Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 37

Tak Punya Nyali? DPRD Polewali Mandar Bungkam Soal 48 Dapur MBG Yang Tidak Mengantongi IZIN

0

Redaksi.co POLMAN : Skandal perizinan mengguncang Gedung DPRD DPRD Kabupaten Polewali Mandar. Sebanyak 48 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Polewali Mandar terungkap beroperasi tanpa Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun alih-alih bersikap tegas, Komisi III justru tak mengeluarkan rekomendasi penutupan sementara.

Fakta mencengangkan itu terkuak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III pada 20 Februari 2026. Perwakilan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Polewali Mandar secara gamblang menyatakan seluruh 48 dapur MBG belum mengantongi NIB—dokumen dasar yang menjadi syarat legalitas usaha.

Tak berhenti di situ, perwakilan Dinas Kesehatan Polewali Mandar juga mengungkap bahwa 48 SPPG tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Artinya, standar kesehatan pangan yang menjadi fondasi program makan bergizi bagi masyarakat belum terpenuhi.

Dari sisi lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Polewali Mandar membeberkan temuan yang tak kalah serius. Sejumlah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dapur MBG dinilai tak memenuhi standar teknis. Bahkan, inspeksi mendadak menemukan dugaan pelanggaran regulasi lingkungan hidup di beberapa titik operasional.

Perwakilan Jaringan Oposisi Loyal Polewali Mandar, Hadi Nur Wijaya, menilai situasi ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan potensi pelanggaran hukum serius. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 serta aturan turunannya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Bagaimana mungkin anggaran negara dikelola oleh mitra tanpa izin usaha? Tanpa NIB, kegiatan itu tak punya legal standing. Artinya, ada potensi pengelolaan uang negara tanpa dasar hukum yang sah,” tegas Hadi usai RDP.

JOL mengaku telah mendesak Wakil Ketua DPRD agar 48 dapur MBG ditutup sementara sampai seluruh legalitas, standar kesehatan, dan ketentuan lingkungan dipenuhi. Namun hingga rapat berakhir, tak ada satu pun surat rekomendasi penutupan yang diterbitkan Komisi III.

Sikap ini dinilai sebagai bentuk ketidakberanian politik. “Fakta sudah terang-benderang di forum resmi. Tapi tak ada rekomendasi penutupan. Publik berhak bertanya, ada apa?” ujar Hadi.

Lebih jauh, JOL menyinggung dugaan konflik kepentingan. Mereka mencium adanya keterlibatan sejumlah anggota DPRD dalam pengelolaan SPPG yang belum berizin, bahkan menyerempet dugaan keterlibatan oknum pimpinan DPRD.

Konflik kepentingan sangat kuat. Wajar jika tak ada nyali untuk keluarkan rekomendasi penutupan,” katanya.

Kini sorotan tertuju pada aparat penegak hukum dan lembaga pengawas internal pemerintah. JOL mendesak audit menyeluruh terhadap operasional 48 dapur MBG—mulai dari kepatuhan perizinan, standar kesehatan, hingga regulasi lingkungan hidup.

Skandal ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal legalitas, integritas, dan keberanian politik. Publik menunggu: akankah DPRD bergerak, atau tetap bungkam di tengah dugaan pelanggaran yang kian terang? (ZUL)

HUT ke-30 Kota Tangerang Sachrudin-Maryono Bagikan 3.300 Paket Sembako

0

Sambut HUT Kota dan Tasyakuran 1 Tahun Kebersamaan, Sachrudin-Maryono Berbagi 3.300 Paket Sembako

 

 

 

Tepat satu tahun sejak dilantiknya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dan Maryono, Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar pengajian dan tasyakuran bersama seluruh Aparatur Sipil Negara serta masyarakat Kota Tangerang. Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dan menuju peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang.

 

 

 

“Ramadan kali ini terasa lebih bermakna karena bertepatan dengan HUT ke-33 Kota Tangerang dan satu tahun kebersamaan saya dan Pak Maryono dalam memimpin kota. Perjalanan setahun ini terasa cepat, namun sinergi yang terjalin telah menghadirkan langkah-langkah progresif menuju tujuan bersama,” tutur Wali Kota Tangerang, Sachrudin di Masjid Al Azhom, Jumat (20/02).

