Beranda blog Halaman 224

*Olahraga Bareng Kodam Jaya–Polda Metro Jaya, Jaga Kebugaran Sekaligus Perkuat Sinergi*

0

Jakarta,Redaksi.co-Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menggelar olahraga bersama di Plaza Barat Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026) pagi.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen Deddy Suryadi, serta jajaran pejabat utama dari kedua institusi.

Olahraga bersama tersebut digelar sebagai bagian dari pembinaan fisik personel sekaligus memperkuat sinergi dan soliditas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Ibu Kota. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Jakarta, kesiapan fisik personel dinilai menjadi faktor penting untuk menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga stamina agar personel tetap prima.

“Di tengah kepadatan aktivitas masyarakat Jakarta, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya selalu siap mengantisipasi berbagai dinamika agar seluruh aktivitas berjalan aman, tertib, dan lancar. Kesiapsiagaan itu harus didukung kondisi fisik yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Asops Kasdam Jaya Brigjen TNI M. Iswan Nusi menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antara prajurit TNI dan personel Polri.

“Kegiatan ini sangat positif. Selain menjaga kebugaran di tengah kesibukan dinas, juga memperkuat kerja sama TNI-Polri agar pelaksanaan tugas kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi demi menciptakan situasi Jakarta yang aman dan kondusif.

Pembukaan Latsar CPNS 2026, Bupati Fakfak Ingatkan ASN Profesional dan Berintegritas

0

Fakfak, Redaksi.co – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Fakfak Tahun 2026, yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pelatihan dasar CPNS merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi awal dalam membentuk karakter, pola pikir, dan etika kerja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

“Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ASN yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Fakfak,” ujarnya.

Bupati berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat memahami nilai-nilai dasar ASN, menumbuhkan sikap disiplin dan integritas, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Selain itu, peserta juga diharapkan memiliki semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan dalam bekerja. Menurutnya, Kabupaten Fakfak memiliki kekayaan budaya yang harus dijaga dan diimplementasikan dalam pelayanan publik.

“Sebagai bagian dari pemerintah daerah, saudara-saudari harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan energi positif dalam setiap lini pelayanan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan para CPNS untuk menjaga netralitas sebagai ASN, menjunjung tinggi etika birokrasi, serta menghindari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar.

Dengan demikian, Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Fakfak Tahun 2026 secara resmi dinyatakan dibuka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Fakfak, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, jajaran penyelenggara pelatihan, widyaiswara, instruktur, serta seluruh peserta Latsar CPNS Kabupaten Fakfak Tahun 2026.

Anggaran Fantastis Disorot: GEPMA Bongkar Dugaan Pemborosan Miliaran di Sulbar

0

Redaksi.co SULBAR : Gelombang kritik keras menghantam pengelolaan anggaran di Sulawesi Barat. GEPMA melalui ketuanya, Mondy, mengungkap dugaan serius terkait pemborosan dan selisih harga tak wajar dalam dua pos belanja strategis: pemeliharaan kendaraan dinas dan pengadaan mobiler DPRD.

Dalam pernyataannya, Sabtu (26/4/2026), Mondy menyebut nilai anggaran pemeliharaan kendaraan dinas yang mencapai Rp9,48 miliar justru berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan.

Anggarannya sangat besar, tapi kondisi fisik banyak kendaraan dinas tidak mencerminkan besarnya dana yang dihabiskan. Ini janggal dan patut dipertanyakan,” tegasnya.

Sorotan ini makin tajam karena muncul di tengah situasi efisiensi anggaran daerah. Bahkan, menurut GEPMA, sejumlah pejabat disebut tidak mengetahui besaran anggaran pemeliharaan tersebut. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya masalah serius dalam tata kelola keuangan, khususnya di lingkungan Biro Umum Pemprov Sulbar.

Tak berhenti di situ, GEPMA juga membidik pengadaan mobiler untuk anggota DPRD Sulbar. Kursi dan meja kerja yang dianggarkan dinilai memiliki harga jauh di atas standar pasar.

Kami sudah bandingkan dengan e-katalog dan harga toko. Selisihnya bisa puluhan persen per unit. Kalau ditotal, potensi kerugian bisa mencapai miliaran rupiah,” ungkap Mondy.

