Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 24

Sachrudin Salurkan Hibah Rp13 Miliar untuk Perkuat Pembinaan Umat di Kota Tangerang

0

Perkuat Pembinaan Umat, Sachrudin Salurkan Hibah Rp13 Miliar

Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, kehadiran organisasi dan lembaga keagamaan berperan penting dalam membentuk karakter serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Menyadari peran strategis tersebut, Pemerintah Kota Tangerang (Pemkot Tangerang) kembali menunjukkan komitmennya kepada pembinaan umat melalui pengalokasian dana hibah sebesar Rp13 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

Dana hibah tersebut disalurkan kepada 108 organisasi dan lembaga keagamaan di Kota Tangerang. Penyerahan secara simbolis dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Dana Hibah dan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (03/03/2026).

Dalam sambutannya, Sachrudin, menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang pembangunan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat.

“Organisasi dan lembaga keagamaan adalah garda terdepan dalam membina umat, menjaga harmoni, dan menanamkan nilai akhlakul karimah. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi inilah yang akan memperkuat fondasi sosial Kota Tangerang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana hibah ini bukan sekadar bantuan anggaran, melainkan bentuk kepercayaan dan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Transparansi, ketertiban administrasi, dan ketepatan pelaporan menjadi bagian penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Melalui dukungan ini, jajaran Pemkot Tangerang berharap kegiatan pembinaan umat semakin aktif dan berdaya guna, sarana keagamaan semakin memadai, serta program-program sosial kemasyarakatan dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Hibah ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kepercayaan dan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga amanah ini dengan kerja nyata, agar kebaikannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan membawa keberkahan bagi Kota Tangerang,” pungkasnya.(*/red)

Dewan Adat Mbaham Matta Gelar “Wewowo” Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Perkuat Kebersamaan Ramadan

0

Fakfak, Redaksi.co – Semangat kebersamaan dan toleransi kembali ditegaskan dalam kegiatan “Wewowo” pembagian takjil dan buka puasa bersama yang digelar di Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Jalan DR Salasa Namudat, Kabupaten Fakfak, Selasa (3/3/2026)..

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, bersama unsur adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas etnis dan agama. Hadir pula perwakilan Suku Besar Mbaham Matta, etnis Papua, paguyuban Nusantara, hingga komunitas Arab dan Tionghoa yang turut ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut.

Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Apnel Hegemur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penuh berkah untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini, yang menjadi momen penuh berkah bagi kita semua, izinkan saya menyampaikan beberapa hal. Kepanitiaan yang kami bentuk berjalan dalam waktu persiapan yang cukup singkat. Namun puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini niat dan ikhtiar kami untuk melaksanakan kegiatan ini dapat terlaksana dengan segala keterbatasan yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Komunitas Kultur Remaja Nusantara yang berkembang secara nasional dan berada dalam satu lembaga kultur kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

“Cara dan tata peribadatan mungkin berbeda-beda, namun pada hakikatnya kita menyelaraskan diri kepada satu Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tegasnya.

Apnel juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, para kepala kampung, serta para dermawan yang telah berkontribusi dalam bentuk puluhan hingga ratusan paket bantuan. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan wujud nyata pelayanan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.

Wakil Bupati Fakfak Hadiri “Wewowo” Pembagian Takjil dan Buka Puasa Bersama Dewan Adat Mbaham Matta.

0

Fakfak, Redaksi.co – Semangat kebersamaan dan toleransi kembali ditegaskan dalam kegiatan “Wewowo” pembagian takjil dan buka puasa bersama yang digelar di Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Jalan DR Salasa Namudat, Kabupaten Fakfak, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, bersama unsur adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas etnis dan agama. Hadir pula perwakilan Suku Besar Mbaham Matta, etnis Papua, paguyuban Nusantara, hingga komunitas Arab dan Tionghoa yang turut ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut.

