Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 23

Tindak Lanjut SK Pelepasan HPK, Wabup Muba Koordinasi Percepatan TORA di Jakarta

0

Redaksi.co JAKARTA — Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Rabu (4/3/2026), guna menindaklanjuti terbitnya SK Menteri LHK Nomor 6 Tahun 2024 dan Nomor 8 Tahun 2024.

Pertemuan tersebut membahas percepatan pelaksanaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang bersumber dari pelepasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi Tidak Produktif (HPKTP) seluas kurang lebih 20.109 hektare di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin.

Wabup Muba menyampaikan, penetapan Musi Banyuasin sebagai pilot project menjadi momentum untuk mempercepat kepastian hukum lahan masyarakat serta mendukung pengembangan kebun rakyat, pertanian tanaman pangan, dan program wilayah terpadu.

“Koordinasi ini penting agar proses tata batas dan redistribusi tanah dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Sesditjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN, Dr Sukiptiyah, menjelaskan bahwa pilot project ini merupakan bagian dari upaya nasional percepatan redistribusi tanah dari kawasan hutan yang telah dicadangkan oleh Kementerian LHK.

“Setelah terbitnya SK persetujuan pelepasan, tahapan berikutnya adalah pelaksanaan tata batas, penetapan areal, kemudian redistribusi tanah dan pemberdayaan masyarakat. Semua proses ini harus berjalan paralel agar target reforma agraria dapat tercapai,” kata Sukiptiyah.

Ia menambahkan, secara nasional total luas permohonan pilot project mencapai 53.791,46 hektare dengan luas yang disetujui untuk dilepas sebesar 42.312 hektare, termasuk di Sumatera Selatan yang mencakup Musi Banyuasin.

Terkait pembiayaan tata batas, dalam diktum SK disebutkan dapat bersumber dari APBN, APBD, dan/atau pemohon. Pemerintah daerah diharapkan berperan aktif dalam mendukung percepatan pelaksanaan di lapangan.

Melalui koordinasi ini, Pemkab Musi Banyuasin menargetkan proses tata batas segera berjalan sehingga redistribusi TORA dapat direalisasikan dan memberi kepastian hukum bagi masyarakat.

Tampak hadir mendampingi Wabup Muba, diantaranya Staf Ahli Bupati Muba Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Dr Iskandar Syahrianto, Kabag Tapem Setda Firdaus Pakualam SH MSi, dan Kasubdit P4T Kementrian ATR/BPN Akhftan Mustika Agung SH MENG.

(Alam/Tim)

Kolong Mayit Tayang 2026, Horor Zombie Berbalut Kearifan Lokal Tanah Pasundan

0

JAKARTA,Redaksi.co – Film horor terbaru bertajuk Kolong Mayit siap meramaikan layar lebar Indonesia pada 2026. Diproduksi oleh Rumah Semut Film dan Sultra Sinema Investama, film ini menghadirkan konsep unik: perpaduan horor lokal dengan sentuhan tema zombie yang agresif dan penuh aksi.

Kolong Mayit diadaptasi dari thread populer forum Kaskus berjudul Rarasukma karya M. Shiddig. Skenarionya kemudian dikembangkan oleh tim penulis yang dipimpin Aria Gardhadipura, yang sebelumnya sukses menulis film Lift yang baru saja tayang di bioskop.

Film ini dibintangi oleh Samuel Rizal, Leoni Vitria, Cahya Arynagara, Fuad Idris, dan Tania Anjani, serta disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar. Proses syuting dilakukan di kawasan kaki Gunung Salak, Bogor, dengan latar tanah Pasundan dan sebagian dialog menggunakan bahasa Sunda untuk memperkuat nuansa lokal.

Ritual “Nyambat Karuhun” dan Teror yang Tak Terduga
Film ini berkisah tentang tiga kru dokumenter yang ditugaskan meliput ritual 20 tahunan “Nyambat Karuhun” di sebuah dukuh terpencil bernama Kolong Mayit. Nama tersebut merujuk pada bentuk rumah panggung warga, yang di bawah kolongnya terdapat kuburan leluhur yang dikuburkan secara turun-temurun.
Ritual “Nyambat Karuhun” dilakukan untuk menyucikan kembali makam para leluhur agar arwah mereka tidak bangkit dan mengganggu. Namun, sebuah pelanggaran dalam prosesi sakral itu memicu ancaman nyata yang tak pernah dibayangkan para kru dokumenter tersebut.

