Beranda blog Halaman 223

KOWANI Tetapkan SOP Day Care Kelas Dunia untuk Perlindungan Anak Nasional

0

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KOWANI – DAY CARE KELAS DUNIA
PERLINDUNGAN ANAK TERPADU BERBASIS PERADABAN
TERINTEGRASI DENGAN DASHBOARD NASIONAL “SATU DATA KOWANI”
Final Absolute • Audit-Ready • Global Standard

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

VISI PERADABAN

Day care bukan sekadar tempat penitipan anak. Day care adalah ruang peradaban, tempat anak bertumbuh sebagai manusia utuh yang aman, merdeka, cerdas, berkarakter, berdaya, dan berdaya saing global.

Day care KOWANI adalah:

Ruang Aman (Safe Space)
Ruang Tumbuh (Growth Space)
Ruang Belajar (Learning Space)
Ruang Bermain (Play Space)
Ruang Kreatif (Creative Space)
Ruang Toleransi (Inclusive Space)
Ruang Kolaborasi (Collaborative Space)
Ruang Kasih (Love Space)

Di sinilah pendidikan karakter dimulai sejak dini melalui penguatan soft skills anak, yaitu empati, disiplin, kemandirian, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan integritas.

I. TUJUAN

Mewujudkan sistem pengasuhan anak kelas dunia yang super aman, berbasis kasih sayang, penghormatan martabat anak, perlindungan menyeluruh, dan pembentukan karakter sejak dini.

SOP ini bertujuan untuk memastikan setiap anak memiliki ruang yang aman untuk tumbuh, merdeka untuk belajar, nyaman untuk bermain dan berkarya, serta dicintai untuk menjadi dirinya.

II. PRINSIP DASAR PERADABAN

1. Child First, Always
Kepentingan terbaik anak adalah prioritas utama dalam setiap keputusan, tindakan, dan kebijakan pengasuhan.

2. Zero Tolerance for Violence
Tidak ada toleransi terhadap kekerasan fisik, verbal, emosional, seksual, perundungan, penelantaran, intimidasi, atau perlakuan yang merendahkan martabat anak.

3. Freedom Within Safety
Anak diberikan kemerdekaan untuk berekspresi, bermain, belajar, bertanya, mencoba, gagal, bangkit, dan berkarya dalam batas keamanan, kasih sayang, dan penghormatan.

4. Caregiver as Trusted Companion
Pengasuh bukan sekadar penjaga, tetapi pelindung, pendidik, sahabat, pendamping tumbuh kembang, dan teladan peradaban.

5. Mutual Safety, Dignity, and Responsibility
Anak dan pengasuh sama-sama berhak merasa aman, nyaman, dihormati, dilindungi, dan sama-sama diarahkan untuk bertanggung jawab sesuai tahap perkembangan dan perannya.

6. Character First Education
Pendidikan karakter dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan nilai kasih sayang, disiplin, empati, tanggung jawab, toleransi, kebersihan, kemandirian, komunikasi, dan gotong royong.

7. Transparency and Accountability
Seluruh proses pengasuhan harus tercatat, terukur, dapat dipantau, dapat diaudit, dan dapat dipertanggungjawabkan.

8. Data-Driven Protection
Perlindungan anak diperkuat melalui data, sistem digital, monitoring real-time, audit trail, dan deteksi dini risiko.

III. STANDAR LINGKUNGAN DAY CARE KELAS DUNIA

Day care wajib menyediakan lingkungan yang 100% ramah anak, aman secara fisik, sehat secara lingkungan, dan aman secara psikologis.

Standar lingkungan meliputi:

1. Area bebas risiko fisik, termasuk benda tajam, sudut berbahaya, kabel terbuka, lantai licin, obat-obatan, bahan kimia, dan akses keluar tanpa pengawasan.

2. Zonasi aktivitas anak yang jelas, meliputi:
Zona bermain aktif
Zona belajar dan literasi
Zona kreativitas dan seni
Zona istirahat dan pemulihan
Zona makan sehat
Zona refleksi emosi
Zona kebersihan dan kesehatan

3. Desain ramah anak dengan pencahayaan baik, ventilasi sehat, kebersihan terjaga, sirkulasi udara cukup, suhu nyaman, dan peralatan sesuai usia.

4. Sistem keamanan terintegrasi berupa CCTV pada area umum, kontrol akses masuk dan keluar, buku tamu digital, panic button, serta jalur evakuasi darurat.

5. Seluruh aktivitas utama terintegrasi dengan Dashboard Nasional KOWANI sebagai sistem monitoring, pengawasan, dan akuntabilitas nasional.

IV. STANDAR SDM PENGASUH KELAS DUNIA

Pengasuh adalah wajah utama perlindungan anak. Karena itu, setiap pengasuh wajib memenuhi standar integritas, kompetensi, dan empati.