Momentum yang berlangsung di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini menjadi wujud nyata persaudaraan dalam bingkai adat dan keberagaman. Melalui tradisi “Wewowo” yang bermakna berbagi dalam kebersamaan, Dewan Adat Mbaham Matta menunjukkan komitmen menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Fakfak.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dewan Adat Mbaham Matta dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan penyertaan-Nya, pada hari ini kita dapat berkumpul dalam rangka mendukung kegiatan sosial berupa pembagian bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan terhadap nilai kebersamaan dan solidaritas sosial, khususnya di bulan Ramadan.
“Saya mengajak kita semua untuk terus saling mendukung dan saling membantu satu sama lain. Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata solidaritas dan nilai luhur budaya kita yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong,” tambahnya.

Donatus juga mengajak masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa untuk tetap memberikan dukungan kepada umat Muslim dengan menjaga situasi yang aman dan kondusif. Menurutnya, toleransi dan persaudaraan merupakan kekuatan utama dalam membangun daerah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian takjil kepada masyarakat serta buka puasa bersama di lingkungan Kantor Dewan Adat Mbaham Matta. Suasana penuh kekeluargaan dan harmoni antarumat beragama begitu terasa, mencerminkan filosofi hidup masyarakat Fakfak, “satu tungku tiga batu”, yang selama ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman.

PMII Mamasa Bongkar Dugaan Skandal Cetak Sawah Rp9 Miliar, Aroma Manipulasi Menguat

0

Redaksi.co MAMASA : Dugaan skandal membayangi program bantuan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Mamasa. Anggaran yang bersumber dari APBN 2025 dengan nilai fantastis mencapai kurang lebih Rp9 miliar kini menjadi sorotan tajam publik.

Yasir, pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamasa, secara terbuka mendesak transparansi penuh atas pelaksanaan program yang seharusnya menjadi angin segar bagi para petani tersebut. Ia menilai pelaksanaan kegiatan sarat tanda tanya dan kuat dugaan manipulasi.

Sorotan publik kini mengarah pada proyek cetak sawah seluas 300 hektare yang disebut-sebut menjadi bagian dari program strategis ketahanan pangan. Namun, alih-alih menghadirkan kepastian dan keterbukaan, proyek ini justru dinilai tertutup dan minim informasi teknis kepada masyarakat.

Menurut Yasir, pihak Kodim 1428/Mamasa bersama Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa yang bertindak sebagai penanggung jawab dan pendamping kegiatan belum menunjukkan transparansi yang memadai. Publik mempertanyakan apakah luas lahan benar-benar sesuai dengan perencanaan, bagaimana teknis pelaksanaannya, serta apakah anggaran miliaran rupiah tersebut digunakan secara tepat sasaran.

Program ini sangat bagus dan strategis untuk petani serta mendongkrak ketahanan pangan di Mamasa. Tapi jika pengelolaannya tidak transparan, wajar bila publik mencium adanya dugaan manipulatif bahkan praktik korupsi,” tegas Yasir.

Ia menambahkan, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar apakah realisasi program sudah sesuai dengan rencana awal atau justru terjadi penyimpangan. Ketiadaan keterbukaan data, laporan teknis, serta detail penggunaan anggaran dinilai memperkuat kecurigaan masyarakat.

Lebih jauh, PMII Mamasa juga menyoroti keterlibatan institusi TNI dalam proyek pembangunan yang bersumber dari APBN maupun APBD. Menurut mereka, peran utama TNI adalah menjaga pertahanan negara, bukan terlibat langsung sebagai penanggung jawab atau pendamping proyek pembangunan.

