Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 294

Massa Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan Minta Kejati Sumse Usut Tuntas Dugaan Praktik Mafia Tanah

0

Redaksi.co | Palembang – Massa Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan lakukan aksi damai di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), Jalan Gubernur H. Bastari, Kecamatan Jakabaring, Palembang.Senin (05/05/25).

Dikawal ketat pihak Kepolisian, massa yang diketuai oleh M. Muslim, S.Pd.,C.Me.,CLMA.,C.PS.,C.IJ selaku ketua Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan di dampingi oleh Indra Jaya Seketaris kepada awak media menyampaikan,”kronologis permasalahan sebidang tanah yang terletak di Kelurahan Jakabaring Selatan dahulunya Desa Sungai kedukan, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang dikuasai oleh Nyonya Indriana Angrial, padahal tanah tersebut sah milik Ilyas Harmy sesuai sertifikat No.10292 dengan luas 1499 M2, tidak pernah bersengketa dengan pihak manapun dan tidak pernah diajukan dalam perkara hukum,”ucapnya.

Berdasarkan lahan tanah sesuai bukti alias hak SPH atas nama Syarif bin Sehon (Mathon) tanggal 20 Desember 2001 yang didaftarkan di kantor desa Sungai Pinang no.593/RBT/ 2001, telah dijual kepada Nyonya Indriana angrial hingga timbul akte pengoperan Hak no.185/2004 dengan luas tanah 2526 M2 letak lahan tanah di desa Sungai Pinang diduga palsu dan surat palsu tidak bisa dinyatakan melalui perkara perdata melainkan perkara pidana maka tanggal 19 Desember 2022 Ilyas Harmy Melaporkan hal tersebut (Syarif bin Sehon atau Mahton selaku pembuat dan pengguna) ke Polda Sumsel,”ucapnya.

“Di Polda Sumsel kami meminta keadilan agar terwujudnya adanya kepastian hukum kepada subdit 1 untuk tetap menindak lanjutkan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan kepada Nyonya Indriani Anggraini selaku pengguna diduga surat palsu,”jelasnya.

Terkait hari ini kami Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan Sambangi Kejati Sumsel, diduga ada Persengkongkolan dan Praktik Mafia Tanah Oleh Oknum Jaksa inisial “SP”

Oleh karena itu Kami meminta dan menuntut Kejati Sumsel untuk sbb ;

1.Mendesak Kajati Sumsel untuk menonaktifkan sementara Sdr.”SP” dari Kejati Sumsel atas dugaan Keterlibatan dirinya sebagai Beck-Up dan Persengkongkolan Mafia Tanah

2.Meminta Kajati Sumsel untuk memanggil dan memeriksa oknum Jaksa “SP” atas dugaan terlibat persekongkolan dan praktik mafia tanah.

Dan,”kami berharap secepatnya Kejati Sumsel harus segera mengusut dan menindaklanjuti,:pungkasnya.

Sementara itu, Kajati Sumsel yang di Wakili oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Eka Yulia Sari, SH. MH terkait aksi Demo Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan mengenai keterlibatan oknum Jaksa “SP” atas dugaan persengkongkolan dan praktik mafiah tanah.

“Masalah ini akan segera ditindaklanjuti, dan memjadi atensi kami, namun sebelumnya dirinya meminta kepada Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan untuk melengkapi berkas laporannya untuk selanjutnya di masukan ke PTSP Kejati Sumsel,”tutupnya.

Kejati Sumsel Usut Tuntas Dugaan KKN di Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten OKI

0

Redaksi.co | Palembang – Massa Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi (DP-JAKOR) lakukan demo aksi damai di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), Jalan Gubernur H. Bastari, Kecamatan Jakabaring, Palembang.Senin (05/05/25).

Dikawal ketat pihak Kepolisian, massa yang diketuai oleh Fadrianto TH SH kepada awak media menyampaikan berdasarkan data dan informasi yang kami dapatkan terkait dugaan lemahnya Tata Kelolah Keungan Pemerintah Daerah Kabupaten OKI, Sumsel yang menyebabkan Devisit Anggaran hingga 560 Miliyar Rupiah.

