Beranda blog Halaman 25

Bukan Cuma Palu Sakti, “Ketok Mejik” Diam-Diam Buka Jalan ke Pasar India

0

JAKARTA, Redaksi.Co – Perjalanan film Ketok Mejik menuju layar lebar Indonesia ternyata menyimpan cerita lain di balik proses promosinya, Saat publik Tanah Air masih menantikan aksi kocak Ananta Rispo, Tarra Budiman, dan Dodit Mulyanto, film drama komedi garapan Yogi S. Calam itu justru mulai mengintip peluang lebih jauh ke pasar internasional.

Sinyal tersebut terlihat setelah Produser Eksekutif Ketok Mejik, Akshay Melwani, membawa film tersebut dalam agenda BRICS Creative Economy Conference yang berlangsung di India pada 6–7 Agustus 2026.

Dalam forum yang mempertemukan pelaku industri kreatif dari berbagai negara itu, Ketok Mejik diperkenalkan sebagai salah satu karya dari industri film Indonesia,Respons yang diterima disebut cukup menjanjikan.

Akshay mengungkapkan, ketertarikan terhadap film tersebut muncul dalam waktu relatif singkat selama dirinya berada di India,
“Di sana ada interest, Saya baru dua hari di sana, jadi ada ketertarikan, which is a good sign, Khususnya untuk Ketok Mejik, initial interest-nya sangat bagus,” ujar Akshay saat ditemui di Jakarta.

Ketertarikan tersebut menjadi modal penting bagi Ketok Mejik, terutama karena film ini membawa cerita yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, Di balik kemasan komedi, film tersebut berbicara mengenai usaha kecil, utang, persahabatan, ambisi, dan perjuangan mempertahankan tempat yang dianggap sebagai bagian dari keluarga.

Rispo Tak Bisa Sekadar Mengandalkan Tawa
Sementara peluang internasional mulai terbuka, tantangan lain justru datang dari dalam proses produksi, Ananta Rispo yang selama ini identik dengan karakter komedi harus memainkan Ben, seorang pemuda yang kehidupannya berubah setelah mendapatkan warisan sebuah bengkel.

Masalahnya, warisan tersebut bukanlah bisnis yang siap menghasilkan keuntungan, Bengkel peninggalan sang kakek justru dibebani persoalan utang dan berada dalam ancaman untuk diambil alih.

Situasi tersebut membuat Rispo harus memainkan karakter dengan porsi drama yang lebih besar,
“Ini film saya yang lumayan banyak dramanya karena saya harus ngejalanin cerita, harus ngejalanin dramanya,” kata Rispo di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Bagi Rispo, tantangan itu tidak sederhana, Sebagai komika, spontanitas dan respons terhadap situasi merupakan bagian dari kekuatannya. Namun dalam Ketok Mejik, ia dituntut menahan dorongan tersebut dan membangun emosi karakter secara lebih terukur,“Jadi lumayan sulit di awal-awal, perlu banyak belajar dan karena saya komedian,” ujarnya.

Perubahan pendekatan tersebut membuat karakter Ben menjadi salah satu sisi menarik yang ditawarkan film ini, Rispo tidak hanya dituntut menghadirkan kelucuan, tetapi juga memperlihatkan kegelisahan seorang anak muda yang tiba-tiba harus memikul tanggung jawab besar.

Bengkel Menjadi Medan Pertarungan
Cerita kemudian berkembang ketika Ben memilih mempertahankan bengkel warisan keluarganya,Ia tidak sendirian,Ada tiga pekerja yang berada di sisinya, masing-masing membawa kepribadian berbeda.

Made yang diperankan Tarra Budiman digambarkan ambisius,Saged yang dimainkan Dodit Mulyanto memiliki gaya bicara ceplas-ceplos, sementara Unung yang diperankan Arief Didu hadir dengan karakter polos.

Dinamika keempat tokoh inilah yang menjadi salah satu sumber komedi Ketok Mejik,Namun ada satu benda yang membuat persoalan mereka semakin unik: sebuah palu yang dipercaya mempunyai kekuatan istimewa.

Palu tersebut bukan sekadar properti dalam cerita, Keberadaannya menjadi pemicu berbagai situasi yang membawa Ben dan kawan-kawannya menghadapi persoalan baru.

Di titik ini, Ketok Mejik mencoba memadukan dua dunia,Di satu sisi ada humor yang menjadi identitas para pemainnya, sementara di sisi lain terdapat persoalan nyata mengenai usaha, utang, tanggung jawab, dan arti mempertahankan sesuatu yang telah diwariskan.

