Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 29

*Senyum Warga Sula Terima Takjil dari Pak Polisi dan Abang Ojek*

0

REDAKSI.CO – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula bersama Bhayangkari Cabang Kepulauan Sula melaksanakan kegiatan bakti sosial pembagian takjil gratis kepada masyarakat berlokasi di depan Markas Komando (Mako) Polres Kepulauan Sula. Jumat (27/02)

​Dalam pelaksanaannya, Polres Kepulauan Sula bersinergi dengan Komunitas Ojek Pangkalan Desa Fatce. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum, meliputi pejalan kaki serta pengendara kendaraan roda dua dan roda empat.

Sebanyak 200 paket takjil berhasil didistribusikan sebagai wujud kepedulian institusi Polri di bulan suci Ramadan.

​Giat sosial ini didukung oleh gabungan personel dari berbagai satuan fungsi, yakni Sipropam, Siwas, Sihumas, Sikum, Sikeu, dan Sitik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Propam Iptu Ikbal Umanailo, S.H., Kasiwas Iptu Faisal Pora, S.IP., dan Kasi Humas Ipda Jaya Afandi M. Soumena S.H., beserta anggota Bhayangkari dan perwakilan ojek pangkalan.

​Kegiatan ini merupakan implementasi dari komitmen Polres Kepulauan Sula bahwa kehadiran Polri mencakup aspek sosial dan kemanusiaan, di luar tugas pokok penegakan hukum.

Selain itu, sinergitas antara kepolisian dan elemen masyarakat ini ditujukan untuk menciptakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif.

​Warga menyambut positif pembagian takjil tersebut, dan seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.

MBG Disorot! Anggaran Fantastis, Porsi Diduga Tak Sampai Rp10 Ribu, Ada Apa di Baliknya?

0

Redaksi.co MAMUJU : Program MBG yang disebut-sebut sebagai solusi pemenuhan gizi generasi penerus bangsa kini justru menuai gelombang kritik. Di tengah klaim besar tentang manfaatnya, publik mempertanyakan: apakah anggaran yang mengorbankan sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan itu benar-benar sampai ke anak-anak, atau justru bocor di tengah jalan?

Mengutip pernyataan Ketua BGN, anggaran per porsi MBG diklaim berada di kisaran Rp15.000 per hari. Namun fakta di lapangan disebut-sebut berbeda. Sejumlah temuan di SMAN 3 Kalukku serta beberapa sekolah di Desa Keang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, memunculkan dugaan bahwa nilai riil yang diterima siswa bahkan tak menyentuh Rp10.000 per porsi.

Pertanyaan pun bermunculan dari warga.

“Di mana letak gizinya? Apakah ini benar-benar makanan bergizi atau sekadar formalitas anggaran?”

Sorotan keras datang dari Rafli Perdana Putra, pemuda asli Desa Keang. Ia menyebut, jika dikalkulasikan secara realistis, biaya makanan yang diterima siswa diduga jauh dari angka yang diumumkan.

“Kalau dihitung-hitung, nilainya bahkan tidak sampai Rp10.000. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah. Jangan hanya programnya yang berjalan, tapi penerapannya melenceng dari regulasi,” tegas Rafli.

Ia juga mengingatkan potensi penyimpangan jika pengawasan lemah. Menurutnya, program yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak bangsa jangan sampai berubah menjadi ladang kepentingan oknum tertentu.

Tak hanya itu, pengelolaan dapur oleh yayasan pelaksana turut menjadi sorotan. Mulai dari kualitas bahan baku, standar kebersihan, hingga proses distribusi kepada siswa dinilai harus diawasi ketat agar sesuai standar yang telah ditetapkan.

Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di Mamuju. Gelombang kritik dan tuntutan transparansi pun menguat. Publik mendesak pemerintah serta lembaga penggerak dan pengawas untuk benar-benar menjalankan fungsi kontrolnya secara maksimal.

