Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 292

REVITALISASI IRIGASI SEDANG BERLANGSUNG, SISTEM BUKA-TUTUP AIR 10-5 DISEPAKATI PETANI

0

REVITALISASI IRIGASI SEDANG BERLANGSUNG, SISTEM BUKA-TUTUP AIR 10-5 DISEPAKATI PETANI

Gerung – Program revitalisasi saluran irigasi di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan mendapat dukungan penuh dari para petani serta masyarakat setempat. Salah satu kesepakatan penting dalam proses ini adalah pemberlakuan sistem buka-tutup air selama masa pengerjaan, yakni 10 hari kering dan 5 hari basah.

H. Juma’in, tokoh petani (pekasih) dari Dusun Oeseng, Desa Taman Ayu, menyampaikan bahwa selama ini saluran irigasi kerap mengalami sumbatan, sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak maksimal. Ia mengapresiasi langkah revitalisasi ini dan berharap kesadaran warga untuk menjaga kebersihan saluran air semakin meningkat.

Kami sangat berharap revitalisasi ini berjalan lancar agar hasil panen kami ke depan lebih baik. Kali sudah diperlebar dan diperdalam, tentu akan meningkatkan debit air sesuai harapan kita bersama. Kami juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke kali,” ujarnya.

Pemerintah desa bersama dinas terkait berkomitmen untuk mengawal proyek ini hingga selesai dengan melibatkan warga dalam proses pengawasan. Pelaksana proyek, CV Ammar Jaya Mandiri yang beralamat di Cirebon, Jawa Barat, turut menyampaikan permohonan maaf atas tersendatnya aliran air selama pekerjaan berlangsung.

Kami mohon maaf kepada masyarakat dan para petani. Proyek ini membutuhkan proses, dan sistem buka-tutup air 10 hari kering – 5 hari basah telah disepakati bersama demi kelancaran pekerjaan,” ujar Ivan Pratama, P.ST selaku Kepala Pelaksana dan Site Manager CV Ammar Jaya Mandiri.

Kesepakatan teknis ini dihasilkan melalui musyawarah yang melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kepala Dusun Peseng H. Mahdi Mahmud, perwakilan petani (pekasih), perwakilan masyarakat Dusun Peseng, pihak kontraktor, BWS/PPK, Dinas PU Provinsi NTB, serta aparat keamanan desa yaitu Babinkamtibmas Bripka Wayan Sujana dan Babinsa Serda Ismail. Musyawarah dilangsungkan di rumah Kepala Dusun Peseng sebagai bentuk koordinasi langsung di tingkat dusun.

Dalam wawancara terpisah dengan awak media Redaksi.co, Haji Doni selaku subkontraktor proyek juga menyampaikan rasa terima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat.

Kami sangat terbantu dengan kesepakatan buka-tutup air ini. Harapan kami, setelah revitalisasi selesai, hasil panen petani bisa meningkat dan masalah irigasi bisa teratasi untuk jangka panjang,” ungkapnya.

Revitalisasi ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, pelaksana proyek, aparat desa, dan masyarakat dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan lokal.

Read : HS2025 Abach Uhel
Sumber : Redaksi.co

Wabup Aceh Barat Saed Fadhiel Turun Dari Podium Saat Pimpin Upacara Hardiknas 2025

0

Aceh Barat Redaksi.co
Pemandangan yang tidak biasanya tampak di lapangan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat pada Selasa 7/5/2025 tadi pagi menjelang siang.

Wakil Bupati Aceh Barat, Saed Fadhiel yang bertindak selaku Inspektur Upacara dalam Upacara Hardiknas tahun 2025 pagi tadi secara mengejutkan turun ke tengah lapangan dan melanjutkan upacara sambil berdiri tegap di bawah teriknya matahari pagi.

Keberadaan Wakil Bupati di tengah lapangan itu sontak mengundang tepuk tangan dari seluruh tamu undangan dan peserta upacara yang sebagian besar terdiri dari para insan pendidikan.

Bukan tanpa alasan, Wakil Bupati Saed Fadhiel mengatakan bahwa inisiatifnya untuk tidak menempati podium upacara yang dinaungi atap dan lebih memilih untuk turun berpanas-panasan tidak lain adalah untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, siswa, dan segenap insan pendidikan yang berdiri melawan panas demi kidmadnya upacara.

