Senin, Maret 23, 2026
Beranda blog Halaman 291

Adanya Dugaan Indikasi KKN di Desa Mangsang Bayung Lincir Muba MAKO Minta Kejati Sumsel Usut Tuntas

0

Redaksi.co | Palembang – Puluhan massa Lembaga Milenial Anti Korupsi ( MAKO ) melakukan aksi Demonstrasi / aksi damai di Kejati Sumsel terkait adanya dugaan pengunaan Dana Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sematera Selatan tahun 2020 – 2024, aksi massa di laksanakan di Kejati Sumsel Jalan Gubernur H. Bastari, Kecamatan Jakabaring, Palembang. Jum’at (09/05/25)

Dikawal ketat pihak kepolisian, massa yang di Ketuai oleh Wadi Hartono dan di dampingi oleh Maradona Seketaris MAKO kepada awak media menyampaikan,”Milenial Anti Korupsi adalah Organisasi Pemuda yang peduli akan Pemerintahan Daerah maupun Pemerintahan Pusat, dimana tugasnya adalah sebagai Agent Of Change, Control Sosial, dan merupakan Organisasi yang peduli akan isu-isu sosial dan Korupsi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, serta berperan ikut andil dalam menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat dan peduli akan tata kelola
Pemerintahan Demokratis,”ujar Wadi Hartono.

“Maka dari itu kami sebagai lembaga penggerak, mengajak kepada seluruh komponen yang tergabung,
baik masyarakat, LSM, Pemuda, Mahasiswa, dan Aktivis Provinsi Sumatera selatan untuk berperan Pro Aktif dalam mengawal segala bentuk kegiatan roda pemerintahan yang berpotensi untuk terjadinya Indikasi Korupsi
Korupsi dan Nepotisme yang merupakan penyakit masyarakat yang sampai saat ini belum ada penawar yang tepat untuk
membersihkan korupsi,”tambahnya.

Oleh karena itu yang terjadi di DESA MANGSANG KECAMATAN BAYUNG
LENCIR, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN, berdasarkan Laporan Tim Investigasi dan penelitian
kami di lapangan serta data yang kami peroleh adanya DUGAAN Penyalah gunaan Anggaran dana
Desa yang di lakukan secara swakelola dari tahun 2020 s/d 2024 sebesar Rp. 5.394.784.000 ,00 ,

A. No 1055/DD/Mako/V/2025 Dengan Rincian Anggaran :
– Tahun 2020 adalah sebesar Rp. 993.462.000,00-
– Tahun 2021 adalah sebesar Rp 1.093.455.000,00-
– Tahun 2022 adalah sebesar Rp 1.037.782.000,00-
– Tahun 2023 adalah sebesar Rp. 1.089.992.000,00-
– Tahun 2024 adalah sebesar Rp. 1.180.093.000,00-
– Total dari Tahun 2020 sd 2024 sebesar Rp. 5.394.784.000 ,00 –

“Indikasi dugaanya adalah
Penyimpangan yang diduga mengarah pada dugaan KKN, Diduga terdapat beberapa realisasi yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan,”jelasnya Wadi Hartono.

Ditempat yang sama, Maradona Seketaris MAKO menambahkan Kades Desa Mangsang ini Sakit sudah bertahun-tahun, tapi sampai saat ini belum ada penggantinya,”karena ini menyalahi aturan Undang-undang No.6 tahun 2014 tentang Desa, pasal.26nayat hurup d menyatakan bahwa kades dapat di berhentikan karena tidak lagi memenuhi syarat kades, termaksud karena sakit yang tidak dapat di sembuhkan,”ujarnya.

Dengan adanya Persoalan tersebut, Maka Kami natinya Menyatakan Sikap dan Menuntut Kejati Sumsel sbb ;

1.Mendukung Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam hal melakukan pencegahan dan pemberantasan segala macam tindak pidana Korupsi di Kabupaten Musi Banyuasin.

2.Meminta Kepada Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melalui jajarannya untuk segera
melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut diatas.

