Sabtu, Maret 28, 2026
Beranda blog Halaman 263

Tarmizi: Aktivitas Tambang Harus Lanjut’ Pembangunan Jalan dan Pelabuhan Wajib di Laksanakan,

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M, menegaskan komitmennya dalam mendukung kelanjutan aktivitas perusahaan tambang di wilayahnya, dengan catatan perusahaan wajib menyelesaikan pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan dan pelabuhan dalam waktu yang ditentukan.

Hal ini disampaikan Tarmizi usai mengikuti pertemuan bersama perusahaan tambang dan jajaran pemerintah daerah,di Aula Teuku Umar Kantor Bupati pada Rabu 25/6/2025 di kutip dari BSINew

“Kita ingin semua perusahaan itu yang ada itu berjalan lancar, karena dengan mereka lancar akan terbuka lapangan kerja bisa ribuan itu,” ujarnya.

Bupati menyoroti pentingnya kehadiran investasi sektor pertambangan sebagai solusi atas menurunnya pendapatan daerah akibat berkurangnya dana otonomi khusus.

“PAD kita saat ini kecil sekali, karena dana otsus sudah berkurang. Maka itulah solusi komplit perusahaan PT. AJB dan PT, IPE bisa sambung beraktivitas, tapi harus didukung dengan pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa izin operasi awal telah diberikan sebelum masa jabatannya, dan kini perusahaan-perusahaan meminta perpanjangan izin.

“Mereka minta perpanjangan 3 tahun lagi. Tapi nanti akan kita bentuk tim untuk mengkaji. Mungkin dua tahun bisa kita berikan, dengan catatan pembangunan jalan dan pelabuhan harus selesai dalam periode itu,” tegas Tarmizi.

Tarmizi juga mengingatkan bahwa jika izin tidak diperpanjang dan aktivitas tambang berhenti, maka dampaknya akan besar terhadap tenaga kerja.

“Kalau terhenti aktivitasnya, jangankan PAD, tenaga kerja justru bisa kehilangan pekerjaan. Jadi selama masa izin masih berlaku sampai Juli ini, mereka tetap bisa beraktivitas,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan pertambangan, khususnya terkait dampak lingkungan dan kenyamanan warga.

“Dalam proses hauling batubara itu tidak boleh lagi ada jejeran batu bara sembarangan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus jadi prioritas. Pemerintah akan bantu percepat, tapi juga akan memperketat pengawasan,” pungkasnya ****

Seorang Bocah 15 Tahun di Terkam Buaya Ketika Mandi di Sungai Meureubo

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Insiden mengerikan terjadi di Gampong Pasi Teungoh, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Rabu sore 25/6/2025 sore ,di lansir dari Atjeh Terkini.

Seorang bocah bernama Rafa Saputra (15), nyaris kehilangan nyawa setelah diterkam buaya saat sedang mandi di Sungai Krueng Meureubo bersama teman-temannya.

Menurut keterangan Geuchik Pasi Teungoh, Irwandi, kejadian bermula saat Rafa dan beberapa rekannya bermain di pinggiran sungai. Tiba-tiba, seekor buaya muncul dari permukaan air dan langsung menggigit korban. Suasana pun berubah panik.

“Mereka mandi di pinggir sungai. Buaya tiba-tiba muncul dan langsung menyerang. Untung warga cepat tanggap dan berhasil menyelamatkannya,” kata Irwandi saat dikonfirmasi Atjeh Terkini.id.

Setelah berhasil diselamatkan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh. Saat ini, Rafa sedang menjalani perawatan intensif di ruang IGD akibat luka gigitan pada bagian kaki . Kondisinya mulai stabil, namun masih dalam pengawasan tim medis.

Warga menyampaikan keresahan atas maraknya kemunculan buaya di sungai tersebut. Mereka berharap adanya tindakan cepat dari pihak berwenang demi keselamatan warga, khususnya anak-anak.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait lainnya mengenai insiden tersebut ***”

Manajer Hotel GGM Dihubungi Saat Isu Mencuat, Jawabannya Bikin Bingung

0

Jember, redaksi.co – Jagat media sosial di Kabupaten Jember sempat dihebohkan oleh unggahan dari akun Facebook bernama Raihan, yang menyinggung kekhawatiran masyarakat terhadap hotel sebagai tempat praktik perselingkuhan (25/06/2025).