Beberapa peserta upacara menyampaikan rasa salut atas inisiatif Wakil Bupati tersebut. Empati yang ditunjukkan orang nomor dua di Aceh Barat itu sangat menggugah semangat dan menjadi contoh kepemimpinan yang penuh keteladanan.

Selain dihadiri oleh para Guru, siswa, dan segenap tokoh pendidikan, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 dalam lingkup Kabupaten Aceh Barat juga dihadiri oleh Forkopimda, para kepala OPD, dan pimpinan instansi vertikal di Aceh Barat ****

Atas Insiden di Turnamen Piala Presiden Macan Putih, Panitia Sampaikan Permohonan Maaf

0

Aceh Barat Redaksi.co
Ketua Pelaksana Open Turnamen Sepak Bola Piala Presiden Macan Putih, M. Salman, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi dalam pertandingan antara Tajura FC melawan Balee United di Lapangan Ranto Panyang, Selasa sore kemarin 6/5/2025

Dalam pernyataannya, M. Salman mengungkapkan penyesalan atas kejadian yang tidak diharapkan tersebut. Rabu,7/5/25.

Ia menegaskan bahwa hal ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi panitia penyelenggara agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Hal yang terjadi ini di lapangan sangat tidak kita inginkan, namun akan menjadi evaluasi kami ke depan. Saya juga mengapresiasi kesigapan seluruh panitia dan pihak keamanan yang berhasil meredam situasi sehingga suasana di lapangan kembali kondusif dengan cepat,” ujar Salman.

Diketahui, insiden bermula dari dugaan penyerangan terhadap wasit yang kemudian memicu aksi dari oknum penonton, menyebabkan salah satu pemain dari Tajura FC menjadi korban dan harus mendapatkan perawatan medis

Salman memastikan bahwa kondisi pemain yang menjadi korban kini telah berangsur membaik dan pihak panitia bertanggung jawab atas kejadian tersebut, termasuk menjamin pemulihan dan keamanan tim Tajura FC

Panitia juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan sistem keamanan dalam sisa rangkaian turnamen demi menjaga sportivitas dan kenyamanan seluruh peserta serta penonton ***”

Kapolda Maluku Utara Hadiri Pelepasan Jamaah Haji 2025

0

REDAKSI.CO– Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menghadiri upacara pelepasan jamaah calon haji Provinsi Maluku Utara tahun 1446 H/2025 M yang digelar di Gedung Raudah, Asrama Haji Ngade, Ternate, Selasa, (6/5/2025).

Upacara itu juga dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Drs. H. Amar Manaf, Kepala Kejaksaan Tinggi, Sekretaris Daerah Provinsi, Komandan Lanal Ternate, serta para tamu undangan.

Dalam laporannya, Amar Manaf menyebutkan jumlah jamaah yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 1.076 orang, yang berasal dari sepuluh kabupaten dan kota se-Maluku Utara.

“Mereka terdiri dari Kota Ternate 263 orang, Halmahera Selatan 189 orang, serta 105 orang dari Tidore Kepulauan dan 105 orang dari Kepulauan Sula,” kata Amar.

Adapun daerah lain yang juga mengirimkan jamaah adalah Halmahera Utara (100 orang), Halmahera Barat (74 orang), Halmahera Tengah (66 orang), Halmahera Timur (65 orang), serta Pulau Morotai dan Pulau Taliabu masing-masing 50 orang. Sebanyak sembilan petugas haji daerah turut serta mendampingi.

Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya mengapresiasi kerja seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan ibadah haji tahun ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh para jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, keselamatan, dan kembali dengan predikat haji yang mabrur,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi secara simbolis menyerahkan bantuan dana saku kepada para jamaah. Gubernur juga mengimbau agar para calon haji menjaga kesehatan, menjunjung tinggi kebersamaan, dan mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Selain itu, ia mengajak jamaah mendoakan agar Maluku Utara senantiasa dalam keadaan aman dan diberkahi.

PSR Desak Kejati Sumsel Periksa Oknum Mafia Tanah di BPN OKU dan Pengurus KUD Minanga Ogan

0

Redaksi.co | Palembang – Ratusan massa Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Pembela Suara Rakyat (PSR) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan aksi unjuk rasa secara damai di kantor Kejati Sumsel Jakabaring, Palembang, Sumsel. Rabu (07/05/25).