Dengan latar bengkel, film ini juga membawa gagasan bahwa sebuah tempat usaha bisa memiliki nilai lebih dari sekadar bangunan dan peralatan,Bagi Ben dan orang-orang di sekitarnya, bengkel menjadi simbol perjuangan sekaligus ruang tempat persahabatan mereka diuji.

Siap Bertemu Penonton 13 Agustus
Setelah lebih dulu mendapatkan sinyal positif dari pasar India, Ketok Mejik kini memasuki fase yang paling menentukan, yakni bertemu langsung dengan penonton Indonesia.

Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai 13 Agustus 2026.

Selain Ananta Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto, dan Arief Didu, jajaran pemainnya turut diisi Ersa Aurelia, Jarwo Kwat, Agus Kuncoro, Arafah Rianti, Sadana Agung, Erick Astrada, Lolox, Bihun Warwer, Furry Setya, Vidi Bulle, serta Chika Waode.

Jika respons penonton dalam negeri sejalan dengan sinyal positif yang mulai muncul dari India, Ketok Mejik berpeluang menjadi salah satu film komedi Indonesia yang tidak berhenti di pasar lokal.

Sebab, di balik cerita tentang bengkel dan sebuah palu sakti, film ini membawa persoalan yang universal: bagaimana seseorang mempertahankan apa yang menjadi miliknya ketika keadaan justru memaksanya untuk menyerah.

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot: Dugaan Pemenang Diatur dan Evaluasi Peserta Dipertanyakan

0

Tender Kampus 3 UIN Mataram Disorot: Dugaan Pemenang Diatur dan Evaluasi Peserta Dipertanyakan

REDAKSI.CO — LOMBOK BARAT | Proses tender proyek pembangunan Kampus 3 UIN Mataram yang direncanakan berlokasi di Desa Gapuk, Kabupaten Lombok Barat, mulai menuai sorotan tajam. Dugaan ketidaktransparanan dalam proses pengadaan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) mencuat setelah salah satu pihak yang terlibat dalam pengelolaan pekerjaan penimbunan mempertanyakan proses evaluasi dan pembuktian peserta tender.

Narasumber berinisial SI, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menduga terdapat persoalan dalam proses penentuan pemenang tender. Ia bahkan menduga adanya kemungkinan pengaturan pemenang atau deal-dealan yang melibatkan sejumlah pihak dalam proses pengadaan.

Namun, dugaan tersebut hingga kini belum terbukti dan masih memerlukan pemeriksaan serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

SI mempertanyakan sejumlah tahapan, termasuk proses evaluasi peserta, pembuktian kualifikasi, hingga beberapa kali perubahan atau pengunduran pengumuman pemenang tender.

«“Saya menduga ada permainan dalam proses tender. Kalau memang prosesnya transparan, seluruh peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama dan penilaiannya harus berdasarkan persyaratan serta kemampuan yang dapat dibuktikan secara nyata,” ujar SI, Senin (10/8/2026).»

Ia juga menyampaikan tudingan mengenai dugaan keterlibatan salah satu pejabat UIN Mataram dengan pihak kontraktor. Redaksi.co menegaskan, tudingan tersebut merupakan pernyataan narasumber yang masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak yang disebut.

Perusahaan Lokal Tersingkir, Perusahaan Jakarta Menang

Berdasarkan data pengadaan yang disampaikan kepada Redaksi.co, proyek pengurukan lahan Kampus 3 UIN Mataram disebut dimenangkan PT Nurfita Katya Mandiri asal Jakarta dengan nilai penawaran sekitar Rp7,8 miliar.

Sementara itu, sejumlah perusahaan lokal, di antaranya PT Duta Cevate dan CV Jasa Famili Konstruksi, disebut tidak memenangkan tender.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan SI. Menurutnya, perusahaan lokal seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama sepanjang memenuhi persyaratan administrasi, teknis, legalitas material, serta dukungan peralatan yang ditentukan dalam dokumen tender.

SI mengaku telah mengikuti prosedur pendaftaran dan melengkapi persyaratan yang diminta. Bahkan, ketika pihak UIN Mataram meminta dukungan alat, ia menyebut telah mencantumkan enam unit alat yang dimilikinya.

«“Pihak UIN Mataram meminta tiga alat. Saya justru memasukkan enam alat yang saya punya sebagai bentuk kelengkapan. Dari enam alat tersebut, empat memenuhi kebutuhan dari tiga alat yang diminta,” ungkapnya.»

Menurut SI, persoalan tersebut semestinya dapat diverifikasi secara langsung di lapangan sebelum peserta dinyatakan memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan.