Dengan anggaran besar yang berdampak pada efisiensi program lain, MBG seharusnya menjadi contoh tata kelola yang bersih dan akuntabel, bukan justru memantik polemik.

Kalau memang anggarannya besar, maka pengawasannya juga harus lebih serius. Jangan sampai tujuan baiknya hilang di tengah jalan,” tutup Rafli. (ZUL)

Menyambut Bulan Suci Ramadhan Dudung Abdurachman Bertema Single Rilis Religi ” Jangan Lupa Berdoa “

0

Jakarta, Redaksi.co- Dudung Abdurachman (DAR) kembali merilis single religi berjudul “Jangan Lupa Berdoa”. Lagu ini menyampaikan dua pesan utama: bagi generasi muda sebagai bentuk pertahanan bangsa agar tetap kuat dan pantang menyerah demi masa depan bangsa, serta pesan religius untuk menjadikan doa sebagai kekuatan dalam kehidupan sehari-hari dan saat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Single “Jangan Lupa Berdoa” diproduseri oleh Richard Erlangga dan CongA Perwira, dikemas sebagai lagu pop religi yang ringan, sederhana, dan nyaman dinikmati oleh berbagai kalangan. Lirik dan konsep lagu ditulis langsung oleh Dudung Abdurachman (DAR) untuk menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya doa dalam kehidupan.

Dalam proses produksi, lagu ini melibatkan sejumlah artis dan konten kreator baik dalam pengisian vokal maupun pembuatan video musik. Di antaranya adalah Fajar Sadboy, Jibon Pablos, dan Ucox Bongax, yang memberikan sentuhan khas pada karya ini di bawah naungan label Nada Jwara.

Menurut Dudung Abdurachman (DAR), doa merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Setiap aktivitas, mulai dari bangun tidur, makan, hingga pekerjaan sehari-hari, sebaiknya diawali dengan doa. Pesan inilah yang ingin disampaikannya melalui lirik lagu “Jangan Lupa Berdoa”.

Lagu ini diharapkan dapat menjangkau lintas generasi karena liriknya bersifat universal dan mudah dipahami. Dari sisi musikal, “Jangan Lupa Berdoa” melibatkan beberapa musisi terkemuka Indonesia yang diarahkan langsung oleh CongA Perwira dalam aransemen musik dan pengisian vokal.

Musik lagu ini dikonsep secara sederhana dengan genre pop yang kuat secara emosional, dilengkapi dengan sentuhan biola dan akordeon yang memberikan nuansa Melayu, sehingga terdengar hangat dan khas.

Dengan dirilisnya single “Jangan Lupa Berdoa”, Dudung Abdurachman (DAR) berharap lagu ini dapat menjadi hiburan sekaligus nasihat bagi masyarakat tentang pentingnya doa. Karya ini juga menjadi bukti konsistensinya dalam berkarya di industri kreatif serta dukungannya terhadap dunia seni, meskipun tengah menjalankan tugas pemerintahan.

Semoga lagu “Jangan Lupa Berdoa” dapat diterima dengan baik oleh penikmat musik Indonesia dan membawa pesan kebaikan bagi semua pendengarnya.

Ditengah berbagai peristiwa bencana alam yang melanda beberapa daerah di Indonesia, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat, serta kabupaten-kabupaten lainnya, kita diingatkan akan pentingnya solidaritas dan doa bersama, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memohon ampunan dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sekaligus menjadi kesempatan emas untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan. Doa bukan hanya sebagai solusi saat menghadapi masalah seperti obat pada saat sakit, melainkan seperti oksigen yang diperlukan setiap saat untuk memberikan kekuatan dan harapan.

Selain berdoa, kita juga diajak untuk menjaga sikap dan perilaku yang positif terhadap sesama. Hal ini mencakup menjaga pandangan mata agar tidak memandang rendah orang lain, menjaga lidah agar tidak menyakiti atau membenci, menjaga hati agar selalu terbuka terhadap sesama, serta menjaga tangan untuk selalu berbuat baik dan berdoa untuk kesejahteraan orang banyak.

