Jumat, Maret 20, 2026
Beranda blog Halaman 34

Joko Anwar Garap Horor Komedi “Ghost in the Cell”, Kisahkan Teror Hantu di Balik Jeruji

0

Redaksi.co, Jakarta | Sutradara Joko Anwar kembali menghadirkan kejutan lewat proyek terbarunya, Ghost in the Cell: Hantu di Penjara. Film produksi Come and See Pictures ini resmi diperkenalkan kepada publik dalam jumpa pers di Epicentrum XXI, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang lekat dengan nuansa horor serius dan religi, kali ini Joko menjajal pendekatan baru melalui balutan horor komedi. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 2026 dan menjadi eksplorasi segar bagi rumah produksi yang selama ini identik dengan atmosfer mencekam.

Produser Tia Hasibuan mengatakan, proyek ini lahir dari keinginan menghadirkan tontonan yang lebih ringan tanpa mengorbankan kualitas. Menurut dia, keberagaman genre menjadi langkah penting untuk memperkaya khazanah perfilman nasional.

“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda kepada penonton, namun tetap dengan standar produksi yang kami jaga,” ujarnya.

Ide cerita berangkat dari ketertarikannya pada ruang-ruang tertutup tema yang kerap muncul dalam filmografinya. Penjara dipilih sebagai latar karena menghadirkan situasi ekstrem: tempat yang secara logika tak menyediakan ruang untuk melarikan diri.

“Bayangkan jika teror terjadi di tempat yang membuat penghuninya tidak punya pilihan selain menghadapi situasi itu,” kata Joko.

Kisahnya mengikuti sekelompok narapidana yang terisolasi dari masyarakat dan terjebak dalam konflik internal. Ketegangan memuncak ketika makhluk tak kasatmata mulai meneror sel mereka. Dalam kondisi terdesak, para napi yang semula bermusuhan dipaksa bekerja sama untuk bertahan.

Unsur komedi hadir melalui dinamika antarkarakter, menciptakan keseimbangan antara ketegangan dan kelucuan. Tantangan utama, menurut Tia, adalah menjaga ritme agar atmosfer gelap tetap berpadu selaras dengan timing komedi yang presisi.

Dari sisi teknis, produksi film ini tergolong ambisius. Tim membangun set penjara secara menyeluruh, mulai dari gerbang utama, blok sel, ruang makan, dapur, kamar mandi, hingga area ibadah. Desain artistik dirancang detail untuk menunjang kebutuhan dramatik sekaligus teknis pengambilan gambar.

Menariknya, proses syuting dilakukan dengan durasi kerja yang relatif lebih singkat, sekitar enam hingga delapan jam per hari. Pendekatan tersebut dipilih untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menyenangkan, sejalan dengan semangat komedi yang diusung.

Deretan pemain film ini memadukan aktor senior dan generasi muda. Sejumlah nama diketahui pernah bekerja sama dengan Joko dalam proyek sebelumnya, sehingga proses kreatif disebut berlangsung lebih cair.

Film ini juga melibatkan sineas Malaysia, termasuk aktor dan sutradara Bront Palarae. Keterlibatan lintas negara tersebut diharapkan memperluas jangkauan distribusi di Asia Tenggara sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi industri film serumpun.

Bront mengaku merasa diterima dengan hangat selama proses produksi. Ia menilai arahan Joko Anwar detail dan tegas, sehingga memudahkannya beradaptasi meski harus berakting dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, salah satu pemeran terpilih melalui proses open casting di media sosial yang diikuti sekitar 700 peserta. Menurut Joko, video audisi yang terpilih memiliki energi dan karakter kuat yang langsung mencuri perhatian tim produksi.

Secara keseluruhan, para pemain menggambarkan suasana produksi yang akrab dan penuh semangat. Pendekatan tersebut diyakini akan tercermin dalam hasil akhir film.

Melalui Ghost in the Cell: Hantu di Penjara, Joko Anwar dan Come and See Pictures berupaya menawarkan warna baru dalam lanskap horor Indonesia menggabungkan ketegangan, humor, dan sentuhan isu sosial dalam satu kemasan sinematik.

Film ini diharapkan tidak hanya memicu adrenalin, tetapi juga menghadirkan tawa di tengah teror yang menghuni balik jeruji.