Sutradara Irham Acho Bahtiar menjelaskan bahwa Kolong Mayit tetap berada dalam koridor horor, namun dengan visi berbeda. Sosok pocong—atau yang dalam film ini disebut “mayit”—ditampilkan dengan pendekatan baru. Jika biasanya pocong hadir sebagai entitas tak kasat mata yang menakut-nakuti, kali ini mereka berevolusi menjadi lebih agresif, kuat, brutal, dan menyerang tanpa batas.

Konsep ini terinspirasi dari evolusi karakter zombie klasik yang dahulu bergerak lambat hingga kemudian digambarkan super cepat dan mematikan dalam film-film modern. Di Kolong Mayit, pocong bukan lagi sekadar simbol jumpscare, melainkan ancaman fisik nyata yang mengejar dan memangsa tanpa bisa dihentikan dengan cara biasa.
Set Eksklusif dan Ratusan Pocong
Totalitas produksi menjadi salah satu kekuatan film ini. Seluruh set perkampungan dibangun khusus selama enam bulan di kawasan hutan yang dibersihkan demi menciptakan suasana kampung terisolasi dengan atmosfer mencekam.

Salah satu adegan bahkan melibatkan hampir 100 sosok pocong secara bersamaan. Proses persiapan make-up efek memakan waktu berjam-jam, menjadikan film ini tidak hanya menyajikan horor, tetapi juga unsur aksi dengan adegan kekerasan yang cukup eksplisit.

Karena intensitas dan visual yang ditampilkan, Lembaga Sensor Film (LSF) memberikan klasifikasi 17 tahun ke atas untuk Kolong Mayit
Kini, Kolong Mayit telah masuk dalam daftar antrean jadwal tayang bioskop dan siap menyapa penonton pada 2026.
Bagaimana rasanya dikejar dan dikeroyok ratusan pocong agresif?

Saksikan sensasi berbeda hanya di Kolong Mayit — horor lokal dengan napas zombie yang belum pernah ada sebelumnya.

Harga Fuly Pala Tomandin Fakfak Tembus Rp 250 Ribu per Kg, Tertinggi di Tingkat Produsen.

0

Fakfak, Redaksi.co – Kabar menggembirakan datang dari sentra perkebunan pala di Fakfak. Harga fuly pala (bunga pala) varietas Tomandin kini menembus Rp 250.000 per kilogram, menjadi salah satu harga pembelian di tingkat produsen tertinggi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga ini menjadi sinyal kuat bahwa Pala Tomandin Fakfak memiliki daya saing dan permintaan tinggi di pasar. Komoditas tersebut saat ini diburu pembeli antar pulau hingga luar negeri yang beroperasi melalui kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Permintaan yang stabil membuat harga jualnya tetap kompetitif dan relatif lebih kokoh dibandingkan jenis pala dari sejumlah daerah lain.

Fuly pala dikenal sebagai bagian paling bernilai dari buah pala. Komoditas ini dimanfaatkan dalam industri rempah, makanan dan minuman, farmasi, hingga kosmetik. Saat harga mencapai titik premium, dampaknya langsung dirasakan petani—pendapatan meningkat, daya beli menguat, dan semangat menjaga kualitas produksi semakin tinggi.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, saat melakukan inspeksi ke sejumlah pedagang grosir antar pulau menjelaskan bahwa harga Rp 250.000 per kilogram menempatkan fuly Pala Tomandin Fakfak sebagai salah satu yang tertinggi di tingkat produsen saat ini.

Namun demikian, harga tersebut hanya dapat dicapai dengan persyaratan mutu tertentu. Fuly harus diperoleh dari pala tua atau matang petik dan dilepas dari bijinya dalam kondisi utuh tanpa menggunakan alat, sehingga kualitas fisik tetap terjaga.

