Jumat, Maret 27, 2026
Beranda blog Halaman 279

*Kunjungi Polresta Tidore, Kapolda Malut Tekankan Etika dan Profesionalisme*

0

REDAKSI.CO – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Malut, Ny. Sari Waris Agono, melakukan kunjungan kerja dan memberikan Arahan ke Polresta Tidore pada Rabu, (28/5/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Malut, Kapolresta Tidore AKBP Heru Bidiharto, S.I.K., M.I.K., Pelaksana Tugas Wakapolresta Tidore, para pengurus Bhayangkari Daerah Malut, serta personel Polresta Tidore.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa menjadi anggota Polri adalah sebuah kehormatan yang tidak dimiliki semua orang. “Profesi ini adalah pilihan mulia. Jangan sia-siakan dengan perilaku yang mencoreng institusi,” ujarnya.

Ia secara khusus mengingatkan soal praktik pungutan liar, arogansi kekuasaan, kekerasan berlebihan, hingga rekayasa kasus. Ia meminta anggota mengedepankan pendekatan humanis dan menjadikan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 sebagai pedoman.

“Propam harus aktif merespons keluhan masyarakat. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” tegasnya.

Lanjut, Kapolda menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik melalui program-program seperti Jumat Curhat dan Minggu Kasih, sebagai forum mendengar langsung aspirasi warga. Ia juga meminta jajaran merangkul kelompok-kelompok yang kerap berseberangan dengan pendekatan dialogis.

Dalam konteks penegakan hukum, Irjen Pol. Waris menegaskan pentingnya profesionalisme penyidik dan transparansi dalam proses penyidikan, termasuk dalam pengambilan keputusan penghentian perkara.

“Semuanya harus mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2019,” ujarnya.

Kapolda turut menyoroti dinamika sosial di Malut seiring masuknya investasi tambang. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan pencegahan konflik berbasis tokoh lokal.

“Ada tiga tahap dalam penyelesaian konflik: cegah, hentikan, dan pulihkan,” katanya.

Menutup arahannya, Irjen Pol. Waris menitipkan lima pesan utama: tegakkan hukum dengan adil, jaga kekompakan, hadapi tantangan dengan tanggung jawab, bekerja dengan nurani, dan jangan bermain-main dengan anggaran negara.

Europe on Screen 2025: 25 Tahun Perjalanan Sinema Eropa di Indonesia

0

redaksi.co, Jakarta – Festival film asing paling lama di Indonesia, Europe on Screen (EoS), akan kembali hadir pada 13–22 Juni 2025 dengan perayaan istimewa: edisi ke-25 yang menandai seperempat abad kiprahnya.

Tahun ini, EoS menggelar pemutaran film di tujuh kota besar: Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, Sidoarjo, dan Yogyakarta.

Edisi perak ini menyuguhkan 55 film pilihan dari 27 negara Eropa, termasuk program retrospektif khusus film pendek Indonesia yang telah mendunia.

Festival ini tidak hanya merayakan sinema Eropa, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan budaya Eropa dan Indonesia melalui layar lebar.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyatakan, “Europe on Screen edisi ke-25 adalah tonggak budaya penting, bukan hanya bagi Uni Eropa, tetapi juga dalam memperkuat hubungan kami dengan masyarakat Indonesia.”

Festival akan dibuka dengan film dokumenter anak Circusboy – Zirkuskind dari Jerman, yang telah meraih penghargaan di Berlinale 2025 dan diputar di Hot Docs. Sementara itu, film penutup The Boy with Pink Pants dari Italia menyentuh isu perundungan remaja dan menjadi box-office di negaranya.

Tahun ini, lebih dari setengah film yang ditayangkan disutradarai oleh perempuan, mencerminkan semangat EoS dalam mengangkat suara yang kerap terpinggirkan dalam industri film.

“Sekitar 30 dari 55 film adalah karya sutradara perempuan, banyak di antaranya merupakan debut mereka,” ungkap Meninaputri Wismurti, Ko-Direktur Festival.

Salah satu program spesial tahun ini, From Locarno to Venice, memutar lima film pendek karya sineas Indonesia yang telah meraih pengakuan internasional di dua festival bergengsi Eropa: Locarno dan Venice.

Melalui Short Film Pitching Project (SFPP), EoS 2025 kembali memberi ruang bagi para pembuat film pendek pemula. Tahun ini mencatat rekor 373 proposal masuk, dengan 20% di antaranya berasal dari luar Indonesia.