Ia mempertanyakan mengapa perusahaan yang menurutnya memiliki kelengkapan administrasi, termasuk legalitas material dan dukungan alat, justru tidak lolos dalam proses evaluasi.

SPSE Jadi Tameng Transparansi?

Sorotan terhadap proses tender tersebut kini mengarah pada satu pertanyaan penting: apakah seluruh tahapan evaluasi benar-benar berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan?

Kabiro AUPKK UIN Mataram, Arya, ketika dikonfirmasi Redaksi.co, menyampaikan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui sistem SPSE.

«“Ini semua berdasarkan sistem SPSE. Tentu nanti sistem yang akan mengetahui hasilnya,” ujarnya.»

Pernyataan tersebut menjadi penting untuk dikaji lebih jauh. Sebab, penggunaan sistem elektronik dalam pengadaan bukan berarti seluruh proses otomatis bebas dari persoalan. Tahapan evaluasi, pembuktian kualifikasi, pemeriksaan dokumen, serta keputusan Pokja tetap menjadi bagian penting yang perlu dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa.

Karena itu, jika terdapat pihak yang merasa dirugikan atau mempertanyakan hasil evaluasi, dokumen dan tahapan proses pengadaan menjadi kunci untuk menjawab seluruh tudingan tersebut.

Kami Siap Buka Data”

SI menyatakan pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berhenti pada dugaan atau pernyataan sepihak. Ia mengaku siap menunjukkan data dan dokumen yang menurutnya dapat menjadi dasar untuk mempertanyakan proses tender tersebut.

«“Kalau hal seperti ini dibiarkan dan tidak dibuka secara transparan, saya khawatir persoalannya akan menjadi besar dan menyeret banyak pihak. Kami siap membuka pola-pola yang selama ini kami nilai perlu dipertanyakan, tentunya berdasarkan data dan bukti yang kami miliki,” tegasnya.»

Pernyataan tersebut tentu perlu dibuktikan. Jika benar terdapat pelanggaran dalam proses tender, maka dokumen pengadaan, berita acara evaluasi, dokumen kualifikasi, hingga dasar penetapan pemenang dapat menjadi pintu masuk untuk mengetahui apakah proses tersebut telah berjalan sesuai ketentuan.

Pawas Proyek Pilih Bungkam

Sementara itu, Subuhi selaku Pawas Proyek yang sebelumnya dikonfirmasi melalui WhatsApp dan sambungan telepon memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh.

«“Saya tidak tahu, silakan langsung ke Kabiro AUPKK UIN Mataram yang lebih berwenang,” demikian jawabnya.»

Sikap tersebut semakin membuat pertanyaan mengenai proses tender Kampus 3 UIN Mataram belum mendapatkan jawaban secara menyeluruh.

Publik Menunggu Pembuktian

Persoalan ini bukan semata-mata mengenai siapa yang menang dan siapa yang kalah dalam tender. Yang menjadi perhatian adalah apakah seluruh peserta telah diperlakukan secara adil, apakah proses evaluasi dapat dibuktikan secara objektif, dan apakah penetapan pemenang benar-benar berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Apalagi proyek tersebut menggunakan anggaran negara dengan nilai miliaran rupiah. Karena itu, transparansi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari pertanggungjawaban publik.

Redaksi.co membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada UIN Mataram, PPK, Pokja Pemilihan, perusahaan pemenang, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa pemenang tender telah diatur atau terjadi kesepakatan tertentu dalam proses lelang. Dugaan yang disampaikan narasumber masih harus diuji melalui dokumen pengadaan, klarifikasi para pihak, serta pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang.

Kini publik tinggal menunggu satu hal: mampukah seluruh tahapan tender Kampus 3 UIN Mataram dibuka dan dijelaskan secara terang, sehingga tidak menyisakan ruang bagi dugaan permainan dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut?

 

REDAKSI.CO — TAJAM MENGAWASI, BERANI MENGUNGKAP.

 

Jurnalis ; Suhaili

*Polres probolinggo Dan Bhayangkari salurkan Bantuan untuk relawan karhutla TNBTS di Bromo*

0

*Polres Probolinggo dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Relawan Karhutla TNBTS di Bromo* PROBOLINGGO,– Polres Probolinggo Polda Jatim bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo menyalurkan bantuan kepada para relawan yang terlibat langsung dalam upaya pemadaman dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

http://( redaksi.co )(10 Agustus )(2026)

Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian Polres Probolinggo Polda Jatim dan Bhayangkari Cabang Probolinggo terhadap para relawan yang berada di garis depan penanganan Karhutla kawasan TNBTS di Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizky Siregar mengatakan, perjuangan para relawan dalam penanganan karhutla patut mendapat apresiasi.