Kami berharap ke depan TNI tidak terlibat langsung dalam proyek-proyek pembangunan. Jika ingin melakukan pengawasan dari luar, silakan. Namun jangan masuk sebagai pelaksana atau penanggung jawab,” ujar Yasir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai tudingan tersebut. Publik Mamasa kini menanti jawaban tegas dan transparan atas proyek Rp9 miliar yang seharusnya menjadi harapan baru bagi para petani, bukan malah memunculkan badai kecurigaan. (ZUL)

Mapolda Sulbar Diterpa Gelombang Protes, Mahasiswa Bongkar Dugaan Mafia Tanah, Gas, Kakao, dan BBM

0

Redaksi.co SULBAR : Aksi panas meledak di halaman Kantor Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Ratusan mahasiswa PP IPMAPUS Sulbar memadati gerbang Mapolda, mengibarkan spanduk bernada keras dan melontarkan orasi tajam yang menuding adanya dugaan praktik-praktik merugikan rakyat di berbagai sektor strategis.

Muh. Kadri, Koordinator Aksi PP IPMAPUS Sulbar, menegaskan bahwa demonstrasi ini adalah peringatan terbuka kepada aparat penegak hukum.

“Ini bukan aksi seremonial. Kami membawa empat tuntutan besar. Ini gambaran lemahnya pengawasan dan dugaan pembiaran terhadap jaringan mafia di Sulawesi Barat,” tegasnya lantang.

Isu pertama yang disorot adalah kasus pembebasan lahan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Kalukku. Mahasiswa mendesak Polda Sulawesi Barat membuka secara transparan proses penanganan perkara yang diduga mengandung praktik mark-up harga lahan.

Massa aksi menuding adanya indikasi keterlibatan mafia tanah dan oknum dinas yang diduga membayar lahan tidak sesuai nilai riil yang diterima warga. Mereka meminta aparat tidak tebang pilih dalam menindak pihak yang terlibat.

“Kalau ada mafia tanah bermain, bongkar sampai ke akar. Jangan ada yang dilindungi,” seru orator dari atas mobil komando.

Aksi semakin memanas ketika mahasiswa menyoroti dugaan mafia distribusi elpiji subsidi di Kabupaten Mamuju. Berdasarkan temuan internal IPMAPUS Sulbar, terdapat indikasi pangkalan fiktif yang kuotanya diduga diperjualbelikan secara ilegal kepada pedagang tanpa izin resmi. Akibatnya, harga gas melonjak di tingkat masyarakat. Kelompok ekonomi lemah yang semestinya menikmati subsidi negara disebut justru menjadi korban kebocoran distribusi.

Mahasiswa mendesak aparat untuk: 1. Mengungkap jaringan mafia elpiji subsidi hingga ke aktor utama,
2. Menindak pangkalan fiktif tanpa kompromi,
3. Menjamin subsidi energi benar-benar tepat sasaran.

Tak hanya itu, proyek pengadaan bibit kakao di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat turut menjadi sorotan. Mahasiswa meminta Ditkrimsus Polda Sulbar menyelidiki dugaan: 1. Bibit tidak sesuai spesifikasi teknis, 2. Terjadi mark-up anggaran, 3. Kualitas bibit tidak maksimal, 4. Bibit tanpa sertifikasi jelas namun tetap dilabeli resmi.

Program pertanian yang seharusnya menjadi pengungkit kesejahteraan petani dinilai tidak boleh tercoreng oleh dugaan proyek bermasalah.

Dalam tuntutan terakhir, mahasiswa memperingatkan agar penanganan penyalahgunaan BBM subsidi tidak berhenti pada sopir kendaraan. Mereka mendesak aparat mengembangkan kasus hingga menyentuh pemilik kendaraan, pengepul, jaringan distribusi ilegal, hingga pihak yang diduga menjadi aktor utama dan pemodal.

“Penegakan hukum harus menyasar dalang, bukan hanya pelaku lapangan,” tegas massa.

PP IPMAPUS Sulbar menegaskan bahwa subsidi dan program pembangunan negara harus berpihak kepada rakyat, bukan menjadi ruang permainan oknum.

Mereka memastikan akan terus mengawal proses hukum di Sulawesi Barat. Jika tuntutan tidak direspons secara serius, gelombang aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar disebut siap digelar kembali.