Untuk merayakan usia ke-25, EoS menambah dua lokasi baru untuk pemutaran film: Hotel Grand Sahid Jaya di Jakarta dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Malam pembukaan juga kembali digelar di bioskop, yang menjadi simbol kebangkitan paska pandemi.

Semua pemutaran film dalam rangkaian EoS 2025 tidak dipungut biaya dan terbuka untuk siapa saja. Informasi lengkap dapat diakses melalui www.europeonscreen.org dan media sosial resmi EoS.

Ahli Waris Terlantar 8 Tahun, Lahan 20 Ribu Meter Tol Kapal Betung Diduga Dicaplok Mafia Tanah

0

Redaksi.co | OKI, SUMATERA SELATAN – Forum Masyarakat Anti Mafia Tanah (FORMAT) Sumatera Selatan menggelar aksi damai di kantor PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) di Desa Pedu Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Rabu (28/05/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan praktik mafia tanah dan ketidakadilan dalam proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jembatan Tol Kapal Betung (Musi 5), khususnya di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang.

FORMAT Sumsel menuntut kejelasan atas lahan seluas 20.000 \, m^2 milik ahli waris almarhum Romdan Bin Sudin yang hingga kini belum mendapatkan ganti rugi. Padahal, lahan tersebut telah digunakan dalam proyek strategis nasional sejak tahun 2017. Mirisnya, ganti rugi justru diduga telah diberikan kepada pihak lain yang bukan pemilik sah.

Ultimatum 3 Hari untuk Waskita

Koordinator Aksi, Ramogers SH, seorang Aktivis ’98, menyampaikan ultimatum tegas kepada pihak Waskita Sriwijaya Tol. Ia memberikan waktu tiga hari kepada perusahaan untuk mengambil keputusan yang adil terkait pembayaran ganti rugi lahan.

“Jika tidak ada keputusan dalam waktu yang telah disepakati, kami minta secara tegas agar pihak Waskita Sriwijaya Tol menghentikan pengerjaan dan segera mengosongkan lahan milik ahli waris,” ujar Ramogers di hadapan manajemen Waskita.

Ramogers menambahkan bahwa FORMAT bersama tim gabungan, termasuk Hj. Sumiati, Nopri Macan Tutul, Mukri AS, Irwan (Bang Ambon), Azuzet Jack, dan Supeno, telah melakukan investigasi dan menemukan banyak kejanggalan serta dugaan praktik mafia tanah.

Nopri Macan tutul juga menegaskan:

“Bahwa FORMAT tidak akan mundur dalam memperjuangkan hak rakyat. “Jika perusahaan tidak bisa menunjukkan itikad baik dalam tiga hari ke depan, kami siap bergerak lebih besar, Jangan Sampai masyarakat Stres kalau stres bisa depresi kalau depresi bisa kehilangan akal,jadi Kalau kehilangan Akal Tau sendiri” tegasnya.

Dugaan Dokumen Bermasalah dan Pengalihan Dana

Mukri AS membeberkan kronologi penguasaan tanah 20.000 \, m^2 milik ahli waris almarhum Romdan Bin Sudin yang diduga dikuasai tanpa ganti rugi sejak tahun 2017. Ia memaparkan bukti kepemilikan sah berupa SKT tahun 1972 dan SKPH tahun 1976.

“Tanah itu adalah hak sah keluarga almarhum. Kami datang bukan untuk meminta, tapi menuntut keadilan,” tegas Mukri AS.

FORMAT menyoroti kemunculan dokumen seperti Akta Jual Beli (AJB) No. 30 dan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 6 Tahun 1974 atas nama Hidayat Amin, yang patut diduga cacat hukum. Penelusuran melalui BPN Palembang dan aplikasi Sentuh Tanahku juga menunjukkan tidak adanya SHM atas nama pihak lain di atas tanah yang disengketakan.

Tuntutan Tegas FORMAT Sumsel
Dalam aksinya,

FORMAT Sumsel mengajukan sejumlah tuntutan krusial:

* PT Waskita Sriwijaya Tol segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi kepada ahli waris yang sah.

* Usut tuntas dugaan praktik mafia tanah dan pemalsuan dokumen kepemilikan.

* Hentikan segala bentuk praktik kotor dalam pembebasan lahan proyek strategis nasional.

