Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 28

Sampaikan Aspirasi Publik, Ingin Polri yang Humanis dan Akuntabel

0

Redaksi.co | Palembang – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sumatera Selatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperingati Hari LSM Sedunia.

Kegiatan bertema “Ramadhan dan Reformasi, Aspirasi Publik Untuk Polri yang Humanis dan Akuntabel” tersebut digelar di Resto Hotel Kusuma, Palembang, Jumat (27/2/2026).

Ketua Umum LSM GRANSI, Supriyadi, SP mengatakan kegiatan buka puasa bersama itu dihadiri lebih dari 50 LSM dan ormas di Sumsel, khususnya Kota Palembang. Selain berbuka puasa, acara juga diisi diskusi kebangsaan terkait peran strategis LSM dan ormas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Fokus kita adalah mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan. Alhamdulillah, selama ini tidak pernah terjadi bentrokan antara LSM, ormas maupun wartawan,” ujar Supriyadi.

Ia menegaskan bahwa LSM dan ormas merupakan lembaga independen yang lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen menjaga marwah organisasi dan menjunjung tinggi nilai persatuan.

“Jadilah LSM dan ormas yang bermartabat. Dengan tema Ramadhan dan Reformasi ini, kami ingin menyampaikan aspirasi publik agar Polri semakin humanis dan akuntabel. Kami siap mendukung Polri dalam menciptakan kamtibmas,” tegasnya.

Supriyadi juga berharap LSM dan ormas dapat lebih dilibatkan dalam berbagai agenda bersama aparat penegak hukum. Menurutnya, sinergi antara masyarakat sipil dan kepolisian menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia turut menyoroti tidak hadirnya perwakilan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap ke depan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan LSM serta ormas bisa lebih ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koordinator Daerah (DKD) Garda Prabowo Sumatera Selatan, Hardiansyah Bana, S.H., M.B.A. atau Bana Djuni, menegaskan bahwa ormas dan LSM memiliki fungsi strategis sebagai kontrol sosial dan penyeimbang pemerintah.
“Ormas dan LSM adalah bagian dari kontrol sosial. Garda Prabowo lahir dari gagasan Bapak Prabowo Subianto dan disahkan pada 2017. Kami mengawal program-program beliau sebagai Presiden RI dan siap bersinergi dengan ormas maupun LSM mana pun,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Martin turut mengajak seluruh organisasi menjaga kekompakan. “Kita harus solid dan saling menjaga. Stabilitas keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Dalam sesi diskusi, Aktivis sekaligus Akademisi Dr. Ade Indra Chaniago memaparkan pentingnya pemahaman sistem ketatanegaraan.
Ia menjelaskan bahwa negara memiliki tiga pilar utama, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang saling menopang dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

“Dalam sistem yudikatif terdapat subsistem seperti kepolisian, kejaksaan, dan peradilan. Jika dalam sistem politik tidak ada oposisi, maka tidak ada penyeimbang. Di sinilah peran ormas dan LSM sebagai kelompok penekan atau kelompok kepentingan sesuai concern masing-masing,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa indikator keberhasilan seorang pemimpin dapat diukur dari kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia mengutip pandangan ilmuwan politik bahwa politik merupakan jembatan antara pemimpin dan rakyat, sehingga masyarakat harus terus dicerdaskan secara politik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB), Kgs Sofyan, M.Pd mengatakan bahwa di beberapa negara seperti Amerika Serikat, LSM berperan layaknya oposisi yang melakukan pemantauan dan pengawasan atas kebijakan pemerintah.

“LSM berdiri atas nama masyarakat dan untuk masyarakat. PMPB sempat vakum hampir 25 tahun, dan kini kami ingin kembali berkontribusi membantu masyarakat agar Palembang menjadi kota yang aman dan makmur,” ujarnya.

Acara tersebut juga mengundang Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo SIK MH namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena agenda mendadak.

Sebagai penutup, seluruh perwakilan ormas dan LSM yang hadir membacakan deklarasi damai berisi komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Deklarasi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan penegasan bahwa ormas dan LSM di Sumsel siap berperan aktif menjaga kondusivitas daerah, khususnya selama bulan suci Ramadhan.(ril)

Desil “Kacau Balau” PMII Mamasa Mengamuk, Rakyat Miskin Dicap Mampu, BPJS dan Bansos Terancam Lenyap

0

Redaksi.co MAMASA : Mamasa bergejolak. Sistem desil yang dijadikan acuan tingkat kesejahteraan masyarakat justru memantik badai protes. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamasa melontarkan kritik keras dan menilai sistem tersebut sarat kejanggalan.