Standar pengasuh meliputi:

1. Memiliki sertifikasi kompetensi pengasuhan anak.

2. Lulus pemeriksaan latar belakang, integritas, dan psikologis.

3. Memiliki pemahaman tentang perlindungan anak, psikologi perkembangan anak, komunikasi empatik, pertolongan pertama, serta manajemen krisis.

4. Mengikuti pelatihan berkala minimal setiap 6 bulan.

5. Terdaftar dalam sistem Dashboard Nasional KOWANI dengan ID Pengasuh.

6. Menandatangani Pakta Integritas Perlindungan Anak.

Rasio ideal pengasuh dan anak:

Usia 0–1 tahun: 1 pengasuh untuk maksimal 3 anak
Usia 1–3 tahun: 1 pengasuh untuk maksimal 5 anak
Usia 3–6 tahun: 1 pengasuh untuk maksimal 8 anak

Pengasuh wajib menjalankan peran sebagai:

Pelindung
Pendidik
Sahabat
Pendamping
Teladan
Penjaga martabat anak

V. SISTEM PENGASUHAN HOLISTIK

Sistem pengasuhan day care KOWANI menggunakan pendekatan holistik yang menyatukan keamanan, kecerdasan, kasih sayang, dan karakter.

1. Safe Care
Menjamin keamanan fisik dan emosional anak tanpa kompromi. Anak tidak boleh mengalami kekerasan, ancaman, intimidasi, tekanan, pelecehan, penelantaran, atau perlakuan yang membuat takut.

2. Smart Care
Memberikan stimulasi kognitif melalui bermain, eksplorasi, literasi dini, kreativitas, seni, gerak, dan pembelajaran berbasis pengalaman.

3. Heart Care
Membangun kelekatan emosional yang sehat melalui komunikasi lembut, pendampingan empatik, rasa aman, dan kasih sayang.

4. Character Care
Menanamkan soft skills sejak dini, termasuk disiplin, tanggung jawab, keberanian, percaya diri, toleransi, sopan santun, kerja sama, kepedulian, dan gotong royong.

5. Creative Care
Memberikan ruang anak untuk menggambar, menyanyi, bercerita, bergerak, bermain peran, membangun imajinasi, dan berkarya sesuai tahap usia.

6. Inclusive Care
Menjamin setiap anak dihormati tanpa diskriminasi, termasuk perbedaan latar belakang keluarga, kondisi fisik, kemampuan, bahasa, budaya, agama, maupun kebutuhan khusus.

VI. PROSEDUR HARIAN PENGASUHAN

A. Check-In Anak

1. Verifikasi identitas orang tua atau pengantar resmi.

2. Pencatatan kehadiran anak dalam sistem digital.

3. Pemeriksaan kondisi awal anak, termasuk suhu tubuh, kondisi fisik, suasana hati, tanda luka, atau keluhan kesehatan.

4. Jika ditemukan kondisi khusus, pengasuh wajib mencatat dan menginformasikan kepada penanggung jawab serta orang tua.

B. Pengasuhan Aktif

1. Anak tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan.

2. Pengasuh wajib menjaga interaksi positif, lembut, dan mendidik.

3. Setiap kegiatan makan, tidur, bermain, belajar, dan aktivitas khusus dicatat dalam laporan harian.

4. Anak diberikan ruang bermain, belajar, berkreasi, dan bersosialisasi secara aman.

5. Anak yang menangis, takut, atau mengalami kesulitan emosi harus ditenangkan dengan pendekatan empatik, bukan dimarahi atau diancam.

C. Check-Out Anak

1. Anak hanya boleh dijemput oleh orang tua atau pihak yang terdaftar.

2. Identitas penjemput diverifikasi sebelum anak diserahkan.

3. Orang tua menerima laporan singkat mengenai kondisi, aktivitas, makan, tidur, dan catatan khusus anak.

4. Jika ada kejadian khusus, wajib disampaikan secara jujur, tertulis, dan terdokumentasi.

VII. LARANGAN TEGAS

Setiap pengelola, pengasuh, staf, relawan, dan pihak terkait dilarang melakukan:

1. Kekerasan fisik, termasuk memukul, mencubit, menjewer, mendorong, menyeret, mengguncang, atau tindakan lain yang menyakiti tubuh anak.

2. Kekerasan verbal, termasuk membentak, menghina, mempermalukan, mengancam, mengejek, atau melabeli anak secara negatif.

3. Kekerasan emosional, termasuk menakut-nakuti, mengisolasi, mengabaikan, mempermalukan, atau memberikan tekanan psikologis.

4. Kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.

5. Penelantaran, termasuk membiarkan anak tanpa pengawasan, tidak memberi makan/minum sesuai kebutuhan, atau mengabaikan kondisi kesehatan anak.