Koordinator aksi Hanafi alias Aan Pirang usai melakukan aksi damai mengatakan kepada awak media,”diduga telah terjadi persekongkolan SENDIKAT Mafia Tanah yang mempunyai jaringan BPN OKU, Oknum eks DPRD OKU, dan KUD Minanga Ogan,”ujarnya.

“Dalam perkara yang akan kami laporkan ke Kejati Sumsel hari ini, diduga telah terjadi persekongkolan jahat secara sistematis yang berakibat kepada warga yang kehilangan haknya,”lebih lanjut Aan Menjelaskan.

“Bahwa diduga kuat hasil pencairan fiktif tersebut digunakan oleh pihak KUD minanga Ogan dan PT Minanga Ogan selaku Avalist atau pihak bapak angkat dan memperkaya pengurus KUD Minanga Ogan mengingat General Manager PT minangga ogan merangkap sebagai sekretaris KUD minanga Ogan yaitu saudara Prasetyo Widodo dan dibantu oleh karyawan PT minanga Ogan yang merangkap sebagai sekretaris KUD Minaga Ogan yaitu saudara Yoga Ary Dhiskara serta pengurus koperasi KUD minangga Ogan yaitu Kamsyir sebagai ketua, Ghozali Hamidi sebagai wakil sekretaris beserta Fauzi Syukri dan sulyapa ( pengurus inti ) yang kesemuanya di balik layar ada Direktur PT Minanga Ogan yaitu ibu Mona Surya selaku pemilik PT. Mianga Ogan,”ungkap Aan.

Perkara ini sudah terendus cukup lama dan bahkan diduga sudah berkali kali dilaporkan, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya dan para pelaku masih melenggang menghirup udara segar.

“Diduga perkara ini sudah beberapa kali di laporkan namun pada kenyataannya sampai detik ini belum juga ada kejelasan secara signifikan ataupun pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam perkara ini,”ungkapnya.

Kami melakukan aksi damai hari ini, mendesak Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas semua yang terlibat dalam perkara ini dan perkara ini akan kami teruskan hingga ke pusat.

“Ini baru tahap awal, jika laporan yang kami tidak segera di tindaklanjuti, maka kami tidak akan segan membawa perkara ini ketingkat lebih tinggi dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung Rupublik Indonesia) (Kejagung RI),”tegas Aan.

Lebih lanjut, Aan dalam aksinya mendesak pihak Kejati Sumsel untuk mengusut beberapa tuntutan yang akan diserahkan kepada Kejati Sumsel antara lain :

1.Meminta kepada APH Kejati Sumsel untuk dan pejabat pemerintah yang berwenang untuk segera memanggil, memeriksa dan menahan oknum-oknum mafia tanah BPN OKU, PT Minanga Ogan dan pengurus KUD Minanga Ogan dan oknum/kelompok pejabat DPRD ataupun eks DPRD yang terlibat.

2.Meminta APH Kejati Sumsel untuk segera melakukan penyelidikan dan melakukan Audit terhadap CV. Graha Agri yang digunakan oleh YPN sebagai alat putaran uang dari hasil pencucian uang perkebunan KUD Minanga Ogan.

3.Meminta kepada APH Kejati Sumsel dan Pejabat Pemerintah Negara segera membentil TIM untuk melakukan penyelidikan atau membentuk satgas mafia tanah dan segera memanggil memeriksa BPN OKU dan Pengurus KUD Minanga Ogan atas dugaan mafia tanah pertambahan kawasan hutan dan dugaan tindak pidana pencucian uang, pemalsuan dokumen otentik peralihan hak/Aset milik anggota dan atau hal yang merugikan masyarakat banyak dan Negara.

4.Mendesak dan meminta APH dan pejabat pemerintah berwenang untuk segera mencabut badan hukum koperasi dan membubarkan KUD Minanga Ogan serta memberhentikan segala kegiatan dan mengembalikan hutan kawasan sebagaimana mestinya.

5.Sesuai instruksi presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kepada jajaran penegak hukum agar tidak ragu dan tindak tegas perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan, khususnya melanggar ketentuan pertanahan dan hutan.