Menurut PMII, data desil yang kini menjadi dasar penentuan bantuan sosial dinilai tidak transparan dan tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat di Kabupaten Mamasa. Dampaknya fatal, warga yang secara ekonomi masih kesulitan justru tercatat dalam desil tinggi atau dikategorikan sebagai masyarakat mampu.

“Ini bukan sekadar keliru, ini kacau! Banyak warga miskin tiba-tiba dianggap sejahtera,” tegas Yasir, Pengurus Cabang PMII Mamasa.

Imbasnya langsung menghantam rakyat kecil. Sejumlah warga dilaporkan mengalami penonaktifan BPJS dan kehilangan akses terhadap berbagai bantuan pemerintah karena sistem tersebut menggolongkan mereka sebagai mampu. Situasi ini memicu keresahan luas dan mempertanyakan validitas data yang digunakan.

PMII Mamasa mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tidak sekadar bertumpu pada data administratif di atas kertas. Mereka menuntut pendataan ulang secara langsung ke lapangan agar angka-angka yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan realitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Jangan hanya duduk di balik meja. Turun ke lapangan, lihat sendiri kondisi warga. Data harus faktual, bukan asumsi,” lanjut Yasir.

Keluhan masyarakat terus bermunculan. Banyak warga mengaku kaget ketika mengetahui status desil mereka melonjak tanpa pemberitahuan maupun penjelasan memadai. PMII menilai pemerintah daerah tidak boleh menutup mata dan harus segera mengambil langkah konkret agar polemik ini tidak berubah menjadi krisis kepercayaan publik.

Selain mendesak perbaikan data, PMII juga menuntut adanya sosialisasi terbuka terkait mekanisme penentuan desil serta prosedur perubahan data bagi warga yang merasa dirugikan. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk meredam keresahan yang kian meluas.

PMII Mamasa menegaskan, seluruh instansi pemerintah yang berwenang harus segera bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan ini secara tuntas. Jika tidak, polemik desil bukan hanya menjadi persoalan administrasi, tetapi juga ancaman serius bagi hak-hak dasar masyarakat kecil di Mamasa. (ZUL)

Tiga Calon PAW Kades Kebon Ayu Siap Bertarung, Sistem Delegasi Jadi Penentu

0

Tiga Calon PAW Kades Kebon Ayu Siap Bertarung, Sistem Delegasi Jadi Penentu

Lombok Barat – Redaksi.co Panitia Pemilihan resmi menetapkan tiga calon Pengganti Antar Waktu Kepala Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026, menggunakan sistem delegasi perwakilan dari masing masing dusun.

Warga kebon Ayu

Adapun calon yang telah ditetapkan adalah:

Nomor urut 01: Kasim Ss

Nomor urut 02: Mustafa

Nomor urut 03: Nuriman

Berbeda dengan pemilihan langsung oleh seluruh warga, mekanisme PAW ini menggunakan sistem delegasi. Setiap dusun mengirim lima orang perwakilan dari unsur masyarakat yang telah ditentukan untuk memberikan hak suara dalam forum pemilihan. Para delegasi inilah yang nantinya menentukan siapa figur yang akan memimpin Desa Kebon Ayu hingga akhir masa jabatan.

Tokoh masyarakat setempat, Padlan, menyebut bahwa dalam dinamika yang berkembang, nama Kasim Ss menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan dan dinilai memiliki peluang kuat.

“Beliau sudah teruji dalam menghadapi persoalan desa. Pendekatannya komunikatif dan tidak emosional. Itu yang membuat banyak pihak percaya,” ujar Padlan kepada Redaksi.co.

Padlan juga menyinggung rekam jejak Kasim Ss saat terjadi penyegelan Kantor Desa Kebon Ayu oleh seorang warga yang mengklaim bangunan tersebut sebagai hak milik pribadi atas nama Sai’in. Peristiwa tersebut sempat menghambat pelayanan publik dan memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Dalam situasi itu, Kasim Ss tampil sebagai penengah. Dengan negosiasi yang persuasif, segel akhirnya bisa dibuka dan aktivitas pemerintahan desa kembali berjalan normal,” jelas Padlan.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu indikator kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan desa saat ini. Sistem delegasi yang diterapkan diharapkan mampu melahirkan keputusan yang bijak melalui para wakil masyarakat yang telah ditunjuk.