“Defisit Anggaran di Kabupaten OKI sebesar 560 Miliyar diduga Akibat salah Penganggaran dan Penyalahgunaan Wewenang yang dilakukan oleh Kapala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten OKI,”ujarnya.

Defisit anggaran sebesar 360 Miliyar yang terjadi di Kabupaten OKI tersebut menyebabkan tidak terbayarnya hutang pada pihak ketiga dan merusak tatanan Keuangan Pemerintah Kabupaten OKI

Maka kami Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi Sumatera Selatan Meminta Kejati Sumsel Sbb ;

1.Meminta Kejakaan Tinggi Sumatera Selatan untuk segera membentuk TIM ada dugaan KKN di Kabupaten OKI yang menyebabkan Difisit Anggaran sebesar 560 Miliyar.

2.Meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk Mengusut Tuntas dugaan KKN di Kabupaten OKI yang menyebabkan Gagal Bayar dan terhutang dengan Pihak ketiga sejak tahun 2022 sd 2024

3.Meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk Segera Memanggil dan Memeriksa Kapala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten OKI terkait kebijakan yang melaksanakan Kegiatan Proyek tahun 2024 tanpa memperhatikan ketersediaan Anggaran.

4.Meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk Segera Mengusut tuntas harta kekayaan Kapala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten OKI.

Dan,”kami berharap secepatnya Kejati Sumsel harus segera mengusut dan menindaklanjuti Dugaan KKN Di Kabupaten OKI yang menyebabkam gagal bayar dan terhutang dengan Pihak Ke-3 tersebut sejak tahun 2022 – 2024,”pungkasnya.

Sementara itu, Kajati Sumsel yang di Wakili oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Eka Yulia Sari, SH. MH terkait aksi Demo JAKOR mengenai defisit anggaran di Kabupaten OKI sebesar 560 Miliyar diduga akibat salah peganggaran di Kabupaten OKI, Sumsel.

“Masalah ini akan segera ditindaklanjuti,”namun sebelumnya dirinya meminta kepada JAKOR SUMSEL untuk melengkapi berkas laporannya untuk selanjutnya di masukan ke PTSP Kejati Sumsel,”tutupnya.

BABINKAMTIBMAS DAN BABINSA TAMAN AYU SIGAP TANGANI PERMASALAHAN DI DUSUN PESENG,

0

BABINKAMTIBMAS DAN BABINSA TAMAN AYU SIGAP TANGANI PERMASALAHAN DI DUSUN PESENG, DESA TAMAN AYU, KEC. GERUNG

Lombok Barat, 5 Mei 2025 – Kolaborasi cepat antara Babinkamtibmas Desa Taman Ayu, Bripka Wayan Sujana, dan Babinsa, Serda Ismail, dalam menyikapi permasalahan ambruknya tembok rumah milik H. Agus Subandi di Dusun Peseng mendapat apresiasi luas dari masyarakat.

Tembok rumah tersebut roboh akibat derasnya aliran air malam sebelumnya yang berasal dari proyek revitalisasi saluran irigasi di wilayah Desa Taman Ayu. Menanggapi hal ini, unsur terkait langsung turun tangan di lokasi.

Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan tanggung jawabnya, terutama Kepala Dusun Peseng H. Mahdi Mahmud, pihak Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB, PPK, kontraktor, serta pelaksana proyek. Komitmen mereka untuk segera memperbaiki kerusakan ini sangat kami apresiasi,” ujar Bripka Wayan Sujana.

Serda Ismail, Babinsa Desa Taman Ayu, turut hadir mendampingi dan memastikan proses penanganan berjalan tertib dan aman. Sinergi antara aparat keamanan ini menjadi cerminan kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan warga.

Kepala Dusun Peseng, H. Mahdi Mahmud, juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap pembangunan di wilayahnya. Ia berharap revitalisasi saluran irigasi dapat berjalan lancar dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, H. Agus Subandi selaku pemilik rumah menyatakan bahwa kejadian ini adalah musibah yang tidak disengaja. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian semua pihak. Ini adalah musibah alam, dan tidak ada unsur kesengajaan. Mudah-mudahan proses perbaikannya berjalan lancar,” ujarnya kepada redaksi.co.