* Aparat penegak hukum dan pemerintah segera turun tangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

* Tangkap dan adili seluruh oknum mafia tanah yang terlibat dalam kasus ini.

* Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, massa akan menghentikan secara paksa pekerjaan pembangunan Jembatan Tol Musi 5.

Komitmen Waskita dan Ancaman Aksi Lebih Besar
Koordinator Lapangan, Azuzet Jack, menjelaskan bahwa meskipun sempat berencana mengerahkan ratusan massa, FORMAT memilih untuk berdialog langsung dengan manajemen Waskita guna memberikan kesempatan mediasi.

“Ini kesempatan mediasi. Tapi kami tidak akan segan kembali turun dengan massa lebih besar, jika jawaban dari pihak WST tidak berpihak kepada kami, artinya hak rakyat tetap diabaikan,” tegas Azuzet Jack.

Pertemuan audiensi dihadiri oleh jajaran manajemen Waskita, termasuk Divisi Lahan (Wanizar dan tim), Divisi Legal (Widya dan tim), serta Tim Kuasa Hukum. Pihak Waskita menyatakan komitmen untuk menyusun agenda penyelesaian dan akan menyampaikan keputusan resmi dalam waktu tiga hari ke depan.

“Komitmen kami dari Waskita Sriwijaya Tol, apa yang Bapak sampaikan akan kami diskusikan ke atasan kami. Apa hasilnya akan kita sampaikan, kami tidak akan potong-potong, akan kami sampaikan dalam waktu tiga hari ke depan,” ujar Darul, perwakilan dari Waskita.

Aksi ini melibatkan keluarga ahli waris, masyarakat, tokoh lokal, serta para aktivis Sumsel, sebagai wujud solidaritas dalam memperjuangkan keadilan agraria dan perlindungan atas hak kepemilikan tanah di Sumatera Selatan. FORMAT Sumsel menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, media massa, serta aparat penegak hukum untuk mendukung perjuangan ini demi tegaknya keadilan.

Sidang Perdana Vidi Aldiano vs Keenan Nasution dan Budi Pekerti Digelar, Tergugat Tak Hadir

0

redaksi.co, Jakarta – Sidang perdana perkara sengketa hak cipta antara penyanyi Vidi Aldiano dan para pencipta lagu Nuansa Bening, Keenan Nasution dan Budi Pekerti, digelar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Selasa (28/5). Namun, Vidi Aldiano maupun kuasa hukumnya tidak hadir dalam sidang tersebut.

Kuasa hukum Keenan dan Budi, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa ketidakhadiran tergugat membuat sidang ditunda dan akan dilanjutkan dengan pemanggilan kedua yang dijadwalkan tiga minggu dari hari ini, yakni pada 11 Juni 2025.

“Sidang hari ini sudah dibuka, namun tergugat dan kuasa hukumnya tidak hadir. Karena itu, pengadilan akan memanggil kembali secara resmi untuk sidang kedua,” ujar Minola kepada awak media usai sidang.

Kasus ini bermula dari penggunaan lagu Nuansa Bening oleh Vidi Aldiano sejak tahun 2008 tanpa izin resmi dari para penciptanya. Lagu yang diciptakan oleh Keenan Nasution dan Budi Pekerti itu menurut kuasa hukum telah digunakan secara komersil di berbagai konser dan media distribusi tanpa pemberitahuan dan persetujuan dari pencipta lagu.

“Penggunaan lagu Nuansa Bening sudah dilakukan selama kurang lebih 16 tahun dalam lebih dari 300 pertunjukan tanpa ada izin maupun kompensasi yang layak dari pihak Vidi,” tambah Minola.

Pihak Vidi Aldiano disebut pernah menawarkan kompensasi sebesar Rp50 juta, namun ditolak oleh Keenan Nasution karena dianggap tidak sesuai dengan durasi dan skala penggunaan lagu. Setelah dilakukan somasi dan negosiasi, tawaran kompensasi meningkat menjadi ratusan juta, tetapi belum tercapai kesepakatan hingga akhirnya perkara ini dibawa ke pengadilan.

Minola mengatakan bahwa perkara ini bukan sekadar sengketa royalti, melainkan soal pelanggaran hak cipta yang telah diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta.

“Ini bukan lagi soal apakah ada pelanggaran atau tidak, tapi soal berapa besar nilai kompensasi yang wajar dan pantas atas pelanggaran tersebut,” ujar Minola.