Dalam kesempatan ini, juga diperkenalkan beberapa nama yang berada dalam satu manajemen di Jawa Barat, yaitu Bunga, Raja, dan Bagus, yang dibawah pimpinan Pak Koki. Saya sebagai pembina dari pihak terkait telah mengambil data terkini dan terus melakukan pembaruan, termasuk juga terkait Maura yang menjadi bagian dari kelompok ini.

Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa bangsa Indonesia saling membutuhkan satu sama lain. Dengan menjadikan kebhinekaan sebagai pondasi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai atap persatuan, kita yakin bahwa Indonesia akan selalu tegak dan maju bersama.

“Marilah kita terus berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh bangsa dan negara, serta konsisten menjaga persatuan yang telah kita bangun bersama,” pungkas (DAR).

Peduli Kaum Disabilitas,RSUDMA Sumenep Gelar Penyuluhan Kesehatan Gratis

0

Perdana dikwartal pertama tahun 2026, Rumah Sakit Umum Daerah dr.Moh.Anwar (RSUDMA) Sumenep, melakukan penyuluhan kesehatan gratis khusus bagi penyandang Disabilitas, kegiatan itu menyasar lembaga pendidikan,salah satunya, Sekolah Luar Biasa (SLB) di kecamatan Saronggi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan kami dalam meningkatkan derajat kesehatan kelompok rentan,” kata Dirut RSUDMA Sumenep, dr Erliyati M.Kes, Jumat (27/02/26).

“Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat sejak dini, melakukan deteksi dini masalah kesehatan, serta memastikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan berkesinambungan”, sambungnya.

Erliyati juga menegaskan ,bahwa penyuluhan tersebut penting selain sebagai bentuk kepedulian penuh terhadap kaum difabel, juga sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial rumah sakit dalam melayani masyarakat Sumenep, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan.

“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Tim yang telah kami bentuk,semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.

Sebelumnya,rumah sakit plat merah itu telah memberikan fasilitas khusus berupa blok pemandu (guiding block) atau jalur khusus pasien dan toilet khusus penyandang difabel,sehingga sangat membantu mempermudah layanan kesehatan bagi para pasien berkebutuhan khusus.
(HR)

Kevin Wu Pimpin Dharmapala Nusantara, Siapkan Langkah Strategis Pengabdian Umat

0

Kevin Wu Pimpin Dharmapala Nusantara, Siapkan Langkah Strategis Pengabdian Umat

 

Jakarta

Ketua Umum Kevin Wu melantik pengurus Pusat Dharmapala Nusantara periode 2025-2030 di Jakarta, Jumat (27/02/2026), guna memperkuat program kerja strategis dalam menjaga nilai-nilai Buddha-Dharma di Indonesia.

 

Di tengah suasana penuh kehangatan, keluarga besar Dharmapala Nusantara (FABB) resmi memulai babak baru pengabdian mereka.

 

Melalui prosesi Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), FABB menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, melainkan motor penggerak harmoni bangsa.

 

“Momen ini adalah ruang bagi kita untuk duduk bersama, menyatukan pikiran, dan mempererat tali persaudaraan,” ujar Ketua Umum Dharmapala Nusantara, Kevin Wu, S.E., M.H., dalam sambutannya yang disambut antusias oleh para hadirin.

 

Kevin menekankan bahwa semangat Metta atau kasih sayang universal harus menjadi fondasi bagi setiap langkah yang diambil organisasi demi membawa kebahagiaan bagi sesama dan keharmonisan bagi negeri.

 

Visi Sahabat Sejati dan Struktur Penguatan

 

Dharmapala Nusantara memosisikan diri sebagai Kalyana Mitta atau sahabat sejati bagi Kementerian Agama RI, khususnya Ditjen Bimas Buddha, serta berbagai majelis tanpa sekat sektarian.

