Minggu, Maret 22, 2026
Beranda blog Halaman 309

Angkutan Lebaran Idul Fitri 2025 Berakhir, KAI Divre III Palembang Layani 82.532 Penumpang

0

Redaksi.co | Palembang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang resmi menutup pelaksanaan masa Angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah atau tahun 2025 Masehi yang telah berlangsung selama 22 hari sejak 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025 dengan sukses. Selama periode Angkutan Lebaran tersebut, KAI Divre III Palembang melayani total 82.532 penumpang atau rata-rata 3.751 penumpang per harinya dengan okupansi penjualan tiket sebesar 125% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan pencapaian okupansi penjualan tiket pada masa angkutan Lebaran tahun ini dipengaruhi oleh tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa angkutan kereta api yang ramah lingkungan dan bebas macet serta tarif tiketnya yang terjangkau.

“Pada masa angkutan Lebaran tahun ini KAI Divre III Palembang melakukan penambahan rangkaian kereta pada KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjungkarang (pp) sebanyak 3 K3/kereta ekonomi, KA Bukit Serelo relasi Kertapati – Lubuklinggau (pp) sebanyak 1 K3/kereta ekonomi dan KA Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuklinggau (pp) sebanyak 1 K1/kereta eksekutif,” ujar Aida.

Pencapaian positif di masa Angkutan Lebaran kali ini juga terdapat pada sisi ketepatan waktu atau On Time Performance keberangkatan kereta api di wilayah Divre III Palembang yang mencapai 100% dan ketepatan kedatangan kereta api mencapai 94,70%. Hal ini juga yang menjadikan pertimbangan utama masyarakat memilih moda transportasi kereta api untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.

“Puncak volume penumpang pada arus mudik Lebaran tahun 2025 di wilayah KAI Divre III Palembang terjadi pada H-2 Lebaran atau tepatnya pada hari Sabtu tanggal 29 Maret 2025 dengan jumlah sebanyak 3.893 penumpang. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada hari ketiga Lebaran atau Rabu tanggal 2 April 2025 dengan jumlah sebanyak 4.249 penumpang,” ungkap Aida.

Berdasarkan data selama masa Angkutan Lebaran, stasiun dengan jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang terpadat ada di Stasiun Kertapati sebanyak 77.477 penumpang, diikuti Stasiun Lubuklinggau sebanyak 36.392 penumpang dan Stasiun Lahat sebanyak 15.227 penumpang. Sedangkan volume penumpang KA tertinggi yakni KA Rajabasa (S7) relasi Kertapati – Tanjungkarang sebanyak 20.269 penumpang dan KA Bukit Serelo (S10) relasi Lubuklinggau – Kertapati sebanyak 20.176 penumpang.

Pada momen Angkutan Lebaran 2025 ini, KAI Divre III Palembang berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Bank Sumsel Babel dan Mitra angkutan batu bara swasta mengadakan program Mudik Gratis yang diselenggarakan pada tanggal 27 dan 28 Maret 2025. Dalam program mudik gratis ini sebanyak 2.544 pemudik gratis telah diberangkatkan dari Stasiun Kertapati menuju stasiun tujuan yakni Stasiun Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, Kota Padang dan Lubuklinggau.

“Program mudik gratis tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di jalan lintas Sumatera ketika momen mudik lebaran dan meningkatkan keselamatan para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta,” jelas Aida.

KAI Divre III Palembang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia KA yang telah menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan dalam bepergian terutama pada momen mudik Lebaran. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat beserta seluruh stakeholder yang turut mensukseskan Angkutan Lebaran 2025, seperti halnya penjagaan keamanan dari TNI/Polri di stasiun dan jalur KA, dukungan Forkopimda, BUMD dan swasta dalam pelaksanaan mudik gratis lebaran menggunakan kereta api, dan rekan-rekan media online, cetak dan elektronik serta komunitas pencinta KA yang turut membantu memberikan informasi penyelenggaraan Angkutan Lebaran kepada masyarakat selama masa angkutan lebaran.