Pihak penggugat berharap Vidi Aldiano menggunakan kesempatan berikutnya untuk hadir dan menyelesaikan persoalan ini secara adil di hadapan hukum.

“Kalau tidak hadir sampai tiga kali, akan ada putusan verstek. Tapi kami berharap ini bisa selesai dengan itikad baik dari kedua belah pihak,” tutup Minola. Reporter Dini Kembar

Hadiri Konferwil INI Sumsel, Gubernur Deru : Terus Jaga Hubungan Baik Ini

0

Redaksi.co | Palembang,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri serta membuka secara langsung dengan pemukulan gong secara bersama dengan lainnya di acara kegiatan Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Notaris Indonesia (INI) Sumatera Selatan dan Up grading 2025 Pengurus Wilayah (Pengwil) INI Sumsel. Dan kegiatan ini sendiri dipusatkan di Grand Ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu (28/5/2025).

Turut hadir didalam kegiatan ini Ketua Pengwil INI Provinsi Sumsel Akhmad Wasil, S.H., Sp.N, beserta jajaran lainnya, Para Calon Ketua Pengwil INI Sumsel yakni Dian Saras Wati, Basir, Zulkifli Rasyid, Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sumsel Ir H Amiruddin, M.Si, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel, Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Dr Darmayanti, S.E., M.M dan undangan lainnya.

Dikatakan Gubernur Sumsel H Herman Deru, hari ini hadir Konferwil sekaligus pemilihan ketua, dan saya lihat juga di screen ada up grading, sebagai pimpinan daerah serta wakil pemerintah pusat, tentu saya merasa notaris ini adalah anatomi bagi pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota di Sumsel ini.

Kerjasama yang baik, kerja ikhlas, dan kerja cerdas selama ini para notaris yang ditandai minimnya masalah baik internal maupun eksternal.

“Ini tentu sangat menunjang kinerja kami di pemprov Sumsel ini dalam mempertahankan provinsi Sumsel sebagai wilayah yang zero konflik, ujarnya.

Kemudian, Pengwil INI Sumsel harus mengakhiri masa jabatannya setelah kedua kali menjabat, maka tentu saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Pengwil INI yang lama yang telah membawa organisasi ini ke marwahnya sangat terjaga yang kerjasamanya dengan semua pihak.

Baik dengan pemerintah daerah, instansi vertikal sampai dengan kepala desa ini berjalan dengan baik, dan juga dengan klien yang begitu baik, tentu ini adalah buah kerja para INI.

“Jadi tidak ada organisasi itu sukses yang berjalannya auto pilot, itu tidak mungkin, maka terobosan-terobosan yang sudah dilakukan selama ini oleh Ketua Pengwil INI dan segenap pengurus provinsi, saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya.

Menurut Ketua Pengwil INI Sumsel Akhmad Wasil, S.H., Sp.N, kegiatan hari ini Konferwil, Konferensi Wilayah, di mana Konferwil itu hari ini memilih pengurus baru, Ketua Pengwil baru.

Jadi ketua Pengwil lama, dimana Pengwil yang lama sudah 9 tahun, harus diganti yang muda, dua periode lebih, jadi harus diganti dengan ketua yang baru yang masih muda.

“Adapun kriteria untuk menjadi ketua yakni pertama umur sudah cukup, minimal 10 tahun sudah menjadi notaris,” katanya.

Dilanjutkannya, selain itu di calonkan oleh anggota, minimal di calonkan oleh pengurus daerah (pengda)- pengda. Jadi notaris otomatis menjadi anggota INI, bukan pengurus, sudah memang ada jabatannya.

Jadi pengurus, pernah aktif di pengurus pusat, daerah, sedangkan untuk pesertanya 426 orang dari seluruh notaris di Sumsel yang sebanyak 595 notaris, dan untuk yang dicalonkan sendiri sebanyak 3 orang.

“Seandainya dari tiga itu pasti kan ada satu yang terpilih, mudah-mudahan bisa meneruskan apa yang sudah pengurus Pengwil lakukan sekarang ini,” ucapnya

Masih dilanjutkannya, minimal seperti hubungan dengan dari Gubernur Sumsel, Pemerintah Daerah, Kantor Wilayah Kehakiman, Kepolisian Daerah, Kejaksaan, mudah-mudahan itu bisa berjalan, dan diupayakan mudah-mudahan lebih baik dari pengurus sekarang.