3.Meminta Kepada Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melalui jajarannya untuk segera
memanggil, masing-masing Pengguna Anggaran tersebut diatas, serta semua Pihak yang terlibat pada
kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut untuk diperiksa, dimintai keterangannya serta untuk dimintai
data-data realisasi serta untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

4.Meminta pihak Kejati Sumsel dan jajarannya serta aparat pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin seperti Bupati, Camat, PMD setempat agar segera mengevaluasi serta segera dan secepatnya mengganti Kades yang sudah sakit bertahun-tahun tersebut demi kelancaran pembangunan di desa mangsang.

“Dan, kami berharap agar laporan kami ini segera di tindaklanjuti oleh Kejati Sumsel,”tutupnya.

Sementara itu, Kajati Sumsel yang di Wakili oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Eka Yulia Sari, SH. MH terkait aksi Demo mengenai dugaan dana desa mansang banyu lincir muba.

“Masalah ini akan segera ditindaklanjuti,”namun sebelumnya dirinya meminta kepada Melinial Anti Korupsi karena ini baru pertama kali laporanya, untuk melengkapi berkas laporannya untuk selanjutnya di masukan ke PTSP Kejati Sumsel,”tutupnya.

Salamatan Tutup Tandur, Dengan Harapan Padi Tumbuh Subur dan Aman Dari Hama

0

JEMBER, Redaksi.co – Puluhan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Rukun, Sido Dadi, Ngundi Rejeki menggelar tasyakuran tutup tanam padi di area persawahan Desa Keting Kecamatan Jombang Kabupaten Jember (09/05/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk  PJ Kepala Desa Keting, beserta perangkat desa, SDA beserta Stafnya, Babinsa, Babinkamtibmas serta para petani desa keting yang tergabung dalam Gapoktan

Abdul Rofik S, Sos ( PJ Kades Keting ) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani padi Desa Keting yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam acara tutup tanam.

Kegiatan ini merupakan bentuk syukur dan doa agar produksi padi mendatang bisa lebih meningkat dan dijauhkan dari hama penyakit. Sehingga harapan kedepan hasil panen mendatang akan melimpah.

Lebih lanjut PJ Kades, menyampaikan pentingnya kekompakan dan kejelian para petani dalam menghadapi berbagai indikasi masalah pada tanaman padi. Beliau juga menekankan perlunya koordinasi dengan dinas pertanian dan Koramil, sebagai pendamping dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah, sehingga ketika ada  masalah dapat segera ditangani dengan baik.

Ditempat yang sama, Umar Basar, ( Pengamat SDA Kencong ) mengajak para petani untuk menjaga saluran air, sehingga bisa memastikan efisiensi pengairan dan mencegah kerusakan yang dapat mengganggu pasokan air.

Jika tanaman padi terlalu banyak air, juga tidak bagus dan bisa menyebabkan akar tanaman padi membusuk karena kekurangan oksigen dan bisa menimbulkan kematian pada tanaman.

“Mengelola air dengan baik, dan menghindari praktik pertanian yang merusak lingkungan, sehingga kesuburan tanah tetap terjaga,

Selain itu Petani juga disarankan untuk memanfaatkan teknologi pertanian modern dan informasi terbaru untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan merekamereka, “ungkapnya (*)

*Sabet Tiga Penghargaan, Bidhumas Polda Malut Cetak Sejarah Penerima Penghargaan Terbanyak Polri*

0

REDAKSI.CO-Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Utara menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet tiga penghargaan sekaligus dari Divisi Humas Polri dalam Rakernis Humas Polri T.A. 2025 yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/5).

Pencapaian ini mencatatkan sejarah baru, menjadikan Bidhumas Polda Malut sebagai Satker dengan perolehan penghargaan terbanyak se-Indonesia pada kegiatan rakernis tersebut.

