Beranda blog Halaman 228

Semangat Hari Kartini Bergema di SDN Morokrembangan 1 Surabaya, Siswa Tampilkan Kreativitas si.

0

Redaksi.co||Surabaya – Peringatan Hari Kartini di SDN Morokrembangan 1 Surabaya berlangsung meriah dan penuh makna. Seluruh siswa dan guru turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.(21/4/2026)

Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi nuansa budaya. Para siswa tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan keberagaman sekaligus semangat persatuan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi bagi siswa untuk memahami nilai perjuangan dan kesetaraan yang diwariskan Kartini.

Kepala sekolah SDN Morokrembangan 1 Surabaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai keberanian, kemandirian, dan semangat belajar kepada para siswa sejak dini. “Kartini adalah simbol perjuangan.

Semangatnya harus terus hidup dalam diri generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.


Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, mulai dari lomba busana adat, pembacaan puisi bertema perjuangan perempuan, hingga pentas seni yang melibatkan seluruh siswa.

Antusiasme terlihat dari wajah para peserta yang tampil percaya diri di hadapan guru dan orang tua.
Salah satu siswa mengaku bangga bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Ia berharap semangat Kartini dapat memotivasi dirinya untuk terus belajar dan meraih cita-cita setinggi mungkin.

Peringatan Hari Kartini di SDN Morokrembangan 1 Surabaya ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini masih relevan dan terus ditanamkan kepada generasi muda, sebagai bekal untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.(Agus.k)

Komnas Perlindungan Anak dorong Konseling PraNikah di KUA, Peran Orang Tua Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah

0

Redaksi.co, Jakarta | KOMNAS Perlindungan Anak mendorong penguatan fondasi keluarga melalui edukasi sejak sebelum pernikahan.

Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai langkah preventif untuk menekan berbagai persoalan anak yang kian kompleks.

Ketua KOMNAS Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, menegaskan bahwa banyak persoalan anak berakar dari lemahnya fungsi keluarga.

“Kami melihat banyak orang tua hari ini menjalankan peran ekonomi dengan baik, tetapi belum sepenuhnya hadir sebagai pendidik dan pelindung anak. Padahal, anak tidak hanya butuh nafkah, tetapi juga perhatian, bimbingan, dan kasih sayang,” ujarnya.

Disfungsi Keluarga Jadi Akar Masalah
Dalam berbagai penanganan kasus, KOMNAS Perlindungan Anak menemukan pola yang berulang: anak tumbuh dalam lingkungan yang minim komunikasi, pengasuhan, dan kedekatan emosional.

“Ketika fungsi keluarga tidak berjalan utuh, anak menjadi pihak yang paling terdampak. Ini yang kemudian memicu berbagai persoalan, dari konflik perilaku hingga gangguan psikologis,” jelas Agustinus.

Ia menekankan bahwa keluarga adalah ruang pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Ketika ruang ini rapuh, dampaknya akan meluas ke berbagai aspek kehidupan anak.

Solusi dari Hulu: Konseling Pra Nikah Sebagai langkah konkret
KOMNAS Perlindungan Anak menginisiasi penguatan dari hulu melalui konseling pra nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Program ini diharapkan tidak hanya membekali calon pasangan tentang pernikahan, tetapi juga kesiapan menjadi orang tua.

“Selama ini kita tidak punya ‘sekolah orang tua’. Banyak pasangan menikah tanpa bekal pengasuhan. Padahal, menjadi orang tua adalah peran yang sangat menentukan masa depan anak,” tegasnya.

Melalui konseling pra nikah, calon orang tua diharapkan memahami:
tanggung jawab pengasuhan
pentingnya komunikasi dalam keluarga
serta peran emosional dalam mendampingi anak

Minimnya Pemahaman Hak Anak
KOMNAS Perlindungan Anak juga menyoroti bahwa masih banyak orang tua yang belum memahami hak dasar anak.

“Ada prinsip-prinsip penting yang harus dipahami, mulai dari hak anak untuk dicintai, dilindungi, dididik, hingga tumbuh dalam lingkungan yang aman. Ini bukan pilihan, tapi kewajiban,” kata Agustinus.

Kurangnya pemahaman ini, menurutnya, seringkali membuat orang tua hadir secara fisik, namun abai secara emosional.

Kolaborasi untuk Perubahan Nyata
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara KOMNAS Perlindungan Anak dan Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga.

“Kami ingin pencegahan dilakukan dari awal. Jika calon orang tua sudah dibekali pemahaman yang benar, maka banyak persoalan anak bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Program konseling pra nikah berbasis edukasi pengasuhan diharapkan menjadi langkah strategis untuk menciptakan keluarga yang lebih siap dan sadar peran.