Pemilihan pada 4 Maret 2026 mendatang diprediksi berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Masyarakat berharap proses berjalan transparan dan menghasilkan pemimpin yang mampu menjaga stabilitas serta membawa Desa Kebon Ayu ke arah yang lebih baik.

Sumber: Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Abach Uhel

Membumikan Trisakti di Era Prabowo: Menjaga Nyala “Kawah Candradimuka” di Ambang Perang Dunia III

0

Oleh : Abdul Salam Nur Ahmad, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98-PPJNA 98

REDAKSI.CO || Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Di tengah gemuruh konflik geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan bumi—yang oleh banyak pengamat disebut sebagai ambang Perang Dunia III—Indonesia berdiri di persimpangan jalan sejarah. Di tengah ketidakpastian global ini, sebuah gerakan rakyat harus hadir dengan satu seruan kuat: Membumikan kembali Trisakti.

Gerakan ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan strategi bertahan hidup sekaligus lompatan besar bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Trisakti: Perisai Bangsa di Tengah Badai Global

Konsep Trisakti yang dicetuskan oleh Bung Karno—Berdaulat di bidang politik, Berdikari di bidang ekonomi, dan Berkepribadian dalam kebudayaan—kini menemukan relevansi tertingginya untuk menghadapi perkembangan situasi konflik global.

Dalam situasi ancaman perang global, kedaulatan pangan, energi, dan mentalitas bangsa adalah harga mati. Presiden Prabowo, dengan visi ketahanan nasionalnya yang kuat, dipandang sebagai katalisator utama untuk mengimplementasikan Trisakti secara nyata, bukan sekadar slogan di atas kertas.

Menyelamatkan Universitas Trisakti: Menjaga Sang Kawah Candradimuka

Salah satu pilar utama dalam gerakan “Membumikan Trisakti” adalah penyelamatan dan penguatan Universitas Trisakti. Institusi ini bukan sekadar perguruan tinggi biasa; ia adalah warisan sejarah yang langsung diberi nama oleh Bung Karno.

Pusat Penggemblengan : Sebagai “Kawah Candradimuka”, Universitas Trisakti didirikan untuk menggodok generasi muda menjadi pemimpin yang tangguh, berani, dan visioner.

Benteng Intelektual : Di tengah ancaman perang fisik dan informasi, Universitas Trisakti harus dikembalikan fungsinya sebagai pusat pemikiran strategis yang mendukung kemandirian bangsa.

Misi Penyelamatan : Gerakan rakyat ini menekankan pentingnya menjaga integritas dan marwah universitas ini dari berbagai konflik internal maupun eksternal, agar ia tetap fokus mencetak “Manusia Trisakti” yang siap membawa Indonesia memimpin dunia.

 

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” – Bung Karno

 

Menuju Indonesia Pemimpin Dunia

Visi besar ini sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menginginkan Indonesia kuat secara militer dan ekonomi. Jika generasi muda Indonesia benar-benar dijiwai oleh ruh Trisakti, Indonesia tidak akan hanya menjadi penonton dalam kancah perang global, melainkan menjadi penengah dan pemimpin.

Gerakan Rakyat Membumikan Trisakti mengajak seluruh elemen bangsa untuk:

1. Mendukung Hilirisasi, Gerakan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi agar kita tidak bergantung pada rantai pasok global yang rentan perang.

2. Memperkuat Pendidikan Karakter di universitas-universitas, terutama Universitas Trisakti, agar melahirkan pemimpin yang kuat menjaga kedaulatan tak bisa dibeli oleh kepentingan asing.

3. Menjaga Persatuan Nasional sebagai modal utama menghadapi tekanan geopolitik. Serta mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia Berdoa khususnya untuk ummat Islam saat Bulan Ramadan tiada henti hentinya Berdzikir, Bersholawat dan Berdoa untuk Kekuatan Kesehatan Bapak Presiden Prabowo dan Dianugerahkan Negeri yang Aman Damai Gemah Rifah Lohjinawi Adil dan Makmur.

