Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 30

Gerakan Masjid Bersih Wipol Masuk Tahun ke-10, Angkat Peran Marbot dan Perluas Jangkauan Bantuan

0

Redaksi.co, Jakarta | Wipol kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan, tidak hanya di rumah tetapi juga di masjid sebagai tempat ibadah. Melalui program Gerakan Masjid Bersih (GMB) yang telah berjalan selama satu dekade, Wipol bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) terus menghadirkan lingkungan masjid yang lebih bersih dan nyaman, terutama menjelang Ramadan.

Memasuki tahun ke-10, program ini telah menjangkau lebih dari 324.000 masjid di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun ini, kegiatan bersih-bersih dilakukan di 54.000 masjid yang tersebar di 12 provinsi. Sebanyak 50 persen alokasi donasi difokuskan untuk wilayah terdampak di Pulau Sumatra yang membutuhkan dukungan lebih besar pascabencana.

Selain kegiatan kebersihan, program tahun ini juga menyoroti peran marbot yang selama ini menjadi penjaga kebersihan dan kelancaran aktivitas di masjid. Wipol ingin memberikan apresiasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kenyamanan masjid tidak lepas dari dedikasi para marbot.

Director of Communication, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, mengatakan Gerakan Masjid Bersih merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

“Melalui kampanye #BerikanWaktuUntukKebaikan, kami mengajak masyarakat memberi perhatian dan dukungan nyata kepada marbot, dengan cara sederhana namun bermakna,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/2).

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Wipol juga mengalokasikan 2,5 persen keuntungan penjualan produknya untuk mendukung kesejahteraan marbot. Dukungan itu diwujudkan melalui penyaluran 54.000 paket kebersihan untuk masjid, pemberangkatan dua pasang marbot untuk ibadah umrah, serta pemberian tunjangan hari raya mudik bagi 20 marbot.

Program ini melanjutkan inisiatif tahun sebelumnya, ketika 100 marbot difasilitasi pulang kampung bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Sekretaris Jenderal DMI, Rahmat Hidayat, menilai peran marbot kerap luput dari perhatian, padahal mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid.

“Di balik masjid yang bersih dan nyaman, ada marbot yang bekerja setiap hari dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Selain kegiatan langsung di lapangan, Wipol juga menjangkau generasi muda melalui pendekatan digital. Salah satunya lewat gamifikasi di platform Roblox yang menghadirkan pengalaman virtual membersihkan masjid secara interaktif, sebagai upaya menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan sejak dini.

Sidang Praperadilan di PN Jakarta Selatan Memanas, Ahli Sebut Penetapan Tersangka Cacat Formil dan Prematur

0

Redaksi.co, Jakarta | Sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memanas setelah ahli hukum pidana menegaskan bahwa penetapan tersangka dalam perkara yang tengah diuji dinilai cacat formil dan prematur. Dalam keterangannya, ahli menyebut penyidik diduga mengabaikan prosedur mendasar, termasuk syarat minimal dua alat bukti serta pemeriksaan calon tersangka sebelum penetapan status hukum.

Saksi ahli Prof. Dr. Muzakir SH, MH mengatakan, perkembangan hukum di Indonesia sudah jauh melangkah dan tidak bisa lagi menggunakan pola lama yang mengabaikan ketentuan normatif. Ia menyoroti kecenderungan penegak hukum memasukkan sejumlah perkara khusus ke dalam perkara tindak pidana korupsi tanpa dasar yang tegas dalam undang-undang sektoralnya.

Ia merujuk pada Pasal 14 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mensyaratkan bahwa suatu pelanggaran dalam undang-undang lain baru dapat dikualifikasikan sebagai korupsi apabila secara eksplisit dinyatakan demikian.

Dalam pandangannya, sejumlah undang-undang seperti sektor lingkungan hidup, pertambangan maupun perbankan, secara tegas tidak memasukkan pelanggaran di dalamnya sebagai tindak pidana korupsi. Karena itu, memaksakan konstruksi korupsi tanpa mandat normatif dinilai sebagai kekeliruan serius.

“Pelanggaran tetap harus diproses sesuai undang-undang yang mengaturnya, bukan digeser menjadi perkara korupsi tanpa dasar hukum yang jelas, seperti Lingkungan hidup, pertambangan dan perbankan,” ujarnya.