Menjaga Masa Depan dari Keluarga
KOMNAS Perlindungan Anak menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya soal penanganan kasus, tetapi juga upaya membangun sistem yang mencegah masalah sejak awal.

“Kalau kita ingin masa depan anak Indonesia lebih baik, maka kita harus mulai dari keluarga. Keluarga yang kuat akan melahirkan anak-anak yang kuat,” tutup Agustinus.

Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Ketika orang tua memahami perannya secara utuh-bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik dan pelindung—maka anak akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman.

Langkah yang didorong KOMNAS Perlindungan Anak ini menjadi pengingat bahwa masa depan anak Indonesia dimulai dari kesiapan keluarga hari ini.

Dinamika Audiensi Sukojati, Pencabutan Surat Permohonan Tuai Tanggapan Beragam

0

BANYUWANGI – Pelaksanaan audiensi yang semula dijadwalkan membahas dugaan persoalan asusila yang melibatkan seorang oknum kepala desa di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung dinamis pada hari pelaksanaan di kantor kecamatan Blimbingsari.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), di antaranya Camat Blimbingsari Teddy Radiansyah , Kapolsek Rogojampi Kompol Imron. SH. MH, Danramil Rogojampi Kapten Cba Guntur, Ketua BPD Sukojati Hariyanto, ketua Harimau Blambangan M. Yunus Wahyudi, serta perwakilan masyarakat.

Dalam forum, pembawa acara Aziz menyampaikan bahwa pihak pemohon audiensi melalui perwakilannya R Irawan disebut telah mencabut surat permohonan audiensi. Informasi tersebut dibacakan berdasarkan komunikasi yang diterimanya sebelum forum dimulai.

“Disampaikan bahwa permohonan audiensi yang sebelumnya diajukan telah dicabut oleh pihak pemohon,” ujarnya saat menyampaikan keterangan di hadapan peserta forum.

Namun, pernyataan tersebut memunculkan tanggapan dari sejumlah pihak. Ketua LSM HB, M. Yunus Wahyudi, menyampaikan pandangannya bahwa pencabutan permohonan seharusnya dilakukan sesuai mekanisme administratif yang berlaku, termasuk pemberitahuan sebelum hari pelaksanaan.

Dalam kesempatan tersebut, aparat keamanan juga memberikan penjelasan terkait mekanisme penyampaian aspirasi serta regulasi yang mengatur tata kelola pemerintahan desa. Kapolsek Rogojampi menekankan pentingnya memahami prosedur formal dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga ketertiban dan etika selama proses penyampaian aspirasi karna masyarakat yang meminta otomatis jadi tamu di tempat ini. “tempat ini memang milik rakyat, tapi tidak berarti terus sewenang wenang dan seenaknya di tempat ini dalam menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Hingga kegiatan berakhir, forum berjalan dengan pengawalan aparat dan situasi tetap dalam kondisi kondusif, meski sempat terjadi perbedaan pandangan di antara peserta yang hadir.

Dugaan Asusila Oknum Kades Sukojati Disorot, LSM Harimau Blambangan Turun Tangan

0

Banyuwangi – Audiensi yang diajukan oleh masyarakat Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, terkait dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang oknum kepala desa, mendapat perhatian luas dan dukungan dari berbagai pihak.

Salah satu dukungan datang dari Ketua LSM Harimau Blambangan, M. Yunus Wahyudi. Saat dikonfirmasi, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah masyarakat dalam mencari kejelasan atas persoalan yang mencuat tersebut.
“Kami akan mendukung secara totalitas demi membantu kepentingan masyarakat yang menginginkan kejelasan atas dugaan kasus ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal proses tersebut hingga tuntas, agar persoalan tidak berlarut-larut dan menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kami akan terus mengawal sampai ada kejelasan, sehingga tidak menjadi polemik yang berkelanjutan,” tambahnya.

Di sisi lain, Yunus turut menyayangkan adanya pencabutan surat permohonan audiensi yang sebelumnya diajukan oleh perwakilan atau kuasa pendamping masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan secara sepihak dan berpotensi menghambat upaya masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan lebih lanjut atas persoalan tersebut.