Penutup

Masa depan Indonesia ada pada keberanian kita untuk kembali ke jati diri bangsa. Bersama Presiden Prabowo, gerakan membumikan Trisakti adalah jawaban atas tantangan zaman. Menyelamatkan Universitas Trisakti adalah langkah awal memastikan bahwa “api” perjuangan untuk Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian akan terus menyala, membawa kita keluar dari bayang-bayang perang menuju puncak peradaban dunia.***

Editor : Fikrie M

Dukung Kinerja Pemkab,RSUDMA Sumenep Gelar MCU Khusus Pejabat Daerah

0

Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang bertujuan mendeteksi dini penyakit, memantau kondisi organ (jantung, ginjal, hati), dan mengevaluasi status kesehatan secara berkala. Pada umumnya meliputi konsultasi riwayat medis, pemeriksaan fisik, tes darah/urine, dan rontgen,yang disarankan dilakukan setahun sekali.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr.Erliyati, M. Kes, menyatakan bahwa pelayanan medical check up bagi pejabat daerah merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung kinerja pemerintah daerah melalui pelayanan kesehatan yang optimal.

Selain itu,Erliyati menyebut MCU dilakukan untuk mendeteksi dini,yakni mengidentifikasi risiko penyakit serius seperti diabetes, kanker, atau stroke sebelum gejala muncul.Mencegah komplikasi penyakit dengan penanganan lebih awal.

“Medical check up ini penting sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan,jadi kondisi kesehatannya terpantau,sehingga para pejabat daerah dapat bekerja lebih maksimal dalam melayani masyarakat,” ujar Erliyati, Jumat (27/02/26).

Pelayanan medical check up bagi pejabat daerah ini juga menjadi bagian dari upaya RSUDMA Sumenep,dalam meningkatkan mutu layanan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

“Untuk tahun ini ,MCU khusus Pejabat Daerah sudah kami lakukan bulan lalu ,dan direncanakan akan dilakukan secara berkala,”terangnya.

“Kami juga membuka layanan medical check up bagi masyarakat umum, instansi pemerintah, maupun swasta,tentunya dengan berbagai paket pemeriksaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan,”tukasnya.

(HR)

Langgar Kode Etik, Anggota Polres Purworejo Dipecat Setelah 31 Tahun Mengabdi

0

PURWOREJO || Redaksi.co – Polres Purworejo menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap salah satu anggotanya, Bripka TW, pada Jumat (27/2/2026). Upacara yang berlangsung di Gedung Tribrata Polres Purworejo ini menjadi catatan tegas institusi terhadap pelanggaran disiplin.

​Bripka TW, yang sebelumnya bertugas di Satuan Samapta (Satsamapta) Polres Purworejo, resmi dilepas dari statusnya sebagai anggota Polri karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

​Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, menjelaskan bahwa Bripka TW sebenarnya telah memiliki masa pengabdian yang cukup panjang di kepolisian:

  • Awal Dinas: Diangkat sebagai anggota Polri pada 7 Januari 1995 dengan pangkat Bharada.
  • Masa Kerja: Telah menjalani dinas selama 31 tahun.
  • Pendidikan Terakhir: Sempat mengikuti Penyesuaian Ijazah/Pendidikan Alih Golongan (PAG) Bintara pada tahun 2025 sebelum akhirnya berpangkat Bripka.

BACA JUGA: Satlantas Polres Langkat Intensifkan Edukasi “Asmara Subuh” di Stabat, Tekan Risiko Laka Lantas

Meskipun telah mengabdi selama tiga dekade, Kapolres menegaskan bahwa aturan hukum dan kode etik Polri tidak mengenal pengecualian.

​”Bripka TW telah melaksanakan masa kerja di Polri selama 31 tahun. Namun, karena yang bersangkutan terbukti melanggar kode etik Polri, maka pada hari ini dilaksanakan upacara PTDH,” tegas AKBP Windy Syafutra dalam amanatnya.

Tindakan tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen Polres Purworejo dalam menjaga profesionalitas dan marwah institusi. Kapolres berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh personel lainnya agar selalu patuh pada aturan yang berlaku. (*)

Sumber: Si Humas Polres Purworejo

Redaksi Penyelaras: Wahidun

Jelang Lebaran 2026, BRI Pasar Minggu Layani Penukaran Uang Baru Lewat Program “Serambi BI”

0

Redaksi.co,Jakarta | Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia kembali menggelar program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi). Salah satu lokasi yang ditunjuk untuk melayani kebutuhan masyarakat adalah kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pasar Minggu.