 

Fokus utama mereka tetap pada tiga pilar: menjaga Dharma, melindungi Dharma, dan memberikan proteksi kepada seluruh umat Buddha di tanah air.

 

Kepengurusan periode kedua ini, yang merupakan hasil tindak lanjut Musyawarah Nasional (Munas) November lalu, akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan hingga 2030.

 

Dalam struktur yang dilantik, Kevin Wu didampingi oleh Christian Louis sebagai Sekretaris Jenderal dan Irma Gunawan sebagai Bendahara Umum.

 

Organisasi ini juga memperkuat barisan dengan berbagai divisi strategis, mulai dari Departemen Hukum yang dipimpin Herna Sutana hingga Departemen Politik yang diketuai Sukman.

 

Menariknya, jajaran ini juga diisi oleh tokoh-tokoh lintas profesi, seperti Komandan Widodo dari unsur TNI AD yang membidangi mediasi krisis, serta Victor dari PWI yang aktif di divisi media.

 

Gema Ikrar Asta Pranidhana

 

Puncak acara ditandai dengan pembacaan ikrar Asta Pranidhana yang dipandu oleh Kevin Wu. Suasana ruangan sempat pecah dalam tawa saat Kevin menyapa akrab jajaran dewan penasehat, mulai dari Dr. Daniel Johan hingga Romo Sumedho.

 

“Semoga yang bergetar hatinya bukan hanya teman-teman di ruangan ini, tetapi semua yang mendengar seruan ini turut bergerak dalam satu barisan,” pekiknya sebelum memulai ikrar.

 

Delapan poin ikrar tersebut mencakup kesetiaan mutlak pada Pancasila, NKRI, dan UUD 1945, serta komitmen menjaga kemurnian Buddha, Dhamma, dan Sangha.

 

Selain itu, para pengurus bertekad menyingkirkan ego pribadi demi kepentingan bangsa dan Dharma.

 

Penutupan acara diakhiri dengan harapan agar para Buddha dan Bodhisattva senantiasa membimbing roda organisasi dalam menjalankan pengabdian bagi masyarakat dan negara.

Ristadi Tegaskan Peran Buruh dalam Reformasi Sistem Ketenagakerjaan, Serikat KSPN Dorong Perubahan Nasional

0

Ristadi Tegaskan Peran Buruh dalam Reformasi Sistem Ketenagakerjaan, Serikat KSPN Dorong Perubahan Nasional

 

Dalam forum deklarasi komitmen bersama reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang digelar di Jakarta, Presiden KSPN, Ristadi, menegaskan perlunya keterlibatan nyata buruh dalam setiap proses legislasi ketenagakerjaan. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pada pembahasan undang-undang sebelumnya menunjukkan minimnya ruang bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi.

 

Ristadi menekankan bahwa dialog harus melibatkan konfederasi dengan basis anggota riil, terutama 10 konfederasi besar yang aktif dalam Tripartit Nasional dan turut hadir dalam deklarasi tersebut. Ia juga menyoroti ketimpangan Upah Minimum Provinsi yang semakin melebar antar daerah, menyebut perbedaan upah antara Jogjakarta dan Karawang sebagai contoh ketidakadilan struktural.

 

Selain itu, Ristadi kembali menolak praktik outsourcing yang dianggap merugikan pekerja serta meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap impor ilegal yang telah menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja di sektor tekstil. Ia menegaskan bahwa reformasi SJSN harus benar-benar berpihak pada perlindungan buruh dan menjadi momentum perbaikan hubungan industrial di Indonesia.

Presiden KSPN, Ristadi, menyampaikan seruan tegas agar pemerintah dan DPR membuka partisipasi seluas-luasnya bagi buruh dalam reformasi undang-undang ketenagakerjaan dan SJSN. Pernyataannya disampaikan dalam acara deklarasi bersama konfederasi serikat pekerja nasional di Jakarta.