Penghargaan yang diraih Bidhumas Polda Malut tersebut yakni :

– Juara 1 Keaktifan Presenter dalam mengirim berita seluruh Indonesia;
– Juara 1 Keaktifan cipta trending topik terbaik Zona 3 (Zona Timur), dan;
– Juara 1 Keaktifan pengiriman berita SPIT-Mediahub Zona 3 (Zona Timur).

Ketiga penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., yang diserahkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kabidhumas Polda Maluku Utara mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang telah diraih.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi dan sinergi seluruh personel Humas Polri di wilayah Maluku Utara, mulai dari tingkat Polda hingga Polres jajaran.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi personel Bidhumas serta Humas Polres jajaran Polda Maluku Utara”. Ujarnya.

Lanjutnya, Ia berharap dengan raihan penghargaan ini dapat memacu semangat para personel Humas untuk terus berkarya dan berinovasi untuk memberikan konten-konten positif Polri baik itu berupa narasi berita, konten foto, video dan produk Kehumasan lainnya.

 

Supriyadi Resmi Duduki Kursi Ketua DPD Aptrindo Sumsel 2025-2030

0

Redaksi.co | Palembang, – Musyawarah Daerah 1 Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Musda APTRINDO) Sumsel Tahun 2025 dilaksanakan di Sintesa Peninsula Hotel ,Kamis (8/5/2025).

Tema yang diusung pada Musda APTRINDO Sumsel 1 adalah “DPD APTRINDO Mendukung dan Bersinergi Terhadap Kebijakan atau Peraturan Yang Ditetapkan Pemerintah Untuk Keselamatan Berlalu Lintas”.

Hadir Ketua Umum DPP APTRINDO Drs,Gemilang Tarigan, MBA, Ketua DPD APTRINDO Provinsi Sumsel H.Eddy Resdianto, dan tamu undangan lainnya.

Musda tersebut diselenggarakan juga pemilihan Ketua Umum dan pengurus baru Aptrindo Sumsel periode 2025-2030.

Ketua Umum DPP APTRINDO Drs,Gemilang Tarigan, MBA mengatakan, pihaknya merasa senang karena acaranya berjalan lancar.

“Sebetulnya ini sudah tertunda 2 tahun karena covid kemarin. Tapi syukurlah hari ini bisa berjalan lancar, dan mudah-mudahan dengan adanya pengurus yang baru yang muda ini bisa lebih bersemangat memperjuangkan kelancaran arus barang di Sumsel ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Gemilang menuturkan, pihaknya mengharapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperhatikan APTRINDO. Karena logistik ini dari pelabuhan sangat penting.

“Kegiatan kita ini adalah kegiatan distribusi logistik secara nasional untuk kepentingan masyarakat. Tapi jangan pula kita diadu dengan masyarakat. Karena kendaraan kita melewati jalan-jalan yang tidak sesuai dengan standarnya. Ini keluhan masyarakat bukan karena kemauan kita. Tapi karena keterpaksaan kita, karena tidak tersedia jalan yang sesuai dengan kelasnya,” katanya.

Menurutnya, perlu ada jalan khusus. Karena kalau tidak ada jalan khusus ya rubah saja kontainer tidak boleh masuk pelabuhan tapi ganti kendaraan kecil.

“Tapi itu minta kita kaji apakah itu menaikkan biaya logistik di Sumsel. Karena akan menimbulkan masalah baru karena kendaraannya tambah banyak kalau kendaraannya menggunakan kendaraan kecil,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DPD APTRINDO Provinsi Sumsel terpilih periode 2025-2030 Supriyadi mengatakan, khusus di Palembang kita dapat solusi dari pemerintah dengan keluar masuk jam operasional itu diatur.

“Kita dapat dari jam 09.00 pagi sampai jam 15.00 sore untuk keluar dari pelabuhan. Tapi itu pun sudah rasanya sudah tidak memungkinkan lagi, itu masih banyak yang tertunda tidak bisa keluar semua dari pelabuhan. Tapi itu sudah ketetapan pemerintah jadi kita harus ikutin,” katanya.