 

 

 

Sepanjang tahun 2025, berbagai program unggulan yang digulirkan Pemkot Tangerang telah berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan terus dilakukan secara bertahap dan optimal, di antaranya pembangunan 23 Graha Kita Bersama, rehabilitasi 39 Posyandu, perbaikan 1.000 Rumah Tidak Layak Huni, pembangunan 308 jamban sehat, 50 rekonstruksi jalan, rehabilitasi 622 jalan lingkungan, serta pembangunan 27 tanggul sungai dan berbagai infrastruktur lainnya.

 

 

 

Selain pembangunan fisik, capaian makro Kota Tangerang juga menunjukkan tren positif. Sepanjang satu tahun terakhir, Kota Tangerang berhasil meraih 82 penghargaan tingkat provinsi hingga nasional, serta mencatatkan berbagai indikator kinerja yang membaik.

 

 

 

Sebagai bentuk rasa syukur atas capaian tersebut, Pemkot Tangerang kembali melaksanakan program Tangerang Bersedekah, yang dihimpun dari kontribusi para aparatur yang menyisihkan sebagian rezekinya sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

 

 

 

Sebanyak 3.300 paket sembako didistribusikan ke 104 kelurahan di 13 kecamatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, santunan sebesar Rp200.000,- akan diberikan kepada 3.300 anak yatim piatu pada puncak peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang, 28 Februari mendatang.

 

 

 

Namun demikian, Sachrudin, menegaskan bahwa perjalanan pembangunan belum selesai. Masih ada ruang evaluasi dan perbaikan yang harus dilakukan bersama.

 

 

 

“Capaian ini adalah hasil kerja sama dan kolaborasi kita semua. Membangun kota bukanlah kerja satu atau dua orang, melainkan kerja kolaborasi, kebersamaan, dan kerja dengan ketulusan. Dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat, saya percaya tidak ada tantangan yang tidak bisa kita selesaikan,” tegasnya.

 

 

 

Wali Kota Tangerang, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi dan semangat membangun.

 

 

 

“Mari kita terus melangkah, terus bekerja, dan terus berbenah demi Kota Tangerang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.” pungkasnya.(*/red)

Tekan Lonjakan Harga, Satgas Pangan Polres Jember Turun ke Pasar Tanjung

0

JEMBER, redaksi.co – Tim Satgas Saber Pangan gabungan dari Polres Jember bersama Dinas Pangan, Dinas Pasar, Dinas Perdagangan, dan Perum Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tanjung, Jumat (20/2/2026).

Hasilnya, sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami lonjakan harga signifikan, bahkan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP). Kondisi ini memicu kekhawatiran menjelang bulan suci Ramadhan, di mana permintaan bahan pokok dipastikan meningkat.

Kanit Tipidter Polres Jember, Ipda Harry Sasono melalui anggotanya Bripka Yosef, mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi pada berbagai komoditas utama.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, tim menemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga cukup signifikan dan berada di atas HET maupun HAP,” tegas Yosef kepada awak media.

Adapun harga yang terpantau di lapangan antara lain: Bawang Merah Rp 40.000/kg, Bawang Putih Rp 32.000/kg, Beras Medium Rp 13.400/kg, Beras Premium Rp 14.800/kg, Beras SPHP Bulog Rp 60.000/5 kg, Cabai Merah Besar Rp 38.000–40.000/kg, Cabai Merah Keriting Rp 25.000–28.000/kg, Cabai Rawit Merah Rp 130.000/kg (pasokan dari Situbondo dan Banyuwangi), Daging Ayam Ras Rp 40.000/kg, Daging Sapi Paha Belakang Rp 130.000/kg, Daging Sapi Paha Depan Rp 125.000/kg, Gula Pasir Kemasan Rp 18.000/kg, Telur Ayam Ras Rp 30.000/kg

Yang paling menjadi sorotan, Minyakita dijual Rp 15.700–16.000 per liter dan terpantau sulit ditemukan di sejumlah lapak. Kelangkaan ini berpotensi memicu spekulasi dan permainan distribusi jika tidak segera diantisipasi.