“Kelancaran dan kesuksesan operasi angkutan Lebaran di wilayah KAI Divre III Palembang pada tahun ini merupakan kerja keras dan peran dari seluruh pihak yang telah mendukung sehingga perjalanan kereta api dapat berjalan dengan selamat, aman, lancar dan terkendali serta terwujudnya perjalanan mudik yang tenang dan menyenangkan,” tutup Aida.(*)

Taiwan Ajak Wisatawan Indonesia Nikmati Gaya Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan

0

Empat Tema Utama Pariwisata Taiwan Resmi Diluncurkan!

Taiwan Ajak Wisatawan Indonesia Nikmati Gaya Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan – Promosi Pariwisata Taiwan di Acara Car Free Day Jakarta

Dengan pegunungan yang megah, hutan yang luas, dan garis pantai yang memikat, Taiwan menjadi destinasi ideal bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjelajahi alam dan merasakan ketenangan. Taiwan hadir sebagai tempat sempurna untuk “kembali ke alam dan merangkul gaya hidup sehat”.

Sejak 8 April 2025, Taiwan Tourism Administration menayangkan video pariwisata Taiwan yang spektakuler melalui billboard LED 3D raksasa di plaza depan Gedung Bursa Efek Indonesia (IDX Tower 2), Jakarta. Tayangan ini menampilkan keindahan dan daya tarik utama Taiwan sebagai destinasi wisata, yang siap menarik perhatian masyarakat Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian promosi, Taiwan Tourism Administration juga menggelar acara spesial di ajang Car Free Day Jakarta pada 13 April di Jalan Sudirman. Dalam kesempatan ini, Taiwan menghadirkan tamu spesial Andrew Kalaweit, aktivis lingkungan sekaligus influencer dengan julukan “Tarzan dari Indonesia” yang memiliki lebih dari satu juta pengikut di media sosial.

Andrew membagikan pengalaman serunya menjelajahi Taiwan dalam perjalanan bertema Health and Sustainability Lifestyle, serta memperkenalkan langsung pesona alam Taiwan kepada publik Indonesia.

Dengan keindahan alam yang memikat dan komitmen pada gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, Taiwan mengundang masyarakat Indonesia untuk menjelajahi sisi terbaik dari “Formosa”—pulau yang penuh keajaiban.

Sejak awal tahun ini, Taiwan Tourism Administration secara aktif mempromosikan pariwisata Taiwan di pasar Indonesia melalui berbagai kegiatan menarik setiap bulannya, yang berhasil mendapatkan respons luas dari masyarakat. Baik dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan maupun data sistem pemesanan akomodasi, terlihat jelas bahwa minat dan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pariwisata Taiwan meningkat secara signifikan.

Sebagai bagian dari strategi promosi tahun ini, Taiwan menghadirkan empat tema utama wisata, yaitu “Alam, Kuliner, Romansa, dan Belanja”. Untuk memperkuat kampanye ini, Taiwan juga menggandeng sejumlah KOL ternama sebagai duta promosi untuk membagikan pengalaman mereka berwisata di Taiwan.

Salah satu di antaranya adalah Andrew Kalaweit, KOL muda yang dikenal luas lewat kontennya seputar eksplorasi alam, konservasi satwa liar, dan fotografi alam. Dengan citra positif dan nilai yang sejalan, Andrew dipercaya menjadi duta untuk tema “Alam” dan telah membagikan pengalamannya menjelajahi keindahan alam dan gaya hidup sehat di Taiwan.

Dalam perjalanannya ke Taiwan, Andrew Kalaweit turut mengajak sang adik, Enzo Kalaweit, untuk menikmati pengalaman wisata bertema Lohas (gaya hidup sehat dan alami). Keduanya mengunjungi destinasi alam populer seperti Alishan, Yangmingshan, dan Taipingshan, serta mencoba berbagai aktivitas seru — mulai dari berselancar di tepi pantai, membuat jelly aiyu sendiri, mencicipi kuliner khas suku asli Taiwan, hingga merelaksasi diri dengan perendaman kaki di air panas.