Dalam unggahan tersebut, akun Raihan menulis: “Kekhawatiran soal hotel jadi tempat berselingkuh itu wajar dan patut dihormati, tapi tidak semua hotel seperti itu. Entah kalau Hotel GGM? Aman kan…”

Pernyataan tersebut sontak memicu gelombang komentar dari anggota salah satu grup Facebook lokal bernama BG. Banyak netizen menanggapi unggahan itu, bahkan beberapa di antaranya secara terbuka menuding bahwa Hotel Grand Gumukmas (GGM) sering dijadikan tempat perselingkuhan.

Namun tak berselang lama setelah perbincangan itu memanas, akun grup BG yang semula aktif tiba-tiba menghilang dari Facebook. Hilangnya akun ini memunculkan spekulasi di kalangan warganet, terlebih setelah munculnya komentar akun BG pada sebuah status story yang menyebut nama Hotel GGM secara tersirat.

Salah satu anggota grup BG yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Setelah status itu ramai dikomentari, tiba-tiba akun BG hilang begitu saja. Kami curiga ini bukan kebetulan.”

Dugaan pun bermunculan. Beberapa warganet meyakini hilangnya akun tersebut terkait dengan tekanan dari pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan atas tudingan yang belum terverifikasi. Bahkan ada spekulasi soal adanya intervensi untuk meredam isu agar tidak menyebar luas ke publik.

Namun beberapa jam kemudian, akun BG kembali muncul di Facebook. Meski begitu, postingan milik akun Raihan sudah tidak ditemukan.

Untuk mencari klarifikasi lebih lanjut, tim redaksi Redaksi.co mencoba menghubungi pihak manajemen Hotel Grand Gumukmas (GGM) pada Selasa 25 mei, pukul 14.19 WIB. Saat dihubungi, manajer hotel bernama Eka menjawab singkat,

“Saya masih di jalan, Mas. Sedang nyetir. Nanti saya hubungi balik.”

Demi menjaga keselamatan di jalan, awak media memilih memutuskan sambungan telepon sambil menunggu informasi lanjutan. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen hotel belum memberikan tanggapan lebih lanjut.(Sofyan)

Dandim 0105/Abar Ikut Unjuk Gigi di Ajang Latihan Menembak Eksekutif di Mako Brimob Ujong Fatihah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Perkuat sinergitas, TNI – Polri wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya melaksanakan silaturahmi sekaligus unjuk kebolehan dalam ajang latihan menembak eksekutif di Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang berlokasi di Desa Ujong Fatihah Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya, Rabu 25/6/2025

Suasana silaturahmi dan latihan menembak tidak seperti biasanya, pasalnya, dalam latihan menembak kali ini juga dihadiri oleh Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., dan Wadan Batalyon C Pelopor AKP Amar Makruf, S.Psi.

Kelihatan nampak Dandim dan peserta latihan menembak lainnya begitu serius pada saat unjuk gigi membidik lesan sebagai sasaran target.

Tak hanya itu, disela – sela menembak sesekali terdengar canda tawa dari pimpinan TNI – Polri yang mewarnai latihan yang dikemas dalam wadah silaturahmi.

Usai latihan menembak, Dandim berharap momentum ini dapat memperkuat hubungan sinergitas TNI – Polri kedepannya baik dalam pelaksanaan tugas regional maupun nasional.

“Melalui ajang ini dapat meningkatkan soliditas, sinergitas antara TNI dan Polri. Karena, sinergitas bukan hanya sebatas kata atau slogan semata, tetapi harus ada aksi nyata layaknya silaturahmi dan latihan menembak seperti hari ini”, ujar Dandim

Potret kebersamaan di Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob ini menjadi salah satu saksi betapa solidnya hubungan TNI – Polri wilayah Kabupaten Aceh Barat dengan Kabupaten Nagan Raya.