Ahli juga menyoroti adanya pergeseran kewenangan dalam perkara yang berkaitan dengan tindak pidana perbankan dan jasa keuangan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, kewenangan tertentu berada pada otoritas khusus, bukan serta-merta dapat diambil alih dan dikonstruksikan sebagai tindak pidana korupsi oleh penyidik. Jika prosedur dan kewenangan dilangkahi, maka proses hukum berpotensi kehilangan legitimasi. Secara tegas ahli mengatakan bahwa kasus yang sedang dipersidakan murni kasus perbankan.

Dalam persidangan terungkap bahwa terdapat setidaknya empat tahapan yang dinilai tidak dipenuhi sebelum penetapan tersangka dilakukan.

Calon tersangka disebut belum pernah diperiksa sebagai calon tersangka. Calon tersangka tidak pernah diberikan SPDP (Surat Pemberitahuan Dilanjutannya Perkara), dalam proses penyidikan sesuai keputusan MK. Ahli menyatakan, bahwa penyidik harus memperlihatkan alat bukti primer dalam praperadilan ini.

Kuasa hukum Ir. Hanawijaya, Mustafa MY Tiba, SH, Dr. Sutanto, SH, MH. Teuku Afriadi, SH. Wanda parulian lubis, SH, dan Muhammad Agung, SH, MH menegaskan bahwa praperadilan diajukan untuk menguji keyakinan mereka bahwa penetapan tersangka dilakukan secara tergesa-gesa, cacat prosedur, prematur dan tanpa dua alat bukti yang kuat. Mereka menilai tindakan tersebut melanggar hak konstitusional kliennya serta mencederai asas due process of law. Jika hakim sependapat, konsekuensinya penetapan tersangka harus dinyatakan tidak sah.

Perluasan objek praperadilan yang kini mencakup sah atau tidaknya penetapan tersangka dinilai menjadi momentum penting dalam mengontrol tindakan aparat penegak hukum. Mekanisme ini, menurut tim kuasa hukum, menjadi ruang koreksi terhadap proses penyidikan yang berlarut-larut, bahkan ada yang berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa kepastian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merampas hak asasi dan menciptakan ketidakpastian hukum.

Sidang masih akan berlanjut sebelum putusan dibacakan pekan depan. Pihak pemohon pensiunan Direktur Unit Syariah Bank BPD Jateng berharap hakim mempertimbangkan secara jernih fakta persidangan, keterangan ahli, serta dokumen yang telah diajukan. Mereka meyakini praperadilan bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen konstitusional untuk memastikan bahwa setiap penetapan tersangka benar-benar berdiri di atas dua alat bukti yang sah dan prosedur yang tidak cacat.

Putusan hakim nantinya akan menjadi penentu: apakah penetapan tersangka tersebut sah menurut hukum, atau justru harus dibatalkan karena melanggar prinsip dasar keadilan dan kepastian hukum.

Musibah Kebakaran Menimpa Rumah Warga Gampong Ranubdong Kecamatan Meureubo, Kerugian Mencapai 250 Juta

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Musibah kebakaran kembali terjadi,kali ini menimpa satu unit rumah warga di Gampong Ranup Dong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Kamis,26/2/2026.

Insiden kebakaran yang terjadi ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp250 juta.

Laporan sementara dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyebutkan, informasi kebakaran pertama kali diterima dari masyarakat sekitar pada pukul 14.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi. Sebanyak lima unit armada damkar dikerahkan, terdiri dari dua unit armada 010 dan 014, dua unit armada water supply, serta satu unit armada 011 dari Pos Meureubo.

Tim tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah menerima laporan.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat melalui arahan kepada petugas menyampaikan agar tim Damkar dan Pos Meureubo segera melakukan penanganan cepat guna mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian

Rumah yang terbakar diketahui milik Suriani dan Madsyah, dengan total dua kepala keluarga yang terdampak. Selain menghanguskan satu unit rumah, kebakaran juga membakar satu unit kendaraan bermotor serta sejumlah perabotan rumah tangga.

Hingga pukul 16.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Penyebab insiden kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Dalam proses penanganan, unsur yang terlibat antara lain BPBD Aceh Barat, Damkar Regu III Pos Meureubo, Polsek setempat, Koramil setempat, serta masyarakat yang turut membantu pemadaman.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran dan segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat guna meminimalisir dampak yang lebih besar ****

Polres Mamuju Tengah Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Masjid Al-Mukhlisin

0

Redaksi.co MATENG : Polres Mamuju Tengah menggelar kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim di Masjid Al-Mukhlisin yang berada di lingkungan Mapolres, Kamis (26/02/2026). Kegiatan ini menjadi momen penuh kehangatan dan kepedulian di bulan suci Ramadan.