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat!” pekik massa menggema keras di depan Mapolda. (ZUL)

TNI dan Warga Kebut Penyelesaian Jembatan Gantung Garuda di Plipir

0

PURWOREJO | Redaksi.coPembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menjadi akses vital bagi sektor pertanian, ekonomi, dan pendidikan warga Desa Plipir, Kecamatan Purworejo, kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat setempat.

Saat ini, personel TNI bersama warga fokus pada pemasangan hanger jembatan, pengelasan dudukan lantai, serta pemasangan papan lantai jembatan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan struktur utama sebelum memasuki proses finishing.

Danramil setempat, Kapten Inf Noor Cholik, menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara maksimal dan profesional agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
“Pengerjaan terus dikebut secara profesional. Saat ini tim sedang merampungkan struktur kerangka dan mulai pemasangan lantai jembatan serta perapian pondasi tali seling,” ungkapnya, Selasa siang (3/3/2026).

Meski medan pembangunan jembatan gantung memiliki tingkat kesulitan tersendiri, pihaknya memastikan tidak ada kendala berarti selama proses pengerjaan berlangsung. Sinergi antar-personel di lapangan serta dukungan material yang lancar menjadi faktor utama kelancaran pembangunan.

“Setelah tahap pemasangan hanger dan lantai jembatan selesai, agenda selanjutnya adalah pemasangan pagar jaring di sisi kiri dan kanan, kemudian dilanjutkan proses pengecatan,” imbuhnya.

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda Merah Putih ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antara Desa Plipir dan Pacekelan secara signifikan. Infrastruktur tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas warga, khususnya dalam aktivitas pertanian dan distribusi hasil bumi, sekaligus mendukung akses pendidikan bagi pelajar setempat.

“Proyek yang menjadi bagian dari program Bapak Presiden Prabowo ini dikerjakan secara intensif untuk membuka aksesibilitas warga di wilayah desa yang selama ini terisolasi,” pungkasnya. (*)

Sumber: Humas Kodim Purworejo

PWI LS Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Bantah Tuduhan PKI dan Rasisme

0

Redaksi.co, Jakarta | Ketua Umum PWI Laskar Sabilillah (PWI LS), KH Muhammad Abbas Billy Yachsi, bersama jajaran pengurus memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan pencemaran nama baik, rasisme, dan ujaran kebencian yang menyeret nama organisasi tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media, KH Muhammad Abbas mengatakan bahwa kedatangannya sebagai warga negara yang taat hukum untuk memberikan klarifikasi atas kasus yang sedang berlangsung, termasuk yang berkaitan dengan komentar-komentar miring terhadap organisasi serta dugaan keterlibatan saudara Zain.

“Kami datang untuk memberikan keterangan. Banyak tudingan yang sangat melukai dan memfitnah organisasi kami. PWI LS sudah berbadan hukum dan didirikan oleh para ulama, kiai, serta tokoh adat dan budaya,” ujarnya.

Ia membantah keras tudingan yang menyebut PWI LS sebagai organisasi berafiliasi dengan PKI. Menurutnya, tuduhan tersebut merupakan fitnah yang kerap digunakan untuk menjatuhkan pihak tertentu.

“Kami ini Islam Ahlussunnah wal Jamaah, warga Nahdlatul Ulama, berbasis pesantren. Tidak benar jika kami dituduh PKI. Itu fitnah yang terus digulirkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

KH Abbas juga menyoroti maraknya ujaran kebencian dan narasi rasis di media sosial yang dinilai merusak moral, akhlak, serta tatanan sosial bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah menjustifikasi atau melabeli pihak lain tanpa dasar hukum yang jelas.

“Kita boleh mengkritik pemerintah, boleh menyampaikan pendapat dengan tegas, tetapi tidak boleh menjatuhkan harga diri bangsa, presiden, ulama, maupun institusi negara,” katanya.