Pekerjaan rumah yang masih ada untuk pengurus baru nanti, yang masih tersisa dalam jangka panjang karena itu tidak bisa dalam waktu singkat yakni sekretariatan.

“Dimana sekretariat INI maupun IPAT tidak bisa digabung, mudah-mudahan kalau dari Pemprov Sumsel kasih bantuan tempat, karena dahulu sudah pernah di jajaki, kasih ada rumah-rumah aset pemprov yang tidak terpakai mungkin bisa dipinjam gunakan,” imbuhnya.

Saat Libur Lebaran, Bupati Aceh Barat Tarmizi Larang Mobil Dinas Berkeliaran di Luar Aceh Barat

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengumpulkan seluruh mobil dinas di halaman kantor Dinas Pendidikan (Disdik) setempat pada Rabu, 28/5/2025

Hal ini untuk dilakukan pengecekan kelayakan dan kondisi kendaraan yang selama ini digunakan oleh institusi pemerintah.

“Kita harus memastikan aset tidak hilang dan melihat layak pakai terutama yang menyangkut keselamatan penumpang, ambulans, bus serta kendaraan operasional yang dipakai untuk ke lapangan,”Ujar Tarmizi saat melakukan pengecekan.

Tarmizi segera menyusun waktu untuk mendata kendaraan yang sudah lama agar dilelang saja. Lalu, adanya kendaraan yang dalam kondisi mulai dikhawatirkan atau rusak tidak begitu parah untuk segera diperbaiki.tidak semua kendaraan dihadirkan oleh dinas dan sekretariat kecamatan dalam daerah itu. Dirinya berinisiatif untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menelusuri seluruh kendaraan yang tercatat sebagai milik pemerintah.

” Kita bentuk Satgas Aset, kita akan kejar semua aset daerah kita di manapun itu,” tegasnya

Bupati Aceh Barat ini meminta kepada seluruh dinas agar lebih bijak dalam menggunakan kendaraan plat merah. Meski tercatat sebagai aset negara, tetapi harus dirawat dan tidak dibiarkan kotor dan kondisinya rusak.

“Saat hari libur saya minta kepada semua yang pakai mobil dinas, terutama libur lebaran jangan sampai ada terlihat kendaraan dinas berkeliaran di luar Kabupaten Aceh Barat,” kata Tarmizi.****

Danposal Puger Hadiri Kunker Menaker RI: Dukung Penuh Penguatan SDM Maritim dan Magang ke Jepang

0

Jember, redaksi.co – TNI AL, Pos TNI AL Puger – Komandan Pos TNI AL (Danposal) Puger, Lettu Laut (P) Dedi Nugraha, A.Md., turut menghadiri kunjungan kerja (kunker) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di wilayah Kabupaten Jember, Selasa (27/05/2025).

Rangkaian kegiatan dimulai di SMK Perikanan dan Kelautan Puger, di mana Menteri Yassierli berinteraksi langsung dengan siswa serta Serikat Nelayan NU, sekaligus melepas secara simbolis peserta magang ke Jepang. Program magang ini menjadi salah satu strategi utama Kementerian Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja muda melalui transfer teknologi dari negara maju.

Kunjungan dilanjutkan ke Tambak Udang Tefa di Gumukmas, yang menjadi contoh penerapan inovasi teknologi dalam budidaya perikanan. Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan juga menyampaikan kuliah umum di Universitas Al-Falah Assuniyah Kencong dengan tema “Membangun Wirausahawan Muda di Era Globalisasi”.

Lettu Laut (P) Dedi Nugraha menyampaikan dukungannya terhadap seluruh program yang dicanangkan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) sektor kelautan. “TNI AL, melalui Pos TNI AL Puger, berkomitmen untuk bersinergi menciptakan generasi muda maritim yang tangguh dan siap bersaing di tingkat global,” ujar Danposal.

Kehadiran TNI AL dalam kegiatan ini menegaskan peran aktif dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam sektor ketenagakerjaan dan kemaritiman yang menjadi tulang punggung masa depan Indonesia (sofyan)

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SNBT Tahun 2025 Unsri di Umumkan Hari Ini !!!

0

Redaksi.co | Palembang – Usai melaksanakan Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) usai, Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali mengumumkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Jadwal Jalur Seleksi Mandiri (SM Unsri) tahun 2025.