Sementara itu, H. Doni selaku Subkontraktor proyek berharap masyarakat, khususnya para petani, dapat bersabar selama proses perbaikan berlangsung. “Kami mohon maaf atas tersendatnya pengairan ke sawah. Karena sifatnya darurat, kami berharap para petani bisa bersabar sampai perbaikan selesai,” jelasnya.

Permasalahan ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara aparat desa, tokoh masyarakat, dan pelaksana pembangunan mampu memberikan solusi cepat dan menyeluruh bagi masyarakat.

Read : HS2025 Abach uhel

Sumber : Www.redaksi.co

Rakornas KAMMI Resmi Ditutup, Ini Pesan Inisiator KAMMI Fahri Hamza

0

Redaksi.co | PALEMBANG – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang juga inisiator Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menurutp secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I KAMMI.

Penutupan digelar di Aula Balai Diklat Keagamaan Provinsi Sumsel di Jl Macan Kumbang Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat (IB)-1, kemarin (4/5/2025).

Dihadapan ratusan peserta rakornas yang datang dari 32 provinsi se-Indonesia Fahri menekanka perlunya konsolidasi dan rekonsiliasi demo menegubkan semangat dan cita-cita perjuangan KAMMI.

“Jadilah seorang yang moderat jangan tanggung, jika punya pendirian yang teguh dan merasa pendirian kita benar, harus dipertahankan. Karena moderat merupakan sifat dasar Agama Islam, agama yang kita yakini,” tegas Fahri dalam sambutannya.

KAMMI sebagai salah satu organisasi pergerakan ikut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Termasuk saat detik-detik kejatuhan rezim Orde Baru pada tahun 1998 tetap eksis hingga kini.

Menurut birokrat berlatar belakang aktivis pergerakan dan politisi itu dirinya meyakini rakornas ini sebuah perlambang dan bukti sinyal kebangkitan yang dimulai dari daerahm

“Saya yang dilahirkan di salah satu desa kecil di Sumba di Nusa Tenggara Barat dana telah merasakan dinamika kehidupan dunia kampus yang cukup keras pada rezim Orde Baru dan menjadikan pembantu rektor dan para pembantu dekan menjadi pengawas aktivitas mahasiswa di kampus,” ungkap politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) ini.

Fahri berkeyakinan kader KAMMI sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan bangsa bisa berperan sesuai tema Rakornas I KAMMI kali ini, “Mengokohkan Peran KAMMI Sebagai Pelopor Kebaikan Untuk Indonesia Emas 2045 tahun 2045”.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Rakornas I KAMMI tahun 2025, Ranggageni, menyebut Rakornas berlangsung selama 2-4 Mei 2025.

Diikuti 500 peserta dari 32 provinsi di Indonesia dan perwakilan 137 pengurus daerah KAMMI, serta mendapat dukungan dari Pemprov Sumsel.

Ketua Umum (KAMMI) Pusat, Ahmad Jundi Khalifatullah MKM mengatakan Provinsi Sumsel menjadi salah satu daerah percontohan bagaimana terciptanya saling sinergi.

Baik antar sesama alumni KAMMI maupun dengan Pemda sehingga pelaksanaan Rakornas I KAMMI berjalan sesuai harapan.

“Rakornas pertama ini membahas bagaimana upaya menguatkan pengkaderan dengan merekrut anggota baru dan membina, mengkaryakan para kader KAMMI,” sebut Jundi.

Salah seorang inisiator KAMMI Sumsel yang telah berkiprah di kancah nasional, H Askweni SPd. Anggota Komisi VIII DPR RI ini menekankan semangat pantang menyerah kepada seluruh kader dan anggota KAMMI.(ril)

MAKO Akan Adakan Aksi Damai di Kejati Sumsel Terkait Dugaan Dana Desa Mangsang Bayung Lincir Muba

0

Redaksi.co | Palembang – Dalan waktu dekat Lembaga Milenial Anti Korupsi ( MAKO ) akan mengadakan aksi Demonstrasi / aksi damai di Kejati Sumsel terkait adanya dugaan pengunaan Dana Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sematera Selatan tahun 2020 – 2024.