Jika dibandingkan dengan sentra pala seperti Maluku Utara, Aceh Selatan, maupun sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, harga di daerah tersebut umumnya berada pada kisaran lebih rendah dan sangat bergantung pada volume produksi. Ketika pasokan melimpah, harga bahkan bisa turun di bawah Rp 200.000 per kilogram.

Lantas, mengapa harga Fakfak bisa lebih tinggi?
Pertama, kualitas dan ciri khas aroma. Fuly pala Fakfak dikenal memiliki warna merah cerah, serat utuh, serta aroma kuat dengan kandungan minyak atsiri yang baik. Karakter ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli antar pulau maupun buyer luar negeri.

Kedua, ketersediaan yang terbatas. Fuly merupakan bagian bunga pala yang jumlahnya tidak sebanyak biji, sementara kebutuhan industri cukup tinggi. Kelangkaan alami ini membuat harga tetap berada pada level premium.

Ketiga, permintaan stabil dari luar daerah. Pedagang besar tetap bersedia membeli dengan harga tinggi karena kualitas pala Fakfak dinilai konsisten dan memiliki segmen pasar tersendiri.

Selain itu, tata kelola dan pengawasan mutu yang semakin baik turut memperkuat posisi tawar daerah. Produk yang dipasarkan kini lebih selektif melalui proses uji kualitas dan pengemasan rapi, sehingga kepercayaan pasar tetap terjaga.

“Kami sering mengedukasi pelaku usaha dan pekebun agar selalu menjaga mutu dan kualitas pala, menunggu waktu panen yang tepat, bahkan melalui perkiraan kalender musim panen dan musim tanam,” ujar Widhi.

Ia juga mengaku dihubungi sejumlah buyer dari luar daerah, khususnya yang beroperasi di Jakarta dan Surabaya, yang menanyakan langsung ketersediaan dan produktivitas fuly pala Fakfak. Para pembeli bahkan menyatakan kesiapannya mengikuti harga yang berlaku di tingkat perdagangan Fakfak selama kualitas terjamin.

Momentum harga tinggi ini, menurutnya, harus menjadi titik balik perubahan pola usaha petani pala. Ia mengajak para pekebun untuk tidak lagi menjual pala dalam kondisi mentah atau basah.
“Jangan lagi menjual pala dalam kondisi mentah. Nilai ekonominya sangat jauh berbeda. Jika petani mengolah dengan baik hingga kering dan berkualitas, maka harga yang diterima bisa lebih tinggi dan lebih bermakna bagi kesejahteraan keluarga,” tegasnya.

Penguatan pascapanen menjadi kunci hilirisasi komoditas pala di Fakfak. Mulai dari pemisahan biji dan fuly, proses pengeringan yang tepat, sortasi mutu, hingga pengemasan standar—seluruhnya menentukan nilai jual akhir. Dengan pengolahan yang benar, petani tidak lagi sekadar produsen bahan baku, tetapi naik kelas menjadi pelaku usaha bernilai tambah.

Dinas Perkebunan Fakfak, lanjutnya, siap mendukung melalui pendampingan teknis, peningkatan kapasitas, serta penguatan kelembagaan kelompok tani agar petani mampu mandiri dalam pengolahan dan pemasaran.
“Kalau kita ingin Pala Tomandin Fakfak tetap berjaya, mendapatkan harga tinggi dan memberi manfaat besar, maka kuncinya ada pada mutu, cara panen yang tepat, dan keberanian petani untuk mengolah sendiri hasilnya,” pungkasnya

Retribusi Pala Fakfak Februari 2026 Capai Rp 98,9 Juta, Mutu Tetap Prima di Musim Pala Sela.

0

Fakfak, Redaksi.co – Penerimaan retribusi komoditas pala di Kabupaten Fakfak pada Februari 2026 tercatat mencapai Rp 98.970.000. Angka tersebut diperoleh dari hasil uji mutu serta pelayanan pengiriman antar pulau dengan total produksi sebesar 262,40 ton.