Ia juga menyinggung peran Sekretariat Dewan yang mengelola anggaran besar, sehingga menurutnya perlu diaudit secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada praktik serupa yang terulang.

Atas temuan awal ini, GEPMA mendesak Inspektorat Provinsi Sulbar dan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sulbar segera turun tangan melakukan audit investigatif. Mereka juga menuntut transparansi penuh, mulai dari kontrak pengadaan hingga laporan pertanggungjawaban pemeliharaan kendaraan dinas.

Desakan ini membuka babak baru dalam pengawasan anggaran daerah, dan bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik yang lebih luas di balik penggunaan uang publik. (ZUL)

Ditresnarkoba Polda Malut Ungkap Peredaran Sabu dan Tembakau Sintetis di Halmahera Tengah  

0

REDAKSI. CO  – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis pada Sabtu (25/4/2026). Pengungkapan itu dilakukan oleh Unit II Ditresnarkoba di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah.

Penangkapan berlangsung di Jalan Dua Jari, Desa Lelilef Waibulen, Kecamatan Weda. Seorang pria berinisial MZ (27) diamankan dalam operasi tersebut bersama sejumlah barang bukti.

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Utara, Kombes Pol Bobby P. Marpaung, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman narkotika ke wilayah Maluku Utara dengan tujuan Halmahera Tengah.

Lebih lanjut, informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Unit II Ditresnarkoba yang dipimpin Panit II IPTU Hamid Samsudin.

Tim kemudian melakukan penyelidikan dengan metode controlled delivery hingga ke Halmahera Tengah. Saat operasi berlangsung, petugas berhasil mengamankan terlapor di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan badan, ditemukan satu paket yang berisi narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis dalam penguasaan pelaku.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu saset kecil sabu dengan berat bruto 3,59 gram, satu saset kecil tembakau sintetis seberat 10,78 gram, satu pak plastik bening berisi 90 saset kecil, dua pak kertas rokok merek Toreador, serta satu paket pengiriman yang dililit lakban cokelat berisi tempat makan anak berwarna biru.

Petugas turut mengamankan satu lembar kaos bekas warna hitam dan satu unit telepon seluler iPhone 13 warna hitam yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut.

Berdasarkan hasil interogasi, MZ mengakui barang haram itu merupakan miliknya yang dibeli dari seorang rekannya berinisial I di Palembang dengan harga Rp1,5 juta.

Saat ini, terlapor beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Maluku Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami jaringan peredaran narkotika tersebut.

Ditresnarkoba Polda Malut Ungkap Peredaran Sabu di Halteng, Satu Pria Ditangkap  

0

REDAKSI. CO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu pada Sabtu, (25/7/2026). Pengungkapan dilakukan oleh Unit II Ditresnarkoba di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah.

Penangkapan berlangsung di samping lapangan sepak bola Desa Lelilef Sawai, Kecamatan Weda. Seorang pria berinisial SMNA (28) diamankan bersama sejumlah barang bukti.

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Bobby P. Marpaung, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman narkotika ke Maluku Utara dengan tujuan Halmahera Tengah.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Unit II Ditresnarkoba yang dipimpin Panit II Inspektur Polisi Satu Hamid Samsudin dengan melakukan penyelidikan. Tim kemudian mengembangkan kasus menggunakan metode controlled delivery hingga ke lokasi tujuan.

“Petugas berhasil mengamankan terlapor di samping lapangan sepak bola Desa Lelilef Sawai,” kata Bobby.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan satu paket narkotika jenis sabu yang dikuasai pelaku dan dikemas bersama paket pengiriman.

Selain itu, polisi menyita barang bukti berupa satu saset kecil sabu seberat bruto 1,55 gram, satu bungkus rokok bekas merek RMX Bold, satu paket pengiriman yang dililit lakban cokelat dengan resi JNE berisi gabus bekas, serta satu unit telepon seluler Oppo Reno 12 warna pink.

Berdasarkan hasil interogasi, SMNA mengakui sabu tersebut merupakan miliknya. Ia mengaku membeli barang itu dari seorang rekannya berinisial B di Kalimantan Selatan dengan harga Rp 1,5 juta.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Maluku Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami jaringan peredaran narkotika tersebut.

Kombes Pol. Bobby mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitar.