Reses di Arguni, Warga Titip Aspirasi Penerangan hingga Lapangan Kerja ke DPR Papua Barat

0

FAKFAK, Redaksi.co – Suasana penuh harap terasa dalam pertemuan antara warga Kampung Arguni, Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, bersama Badarudin Heremba, Senin malam (23/2/2026). Dalam agenda Reses Ke-I tersebut, suara rakyat menggema menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak di wilayah mereka.

Sebagai Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Otsus, Badarudin menggelar dialog terbuka bersama masyarakat. Pertemuan yang berlangsung sederhana itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa sekat.

Dalam reses tersebut, sejumlah aspirasi utama berhasil dihimpun, di antaranya permintaan bantuan lampu jalan untuk meningkatkan keamanan dan penerangan kampung, pemberdayaan pangan lokal guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta pembukaan lapangan kerja di wilayah 7 Petuanan.

Badarudin Heremba menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momen penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di akar rumput. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan di tingkat provinsi.

Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam mendorong pembangunan yang merata, khususnya di wilayah-wilayah kampung yang masih membutuhkan perhatian serius.

“Harapan kami, apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat seperti penerangan, ketahanan pangan, dan lapangan kerja bisa menjadi prioritas bersama. Aspirasi ini akan kami kawal dan perjuangkan,” ujarnya.

Reses tersebut ditutup dengan dialog dan diskusi bersama warga, yang berharap aspirasi mereka dapat segera terealisasi demi kemajuan Kampung Arguni dan kesejahteraan masyarakat di wilayah 7 Petuanan.

Horor Paling Berani Joko Anwar “Ghost in the Cell” Sorot Wajah Penjara dan Kekuasaan

0

Redaksi.co, Jakarta | Setelah mendapat sambutan dan antusiasme tinggi dari penonton internasional ketika world premiere di Berlin International Film Festival 2026, film terbaru persembahan Come and See Pictures, Ghost in the Cell merilis official trailer yang menjanjikan tontonan yang sangat menghibur dan berisi. Menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.

Menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, film ke-12 penulis dan sutradara Joko Anwar ini menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik dan situasi sosial yang terjadi di Indonesia, dikemas dengan cara yang memanjakan penonton secara visual dan audio.

Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Ocу, Aming, Kiki Narendra. Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah.

Penulis dan sutradara Joko Anwar mengungkapkan cerita di film Ghost in the Cell adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara.

“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar penulis dan sutradara Joko Anwar.

“Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita sendiri,” tambah Joko.

Produser Tia Hasibuan menambahkan, desain produksi film Ghost in the Cell menerapkan pendekatan yang efektif dan efisien. Proses produksi yang hanya membutuhkan waktu 22 hari, yang hanya menggunakan setengah hari di setiap harinya, membuat seluruh jajaran kru dan pemeran pun merasa nyaman.

“Kami mengambil gambar dari pagi dan berakhir saat jam makan siang. Jadi meskipun waktu produksi kami 22 hari, itu bisa dibilang terasa seperti 11 hari waktu produksi. Di film ini, kami juga menggunakan pendekatan yang hampir seluruhnya menggunakan one shot take. Jadi sejak pra-produksi juga sudah dipersiapkan secara matang,” ujar produser Tia Hasibuan.

Di film ini, Joko juga menggunakan pendekatan yang berbeda. Dalam pengambilan gambar, Ghost in the Cell pun didesain layaknya pertunjukan teater, dengan total hanya 43 scene (film biasanya berisi sekitar 120 scene), dengan setiap adegan bisa berdurasi panjang. Sebab itu, jajaran ansambel di film ini adalah para aktor terbaik Indonesia, untuk mewujudkan hasil yang maksimal.

Abimana, yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi pemeran utama di film ini menuturkan, Joko memberinya kebebasan artistik dalam menerjemahkan karakternya saat berakting. Baginya, film ini akan membuka mata dan pikiran banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.

“Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indones sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivis untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung d mengandalkan institusi resmi,” ujar Abimana.