Data Dinas Perkebunan setempat merinci, produksi tersebut terdiri dari biji pala kulit kering sebanyak 208,40 ton, pala ketok 27 ton, dan fuli pala 27 ton. Seluruhnya merupakan hasil panen musim pala matahari atau dikenal juga sebagai pala sela.

Total pengiriman selama periode ini tercatat sebanyak 3.205 koli dengan tujuan Surabaya. Distribusi dilakukan menggunakan kapal KM Vertikal melalui jasa ekspedisi Taswaraya, Agung Putra, dan Yasira Abadi. Pengiriman tersebut melibatkan enam pedagang grosir antar pulau yang secara aktif menyalurkan pala Fakfak ke pasar luar daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa meskipun produksi pada periode ini relatif statis, kualitas pala Fakfak berada dalam kondisi sangat baik.

“Secara volume memang belum ada peningkatan signifikan karena mengikuti pola musim pala sela. Namun mutu pala kita terjaga, baik dari kadar air, tingkat kekeringan, maupun kebersihan dan ukuran biji. Kualitas ini sangat mempengaruhi berat bersih dan harga jual, sehingga walaupun produksinya stabil, nilai ekonominya tetap optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan memperhatikan kalender musim panen pala matahari, pengawasan uji mutu akan terus diperkuat sebelum pengiriman. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga reputasi pala Fakfak, mempertahankan stabilitas harga, serta memastikan pendapatan petani tetap terjaga meskipun volume produksi belum mengalami peningkatan signifikan.

Pemerintah daerah optimistis, dengan konsistensi mutu dan pengawasan yang ketat, komoditas pala tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Fakfak, terutama pada periode musim sela seperti saat ini.

Kasim S.S Raih Suara Terbanyak di PAW Kebon Ayu

0

Kasim S.S Raih Suara Terbanyak di PAW Kebon Ayu

Lombok Barat, Redaksi.co –4/3/2026 Pelaksanaan Musyawarah Desa Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Kebon Ayu,  Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, berlangsung tertib, aman dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan yang digelar di lokasi pemungutan suara tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, serta mendapat pengamanan dari aparat TNI dan Polri.

Sejak awal pembukaan hingga proses penghitungan suara, seluruh tahapan berjalan terbuka. Sistem pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah delegasi sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap suara dihitung secara langsung di hadapan peserta yang hadir, menciptakan transparansi dalam setiap tahapannya.

Berdasarkan hasil akhir penghitungan suara, Kasim, S.S berhasil meraih 17 suara dan menjadi peraih suara terbanyak. Mustafa memperoleh 4 suara, sementara Nuriman, A.Md mengantongi 13 suara. Dari total 35 suara yang masuk, terdapat 1 suara tidak sah, sehingga jumlah suara sah tercatat sebanyak 34 suara.

Ketua Panitia Pilkades, Abdul Gani, menyampaikan bahwa seluruh proses telah dilaksanakan sesuai regulasi. Ia menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas selama tahapan berlangsung. Menurutnya, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur serta kedewasaan peserta musyawarah dalam menerima hasil akhir.

Camat Gerung dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas pelaksanaan PAW yang dinilai berjalan demokratis dan kondusif. Ia menyampaikan bahwa dinamika dalam proses pemilihan merupakan bagian dari pembelajaran politik di tingkat desa. Namun yang lebih utama adalah menjaga persatuan pasca pemilihan serta mendukung kepala desa terpilih untuk bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Barat, Bapak Mahnan, menegaskan bahwa tahapan Pilkades serentak berikutnya insyaallah akan dilaksanakan tahun ini. Ia menjelaskan bahwa apabila mengacu pada SK kepala desa yang telah menjabat selama delapan tahun setelah adanya perpanjangan masa jabatan, maka masa berlaku SK tersebut akan berakhir pada Februari 2027. Meski demikian, Pilkades serentak tetap akan digelar enam bulan sebelum Februari 2027. Artinya, pembentukan panitia serta tahapan administrasi harus sudah berjalan jauh hari sebelum masa jabatan berakhir.

