2026
Lombok Barat – Di tengah kabar penonaktifan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan di Lombok Barat, manajemen RSUD Tripat Gerung memastikan pelayanan medis kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa tanpa diskriminasi status kepesertaan.

Direktur RSUD Tripat Gerung, dr. Suriyadi, menegaskan bahwa pasien dengan BPJS aktif maupun nonaktif tetap memperoleh penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku.

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan pelayanan. Pasien tetap kami layani. Untuk status nonaktif, kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan agar diverifikasi bersama BPJS sehingga bisa direaktivasi bila memenuhi syarat,” ujarnya.

Berdasarkan data terakhir, tercatat sekitar 24 hingga 25 pasien dengan status BPJS nonaktif tetap mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. Setelah dilakukan koordinasi lintas instansi, sebagian besar status kepesertaan disebut dapat aktif kembali dalam waktu 1×24 jam.
Pihak manajemen juga memastikan tenaga medis di lapangan fokus pada pelayanan kesehatan, bukan pada persoalan administratif. Sejauh ini, rumah sakit mengaku belum menerima keluhan dari pasien terkait pelayanan akibat status BPJS nonaktif.

Untuk pasien dari luar Kabupaten Lombok Barat, pelayanan tetap diberikan terutama dalam kondisi darurat. Sementara untuk kasus non-darurat, dilakukan koordinasi dengan daerah asal pasien sesuai kebijakan sistem rujukan masing-masing wilayah.

Terkait data sekitar 47 ribu peserta terdampak penonaktifan, manajemen rumah sakit menegaskan bahwa proses verifikasi sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan. Peserta yang tidak lagi memenuhi kriteria Penerima Bantuan Iuran (PBI) dapat dialihkan ke skema mandiri sesuai ketentuan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) menyampaikan bahwa sekitar 47.000 warga kehilangan status kepesertaan BPJS PBI sejak Januari 2025 sebagai bagian dari verifikasi nasional terhadap jutaan peserta di Indonesia.

Manajemen RSUD Tripat Gerung mengimbau masyarakat agar tidak ragu berobat meskipun status kepesertaan sedang dalam proses verifikasi.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co
Abach Uhel

Ratusan Karton Miras Hasil Operasi di Fakfak Belum Jelas Keberadaannya

0

Fakfak, Redaksi.co – Operasi penertiban minuman keras (miras) yang berlangsung di wilayah Kabupaten Fakfak pada 28 Januari 2026 menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Ratusan karton miras yang disebut-sebut telah diamankan aparat dalam kegiatan tersebut, hingga kini belum diketahui secara jelas keberadaannya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kegiatan sweeping dilakukan sekitar pukul 17.00 hingga 18.30 WIT. Operasi itu diduga melibatkan tim dari Polda Papua Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus bersama personel Polres Fakfak.

Sejumlah saksi mata menuturkan, aparat berpakaian sipil terlihat mengangkut kardus-kardus berisi miras dari beberapa titik penjualan di kawasan Namudat, Fakfak. Barang-barang tersebut dimuat ke dalam satu unit mobil Toyota Hilux warna hitam tanpa nomor polisi dan satu unit truk warna merah yang menggunakan pelat nomor.

Jumlah miras yang diamankan diperkirakan mencapai sekitar 400 karton, terdiri dari berbagai jenis seperti vodka, bir, dan anggur merah yang masih dalam kemasan kardus saat diangkut. Seluruh muatan disebut sempat diarahkan ke halaman Mapolres Fakfak.

Namun, pada malam harinya, kendaraan beserta muatan miras yang sebelumnya berada di area Mapolres dilaporkan sudah tidak lagi terlihat. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai lokasi penyimpanan barang bukti maupun mekanisme pengamanannya.

“Saya lihat langsung waktu mereka operasi. Barangnya dimuat ke truk merah. Saya sempat ambil foto dan video. Kalau memang itu hasil sitaan resmi, seharusnya jelas disimpan di mana,” ujar seorang warga Fakfak, Rabu (18/2/2026).

Selain warga, dua wartawan yang mendatangi lokasi di Jalan DR. Selasat, Namudat, mengaku sempat mencoba melakukan konfirmasi. Mereka menyebut beberapa petugas berpakaian non-dinas berada di lokasi, namun tidak memberikan keterangan saat dimintai penjelasan terkait kegiatan tersebut.

Di sisi lain, beredar informasi di lapangan bahwa barang sitaan sempat dititipkan di gudang milik salah satu distributor miras berinisial D. Namun kabar ini masih sebatas keterangan sumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian.

Ketiadaan klarifikasi memunculkan sejumlah pertanyaan di ruang publik. Apakah prosedur pencatatan dan pengamanan barang bukti telah dijalankan sesuai ketentuan? Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan barang sitaan tersebut? Dan di mana lokasi penyimpanan resminya?