Meski baru berusia 13 tahun, Enzo — yang dijuluki “Little Andrew” — berhasil mencuri perhatian. Selain tampan dan menggemaskan, ia juga memiliki bakat luar biasa dalam fotografi. Salah satu hasil jepretannya yang menampilkan monyet liar di Alishan langsung viral di media sosial, disambut ribuan respons antusias dari para pengikutnya. Foto-foto tersebut tidak hanya memperlihatkan keahliannya, tetapi juga mempertegas pesona alam dan keanekaragaman hayati Taiwan.

Interaksi hangat dan kekompakan mereka dalam menjelajahi alam menjadikan perjalanan ini sebagai “petualangan alam dua bersaudara” yang paling banyak dibicarakan, serta memperkenalkan Taiwan dari sisi yang segar dan menginspirasi.

Dalam sambutannya, Bapak Lin Xin Ren, Wakil Perwakilan dari Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta, menyampaikan bahwa Taiwan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan dalam budaya dan gaya hidup. Kedua negara sama-sama menyukai kegiatan luar ruang dan kaya akan sumber daya alam, menjadikan Taiwan sebagai destinasi ideal bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjalani perjalanan bertema “Lohas” — kembali ke alam dan hidup lebih sehat.

Dalam kegiatan yang diadakan pada momen Car-Free Day ini, Taiwan Tourism Administration juga membagikan milk tea khas Taiwan dan kue nanas (pineapple cake) kepada pengunjung. Tak hanya itu, tersedia pula permainan interaktif bertema keberuntungan, yang dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman menyenangkan dan penuh makna bagi para pencinta kegiatan outdoor.

Melalui acara ini, para peserta tidak hanya merasakan hangatnya keramahan khas Taiwan, tetapi juga menikmati harmoni yang indah antara manusia dan alam. Semua pengalaman ini memberikan kesan mendalam dan menyenangkan tentang Taiwan sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga menyentuh hati.

Tanggapan Ketua LPM, R. Wijaya, SH.C.MH. Terkait Pelaksanaan Tradisi Aci-Aci

0

Tradisi dan Budaya “Aci-Aci” yang Dilaksanakan di Desa Kuripan Selatan oleh Masyarakat Dusun Tembang Elaeh, Desa Jagaraga

Kegiatan adat dan budaya “Aci-Aci” yang dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Tembang Elaeh, Desa Jagaraga, dan berlangsung di wilayah Desa Kuripan Selatan berjalan dengan lancar. Kegiatan ini mendapat atensi besar dari pemerintah Desa Jagaraga, dan diharapkan juga menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai upaya nyata dalam melestarikan budaya dan adat istiadat lokal.

Istilah “Aci-Aci” dalam konteks adat bisa memiliki makna berbeda tergantung daerah atau komunitas yang menggunakannya. Namun secara umum, Aci-Aci dapat dimaknai sebagai ungkapan atau simbol budaya yang mencerminkan nilai-nilai tradisional, penghormatan terhadap leluhur, serta kekayaan lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.

Menurut R. Wijaya, S.H., C.M.H., selaku Ketua LPM, pihaknya sangat mendukung kegiatan kolaboratif antara dua desa ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya. Kerja sama ini mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Beberapa makna penting dari adat Aci-Aci antara lain:

1. Makna Simbolis
Adat ini mengandung simbol-simbol yang merepresentasikan kesatuan, kehormatan, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan para leluhur.

2. Nilai Sosial
Tradisi ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan, semangat gotong royong, serta bentuk penyambutan tamu dalam konteks adat dan budaya.

3. Pelestarian Budaya
Pelaksanaan tradisi Aci-Aci menjadi wujud nyata dalam menjaga identitas budaya serta menghormati dan merawat warisan budaya leluhur.

 

Demikian narasi ini disampaikan sebagai bentuk dokumentasi dan penghormatan terhadap kegiatan budaya yang telah dilaksanakan. Jika terdapat kekeliruan dalam penulisan atau pemaknaan, mohon kiranya untuk dikoreksi dan diluruskan sebagaimana mestinya.


  1. Read : HS2025
  2. Www.redaksi.Co

Pemilik Armada Angkutan Batu Bara Sesalkan Penghadangan di Alue Tampak

0

Aceh Barat .Redaksi.co
Pemilik armada truk pengangkut batubara yang bekerja di bawah vendor mitra PT AJB, Teuku Aldrin Arifin, menyampaikan rasa kekecewaannya atas aksi penghadangan oleh sejumlah pemuda di Desa Alue Tampak yang menahan beberapa unit truk bermuatan penuh. Sabtu, 12/4/25

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan kompensasi dari pihak perusahaan PT Agra budi Jasa Bersama (AJB) yang hingga kini belum terealisasi.