Aski massa PSR di terima oleh Kajati Sumsel, yang di Wakili oleh Vanny Yulia Eka Sari, SH.,MH kasi Penkum Kejati Sumsel mengatakan kami (Kejati Sumsel) mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada kami dalam hal pemberantasan korupsi.

“Yang pasti, Kejati Sumsel tidak akan mentolelir mafia tanah, karena kami sudah menangani beberapa kasus besar seperti batang hari sembilan maupun perkebunan kelapa sawit yang ada di musi rawas,”ujarnya.

“Terkait tuntutan PSR, Pasti akan kami laporkan ke Pimpinan dan ini merupakan Lapdu baru silakan di PTSP di sertai dengan dokumen pendukung yang ada, untuk progresnya nanti di koordinasikan,”pungkasnya.

KAI Divre III Palembang Ingatkan Kembali Aturan Pengambilan Gambar di Stasiun Maupun di atas Kereta

0

Redaksi.co | Palembang, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam memberikan pelayanan selalu mengutamakan kenyamanan dan keselamatan para pelanggan. Dalam pelayanannya juga, KAI memiliki aturan atau ketentuan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh masyarakat maupun para pelanggan KA selama di stasiun dan di atas kereta untuk mewujudkan suasana yang nyaman dan kondusif.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan bahwa KAI tidak melarang terkait pengambilan gambar baik itu foto maupun video, namun terdapat sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan dan diikuti oleh masyarakat atau penumpang yang ingin melakukan hal tersebut.

“KAI memiliki aturan bagi masyarakat atau penumpang dalam hal pengambilan gambar di stasiun maupun di atas kereta yang mencakup peralatan yang digunakan dan kepentingannya,” ungkap Aida.

Aida menambahkan, jika dalam pengambilan gambar sudah menyertakan peralatan yang lengkap seperti tripod, lampu/lighting, microphone, dan drone serta peralatan penunjang kamera profesional lainnya, maka orang yang bersangkutan harus meminta izin terlebih dahulu.

“Jika petugas KAI mendapati masyarakat atau penumpang yang menggunakan peralatan tersebut, maka petugas KAI akan menyampaikan ketentuannya dan mempersilakan yang bersangkutan untuk meminta izin ke unit terkait di KAI,” ujar Aida.

Apabila masyarakat atau penumpang tersebut hanya menggunakan peralatan seperti kamera ponsel (handphone) hingga kamera DSLR dan mirrorless tanpa lensa profesional tambahan yang kepentingannya hanya untuk dokumentasi pribadi seperti selfie atau membuat video blog (vlog) diperbolehkan tanpa meminta izin.

Aturan ini KAI berlakukan guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan hasil karya foto atau video tersebut untuk kegiatan komersial dan beberapa kepentingan lainnya yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berikut ketentuan terkait pengambilan foto atau video di kawasan stasiun dan di dalam kereta api.

1. Penumpang dapat melakukan pengambilan gambar berupa foto dan/atau video di stasiun dan di dalam kereta api untuk dokumentasi pribadi.

2. Penumpang hanya dapat mengambil gambar selama berada di area penumpang/public area, selain itu tidak diperbolehkan. Adapun beberapa contoh area yang bukan untuk publik dan tidak diperbolehkan mengambil gambar seperti Loket, Dipo, ruang PPKA dan jalur kereta api serta tempat lainnya yang dapat berpotensi bahaya dan mengganggu operasional.

3. Pengambilan gambar harus mengutamakan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, orang lain dan diri sendiri, serta tidak mengganggu operasional dan pelayanan kereta api.

4. Ketentuan peralatan saat pengambilan gambar atau video di stasiun dan dalam kereta api meliputi diperbolehkan harus berizin dan diperbolehkan tanpa izin.

– Untuk peralatan yang diperbolehkan tanpa izin meliputi Handphone, Kamera DSLR, Kamera Aksi, Kamera Mirrorless, dan Monopad/Tongsis.

– Sedangkan peralatan yang diperbolehkan dan harus memiliki izin yakni apabila dilengkapi dengan peralatan penunjang kamera professional seperti Tripod, Microphone, Lighting, Drone, Lensa tambahan dan sebagainya.