Meski beras medium, premium, dan daging sapi relatif stabil, tren kenaikan pada komoditas hortikultura dan kebutuhan pokok lain menjadi alarm serius bagi pengendalian inflasi daerah.

Yosef menegaskan, sidak ini merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan stok aman menjelang Ramadhan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan rutin guna mengantisipasi praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menekan disparitas harga dari hulu ke hilir, sekaligus memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.

Namun demikian, pengawasan tidak boleh berhenti pada sidak seremonial semata. Masyarakat berharap ada langkah konkret dan tegas jika ditemukan pelanggaran, terutama terhadap distributor atau pedagang yang terbukti memainkan harga. Stabilitas pangan bukan hanya soal angka, melainkan soal daya beli dan ketahanan ekonomi warga kecil menjelang bulan penuh kebutuhan (Sofyan)

Hari pertama Puasa, Sat lantas Polres Halteng Bagi-bagi Takjil

0

REDAKSI.CO – Kepolisian Resor Halmahera Tengah melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) membagikan takjil kepada para pengendara pada Kamis, (19/2/2026). Kegiatan berlangsung di Pos Polisi depan Plaza, Desa Fidy Jaya, Kabupaten Halmahera Tengah.

Pembagian takjil menyasar pengendara roda dua dan roda empat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Sejumlah personel Satlantas turun langsung ke jalan membagikan paket takjil secara gratis.

Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah, IPTU Masqun Abdukish, S.H., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pembagian takjil juga bertujuan membantu pengendara yang sedang menjalankan ibadah puasa agar dapat berbuka tepat waktu. Ia menegaskan, kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang bersifat humanis.

Selain membagikan takjil, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara yang belum tertib berlalu lintas. Teguran diberikan secara persuasif kepada pengendara yang tidak menggunakan helm atau belum melengkapi surat-surat kendaraan.

Petugas turut mengingatkan pentingnya mematuhi rambu dan marka jalan demi keselamatan bersama. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Satlantas Polres Halmahera Tengah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan.

Sachrudin: Ramadhan Saatnya Tingkatkan Ibadah dan Kepedulian Sosial

0

Kultum Tarawih Berjamaah di Masjid Raya Al-A’zhom, Sachrudin: Ramadan Momentum yang Tepat untuk Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Kepedulian Sosial

 

 

 

 

Suasana khusyuk dan hangat menyelimuti Masjid Raya Al-A’zhom saat Wali Kota Tangerang H. Sachrudin melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat, Kamis malam (19/02/2026).

 

 

 

Kehadiran orang nomor satu di Kota Tangerang tersebut menjadi momen kebersamaan yang penuh makna di bulan suci Ramadan.

 

 

 

Di hadapan para jemaah, Wali Kota menyampaikan kultum yang sarat pesan reflektif dan ajakan untuk memperbaiki diri. Ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

 

 

 

“Bulan suci ini adalah momentum yang tepat bagi setiap umat muslim untuk meningkatkan kualitas diri kita baik di hadapan Allah SWT maupun untuk sesama. Di mana puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari melainkan adalah bagaimana kita belajar mengendalikan diri,” tutur Wali Kota dalam kultumnya usai Salat Isya berjamaah.

 

 

 

Ia pun mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana membersihkan hati dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

“Menjaga hati agar tetap bersih dari prasangka dan amarah. Menjaga lisan agar tidak menyakiti sesama. Menjaga sikap dan perbuatan agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT,” imbuhnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Sachrudin menegaskan bahwa semangat Ramadan juga harus diwujudkan dalam aksi nyata berbagi kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

 

 

 

“Kepedulian sosial di tengah masyarakat ini harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan oleh karena itu sejalan dengan semangat kepedulian tersebut Pemkot Tangerang kembali program Tangerang Bersedekah, dengan mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kota Tangerang untuk menyisihkan sebagian rezekinya,” tandasnya.

 

 

 

Melalui program tersebut, sebanyak 3.300 paket bantuan yang terdiri dari sembako untuk duafa serta santunan uang tunai sebesar Rp200.000 bagi yatim piatu akan disalurkan ke 104 kelurahan di 13 kecamatan.