KWI Kukuhkan Pengurus Se-Jatim di Surabaya, Umar Hayat Tegaskan Soliditas dan Legalitas Organisasi

0

Redaksi.co||SURABAYA – Suasana hangat pasca-Idulfitri dimanfaatkan Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) untuk memperkuat konsolidasi organisasi melalui agenda Halal Bihalal sekaligus pengukuhan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Timur. Kegiatan ini digelar di Hotel Sahid, Surabaya, Minggu (26/4/2026), dengan dihadiri ratusan insan pers dari berbagai daerah.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi momentum penting dalam menunjukkan soliditas serta perkembangan KWI yang kian meluas di berbagai wilayah.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KWI, Umar Hayat, didampingi Sekretaris Jenderal DPP dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KWI Jawa Timur. Turut hadir jajaran dewan penasihat, para ketua DPC, serta anggota KWI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Selain itu, acara juga mendapat perhatian dari sejumlah instansi, di antaranya perwakilan Wali Kota Surabaya, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, perwakilan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya.


Prosesi Pengukuhan Berlangsung Khidmat
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin sakral saat memasuki prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC KWI dari berbagai daerah di Jawa Timur.


Dalam prosesi tersebut, Ketua Umum Umar Hayat secara simbolis menyerahkan bendera pataka kepada Ketua DPD KWI Jawa Timur, yang kemudian diteruskan kepada para Ketua DPC yang baru dilantik, di antaranya dari Surabaya, Bangkalan, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Lamongan.
Penyerahan pataka ini menjadi simbol amanah dan legitimasi kepemimpinan bagi para pengurus daerah untuk menjalankan roda organisasi dalam satu periode ke depan.

Tekankan Persatuan, Bukan Persaingan
Dalam sambutannya, Umar Hayat menegaskan bahwa KWI hadir bukan untuk bersaing dengan organisasi pers lain, melainkan sebagai wadah pemersatu bagi para jurnalis.


“KWI tidak hadir untuk menjadi pesaing organisasi profesi yang sudah ada. Tujuan kami jelas, yakni mempersatukan wartawan, mempererat silaturahmi, serta menjaga marwah profesi,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia menambahkan, KWI terus membuka ruang inklusif bagi insan pers di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam wadah yang menjunjung kebersamaan, profesionalisme, dan solidaritas.
“Kami ingin membangun ekosistem pers yang kuat melalui kebersamaan. Di sinilah tempat wartawan saling mendukung dan berkembang bersama,” imbuhnya.


Legalitas Resmi dan Infrastruktur Organisasi
Umar Hayat juga menegaskan bahwa KWI telah memiliki legalitas resmi dari pemerintah. Organisasi ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada 30 Januari 2026 dengan nomor AHU yang sah.
“Legalitas KWI sudah lengkap dan jelas. Ini menjadi jaminan bahwa organisasi berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Selain itu, KWI juga telah memiliki kantor operasional guna menunjang aktivitas organisasi. Dua kantor pusat yang telah difungsikan berada di kawasan Mangga Dua serta di Hotel Arcadia, kawasan Surabaya Lama, dekat Jembatan Merah Plaza.
Keberadaan kantor ini diharapkan mampu mempermudah koordinasi, pelayanan anggota, serta pelaksanaan program kerja secara optimal.

Apresiasi dan Harapan
Di akhir acara, Umar Hayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk sinergi dengan aparat TNI dan Polri.

Ia juga menyampaikan pesan Idulfitri kepada seluruh anggota KWI.
“Saya mengucapkan terima kasih atas semangat seluruh DPC dan dukungan semua pihak. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” pungkasnya.(red)

Pererat Silaturahmi, PWRI Purworejo Gelar Halalbihalal dan Temu Kangen di Jatingarang

0

PURWOREJO | ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo menggelar acara Halalbihalal dan Temu Kangen di Desa Jatingarang, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan penuh kehangatan ini berlangsung di kediaman Bendahara PWRI Purworejo, Joko Har𝕪ono.

​Hadir dalam acara tersebut Ketua PWRI Purworejo, Alex Saputra, beserta jajaran pengurus dan anggota. Turut hadir tamu undangan sekaligus sahabat PWRI, Ketua SIJI Purworejo, Mustakim, yang akrab disapa Gus Takim.

​Dalam sambutannya, Ketua PWRI Purworejo, Alex Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun soliditas sekaligus mempererat keakraban antaranggota.