Teuku Aldrin menjelaskan bahwa kedatangannya ke lokasi kejadian pada Sabtu malam 12/4, bertujuan untuk bernegosiasi secara baik-baik dengan warga setempat, menyusul adanya penahanan salah satu unit miliknya. Namun, situasi sempat memanas saat dirinya mempertanyakan langsung alasan penahanan tersebut.

“Tujuan saya datang ini, bukan bermaksud untuk mencari keributan, tetapi saya datang hanya ingin menyampaikan keberatan dan meminta penjelasan. Setelah saya menjelaskan maksud kedatangan, suasana kembali kondusif dan warga bisa memahami posisi kami,” Ujarnya

Ia menegaskan bahwa para pemilik truk seperti dirinya bukan karyawan PT AJB, melainkan hanya mitra kerja dari vendor. Oleh karena itu, menurutnya tindakan penghentian dan penahanan unit justru salah sasaran.

“Kami sangat menyayangkan aksi ini. Kami memahami masyarakat sedang menuntut haknya, namun langkah menahan unit kami sangat merugikan. Mobil yang bermuatan penuh tidak bisa terparkir terlalu lama karena bisa menyebabkan kerusakan serius pada sistem kendaraan, seperti per daun, sasis, as roda, hingga ban,” jelas Aldrin.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa mayoritas sopir truk yang bekerja di proyek tersebut berasal dari masyarakat lokal Aceh Barat, dan sangat bergantung pada pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.

“Kalau tuntutannya kepada PT AJB, seharusnya yang ditahan adalah kendaraan milik perusahaan, bukan kendaraan harian lepas milik rakyat kecil. Kami sudah beberapa kali memohon agar unit dilepas, dan bila tidak bisa dimusyawarahkan secara baik-baik, kami juga siap menanggung segala risikonya. Namun, kami berharap semua diselesaikan dengan cara kekeluargaan agar tidak ada yang merasa dirugikan,” tuturnya

Teuku Aldrin juga mencurigai bahwa aksi tadi malam telah ditunggangi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang memiliki kepentingan lain, namun dirinya tidak ingin mempermasalahkan hal itu lebih jauh.

“Kami hanya ingin unit kami dilepas. Setelah itu, silakan akses hauling ditutup kembali jika itu keputusan warga. Kami berharap masalah ini tidak terulang lagi, dan jika ada tuntutan, sampaikanlah langsung ke pihak perusahaan PT AJB, bukan dengan menahan unit kami. Musyawarah adalah jalan terbaik,” pungkasnya.

Situasi saat ini dilaporkan telah kembali kondusif, meski proses mediasi antara pihak warga dan perwakilan pemilik unit masih terus berlangsung untuk mencari solusi damai dan berkeadilan bagi semua pihak ****

Kata LSM Format ,Jika Pihak PT.AJB Penuhi Hak Masyarakat, Kejadian Seperti Ini Tidak Akan Terulang

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Masyarakat Aceh Barat (LSM FORMAT) angkat bicara terkait persoalan yang terjadi antara masyarakat dengan pihak PT AJB selaku perusahaan pengangkut batubara

Dalam peryataannya, Format melalui Wakil Ketua Umum Ahhadda ikut menyoroti berbagai persolan antara masyarakat dengan pihak perusahaan pengangkutan batubara ini. Dan terbaru telah terjadi keributan antara masyarakat dengan PT AJB di kecamatan Kaway XVI

“kita selalu di buat heboh oleh kejadian kejadian yg terjadi di jalan hilir PT. AJB, hampir dalam setahun pasti ada keributan keributan yang terjadi. Ia mengungkapkan rata rata keributan itu terjadi salah satunya pasti gara-gara pihak PT. AJB tidak memenuhi hak dan kewajiban terhadap warga yang terkenal dampak dari hilirisasi dari pengangkutan batu bara tersebut,” kata Ahhadda, Minggu (13/4-2025).