 

 

 

“Alhamdulillah, sebanyak 3.300 paket bantuan yang terdiri dari sembako untuk duafa dan santunan berupa uang tunai sebesar Rp200.000 untuk yatim piatu, akan disalurkan ke 104 kelurahan di 13 kecamatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi ladang pahala bagi kita semua,” jabar Sachrudin.

 

 

 

Tak hanya itu, pada tahun 2026 ini Pemerintah Kota Tangerang juga menyalurkan bantuan hibah kepada 108 lembaga keagamaan—mulai dari masjid, musala, majelis ta’lim, yayasan pendidikan Islam, pondok pesantren hingga madrasah diniyah—dengan total anggaran sebesar Rp13.214.000.000 melalui Aplikasi SABA Kota.

 

 

 

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung kegiatan keagamaan dan memperkuat syiar Islam di Kota Tangerang,” harapnya.

 

 

 

Di penghujung kultumnya, Sachrudin turut mengingatkan pentingnya menunaikan zakat sebagai bentuk penyempurna ibadah Ramadan.

 

 

 

“Dan tentunya jangan lupa untuk menunaikan kewajiban zakat, baik zakat maal maupun zakat fitrah, melalui BAZNAS Kota Tangerang atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang resmi. Untuk zakat fitrah tahun 2026 ditetapkan sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter beras, atau setara dengan Rp47.000 per jiwa, dan dapat disesuaikan dengan konsumsi makanan pokok masing-masing muzakki,” tukas Sachrudin.

 

 

 

Melalui kebersamaan dalam ibadah dan semangat berbagi, Ramadan di Kota Tangerang diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menumbuhkan empati, serta menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Sasar Anak-Anak Sebar Faham Radikalisme Via Platform Digital

0

Redaksi.co | OKI – Bahaya ancaman penyebaran faham radikalisme terutama terhadap anak-anak kini telah bertransformasi melalui ruang digital.

Mengantisipasi hal tersebut, sejumlah tokoh agama di Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Ilir (OI) beserta jamaah Majelis Al-Amin menggelar pengajian di Desa Bumi Arjo Makmur, Rabu (18/2) sore.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dit Intelkam Polda Sumsel sebagai salah satu wujud pelaksanaan Cooling System kepada masyarakat.

Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Islam (TPI) Dar Ly yang juga selaku Pimpinan Majelis Nurul Amin, Ustadz Arif pendekatan dialogis seperti ini merupakan salah satu upaya yang efektif dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan para ulama.

“Terkait pokok bahasan antisipasi anak-anak agar tidak terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan beragam platform digital seperti yang terjadi saat ini,” sebut Ustadz Arif.

Dikatakannya pula, di usianya saat ini
anak-anak yang berada dalam fase perkembangan dinilai rentan terhadap narasi ekstrem.

Saat ini dikemas secara persuasif yang jika tak dibarengi dengan pendampingan dan literasi digital yang memadai maka akan berdampak negatif terhadap anak-anak.

“Di tahun 2025 lalu disebut menjadi momentum meningkatnya migrasi aktivitas terorisme ke ruang digital. Trend rekrutmen terhadap anak dan pelajar dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat,” papar Ustadz Arif dihadapan para jamaah dan masyarakat Desa Bumi Rejo Makmur yang menghadiri pengajian tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan KH Purnomo Sidik dari Ponpes Yasinda Desa Tugi Jaya Kecamatan Lempuing.
Dia berharap dengan kegiatan ini agar seluruh unsur masyarakat dapat terus bersinergi bersama dengan seluruh elemen bangsa.