Kapolres Mamuju Tengah bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mamuju Tengah, pengurus Bhayangkari, serta jajaran personel turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran anak-anak yatim menambah makna kebersamaan, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial keluarga besar Polres Mamuju Tengah terhadap masyarakat.

Acara diawali dengan tausiyah singkat dan doa bersama, menciptakan suasana religius dan khidmat. Selanjutnya, Kapolres bersama Bhayangkari menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebelum melaksanakan buka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Kapolres Mamuju Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara personel Polri, Bhayangkari, dan masyarakat. Ia berharap momentum Ramadan dapat semakin menumbuhkan nilai empati, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama.

Melalui kegiatan ini, Polres Mamuju Tengah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan warga. (ZUL)

Polres Jember Musnahkan Ribuan Miras dan Narkotika, Perkuat Pengamanan Ramadan

0

JEMBER, redaksi.co – Menjelang pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 Hijriah, aparat penegak hukum di Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan. Polres Jember bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember memusnahkan ribuan barang bukti hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Kamis (26/2/2026).

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi minuman keras, narkotika, obat keras berbahaya, serta knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif dan represif guna memastikan suasana Ramadan berlangsung aman dan kondusif.

Secara rinci, barang bukti minuman keras yang dimusnahkan terdiri dari 630 botol miras bermerk dan 14.700 botol arak. Sementara untuk kategori narkotika dan obat terlarang, aparat memusnahkan 91.000 butir okerbaya, ganja seberat 1.008,86 gram, ekstasi 12,55 gram, serta sabu seberat 978,54 gram.

Tak hanya itu, sebanyak 25 unit knalpot brong juga turut dimusnahkan karena kerap menimbulkan kebisingan dan dikeluhkan masyarakat, terutama saat malam hari ketika umat Islam menjalankan ibadah.

Kegiatan pemusnahan tersebut turut dihadiri tokoh agama dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Jember. Kehadiran mereka mempertegas kolaborasi antara unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban sosial.

Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar rutinitas menjelang hari besar keagamaan, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberantas penyakit masyarakat.

Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari peredaran miras, narkotika, dan berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Pihaknya juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak terlibat dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Melalui langkah tegas ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Jember tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan (Sofyan)

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Air, Tirta Kahuripan Terapkan Siaga Lebaran

0

​Bogor, Redaksi.co – Menyambut libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan optimal melalui sistem siaga penuh selama masa libur cuti bersama. Tentunya, libur panjang tersebut akan berdampak pada terjadinya lonjakan kebutuhan air bersih dikarenakan adanya arus mudik sekaligus wisatawan menuju Kabupaten Bogor.

​Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menyampaikan bahwa kebutuhan air masyarakat pada periode libur Lebaran cenderung mengalami eskalasi seiring aktivitas ibadah salat Id, mudik, berkumpulnya keluarga di rumah, serta peningkatan jumlah kunjungan ke tempat wisata, resto, hingga hotel. Karena itu, perusahaan menerapkan pola pengamanan layanan berlapis, mulai dari produksi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan.

​”Untuk langkah antisipasi, perusahaan menyiapkan 297 petugas teknis dan nonteknis siaga (standby) 24 jam secara bergiliran dengan 11 armada tangki yang tersebar di sembilan wilayah pelayanan, serta didukung peralatan operasional, bahan kimia, genset cadangan, dan stok perpipaan untuk mempercepat penanganan gangguan,” ucap Abdul Somad.

​Pola sistem siaga ini merupakan standar pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan saat libur Lebaran, yaitu memastikan pelayanan tetap berjalan tanpa membedakan hari biasa maupun hari raya meskipun adanya libur cuti bersama. Namun, langkah antisipasi sebaiknya turut dilakukan oleh pelanggan apabila terjadi gangguan yang disebabkan oleh faktor alam maupun pencemaran air baku sungai yang memaksa instalasi pengolahan air menurunkan, bahkan mematikan proses produksi air bersih.

​Atas hal tersebut, untuk menjaga kenyamanan bersama selama libur panjang, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengajak pelanggan untuk:

1. ​Menampung air secukupnya sebagai cadangan.