Pinca (Pimpinan Cabang) BRI pasar minggu menyampaikan, siap mendukung, kami telah memasang materi komunikasi sebagai informasi tambahan, menyiapkan tim, dll

“Program tahunan ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh uang layak edar (ULE) dalam pecahan kecil yang umumnya dibutuhkan saat tradisi berbagi uang baru pada momen Lebaran. Tahun ini, mekanisme penukaran dibuat lebih tertib dengan sistem pemesanan berbasis digital guna mengurangi antrean panjang di lokasi layanan,” terang Pemimpin Cabang BRI Pasar Minggu, Yanuar Akademikus Arbifirdaus, Jumat 27 Februari 2026.

“Melalui skema terbaru, masyarakat tidak lagi bisa langsung datang tanpa registrasi. Calon penukar wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui laman PINTAR milik Bank Indonesia (BI). Kebijakan ini diterapkan untuk mengatur kuota harian sekaligus memastikan distribusi uang baru berlangsung merata,” tambahnya.

Yanuar mengingatkan dalam proses pendaftaran, masyarakat diminta menyiapkan data diri berupa Nomor Induk Kependudukan pada KTP, nama lengkap, nomor telepon aktif, serta alamat email. Setelah registrasi berhasil, pemohon akan menerima bukti pemesanan yang harus disimpan, baik dalam bentuk digital di ponsel maupun dicetak.

Saat hari penukaran tiba, warga diwajibkan hadir sesuai jadwal yang dipilih. Petugas hanya akan melayani pemohon yang membawa KTP asli dan bukti pemesanan dari sistem PINTAR. Ketentuan ini diberlakukan untuk menjaga ketertiban serta validitas data penukar.

Selain itu, uang yang akan ditukarkan harus sudah dipilah dan disusun searah berdasarkan pecahannya. Proses penukaran juga tidak dapat diwakilkan kepada pihak lain, sehingga pemesan wajib datang sendiri ke lokasi.

Untuk paket penukaran, Bank Indonesia (BI) menyediakan campuran berbagai denominasi, mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000. Komposisi tersebut disiapkan agar masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan uang kecil selama periode Lebaran.

Seiring meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri, kuota layanan di setiap titik, termasuk BRI Pasar Minggu, diperkirakan cepat habis. Karena itu, masyarakat diimbau rutin memantau jadwal pembukaan periode penukaran berikutnya melalui situs resmi PINTAR BI (Bank Indonesia).

Melalui program Serambi, Bank Indonesia (BI) berharap distribusi uang rupiah tetap terjaga kualitasnya sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyambut tradisi berbagi di Hari Raya.

APDESI Kecamatan Meureubo Salurkan Bantuan Masa Panik Kepada Korban Kebakaran Di Gampong Ranub Dong

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat menyerahkan bantuan masa panik berupa tali asih kepada warga korban kebakaran yang terjadi di Gampong Ranub Dong, Kecamatan setempat, Jumat 27/2-2026

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pengurus DPK Apdesi Meureubo diterima langsung oleh korban kebakaran Maksah (75) yang turut didampingi Keuchik Ranub Dong, Basri. Adapun bantuan masa panik tersebut berupa beras, mie instan, telur, minyak goreng dan sirup

Ketua DPK Apdesi Meureubo, Abdul Salam.D didampingi sejumlah pengurus, mengatakan bantuan diserahkan kepada korban kebakaran merupakan kepedulian para Keuchik di Kecamatan Meureubo terhadap warga di wilayahnya yang mengalami musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis tanggal 26 Februari 2026 kemarin

“Semoga bantuan masa panik ini diharapkan dapat membantu meringankan beban bagi korban yang rumahnya terbakar tersebut yang terjadi di Gampong Ranub Dong,” ungkap Abdul Salam

Ia menyebutkan bantuan atau donasi ini merupakan wujud dari perhatian Apdesi Kecamatan Meureubo beserta Keuchik bagi warga yang mengalami musibah bencana kebakaran.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan korban tertimpa musibah,” ujarnya.

Abdul Salam meminta korban kebakaran untuk senantiasa bersabar menghadapi cobaan dan bantuan bisa bermanfaat dimasa sulit,” pungkasnya

Seperti diketahui, Satu unit rumah milik warga atas nama Maksah (75) terbakar di Gampong Ranup Dong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekira pukul 14.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp200 juta ****

Pemda Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama Media Dan LSM, Bupati Tarmizi Ajak Kolaborasi Majukan Daerah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat kembali menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Pendopo Bupati, Gampong suak indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan pada Jumat 27/2/2026

Pada kesempatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar kali ini Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadhil SH mengundang wartawan, LSM, Ormas Umum dan Tokoh Masyarakat serta anak yatim.