“Adu kebolehan menembak ini sekiranya menjadi pemantik semangat untuk membangun kekompakan dan kebersamaan dalam mengasah kemampuan individu guna pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan NKRI”, demikian Dandim ****

KPA/PA Sagoe Meureubo Adakan Zikir Akbar Dan Doa Bersama Wali Agama Abuya Syekh Amran Waly

0

Aceh Barat.Redaksi.co
KPA/PA Sago Meureubo mengadakan Zikir Akbar dan Doa Bersama Untuk Para Syuhada

Zikir dan doa bersama ini sekaligus mengadakan prosesi Pesijuk Wali Agama Aceh Abuya Syehk H. Amran Wali Al-Khalidi di Gampong Gunong Kleng Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Selasa malam 24/6/2025

Sebelum prosesi Zikir Akbar dilakukan, terlebih dahulu Wali agama Abuya Syehk H. Amran Wali Al-Khalidi dijamu Makan bersama Wakil Bupati Aceh Barat dirumah Deni Yuliansyah selaku Ketua Tim Tarsa Kecamatan Meureubo di Gampong Paya Peunaga kecamatan setempat

Hal ini di ungkapkan oleh Deni Yuliansyah kepada awak media ini,ia mengatakan dalam momen ini sambutan
yang penuh kekeluargaan yang terasa hangat dari masyarakat ketika hadir saat itu.

“Ini mengisyaratkan , bagaimana antusias dan kerinduan dari warga Gampong Paya Peunaga atas kehadiran Wali Agama Aceh Abuya Syehk H Amran Wali Al-Khalidi ketempat mereka,apalagi sebelumnya mereka juga telah pernah melakukan kegiatan Zikir Akbar yang serupa di gampong Paya Peunaga “Ujar Deni

Dilokasi utama yang dilaksanakan di Gampong Gunong Kleng sendiri terpantau peserta Zikir Akbar dan doa bersama untuk para syuhada ini di hadiri sekitar 5.000 orang yang menandakan betapa kecintaan masyarakat Kecamatan Meureubo kepada Abuya Syehk H Amran wali Al Khalidi dan Semangat untuk mendoakan para Syuhada yang telah mendahului kita

Kegiatan seperti ini adalah acara pertama yang di cetus oleh KPA Sagoe Meureubo yang di harapkan bisa di jadikan contoh oleh KPA/PA di wilayah lainnya di wilayah KPA/PA di Aceh lainnya ****

Lenyap di Laut, Bungkam di Darat: Ke Mana Badrus Soleh ?

0

Jember, redaksi.co – Kasus hilangnya Badrus Soleh, siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jawa Timur, yang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di atas KM Harapan Srijaya GT 96, masih menyisakan sejumlah tanda tanya besar di masyarakat. Melalui surat resmi bernomor 422/185/413.26.2052375/2025 tertanggal 17 Juni 2025, pihak sekolah menyatakan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Kesimpulan ini, menurut surat tersebut, merujuk pada hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyidikan oleh Tim INAFIS Polres Pati serta Polairud Juwana, Jawa Tengah. Pemeriksaan disebut dilakukan terhadap 26 Anak Buah Kapal (ABK), 16 kadet siswa PKL, orang tua korban, keluarga, serta Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, yang dilakukan pada Senin, 16 Juni 2025, di Kantor Polairud Juwana.

Namun, kecepatan proses tersebut—dilaksanakan hanya dalam satu hari dengan banyaknya jumlah pihak yang diperiksa—menimbulkan kejanggalan. Apalagi, lokasi hilangnya Badrus dilaporkan terjadi di perairan Masalembu, wilayah hukum Polres Sumenep, Jawa Timur, namun olah TKP dan penyidikan dilakukan di Juwana, Pati, Jawa Tengah.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si, tidak membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantornya pada Senin pagi, 23 Juni 2025, ia disebut sedang berada di luar kota oleh petugas keamanan sekolah.