5. Sementara itu untuk aktivitas pengambilan gambar yang harus berizin meliputi beberapa keadaan sebagai berikut:

– Kebutuhan komersial harus izin dari unit Komersialisasi Non Angkutan.

– Wartawan untuk kebutuhan peliputan, harus izin dari unit Humas.

– Instansi/Lembaga untuk kebutuhan penelitian/survey/kegiatan lainnya harus izin unit terkait.

Jika terjadi pelanggaran aturan tersebut, petugas KAI berhak mengambil tindakan seperti menegur bila pengambilan gambar menggangu operasional kereta api, kenyamanan, ketertiban, dan keselamatan perjalanan KA, orang lain, dan masyarakat atau penumpang itu sendiri.

“KAI terus mengimbau kepada masyarakat maupun penumpang KA pada saat mengambil gambar agar tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan bersama serta turut menjaga situasi agar tetap kondusif,” tutup Aida. (*)

Kakanwil Kemenag Sumsel Lepas Keberangkatan 368 Jemaah Haji Kloter 4 Asal Palembang

0

Redaksi.co | Palembang – Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan melepas keberangkatan 368 jemaah haji Kloter 4 asal Palembang di Gedung Serbaguna Asrama Haji Sumsel, Rabu (07/05/2025) dinihari WIB. Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan sejumlah pesan penting untuk bagi jemaah haji Sumatera Selatan.

Syafitri Irwan berharap, jemaah haji Sumsel dapat meluruskan niat berangkat ke Tanah Suci, semata-mata untuk beribadah dan mengharapkan ridho Allah SWT. Jemaah haji diminta memperbanyak amal ibadah dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak terkait dengan ritual ibadah haji, semisal berbelanja atau wisata.

“Puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina masih cukup lama. Perjalanan ibadah haji masih panjang, hendaknya kurangi hal-hal yang tidak terlalu penting,” pesan Syafitri, yang juga merupakan Ketua PPIH Embarkasi Palembang.

Dia juga berharap, para jemaah menjaga kondisi fisik dengan sebaik mungkin, banyak minum air putih, buah, dan sayuran. Menurut Syafitri, cuaca di Arab Saudi saat ini berkisar 37-40 derajat celcius. Jemaah haji hendaknya menggunakan alat pelindung diri saat keluar dari hotel seperti kacamata, masker, topi atau payung, dan alas kaki. Tak kalah penting jemaah diharapkan mencatat alamat lengkap hotel atau menyimpan kartu hotel tempat menginap serta membawanya ketika bepergian. Sehingga memudahkan petugas haji Indonesia untuk mengantar apabila jemaah terpisah dari rombongan atau lupa jalan menuju hotel.

“Kenali juga petugas haji Indonesia yang sudah dilengkapi atribut khusus. Mereka dapat ditemui di area sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, maupun di tempat-tempat lain. Mereka siap siaga membantu jemaah haji yang butuh pertolongan. Semoga bapak/ibu dapat menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan baik dan kembali ke Tanah Air dengan membawa predikat haji mabrur,” ujar Kakanwil.
Kloter 4 sendiri bertolak meninggalkan Bandara SMB II Palembang menuju Madinah pada Rabu (07/05/2025) pagi, dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines SV 5409. Ada dua jemaah haji Kloter 4 yang tertunda berangkat karena faktor kesehatan.

Mereka adalah Nadjamudin (70 tahun) yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Siti Fatimah dan istrinya Suparmi Syarif Idris (64).

Dengan keberangkatan Kloter 4, total jemaah haji yang sudah berangkat dari Embarkasi Palembang berjumlah 1.477, termasuk di dalamnya 16 petugas kloter. Pagi ini, mulai pukul 10.00 WIB, Embarkasi Palembang akan menerima kedatangan jemaah haji Kloter 5 asal OKU Timur dan Palembang di Gedung Serbaguna Asrama Haji Sumsel. (*)

Danrem 012/TU, Dandim 0105 Secara Virtual Ikut Halal Bihalal Purnawirawan TNI-POLRI Dgn Presiden

0

Aceh Barat Redaksi.co
Danrem 012/TU Kolonel Inf Benny Rahadian, S.E., M.Han., dan Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Sim, menghadiri rangkaian kegiatan Halal Bihalal Purnawirawan TNI – Polri dengan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual yang digelar di Aula Makodim 0105/Abar Jalan Imam Bonjol Desa Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu (7/5/2025)

Potret di Ruangan, kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh Kapolres Aceh Barat AKBP Yoghi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., Kasi Ter Korem 012/TU Mayor Inf Sarasin Celianto dan Pasi Ter Kodim 0105/Abar Lettu Inf Kardiar.