6. Penggunaan disiplin yang melukai, menakutkan, atau merendahkan martabat anak.

7. Mengambil, menyebarkan, atau mempublikasikan foto/video anak tanpa persetujuan orang tua dan tanpa tujuan yang sah.

8. Menutup-nutupi insiden, menghapus bukti, memanipulasi data, atau menghalangi proses pemeriksaan.

VIII. SISTEM KEAMANAN DAN PENGAWASAN

Setiap day care wajib memiliki:

1. CCTV aktif di area umum dengan penyimpanan rekaman minimal 30 hari.

2. Kontrol akses masuk dan keluar.

3. Buku tamu atau log digital.

4. Panic button atau sistem darurat.

5. Jalur evakuasi dan simulasi darurat.

6. Kotak P3K dan prosedur pertolongan pertama.

7. Nomor darurat orang tua, fasilitas kesehatan, kepolisian, dinas terkait, dan pendamping psikologis.

8. Petugas penanggung jawab keamanan anak pada setiap jam operasional.

IX. PROTOKOL INSIDEN DAN RESPONS CEPAT

Jika terjadi insiden, day care wajib menjalankan prosedur berikut:

1. Amankan anak sebagai prioritas utama.

2. Berikan pertolongan pertama sesuai kebutuhan.

3. Pisahkan anak dari sumber bahaya.

4. Input laporan insiden ke Dashboard Nasional KOWANI maksimal 10 menit sejak insiden diketahui.

5. Informasikan kepada orang tua maksimal 30 menit sejak insiden diketahui.

6. Dokumentasikan kronologi, waktu, lokasi, saksi, kondisi anak, tindakan awal, dan bukti pendukung.

7. Jika insiden berat, lakukan eskalasi kepada dinas terkait, aparat penegak hukum, layanan kesehatan, dan/atau lembaga perlindungan anak.

8. Pastikan anak mendapatkan pendampingan psikologis jika diperlukan.

Status penanganan insiden wajib tercatat dalam sistem:

Open
Process
Resolved
Closed with Evidence
Follow-Up Monitoring

X. PENDAMPINGAN DAN PEMULIHAN ANAK

Anak yang terdampak insiden wajib mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang utuh.

Pendampingan meliputi:

1. Pemeriksaan kesehatan.

2. Pendampingan psikologis.

3. Trauma healing.

4. Perlindungan dari paparan ulang terhadap pelaku atau situasi yang menakutkan.

5. Komunikasi empatik kepada keluarga.

6. Monitoring perkembangan anak secara berkala.

7. Laporan pemulihan yang terdokumentasi dalam sistem.

Pemulihan anak tidak boleh berhenti pada penyelesaian administratif. Pemulihan harus memastikan anak kembali merasa aman, dicintai, dan percaya pada lingkungan sekitarnya.

XI. KETERLIBATAN ORANG TUA

Orang tua adalah mitra utama dalam pengasuhan.

Hak orang tua meliputi:

1. Mendapatkan laporan harian anak.

2. Mengetahui kondisi fisik dan emosional anak.

3. Menyampaikan keluhan, masukan, dan laporan.

4. Mendapatkan informasi apabila terjadi insiden.

5. Mengakses kanal komunikasi resmi.

6. Terlibat dalam evaluasi pengasuhan.

Kewajiban orang tua meliputi:

1. Memberikan data anak yang benar.

2. Menyampaikan kondisi khusus anak.

3. Menjemput anak sesuai prosedur.

4. Menghormati SOP lembaga.

5. Berkolaborasi dalam pembentukan karakter anak.

XII. HAK ANAK

Setiap anak berhak:

1. Aman secara fisik dan emosional.

2. Dicintai dan dihargai.

3. Didengar pendapat dan ekspresinya.

4. Bermain, belajar, dan berkreasi.

5. Mendapat makanan, istirahat, dan kebersihan yang layak.

6. Bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, dan penelantaran.

7. Tumbuh sesuai tahap perkembangan.

8. Mendapat pendampingan bila mengalami kesulitan atau trauma.

XIII. HAK PENGASUH

Setiap pengasuh berhak:

1. Bekerja dalam sistem yang aman, jelas, dan profesional.

2. Mendapat pelatihan dan peningkatan kapasitas.

3. Mendapat perlindungan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Mendapat pendampingan psikologis apabila menghadapi tekanan pekerjaan.

5. Dihargai sebagai pendidik dan penjaga peradaban.

6. Memiliki batas kerja yang manusiawi agar kualitas pengasuhan tetap terjaga.

XIV. DIGITAL GOVERNANCE DAN DASHBOARD NASIONAL KOWANI

Seluruh day care yang mengadopsi SOP ini diarahkan untuk terintegrasi dalam Dashboard Nasional KOWANI sebagai instrumen Satu Data Perlindungan Anak.