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan terbuka dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap operasi, jumlah pasti miras yang disita, serta status dan keberadaan barang bukti. Masyarakat pun mendesak adanya transparansi guna menjaga akuntabilitas dan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum di Kabupaten Fakfak.

Sekelompok Orang Merusak Dapur SPPG Makan Bergizi Gratis di Suralaga Lombok Timur

0
policyline terpasang di sekitar lokasi kejadian

Lombok Timur, REDAKSI.CO [Rabu,18 Pebruari 2026] – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didirikan untuk memenuhi layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Yayasan Khaerurrosidin di Desa Paok Lombok Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, dirusak oleh sekelompok orang pada Selasa (17/2/2026).

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pelaku yang merusak dapur SPPG serta peralatan dapur ada. Klik link :

https://drive.google.com/file/d/1VGAnjS0yJb6lFWZr5DtHTdMjGadCLNIi/view?usp=sharing

Menurut keterangan Pimpinan Yayasan Khaerur Rosidin sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Unwanul Falah TGH.Ishak Khairuddin,Lc membenarkan adanya peristiwa ini dan mengatakan bahwa perusakan terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Dimana sekelompok orang datang tiba-tiba dengan membawa alat serta merusak bangunan termasuk sejumlah fasilitas dapur dan beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kericuhan diduga dipicu oleh kesalahpahaman warga setempat yang mengira bangunan serta lahan yang semula diperuntukan bagi kegiatan belajar mengajar tersebut telah dialihfungsikan untuk kepentingan dapur MBG.

Saat ditemui di Pondok Pesantren Unwanul Falah bersama TGH. Muhammad Ishak dan Kepala Dusun Paok Lombok Lekok Habibi, Ketua Relawan Ratu Prabu Lombok Timur Ahmad Fauzan menegaskan bahwa aksi perusakan tersebut merupakan tindakan anarkhis serta mendesak aparat penegak hukum agar kasus ini segera diusut sesuai hukum yang berlaku dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Gumi Patuh Karya, apalagi dalam suasana bulan suci Ramadhan saat ini.

Guna penyelidikan lebih lanjut mengenai motif serta identitas pelaku perusakan, kasus kini dalam penanganan pihak Kepolisian Resort Lombok Timur. Dan Situasi di lokasi saat ini dilaporkan sudah kondusif dengan garis polisi terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Bersama Danrem,Bupati Tarmizi Resmikan Jembatan Gantung Penghubung Gampong Tungkop Di Sungai Mas

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM menghadiri kegiatan peresmian perbaikan jembatan gantung penghubung antar Gampong di Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas pada Rabu ,18/2/2026

Tarmizi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengucapkan terimakasih kepada Komandan Resor Militer (Danrem) 012/Teuku Umar dan Kodim 0105 beserta jajaran yang telah merehab jembatan gantung penghubung antar Gampong di Gampong Tungkop yang rusak akibat bencana pada akhir 2025 lalu.

“Kami terkejut juga, tiba- tiba jembatan ini telah selesai diperbaiki oleh Korem 012 Teuku Umar, kami baru disuruh data terkait infrastruktur yang rusak oleh pemerintah pusat, tapi Danrem sudah duluan membangun dan ini luar biasa,” kata Tarmizi.

Di Aceh Barat sendiri kata Tarmizi terdapat sejumlah jembatan yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu, dan jembatan gantung di Gampong Tungkop tersebut adalah salah satu yang terpenting karena merupakan penghubung antar Gampong di wilayah setempat.

“Jembatan ini sangat penting, setiap banjir jembatan ini selalu rusak, pernah hanyut kapal dan menyangkut disini dan hancur, kemudian diperbaiki oleh pemerintah daerah, jadi ini tolong kita jaga bersama baik oleh masyarakat, tokoh masyarakat dan aparatur Gampong setempat,” katanya.

Tarmizi berharap dengan selesainya perbaikan jembatan gantung penghubung antar Gampong di Gampong Tungkop tersebut maka dapat memperlancar dan mempermudah aktivitas masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, tandasnya ****

Kapolres Langkat Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kebersamaan Sambut Ramadhan 1447 H

0

Langkat -redaksi.co

Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Langkat menggelar kegiatan makan bersama keluarga besar Polres Langkat dan para tahanan sebagai tradisi punggahan, Rabu (18/02/2026), bertempat di Lobby Polres Langkat.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H, S.I.K, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi seremonial, namun memiliki makna mendalam sebagai wujud kebersamaan, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Momentum punggahan ini menjadi sarana untuk membersihkan hati, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui makan bersama ini, kami ingin menegaskan bahwa setiap insan memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan, tanpa melihat latar belakang maupun status,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan pesan khusus kepada para tahanan agar menjadikan Bulan Suci Ramadhan sebagai momentum introspeksi dan perubahan diri ke arah yang lebih baik.