Hal tersebut di sampaikan oleh Wadi Hartono Ketua Umum MAKO melalui Maradona Seketaris MAKO di Sekretariat MAKO Jalan Talang Betutu Lama Sukarami Palembang, Minggu (04/05/25).

“Milenial Anti Korupsi adalah Organisasi Pemuda yang peduli akan Pemerintahan Daerah
maupun Pemerintahan Pusat, dimana tugasnya adalah sebagai Agent Of Change, Control Sosial, dan merupakan Organisasi yang peduli akan isu-isu sosial dan Korupsi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, serta berperan ikut andil dalam menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat dan peduli akan tata kelola
Pemerintahan Demokratis,”ujar Maradona.

“Maka dari itu kami sebagai lembaga penggerak, mengajak kepada seluruh komponen yang tergabung,
baik masyarakat, LSM, Pemuda, Mahasiswa, dan Aktivis Provinsi Sumatera selatan untuk berperan Pro Aktif dalam mengawal segala bentuk kegiatan roda pemerintahan yang berpotensi untuk terjadinya Indikasi Korupsi
Korupsi dan Nepotisme yang merupakan penyakit masyarakat yang sampai saat ini belum ada penawar yang tepat untuk
membersihkan korupsi,”tambahnya.

Oleh karena itu yang terjadi di DESA MANGSANG KECAMATAN BAYUNG
LENCIR, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN, berdasarkan Laporan Tim Investigasi dan penelitian
kami di lapangan serta data yang kami peroleh adanya DUGAAN Penyalah gunaan Anggaran dana
Desa yang di lakukan secara swakelola dari tahun 2020 s/d 2024 sebesar Rp. 5.394.784.000 ,00 ,

A. No 1055/DD/Mako/V/2025 Dengan Rincian Anggaran :
– Tahun 2020 adalah sebesar Rp. 993.462.000,00-
– Tahun 2021 adalah sebesar Rp 1.093.455.000,00-
– Tahun 2022 adalah sebesar Rp 1.037.782.000,00-
– Tahun 2023 adalah sebesar Rp. 1.089.992.000,00-
– Tahun 2024 adalah sebesar Rp. 1.180.093.000,00-
– Total dari Tahun 2020 sd 2024 sebesar Rp. 5.394.784.000 ,00 –

“Indikasi dugaanya adalah
Penyimpangan yang diduga mengarah pada dugaan KKN, Diduga terdapat beberapa realisasi yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan,”jelasnya Maradona.

Dengan adanya Persoalan tersebut, Maka Kami natinya Menyatakan Sikap dan Menuntut Kejati Sumsel sbb ;

1.Mendukung Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam hal melakukan pencegahan dan pemberantasan segala macam tindak pidana Korupsi di Kabupaten Musi Banyuasin.

2.Meminta Kepada Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melalui jajarannya untuk segera
melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut diatas.

3.Meminta Kepada Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melalui jajarannya untuk segera
memanggil, masing-masing Pengguna Anggaran tersebut diatas, serta semua Pihak yang terlibat pada
kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut untuk diperiksa, dimintai keterangannya serta untuk dimintai
data-data realisasi serta untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Dengan tetap mengedepankan “asas praduga tak bersalah” kami berharap agar pihak Kejati Sumsel Segera melakukan tindakan hukum sesuai dengan kewenangannya,”pungkasnya.

Mencetak SDM Unggul, AMKI Ketapang Gelar Wisuda XV

0

Mencetak SDM Tangguh,AMKI Ketapang Gelar Wisuda Angkatan XV

(Ketapang)Akademi Manajemen Komputer dan Informatika (AMKI) Ketapang menyelenggarakan acara wisuda Program Diploma III Angkatan XV Tahun Akademik 2023/2024. Acara ini berlangsung dengan khidmat di Hotel Aston Ketapang, Kalimantan Barat,Kamis 29 April 2025

Kegiatan wisuda dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen AMKI Ketapang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ketapang, para wisudawan beserta orang tua, serta tamu undangan lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur AMKI Ketapang, M. Ulil Fahri, S.Pd., M.TI., yang diawali dengan penampilan tari etnis Dayak oleh mahasiswi AMKI Ketapang sebagai bentuk dan upaya pelestarian budaya lokal.