Menurutnya, masalah ini belum selesai ada. Karena pelabuhan di Palembang ini masih di tengah kota.

“Kalau kita dari APTRINDO mungkin bisa. Tapi ada masyarakat pengguna jalan lain yang mungkin merasa terganggu atau apa,” ucapnya.

Dia menjelaskan, program kedepan APTRINDO Sumsel akan bersinergi dengan pemerintah setempat dan ada penyesuaian tarif. Kemudian ada program-program peremajaan traktor yang sudah tua.

“Masih banyak program yang lain tapi yang agak kritis adalah pertama APTRINDO terdahulu itu memang yang agak krusial untuk kendaraan kita yang besar-besarnya untuk di pelabuhan masalah akses. Kita mendukung sebenarnya untuk program pemerintah supaya memang truk itu diatur untuk keluar keluar dan masuk pelabuhan,” katanya.

Dia menuturkan, masih banyak PR yang lain di pelabuhan sendiri masih banyak kendaraan yang belum masuk APTRINDO, karena diluar jangkauan APTRINDO untuk kontrol kendaraan dan mobilnya.

“Untuk tarif belum ada kesepakatan, jadi tarif yang masih menjadi PR,” tandasnya.

Ketika ditanya upaya untuk mengajukan jalan akses untuk kendaraan besar, dia menuturkan, itu sudah diajukan sudah sejak lama.

“Tapi memang belum terealisasi sampai sekarang tapi wacananya sudah ada. Kalau bisa disegerakan jalan khususnya. Sebagai contoh kecil kita dari pelabuhan kita keluarnya itu dari pelabuhan masuk ke pasar tumpah itu. Kalau kita butuh jalur khusus untuk logistik ini karena kota kita sudah besar. Hal jadi kebutuhan kita,” pungkasnya.(*)

Terjadi Laka Lantas Tunggal,Mini Bus Tabrak Dua Warung di Samatiga

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Terjadi Kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Meulaboh–Calang, tepatnya di Desa Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (8/5/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sebuah mobil penumpang Microbus Isuzu BL 7186 KB yang melaju dari arah Meulaboh menuju Aceh Jaya oleng dan menabrak dua warung milik warga.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan lima penumpang mengalami luka-luka dan dua warung warga mengalami kerusakan sedang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., Melalui Kasat Lantas Polres Aceh Barat, IPTU Yusrizal, S.E., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kecelakaan diduga terjadi karena sopir mengantuk saat melintasi tikungan ke kanan.

“Kondisi jalan saat itu cukup sepi, cuaca cerah, dan pengemudi diduga hilang kendali sehingga kendaraan keluar jalur dan menabrak dua warung di sisi kiri jalan,” ujarnya.

Adapun Pengemudi mobil diketahui bernama Tgk. Zainuddin (48), warga Dewantara, Aceh Utara, yang saat kejadian membawa enam penumpang. Lima di antaranya mengalami luka ringan hingga berat, dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.

Dua warung yang mengalami kerusakan akibat insiden kecelakaan tersebut adalah milik warga setempat, Zuariah (49) dan Muhammad Isa (35), keduanya berasal dari Desa Suak Timah. Kerugian materil ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa satu unit Microbus Isuzu beserta surat-surat kendaraan dan SIM pengemudi.

Polres Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam dan dini hari.

“Pastikan pengemudi dalam kondisi fit agar tidak membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya,” tutup IPTU Yusrizal ****

*Kunjungi Kantor Tandaseru.com, Kapolda Malut Apresiasi Peran Strategis Media*

0

REDAKSI.CO – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si. menyambangi kantor redaksi media online Tandaseru.com di Kelurahan Perumnas Jati, Kota Ternate, Kamis, (8/5/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus mempererat kemitraan antara kepolisian dan media.