Minimnya penjelasan publik dari pihak sekolah membuat pertanyaan-pertanyaan terus bergulir:

1. Bagaimana kronologi lengkap hilangnya Badrus?

2. Kapan dan bagaimana pencarian dilakukan?

3. Mengapa kapal tidak segera bersandar pasca kejadian?

4. Mengapa penyidikan dilakukan di Juwana jika lokasi hilang di Masalembu?

5. Apa dasar menyatakan tidak ada unsur pidana hanya dalam satu hari?

6. Di mana dokumen resmi hasil penyidikan dan kronologi rinci?

7. Bagaimana legalitas pelayaran yang membawa siswa magang?

8. Bagaimana bentuk kontrak kerja sama sekolah dengan pihak perusahaan pemilik kapal?

Surat edaran resmi dari pihak sekolah menyampaikan enam poin kesimpulan, di antaranya:

Tidak terdapat unsur pidana seperti kekerasan atau perundungan.

Keluarga menyatakan ikhlas dan tidak menuntut secara pidana maupun perdata.

Santunan senilai Rp 40 juta telah diserahkan kepada keluarga.

Perusahaan akan mengurus asuransi.

Kapal kembali melanjutkan aktivitas melaut.

Sayangnya, surat tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung penyidikan maupun kronologi kejadian. Tidak ada penjelasan rinci kapan, di mana, dan bagaimana Badrus bisa hilang, serta upaya pencarian yang dilakukan.

Upaya konfirmasi juga tengah diarahkan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Sugeng Trianto, serta Kepala Seksi SMK, Muhammad Khotib. Keduanya terlibat dalam pendampingan keluarga korban saat bertemu dengan pemilik kapal, Direktur PT Pancuran Samudra Nusantara, di Pelabuhan Juwana pada 24 Mei lalu.

Sebagai informasi, Badrus Soleh terakhir kali diketahui berada di atas KM Harapan Srijaya saat kapal berlayar sejak 1 Mei 2025. Ia dilaporkan hilang pada dini hari 18 Mei di perairan Masalembu. Pihak keluarga baru mendapat kabar resmi pada 19 Mei dan menyusul ke Pelabuhan Juwana lima hari setelahnya.

Rangkaian kejadian yang begitu cepat diakhiri dengan surat kesimpulan yang minim lampiran membuat publik meragukan transparansi dan akuntabilitas penanganan kasus ini. Kasus Badrus Soleh bukan hanya menyangkut satu nyawa, tapi juga menyangkut keselamatan siswa-siswa lain yang mengikuti program PKL serupa, serta kredibilitas lembaga pendidikan vokasi kelautan di Indonesia. (yan)

Wabup Nagan Raya Respon Cepat Kunjungi Dan Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Darul Makmur

0

Aceh Barat.Redaksi.ci
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Bupati Nagan Raya Provinsi Aceh, Raja Sayang, kembali menunjukkan respons cepat dan kepedulian terhadap masyarakat.

Hal ini terlihat dari penyerahan langsung bantuan masa panik kepada korban kebakaran yang menimpa Dayah Darul Hidayat di Desa Karang Anyar, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, pada Senin, 23 Juni 2025 di kutip dari Lintas Nusantara.

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan 1 bangunan balai pengajian dan 3 bilik ini terjadi pada Senin (23/6/2025) siang, sekira pukul 11.00 WIB.

Dalam kesempatan penyerahan bantuan, Wabup Raja Sayang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya senantiasa hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengalami musibah, baik itu kebakaran, banjir, maupun bencana lainnya.

“Setelah menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan Baitul Mal untuk segera mengunjungi lokasi serta menyalurkan bantuan masa panik ini,” ujar Raja Sayang.

Ia kembali mengimbau masyarakat Nagan Raya untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, termasuk memastikan kondisi instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam keadaan aman.

“Jika terjadi musibah, baik kebakaran maupun banjir, segera hubungi instansi terkait agar bantuan dapat segera diberikan,” imbuhnya.

Adapun bantuan yang disalurkan dari BPBD Kabupaten Nagan Raya antara lain beras, air mineral, mi instan, telur, minyak goreng, peralatan memasak, hygiene kits, terpal, matras, selimut, handuk, mukena, sajadah, daster, kain sarung dan kasur lipat.