Dalam pidatonya, M. Ulil Fahri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan sektor swasta yang telah mendukung dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Ketapang dan AMKI sendiri. Ia menekankan pentingnya peran pendidikan dalam pembangunan bangsa.

“Membangun manusia adalah membangun masa depan bangsa,” ujarnya.

Ulil Fahri juga melaporkan berbagai kegiatan Pengabdian Kepada Negara (PKN) yang telah dilakukan AMKI di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang, serta partisipasi aktif AMKI dalam program-program pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Internasional College sebagai tempat bernaung AMKI Ketapang,Syahril, B.A., turut menyampaikan sambutan. Ia menyoroti tren menurunnya minat pendaftaran mahasiswa baru yang menjadi perhatian serius pihak yayasan.

Sebagai upaya antisipatif, AMKI berencana membuka Program Kuliah Sore guna menjangkau kalangan pekerja, Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, dan Polri. “Kami bertekad menjadi lembaga pendidikan yang kuat dan kompetitif dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh,” tutup Syahril.

Mewakili Bupati Ketapang, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Drs. H. Maryadi Asmui, M.M., menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati.

“Jadilah agen perubahan bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Tetap jaga etika dan integritas sebagai insan terdidik,” pesannya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan lembaga pendidikan seperti AMKI. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar belanja modal,” pungkasnya.

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Ditangkap Polres Muba

0

Redaksi.co (Muba)– Unit PPA Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin berhasil mengamankan seorang pria berinisial NR (23), warga Lubuk Linggau, yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Penangkapan dilakukan pada Selasa (29/4/2025) sekitar pukul 17.30 WIB di Kecamatan Babat Toman.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP God P. Sinaga, SH, S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi pada Jum’at 2 mei 2025 melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP M. Afhi Abrianto, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan polisi yang dibuat oleh pihak keluarga korban ke SPKT Polres Muba.

“Pelaku mengakui bahwa dirinya telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban, seorang anak perempuan berinisial TUU (10), sebanyak satu kali,” ujar AKP Afhi dalam keterangannya.

Dijelaskan lebih lanjut, perbuatan tercela tersebut dilakukan pelaku pada hari yang sama, Selasa (29/04/2025) pukul 11.00 WIB di wilayah Kecamatan Babat Toman.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti, kami melakukan gelar perkara. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan kini telah diamankan di Rutan Mapolres Muba,” tambahnya.

Kapolres Muba, AKBP God P. Sinaga, SH, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen pihaknya dalam menindak tegas setiap bentuk kekerasan seksual terhadap anak.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan. Kami tidak akan memberi toleransi kepada pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Hukum akan ditegakkan dengan seadil-adilnya demi memberi rasa aman bagi masyarakat,” tegas AKBP God P. Sinaga.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
(Alam/Team)

PLN Padam di Satu Dusun

0

Labuhanbatu-redaksi.co. Mulai jam 20.00 WIB hingga  00.27 malam ini PLN padam di Dusun Pardomuan Nauli Desa Kampung Padang Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu- salah satu warga dari dusun tersebut menghubungi petugas PLN Kecamatan Pangkatan melalui telepon selulernya namun respon dari para petugas tersebut susah memberikan informasi kepada masyarakat. Minggu (4/5/2025)

 

Masyarakat dusun Pardomuan Nauli merasa tidak puas atas pelayanan ini  diharap kepada kepala sektor PLN Kabupaten Labuhanbatu-dengan sigap mengambil suatu keputusan terhadap anggota yang tidak kompetitif dalam melaksanakan tugasnya agar pelayanannya terhadap masyarakat terkomfirmasi dengan cepat dalam pelayanan  atau penangan saat ada pemberitahuan padam nya lampu di tempat.

(M.M)

Wisata ke Palembang, Nikmati Keindahan Jembatan Ampera dengan Naik LRT Sumsel

0

Redaksi.co | Palembang – Salah satu cara terbaik untuk menikmati pemandangan Kota Palembang dengan keragaman lanskap dan arsitekturnya yaitu dengan bepergian menggunakan LRT Sumsel. Rute layanan LRT Sumsel yang berada di Kota Palembang ini menghubungkan 13 stasiun, mulai dari Stasiun DJKA hingga Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan jarak sejauh 23,4 kilometer.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan stasiun-stasiun di LRT Sumsel memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pendatang dari luar daerah untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Kota Palembang.