Tarmizi mengatakan, momentum silaturahmi melalui buka puasa bersama pada hari ini sangat penting karena yang hadir adalah orang – orang yang punya kemampuan dan pengaruh besar untuk memajukan daerah.

“Apa lagi teman – teman media, mereka ini bisa mengharumkan nama daerah dalam sekejap dan begitu juga sebaliknya. Kemudian informasi juga sangat update, bahkan informasi akurat itu sudah hampir sama didapatkan dari wartawan dengan dari intel,” kata Tarmizi.

Bupati juga mengatakan,tokoh LSM, Ormas dan juga mahasiswa mempunyai kemampuan analisis yang tajam, ide – idenya brilian, pandangannya konstruktiv dan kritis terhadap pembangunan daerah.

“Kondisi hari ini tentu semuanya pasti update, mengikuti perkambangan mulai dari geopolitik, nasional, internasional hingga ke daerah. Maka solusi yang tepat, terbaik dan mungkin bisa dikatakan satu – satunya yang paling tepat untuk bisa membangun daerah hari ini adalah dengan cara kolaborasi,” Ujarnya.

Kata Tarmizi, melalui kolaborasi maka akan dapat memperkuat persatuan di daerah, jika pun nantinya semua pihak menyatu atau bersatu belum tentu akan bisa memajukan daerah apalagi masih berkelompok – kelompok dab terpecah belah.

“Atas dasar itu lah kemudian lahir inisiatif kami untuk mempersatukan seluruh tokoh di Aceh Barat dari semenjak kami dilantik sampai dengan hari ini masih tetap konsisten insyaallah sampai selamanya,” ujar Tarmizi ****

Program Kapala Emas Capai Target, Fakfak Perkuat Hilirisasi Pala.

0

Fakfak, Redaksi.co – Target pendataan dan peminatan tanam pala seluas 1.000 hektare dalam Program Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Kapala Emas Fakfak) resmi tercapai dan ditutup pada 27 Februari 2026.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F), pemerintah distrik dan kampung, serta partisipasi aktif masyarakat yang antusias mendaftarkan diri dalam program pengembangan komoditas unggulan daerah tersebut.

Program Kapala Emas merupakan skema peminatan, di mana petani secara sukarela mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan pala di Kabupaten Fakfak. Tingginya minat masyarakat dinilai sebagai bentuk optimisme terhadap masa depan komoditas pala sebagai sektor strategis daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyatakan bahwa keberhasilan pendataan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendukung program hilirisasi kawasan perkebunan pala, yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.

“Hilirisasi kawasan diarahkan untuk memperkuat ekosistem perkebunan pala secara menyeluruh, tidak hanya pada peningkatan luas dan produksi, tetapi juga penguatan pascapanen, pengolahan, pengembangan produk turunan bernilai tambah hingga akses pemasaran,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pendekatan tersebut, komoditas pala diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Memasuki tahapan berikutnya, Dinas Perkebunan akan melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima manfaat. Proses ini mencakup pemeriksaan identitas, pengecekan serta penetapan titik lokasi lahan, hingga memastikan kesesuaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan program.

Langkah tersebut dilakukan guna menjamin ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus memastikan kesiapan kawasan dalam mendukung agenda hilirisasi perkebunan pala secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang belum terakomodasi dalam kuota tahun ini, pemerintah daerah mengimbau agar tetap mempersiapkan kelengkapan administrasi dan kesiapan lahan untuk diusulkan pada tahap berikutnya.

Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa Program Kapala Emas bukan sekadar kegiatan perluasan tanam, melainkan bagian dari strategi investasi jangka panjang daerah.

“Pembangunan kawasan pala harus dipandang sebagai tabungan masa depan masyarakat. Pala merupakan komoditas unggulan Fakfak yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi. Ketika kita menanam hari ini, sesungguhnya kita sedang menyiapkan sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga petani di masa mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui pendekatan kawasan dan dukungan hilirisasi, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan adanya nilai tambah melalui pengolahan serta penguatan rantai pemasaran. Dengan demikian, hasil yang diperoleh petani tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, melainkan berkembang menjadi sumber kesejahteraan yang lebih stabil dan berdaya saing.

Keberhasilan pendataan 1.000 hektare ini dinilai menjadi bukti optimisme masyarakat terhadap masa depan komoditas pala. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga konsistensi pengembangan pala sebagai fondasi ekonomi jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Fakfak sebagai daerah penghasil pala yang berkualitas dan berkelanjutan.