Hari ke-5 Ramadhan, Polres Langkat Berbagi Takjil untuk Masyarakat

0

Langkat –redaksi.co

Memasuki hari ke-5 Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M, Polres Langkat kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial berbagi takjil, Senin (23/2/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dilaksanakan di depan Mako Polres Langkat, Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Bakti sosial ini dipimpin oleh Kabag SDM Polres Langkat KOMPOL Muhammad Hasan, S.H., M.H., serta diikuti pejabat utama Polres Langkat, personel yang terlibat dalam surat perintah, dan pengurus Bhayangkari Cabang Langkat.

Sebanyak 200 bungkus takjil dibagikan kepada masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, mobil, dan becak yang melintas di lokasi kegiatan. Kegiatan ini mendapat respons positif dan apresiasi dari masyarakat.

Selain berbagi takjil, personel Polres Langkat juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas, menggunakan helm, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H, S.I.K, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat serta upaya mempererat silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan.

“Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya dilaksanakan oleh Polres Langkat, namun juga dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Langkat dan akan terus berlanjut selama Bulan Suci Ramadhan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, apabila membutuhkan bantuan Kepolisian atau ingin menyampaikan pengaduan, dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri di nomor 110 yang siap melayani selama 24 jam,” ujar Kapolres.

Melalui kegiatan sosial ini, Polres Langkat berharap dapat terus hadir dan memberikan rasa aman, nyaman, serta manfaat nyata bagi masyarakat selama menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadhan.

Kegiatan bakti sosial berbagi takjil tersebut berakhir sekitar pukul 17.20 WIB dan berjalan dengan aman, tertib, serta situasi tetap kondusif.

M.ilyas

Buka Pengajian ASN,Maryono Ingatkan Pelayanan Publik Tidak Boleh Terganggu

0

Buka Pengajian ASN, Maryono Ingatkan Pelayanan Publik Tidak Boleh Terganggu

 

 

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menegaskan pentingnya menjaga etos kerja dan disiplin waktu bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang selama bulan Ramadan.

 

 

 

Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pengajian Pegawai Pemkot Tangerang yang digelar di Masjid Raya Al-Azhom, Senin (23/02/2026).

 

 

 

Dalam sambutannya, Maryono, menekankan bahwa pelaksanaan tugas harus tetap berjalan optimal meskipun tengah menjalankan ibadah puasa, terutama dalam hal ketepatan waktu dan kualitas pelayanan publik.

 

 

 

“Bila kita tidak menunaikan tugas sesuai jadwal waktu yang ditentukan, nantinya akan berdampak pada kualitas pelayanan publik dan dapat mengorbankan kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

 

 

 

Ia mengingatkan, Ramadan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas, melainkan momentum untuk memperkuat integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam bekerja.

 

 

 

Selain itu, Maryono, juga mengajak seluruh ASN memanfaatkan suasana Ramadan yang bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang sebagai ajang refleksi dan evaluasi diri terhadap kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan daerah.

 

 

 

“Momentum ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia kota, tetapi saat yang tepat untuk merefleksikan sejauh mana kita telah memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kota Tangerang. Jika belum maksimal, Ramadan memberi kesempatan untuk memperbaiki niat, meningkatkan kualitas diri, dan bekerja lebih baik demi kota tercinta,” imbuhnya.

 

 

 

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Ponpes An-Nuqthah, Zuhri Fauzi, yang menyampaikan tausyiah, turut mengingatkan bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi sarana peningkatan kualitas ibadah sekaligus kinerja.

 

 

 

“Tidak ada alasan menurunkan kualitas pekerjaan di bulan Ramadan. Justru Ramadan harus menjadi sarana peningkatan ibadah dan pekerjaan kita. Setiap amal dan pekerjaan kita akan dilihat serta dinilai oleh Allah SWT, dan kelak seluruh perbuatan akan dipertanggungjawabkan,” pesannya.(*/red)

578 Guru Agama Ikuti Tahsin,Sachrudin Dorong Generasi Qur’ani Tangerang

0

578 Guru Agama Ikuti Program Tahsin, Sachrudin: Guru Hebat, Generasi Qur’ani Kuat

 

 

 

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas tenaga pendidik, Pemerintah Kota Tangerang bersama Lembaga Pendidikan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang resmi meluncurkan Program Tahsin Al-Qur’an bagi Guru Agama se-Kota Tangerang.