2. Menggunakan air secara bijak selama periode libur Lebaran.

3. Mengamankan instalasi air rumah saat ditinggal mudik (menutup stopkran merah di meter air).

4. Menggunakan papan pencatat meter air apabila rumah dalam keadaan terkunci.

5. Segera melapor apabila terjadi gangguan melalui kanal layanan resmi.

​”Untuk diketahui oleh pelanggan, pelayanan loket pembayaran di seluruh kantor cabang akan menyesuaikan tanggal hari libur nasional dan cuti bersama, yaitu tutup mulai hari Rabu tanggal 18 Maret 2026 dan buka kembali hari Rabu tanggal 25 Maret 2026. Namun, bagi pelanggan yang akan melakukan pembayaran tagihan air dapat melalui kanal bank, PPOB, maupun di aplikasi MyKahuripan sebelum batas waktu pembayaran pada tanggal 25 Maret 2026,” tutupnya.

​Sedangkan bagi pelanggan yang akan membayar tagihan penyambungan kembali selama libur nasional dan cuti bersama, dapat membayar melalui transfer ke Bank Mandiri Cabang Cibinong atas nama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor ke nomor rekening 1570000070681, dengan mengirimkan bukti transfer, nomor sambungan langganan, nama, dan alamat ke admin masing-masing cabang melalui WA resmi (official).

​Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berkomitmen menjaga kontinuitas, kualitas, dan kuantitas pelayanan air bersih selama Ramadan dan Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan nyaman. Dalam kesempatan ini juga, Direksi beserta seluruh pegawai Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengucapkan: “Taqabbalallahu minna wa minkum, Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

(Okta)

Romadhon 2026 ,RSUDMA Sumenep Berkomitmen Untuk Tetap Berikan Layanan Terbaik

0

Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial.

Tak hanya sebatas pada menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang beruntung.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati M.Kes menegaskan, bahwa selama bulan puasa,pihaknya akan tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,

“Selama di Bulan Suci Romadhan ini,dapat dipastikan pelayanan di rumah sakit kami akan tetap berjalan optimal”,kata Erliyati,Rabu ( 25/02/26).

Jadi keluarga pasien gak usa khawatir,puasa tidak akan membatasi kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, malah dibulan yang penuh berkah ini,kita semua berupaya menjadi dan memberikan yang terbaik untuk sesama”, ujar Erliyati.

Mengingat di Kabupaten Sumenep,sebagian besar masyarakat ada yang non muslim, mantan Kabid Yankes itu juga berpesan untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama selama di bulan Romadhan.

“Kita harus saling menghormati dan menjaga kerukunan, karena itu adalah bagian dari ibadah kita. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat tali persaudaraan dan menghindari segala bentuk perpecahan,” terangnya.

Erliyati berharap agar nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Ramadan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci ini berakhir.

“Semoga Romadhan tahun ini membawa berkah dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Sumenep,kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, penuh kasih sayang, dan peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.
(HR)

Giat Binrohtal Personel Polres Langkat Tingkatkan Keimanan dan Integritas dalam Bertugas

0

Langkat -redaksi.co

Dalam rangka pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) guna meningkatkan keimanan serta integritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian, personel Polres Langkat melaksanakan kegiatan Binrohtal pada Kamis, 26 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan Binrohtal ini dilaksanakan secara terpisah sesuai dengan keyakinan masing-masing personel, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai toleransi dan keberagaman di lingkungan Polri.

Bagi personel yang beragama Islam, kegiatan Binrohtal dilaksanakan di Masjid Darusalam Polres Langkat dan dipimpin oleh Ustadz Ardiansyah, S.Ag., dengan mengangkat tema “Kesempurnaan Ibadah Puasa Diikuti dengan Shalat yang Sempurna.” Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 70 personel Polres Langkat. Dalam tausiyahnya, disampaikan pentingnya menjaga kualitas ibadah sebagai fondasi pembentukan pribadi anggota Polri yang disiplin, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Binrohtal bagi personel beragama Kristen dilaksanakan di Gedung Aula Jasmin Polres Langkat dan dipimpin oleh Pendeta Budi Kasenda, S.T. Khotbah diambil dari Kitab Injil Pengkhotbah 4:6, “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” Firman Tuhan tersebut mengajak personel untuk senantiasa mengedepankan ketenangan hati, hikmat, serta keseimbangan hidup di tengah tuntutan tugas kepolisian. Kegiatan Binrohtal Kristen ini diikuti oleh 25 personel Polres Langkat.