Terutama dalam upaya
menjaga persatuan, kedamaian, dan keamanan di wilayah Sumsel khususnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

“Upaya mencegah segala bentuk faham ekstrimisme tak hanya semata-mata menjadi tugas pemerintah. Keluarga serta institusi pendidikan keagamaan, termasuk pesantren, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini,” sebutnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Cooling System di tengah masyarakat.(ril)

Sachrudin Terbitkan SE Ramadhan 2026,Tempat Hiburan di Tangerang Ditutup Sementara

0

Jaga Kondusivitas Bulan Ramadan, Wali Kota Terbitkan SE Penyesuaian Jam Operasional Tempat Hiburan

 

 

 

Dalam rangka menjaga toleransi antar umat beragama sekaligus kekhusyukan Bulan Suci Ramadan, Wali Kota Tangerang secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4110 Tahun 2026 Tentang Pengaturan Jam Buka Rumah Makan/Cafe/ Restoran dan Penghentian Sementara Jasa Usaha Hiburan Umum pada Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M.

 

 

 

Sejumlah poin yang diatur dalam SE tersebut, di antaranya adalah aturan kepada para Pemilik Rumah Makan/Café/Restoran dan Sejenisnya agar dapat membuka usahanya dengan menggunakan tirai tertutup sampai dengan pukul 17.00 WIB.

 

 

 

“Untuk sahur dapat mulai melayani para pembeli dari mulai pukul 02.00 pagi. Dan untuk rumah makan atau cafe dengan tampilan live music maupun DJ tidak diperbolehkan selama Bulan Ramadan ini.” ujar Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, saat ditemui di Kawasan Puspem Kota Tangerang, Kamis, (19/02/2026).

 

 

 

Namun demikian, lanjut Sachrudin, untuk menjaga kekhusyukan serta kondusivitas selama bulan Ramadan khusus untuk jasa usaha hiburan umum seperti karaoke, sauna, dan Rumah Pijat di Kota Tangerang harus ditutup sementara.

 

 

 

“Penutupan sementara sudah dimulai dari 2 (dua) hari sebelum Bulan Suci Ramadan sampai dengan 2 (dua) hari setelah Hari Raya Idul Fitri.” ungkap Sachrudin.

 

 

 

“Adapun Khusus Untuk Usaha Rumah Billiard jam operasional dibatasi. Kegiatan usaha Boleh beroperasi dari Pukul 09.00 WIB sampai dengan Pukul 17.00 WIB serta dari Pukul 21.00 WIB sampai dengan Pukul 24.00 WIB. Adapun dari Pukul 17.00 WIB sampai dengan Pukul 21.00 WIB agar berhenti beroperasi untuk menghormati waktu berbuka Puasa dan Salat Tarawih.” kutip Wali Kota Sachrudin.

 

 

 

Sachrudin, mengimbau kepada seluruh masyarakat dan juga pelaku usaha agar dapat mematuhi aturan-aturan yang berlaku sebagai upaya bersama untuk menjaga kondusivitas selama Bulan Ramadan.

 

 

 

“Kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan, ketenteraman, dan ketertiban umum tolong dihentikan dulu agar di Bulan Ramadan yang penuh hikmah dan berkah ini, kita semua dapat beribadah dengan tenang, aman, nyaman dan khusyuk,” harap Sachrudin.

 

Sachrudin, juga menegaskan bahwa ia akan senantiasa memastikan agar seluruh pelayanan selama Bulan Ramadan tetap berjalan secara optimal dan maksimal.

 

 

 

“Untuk pelayanan tentunya akan berjalan seperti biasanya dengan sedikit penyesuaian, di mana jam kerja di mulai dari jam 8 pagi hingga 3 sore. Dan itu semua, sudah diatur dalam SE tentang penetapan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang selama bulan suci Ramadan 1447 H,” tukas Sachrudin.(*/red)

Buka Pengajian ASN,Sekda: Jadikan Ramadhan Penggerak Etos Kerja dan Pelayanan

0

Buka Pengajian ASN, Sekda: Jadikan Ramadan Penggerak Etos Kerja dan Pelayanan

 

 

 

Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga untuk memperbaiki etos kerja. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menjadikan bulan suci ini sebagai momentum membangun aparatur yang lebih berintegritas dan berdedikasi dalam melayani warga.

 

 

 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, saat membuka Pengajian Pegawai di Masjid Raya Al-Azhom, Kamis (19/02/2026).

 

 

 

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah personal, melainkan kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.

 

 

 

“Ramadan adalah madrasah pembinaan karakter. Jika puasanya benar, maka kejujuran meningkat, kedisiplinan terjaga, dan tanggung jawab kita dalam melayani masyarakat semakin kuat,” ujar Herman.