 

 

 

Program ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Raya Al-A’Zhom, Senin (23/02/2026).

 

 

 

Dalam sambutannya, Sachrudin menegaskan, bahwa guru agama memiliki peran strategis sebagai sumber keteladanan bagi para peserta didik.

 

 

 

“Guru agama ini ibarat mata air keteladanan bagi murid di sekolah. Maka sumber inilah yang harus dijaga, dirawat, dan diakomodir mulai dari penguatan kualitas hingga kapasitasnya,” ungkapnya.

 

 

 

Program Tahsin ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyempurnakan kualitas bacaan Al-Qur’an, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan generasi Qur’ani di Kota Tangerang.

 

 

 

Sebanyak 578 guru agama dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Tangerang turut ambil bagian dalam program yang difasilitasi oleh LPTQ Kota Tangerang tersebut.

 

 

 

Lebih lanjut, Sachrudin, menyampaikan apresiasi kepada LPTQ Kota Tangerang atas kolaborasi dan dedikasinya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Ia juga menginstruksikan agar program ini dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran agama di seluruh sekolah.

 

 

 

“Membangun kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur yang megah, tetapi harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak,” tutupnya.

 

 

 

Melalui Program Tahsin ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap dapat memperkuat fondasi pendidikan agama sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur’an.(*/red)

MBG Simboro Disorot! Dugaan Kebocoran Dana Menguat, IPMAPUS Sulbar Desak Audit Total

0

Redaksi.co MAMUJU : Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi benteng terakhir pemenuhan gizi anak sekolah dan ibu hamil kini justru diterpa isu panas. Dugaan penyimpangan dana mencuat dan memantik kecurigaan publik terhadap pelaksanaan program yang dibiayai negara tersebut.

Program yang digadang-gadang sebagai solusi strategis peningkatan kualitas gizi masyarakat ini disebut memiliki alokasi biaya per porsi sebesar Rp10.000 hingga Rp15.000. Namun, realitas di lapangan menimbulkan tanda tanya besar.

Berdasarkan pantauan terhadap menu yang disajikan kepada siswa di SD Inpres Salletto, nilai makanan yang diterima dinilai tidak sebanding dengan nominal anggaran tersebut. Menu yang dibagikan disebut jauh dari standar biaya per porsi, memunculkan kecurigaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana.

Situasi ini memicu dugaan bahwa pelaksanaan MBG berpotensi menjadi celah penyalahgunaan anggaran oleh oknum tak bertanggung jawab. Jika benar terjadi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, tetapi juga hak anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi layak demi tumbuh kembang yang optimal.

Sorotan keras datang dari IPMAPUS Sulbar. Rafiil, Bendahara Umum IPMAPUS Sulbar sekaligus pemuda Desa Salletto, secara terbuka mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan audit transparan terhadap dapur penyedia MBG yang mendistribusikan makanan ke SD Inpres Salletto.

Ia menegaskan bahwa pengawasan harus diperketat agar dana publik benar-benar digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Pengawasan harus diperketat agar program ini tidak disalahgunakan dan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak,” tegas Rafiil.

Kini, bola ada di tangan pemerintah dan pihak terkait. Publik menanti langkah konkret: audit terbuka, pengawasan ketat, dan transparansi penuh. Tanpa itu, program yang sejatinya mulia ini bisa berubah menjadi skandal yang mencederai kepercayaan masyarakat. (ZUL)

Kelangkaan LPG 3 Kg di Sampaga Disorot, Pemerintah dan Polisi Turun Tangan

0

Redaksi.co MAMUJU : Kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kilogram yang meresahkan warga akhirnya mendapat perhatian serius. Pemerintah Kecamatan Sampaga bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan guna memastikan penyebab pasti terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga gas bersubsidi tersebut.

Sidak dipimpin langsung oleh Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Sampaga, Rusdi, S.Pd., M.M. Dalam sidak tersebut, pemerintah menelusuri mekanisme distribusi, kuota, serta harga jual di tingkat pangkalan.

Pihak Pangkalan LPG 3 Kg Mapparimeng yang berlokasi di Dusun Mariri, Desa Tarailu, Kecamatan Sampaga, menjelaskan bahwa mereka menerapkan aturan tegas terhadap penerima. Jika ditemukan adanya penyalahgunaan LPG 3 Kg yang tidak sesuai peruntukan, nama penerima akan langsung dicoret dari daftar.