Dengan hasil PAW ini, Kasim, S.S akan melanjutkan kepemimpinan Desa Kebon Ayu hingga akhir masa jabatan berjalan. Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Stabilitas pemerintahan desa, pelayanan publik, serta kesinambungan pembangunan menjadi agenda prioritas yang menanti untuk dituntaskan.

Momentum PAW ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan bagian dari siklus demokrasi desa yang terus bergerak. Di ruang sederhana tempat musyawarah digelar, suara demi suara telah menentukan arah kepemimpinan. Kini, harapan masyarakat tertuju pada komitmen dan kerja nyata demi kemajuan Desa Kebon Ayu ke depan.

(Abach Uhel | Media Nasional Investigasi Redaksi.co)

Safari Ramadan di Kota Tangerang, Pemprov Banten dan Pemkot Kompak Salurkan Bansos

0

Tebar Kepedulian, Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Kompak Salurkan Bansos

 

 

Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menghadirkan aksi nyata kepedulian bagi masyarakat.

 

Melalui agenda Safari Ramadan yang digelar di Masjid Agung Al-Ittihad, Selasa (03/03/2026), berbagai Bantuan Sosial (Bansos) disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

 

 

 

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah hadir bersama Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, dalam kegiatan tersebut. Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

 

 

 

Dimyati menyampaikan, Safari Ramadan menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

 

 

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Bansos benar-benar dirasakan manfaatnya, baik untuk kaum duafa, penyandang disabilitas, lansia, maupun pengurus rumah ibadah,” ujarnya.

 

 

 

Bantuan yang diberikan meliputi dukungan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan bagi marbot dan guru ngaji, serta fasilitas pendukung kegiatan ibadah masjid.

 

Sementara itu, Maryono, menekankan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat nilai empati dan solidaritas sosial.

 

 

 

“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peduli dan berbagi. Pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” tuturnya.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang, juga menyerahkan Bantuan Operasional Masjid senilai Rp20 juta, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ibadah dan aktivitas sosial kemasyarakatan.

 

 

 

“Semoga bantuan operasional ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kenyamanan beribadah sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat di tengah masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota Tangerang.

 

 

 

Diharapkan sinergi dan semangat berbagi yang terbangun melalui Safari Ramadan ini, dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Tangerang.(*/red)

Tim Tarsa Hadiri Buka Puasa Bersama di Pendopo Bupati, Tarmizi,Tidak Ada Sekat Di Antara Kita

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Suasana khidmat penuh kekeluargaan terlihat di acara Buka Puasa Bersama Tarmizi-Said (TARSA) yang digelar di Pendopo Bupati Aceh Barat, Selasa, 3/3/2026

Di moment bukber puasa bersama ini Ribuan tim pemenangan dan simpatisan dari tiga kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, dan Kaway XVI hadir memadati area pendopo di

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM,dalam sambutannya menyampaikan pesan penting tentang makna persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah.

“Pendopo ini bukan pendopo saya, tapi pendopo masyarakat Aceh Barat, punya kita bersama. Di tempat inilah kita semua harus merasa satu, tidak ada hijab di antara kita,” ujar Tarmizi.

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa momen buka puasa bersama bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kalau untuk bersatu saja kita susah, bagaimana kita bisa memajukan Aceh Barat? Maka saya ingin kita semua kompak. Jangan ada lagi sekat, jangan ada lagi kotak-kotak. Mari kita majukan Aceh Barat dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” tegas bupati

Tarmizi juga berpesan agar semangat Ramadhan dijadikan momentum untuk memperbanyak amal dan memperkuat rasa persaudaraan antar warga.