“LRT Sumsel juga menawarkan keindahan pemandangan Kota Palembang yang dapat dinikmati oleh para pengguna LRT Sumsel di sepanjang rute perjalanan,” ungkap Aida.

Aida menambahkan, salah satu stasiun di LRT Sumsel yang memiliki ikon dan daya tarik tersendiri yakni Stasiun Ampera yang dianggap sebagai “penghubung” wilayah Seberang Ilir (sebelah Utara Sungai Musi) dan wilayah Seberang Ulu (sebelah Selatan Sungai Musi). Saat ini, Stasiun Ampera juga sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas perekonomian di Kota Palembang.

Stasiun Ampera juga merupakan salah satu stasiun LRT Sumsel yang ramai naik turun penumpang, dengan rata-rata penumpang harian 2.051 penumpang. Hal tersebut dikarenakan stasiun Ampera yang berlokasi dekat pusat perdagangan 16 Ilir dan Tengkuruk Permai serta ikon Kota Palembang lainnya seperti Jembatan Ampera, Monumen Ampera (Monpera), Benteng Kuto Besak (BKB), Bundaran Air Mancur, wisata religi Masjid Agung maupun kuliner sehingga membuat stasiun Ampera menjadi stasiun LRT Sumsel yang memiliki daya tarik tersendiri.

Saat ini kinerja angkutan penumpang LRT Sumsel hingga bulan April tahun 2025 sebanyak 1.462.309 penumpang dengan jumlah 4 stasiun teramai yakni ;

1. Stasiun Asrama Haji sebanyak 284.090 penumpang;
2. Stasiun Ampera sebanyak 246.212 penumpang;
3. Stasiun DJKA sebanyak 200.966 penumpang;
4. Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 165.613 penumpang.

Selain itu, untuk meningkatkan layanan kepada pengguna dan mendukung pengembangan pelaku UMKM, LRT Sumsel menghadirkan tenant-tenant yang menyediakan kerajinan tangan, makanan dan minuman di stasiun Asrama Haji, Bumi Sriwijaya, Ampera, Polrestabes dan DJKA. Hal tersebut sebagai bentuk upaya LRT Sumsel untuk mendukung program Asta Cita Pemerintah dalam meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan dan mengembangkan industri kreatif.

“Sebagai operator LRT Sumsel, PT KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan operasional LRT Sumsel demi mewujudkan transportasi umum yang aman dan nyaman,” tutup Aida.(rilis)

Kapolsek Keluang Belasungkawa Keluarga Korban Penusukkan

0

Redaksi.co Keluang(Muba) – Kepala Kepolisian Sektor Keluang, Iptu Alvin Adam Armita, bersama jajaran anggotanya menunjukkan empati mendalam dengan menyambangi kediaman keluarga FKI (26), korban penusukan oleh pelaku tak dikenal yang terjadi pada pagi hari sebelumnya.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Jumat (02/05/2025) usai salat Jumat, Iptu Alvin menyampaikan langsung ucapan duka cita kepada orang tua korban, sekaligus menyerahkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan moril dan materiil.

“Kami hadir untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyampaikan duka cita yang mendalam dari Kapolres Muba, AKBP God P Sinaga,S.H.,S.I.K.,M.H” ujar Iptu Alvin saat ditemui di lokasi.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah bekerja keras untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku penusukan. “Kunjungan ini merupakan wujud silaturahmi kami, dan kami ingin menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah berupaya keras untuk mengungkap identitas pelaku,” tambahnya.

Sementara itu, ayah korban menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pihak kepolisian.

“Kami sangat berduka atas kepergian anak kami, namun kami juga berterima kasih atas perhatian dari pihak kepolisian. Semoga pelakunya segera tertangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujar ayah FKI dengan mata berkaca-kaca.

Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kehadiran aparat negara dalam mendampingi masyarakat yang tengah berdukacita serta komitmen aparat untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang meresahkan warga
(Alam/Team)