Seharusnya, kata Ahhadda, pihak perusahaan PT AJB harus bertanggung jawab dengan efek yang ditimbulkan, jangan lepas dari tanggung jawab dan terjadi keributan keributan selalu, kalau tidak mau bertanggung jawab ya pergi saja atau off saja,” tegasnya

“Kita malu membaca dan mendengar tentang berita berita keributan yang terjadi, siapa saja pasti melakukan demo atau menanyakan ketika hak dia tidak diberikan, seperti kejadian yang warga Langung yang meninggal dunia di tabrak oleh pihak PT. AJB, ya seharus mereka bertanggung jawab, jangan lepas tangan,” Ujarnya

“Setahu kami sampai sekarang kasus tabrakan yang menimpa warga langsung sampai meninggal dunia belum ada kejelasan terhadap pihak keluarga korban, seharusnya pihak kepolisian atau pihak pemerintah mengambil sikap tegas atas kejadian kejadian seperti ini, apalagi menyangkut nyawa orang,” pungkas Ahhadda ***”

Persiapan Porprov dan PON, Ket.KONI Abu Bakar Gandeng Petinju Profesional Sahlan coral

0

Ketua KONI Lombok Barat dan Petinju Profesional Gelar Pertemuan Strategis Jelang Porprov 2026 dan PON 2028

Mataram – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Barat, H. Abu Bakar, melakukan pertemuan penting bersama petinju profesional Sahlan Coral di Aston Hotel Mataram pada Sabtu (13/4). Pertemuan tersebut menjadi titik awal yang strategis untuk membahas persiapan cabang olahraga (cabor) tinju menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat.

Dalam diskusi yang berlangsung penuh semangat tersebut, H. Abu Bakar menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali cabor tinju di Lombok Barat, yang selama ini mati suri karena kurangnya perhatian dari pemerintah Lombok Barat selama ini. Ia menilai sudah waktunya cabor ini mendapatkan prioritas dalam pembinaan olahraga daerah.

Kami akan mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan, mulai dari pengadaan sarung tinju, samsak, hingga tempat latihan yang layak bagi para atlet. Sudah saatnya cabor tinju kembali eksis dan berprestasi,” ujar H. Abu Bakar.

Selain itu, ia juga meminta kesediaan Sahlan Coral untuk membina dan melatih para atlet muda secara intensif dalam menghadapi berbagai event mendatang. Sahlan Coral dikenal sebagai petinju profesional sekaligus pelatih tinju profesional yang namanya telah dikenal luas di Australia dan beberapa negara lain, menjadikannya sosok yang tepat untuk mengangkat kembali kejayaan tinju Lombok Barat.

Menanggapi hal itu, Sahlan Coral menyatakan kesiapannya untuk turun langsung dalam proses pembinaan. Ia berkomitmen melatih anak-anak didiknya dengan disiplin tinggi dan semangat juang yang kuat.

“Sudah waktunya Lombok Barat memiliki fighter-fighter tangguh yang bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Saya siap untuk memberikan pelatihan terbaik demi target medali emas di PON nanti,” ucap Sahlan Coral.

Tanggapan positif juga datang dari tokoh muda Lombok Barat sekaligus pimpinan Pribumi Group, H. Haikal Firdaus, yang dikenal sebagai sosok yang konsisten mendukung kiprah Sahlan Coral, terutama saat bertanding di berbagai event nasional, termasuk di Bali. Ia bersama seluruh timnya menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan responsif Ketua KONI Lombok Barat dalam mendukung kebangkitan cabor tinju.

Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua KONI Lombok Barat, H. Abu Bakar, atas kepeduliannya terhadap masa depan cabor tinju. Ini langkah luar biasa karena memang selama ini cabor tinju nyaris tidak pernah terdengar apalagi ikut serta dalam event olahraga resmi. Kini harapan itu mulai hidup,” ujar Haikal.

Menurutnya, dengan dukungan nyata dari KONI dan semangat juang dari Sahlan Coral sebagai pelatih, Lombok Barat memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga, khususnya di cabor tinju.