Menurut AKBP Asmida kondisi medan yang sulit serta tantangan di lapangan membutuhkan semangat, kepedulian dan kebersamaan seluruh pihak.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan kepedulian para relawan yang dengan sukarela membantu penanganan karhutla,” ungkap AKBP Asmida, Senin (10/8/2026).

Kapolres Probolinggo menambahkan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergitas lintas sektor sangat penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam penanganan karhutla dan bersama-sama menjaga kawasan TNBTS untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegas AKBP Asmida.

Sementara itu salah seorang relawan, Jumadi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Polres Probolinggo bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi para relawan yang tengah berjuang di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Probolinggo dan Bhayangkari yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami para relawan. Bantuan ini sangat berarti dan menambah semangat kami untuk terus membantu proses penanganan karhutla di TNBTS,” ungkap Jumadi.

Ia berharap sinergi dan kepedulian dari berbagai pihak dapat terus terjalin hingga penanganan karhutla benar-benar selesai.

“Semoga kebakaran segera dapat dipadamkan dan kawasan TNBTS kembali aman. Kami juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin,” pungkas Jumadi. (*)

http://( Agus kustiadi)(10 Agustus )(2026)

*Kasus Kematian S Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Jadwalkan Ekshumasi*

0

Jakarta,Redaksi.Co – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meningkatkan penanganan perkara kematian S ke tahap penyidikan. Penyidik menjadwalkan ekshumasi pada Rabu (12/8/2026) untuk membantu mengungkap penyebab kematian korban.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengatakan, perkara tersebut ditangani berdasarkan dua laporan polisi, yakni laporan masyarakat di Bareskrim Polri dan laporan keluarga korban di Polresta Banyumas. Kedua laporan itu kemudian dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Berdasarkan hasil penyelidikan Polresta Banyumas dan tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, penanganan perkara telah kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar Kombes Iman di Lobi Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (10/8/2026).

Menurut Kombes Iman, ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bahan bagi penyidik dalam menentukan langkah selanjutnya.

“Mudah-mudahan dari hasil ekshumasi kami dapat menemukan dan menyimpulkan penyebab kematian yang bersangkutan,” katanya.

Selama tahap penyelidikan, polisi telah memeriksa atau meminta keterangan terhadap 24 saksi. Penyidik juga akan meminta keterangan lanjutan dari pihak keluarga saat tim berada di Banyumas.

Kombes Iman menegaskan, penyidikan difokuskan pada pencarian bukti dan fakta hukum terkait penyebab kematian korban. Polri juga memastikan setiap korban memperoleh perlakuan yang sama tanpa membedakan latar belakangnya.

“Laporan polisi yang kami terima memuat dugaan tindak pidana pembunuhan atau pembunuhan berencana. Selanjutnya, penyidik akan berfokus pada fakta hukum yang ditemukan selama proses penyidikan,” pungkasnya.

8 Hari Jelang HUT ke-81 RI, Nenek 85 Tahun Harus Ditandu 3 Jam Demi Mendapatkan Pertolongan Medis

0

Redaksi.co MAMASA : Di tengah suasana bangsa yang bersiap menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sebuah kisah pilu datang dari pelosok Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Delapan hari menjelang detik-detik peringatan 17 Agustus 2026, seorang lansia berusia 85 tahun bernama Sania, warga Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, harus menjalani perjuangan panjang dalam kondisi sakit. Karena keterbatasan akses kendaraan, tubuh renta Sania terpaksa ditandu warga selama kurang lebih tiga jam demi mencapai lokasi yang dapat dijangkau kendaraan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 17.30 WITA. Saat kondisi kesehatannya menurun, keluarga bersama warga berusaha mengevakuasi Sania keluar dari Dusun Sambaho menuju akses transportasi.

Dengan penuh kepedulian, warga bergantian membawa Sania melewati perjalanan yang tidak mudah. Selama kurang lebih tiga jam, mereka berjuang agar perempuan lanjut usia tersebut dapat segera memperoleh pertolongan medis.

Setelah berhasil mencapai lokasi yang dapat dilalui kendaraan, Sania kemudian dipindahkan ke mobil ambulans untuk dibawa menuju Puskesmas Mambi.

Namun, dalam perjalanan, kondisi Sania tiba-tiba semakin menurun. Ia mengalami muntah-muntah dan tubuhnya semakin lemah. Situasi tersebut membuat pertolongan medis harus diberikan secepat mungkin.