Pengumuman jalur SNBT Unsri tahun 2025 sendiri bisa diakses laman resmi Unsri di https://snbtunsri.ac.id hari ini pada pukul 15.00 WIB.

Hal tersebut dikatakan Rektor Unsri Prof. Dr. Taufik Marwah, SE., M.Si didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwinyo, M.Agr sekaligus Ketua Panitia PMB Unsri dan Ketua Tim Sosialisasi SNBP, SNBT dan SM Unsri Prof. Dr. H. Zulkifli Dahlan, M.Si., DEA dalam keterangan persnya di Gedung UPT Bahasa, Unsri, Palembang, Sumatera Selatan. Kamis (23/05/25).

Rektor Unsri mengatakan bahwa tahun ini Unsri menyiapkan kuota PMB sebanyak 9.154 orang dari semua jalur baik jalur SNBP, SNBT maupun SM Unsri. Dan pada jalur SNBP sebelumnya, Unsri telah menerima 20 persen dari daya tampung yaitu sebanyak 2.065 orang dan yang melakukan registrasi ulang sebanyak 1.902 orang.

“Untuk jalur SNBT, kuota kita adalah berdasarkan aturannya minimal 30 persen, tapi kita beri kesempatan lebih besar dari itu, yaitu sebanyak 40 persen dari total daya tampung seluruhnya yaitu sebanyak 9.154 orang. Dengan demikian total yang akan kita terima jalur SNBT adalah sebanyak 4.140 orang,”tambahnya.

“Ia menambahkan bahwa bagi yang belum lulus jalur SNBT Unsri, sore ini setelah pengumuman jalur SNBT bisa mendaftar untuk jalur SM Unsri. Sedangkan daya tampung SM Unsri sendiri adalah 37 persen dari daya tampung atau sebanyak 3.102 orang yang akan diterima nantinya,”pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwinyo, M.Agr sekaligus Ketua Panitia PMB Unsri menambahkan bahwa saat ini status Unsri sudah PTN-BH yang artinya Unsri bisa menerima sekitar 50 persen untuk jalur SM, namun Unsri hanya menerima 37 persen dari daya tampung.

Berdasarkan data, bahwa tahun ini ada 145 PTN di Indonesia termasuk Unsri yang membuka PMB untuk jalur SNBT dengan data tampung secara keseluruhan secara nasional sebanyak 84.380 dengan total pendaftar 60.976.

Dan,”tahun ini persentase diterima KIP Kuliah secara nasional sebanyak 33,22 persen. Dan tahun ini, Unsri juga memfasilitasi bagi peserta dari keluarga yang kurang mampu untuk mendapatkan KIP Kuliah sebanyak 27,71 persen,”tutupnya.

KAI Divre III Palembang Lakukan Pensertipikatan Lahan Lebih dari 2 Juta Meter Persegi

0

Redaksi.co | Palembang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai salah satu BUMN memiliki kewajiban untuk menjaga dan mengamankan aset negara agar dapat dikelola dan dioptimalkan pemanfaatannya untuk kepentingan negara. Selama tahun 2024, KAI Divre III Palembang telah berhasil melakukan pensertipikatan lahan seluas 2.292.056 meter persegi dengan nilai aset sebesar Rp524.444.915.000,-. Sedangkan ditahun 2025 ini, KAI Divre III Palembang masih terus berkolaborasi bersama ATR/BPN untuk penerbitan sertipikat dengan proyeksi total lahan seluas 1.507.250 meter persegi.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan upaya pensertipikatan terhadap aset-aset lahan tersebut bertujuan untuk memastikan status kepemilikan yang sah dan mencegah sengketa terkait lahan, serta memungkinan bagi KAI untuk memanfaatkan aset lahan tersebut secara optimal untuk menunjang bisnis operasional perkeretaapian.

“Pensertipikatan aset lahan merupakan salah satu langkah penting bagi KAI untuk menjaga dan memastikan legalitas kepemilikan aset yang tercatat di kementerian BUMN,” kata Aida.

Aida menambahkan, secara keseluruhan jumlah aset lahan yang dikelola oleh KAI Divre III Palembang mencapai 40.887.775 meter persegi yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, mulai dari Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang dan Kota Lubuklinggau serta Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu. Total luas aset lahan tersebut terdiri dari :
– Aset RoW (Right of Way) seluas 3.928.242,56 meter persegi
– Aset Non RoW (Non Right of Way) seluas 35.695.043,99 meter persegi
– Aset yang diperoleh dari proses pembelian lahan seluas 340.552,5 meter persegi.