​“Meskipun digelar secara sederhana karena keterbatasan waktu, yang terpenting adalah acara ini berjalan khidmat. Ini adalah momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkenalkan anggota-anggota baru PWRI,” ujar Alex.

​Alex juga mengajak seluruh anggota untuk berkomitmen membesarkan organisasi melalui karya jurnalistik yang berkualitas. “Mari kita bangun PWRI dengan cara berkarya secara profesional sebagai jurnalis,” tegasnya.

​Sementara itu, Ketua SIJI, Gus Takim, dalam tausiyah singkatnya menekankan bahwa esensi halalbihalal terletak pada makna silaturahmi, bukan sekadar waktu pelaksanaannya. Ia menjelaskan bahwa tradisi ini memiliki akar sejarah yang kuat di Indonesia, mulai dari rintisan Mangkunegara I pada tahun 1850 hingga peran KH Wahab Chasbullah dalam mempersatukan bangsa pada tahun 1948.

​“Menurut filosofi Jawa, halalbihalal bermakna mengurai benang yang ruwet. Dalam bahasa Arab, halal berarti boleh atau menghalalkan (saling memaafkan),” jelas Gus Takim.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Dandim 0708 Purworejo Serahkan Kendaraan Operasional KDKMP. 

​Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kekompakan insan pers dalam mengawal isu-isu publik. Menurutnya, jika wartawan solid, maka praktik korupsi dan penyalahgunaan hukum dapat diminimalisasi melalui fungsi kontrol sosial.

​Menutup arahannya, Gus Takim berpesan agar wartawan tetap menjaga independensi namun tetap mampu bersinergi dengan berbagai pihak.

​“Wartawan adalah corong masyarakat. Rakyat membutuhkan informasi yang akurat dan tepat, bukan hoaks. Jaga selalu kekompakan sesama anggota PWRI dan seluruh insan jurnalis pada umumnya,” pungkasnya. (Wahid)

𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙋𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨: 𝕊𝕂

*Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Gagalkan Tawuran, Celurit 2 Meter Disita*

0

Jakarta ,Redaksi.co- Brimob Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan rencana tawuran yang diduga akan terjadi usai subuh, Sabtu (25/4/2026). Sejumlah pemuda diamankan berikut barang bukti celurit sepanjang dua meter, ponsel, dan satu unit sepeda motor.

Kegiatan diawali dengan apel gabungan lalu patroli menyasar titik rawan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur. Petugas menyisir kawasan Duren Sawit, Buaran hingga Cakung setelah menerima informasi dari masyarakat terkait pergerakan kelompok remaja mencurigakan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli preventif terus digencarkan, khususnya pada jam rawan dini hari. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa beristirahat dengan tenang dan aktivitas pagi berjalan aman tanpa gangguan tawuran maupun kejahatan jalanan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga membantu seorang pengendara perempuan yang mengalami kecelakaan. Tindakan cepat itu menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Polda Metro Jaya mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak pada malam hingga dini hari serta segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemukan indikasi tawuran atau gangguan kamtibmas.

Seleksi Taruna Akpol T.A. 2026, Polda Malut Gelar Tes CAT Psikologi Secara Transparan dan Akuntabel

0

REDAKSI.CO – Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) telah melaksanakan tahapan seleksi penerimaan calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Ajaran 2026 melalui metode *Computer Assisted Test* (CAT) Psikologi. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Sabtu, (25/4) kemarin, bertempat di SMAN 10 Kota Ternate dan SMPN 7 Kota Ternate.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Seleksi Penerimaan Terpadu Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) TA. 2026 yang bertujuan untuk menjaring calon perwira Polri dengan kompetensi dan integritas unggul. Sebanyak 52 peserta mengikuti seleksi tersebut, yang terdiri atas 47 peserta laki-laki dan 5 peserta perempuan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta menjalani serangkaian tes CAT Psikologi guna mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, serta kesiapan mental sebagai calon anggota Polri. Hasil seleksi menunjukkan bahwa 38 peserta dinyatakan memenuhi syarat (MS), terdiri atas 34 laki-laki dan 4 perempuan. Sementara itu, 14 peserta lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Ali Wardana, S.H., S.I.K., M.M., selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan guna menjamin transparansi dan objektivitas tes. Rangkaian tersebut dimulai dari apel pengecekan peserta, penandatanganan absensi dan pembagian lab, hingga konfigurasi perangkat komputer yang akan digunakan peserta.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan juga terintegrasi secara nasional melalui sambungan *zoom meeting*. Sejumlah tahapan krusial yang dilakukan antara lain absensi dan pengecekan kesiapan pelaksanaan Polda Daerah (Panda), audit perangkat yang digunakan, pernyataan hasil audit oleh perwakilan pengawas, serta penyerahan materi tes oleh pengawas internal.