Sementara bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya meliputi beras, mi instan, family kits, makanan siap saji, selimut, mukena, kain sarung, tempat tidur, jilbab, handuk, baju koko dewasa dan anak, kids wear, piring dan gelas, lauk pauk siap saji, serta tenda gulung.

Selain itu, Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya turut menyerahkan bantuan dana tunai sebesar Rp4 juta kepada pihak dayah.

Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi, S.STP menjelaskan bahwa api dengan cepat melalap bangunan karena mayoritas konstruksinya terbuat dari kayu dan tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi menjelang siang hari tersebut.

“Dayah ini menampung sekitar 70 santri. Selain bangunan dayah, satu unit rumah warga yang berada di dekat lokasi kejadian juga ikut terdampak, terutama di bagian dapur,” ungkap Irfanda.

Mendapatkan laporan tersebut lanjut Irfanda, BPBD Nagan Raya melalui Pos Damkar Darul Makmur langsung mengerahkan armada pemadam ke lokasi dan berhasil mengendalikan api sebelum merambat lebih ****

Diskopum Jember Tindak Lanjuti Aduan UMKM Melalui Program Wadul Guse

0

Jember, redaksi.co – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi pelaku UMKM melalui program Wadul Guse. Sebagai wujud nyata respons cepat pemerintah terhadap aduan masyarakat, Diskopum Jember melakukan kunjungan lapangan ke dua pelaku usaha mikro yang menyampaikan keluhan melalui platform Wadul Guse (24/06/2025).

Kunjungan pertama dilakukan di Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, menindaklanjuti aduan dari Ibu Khusnul Khotimah berjudul “UMKM limbah pabrik berdayakan ibu-ibu, tapi tidak diakui dan didukung pemerintah setempat”. Ibu Khusnul merupakan pelaku usaha yang mengelola limbah pabrik menjadi bahan baku isi plywood. Usaha ini tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberdayakan lebih dari 30 ibu rumah tangga di sekitarnya.

Meski pernah menyabet Juara 2 dalam ajang UMKM Bhayangkari Polres Jember di tingkat Polda Jatim, Ibu Khusnul mengaku belum mendapat perhatian dari pihak desa. Menyikapi hal tersebut, Diskopum Jember akan memberikan pendampingan legalitas usaha, termasuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pembinaan lanjutan.

Selanjutnya, tim Diskopum mengunjungi usaha rumahan milik Ibu Suminem di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro. Dalam pengaduannya berjudul “Bantuan alat produksi UMKM berupa alat mengiris”, Ibu Suminem berharap bantuan alat perajang kerupuk untuk mendukung usahanya memproduksi kerupuk nasi dan kerupuk samiler. Saat ini, proses pengirisan masih dilakukan secara manual dengan pisau, yang cukup menyulitkan mengingat usia beliau yang lanjut.

Diskopum Jember merespons kebutuhan tersebut dengan berkoordinasi bersama pimpinan guna mengupayakan dukungan alat produksi yang lebih efisien dan ramah bagi pelaku UMKM lansia.

Langkah proaktif ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan layanan publik yang responsif, cepat, dan berpihak kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro. Melalui Wadul Guse, suara warga ditangkap dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata demi pertumbuhan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan (yan)

Kebijakan Kontroversial: Klinik Pratama PMI Jember Dibubarkan, Layanan Untuk Kesehatan Terhenti

0

Jember, redaksi.co – Keputusan mengejutkan datang dari jajaran Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jember periode 2022–2027. Di bawah kepemimpinan M. Thamrin, layanan kesehatan yang selama ini diberikan oleh Klinik Pratama PMI Jember resmi dihentikan. Klinik yang berlokasi di Jubung, Kecamatan Sukorambi itu sebelumnya menjadi salah satu andalan layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan (24/06/2025)

Langkah ini memicu sorotan tajam dari berbagai kalangan. Aep Ganda Permana, pengamat kebijakan publik Jember, menyebut penghentian layanan Klinik Pratama sebagai bentuk kemunduran dalam pelayanan kemanusiaan.