Dashboard Nasional KOWANI memuat:

1. Profil day care.

2. Legalitas dan izin operasional.

3. Data pengasuh dan sertifikasi.

4. Rasio pengasuh dan anak.

5. Laporan harian anak.

6. Laporan insiden.

7. Status penanganan insiden.

8. Audit kepatuhan SOP.

9. Skor risiko.

10. Feedback orang tua.

11. Data pelatihan SDM.

12. Evidence folder.

Prinsip tata kelola data:

One Data
One System
One Command
One Accountability
No Data No Program
No Evidence No Claim
No Impact No Success

Data anak wajib dilindungi dengan prinsip privasi, keamanan, pembatasan akses, kerahasiaan, dan penggunaan hanya untuk kepentingan perlindungan anak.

XV. KPI NASIONAL DAY CARE KOWANI

KPI wajib yang dipantau:

1. 100% pengasuh tersertifikasi.

2. 100% laporan harian masuk ke sistem.

3. 100% insiden tercatat dalam sistem.

4. Response time insiden maksimal 30 menit kepada orang tua.

5. Kepatuhan SOP minimal 90%.

6. Audit internal minimal 1 kali setiap bulan.

7. Pelatihan pengasuh minimal 2 kali dalam setahun.

8. Pendampingan psikologis diberikan kepada 100% anak terdampak insiden berat.

9. Zero tolerance terhadap kekerasan berat.

10. Tindak lanjut pelanggaran berat wajib masuk proses hukum.

XVI. AUDIT DAN EVALUASI

Audit dilakukan secara berkala untuk memastikan SOP berjalan nyata, bukan hanya tertulis.

Jenis audit:

1. Audit harian melalui laporan digital.

2. Audit internal bulanan.

3. Audit eksternal berkala.

4. Audit insiden jika terjadi laporan khusus.

5. Evaluasi SOP minimal setiap 6 bulan.

Indikator audit:

Kepatuhan SDM
Keamanan lingkungan
Kelengkapan laporan
Kecepatan respons insiden
Kualitas komunikasi orang tua
Kepatuhan terhadap child safeguarding
Kesiapan data dan evidence folder

XVII. SANKSI DAN PENEGAKAN DISIPLIN

Pelanggaran ringan:

Teguran tertulis
Pembinaan
Pencatatan dalam sistem

Pelanggaran sedang:

Skorsing
Wajib pelatihan ulang
Pembatasan tugas
Status risiko kuning

Pelanggaran berat:

Pemutusan hubungan kerja
Blacklist nasional
Pencabutan rekomendasi/izin sesuai kewenangan
Pelaporan kepada aparat penegak hukum
Status risiko merah nasional

Zero tolerance berarti zero compromise.

XVIII. PENUTUP PERADABAN

SOP Day Care KOWANI bukan sekadar pedoman teknis. SOP ini adalah sistem perlindungan anak berbasis nilai, data, kasih sayang, tanggung jawab, dan kepemimpinan peradaban.

Day care bukan hanya tempat menjaga anak, tetapi ruang membentuk masa depan bangsa.

Di sinilah anak aman untuk tumbuh.
Di sinilah anak merdeka untuk belajar.
Di sinilah anak nyaman untuk bermain dan berkarya.
Di sinilah anak dicintai untuk menjadi dirinya.

Di sinilah pengasuh dihormati sebagai pelindung, pendidik, sahabat, dan penjaga masa depan.

Di sinilah orang tua menjadi mitra utama dalam membangun karakter anak.

Di sinilah perempuan Indonesia menjalankan peran sejarahnya sebagai penjaga peradaban, pelindung generasi, dan arsitek masa depan bangsa.

Perlindungan anak adalah fondasi peradaban.
Ketahanan keluarga adalah fondasi bangsa.
KOWANI untuk Indonesia.
Perempuan Indonesia untuk Dunia.

Denting yang Menghukum: Ketika Ambisi Konten Menabrak Mitos dalam “The Bell: Panggilan untuk Mati”

0

Jakarta, Redaksi.Co- Senin (27/4/2026) Di tengah maraknya film horor yang mengandalkan formula instan, The Bell: Panggilan untuk Mati justru hadir dengan pendekatan yang lebih berani dan reflektif.

Film produksi Multi Buana Kreasindo bersama Sinemata Productions ini tidak sekadar menakut-nakuti, melainkan mengajak penonton menelusuri batas tipis antara tradisi yang sakral dan obsesi modern akan popularitas digital.

Disutradarai oleh Jay Sukmo, film ini mengangkat kisah tentang sebuah artefak misterius berupa lonceng keramat di Belitung—objek yang dipercaya memiliki fungsi menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan entitas tak kasatmata, Konflik mulai mengemuka ketika sekelompok kreator konten memutuskan untuk “memanfaatkan” benda tersebut demi meraih perhatian di dunia maya, Alih-alih mendapatkan sensasi, tindakan itu justru memicu rangkaian teror yang tak terkendali.