Menurutnya, pengalaman buruk dalam proses legislasi sebelumnya tidak boleh terulang. Keterlibatan buruh bukan hanya seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui dialog substansial dengan konfederasi yang memiliki kekuatan keanggotaan yang jelas.

Ia juga menyoroti ketidakadilan upah antardaerah yang menurutnya semakin tidak masuk akal. Perbedaan upah antara provinsi satu dengan lainnya, seperti Yogyakarta dan Karawang, dinilai tidak mencerminkan kondisi kebutuhan hidup yang sebenarnya.

Dalam kesempatan itu, Ristadi kembali menegaskan penolakannya terhadap sistem outsourcing serta mendesak penindakan tegas atas praktik impor ilegal yang mengganggu industri dalam negeri dan memicu gelombang PHK. Ia berharap momentum reformasi ketenagakerjaan dapat membawa perbaikan yang lebih adil bagi seluruh pekerja Indonesia.

Pada deklarasi komitmen reformasi SJSN yang dihadiri konfederasi besar pekerja, Presiden KSPN, Ristadi, menyampaikan bahwa buruh harus ditempatkan sebagai pihak utama dalam proses pembentukan regulasi ketenagakerjaan. Ia mengingatkan bahwa bila pemerintah dan DPR kembali mengabaikan aspirasi pekerja, gejolak besar dapat terulang.

Ristadi menilai dialog substansial dengan 10 konfederasi yang benar-benar memiliki basis massa merupakan syarat penting untuk menjaga legitimasi kebijakan. Ia juga menyoroti persoalan kesenjangan Upah Minimum Provinsi yang membesar dan dianggap tidak adil bagi pekerja maupun pengusaha.

Selain membahas isu upah, Ristadi menegaskan penolakan terhadap praktik outsourcing dan meminta pemerintah menindak keras impor ilegal yang memperburuk kondisi industri nasional. Ia menutup pesannya dengan harapan agar reformasi ketenagakerjaan dan jaminan sosial benar-benar menjadi titik balik dalam memperbaiki kualitas perlindungan buruh di Indonesia.

Ketersediaan Obat Puskesmas Kerap Terkendala, Ini Rencana Bupati Fakfak.

0

Fakfak, Redaksi.co – Bupati Fakfak memastikan ketersediaan obat di seluruh Puskesmas akan diperkuat melalui kerja sama dengan distributor obat dari Jakarta. Hal ini disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik di Bomberay, Kamis, 25 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa selama ini masih terdapat kendala terkait ketersediaan obat dan bahan habis pakai di sejumlah Puskesmas. Untuk itu, pemerintah daerah mengambil langkah strategis dengan menggandeng distributor yang akan membuka cabang di Fakfak.

“Kita sudah melakukan kerja sama dengan salah satu distributor obat di Jakarta. Nanti dia buka cabang di sini,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang.

Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan agar segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pak Sekda, untuk menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sehingga kerja sama tersebut bisa segera ditandatangani.

Dalam skema yang dirancang, distributor akan melayani seluruh Puskesmas di Kabupaten Fakfak. Jika stok obat atau bahan habis pakai di Puskesmas menipis atau habis, pihak Puskesmas cukup menghubungi distributor yang telah ditunjuk. Selanjutnya, distributor akan melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan sebelum mendistribusikan obat secara langsung.

Dengan sistem ini, petugas maupun kepala Puskesmas tidak perlu lagi turun langsung untuk mengambil obat. Proses pengantaran akan dilakukan oleh pihak distributor setelah mendapatkan persetujuan dari Dinas Kesehatan.

Meski demikian, Bupati menegaskan agar penggunaan obat harus benar-benar sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.

“Tidak boleh ada jual beli obat. Obat ini khusus untuk digunakan dan diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap kebijakan ini dapat mempercepat pelayanan kesehatan serta menjamin ketersediaan obat bagi masyarakat hingga ke wilayah distrik.