Proses monitoring dan pengawalan dilakukan oleh Aipda Hendra Sapri dan Bripka Muh. Nur Alam, selaku Bhabinkamtibmas (BKTM), yang turut membantu proses evakuasi hingga Sania berhasil mendapatkan akses menuju fasilitas kesehatan.

Kisah Sania menjadi potret menyentuh tentang perjuangan masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan medan yang sulit. Ketika sebagian masyarakat bersiap menyambut kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di pelosok Mambi seorang nenek berusia 85 tahun justru harus berjuang melewati perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan kesempatan memperoleh pertolongan medis.

Di usia senja, ketika tubuh tak lagi sekuat dulu, perjalanan tiga jam menjadi perjuangan yang tidak ringan. Namun keluarga dan warga tidak menyerah. Mereka terus membawa Sania, berharap pertolongan masih dapat diberikan tepat waktu.

Kapolsek Mambi, IPDA Riswandi, menyampaikan bahwa jajaran kepolisian terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat, agar warga dapat segera memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Di tengah merah putih yang sebentar lagi berkibar memperingati 81 tahun kemerdekaan, kisah Sania menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga berarti ketika setiap warga, termasuk mereka yang tinggal jauh di pelosok, dapat memperoleh akses pertolongan dan pelayanan dasar ketika sedang membutuhkan.

Tiga jam ditandu bukan sekadar perjalanan. Bagi Sania, itu adalah perjalanan penuh harapan, dari sebuah dusun terpencil menuju pertolongan medis. (ZUL)

*Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo*

0

Jakarta,Redaksi.Co– Polisi diminta mengusut secara tuntas dan transparan kematian Sutrimo yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Proses penyelidikan dinilai perlu dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh guna memastikan penyebab kematian.

Penasihat Kapolri Bidang Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Juanda, SH., MH., mengatakan penyidik Polri perlu mengumpulkan seluruh informasi, data, barang bukti, dan alat bukti yang berkaitan dengan aktivitas Sutrimo dalam beberapa hari hingga beberapa jam sebelum meninggal dunia.

“Lakukan proses penyelidikan yang menyeluruh, objektif dan profesional dengan pengumpulan semua informasi, data, barang bukti dan alat bukti yang berkaitan dengan aktivitas almarhum Sutrimo dalam beberapa hari dan beberapa jam sebelum meninggal,” kata Juanda di Jakarta (10/08).

Menurutnya, seluruh saksi yang mengetahui aktivitas Sutrimo sebelum maupun setelah tiba di poliklinik atau lokasi tempat korban dinyatakan meninggal juga perlu dimintai keterangan. Pengungkapan penyebab kematian, kata dia, perlu diperkuat dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk memastikan setiap fakta dan kejanggalan dapat diuji secara ilmiah.

Juanda menyoroti sejumlah informasi yang beredar terkait kematian Sutrimo, salah satunya mengenai telepon seluler milik almarhum yang disebut hingga kini belum ditemukan. Selain itu, terdapat informasi mengenai cairan yang disebut keluar dari mulut Sutrimo saat meninggal.

“Beberapa kejanggalan seperti ini tentu menuntut profesionalitas pihak penyidik Polri agar jelas dan terang benderang apa penyebab kematian almarhum Sutrimo,” ujarnya.

Juanda juga menilai penyidik perlu mendalami apakah kematian Sutrimo memiliki keterkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan atau tidak.

Menurutnya, kejelasan mengenai penyebab kematian penting untuk mencegah munculnya asumsi yang tidak bertanggung jawab di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh dugaan dan informasi yang berkembang harus diuji melalui proses hukum dan penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Apakah ada kaitan dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan saat ini atau tidak, perlu ada kejelasan guna mencegah dan menghindari asumsi-asumsi yang tidak produktif dan tidak bertanggung jawab di kalangan masyarakat luas yang berpotensi liar dan fitnah,” katanya.

Selain penyelidikan secara menyeluruh, Juanda mendorong dilakukannya ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo apabila diperlukan untuk kepentingan hukum dan keadilan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengungkap penyebab kematian melalui pemeriksaan forensik.

“Polri sudah seharusnya melakukan ekshumasi terhadap jasad almarhum Sutrimo guna kepentingan hukum dan keadilan untuk mengungkap misteri penyebab kematian dengan ilmu forensik,” pungkas Juanda.