Sementara dari unsur Purnawirawan TNI – Polri yakni Ketua Pepabri Aceh Barat Letkol (Purn) Sadino beserta Wakil Ketua Mayor (Purn) Husni, Penasehat Pepabri Kapten (Purn) Dahlan Budiman, Wakil Sekretaris Pepabri Pelda (Purn) H. M. Nuraidi, Kompol (Purn) Selamat dan AKP (Purn) Riskin.

Rangkaian acara Halal Bihalal ini juga diisi dengan Kultum singkat sekaligus pembacaan doa oleh Menag RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A.

Selanjutnya, dari Balik Layar Virtual, Presiden RI Prabowo Subianto dalam prolognya mengatakan ucapan terima kasih sekaligus menyusun untaian kata mohon maaf lahir dan bathin. Pasalnya, saat ini masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M.

“Kehadiran para Purnawirawan TNI – Polri dalam ajang Halal Bihalal ini adalah suatu kehormatan yang setinggi – tingginya diberikan kepada saya”, ulas Presiden

Selanjutnya Presiden menjabarkan kilas balik perjuangan ratusan tahun yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak mau dijajah, tidak mau jadi bangsa yang kerdil dan bangsa yang miskin. Kala itu bangsa Indonesia berani mengambil sikap padahal negara belum punya anggaran, belum punya sistim administrasi dan belum punya organisasi senjata.

“Para pejuang kemerdekaan angkatan 45 bukan hanya dari unsur TNI – Polri saja, akan tetapi harus dikatakan bahwa angkatan 45 adalah generasi yang memimpin perebutan kemerdekaan Indonesia. Mereka yang di kelompok bersenjata dan yang tidak bersenjata sama – sama berjuang”, tegas Presiden

Pada saat orang tidak berani, lanjut Presiden, mereka di usia muda gagah perkasa merongrong para kolonial penjajah.

“Jenderal Soedirman adalah Panglima Besar kita dan negara ini dibangun oleh darah, keringat, air mata bahkan nyawa Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sekarang dapat kita lihat kekayaan bangsa yang dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia tercinta. Untuk itu, melalui wadah tradisi Halal Bihalal ini kita jadikan momentum yang sangat berharga untuk memperkuat silaturahmi. Ajang ini juga menjadi bukti bahwa para Purnawiran tetap solid dan menjaga hubungan maupun komunikasi dengan baik”, tutup Presiden RI Prabowo Subianto ****

Rusuh di Turnamen Macan Putih, Wasit di Pukuli,Pemain Tajura di Larikan ke Rumah Sakit

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Turnamen Macan Putih di Lapangan Bola Gajah Tunggal Ranto Panyang berubah menjadi ajang chaos, seperti di lansir KDN Selasa 6/5/2025.

Pertandingan seru antara Tajura Aceh dan Bale United berakhir ricuh, dengan wasit menjadi sasaran amukan dan salah satu pemain muda Tajura harus dilarikan ke rumah sakit.

Laga yang berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk Bale United sejatinya berlangsung sengit sejak babak pertama berlangsung.

Namun, babak kedua jadi titik ledakan tensi. Adu fisik semakin brutal, tekel-tekel keras mewarnai jalannya laga, dan keputusan wasit yang dinilai kontroversial membuat suasana kian panas.

Setelah peluit panjang tanda akhir pertandingan dibunyikan, emosi tak terbendung.

Sosok Wasitpun menjadi bulan-bulanan kemarahan. di tengah kekacauan, mengakibatkan salah seorang pemain muda Tajura Aceh jatuh terkapar tak sadarkan diri dengan luka serius di pelipis mata akibat diduga mendapat serangan secara fisik.

Pelatih Tajura Aceh, AKP Fajriadi, SH, tetap menunjukkan sikap ksatria di tengah amarah.