 

 

 

Sebagai bentuk konkret, Pemkot Tangerang menyelenggarakan pengajian rutin setiap hari kerja selama Ramadan, menggantikan apel pagi. Kegiatan ini diwajibkan bagi seluruh pegawai sebagai upaya membangun kesadaran spiritual kolektif sebelum memulai aktivitas pelayanan.

 

 

 

Ia menegaskan, penguatan nilai religius tidak boleh mengurangi kualitas layanan publik. Justru, menurutnya, ASN harus mampu menunjukkan bahwa peningkatan spiritualitas berjalan seiring dengan peningkatan profesionalitas.

 

 

 

“Kinerja yang baik lahir dari hati yang bersih dan niat yang lurus. Kita ingin Ramadan ini menjadi energi moral untuk menghadirkan pelayanan yang semakin prima,” tegasnya.

 

 

 

Sementara itu, dalam tausyiah perdananya, K.H. A. Bahrul Hikam, mengajak para pegawai untuk meluruskan niat dalam berpuasa serta menjaga konsistensi dalam beribadah. Ia mengingatkan bahwa amalan yang istikomah, meski sederhana, memiliki nilai besar di sisi Allah.

 

 

 

“Jangan hanya semangat di awal Ramadan. Yang terpenting adalah niat yang lurus dan amalan yang terus dijaga, walaupun kecil. Karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten,” pesannya.

(*/red)

Danrem 072/Pamungkas Resmikan Kompi Produksi Kodim 0708/Purworejo, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

0

PURWOREJO | Redaksi.co – Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, meresmikan Kompi Produksi Kodim 0708/Purworejo yang berlokasi di Komplek Mess Kodim, Jalan Urip Sumoharjo, Purworejo, Kamis (19/02/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi para Kasi Korem serta Dandim 0708/Purworejo,Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja.

Kompi Produksi yang diresmikan meliputi tiga bidang utama, yakni pertanian, perikanan, dan peternakan. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penyebaran bibit ikan lele di kolam yang telah disiapkan di area Kompi Produksi, serta penandatanganan surat keputusan oleh Danrem 072/Pamungkas.

Dalam sambutannya, Danrem menyampaikan bahwa pembentukan Kompi Produksi bukan sekadar validasi organisasi, melainkan implementasi nyata tugas TNI Angkatan Darat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, Kompi Produksi memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan ketahanan pangan di wilayah guna mengoptimalkan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

“Melalui transformasi ini, Kodim menjadi ujung tombak TNI AD dalam mengoptimalkan aset, lahan tidur, serta potensi wilayah menjadi pusat produksi pangan yang masif, mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” ungkapnya.

Danrem juga menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini tidak lagi hanya bersifat militer konvensional, tetapi telah bergeser ke arah ancaman nonmiliter. Perkembangan global yang asimetris dan kompleks menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama dalam sistem pertahanan negara.

Krisis pangan global, gangguan rantai pasok, hingga perubahan iklim ekstrem dinilai sebagai bentuk ancaman baru yang dapat melemahkan bangsa tanpa harus melalui konflik bersenjata.

“Pangan adalah senjata strategis. Bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri akan rentan terhadap infiltrasi, tekanan politik internasional, serta destabilisasi keamanan dalam negeri. Oleh karena itu, ketahanan pangan adalah harga mati dalam menjaga kedaulatan nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Danrem menuturkan bahwa Kompi Produksi yang diresmikan tersebut memikul tanggung jawab besar untuk menjadi solusi atas berbagai tantangan tersebut. Dengan struktur yang terdiri dari Peleton Pertanian, Peleton Peternakan, Peleton Perikanan, Peleton Konstruksi, dan Peleton Kesehatan, satuan ini dirancang untuk mengoptimalkan setiap potensi wilayah di bawah jajaran Korem 072/Pamungkas.

Ke depan, Kompi Produksi tidak hanya bekerja secara konvensional, tetapi juga dituntut mengikuti perkembangan zaman melalui penerapan teknologi smart farming dan mekanisasi alat serta mesin pertanian modern.