Narasi berkembang melalui sudut pandang Danto (Bhisma Mulia) dan Airin (Ratu Sofya), dua karakter yang perlahan menyadari bahwa apa yang mereka hadapi jauh melampaui sekadar kejadian supranatural biasa, Sementara itu, kehadiran Mathias Muchus memberikan dimensi berbeda lewat karakter yang menjembatani nilai-nilai lokal dengan realitas modern yang semakin abai terhadap akar budaya.

Dari sisi teknis, film ini tampil mencolok lewat eksplorasi visual yang tidak lazim, Penggunaan beberapa rasio gambar menjadi salah satu elemen penting dalam membangun lapisan cerita, sekaligus mempertegas pergeseran waktu dan perspektif,Pendekatan ini memberi pengalaman sinematik yang lebih mendalam, sekaligus memperlihatkan upaya serius dalam mengolah bahasa visual di genre horor.

Namun yang paling menonjol adalah pesan yang diusung. The Bell: Panggilan untuk Mati secara halus menyentil fenomena sosial tentang budaya viral—ketika batas antara hiburan dan risiko sering kali diabaikan, Sosok Penebok, figur menyeramkan tanpa kepala dengan balutan merah, bukan hanya hadir sebagai elemen horor, tetapi juga simbol dari konsekuensi yang lahir dari kecerobohan manusia.

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026 ini juga menatap panggung internasional, Kehadirannya di Cannes Film Market menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan horor Indonesia berbasis folklore ke audiens global.

Dengan perpaduan antara cerita yang relevan, pendekatan visual yang segar, serta muatan kritik sosial yang kuat, film ini berpotensi menjadi salah satu karya yang memperluas cara pandang terhadap horor lokal—bahwa rasa takut tidak selalu datang dari apa yang terlihat, tetapi juga dari pilihan yang dibuat manusia itu sendiri.

BBPOM SEMARANG GANDENG NAFA URBACH EDUKASI PANGAN AMAN DI GEBANG PURWOREJO

0

 

PURWOREJO | Redaksi.coBalai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang bersama Anggota DPR RI Komisi IX Nafa Indria Urbach menggelar Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertema “Cerdas Memilih Pangan yang Aman” di Gedung Aula Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni *Nafa Indria Urbach* dan *Kepala BBPOM Semarang, Dra. Rustyawati, Apt, http://M.Kes.(Epid)*. Acara ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Masyarakat di bidang Obat dan Makanan BBPOM Semarang.

𝙎𝙄𝙈𝙄𝙇𝙇𝘼𝙍 𝙋𝙊𝙎𝙏: Waspada Zat Berbahaya, BPOM Palembang Ingatkan UMKM tentang Keamanan Pangan

Turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam kegiatan tersebut antara lain Lurah Gebang, jajaran (Forkompimcam) , Kapolsek , Babinsa , perwakilan Group UMKM Purworejo, Komunitas Pakurejo, serta ratusan warga masyarakat Desa Gebang dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Kepala BBPOM Semarang, Dra. Rustyawati, Apt, http://M.Kes.(Epid) menekankan bahwa edukasi langsung ke masyarakat adalah kunci utama pencegahan peredaran pangan berbahaya.

BBPOM tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan DPR RI, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan komunitas masyarakat seperti hari ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk melindungi konsumen. Peredaran produk ilegal yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks masih menjadi temuan kami di lapangan,”ungkap Rustyawati.

Pada kesempatan tersebut, BBPOM Semarang juga melakukan sosialisasi dan praktik langsung penggunaan Aplikasi BPOM Mobile.

“Kami dorong masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dan mandiri. Melalui Aplikasi BPOM Mobile, masyarakat dapat melakukan pengecekan legalitas produk obat dan makanan hanya dengan memindai barcode atau memasukkan nomor izin edar. Jika produk tidak terdaftar, jangan dibeli dan segera laporkan kepada kami,” tambahnya.

Senada, Perwakilan BPOM Purworejo menyatakan komitmennya dalam pendampingan pelaku usaha.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi UMKM di Purworejo yang ingin mendaftarkan produknya ke BPOM. Dengan memiliki izin edar, produk UMKM akan lebih berdaya saing dan dijamin keamanannya. Aplikasi BPOM Mobile juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memeriksa legalitas bahan baku yang akan digunakan,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi IX, Nafa Indria Urbach mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap apa yang dikonsumsi keluarga.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Pererat Silaturahmi, PWRI Purworejo Gelar Halalbihalal dan Temu Kangen di Jatingarang

Sebagai mitra kerja BPOM di Komisi IX, saya berkewajiban memastikan program-program pengawasan dan edukasi ini sampai ke masyarakat. Mari kita budayakan Cek KLIK: pastikan Kemasan baik, baca Label dengan teliti, cek Izin Edar BPOM, dan pastikan tidak Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan, ajak Nafa.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sesi dialog interaktif, pembagian materi KIE, dan simulasi pengecekan produk menggunakan Aplikasi BPOM Mobile yang diikuti antusias oleh warga dan pelaku UMKM.

𝙼engapresiasi langkah strategis BBPOM Semarang.