Kami tegas. Jika ada yang menyalahgunakan, langsung kami coret dari daftar penerima,” tegas pihak pangkalan.

Terkait distribusi, pihak pangkalan menyampaikan bahwa pasokan dari agen dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu. Namun, hingga kini tidak ada penambahan kuota. Pangkalan hanya menerima kuota standar sebanyak 80 tabung. Untuk harga, LPG 3 Kg dijual di pangkalan sebesar Rp18.500 per tabung.

Sementara itu, dari pihak kepolisian, Kapolsek Sampaga, Hariadi, SH, menegaskan bahwa masyarakat penerima LPG 3 Kg seharusnya datang langsung ke pangkalan untuk menukar tabung. Ia menekankan bahwa tidak ada regulasi yang mengatur penjualan LPG 3 Kg melalui pengecer.

“Penerima harus datang langsung ke pangkalan, karena tidak ada aturan yang membenarkan penjualan melalui pengecer,” tegasnya.

Dengan pengawasan dari pemerintah kecamatan dan kepolisian, diharapkan distribusi LPG 3 Kg di Kecamatan Sampaga kembali normal, tepat sasaran, dan harga tetap terkendali demi kepentingan masyarakat luas. (ZUL)

Danrem 142/Tatag Turun Langsung Awasi Pembangunan KDMP di Pasangkayu, Targetkan Desa Mandiri dan Sejahtera

0

Redaksi.co PASANGKAYU : Komitmen TNI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan. Komandan Korem 142/Tatag, Hartono, turun langsung meninjau pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Dusun Bukit Asri, Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (22/2/2026).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 Wita itu menjadi sinyal kuat dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan sarana ekonomi desa. Koperasi Merah Putih digadang-gadang menjadi motor penggerak kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Danrem didampingi Kasiter Korem 142/Tatag Kolonel Inf Mochamad Arlufti Noergroho, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Arh Imam Hanafi, Babinsa Desa Motu Sertu Jemmy Yehezkiel, serta Kepala Tukang KDKMP Desa Motu, Supriadi.

Brigjen TNI Hartono menegaskan, pembangunan koperasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi sosial jangka panjang bagi warga desa.

Koperasi ini diharapkan menjadi wadah kemandirian ekonomi masyarakat. Kita ingin warga memiliki akses usaha yang kuat, terorganisir, dan mampu meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam pendampingan dan monitoring merupakan bentuk sinergi nyata dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan harus memberikan dampak langsung hingga ke tingkat desa.

Sementara itu, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Arh Imam Hanafi memastikan pihaknya melalui Babinsa akan terus melakukan pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas.

Apresiasi juga datang dari Kepala Tukang pembangunan, Supriadi. Ia mengaku kunjungan Danrem menjadi motivasi besar bagi para pekerja di lapangan.

Kami semakin bersemangat karena pembangunan ini mendapat perhatian langsung dari pimpinan. Kami berkomitmen menyelesaikannya dengan kualitas terbaik,” ujarnya.

Peninjauan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun fondasi ekonomi desa yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan di Kabupaten Pasangkayu. (ZUL)

PKB bersama BTUL CAFE Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis Menyambut Ramadhan 1447 H

0

*PKB bersama BTUL CAFE Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis Menyambut Ramadhan 1447 H*

Jakarta, 22 Februari 2026.

Dalam rangka menyambut 1 Ramadhan 1447 H dan 1 tahun BTUL CAFE, DPW PKB DKI Jakarta mengadakan bakti sosial pengobatan gratis bersama Yayasan Amazing New Beginning. Acara akan berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026, pukul 15:00-17:00 WIB di BTUL CAFE.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pendiri Yayasan Amazing New Beginning, Sriwati Janette dan Ketua DPW PKB DKI Jakarta, KH Hasbiallah Ilyas, Wakil Ketua DPW dan Ketua DPC Kepulauan Seribu Dedy, juga hadir dalam acara ini.

Pengobatan gratis ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PKB BTUL CAFE dan DPW PKB DKI Jakarta terhadap masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan. Kami mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara ini.