PWI LS, lanjutnya, berdiri sebagai wadah perjuangan yang digagas oleh para ulama dan tokoh masyarakat di Cirebon dan telah berkembang secara nasional bahkan ke tingkat Asia. Organisasi tersebut, menurutnya, akan terus menjaga reputasi dan kredibilitasnya melalui jalur hukum.

Pihak PWI LS berharap laporan yang diajukan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan tuduhan tanpa bukti.

“Kami ingin menjaga harga diri organisasi dan bangsa. Jangan sampai kebebasan berpendapat disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian,” pungkasnya.

Kenaikan Pangkat Pengabdian di Polres Langkat, Kapolres Ingatkan Tantangan Tugas Semakin Kompleks

0

Langkat -redaksi.co

MAHRUZAR Sebayang, SH resmi menerima kenaikan pangkat pengabdian dari AKP menjadi Kompol dalam upacara yang digelar pada Selasa, 2 Maret 2026, pukul 08.30 WIB. Saat ini beliau menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Langkat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Langkat, David Triyo Prasojo, SH, SIK, M.Si, dan dihadiri Wakapolres Langkat Husnil Mubarok Daulay SH, SIK, M.Si, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, perwira, personel serta ASN Polres Langkat.

Turut hadir Ketua Cabang Bhayangkari Polres Langkat Ny. Ayu David yang didampingi Wakil Ketua Cabang Ny. Pesha Husnil beserta para pengurus Bhayangkari Polres Langkat.

Upacara diawali dengan tradisi penyiraman kembang oleh Kapolres sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di institusi Polri. Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur.

Dalam arahannya, Kapolres Langkat menyampaikan ucapan selamat kepada Kompol MAHRUZAR Sebayang, SH. Disampaikan bahwa kenaikan pangkat pengabdian merupakan bentuk penghargaan institusi atas loyalitas, integritas, serta dedikasi dalam pelaksanaan tugas, sekaligus anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kapolres juga menekankan bahwa dinamika tugas kepolisian saat ini semakin kompleks dan ambigu. Setiap persoalan saling berkaitan dan tidak dapat diselesaikan secara parsial, sehingga diperlukan analisa yang matang dan pendekatan yang tepat agar pelaksanaan tugas menjadi efektif.

Selain itu, perkembangan situasi global seperti konflik antara Iran dan Amerika Serikat, serta pengaruh jalur strategis perdagangan dunia seperti Selat Hormus, disebut dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan. Oleh karena itu, seluruh personel diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi kepanikan masyarakat, termasuk kemungkinan penimbunan bahan pangan maupun BBM.

“Bismillah, tetap semangat. Jadilah polisi yang adaptif dan profesional. Tugas kita menjaga Langkat agar tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres.

Kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada Kompol MAHRUZAR Sebayang, SH sebagai wujud kebersamaan dan soliditas keluarga besar Polres Langkat.

M.ilyas

Polres Langkat Tebar Kebaikan Ramadhan, 200 Paket Takjil Dibagikan ke Pengguna Jalan

0

Langkat -redaksi.co

Memasuki hari ke-12 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Langkat kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan berbagi takjil kepada masyarakat, Senin (02/03/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.45 WIB tersebut berlangsung di depan Mako Polres Langkat, Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian Polri sekaligus bentuk kehadiran Polres Langkat di tengah masyarakat dalam suasana penuh berkah Ramadhan.

Bakti sosial dipimpin oleh Kanit Turjawali Sat Samapta IPDA Wahyudi, SH dan diikuti personel Polres Langkat yang terlibat dalam sprint, bersama pengurus Bhayangkari Cabang Langkat. Sebanyak 200 bungkus takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor, mobil maupun becak yang melintas di lokasi kegiatan.