“Ramadhan ini adalah waktu terbaik untuk kita memperbaiki hubungan, memperkuat ukhuwah, dan saling mendoakan. Karena keberkahan pembangunan itu hadir kalau hati kita juga bersih,” ucap bupati

Acara buka puasa bersama TARSA ini berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Selain santapan berbuka, kegiatan juga diisi pembagian sirup kepada seluruh tamu undangan yang hadir ****

H-1 Pilkades Kebon Ayu: Kasim S.S. Tawarkan “Coffee Break” untuk Perubahan

0

H-1 Pilkades Kebon Ayu: Kasim S.S. Tawarkan “Coffee Break” untuk Perubahan Kebon Ayu –

Lombok Barat-Redaksi.co Hitungan jam menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kebon Ayu, suhu politik desa terasa hangat namun tetap terkendali. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung Rabu, 4 Maret 2026, pukul 09.00 WITA, bertempat di Kantor Desa Kebon Ayu.

Kandidat No.urut 1 Kasim S.S

Di antara kandidat yang bertarung, Nomor Urut 1, Kasim, S.S., menjadi salah satu figur yang banyak diperbincangkan. Ia datang dengan visi “Kebon Ayu Bersinar” (Bersih, Indah, dan Ramah), membawa gagasan yang tidak sekadar administratif, tetapi menyentuh pendekatan sosial masyarakat.

Foto : Dukungan masyarakat

Coffee Break, Bukan Sekadar Ngopi

Konsep “Coffee Break” yang diusungnya menjadi warna tersendiri dalam kontestasi kali ini. Bagi Kasim, meja diskusi adalah pusat solusi. Ia meyakini, persoalan desa tidak selalu selesai dengan rapat formal yang kaku, melainkan lewat komunikasi terbuka, duduk bersama, dan transparansi yang nyata.

Pendekatan ini menekankan:

1. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat

2.Transparansi di setiap lini kebijakan

3. Penguatan silaturahmi antar tokoh dan warga

Bagi sebagian warga, konsep ini dinilai membumi dan relevan dengan kultur Kebon Ayu yang menjunjung kebersamaan.

Rekam Jejak Organisasi yang Solid

Kasim, S.S. saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah Pemuda NW Lombok Barat dan telah memimpin selama empat periode berturut-turut. Konsistensi tersebut menjadi indikator kuat kapasitas kepemimpinannya.

Empat periode bukan sekadar jabatan, tetapi refleksi dari kepercayaan yang terus diperpanjang. Ketegasan, pengalaman organisasi, dan komitmen terhadap transparansi menjadi modal utama dalam kontestasi Pilkades ini.

Martinah Tokoh pemuda kebon ayu

Suara Pemuda: Harapan untuk Desa

Tokoh pemuda Kebon Ayu, Martinah, turut menyampaikan pandangannya menjelang hari pemilihan.

Kami ingin pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di balik meja. Jika Kasim, S.S. terpilih, kami berharap visi Kebon Ayu Bersinar benar-benar diwujudkan, terutama dalam hal keterbukaan dan kedekatan dengan warga,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan Coffee Break dapat menjadi ruang dialog yang efektif antara pemerintah desa dan masyarakat.

Ke depan, kami ingin desa ini lebih transparan, lebih ramah, dan lebih kompak sesuai visi yang diusung,” tambah Martinah.

Masyarakat kebon ayu

Momentum Penentu Arah

Pilkades Kebon Ayu menjadi titik penting bagi perjalanan desa lima tahun ke depan. Siapa pun yang terpilih, masyarakat berharap kepemimpinan yang mampu merangkul, tegas dalam kebijakan, serta terbuka dalam pengelolaan desa.

Rabu pagi nanti, pilihan ada di tangan warga. Kebon Ayu menunggu arah barunya.

 

Media Nasional Investigasi – Redaksi.co

Abach uhel

Sachrudin: Pemkot Siap Sukseskan Embarkasi Haji Banten

0

Operasional Perdana Embarkasi Haji Banten di Kota Tangerang, Wali Kota: Pemkot Siap Sukseskan!

 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Banten, serta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Provinsi Banten berjalan lancar, aman, dan nyaman.

 

 

 

Komitmen kolaboratif tersebut, seiring dengan dimulainya operasional perdana Embarkasi Haji Provinsi Banten pada musim haji 2026/1447 Hijriah.

 

 

 

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas beroperasinya embarkasi yang kini resmi melayani jemaah haji asal Banten langsung dari Kota Tangerang.