Kapolda turut didampingi Karo Ops dan Dirreskrimum Polda Malut. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Pimpinan Redaksi Tandaseru.com, Ika Fuji Rahayu, beserta jajaran redaksi lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi terhadap peran strategis media dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Tanpa media, masyarakat tidak akan tahu apa yang sudah dan sedang kami kerjakan. Media adalah mitra penting dalam menjaga transparansi dan membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain membicarakan kolaborasi, Kapolda juga menyinggung isu strategis yang tengah menjadi perhatian nasional, yakni penertiban tambang ilegal. Ia menegaskan bahwa langkah tegas yang diambil jajarannya merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden kepada Kapolri.

“Tambang ilegal bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam ekosistem dan keselamatan warga. Kami akan menindak tegas, namun ke depan perlu ada solusi jangka panjang, misalnya lewat pemberian Izin Pertambangan Rakyat (IPR),” kata Irjen Pol. Waris.

Sementara itu, Ika Fuji Rahayu menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Kapolda dan menyambut baik ajakan untuk memperkuat sinergi.

“Kami merasa terhormat. Di Tandaseru, kami memiliki jaringan kontributor hampir di seluruh kabupaten. Liputan kami fokus pada isu hukum, pemerintahan, dan pendidikan,” kata Ika.

Ia juga mengapresiasi langkah Polda Maluku Utara dalam menindak aktivitas tambang ilegal yang meresahkan masyarakat setempat.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan media, demi menciptakan penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang.

MAN 1 Gerung Gelar Wisuda Kelulusan Tahun 2025, Suasana Haru dan Bahagia Warnai Acara

0

MAN 1 Gerung Gelar Wisuda Kelulusan Tahun 2025, Suasana Haru dan Bahagia Warnai Acara
Gerung, Redaksi.co – 8 Mei 2025

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gerung menggelar acara wisuda kelulusan tahun pelajaran 2024/2025 dengan penuh khidmat dan kebahagiaan, Sabtu (6/5/2025). Bertempat di aula utama madrasah, kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa kelas XII yang resmi menuntaskan masa pendidikannya.

Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan kepala madrasah, penampilan seni siswa, dan prosesi pemindahan kuncir toga sebagai simbol kelulusan. Tak hanya siswa dan guru, kegiatan ini juga dihadiri oleh para orang tua dan wali murid.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Gerung menyampaikan pesan yang menyentuh hati, menekankan bahwa momen kelulusan bukanlah akhir dari segalanya.
“Sesungguhnya, perpisahan itu tidak pernah benar-benar ada di luar sekolah. Perpisahan hanya terjadi pada momen seperti ini saja—karena hubungan antara guru dan murid akan terus hidup dalam kenangan, doa, dan harapan,” ungkap beliau dengan penuh makna.

Salah satu siswa berprestasi, Fahrul Ansori, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya usai mengikuti prosesi wisuda. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan kesan mendalam sekaligus pelajaran berharga.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi kenangan yang indah, tapi juga mengajarkan banyak hal, terutama tentang kebersamaan antara siswa dan guru. Kami belajar menghargai proses, mengenang perjuangan, dan mensyukuri hasil,” ujar Fahrul.

Sementara itu, Ibu Mistin, wali dari salah satu siswa lulusan, juga turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pihak madrasah.
“Saya berterima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua jajaran guru yang telah dengan sabar dan tulus memberikan ilmu kepada anak saya. Alhamdulillah, anak saya lulus dengan predikat terbaik tahun ini. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga kami,” ungkap Ibu Mistin dengan mata berkaca-kaca.

Wisuda kelulusan ini tidak hanya menjadi simbol perpisahan, namun juga momentum refleksi atas perjalanan belajar para siswa di MAN 1 Gerung. Harapannya, para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi generasi yang membanggakan bangsa dan agama.

Penulis: H. Suhaili
Sumber: www.redaksi.co

Masyarakat Desa Pelanjau Jaya Mengadu Ke DPR-RI Terkait Konflik Dengan PT. Minamas.