Setelah pelaksanaan tes, panitia memberikan layanan konseling dan motivasi kepada para peserta sebagai bentuk pembinaan serta dukungan moril dalam menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W., S.I.K., M.I.K., dalam keterangannya menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan secara profesional dan berpedoman pada prinsip BETAH.

“Seluruh tahapan seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akpol ini dilaksanakan dengan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Kami memastikan tidak ada praktik kecurangan serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta untuk bersaing secara sehat dan objektif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan sistem CAT merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan proses seleksi yang modern, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

KONI Lobar Dianggarkan Rp1 Miliar Jelang Porprov 2026, FPPOR NTB Soroti Keseriusan Daerah

0

KONI Lobar Dianggarkan Rp1 Miliar Jelang Porprov 2026, FPPOR NTB Soroti Keseriusan Daerah

Lombok Barat, NTB – Redaksi.co (26/04/2026)

Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026 yang dijadwalkan mulai 16 Juli 2026, semangat kompetisi mulai terasa di seluruh kabupaten/kota. Ajang olahraga terbesar tingkat daerah ini akan mempertandingkan 51 cabang olahraga dengan melibatkan 4.542 atlet, sekaligus menjadi batu loncatan menuju target NTB masuk lima besar nasional pada PON 2028.

Namun, di tengah euforia tersebut, perhatian publik tertuju pada kesiapan Kabupaten Lombok Barat. Forum Pemuda Pemerhati Olahraga (FPPOR) NTB melalui Asmuni, A.Ma, menyoroti alokasi anggaran untuk KONI Lombok Barat yang disebut hanya sekitar Rp1 miliar.

Menurutnya, angka tersebut dinilai belum memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan riil pembinaan atlet, mulai dari pemusatan latihan, perlengkapan, transportasi, nutrisi, hingga try out dan bonus atlet.

Bagaimana mungkin berharap hasil maksimal jika dukungan anggaran masih sangat terbatas,” tegas Asmuni.

Ia menekankan bahwa Porprov bukan sekadar seremoni, melainkan ajang pembuktian keseriusan daerah dalam membina atlet. Tanpa dukungan nyata, Lombok Barat dikhawatirkan hanya akan menjadi peserta pelengkap, bukan pesaing utama.

Kondisi di lapangan, lanjutnya, menunjukkan masih banyak atlet yang berlatih dengan fasilitas terbatas. Bahkan, tidak sedikit yang harus merogoh biaya pribadi demi tetap bisa berlatih dan bertanding.

Jangan sampai atlet berjuang sendiri. Kalau ini terus terjadi, potensi besar bisa hilang sebelum berkembang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Jangkar Lombok, Daud, mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga dunia usaha, untuk ikut ambil bagian dalam mendukung kemajuan olahraga di Lombok Barat.

Olahraga bukan beban anggaran, tapi investasi jangka panjang untuk prestasi, kesehatan, dan nama baik daerah,” katanya.

Ia juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi tersebut. Menurutnya, Porprov merupakan momentum penting yang tidak boleh disia-siakan.

Apakah Lombok Barat ingin mencetak juara atau hanya jadi penonton di rumah sendiri?” ujarnya.

Sementara itu, Yusri, Ketua Edukasi Lombok Barat, menambahkan pentingnya keterbukaan informasi terkait kebutuhan anggaran dan program pembinaan atlet. Ia menilai, transparansi akan mendorong partisipasi publik dan pihak swasta untuk turut mendukung.

Kalau ingin hasil besar, persiapannya juga harus realistis. Ini bukan sekadar target, tapi soal komitmen,” katanya.

Dengan waktu yang semakin dekat, berbagai pihak berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap atlet. Sebab, prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan keseriusan, perencanaan, dan dukungan anggaran yang memadai.

Jurnalis: Abach Uhel

Sumber: Redaksi.co