Perluas Jangkauan Mobil La Sehat,Langkah Nyata Erliyati Dalam Menjaga Kualitas Layanan Pasien

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh.Anwar (RSUDMA) Sumenep,kembali manjakan pasien melalui program layanan antar pulang gratis (La Sehat), Tak hanya membantu mobilitas pasien, program ini juga mempertegas komitmen rumah sakit pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih humanis.

Sejak diluncurkan, sekitar 500 pasien telah memanfaatkan fasilitas tersebut. Mereka diantar langsung ke rumah masing-masing tanpa dipungut biaya setelah dinyatakan selesai menjalani perawatan.

Program ini menjadi solusi bagi pasien yang kesulitan mendapatkan kendaraan, terutama mereka yang tidak memiliki akses transportasi memadai saat pulang dari rumah sakit.

Kini, jangkauan layanan La Sehat juga semakin luas. Jika sebelumnya hanya melayani wilayah Kota Sumenep, Batuan, Manding, Kalianget, dan Saronggi, saat ini rute diperpanjang hingga Kecamatan Gapura. Perluasan itu diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat di wilayah yang lebih jauh dari pusat kota.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh, termasuk memastikan pasien dapat kembali ke rumah dengan aman.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, termasuk mempermudah akses transportasi bagi pasien. Selain memperluas jangkauan, kami juga merencanakan penambahan armada mobil La Sehat agar pelayanan semakin luas dan waktu tunggu bisa ditekan,” ujar Erliyati,Jumat (27/02/26).

Pihaknya menambahkan, layanan ini merupakan wujud keseriusan manajemen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan pasien.

Dengan adanya mobil La Sehat, pasien tidak hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi juga kepastian transportasi saat kembali ke rumah. Pihak rumah sakit pun memastikan akan terus berinovasi agar masyarakat semakin merasakan manfaat kehadiran fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.

“Kami ingin masyarakat yakin bahwa pelayanan di RSUDMA Sumenep dilakukan secara maksimal. Bagi kami, kualitas layanan adalah prioritas utama,” tegasnya.

(HR)

Menata Asa, Mengukir Karya: Refleksi Satu Tahun Kab.Sukabumi di Bawah Nakhoda H.Asep Japar – H.Andreas

0

Redaksi.co || Setahun sudah Kabupaten Sukabumi menapaki babak baru kepemimpinan. Sejak dilantik pada Februari 2025, pasangan Bupati H.Asep Japar dan Wakil Bupati H.Andreas telah membawa angin perubahan di wilayah yang kaya akan potensi alam dan budaya ini. Dengan visi besar menuju Sukabumi yang Maju, Adil, dan Makmur, perjalanan satu tahun ini bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang komitmen menghidupkan kembali “Permata yang Terpendam” menjadi daerah termaju di Jawa Barat.

Kepemimpinan Kuat: Harmoni Birokrasi dan Rakyat

H.Asep Japar, dengan latar belakang birokrat yang mumpuni, bersinergi apik dengan H.Andreas dalam menciptakan stabilitas pemerintahan. Kepemimpinan mereka ditandai dengan gaya yang inklusif namun tegas. Dalam satu tahun pertama, penguatan tata kelola pemerintahan dan efisiensi anggaran menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada masyarakat.

Mengelola Potensi SDA dan Pariwisata

Sukabumi dianugerahi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dengan potensi Gurilapsnya dan sektor pariwisata bertaraf internasional seperti Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Di bawah kepemimpinan Asep Japar – Andreas, sektor-sektor ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah:

Optimalisasi SDA: Pemerintah daerah mulai melakukan langkah serius dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan potensi agrobisnis secara berkelanjutan.

Pariwisata Terintegrasi: Fokus pada perbaikan infrastruktur jalan di kawasan wisata menjadi bukti nyata untuk meningkatkan aksesibilitas dan minat wisatawan, yang pada gilirannya mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan kesejahteraan warga sekitar.