Pertemuan ini bukan hanya menjadi simbol kolaborasi antara pemangku kebijakan dan pelaku olahraga, tetapi juga awal dari era baru olahraga tinju di Lombok Barat. Dengan semangat bersama, target medali emas di PON 2028 bukanlah hal yang mustahil.

Read : HS 2025

www.redaksi.co

Jalin Silaturahmi,PW IWO Aceh Kunjungi Bupati Aceh Besar

0

Aceh Barat . Redaksi. co
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Aceh diwakili oleh Wakil Sekretaris PW IWO serta Kabid Humas PW IWO Aceh lakukan kunjungan silahturahmi ke kediaman Bupati Aceh Besar, Sabtu (12/02/2025).

Kunjungan dan sekaligus silaturahmi perwakilan organisasi media ini disambut hangat oleh Bupati Aceh Besar Syech Muharam dikediaman Pribadinya.

Ketua PW IWO Aceh melalui Kabid Humas, Ismail Zein, mengatakan bahwa silahturahmi ini bertujuan untuk memperkuat dan mempererat hubungan baik serta sekaligus memperkenalkan organisasi IWO yang sudah mulai terbentuk di provinsi Aceh dan terus menjamur ke daerah.

” Alhamdulillah kunjungan kami pada hari ini dipimpin langsung oleh Rizky Sufiriansyah dari PW IWO Aceh, pada kunjungan ini sekaligus bertujuan menyampaikan agenda tentang pelantikan PW IWO Aceh di bulan Mei mendatang ” ucap Kabidhumas.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut, Muharram menyampaikan apresiasinya atas kunjungan PW IWO Aceh ,sehingga hubungan dengan organisasi profesi ini bisa berjalan dengan baik.

“Saya berharap semoga kedepan IWO Aceh bisa bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan informasi yang akurat ke tengah tengah masyarakat” ucap ex panglima GAM tersebut.

Pada pertemuan ini , mewakili ketua PW IWO Aceh, Wasekwil IWO Aceh mengucapkan terimakasih kepada bupati Aceh besar atas sambutan hangat dan apresiasi yang diberikan oleh orang nomor satu Aceh besar tersebut, ” kita siap bekerjasama sebagai masanger pemerintah dalam menyampaikan berbagai program Bupati Aceh Besar yang pro terhadap kemajuan rakyat kedepan “.

“Kami ucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan syech Muharram ,semoga beliau selalu diberikan kesehatan” ucap Kabid Humas IWO.

Dan tentu dengan kunjungan ini berharap dapat menjadi awal yang baik untuk kolaborasi yang lebih intensif di masa mendatang, sehingga langkah positif untuk memperkuat sinergi antara media dan pemerintah dapat tercapai demi kemajuan bersama ****

Roda Perekonomian Berputar di Acara Haul Habib Sholeh Tanggul

0

 

Redaksi. Co, Jember – Menjelang Haul Akbar Habib Sholeh Tanggul yang ke 49 para pengunjung dari berbagai kota yang ada di indonesia. mulai berdatangan untuk ikut sertamendoakan serta mengenang jasa-jasanya. Dari pantauan wartawan Redaksi. Co, Sabtu 11 april 2025,para pengunjung yang hadir sebelum hari-H rata rata dari Kota yang ada di Jawa Timur dan Jawa Barat seperti Pasuruan, probolinggo, Sidoarjo dan juga Cimahi Bandung.

Peziarah di makam habib sholeh tanggul-jember

Hal itu di sampaikan Dani Alfandi pengunjung dari Sidoarjo, ia mengaku datang lebih awal ke acara Haul agar bisa mendapatkan tempat paling depan.

“Saya bersama rombongan sengaja hadir sebelum acara untuk mendapatkan posisi terdepan sehingga kami bisa langsung mengikuti rangkaian acara yang ada, seperti silaturahmi dengan kerabat habib,  pengajian, dan doa bersama.

Pada kegaiatan Haul habib Sholeh yang rutin diadakan tiap tahun, selain menjadi tujuan umat muslim berziarah juga dinilai membawah berkah bagi pelaku UMKM,

“Saya menjual Galon kosong, biasanya oleh Peziarah di beli buat di isi air yang berasal dari sumber mata air yang ada di areal makam,” Ucap Muhammad Duis.