“Pada masa damai, Kompi Produksi berperan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan dan penjaga stabilitas logistik wilayah,” pungkasnya. (*)

Sumber: Si Humas Kodim Purworejo
Publisher: Wahid Yanto

Transformasi DKP Mamuju, Gerak Cepat 100 Hari, Wujudkan “Mamuju Keren” dari Sektor Kelautan

0

Redaksi.co MAMUJU : Di bawah komando Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas, Muhammad Yusuf, SH, MH, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju (DKP) resmi mencanangkan transformasi besar-besaran. Langkah ini menjadi titik balik pengelolaan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Mamuju, dengan memaksimalkan potensi garis pantai sepanjang 275 kilometer di Bumi Manakarra sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah.

Muhammad Yusuf menegaskan, potensi kelautan Mamuju sangat besar, namun belum sepenuhnya dikelola secara optimal. Karena itu, ia berkomitmen menjadikan DKP sebagai instansi yang lebih responsif, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan ekosistem.

Visi saya adalah menghadirkan pelayanan terbaik serta memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat pesisir,” tegasnya.

Sebagai pijakan awal, DKP Mamuju memprioritaskan pembenahan internal dalam 100 hari pertama kepemimpinan. Langkah strategis tersebut meliputi:
Audit dan Restrukturisasi Kinerja: Evaluasi menyeluruh di setiap bidang dan seksi guna memaksimalkan peran kelembagaan serta memperkuat kekompakan SDM.

1. Efektivitas Program: Memastikan seluruh program berjalan sesuai target kinerja dan tugas pokok fungsi (tupoksi).

2. Evaluasi Manajemen Anggaran: Peninjauan SOP serta penyaluran bantuan, termasuk sisa anggaran tahun sebelumnya dan perencanaan APBD 2026.

Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh kebijakan DKP berjalan transparan, akuntabel, dan berdampak nyata.

Transformasi DKP tak berhenti pada pembenahan birokrasi. Arah kebijakan juga difokuskan pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya melalui sejumlah program konkret. Distribusi Bantuan Tepat Waktu dan Tepat Sasaran dengan pembentukan Tim Verifikasi Bantuan, guna memastikan pupuk bersubsidi, BBM, mesin, dan alat tangkap tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.
Perlindungan Hukum dan Akses Modal, melalui implementasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 untuk pendampingan hukum serta kemudahan akses KUR perbankan bagi nelayan kecil.

Forum Koordinasi dan Validasi Data Nelayan, sebagai wadah advokasi, perlindungan, dan pembaruan data yang akurat. Peningkatan Kapasitas SDM, melalui pelatihan teknis pengolahan hasil laut dan budidaya yang efisien dan bernilai tambah.
Percepatan Legalitas Dokumen, termasuk fasilitasi Kartu KUSUKA dan dokumen kapal nelayan guna memberikan kepastian hukum. Akses Program Nasional dan Provinsi, dengan mengajukan pelaksanaan program Kementerian Kelautan dan Perikanan serta DKP Provinsi Sulbar di Mamuju, seperti Kampung Nelayan Merah Putih, rehabilitasi tambak, penguatan sarana TPI, hingga sertifikasi kompetensi nelayan.

Tak hanya fokus pada produktivitas, DKP Mamuju juga memperketat pengawasan wilayah pesisir untuk mencegah konflik tambak serta menjaga kelestarian hutan mangrove. Sinergi lintas sektor diperkuat melalui kerja sama dengan Lanal Mamuju dalam pemberantasan illegal fishing, serta kolaborasi dengan Kanwil Hukum Sulbar untuk perlindungan hukum nelayan. Dengan strategi terintegrasi tersebut, DKP Kabupaten Mamuju optimistis mampu mendorong terwujudnya visi “Mamuju Keren” dan membawa masyarakat pesisir menuju kesejahteraan yang dicita-citakan.

“Allo Campalogana To Mamuju Masannang Masagena” harapan agar seluruh masyarakat Mamuju hidup bahagia dan sejahtera — kini tak lagi sekadar slogan, melainkan arah perubahan yang mulai dijalankan secara nyata. (ZUL)