“Ramadhan adalah bulan harapan, bulan ampunan, dan bulan perubahan. Jadikan kesempatan ini untuk memperbaiki niat, menata kembali langkah hidup, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kapolres Langkat menegaskan bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan fungsi kemanusiaan dan pembinaan.

“Negara melalui institusi Polri hadir tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga membina dan memanusiakan manusia. Inilah nilai yang terus kami tanamkan kepada seluruh personel,” tegasnya.

Kepada seluruh personel Polres Langkat, Kapolres berpesan agar senantiasa mengedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugas, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan.

“Jadikan Ramadhan sebagai sarana meningkatkan keimanan, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Kegiatan punggahan tersebut diharapkan dapat membawa keberkahan, memperkuat rasa persaudaraan, serta menciptakan suasana yang sejuk dan penuh kekeluargaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

M.ilyas

Diduga Kades Sentral Baru Kebal Hukum, Terima Cashback Rp 2jt, per unit Lampu,Hingga Harga Terjadi Mark Up

0

Diduga Kades Sentral Baru Kebal Hukum, Kab,Rejang Lebong Terima Cashback Rp 2 jt, per unit, Hingga Harga Terjadi Mark Up

 

Kabupaten Rejang Lebong, REDAKSI.CO. 17/02/2025, Penting Terdapat Keberanian suatu tindakan Penerapan Hukum, pada Pengadaan Lampu LED Tenaga Surya yang ada di Desa Sentral baru Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, karena di nilai hanya demi keuntungan pribadi kepala Desa

 

Seperti di keluhkan warga sekitar berinisial SS, Terhadap awak media dirinya Mengatakan, ” Realisasi Program Dana Desa dalam 2 tahun ini, terkesan hanya menguntungkan Pemerintah Desa, karena terlihat kondisi fisik bangunan jalan lapen yang telah mengalami kerusakan padahal baru beberapa bulan, selesai di kerjakan, selain itu pengadaan Lampu tenaga Surya, memberikan keuntungan terhadap kepala Desa Rp 2.000.000,- setiap unit, maka tidak heran setiap tahun kepala Desa mengalokasikan anggaran untuk lampu tenaga surya “ujarnya

 

” Namun kita sangat kecewa karena hingga saat sekarang, belum ada keberanian para penegak hukum maupun dari pemerintah Daerah, melakukan upaya penindakan secara nyata, hal ini mengakibatkan pemerintah Desa merasa seakan Kenal Hukum”tutupnya

 

Sebagaimana di ketahui Pemerintah Desa Sentral Baru, tahun 2024 mengalokasikan Anggaran Pengadaan Lampu LED Tenaga Surya sebanyak 10 Unit, dan Tahun 2025 sebanyak 10 unit, sementara harga sebesar Rp 14.000.000,- setiap unit

 

Sementara beberapa kali upaya wartawan untuk bertemu Kepala Desa Sentral Baru, dengan mengunjungi kediaman maupun kantor Desa, hingga menghubungi Melalui Aplikasi WhatsApp tidak merespon, seolah kepala Desa Sentral Baru Sengaja menghindar dan enggan untuk di konfirmasi oleh wartawan,,

 

Rilis (Cikak)

Pantai Padang Sirahet,Keindahan Alam Yang Masih Asri,Ramai Dikunjungi Warga Saat Nikmati Libur

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pantai Padang Sirahet, sebuah destinasi wisata yang terletak di bekas Gampong Padang Sirahet, Kecamatan Johan Pahlawan kabupaten Aceh Barat, pantai yang memanjang di tepi kota Meulaboh ini menjadi salah satu tempat favorit bagi pengunjung lokal saat liburan maupun hari hari istimewa seperti menjelang menyambut puasa dan lainnya.

Keindahan alamnya yang masih asri dan hempasan ombak yang keren membuat pantai ini sangat diminati oleh pengunjung.

Dedi,salah seorang warga Meulaboh, mengatakan bahwa pantai ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan bila pemerintah daerah mau mengembangkan dengan baik

“Kalau mau dikelola, saya yakin pantai ini akan ramai dikunjungi terutama saat hari libur seperti sekarang,” ujarnya saat bincang bincang dengan media ini Rabu 18/2/2026

Menurut Dedi, putra asli Gampong Padang sirahet ini mengatakan,sejak kecil hingga ia dewasa sekarang suasana pantai Padang sirahet ini masih tetap sama dengan keistimewaan ombaknya yang tenang sehingga saat mandi tidak begitu mengkhawatirkan.