Kapolda Malut Tegaskan Audit Itwasum Polri Jadi Momentum Perkuat Akuntabilitas dan Kinerja

0

REDAKSI. CO – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pelaksanaan Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian Tahun Anggaran 2026 harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta mengoptimalkan kinerja Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II di Aula Polda Maluku Utara, Sofifi, Rabu (5/8). Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., para Pejabat Utama Polda Maluku Utara, para Kapolres jajaran, serta Tim Audit Itwil II Itwasum Polri.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada Tim Audit Itwasum Polri. Menurutnya, audit merupakan bagian penting dari mekanisme pengawasan internal yang tidak hanya bertujuan mengukur kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, pengelolaan anggaran, serta tata kelola organisasi secara menyeluruh.

“Audit bukan sekadar proses pemeriksaan, tetapi merupakan instrumen untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan setiap program dan anggaran berjalan secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya mengajak seluruh jajaran memanfaatkan audit ini sebagai kesempatan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas kinerja,” tegas Kapolda.

Kapolda juga mengingatkan seluruh satuan kerja dan satuan wilayah agar menjadikan hasil audit tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi dalam memperbaiki setiap kekurangan, sehingga temuan yang sama tidak kembali terulang pada Tahun Anggaran 2026.

Ia meminta seluruh _Auditi_ bersikap terbuka, kooperatif, serta menyiapkan seluruh data dan dokumen yang dibutuhkan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu selama pelaksanaan audit. Selain itu, komunikasi yang baik antara _Auditi_, Tim Audit, dan Itwasda dinilai menjadi kunci agar seluruh rangkaian audit berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal.

Sementara itu, sambutan Irwasum Polri yang dibacakan oleh Irwil II Itwasum Polri Brigjen Pol. Heri Wahono, S.I.K. menegaskan bahwa Audit Kinerja Tahap II merupakan instrumen strategis untuk menilai akuntabilitas pelaksanaan tugas, efektivitas pengendalian internal, serta kualitas tata kelola organisasi dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi.

Audit kali ini difokuskan pada empat aspek utama, yaitu bidang operasional, sumber daya manusia, logistik dan sarana prasarana, serta anggaran dan keuangan.

Melalui pelaksanaan audit ini, Polda Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Audit diharapkan menjadi instrumen perbaikan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, memperkuat pengawasan internal, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri yang semakin Presisi.

Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) Kawal Klaim Ahli Waris Lahan Plumpang, Dokumen SHM 1/1964 Jadi Sorotan

0

JAKARTA ,Redaksi.Co— Sengketa lahan di kawasan Plumpang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian. Sejumlah ahli waris yang mengaku sebagai keturunan Mansyur bin Muhammad mendatangi kawasan perusahaan air AQUA di Plumpang, Minggu (9/8/2026), untuk menyampaikan klaim atas lahan yang disebut berkaitan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1 Tahun 1964.

Kedatangan perwakilan ahli waris tersebut turut didampingi Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB), Andi Mulyati Pananrangi, bersama jajaran DPP AJB. Mereka menyatakan akan mengawal proses penelusuran dokumen dan fakta terkait riwayat tanah tersebut secara berimbang.
Perwakilan ahli waris, H. Agus, mengatakan jumlah ahli waris yang tercantum dalam dokumen yang mereka pegang mencapai lebih dari 200 orang. Namun, tidak seluruhnya dapat hadir karena sebagian telah berusia lanjut.

Menurut Agus, pihak keluarga meminta pihak-pihak yang disebut menggunakan atau menempati lahan tersebut untuk memenuhi kewajiban sesuai ketentuan hukum apabila nantinya berdasarkan hasil verifikasi terbukti terdapat hak ahli waris atas bidang tanah yang dimaksud.

“Intinya kami meminta kepada semua pihak yang menempati di atas lahan kami agar memenuhi kewajibannya. Baik itu PT Pertamina, PT AQUA, sekolah negeri milik Pemda DKI maupun pihak-pihak lain yang berada di atas lahan tersebut,” ujar Agus kepada wartawan.

Klaim serupa disampaikan Ustadz Mustafa Mbong. Ia menyebut keluarga ahli waris memiliki dokumen yang mereka yakini sebagai bukti kepemilikan, yakni SHM Nomor 1 Tahun 1964. Namun, menurut Mustafa, persoalan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui penelusuran dokumen dan arsip pertanahan.

“Yang harus dilihat adalah dasar hukum pihak-pihak yang berada di atas lahan tersebut. Tanah ini, menurut informasi yang kami terima, belum pernah diperjualbelikan kepada pihak-pihak yang disebut,” katanya.

AJB Pilih Verifikasi, Bukan Sekadar Klaim
Ketua Umum AJB, Andi Mulyati Pananrangi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan keterangan dari satu pihak.
Menurut Andi Mulyati Pananrangi, atas hak, riwayat tanah, silsilah ahli waris, luas bidang hingga posisi fisik tanah harus diverifikasi dengan dokumen resmi dan kondisi lapangan.