Isu Black Out di Jatiluhur Bikin Resah, Polisi Turun Tangan Hasilnya Jaringan Listrik Normal

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Isu dugaan terjadinya black out di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. H. Djuanda Jatiluhur sempat mengundang perhatian masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, jajaran Polres Purwakarta bergerak cepat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Kamis (23/04/2026) siang.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Sat Polairud Polres Purwakarta Sambang Wisatawan, Pastikan Pesisir Waduk Jatiluhur Aman dan Nyaman

Dipimpin Kasat Polairud Polres Purwakarta AKP Jamal Nasir, tim gabungan langsung melakukan verifikasi di lapangan bersama pihak pengelola pembangkit.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asmen Operasi Pembangkitan Gardu Induk dan Power House PLTA Ir. H. Djuanda, Endang Maryadi, serta unsur pengamanan dan personel terkait.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem operasional pembangkit listrik. Hasilnya, tidak ditemukan adanya gangguan jaringan listrik seperti yang sempat beredar di masyarakat.

Data operasional PLTA pada pukul 13.00 WIB menunjukkan kondisi normal dengan total beban mencapai 140,20 MW. Lima unit pembangkit beroperasi optimal, sementara satu unit tengah dalam tahap perbaikan. Tegangan listrik juga terpantau stabil di angka 146 kV / 67 kV.

“Kami sudah melakukan pengecekan langsung bersama pihak terkait, dan dipastikan tidak ada black out. Jaringan listrik dalam kondisi aman dan normal,” tegas AKP Jamal Nasir di lokasi.

Kepastian ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang sempat khawatir terhadap potensi gangguan listrik di wilayah Jatiluhur dan sekitarnya.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa respons cepat terhadap informasi masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas dan ketertiban.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Polres Purwakarta akan selalu bergerak cepat memastikan setiap informasi yang beredar agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menegaskan pentingnya sinergi dengan pengelola objek vital nasional dalam menjaga keamanan fasilitas strategis seperti PLTA Jatiluhur. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Investasi Migas Mulai Masuk di Mamuju, Bupati Pasang Garis Tegas: “Ganti Untung” Untuk Nelayan!

0

Redaksi.co MAMUJU : Gelombang investasi minyak dan gas bumi (migas) mulai masuk di perairan Mamuju. Di tengah optimisme menjadikan sektor energi sebagai tulang punggung ekonomi baru, Sitti Sutinah Suhardi mengeluarkan pernyataan keras: proyek strategis nasional ini tidak boleh mengorbankan nelayan.

Dalam rapat strategis lintas sektor pada Rabu (22/4/2026), Bupati menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan survei seismik 3D Kandawulo yang dijalankan Pertamina melalui Pertamina Hulu Energi. Proyek ini diyakini membuka pintu besar bagi potensi cadangan migas yang selama ini terpendam di wilayah tersebut.

Namun, di balik ambisi besar itu, satu pesan disampaikan tanpa kompromi: kepentingan rakyat kecil harus tetap menjadi prioritas utama.

Eksplorasi migas ini dipandang sebagai peluang strategis untuk mendongkrak kekuatan fiskal daerah. Dengan potensi yang menjanjikan, Mamuju diproyeksikan bertransformasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Pendapatan dari sektor ini harus kembali ke rakyat. Tidak boleh berhenti di angka, tetapi harus terasa dalam kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.

Sorotan paling tajam datang dari isu perlindungan nelayan. Aktivitas survei seismik berpotensi mengganggu rumpon, alat vital bagi penghidupan nelayan.

Alih-alih menggunakan pendekatan lama “ganti rugi”, Bupati memperkenalkan prinsip yang lebih progresif: “ganti untung.”

Nelayan tidak boleh dirugikan. Mereka justru harus mendapatkan manfaat lebih. Kompensasi harus adil, manusiawi, dan benar-benar meningkatkan taraf hidup,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan investasi besar berjalan dengan mengorbankan kelompok paling rentan.

Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan proyek ini merupakan bagian penting dari ketahanan energi nasional, dengan komitmen menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.

Sementara itu, Pertamina memastikan pendekatan yang digunakan akan mengedepankan dialog terbuka dengan masyarakat pesisir.

Kami akan berbicara langsung dengan warga sebelum kegiatan dimulai. Kepercayaan masyarakat adalah kunci,” ujar perwakilan perusahaan.

Kehadiran unsur Forkopimda, TNI, Polri, hingga jajaran pemerintah daerah, menunjukkan proyek ini dikawal serius dari berbagai lini. Sinergi lintas sektor menjadi benteng utama untuk mencegah potensi konflik sosial di lapangan.

Sebagai langkah cepat, pemerintah bersama Pertamina akan turun langsung ke desa-desa pesisir untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan dan tepat sasaran, khususnya terkait kompensasi bagi nelayan.

Di tengah ambisi besar membangun kemandirian energi, Mamuju kini menghadapi ujian sesungguhnya: mampukah investasi raksasa berjalan seiring dengan keadilan sosial?