” Kalau untuk mandi saya tidak menyarankan,namun kalau untuk di tata secara baik saya berharap pihak yang berkompeten bisa mengelolanya,saya yakin kalau pantai Padang sirahet ini di kelola dengan baik,akan menjadi tempat wisata yang ramai di kunjungi masyarakat maupun wisatawan” Pungkasnya

Pantai Padang Sirahet memang memiliki keindahan yang luar biasa, bahkan setelah diterjang tsunami dahsyat tahun 2004 lalu suasana pantai masih bagus.

Namun, kurangnya perawatan membuat pantai ini masih belum optimal dalam menarik wisatawan. Apakah pemerintah akan mengambil langkah untuk mengembangkan potensi pantai Padang sirahet ini,semoga kedepan ada perhatian dari pemerintah daerah setempat untuk keindahan pantai Padang sirahet dengan semua keindahannya,****

Optimasi Lahan Berbasis Mata Air Pegunungan, Desa Curah Kalong Jadi Motor Pangan

0

Jember, redaksi.co – Di hamparan sawah Dusun Sumber Kelopo, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, denyut swasembada pangan nasional mulai terasa nyata. Di antara petak-petak lahan yang selama ini bergantung pada kemurahan musim, kini mengalir harapan baru melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) berupa pipanisasi (18/02/2026).

Program ini bukan sekadar pembangunan jaringan air. Bagi Kelompok Tani Sumber Kelopo 01, Oplah adalah fondasi menuju kemandirian produksi, langkah konkret menjadikan desa sebagai simpul kekuatan pangan nasional.

Dengan anggaran Rp157 juta, sepanjang 746 meter jaringan pipa telah terbangun. Sumber air yang dialirkan berasal dari mata air pegunungan di sekitar wilayah tersebut, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk irigasi pertanian. Melalui sistem pipanisasi, potensi alami tersebut kini dioptimalkan menjadi penopang produksi pangan.

Dampaknya segera terasa. Sekitar 34,16 hektare lahan kini memperoleh suplai air yang lebih stabil, mengakhiri ketergantungan panjang pada musim hujan.

Selama lebih dari satu dekade, petani di wilayah ini hanya mampu menanam padi pada musim tanam pertama. Memasuki musim berikutnya, sawah terpaksa dibiarkan atau ditanami kacang tanah sebagai alternatif bertahan akibat keterbatasan air. Produktivitas terhambat, pendapatan pun tak pernah benar-benar tumbuh.

“Dulu kami tidak berani tanam padi di musim kedua karena pasti kekurangan air. Sekarang alhamdulillah sudah ada perubahan, meski belum merata,” ujar Teguh Wahyudi, Ketua Poktan Sumber Kelopo 01.

Masuknya air dari mata air pegunungan melalui jaringan pipanisasi menjadi titik balik yang menentukan. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, petani optimistis dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun. Jika skenario ini terwujud, produksi beras berpotensi melonjak dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya.

Apabila seluruh 54,16 hektare lahan dapat teraliri secara optimal, peningkatan produksi padi diyakini akan memberi kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan Kabupaten Jember hingga Jawa Timur. Desa bukan lagi sekadar penerima program, melainkan motor penggerak swasembada.

Namun, perjalanan ini belum sepenuhnya rampung. Untuk mengairi lima blok lahan secara menyeluruh, dibutuhkan sekitar 5.000 meter jaringan pipa. Artinya, masih terdapat sekitar 20 hektare lahan yang belum tersentuh secara maksimal.

Penyempurnaan infrastruktur tersebut bukan sekadar kelanjutan proyek, melainkan investasi strategis jangka panjang bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Optimalisasi sumber mata air pegunungan yang melimpah di kawasan tersebut diyakini mampu menjadi solusi permanen jika jaringan distribusi air diperluas.

Program ini selaras dengan visi swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penguatan sektor hulu pertanian terutama ketersediaan air sebagai fondasi utama produksi. Tanpa air, intensitas tanam tak mungkin ditingkatkan; tanpa infrastruktur, ketahanan pangan hanya menjadi retorika.

Para petani menyatakan komitmennya untuk menjaga akuntabilitas bantuan dan meningkatkan produktivitas sebagai bentuk tanggung jawab terhadap negara. Mereka berharap dukungan lanjutan dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Jember agar perluasan jaringan pipanisasi dapat segera direalisasikan.

Dari Sumber Kelopo, satu pesan mengalir bersama air pegunungan yang kini membasahi sawah: swasembada pangan tidak lahir dari slogan, melainkan dari kerja nyata di desa. Ketika air hadir, harapan tumbuh, dan dari harapan itulah masa depan pangan bangsa disemai (Sofyan)