“Ini adalah format kegiatan KIE yang paripurna. Lengkap dari sisi narasumber, teknologi, dan keterlibatan stakeholder dari tingkat pusat hingga desa. Kami dari IWOI siap berkolaborasi menyebarluaskan literasi keamanan pangan ini, karena pers memiliki peran penting dalam mengedukasi publik. Masyarakat yang teredukasi adalah benteng pertama melawan peredaran produk berbahaya,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama seluruh elemen yang hadir untuk terus mengawal keamanan pangan di wilayah Purworejo dan sekitarnya. ( 𝚆𝚊𝚑𝚒𝚍 )

Sinergitas Penegak Hukum Kian Solid, Kapolres Purwakarta Hadiri Tasyakur HBP ke-62 di Lapas Kelas IIB

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Suasana kebersamaan dan khidmat mewarnai peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026 yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Purwakarta, Senin (27 April 2026). 

Momentum ini sekaligus menjadi penguat sinergitas antar lembaga penegak hukum di Kabupaten Purwakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya hadir langsung dalam kegiatan tasyakur tersebut, didampingi Kapolsek Purwakarta Kota AKP Enjang Sukandi.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Polres Purwakarta Ikuti Launching Program Quick Wins Presisi Triwulan II 2026

Kehadiran jajaran Polres Purwakarta ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap penguatan kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan tasyakur berlangsung penuh kebersamaan dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Purwakarta, Mizan Muhami, bersama jajaran pemasyarakatan serta unsur terkait lainnya.

Momen ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga wadah mempererat koordinasi antara Polri dan Lapas dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa kehadiran Kapolres merupakan wujud komitmen Polri dalam memperkuat sinergi antar instansi penegak hukum.

“Sinergitas antara Polri dan Lapas sangat penting dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, termasuk dalam mendukung pembinaan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujar AKP Enjang Sukandi.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah secara berkelanjutan.

“Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kita dapat bersama-sama meminimalisir potensi gangguan kamtibmas serta memperkuat sistem pembinaan yang humanis dan profesional,” tambahnya.

Melalui peringatan HBP ke-62 ini, sinergi antar lembaga penegak hukum di Kabupaten Purwakarta diharapkan semakin solid, tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan berkelanjutan. (*/𝕊𝕂)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

PT Garuda Metalindo Tbk terus mendorong pertumbuhan

0

Jakarta, 27 April 2026 – PT Garuda Metalindo Tbk (IDX: BOLT), perusahaan manufaktur komponen otomotif terkemuka di Indonesia, menggelar Public Expose di Kantor Pusat Perseroan, Penjaringan, Jakarta, Senin (27/04/26). Dalam paparan tersebut, manajemen menyampaikan kinerja solid sepanjang 2025 serta strategi pertumbuhan di tengah dinamika industri otomotif global.

Investor Relations PT Garuda Metalindo Tbk, Zefanya Angeline, mengungkapkan bahwa perseroan terus memperkuat posisinya sebagai produsen fasteners dan engineered components dengan integrasi vertikal dari hulu ke hilir—mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi ke pelanggan.

“Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, kami didukung lebih dari 2.400 karyawan, delapan fasilitas manufaktur, serta jaringan ekspor ke lebih dari 10 negara,” ujarnya.

Sepanjang 2025, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 13% secara tahunan, ditopang oleh ekspansi pasar ekspor dan diversifikasi ke sektor non-otomotif. Penjualan ekspor bahkan melonjak 35% menjadi Rp120 miliar.

Memasuki kuartal I 2026, kinerja positif berlanjut dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 14,6%. Laba bersih juga meningkat signifikan hingga 38,9% secara tahunan, mencerminkan efisiensi operasional dan strategi bisnis yang tepat.

Direktur PT Garuda Metalindo Tbk, Anthony Wijaya, menegaskan bahwa perseroan akan terus mendorong pertumbuhan melalui lima pilar utama, yakni penguatan pasar domestik otomotif, penetrasi kendaraan listrik (EV), ekspansi ekspor, diversifikasi industri non-otomotif, serta peluang pertumbuhan anorganik melalui akuisisi.

“Kami melihat pasar ekspor sebagai salah satu driver utama pertumbuhan ke depan. Skala produksi otomotif global yang jauh lebih besar dibanding Indonesia membuka peluang yang sangat luas bagi perseroan,” jelasnya.

Selain itu, perseroan juga aktif menjajaki peluang di sektor kendaraan listrik, khususnya pada segmen roda dua yang pertumbuhannya mulai terlihat. Meski kontribusinya masih relatif kecil, Garuda Metalindo menyatakan kesiapan untuk mendukung perkembangan industri EV ke depan.

Di tengah tantangan industri otomotif domestik, perseroan tetap optimistis. Produksi otomotif nasional yang stabil dan didukung ekspor menjadi faktor penopang kinerja. Perseroan juga menilai program lokalisasi dan pergeseran rantai pasok global sebagai peluang strategis.