Duis juga mengaku ditiap Haul Habib Sholeh Tanggul penjualan Galonnya selalu mendapat omset yang tak terhingga, “Galon kosong yang kami sediakan biasanya terjual hingga ribuan galon, rata – rata kami jual galon mulai harga 12,000 hingga 20,000 / perbiji, tergantung dari besar dan jenis galon.

Lanjut Duis, para pedagang yang merasakan berkah dalam menjemput rezeki di moment ini tidak hanya dari wilayah Tanggul atau Kabupaten Jember saja, melainkan dari luar kota yang ada di indonesia. (sofyan)

Relokasi Bagi Pedagang Sayur dan Buah Akan di Persiapkan Oleh Disperindagkop Aceh Barat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) melakukan peninjauan relokasi baru bagi pedagang buah-buahan dan Sayuran di dua lokasi yang berbeda di kota Meulaboh,pada Sabtu (12/4-2025)

“Hari ini kami dari Disperindagkop bersama Kabid Aset dan Kabid Pendapatan dari BPKD, Kepala UPTD Pasar dan Satpol PP bersama-sama meninjau lokasi baru penempatan bagi pedagang buah-buahan dan sayuran dalam kawasan kota Meulaboh” Kata Plt Kadis Perindagkop Dr. Husensah, M.Pd disela-sela peninjauan tersebut

Adapun rencana penempatan lokasi baru tersebut yakni untuk para pedagang buah-buahan di jalan Teuku Chik Ali Akbar, sedangkan untuk pedagang sayur akan ditempatkan di belakang Suzuya komplek pasar Bina Usaha Meulaboh.

Husensah menyebutkan bahwa selama ini para pedagang sayur dan buah-buahan sangat semrawut dan sangat menganggu ketertiban umum, dan perlu ada tempat lokasi jualan yang strategis agar tertib dan teratur. Dan diharapkan dengan adanya tempat lokasi jualan baru ini dapat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Penempatan lokasi baru bagi pedagang sayur dan buah-buahan ini juga sesuai dengan instruksi Bupati Aceh Barat untuk memberi tempat yang nyaman bagi pedagang sayur dan buah-buahan, karena di samping untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan, juga dengan adanya lokasi baru untuk pedagang ini dapat menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perdagangan

Rencananya kita menempatkan pedagang buah-buahan di jalan Teuku Chik Ali Akbar, sedangkan untuk pedagang sayur dibelakang Suzuya komplek pasar bina usaha Meulaboh,” kata Husensah

Ia mengatakan bahwa dengan adanya lokasi baru nanti para pedagang buah-buahan dan sayuran akan tertib dan teratur, dan mereka tidak lagi berjualan dipinggir jalan karena selain semrawut juga menganggu ketertiban umum di jalan raya,” Ujarnya

“Dalam peninjauan ini juga ikut kabid aset dari BPKD untuk menghitung tara cara mengambil sewa untuk pemasukan PAD, karena ada tanah yang belum masuk dalam Qanun, kemudian untuk kedepan tanah tersebut akan kita usulkan masuk dalam Qanun sebagai dasar tarif sewa untuk PAD, untuk sementara juga kita gunakan untuk kepentingan pedagang sesuai tarif yang masih berlaku,” Imbuh Husensah ****

Prioritaskan Ketahanan Pangan Dalam Pengelolaan Dana Desa Picu Pro Kontra,Ini Penjelasannya

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Kebijakan pengelolaan anggaran Dana Desa di Kabupaten Aceh Barat yang hanya memprioritaskan satu item utama, yakni bidang ketahanan pangan, menuai polemik dan perdebatan hangat di tengah masyarakat, terutama para kepala desa (keuchik). di Lansir KDN Sabtu, 12/4/25.

Program ketahanan pangan tersebut diprioritaskan untuk pengadaan hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan pengembangan budidaya ikan, serta tanaman pangan.

Namun, para keuchik mengeluhkan bahwa kebutuhan di desa tidak semata-mata menyangkut pangan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, adat, dan kebutuhan lainnya yang mendesak namun tidak tercantum dalam APBG.