“Saya menerima banyak keluhan masyarakat soal menurunnya kinerja PMI Jember saat ini. Dibubarkannya Klinik Pratama adalah bukti nyata penurunan tersebut,” tegas Aep.

Sebagai informasi, Klinik Pratama PMI Jember dibentuk oleh pengurus PMI periode 2018–2022 sebagai bagian dari visi besar mendirikan Rumah Sakit PMI seperti yang telah diwujudkan di Bogor. Klinik ini bahkan diresmikan oleh Bupati Jember kala itu, dr. Faida, MMR, dan telah menjalin kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan. Artinya, klinik telah memenuhi seluruh syarat ketat pelayanan, baik dari segi sarana prasarana, tenaga medis hingga apotek.

Klinik Pratama PMI juga aktif melayani masyarakat umum, membuka gerai donor darah, serta menyiagakan armada ambulans untuk merespons cepat insiden darurat, termasuk kecelakaan lalu lintas di jalan utama Jember–Rambipuji yang dikenal sebagai kawasan rawan laka lantas.

Namun sejak 2024, semua berubah. Klinik mendadak tak lagi beroperasi secara penuh. Pelayanan medis berhenti total. Bahkan izin operasional yang sebetulnya telah lengkap, tidak diperpanjang oleh pengurus baru. Kini, bangunan bekas Klinik Pratama hanya berfungsi sebagai pos donor darah tanpa fasilitas penunjang darurat.

Hal ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Seorang warga, Pak Mai, yang pernah menyaksikan kecelakaan di depan bekas Klinik Pratama PMI, mengungkapkan kekecewaannya.

“Saya hubungi PMI, tapi tidak ada yang merespons. Saya ke klinik, ternyata ambulansnya sudah tidak ada. Padahal korban saat itu kondisinya kritis,” ujarnya.

Keputusan membubarkan layanan kesehatan yang sudah terintegrasi dengan sistem nasional seperti BPJS ini memunculkan pertanyaan besar: apakah PMI Jember masih berpihak pada kemanusiaan?

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ketua PMI Jember, M. Thamrin, terkait alasan penghentian operasional Klinik Pratama PMI yang telah berkontribusi besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat tersebut (Sofyan).

Satpol PP Aceh Barat Amankan Empat Pria Bawa Surat Dayah

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Barat mengamankan empat pria asal Pidie dan Pidie Jaya yang mengutip sedekah di Gampong (Desa) Pante Ceureumen, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Senin 23/6/2025,dilansir dari Atjeh Terkini

Mereka masing-masing berinisial, AM (26), warga Gampong Cot Lheue Rheng, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya,MR (39), warga Gampong Reudep, Kecamatan Pante Raja, Pidie Jaya, NZ (30), warga Gampong Pulo Mesjid, Kecamatan Tiro/Truseb, Pidie dan IKD (45), warga Gampong Hago, Kecamatan Pante Raja, Pidie Jaya.

Keempatnya diamankan setelah warga melaporkan aktivitas pengumpulan sedekah yang diduga tidak resmi. Saat diamankan, mereka menunjukkan surat keterangan dari pengurus Dayah Nasyrul Ulum Al-Aziziyah, beralamat di Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

“Kami menerima laporan dari masyarakat, dan langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan keempat orang tersebut. Saat ini kami masih menghubungi pihak dayah untuk klarifikasi surat keterangan yang mereka gunakan,” ujar Arsil, S.H, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Aceh Barat,kepada awak media

Warga Pante Ceureumen, Azhar, mengaku para pelaku sudah sering terlihat berkeliling meminta sedekah di kampung mereka.

“Mereka itu sering kami lihat. Sudah beberapa kali mereka minta-minta di sini,” kata Azhar.

Satpol PP Aceh Barat mengimbau masyarakat agar tidak mudah memberikan sumbangan kepada pihak yang tidak jelas legalitasnya dan segera melaporkan jika menemukan praktik serupa****