Prinsip “ganti untung” yang digaungkan Bupati bukan sekadar slogan, melainkan taruhan besar bahwa pembangunan harus benar-benar berpihak pada rakyat (ZUL)

Skandal Memalukan! Dugaan Kekerasan Remaja di Pasangkayu Seret Nama Oknum Polisi di Mamuju

0

Redaksi.co PASANGKAYU : Publik di Pasangkayu diguncang keras. Kasus dugaan kekerasan terhadap remaja perempuan berinisial AP (17) akhirnya pecah ke permukaan dan langsung menyedot perhatian luas. Laporan resmi telah masuk ke Polres Pasangkayu, namun fakta yang mencuat justru memantik kemarahan: dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian.

Kuasa hukum korban, Muhammad Yusuf, tanpa ragu mengungkap identitas terduga pelaku utama berinisial F yang disebut-sebut merupakan anggota Polri aktif di Polresta Mamuju.

“Ini bukan perkara kecil. Jika benar pelakunya oknum aparat, maka ini pengkhianatan terhadap hukum itu sendiri. Tidak boleh ada ruang untuk kompromi atau permainan di balik layar,” tegas Yusuf, di kutip dari media Detektif, Kamis (23/4/2026).

Kasus dengan nomor laporan SKTTLP/64/IV/2026 ini kini menjadi sorotan panas. Keluarga korban mendesak Propam Polda Sulawesi Barat untuk turun tangan langsung mengawal proses hukum, guna memastikan tidak ada intervensi yang mencederai keadilan.

Desakan ini menguat karena posisi terduga pelaku sebagai aparat penegak hukum dinilai berpotensi menjadi tameng.

Justru di sini integritas kepolisian diuji. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban,” lanjut Yusuf.

Peristiwa ini disebut terjadi pada 20 Maret 2026 di sebuah ruang karaoke di kawasan Tanjung. Korban yang masih di bawah umur diduga mengalami tekanan hingga dipaksa mengonsumsi minuman keras. Penolakan korban disebut tidak diindahkan, sementara tekanan terus berlanjut.

Yang lebih memilukan, korban awalnya tidak memiliki rencana berada di lokasi tersebut. Ia hanya mengantar temannya, sebelum akhirnya terjebak dalam situasi yang kini meninggalkan trauma mendalam.

Saat ini, kondisi psikologis korban masih dalam pemulihan. Tim kuasa hukum memastikan akan melibatkan lembaga perlindungan anak untuk memberikan pendampingan intensif selama proses hukum berlangsung.

Di sisi lain, Polres Pasangkayu menyatakan masih melakukan koordinasi terkait status terduga pelaku. Penanganan kasus diklaim berjalan sesuai prosedur, baik secara internal kepolisian maupun hukum pidana.

Kasus ini kini menjadi panggung ujian yang tak bisa dihindari: apakah hukum benar-benar berdiri tegak tanpa pandang bulu, atau kembali runtuh di hadapan kekuasaan? Publik menunggu dan mengawasi. (ZUL)

Diduga Panitia Seleksi Jabatan Sekretaris Daerah(SEKDA) Kabupaten Lebong Bermain Curang

0

­Lebong-Redaksi.co-23 April 2026 Panitia Seleksi Jabatan Sekretaris Daerah Telah Mengumumkan hasil seleksi administrasi pada seleksi terbuka untuk jabatan Sekretaris daerah Kabupaten Lebong melalui pengumuman Resmi Nomor : 05/PANSEL JPT.KL/2026 yang ditanda tangani oleh Ketua Pansel Dr. H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.si , memutuskan 4 Orang peserta seleksi administrasi yaitu

Dhendi Novianto Saputra, SKM
Joni Pariwinata, SE
Parono, SE, ME
Syarifuddin, S.Sos, M.Si

Keputusan yang dikeluarkan Pansel, menuai sorotan bagi masyarakat kabupaten lebong, ramai di media sosial mengungkap dugaan kecurangan dan kejanggalan kejanggalan sehingga keputusan tersebut menjadi pusat perhatian publik.

Terkait putusan meloloskan 4 Kandidat sebagai calon Sekda Lebong, sorotan datang dari ketua ormas garbeta Provinsi Bengkulu saudara Dedi Mulyadi,  menyampaikan ke awak media ” bahwa saya menduga ada persekongkolan jahat atau ketidak netralan pansel dalam seleksi terbuka untuk jabatan sekretaris daerah Kabupaten Lebong, maka saya sebagai bagian dari masyarakat lebong berusaha menghubungi pihak panitia pansel melalui ketua pansel yang juga sebagai sekretaris daerah provinsi, untuk mendapat penjelasan , tetapi saya tidak mendapat jawaban atau ketua memilih bungkam.

dijelaskan oleh ketua garbeta, ” saya mengkonfirmasi mealui pesan whatsaap terkait dasar penetapan 4 calon kandidat Sekretaris Daerah, mengingat ada beberapa calon yang lulus administrasi diduga bertentangan dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 dan PP nomor 17 tahun 2020 serta permendagri nomor 91 Tahun 2019, Pungkasnya.