Seperti disampaikan oleh Keuchik Gampong Kuala Bhee, Kausar, yang menilai bahwa desa memiliki kebijakan adat dan kebutuhan masyarakat yang seringkali tidak tertuang dalam dokumen APBG.

“Banyak hal yang menjadi kebijakan dalam desa yang tidak tertulis dalam APBG, namun menjadi tuntutan masyarakat. Seperti urusan adat istiadat., mulai dari cah rot, ba ranup, dan antar linto atau dara baro, yang selama ini menggunakan dana pribadi. Kami berharap ada aturan baku yang bisa dijadikan landasan dalam mengambil kebijakan di desa,” papar Kecik Kuala bee Itu.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Kabupaten Aceh Barat, melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Barat,Marjan Hanafie, M.Si., saat dikonfirmasi Kepada Media ini menyatakan bahwa proses penganggaran tetap mengacu pada regulasi.

” Setiap gampong harus memiliki perencanaan program dan kegiatan yg dibutuhkan melalui musdes. Selanjutnya Hasil musdes dituangkan dalam dokumen RPJMG dan RKPG. Dari rencana tahunan di susun APBG, karena kita menggunakan aplikasi Siskeudes mekanismenya melalui posting APBG memang harus dilakukan di DPMG,” Terang Marjan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebijakan prioritas ketahanan pangan didasarkan pada regulasi nasional, termasuk Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 dan regulasi terbaru tahun 2025, yaitu; Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan.

Ditambahkan, Permendes PDT Nomor 2 Tahun 2024 tentang perioritas penggunaan dana desa Tahun 2025. Antara lain yang pertama terkait penanganan kemiskinan ekstrem dengan menggunakan dana desa paling tinggi 15% untuk bantuan langsung tunai.

” Selanjutnya penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim serta Peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala Desa termasuk Stunting, dukungan program ketahanan pangan, pengembangan potensi dan keunggulan desa, kemudian pemanfaatan teknologi dan informasi untuk percepatan implementasi Desa digital, pembangunan berbasis pada karya tunai dan yang terakhir penggunaan bahan baku lokal atau program sektor prioritas lainnya di desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut marjan menegaskan, Permenkeu Nomor 108 Tahun 2024 tentang Pengalokasian, Penggunaan, dan Penyaluran Dana Desa Tahun 2025.

Permendagri Nomor 6 Tahun 2025 tentang Rekonsiliasi dan Pertanggungjawaban Dana Desa.

Dalam regulasi tersebut, alokasi minimal 20% dari Dana Desa ditetapkan untuk ketahanan pangan, dan maksimal 15% untuk penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT Desa.

Program ketahanan pangan sendiri mencakup empat sektor prioritas. sektor pertanian menckup tanaman muda seperti padi, jagung, ubi, aneka sayuran. Bidang perikanan benih, pakan, kolam. Bidang peternakan sapi, kambing, ayam, bebek. dan pengolahan pangan berbasis BUMG atau lembaga keuangan desa.

” Misalnya, desa ingin program ternak sapi. Maka harus lengkap: bibit sapi, kandang, pakan. Atau pertanian padi harus mencakup bibit, pupuk, pengairan. Tidak boleh hanya satu item. Semua dilakukan berbasis analisa usaha,” jelasnya.

Marjan juga menyebutkan ada kesalahpahaman di lapangan, seperti pelarangan pengadaan pupuk atau pengairan sawah. ditekankan bahwa semua komponen pendukung kegiatan pangan bisa diajukan asal sesuai analisis kebutuhan.

“Program ini bagian dari penguatan ekonomi masyarakat dan juga mendukung 100 Program perioritas Bupati Aceh Barat, salah satunya penguatan BUMG,” tegas kepala dinas DPMG Aceh Barat itu

Ia juga berharap masing-masing desa(Gampong )bisa berkolaborasi aktif, bukan malah saling menyalahkan,” pungkasnya

Kini, banyak kepala desa berharap pemerintah membuka ruang diskusi dan kritik konstruktif terhadap implementasi program ini, serta menyediakan payung hukum yang jelas dan seragam agar pengambilan keputusan di tingkat Gampong tidak menjadi beban personal keuchik semata.