Selain berbagi takjil, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, tidak kebut-kebutan menjelang waktu berbuka puasa, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi melalui Kasi Humas AKP J. Situmorang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Momentum Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian dan mempererat silaturahmi. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, berbagi kebahagiaan serta memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa Polres Langkat berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan. Masyarakat juga dihimbau agar tidak ragu menghubungi layanan Kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan gangguan kamtibmas.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung dengan aman, tertib serta lancar. Masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan mengapresiasi kepedulian Polres Langkat di bulan penuh berkah ini.

M.ilyas

Perjuangan di Medan Sulit, Pembangunan UPTD SMA Negeri 1 Pana Ditarget Rampung April

0

Redaksi.co MAMASA : Di tengah akses jalan yang sulit dan cuaca yang kerap tak bersahabat, pembangunan fasilitas pendidikan di UPTD SMA Negeri 1 Pana kini memasuki tahap akhir. Proyek yang telah dinantikan selama bertahun-tahun itu ditargetkan rampung dan diresmikan pada April mendatang.

Kepala sekolah, Matheus Tonglo, S.Pd., secara terbuka mengakui adanya keterlambatan dalam proses pengerjaan. Namun ia menegaskan, keterlambatan tersebut semata-mata dipicu faktor alam dan kondisi geografis yang berat.

Kalau soal keterlambatan, kami akui. Tapi itu karena kondisi jalan, medan, dan hujan. Tidak ada hambatan lain. Ini murni soal waktu,” ujarnya. Selasa 3/3/2026 melalui sambungan telepon via WhatsApp 

Distribusi material dan mobilitas pekerja disebut kerap terhambat akibat akses yang sulit ditembus, terutama saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Meski demikian, pengerjaan tetap berjalan dan kini telah memasuki tahap penyelesaian.

Di tengah beredarnya laporan yang belum jelas sumbernya, pihak sekolah memastikan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh proses pembangunan, kata Matheus, dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Untuk kualitas, kami pastikan sangat baik. Kami bekerja sesuai spesifikasi. Bahkan bisa dibilang lebih dari cukup,” tegasnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pelapor terkait isu yang beredar. Keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi proyek menjadi salah satu kendala dalam menjalin komunikasi.

Di lokasi itu jaringan sangat terbatas. Kadang harus mencari titik tertentu untuk mendapatkan sinyal. Bisa saja ada yang menghubungi, tapi tidak semua panggilan dapat terjawab karena kondisi tersebut,” jelasnya.

Beberapa pihak, termasuk perwakilan LSM, disebut telah beberapa kali datang ke lokasi. Namun, kunjungan tersebut kerap berlangsung di luar jam kerja sehingga tidak selalu bertemu langsung dengan pihak sekolah.

Pembangunan ini bersumber dari APBN melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Bantuan tersebut merupakan bantuan langsung pemerintah pusat melalui kementerian kepada sekolah tanpa melalui instansi perantara. Durasi pengerjaan ditetapkan selama 150 hari kalender. Selama pelaksanaan, progres pembangunan dilaporkan secara rutin, mulai dari laporan harian hingga bulanan.

Tim kementerian bahkan telah dua kali turun langsung meninjau lokasi. Pada kunjungan pertama, rombongan belum berhasil mencapai titik proyek akibat medan berat. Kunjungan kedua akhirnya berhasil menembus lokasi, meskipun perjalanan disebut penuh tantangan.

Bagi Matheus, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud perjuangan panjang. Selama empat tahun terakhir, ia berupaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak agar siswa di wilayah tersebut tidak perlu menempuh jarak jauh untuk bersekolah.

Saya hanya ingin anak-anak di sini tidak perlu jauh-jauh keluar untuk mencari ilmu. Ini perjuangan bersama,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang telah merealisasikan bantuan pembangunan tersebut. Dengan progres yang kini memasuki tahap akhir, peresmian ditargetkan dapat dilakukan pada April mendatang.

Harapan kami bulan April sudah bisa diresmikan tanpa kendala. Ini demi masa depan anak-anak,” pungkasnya. (ZUL)