 

 

 

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Konsolidasi Perhajian dan Umrah Embarkasi Provinsi Banten, yang digelar di Asrama Haji Banten, Grand El Hajj, Cipondoh, Selasa (03/03/2026).

 

 

 

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih dan menyambut baik penetapan asrama haji provinsi yang berada di Kota Tangerang ini sebagai Embarkasi Provinsi Banten. Ini adalah kebanggaan sekaligus amanah bagi kami,” ujar Sachrudin.

 

 

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Gubernur Banten, Wali Kota Tangerang Selatan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sachrudin, menegaskan komitmen penuh Pemkot Tangerang untuk mendukung penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 agar berjalan lancar, aman, dan nyaman, khususnya melalui embarkasi yang berlokasi strategis di kawasan Situ Cipondoh.

 

 

 

“Sejak awal inisiatif ini ditawarkan, Pemkot Tangerang sangat antusias. Kami berupaya menyediakan lahan hingga akhirnya disetujui dan diserahkan seluas 52 hektare untuk pembangunan embarkasi ini. Konsolidasi ini penting untuk memperkuat sinergi dan menyamakan langkah agar pelayanan haji dan umrah dapat berjalan optimal,” jelasnya.

 

Sachrudin berharap, dimulainya operasional Embarkasi Haji Provinsi Banten di Kota Tangerang, dapat memberikan kemudahan bagi jemaah, sekaligus membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

 

 

 

“Dengan adanya embarkasi di Kota Tangerang, jemaah tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Pondok Gede lalu kembali lagi ke Tangerang. Kini, bisa langsung berangkat dari kota sendiri. Ke depan, kami juga berharap ada peningkatan infrastruktur, termasuk perluasan akses jalan, agar kenyamanan jemaah semakin terjamin,” pungkasnya.

 

Beroperasinya Embarkasi Haji Provinsi Banten ini, diharapkan menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi perjalanan, serta kenyamanan jemaah haji dan umrah, sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Tangerang dan Provinsi Banten.(*/red)

Sekda Buka Gebyar Ramadan Al-Ittihad 2026, Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian

0

Dibuka Sekda, Gebyar Ramadan Al-Ittihad Hadirkan Kolaborasi dan Kreativitas

 

 

 

Semangat kolaborasi dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan Gebyar Ramadan Karim Al-Ittihad 2026 yang digelar oleh Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kebersamaan serta membangun sinergi lintas elemen masyarakat di Kota Tangerang.

 

 

 

Acara yang berlangsung pada 14 Februari hingga 8 Maret 2026 tersebut, secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DKM Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang, dalam seremoni di halaman masjid, Selasa (03/03/2026).

 

 

 

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan, Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar rutinitas ibadah tahunan. “Ramadan adalah kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan, memperluas kepedulian, dan membangun semangat gotong royong. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga berdampak sosial,” ujarnya.

 

 

 

Beragam kegiatan disiapkan untuk merangkul partisipasi masyarakat secara luas, mulai dari tausiah keagamaan, buka puasa bersama, Ngaji Literasi, hingga lomba-lomba kreativitas bagi anak-anak, remaja, dan keluarga. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menghadirkan suasana Ramadan yang hangat, edukatif, dan partisipatif.

 

 

 

“Ada tausiah agama, buka puasa bersama untuk masyarakat, Ngaji literasi dan berbagai lomba kreatifitas dan semuanya melibatkan seluruh masyarakat. ” jelas Sekda.

 

 

 

Ia pun mengajak seluruh warga Kota Tangerang untuk turut hadir dan meramaikan rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan Karim Al-Ittihad 2026 di Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. “Mari bersama-sama kita hidupkan Ramadan dengan kegiatan yang positif dan penuh makna. Jadikan masjid sebagai ruang bertumbuh, berbagi, dan mempererat kebersamaan,” ajaknya.

 

 

 

Kegiatan ini turut didukung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang serta Fatayat NU Kota Tangerang. Kolaborasi tersebut menjadi cerminan kuatnya sinergi antar lembaga dalam menghidupkan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat.(*/red)