Kapolres Langkat dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan sarana penting dalam membentuk karakter dan mental personel Polri.

“Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental ini, saya berharap seluruh personel Polres Langkat memiliki iman yang kuat, hati yang tenang, serta integritas yang tinggi, sehingga mampu melaksanakan tugas kepolisian secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab dalam melayani masyarakat,” ujar Kapolres.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Binrohtal secara rutin, diharapkan seluruh personel Polres Langkat semakin siap secara mental dan spiritual dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Langkat.

M.ilyas

Polsek SU II Bersama PAC Pemuda Pancasila SU II Palembang Gelar Apel KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

0

Redaksi.com | Palembang, – Polsek Seberang Ulu Dua (SU II) Palembang bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Seberang Ulu Dua (SU II) dan Ormas Lainnya menggelar apel persiapan Kegiatan Rutin yang ditingkatkan (KRYD) pada Rabu malam di Wilayah Hukum Kecamatan Seberang Ulu Dua (SU II) Kota Palembang. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek SU II, Kompol Dedy Ardiansyah, S.M.,M.M sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan. Rabu Malam (25/02/26).

Dalam arahannya, Kapolsek SU II menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dan juga ormas, termaksud Pemuda Pancasila Seberang Ulu Dua Palembang dalam menjaga situasi tetap kondusif, khususnya pada malam hari hingga menjelang sahur. Ia menginstruksikan peningkatan patroli rutin di sejumlah titik rawan, termasuk lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya remaja, balap liar, maupun potensi aksi tawuran.

“KRYD ini bertujuan untuk mencegah sejak dini berbagai bentuk gangguan kamtibmas agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolsek dalam arahan apel tersebut.

Selain patroli mobile, petugas juga akan melakukan pemantauan intensif di kawasan permukiman padat penduduk serta area publik yang berpotensi menimbulkan kerawanan. Pendekatan preventif dan humanis menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kapolsek SU II juga mengimbau masyarakat terutama ormas yang ada di Seberang Ulu Dua Palembang untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan ketertiban di wilayahnya.

Kegiatan KRYD ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama bulan Ramadhan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, situasi kamtibmas di Wilayah Kecamatan Seberang Ulu II terpantau dalam keadaan aman dan terkendali.

Sementara itu, Susanto, SE Ketua PAC Pemuda Pancasila SU II Palembang mengucapkan terima kasih kepada Polsek Seberang Ulu Dua Palembang yang telah mengikutsertakan / melibatkan kami (Pemuda Pancasila SU II) dalam giat KRYD ini.

“Dan, kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, serta marilah kita terkhusus masyarakat SU II Palembang berperan aktif menjaga keamanan lingkungan agar tetap kondusif selama bulan suci ramadhan ini,”pungkasnya.

Polsek Sampaga Jemur 1 Ton Jagung, Polri Tancap Gas Kawal Swasembada Pangan di Mamuju

0

Redaksi.co MAMUJU : Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional tak hanya menjadi slogan. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polsek Sampaga turun langsung ke lapangan dengan menjemur sekitar satu ton jagung hibrida hasil panen warga Desa Losso, Kabupaten Mamuju, Kamis (26/2/2026).

Sejak pagi, personel Polsek Sampaga yang dipimpin Kapolsek IPDA Hariadi, S.H., menghamparkan jagung yang telah dipipil secara merata di area terbuka. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kadar air sesuai standar sebelum komoditas tersebut dipasarkan.

“Kurang lebih satu ton jagung sudah dipipil kami jemur dan hamparkan agar kadar airnya memenuhi standar sebelum masuk tahap penjualan,” ujar IPDA Hariadi.

Jagung tersebut merupakan hasil panen beberapa waktu lalu di lahan milik masyarakat Desa Losso. Proses pengeringan dinilai menjadi tahapan krusial karena sangat menentukan mutu dan nilai jual di pasaran.

Kami pastikan setiap butir jagung memiliki kualitas terbaik dan nilai jual tinggi bagi petani. Polri akan terus mengawal ketahanan pangan dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

Keterlibatan aktif kepolisian ini menjadi bukti transformasi peran Polri, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di sektor pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Setelah mencapai tingkat kekeringan ideal, jagung tersebut akan segera dijual. Program pendampingan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.

Sinergi antara kepolisian dan warga pun semakin erat, memperkuat fondasi ketahanan pangan lokal sebagai bagian dari kontribusi nyata menuju kemandirian pangan nasional. (ZUL)