“Kami pulang dengan kepala tegak. Anak-anak bermain luar biasa. Walau kalah, mereka tampil berani dan nyaris mengimbangi tim berpengalaman seperti Bale United,” ujarnya bangga.

Namun, Fajriadi tak menutupi kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit.

“Ada dua momen handball di kotak penalti yang diabaikan, dan pemain kami dihantam dari belakang tanpa bola, tapi tak ada peluit. Ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan pemain,” tegasnya.

Lebih lanjut, dari keterangan sejumlah saksi mata di lapangan menyebutkan Insiden kekerasan terjadi bukan antara pemain dua tim, melainkan antara penonton dengan pemain Tajura.

” Korban bernama Ivan bernomor punggung 11 disebut menerima kekerasan dari sejumlah penonton yang marah atas aksinya memprotes wasit dan diduga hendak melakukan tindakan anarkis terhadap wasit,”ujar saksi mata yang tidak ingin disebut namanya.

Sementara itu ,Ketua panitia penyelenggara Turnamen Macan Putih, Salman menyampaikan permohonan maaf kepada publik pecinta sepak bola di Aceh Barat dan Aceh Selatan. Ia memastikan pihaknya telah menjenguk korban di rumah sakit serta mengambil langkah damai bersama official Tajura Aceh.

“Situasi saat ini sudah kondusif. Kami langsung menempuh jalan musyawarah, dan insiden ini menjadi pembelajaran besar bagi kami semua. Panitia bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” ungkap Salman.

Publik berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan, terutama soal kualitas kepemimpinan wasit dan pengamanan di lapangan.

Turnamen yang seharusnya menjadi ajang pembinaan bakat muda, jangan sampai ternodai oleh kekacauan yang mencoreng semangat sportivitas ****

Wali Murid MAN 3 Jember Senang Pelepasan Siswa – Siswi Tidak ada Biaya

0

Jember, Redaksi. co – Bertempat di halaman Sekolah MAN 3 Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, 1000 (seribu) tumpeng menghiasi acara pelepasan siswa kelas XII.

Kegiatan yang berlangsung pada senin malam 05 mei 2025 di ikuti oleh ratusan siswa siswi dan wali murid tampak terlihat meriah ketika seluruh peserta menggenakan pakaian tradisional khas Jawa, hal ini mengingatkan nostalgia di masa-masa kecil tempo dulu.

Di hadapan awak media, Kepala Sekolah MAN 3 Jombang, I. Mustofa Zuhri, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan; kegiatan pelepasan siswa – siswi semacam ini sengaja dilakukan untuk mengajarkan para siswa lebih mencintai budaya lokal, selain itu juga untuk menghormati lembaga lain yang saat ini dilarang untuk melakukan kegiatan yang terlalu membebani biaya pada wali murid.

“Kami adakan kegiatan berkonsep Tempoe Doloe demi meringankan beban wali murid, karena sebelumnya para wali murid sudah mengalami fase pengeluaran pembiayaan yang terlalu besar mulai dari momen Romadhon, hari raya Idul Fitri hingga pasca kelulusan.

Lanjut Kamad, selain 1000 tumpeng yang menjadi simbol syukur dan kebersamaan dalam melepas para siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, para tamu juga di suguhkan berbagai makanan jajanan jadul di berbagai stand UMKM yang dikelolah oleh anak didik kelas X dan XI.

“Kegiatan Pelepasan siswa sengaja kami buat secara sederhana namun banyak makna, agar wali murid tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar, sehingga biaya tersebut bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain, seperti untuk biaya melanjutkan kuliah, biaya mencari pekerjaan, “tambahnya.

Ditempat yang sama Rudi Haryanto sebagai wali murid mengapresiasi pihak sekolah, yang mana dalam kegiatan perpisahan pelepasan siswa selain acaranya yang menarik dan Klasik juga  para wali murid tidak di bebani biaya

Yang lebih menarik dalam kegiatan ini para guru MAN 3 Jember, ajarkan tradisi sungkem pada anak anak – anak untuk melatih kerendahan hati, rasa hormat, dan kasih sayang kepada orang tua. Hal ini menunjukkan jika selama 3 tahun anak kami menuntut ilmu  di MAN Jember ada rasa bakti dan terima kasih kepada orang tua,”ucap rudi (yan)