“Pendamping hukum ahli waris tahapannya adalah kita akan mengecek dasar alas haknya di Arsip Nasional. Selain itu, kita akan konfirmasi ke BPN untuk mengecek posisi dan melihat riwayat tanah,” ujar Andi Mulyati Pananrangi, saat konferensi pers, Minggu (9/8/2026).

Salah satu dokumen yang menjadi perhatian adalah SHM Nomor 1 Tahun 1964 yang dikaitkan dengan keturunan Mansyur bin Muhammad.
Berdasarkan informasi awal yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, luas tanah yang tercatat disebut sekitar 10 hektar Namun, terdapat pula informasi dari Kanwil yang menyebut angka sekitar 12 hektare.
Perbedaan data mengenai luasan tersebut menjadi salah satu poin yang dinilai perlu diklarifikasi lebih lanjut.

AJB mempertanyakan apakah perbedaan tersebut berkaitan dengan perubahan pencatatan, pemecahan atau penggabungan bidang tanah, atau justru menunjukkan adanya perbedaan objek tanah yang dimaksud.
Karena itu, AJB menilai jawabannya harus diperoleh melalui arsip pertanahan dan dokumen resmi, bukan semata berdasarkan pengakuan pihak-pihak yang berkepentingan.
Cek Arsip, BPN hingga Citra Satelit
Andi mengatakan AJB akan melakukan penelusuran secara berlapis dengan mendatangi instansi yang memiliki kewenangan maupun sumber arsip yang relevan.

Selain menelusuri Arsip Nasional dan arsip pertanahan di Jakarta Utara, AJB juga berencana berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memperoleh informasi mengenai riwayat bidang tanah.

Pengecekan koordinat dan citra satelit juga disebut akan dilakukan untuk mencocokkan posisi bidang tanah berdasarkan dokumen dengan kondisi lokasi saat ini.

“Ini untuk memastikan supaya tidak terjadi masalah. Kita akan cek melalui satelit, ke Arsip Nasional, arsip pertanahan di Jakarta Utara, kemudian berkoordinasi dengan BPN untuk mencari riwayat tanah dan silsilah tanah,” tegas Andi Mulyati Pananrangi.

Menurut dia, langkah tersebut penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik baru akibat kesalahan identifikasi bidang tanah ataupun ketidaksesuaian data.

Silsilah Ahli Waris Juga Diminta Terang
Selain persoalan alas hak dan lokasi bidang, AJB menilai silsilah keluarga menjadi bagian penting yang harus diverifikasi.

Hal itu terutama berkaitan dengan klaim jumlah ahli waris dan pihak yang saat ini mewakili keluarga dalam persoalan tersebut.
AJB meminta H. Agus selaku pihak yang disebut mewakili para ahli waris untuk menyusun serta menunjukkan silsilah keluarga secara runtut dan dapat dibuktikan secara administratif maupun hukum.
Mulai dari pemilik awal tanah, hubungan anak dan keturunan, hingga pihak-pihak yang saat ini mengajukan klaim perlu memiliki dasar dokumen yang jelas.

Bagi AJB, persoalan tersebut bukan mengenai siapa yang paling kuat menyampaikan klaim. Kepastian harus dibangun dari dokumen, riwayat pertanahan, hubungan kewarisan, koordinat bidang dan fakta hukum yang dapat diverifikasi.

Tak Ingin Ada Prasangka
Andi Mulyati Pananrsngi menegaskan AJB tidak ingin membangun prasangka terhadap pihak mana pun sebelum proses verifikasi selesai.

“ Saya juga nggak akan buruk sangka. Kalau ini punya saya, bukan mudah-mudahan ini jadi hikmah semuanya,” ujarnya.
AJB juga menyoroti informasi mengenai adanya rencana pembayaran kepada pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Menurut AJB, informasi tersebut justru memperlihatkan pentingnya memastikan terlebih dahulu siapa pihak yang secara hukum memiliki hubungan dengan pemilik awal tanah.

Jangan sampai proses pembayaran dilakukan kepada pihak yang ternyata tidak memiliki kedudukan hukum sebagai ahli waris yang sah. Karena itu, AJB mendorong seluruh pihak untuk membuka dokumen yang relevan dan memberikan ruang bagi proses verifikasi secara transparan.

Pada akhirnya, AJB menegaskan tidak ingin terburu-buru menetapkan siapa pihak yang paling berhak atas lahan tersebut.