Prestasi Kerja dalam Satu Tahun

Meski tantangan masih ada, beberapa capaian signifikan telah diraih:

Infrastruktur Prioritas: Perbaikan sejumlah ruas jalan rusak dan pembangunan fasilitas pendidikan mulai menunjukkan progres nyata sebagai bentuk realisasi janji kampanye.

Iklim Investasi: Peningkatan iklim investasi diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk DPMPTSP, yang melihat kepemimpinan baru ini memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi para investor untuk masuk ke Sukabumi.

Komitmen Sosial: Program beasiswa dan perhatian pada sektor kesehatan menjadi langkah konkret pasangan ini dalam menciptakan keadilan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Jalan Terjal Menuju Adil dan Makmur

Satu tahun memang baru permulaan. Kritik dan evaluasi terkait isu lingkungan serta proyek infrastruktur yang belum tuntas tetap menjadi “PR” besar yang diakui oleh Bupati Asep Japar. Namun, dengan keterbukaan ruang evaluasi, pasangan ini menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dan dedikasi untuk terus berbenah.

Kesimpulan

Refleksi satu tahun ini menjadi momentum emas sebagai pijakan penting. Sukabumi yang Maju, Adil, dan Makmur merupakan cita cita mulia sebagai tujuan utama akan terwujud dengan kepemimpinan kuat H.Asep Japar (Bupati ) – H.Andreas (Wakil Bupati) terus berjalan selaras dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Dengan potensi alam yang tak terbatas sangat kaya, masa depan Sukabumi kini berada di tangan H.Asep Japar dan H.Andreas pemimpin yang siap bekerja mengabdi dengan hati mewujudkan  Sukabumi yang Maju. Adil dan Makmur.

(Penulis : Aam Abdul Salam, Penasehat PWI Kab.Sukabumi, Penasehat Serikat Media Siber Indonesia/SMSI Sukabumi, Presidium Korp Alumni HMI/KAHMI Sukabumi)

Editor : M.Nabil

Utamakan Kepentingan Masyarakat,dr.Erliyati Ajak Semua Nakes Amanah Dalam Melayani Pasien

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr.Moh.Anwar (RSUDMA) Kabupaten Sumenep,tahun 2026 ini tetap berkomitmen melakukan pelayanan bagi pasien dengan amanah, sesuai visi-misi pemerintah setempat.

Direktur Utama RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati mengatakan, semua pasien, baik umum maupun pasien yang dibiayai pemerintah akan tetap mendapatkan layanan prima sesuai dengan komitmen Pimpinan daerah,

“Pelayanan di rumah sakit yang kami pimpin tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,
petugas medis dijamin akan tetap bekerja sesuai mekanisme yang berlaku dan amanah,serta bekerja sesuai SOP,” katanya, Kamis(26/02/26).

Menurut Erliyati, seluruh poli yang tersedia di rumah sakit tersebut siap melayani dengan amanah, tanpa membedakan golongan pasien,

Kami terus menawarkan kemudahan bagi semua pasien yang berobat di rumah sakit ini,pasien yang mengalami kendala, misalnya kendala administrasi, kami pasti membantu,” ucapnya.

Erliyati menegaskan, pelayanan yang mudah dan amanah tersebut juga didukung oleh fasilitas media yang memadai, sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk berobat di RSUDMA,

“Tenaga medis yang kami miliki juga bagus dan mumpuni,serta ditunjang dengan fasilitas yang sudah cukup memadai ” jelasnya.

“Untuk saat ini,jumlah pasien di rumah sakit relatif banyak karena memasuki musim hujan yang rawan terjadinya penyakit,namun kita jamin tidak akan ada pasien yang sampai terlambat mendapatkan layanan atau pengobatan karena setiap pasien yang masuk langsung ditangani sesuai diagnosa,”tukasnya.
(HR)