Dari total luasan tersebut, aset lahan di wilayah KAI Divre III Palembang yang telah bersertipikat seluas 6.690.867 meter persegi dengan total 331 buku.

Sebagai tambahan informasi, aset RoW (Right of Way) adalah aset yang berada di sepanjang jalur kereta api aktif, seperti tanah dan fasilitas pendukung operasional KA lainnya, sedangkan aset Non RoW (Non Right of Way) adalah aset yang berada di luar wilayah stasiun dan RoW, seperti rumah perusahaan serta bangunan dan lahan di jalur kereta api non aktif.

Tidak hanya lahan, KAI Divre III Palembang juga memiliki aset lainnya berupa 145 unit bangunan dinas dan 1.561 unit rumah dinas.

“KAI terus berupaya menjaga seluruh aset negara yang dikelola perusahaan agar dapat terus memberikan manfaat kepada negara dan masyarakat luas,” ujar Aida.

Selain pensertipikatan, KAI Divre III Palembang juga melakukan penertiban lahan dan penandaan pada lokasi aset berupa pemasangan patok tanda batas lahan dan pemasangan plang penanda aset.

Selama tahun 2024 lalu, KAI Divre III Palembang berhasil melakukan penertiban lahan seluas 198.638,56 meter persegi, pemasangan patok sebanyak 270 unit dan pemasangan plang sebanyak 655 unit.

Semua upaya tersebut dilakukan untuk mengamankan aset-aset perusahaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan menjaga aset yang dimiliki, KAI ikut andil dalam menjaga aset negara yang dapat digunakan untuk kepentingan bangsa.

“KAI berkomitmen terus menjaga amanah negara dalam mengelola aset, tidak hanya berupaya untuk aset-aset ini dari segala bentuk ancaman, tetapi juga secara aktif melakukan optimalisasi agar setiap nilai yang terkandung didalamnya dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Aida.(*)

BENTUK PEREMAJAAN ORGANISASI, DANLANTAMAL IV PIMPIN SERTIJAB ASLOG DAN ASPOTMAR LANTAMAL IV

0

 

Redaksi.co | Batam – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Batam Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, S.E., M. Tr. Opsla memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Aslog (Asisten Logistik), Aspotmar (Asisten Potensi Maritim) Danlantamal IV dan penyerahan jabatan kadisharkan (Kepala Dinas Pemeliharaan dan Perbaikan) Lantamal IV Batam, bertempat di Gedung Serbaguna. Selasa( 27/05/25) siang.

Jabatan Aslog Danlantamal IV yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Laut (T) Yogi Indarto, S.E., M.Tr.Hanla., M.M. diserahterimakan kepada Letkol Laut( T) Rusdiyanto, M.TR.Hanla., M.M, sedangkan Aspotmar Danlantamal IV diserahterimakan dari Kolonel Laut (KH) Uus Rohimat, S.Ag., M.M., M. Han, kepada Letkol Laut (KH) Irfan Hasibuan, S.Sos., M.M,.

Upacara Sertijab diawali dengan pengambilan sumpah jabatan, pelepasan dan penyematan tanda jabatan serta penandatanganan Pakta Integritas.

Komandan Lantamal IV mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Laut (T) Yogi Indarto, S.E., M.Tr.Hanla., M.M. dan Kolonel Laut (KH) Uus Rohimat, S.Ag., M.M., M. Han atas segala karya yang dicurahkan dalam mengemban tugas dan jabatannya di Lantamal IV,

“Semoga pengalaman yang diperoleh selama ini dapat dijadikan bekal dan memberi manfaat guna dikembangkan di tempat penugasan yang baru ” ujar Danlantamal IV.

Selanjutnya, Komandan Lantamal IV mengucapkan “selamat datang dan selamat atas jabatan baru kepada Letkol Laut( T) Rusdiyanto, M.TR.Hanla., M.M, dan Letkol Laut (KH) Irfan Hasibuan, S.Sos., M.M,. jabatan Ini merupakan amanah, kehormatan dan wujud kepercayaan dari pimpinan yang harus dikerjakan dengan keras dan Berprestasi’’. Tutupnya. (Dispenlatamal IV)