Seluruh klaim, kata Andi Mulyati Pananrangi, harus diuji melalui dokumen resmi, riwayat pertanahan, silsilah keluarga, luas bidang, koordinat serta kondisi fisik di lapangan.

Jika seluruh data tersebut menunjukkan kesesuaian, maka klaim kepemilikan akan memiliki dasar yang semakin kuat. Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, hal tersebut juga harus dibuka secara terang agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun sosial baru.

AJB menyatakan akan terus mengawal proses penelusuran secara berimbang dan mengedepankan prinsip verifikasi sebelum menarik kesimpulan mengenai siapa yang sesungguhnya memiliki dasar hak atas lahan yang kini menjadi sengketa tersebut.

Saya sengaja memilih angle “AJB kawal, tetapi tetap verifikasi” agar beritanya terasa kredibel dan tidak terkesan memvonis AQUA, Pertamina, Pemda DKI, maupun pihak ahli waris sebelum ada pembuktian resmi.

Sinergi spiritual Kapolres Pelabuhan tanjung perak ziarah Wali di surabaya

0

 

SURABAYA – Dalam upaya memperkuat ikatan spiritual sekaligus menjalin sinergitas dengan para tokoh agama, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang baru menjabat, AKBP Irwan Kurniawan, melaksanakan kegiatan ziarah dan silaturahmi di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel serta Makam Boto Putih, pada Jumat (7/8/2026).

http://( redaksi.co)(10 Agustus )(2026

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB tersebut turut didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kedatangan Kapolres AKBP Irwan beserta rombongan PJU dan kapolsek tersebut disambut hangat oleh para tokoh agama dan pengurus yayasan.

Dalam suasana khidmat dan keheningan yang sarat makna, ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan para ulama dan Wali Allah dalam menyebarkan ajaran kebaikan dan perdamaian di tengah masyarakat.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan, menyampaikan bahwa momentum ziarah bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat peristirahatan terakhir, melainkan ruang untuk merenung, memanjatkan doa, dan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama.

“Di tengah dinamika tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, momentum ziarah ini menjadi pengingat penting,”ungkap AKBP Irwan.

Menurut AKBP Irwan, setiap langkah pengabdian hendaknya selalu dilandasi keikhlasan, ketulusan, kesabaran, serta kebijaksanaan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan silaturahmi bersama pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Sunan Ampel.

Usai ibadah, AKBP Irwan beserta rombongan melakukan ziarah khusyuk ke Makam Sunan Ampel, Makam Mbah Bolong, dan Makam Mbah Sholeh.

Setelah ramah tamah bersama pengurus yayasan di Ruang Imaman, rombongan bertolak menuju Kompleks Makam Boto Putih.

Di lokasi tersebut, AKBP Irwan Kurniawan beserta PJU melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Boto Putih, Makam Al Habib Syekh bin Abdullah Bafaqih, dan Makam Adipati Panji Djoyodirono dengan didampingi pengurus.

Melalui kegiatan ziarah dan silaturahmi ini, diharapkan tumbuh semangat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian dan para tokoh agama, serta menghadirkan pelayanan Polri yang semakin humanis, dekat, dan berorientasi pada kepedulian masyarakat. (*)

http://(Agus kustiadi)(10 Agustus )(2026)

Polsek nongkojajar dukung Budidaya cabai di pungging untuk sukseskan ketahanan pangan

0

Polsek Nongkojajar Dukung Budidaya Cabai di Pungging untuk Sukseskan Ketahanan Pangan

PASURUAN – Budidaya tanaman cabai di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, terus didukung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Bhabinkamtibmas Desa Pungging melakukan pemantauan sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan tanaman pangan, Senin (10/8/2026).

http://( redaksi.co )(10 Agustus )(2026)

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Aipda Iskandar Muda selaku Bhabinkamtibmas Desa Pungging dengan menyambangi dan meninjau tanaman cabai di lahan P2B. Pemantauan dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain meninjau tanaman, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam membudidayakan berbagai komoditas pangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, dukungan terhadap kegiatan masyarakat di sektor pangan merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kemitraan antara kepolisian dengan warga.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam berbagai komoditas pangan. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan mulai dari lingkungan dan desa,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Polres Pasuruan melalui jajaran kewilayahan akan terus mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Polri mendukung partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sektor pangan. Melalui komunikasi dan pendampingan yang baik, kami berharap upaya masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dapat terus berkembang,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Kegiatan pemantauan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Melalui dukungan dan partisipasi bersama, budidaya tanaman cabai di Desa Pungging diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung suksesnya program ketahanan pangan nasional.

http://(Agus kustiadi )(10 Agustus )(2026)