0

*Warga Desa Pelanjau Jaya Mengadu ke DPR RI, Desak Penuntasan Konflik Agraria dengan PT Minamas*

Jakarta – Puluhan tahun menanti keadilan, masyarakat Desa Pelanjau Jaya, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya melangkah ke pusat kekuasaan negara. Didampingi kuasa hukumnya, Rupinus Junaidi, S.H., perwakilan warga mengadu ke Komisi III DPR RI untuk menyuarakan konflik agraria yang diduga melibatkan perusahaan raksasa kelapa sawit, PT Minamas.

Konflik mencuat setelah PT Minamas diduga menggarap tanah ulayat milik masyarakat secara sepihak untuk perluasan kebun sawit. Warga menuding perusahaan menggunakan cara-cara yang melanggar hukum, termasuk dugaan tipu muslihat hingga intimidasi, yang bahkan berujung pada penangkapan dua warga desa.

“Kami datang ke sini bukan hanya membawa keresahan, tetapi juga harapan. Harapan bahwa negara hadir dan melindungi rakyatnya,” ungkap Mukip, salah satu perwakilan warga, yang hadir bersama tokoh perempuan desa, Sekisun.

Langkah ini ditempuh setelah berbagai upaya mediasi di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten tidak membuahkan hasil. Aspirasi yang pernah mereka sampaikan ke DPRD Kabupaten Ketapang pun berakhir tanpa kejelasan.

“Kami telah kehabisan jalur. Maka kami mengetuk pintu Komisi III DPR RI,” jelas Rupinus Junaidi. “Kami menduga kuat bahwa telah terjadi pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang serius oleh PT Minamas. Ini bukan hanya soal tanah, tapi juga soal martabat.”

Permohonan mereka disambut langsung oleh anggota Komisi III DPR RI, Dr. Bob Hasan, S.H., M.H. Dalam audiensi tersebut, masyarakat mendesak agar persoalan ini segera diagendakan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), agar mendapat perhatian serius dari lembaga legislatif yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan negara.

Rupinus menegaskan, masyarakat Desa Pelanjau Jaya tidak menolak investasi, namun menolak ketidakadilan. “Jika hukum bisa dibeli, maka keadilan hanya akan menjadi milik mereka yang berkuasa. Kami tidak ingin itu terjadi di negeri ini.”

Konflik agraria seperti ini mencerminkan persoalan mendalam dalam tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Ketika masyarakat harus berjuang hingga ke Senayan demi mempertahankan haknya, maka pertanyaannya: di manakah negara saat tanah rakyat dirampas?

Kemenkopolkam Dan TNI AL Pastikan Progres Pembangunan Menara Suar Karang Singa Berjalan Lancar

0

 

Redaksi.co | Batam – Pembangunan Menara Suar Karang Singa sebagai bentuk menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia. Komandan Lantamal IV Batam yang diwakili Wadan Lantamal IV Batam Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, S.E., M.Han., didampingi Dansatrol Lantamal IV Batam mengecek progres pembangunan. Rabu, (7/5).

Pembangunan Menara Suar Karang Singa di Perairan Bintan, Kepulauan Riau ini sangat penting dalam penguatan kedaulatan wilayah Republik Indonesia, tegas Wadan Lantamal IV Batam.

Deputi IV Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Mayjen TNI Rudy Syamsir juga mengungkapkan bahwa, Pembangunan Menara suar yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia 1 (Alki 1), Selat Malaka tersebut sangat penting bagi keselamatan pelayaran.

“Pembangunan Menara Suar ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk memperkuat pertahanan negara. Juga untuk menjaga keamanan wilayah laut kita, serta memanfaatkan potensi ekonomi maritim demi kemakmuran bangsa,” ucap Deputi IV.

Proses pembangunan Menara Suar Karang Singa ini sebenarnya telah dimulai sejak 2021 dengan dikoordinasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

Pembangunan diawali dengan dibangunnya menara suar sementara oleh Kementerian Pertahanan yang usai di 2022. Tahun 2023 proyek pembangunan menara permanen kemudian dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, dan ditargetkan selesai pada 2025.