Rilis,CK

Polsek Bungursari Intensifkan Patroli Malam Humanis, Wujudkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Bungursari Polres Purwakarta melaksanakan patroli malam di wilayah hukumnya pada Kamis, 23 April 2026. 

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas di sejumlah titik rawan.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Pastikan Gizi Generasi Muda Terjaga, Polsek Kiarapedes Turun Langsung Cek Dapur SPPG

Patroli dilaksanakan secara mobile dengan menyasar lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya kerawanan, seperti area keramaian, jalur sepi, hingga tempat berkumpulnya masyarakat pada malam hari.

Dalam pelaksanaannya, personel juga melakukan pendekatan humanis dengan menyapa warga yang masih beraktivitas di malam hari.

Kehadiran polisi di lapangan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga memberikan imbauan kamtibmas serta memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

𝙏𝙊𝙋 𝙉𝙀𝙒𝙎: Kapolres Purwakarta Tegaskan Tidak Ada Toleransi Premanisme, 14 Pelaku Pengeroyokan Brutal Diamankan

Langkah ini sekaligus menjadi upaya pencegahan terhadap tindak kriminalitas seperti kejahatan jalanan maupun gangguan ketertiban umum lainnya.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Bungursari Polres Purwakarta, Kompol R. Dandan Nugraha Gaos, menyampaikan bahwa patroli malam rutin dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu menekan potensi gangguan kamtibmas serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa kegiatan patroli merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Purwakarta.

“Polres Purwakarta terus meningkatkan kegiatan patroli, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dalam setiap aktivitasnya,” ungkap AKP Enjang Sukandi.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Perkuat SDM Unggul dan Berintegritas, Polres Purwakarta Ikuti Sosialisasi Assessment Center Polri

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam setiap kegiatan kepolisian, sehingga tercipta hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat.

“Dengan pelaksanaan patroli yang rutin, terarah, dan humanis, Polres Purwakarta berharap situasi keamanan di wilayah tetap terjaga serta masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman,” pungkas Enjang. (*/𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝚂𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊

Perkuat SDM Unggul dan Berintegritas, Polres Purwakarta Ikuti Sosialisasi Assessment Center Polri

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Polda Jabar bersama BKPSDM Kabupaten Purwakarta menggelar Sosialisasi Assessment Center Polri di BKPSDM Purwakarta, Rabu (22/04/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata sinergi Polri dan pemerintah daerah dalam membangun SDM yang profesional, kompeten, dan berintegritas, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui, PS Kabag SDM, AKP Randy Freshtiadie menyampaikan bahwa Assessment Center Polri menjadi instrumen penting dalam penempatan personel yang tepat dan objektif.

“Polres Purwakarta mendukung penuh sinergi ini sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM pelayanan publik.Kolaborasi untuk pelayanan yang lebih baik, profesional, dan presisi,” ungkap Randy.

Lebih lanjut, AKP Randy menjelaskan bahwa melalui mekanisme Assessment Center ini, setiap personel akan diuji berdasarkan kompetensi manajerial dan perilaku yang terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap jabatan di lingkungan Polres Purwakarta diisi oleh individu yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga kematangan etika dan kepemimpinan yang kuat.

“Proses ini menggunakan metode evaluasi yang objektif dan transparan. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan karier personel didasarkan pada prestasi dan potensi nyata, sehingga mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di masa depan,” tambah Randy di sela-sela kegiatan.

​𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Pengawasan Ketat dan Humanis, Polres Purwakarta Pastikan Keamanan Rutan dan Hak Tahanan Terpenuhi

Sementara itu, pihak BKPSDM Kabupaten Purwakarta menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk pertukaran ilmu dan standarisasi kompetensi antarinstansi. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan standar pelayanan publik yang selaras antara Polri dan Pemerintah Daerah, khususnya dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.

​Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diikuti oleh sejumlah pejabat utama Polres Purwakarta dan perwakilan staf BKPSDM. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh personel memahami pentingnya pengembangan diri berkelanjutan demi mewujudkan Polri yang Presisi dan dicintai masyarakat. (*/𝙎𝙆)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