Untuk tahun 2026, Garuda Metalindo menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 15%. Perseroan juga mengalokasikan dividen sebesar Rp50 per saham dengan total nilai sekitar Rp117 miliar.

Keunggulan utama perseroan terletak pada model bisnis terintegrasi yang jarang dimiliki oleh pelaku industri sejenis, baik di dalam negeri maupun global. Hal ini memberikan efisiensi biaya dan daya saing tinggi di pasar internasional.

“Dengan fondasi bisnis yang kuat, integrasi vertikal, serta ekspansi yang konsisten, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan global,” tutup Anthony.

Sentuhan Ibu dan Polwan: IPTU Rustinah Ajak Siswa SMKN 3 Lingga Buana Taat Hukum

0

 

PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Upaya pencegahan kenakalan remaja dan penguatan karakter pelajar terus digencarkan Polres Purwakarta melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah. Salah satunya ditunjukkan oleh Panit Binmas Polsek Purwakarta Kota, IPTU Rustinah, yang bertindak sebagai pembina upacara di SMKN 3 Lingga Buana Purwakarta, Senin, 27 April 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut berlangsung di lapangan upacara sekolah di Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta.

Sekitar 360 siswa kelas X bersama para guru dan kepala sekolah mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Pastikan Keamanan dan Kelayakan, Wakapolres Purwakarta Pimpin Langsung Pengecekan Ruang Tahanan

Dalam amanatnya, IPTU Rustinah yang merupakan anggota Polwan sekaligus seorang ibu, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang menitikberatkan pada pentingnya disiplin, etika pergaulan, serta menjauhi tindakan yang melanggar hukum. Edukasi ini diberikan sebagai respons atas sejumlah kasus yang melibatkan pelajar, agar tidak terulang kembali di lingkungan sekolah.

Pendekatan yang humanis dan komunikatif membuat pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para siswa. Selain memberikan pemahaman hukum, kegiatan ini juga bertujuan membangun kedekatan antara kepolisian, guru, dan pelajar.

Dari kegiatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, serta meningkatnya kesadaran siswa dalam menjaga perilaku dan menaati aturan.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa kegiatan pembinaan di sekolah merupakan langkah strategis Polri dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi dan pembinaan. Kegiatan ini penting untuk membentuk karakter generasi muda agar lebih disiplin, sadar hukum, dan mampu menjauhi perilaku negatif,” ujar AKP Enjang Sukandi.

Ia juga menambahkan bahwa sinergitas antara kepolisian dan pihak sekolah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga pesan-pesan kamtibmas dapat langsung diterima oleh para pelajar dan berdampak positif bagi masa depan mereka,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Purwakarta menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan. (*/SK)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒.

Wagub Aceh Ajak Perkuat Sinergi di HUT ke 27 Aceh Singkil

0

Aceh Singkil.Redaksi.co
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan kolaborasi guna mendorong percepatan pembangunan daerah, pada peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil, yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin , 27/4/2026

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya momentum hari jadi sebagai penguat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan yang merata.

Menurutnya, Aceh Singkil memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis, mulai dari perkebunan, perikanan, kehutanan, hingga pariwisata. Salah satu yang menjadi unggulan adalah kawasan Kepulauan Banyak yang dikenal dengan daya tarik wisata baharinya.

Selain potensi alam, Wagub juga menyoroti nilai historis daerah tersebut sebagai tanah kelahiran ulama besar dunia, Abdurrauf as-Singkili, yang menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat berilmu dan berakhlak.

Ia menegaskan bahwa keberagaman suku dan budaya di Aceh Singkil merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga. Harmoni yang telah terbangun dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkait dinamika pemerintahan yang sempat terjadi, Wagub mengapresiasi seluruh pihak yang mengedepankan dialog sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan secara konstruktif. Ia juga menilai pengesahan APBK 2026 sebagai langkah strategis dalam menggerakkan kembali pembangunan dan pelayanan publik.

Ke depan, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, akses wilayah, hingga potensi bencana alam perlu diantisipasi melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor. Pengembangan potensi daerah juga diingatkan agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk kawasan Ekosistem Rawa Singkil.

“Seluruh kebijakan harus berpihak kepada rakyat, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Gubernur juga meninjau Yayasan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkily di Gunung Mesiar sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Menutup sambutannya, Wagub mengajak masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai energi untuk terus maju dan menjaga persatuan.

“Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil, semoga semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya ***

Masyarakat Kecamatan Pangkatan Saat Ini Semakin Resah Akibat Maraknya Peredaran Narkotika

0

redaksi.co- Labuhanbatu | Semakin Maraknya beredarnya narkotika di Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu para orangtua semakin resah karena hukum di wilayah Kecamatan Pangkatan sudah tidak lagi berfungsi, seiring terjadinya sering barng atau jenis apapun hilang dicuri,

Beberapa warung kopi yang di kunjungi yang terlihat para orang-orang tua yang duduk mengatakan daerah kita saat ini semakin gawat akibat maraknya peredaran Narkotika jenis sabu-sabu saat ini di daerah kita ini pada siapa kita ini mengadu imbuh mereka. Senin tanggal (27/05/2026).

 

Hari ini awak media berbincang- bincang bersama para tokoh masyarakat, tokoh pemuda mereka mengatakan walaupun masalah ini kita sampaikan kepada pihak yang berwajib kiranya kurang bermanfaat karena selama ini masih belum ter tuntaskan alangkah baiknya kita bergabung Tokoh agam , tokoh adat, tokoh pemuda melaksanakan penggerebekan rumah bundar dan penangkapan para pemakai saat itu mereka semua mengatakan setuju karena pungsi hukum saat ini di wilayah Kecamatan Pangkatan ini tidak lagi ada pungsinya.tutup mereka.

Dan jangan lagi prioritas kita ini kita lamakan kita akan bertindak secepat mungkin katanya

(manotal Manalu)

Pastikan Keamanan dan Kelayakan, Wakapolres Purwakarta Pimpin Langsung Pengecekan Ruang Tahanan

0

 

PURWAKARTA (ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — Guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kondisi kelayakan ruang tahanan, Polres Purwakarta melaksanakan kegiatan pengecekan rutin ruang tahanan di Mapolres Purwakarta, pada Senin, 27 April 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Purwakarta Kompol Sosialisman M. Natsir, didampingi Piket Pawas AKP Atik Sakron selaku Kasi Propam serta Piket Pamapta IPDA Andriana Setiawan, dan diikuti oleh piket fungsi serta personel Siaga Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti).

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Purwakarta Kawal Pengecekan Lahan Kopassus di Sukatani

Dalam pengecekan tersebut, jumlah tahanan tercatat sebanyak 56 orang, dengan rincian 18 tahanan Sat Reskrim, 31 tahanan Sat Narkoba, 6 tahanan titipan Polsek, dan 1 tahanan kasus laka lantas. Seluruh tahanan berada dalam pengawasan petugas jaga, yakni Aipda Sudanto, Brigadir Herman, dan Brigpol Darwin.

Dari hasil pengecekan, diketahui seluruh tahanan dalam kondisi sehat, ruang tahanan dalam keadaan baik, serta situasi secara umum aman dan kondusif. Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti upaya pelarian, perkelahian antar tahanan, hingga penyelundupan barang terlarang.

Selain memastikan jumlah tahanan sesuai data, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang di dalam ruang tahanan guna mencegah masuknya benda berbahaya seperti senjata tajam, alat komunikasi ilegal, maupun narkoba.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi menegaskan bahwa kegiatan pengecekan ruang tahanan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga profesionalitas dan standar operasional dalam pengelolaan tahanan.

“Pengecekan ini merupakan langkah rutin yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam ruang tahanan tetap terjaga, sekaligus menjamin kondisi para tahanan tetap dalam keadaan layak dan manusiawi,” ujar AKP Enjang Sukandi.

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan yang ketat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami terus meningkatkan pengawasan sebagai upaya preventif, baik untuk mencegah pelarian tahanan maupun masuknya barang-barang terlarang. Ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Dengan dilaksanakannya pengecekan secara berkala, Polres Purwakarta memastikan bahwa seluruh proses pengamanan tahanan berjalan sesuai prosedur, sekaligus memberikan jaminan keamanan baik bagi tahanan maupun petugas. (*/𝕊𝕂)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

*Olahraga Bareng Kodam Jaya–Polda Metro Jaya, Jaga Kebugaran Sekaligus Perkuat Sinergi*

0

Jakarta,Redaksi.co-Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menggelar olahraga bersama di Plaza Barat Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026) pagi.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen Deddy Suryadi, serta jajaran pejabat utama dari kedua institusi.

Olahraga bersama tersebut digelar sebagai bagian dari pembinaan fisik personel sekaligus memperkuat sinergi dan soliditas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Ibu Kota. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Jakarta, kesiapan fisik personel dinilai menjadi faktor penting untuk menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga stamina agar personel tetap prima.

“Di tengah kepadatan aktivitas masyarakat Jakarta, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya selalu siap mengantisipasi berbagai dinamika agar seluruh aktivitas berjalan aman, tertib, dan lancar. Kesiapsiagaan itu harus didukung kondisi fisik yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Asops Kasdam Jaya Brigjen TNI M. Iswan Nusi menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antara prajurit TNI dan personel Polri.

“Kegiatan ini sangat positif. Selain menjaga kebugaran di tengah kesibukan dinas, juga memperkuat kerja sama TNI-Polri agar pelaksanaan tugas kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi demi menciptakan situasi Jakarta yang aman dan kondusif.