Selama proses pembangunan Menara Suar Karang Singa terdapat sejumlah kendala, seperti kondisi alam dan kondisi cuaca yang menyulitkan proses pembangunan.

Oleh karena itu, dibutuhkan masukan konstruktif dari berbagai kementerian/lembaga terkait, hingga tersusun roadmap untuk menyelesaikan pembangunan ini. (Redaksi)

Penonton Tumpah Ruah Menyaksikan Turnamen Piala Presiden Macan Putih di Lapangan Gajah Tunggal

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Seribuan penonton pecinta olahraga sepak bola yang berasal dari berbagai daerah di Wilayah Aceh memadati Lapangan sepak bola Gajah Tunggal di Desa Ranto Panyang Barat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, pada Rabu 7/5/2025

Kehadiran mereka tidak lain untuk menyaksikan pertandingan di babak 8 besar Turnamen Open Cup yang memperebutkan Piala Presiden Macan Putih

Diketahui, Pertandingan babak 8 besar Turnamen Open Cup memperebutkan Piala Presiden Macan Putih sudah memasuki hari ke 11 , sejak awal pembukaan yaitu pada minggu 27/4/25 lalu, ribuan penonton terlihat antusias menyaksikan pertandingan antara Kesebelasan Tim Adam Depok melawan Tim Eva Sky Hotel yang berlangsung aman dan tertib

Presiden Club Macan Putih, Hasyim Johari (Acem), dan Camat Meurebo terlihat turut hadir menyaksikan langsung jalannya pertandingan.

Pengundian doorprize yang di pandu oleh MC (komentator) Nasir, untuk 3- 4 penonton yang beruntung, menjadi daya tarik tersendiri dan menambah semaraknya suasa di lokasi Lapangan Gajah Tunggal tempat di mana berlangsungnya pertandingan yang memperebutkan Piala Presiden macan putih.

Dalam laga ini Tim Eva Sky berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, sehingga berhak melaju ke babak selanjutnya.

Presiden Club Macan Putih, Hasyim Johari (Acem), saat di wawancara, kepada Media ini menyatakan ungkapan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan turnamen ini.

” Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya, panitia penyelenggara, Camat Kecamatan Meurebo, pihak keamanan dari unsur Babinsa TNI dan Babinkantibmas Polri, Tokoh masyarakat Kecamatan Mereubo, Tokoh masyarakat/Pemuda serta Masyarakat Aceh Barat dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materiel, sehingga terlaksananya turnamen ini dengan lancar hingga memasuki hari ke-11,” ungkap Presiden Club Macan putih itu.

” Ia juga menanggapi insiden kecil yang sempat terjadi pada Selasa sore, 6/5 dan meminta maaf kepada semua pihak khususnya kepada publik Aceh atas kejadian tersebut dan memastikan insiden serupa tidak akan terulang lagi dimasa yang akan datang.”

Ia juga menyampaikan rencana akan terus menggelar turnamen serupa setiap tahun dan menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Lebih lanjut, Hasyim Johari mengungkapkan harapannya untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan.

“Kami berencana untuk menggelar event turnamen berikutnya setiap tahun, tentu saja jika semua pihak terus memberikan dukungan yang positif seperti yang telah kami rasakan saat ini,” ujarnya dengan antusias.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak serta elemen masyarakat sangat penting untuk keberlangsungan dan peningkatan kualitas turnamen sepak bola di Aceh Barat ****

Dari pantauan Media ini, Antusiasme ribuan penonton yang hadir setiap harinya menjadi motivasi tersendiri bagi pihaknya untuk terus menyelenggarakan event yang positif bagi perkembangan olahraga di daerah tersebut.

” Jadwal pertandingan untuk besok kamis,8/5/25, Tim Kesebelasan RADO FC , dari Aceh barat VS Tim Kesebelasan ALBIYYAN 19, dari Kota Madya Sabang.”

Laga tersebut dimulai pada pukul, 16:30.wib. di lapangan Bola kaki Gajah Tunggal Gampong Ranto Panyang Barat, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh barat****