Beranda blog Halaman 214

𝙂𝙋 𝘼𝙣𝙨𝙤𝙧 𝙋𝙪𝙧𝙬𝙤𝙧𝙚𝙟𝙤 𝙏ebar 1.934 Ikan, 𝙏𝙪𝙩𝙪𝙥 𝙍𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙞𝙖𝙣 𝙃𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙚-92

0

 

PURWOREJO | Redaksi.co — Rangkaian peringatan Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo ditutup dengan kegiatan olahraga goes dan tebar benih ikan di Bendungan Kedung Putri, Loano, pada Jumat sore, (1/5/2026).

Ketua GP Ansor Purworejo, H. M. Tashilul Manasik, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang dimulai dari Kota Purworejo hingga finish di Bendungan Kedung Putri. Alhamdulillah sore hari ini selesai sudah kegiatan goes, olahraga, diakhiri dengan kegiatan tebar benih seribu sembilan ratus tiga puluh empat ikan.

𝙎𝙄𝙈𝘼𝙆 𝙅𝙐𝙂𝘼: Polri Perkuat Ketahanan Pangan di Purworejo: Tanam Jagung Serentak hingga Proteksi Petani lewat BPJS

“Harapannya ini menjadi penutup rangkaian harlah yang benar-benar bermanfaat, bukan hanya untuk internal organisasi, tapi juga masyarakat sekitar dan terutama lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah benih ikan yang ditebar sesuai dengan tahun kelahiran GP Ansor, yakni 1934. Jenis ikan yang ditebar adalah melam dan tawes.

“Tujuan kegiatan ini wujud ikhtiar kita melestarikan lingkungan, meninggalkan warisan yang terjaga untuk generasi mendatang,” tambahnya.

𝙎𝙄𝙈𝘼𝙆 𝙋𝙐𝙇𝘼: Jalan Licin Akibat Tanah Tumpah, Polres Purwakarta Gerak Cepat Tangani dan Evakuasi Korban

Kegiatan ini juga menjadi sinergi antara PC Ansor dengan bidang sosial lingkungan dan advokasi dan dari Banser dar bidang Bagana. “Selain olahraga untuk jasmani yang sehat, kita juga berikhtiar menjaga alam. Ini bagian dari tanggung jawab kader Ansor,” tegasnya.

 

Sementara itu, Sekdes Vabrian Mahendra perwakilan pemerintah Desa Trirejo, Kecamatan Loano, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam upaya menjaga dan melestarikan alam, khususnya potensi satwa dan lingkungan di sekitar kita.

“Harapan kami, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat serta menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” ucapnya, mengakhiri reportase kami. (Wahid)

0

 

PURWOREJO | Redaksi.co — Rangkaian peringatan Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo ditutup dengan kegiatan olahraga goes dan tebar benih ikan di Bendungan Kedung Putri, Loano, pada Jumat sore, (1/5/2026).

Ketua GP Ansor Purworejo, H. M. Tashilul Manasik, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang dimulai dari Kota Purworejo hingga finish di Bendungan Kedung Putri. Alhamdulillah sore hari ini selesai sudah kegiatan goes, olahraga, diakhiri dengan kegiatan tebar benih seribu sembilan ratus tiga puluh empat ikan.

SIMAK JUGA: Polri Perkuat Ketahanan Pangan di Purworejo: Tanam Jagung Serentak hingga Proteksi Petani lewat BPJS

“Harapannya ini menjadi penutup rangkaian harlah yang benar-benar bermanfaat, bukan hanya untuk internal organisasi, tapi juga masyarakat sekitar dan terutama lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah benih ikan yang ditebar sesuai dengan tahun kelahiran GP Ansor, yakni 1934. Jenis ikan yang ditebar adalah melam dan tawes. “Tujuan kegiatan ini wujud ikhtiar kita melestarikan lingkungan, meninggalkan warisan yang terjaga untuk generasi mendatang,” tambahnya.

SIMAK PULA: Jalan Licin Akibat Tanah Tumpah, Polres Purwakarta Gerak Cepat Tangani dan Evakuasi Korban

Kegiatan ini juga menjadi sinergi antara PC Ansor dengan bidang sosial lingkungan dan advokasi dan dari Banser dar bidang Bagana. “Selain olahraga untuk jasmani yang sehat, kita juga berikhtiar menjaga alam. Ini bagian dari tanggung jawab kader Ansor,” tegasnya.

 

SIMILLAR POST: Dari Mustahik Menjadi Muzakki: Program Z-Mart Purworejo Resmi Diluncurkan

Sementara itu, Sekdes Vabrian Mahendra perwakilan pemerintah Desa Trirejo, Kecamatan Loano, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam upaya menjaga dan melestarikan alam, khususnya potensi satwa dan lingkungan di sekitar kita.

“Harapan kami, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat serta menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” ucapnya, mengakhiri reportase kami. (Wahid)

Di Bawah Langit Teluk Patipi, Bung Zulkifli Patipi Hidupkan Semangat Hardiknas Lewat Lapak Baca.

0

Fakfak, Redaksi.co — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di wilayah pesisir Teluk Patipi berlangsung dengan cara yang berbeda. Tidak digelar di dalam gedung atau ruang formal, kegiatan ini justru dilaksanakan di ruang terbuka yang menyatu dengan alam.

Di bawah langit biru Teluk Patipi, masyarakat mengikuti kegiatan lapak baca dan diskusi sebagai wujud nyata semangat literasi. Kegiatan yang berlangsung pada 2 Mei 2026 ini diinisiasi oleh Rumah Baca Siboban Irak Igiamanawas, sebuah komunitas literasi yang bermarkas di ibu kota Distrik Teluk Patipi.

Rumah baca tersebut didirikan oleh Zulkifli Patipi, putra asli Fakfak yang dikenal aktif sebagai kader GMNI dan pegiat literasi yang konsisten menggerakkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Lapak baca yang digelar menghadirkan beragam koleksi buku yang dapat diakses secara bebas. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias membaca, berdiskusi, serta saling berbagi pengetahuan dalam suasana santai namun penuh makna.

Menurut Zulkifli, pemilihan ruang terbuka dilakukan sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Pendidikan adalah milik semua orang dan bisa dilakukan di mana saja. Melalui ruang terbuka seperti ini, kami ingin menciptakan suasana belajar yang lebih bebas, menyenangkan, dan membumi,” ujar bung Zulkifli.

Selain kegiatan membaca, acara ini juga diisi dengan diskusi ringan yang melibatkan masyarakat setempat. Topik yang dibahas meliputi pentingnya pendidikan, penguatan budaya literasi, serta peran generasi muda dalam membangun daerah.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka menilai lapak baca tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Momentum Hardiknas kali ini menjadi pengingat bahwa semangat pendidikan tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan seremonial. Di Teluk Patipi, semangat tersebut tumbuh dari kesederhanaan—dari buku-buku yang dibentangkan di tanah, diskusi yang mengalir alami, hingga kepedulian seorang anak daerah terhadap masa depan generasinya.

Melalui inisiatif ini, Zulkifli Patipi bersama Rumah Baca Siboban Irak Igiamanawas menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil—membuka lembar demi lembar buku, di bawah langit yang sama, demi masa depan yang lebih cerah.

Jalan Licin Akibat Tanah Tumpah, Polres Purwakarta Gerak Cepat Tangani dan Evakuasi Korban

0

 

PURWAKARTA ( 𝚁𝚎𝚍𝚊𝚔𝚜𝚒.𝚌𝚘 )– Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polres Purwakarta dalam menangani gangguan kamtibmas yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Kali ini, insiden jalan licin akibat tanah yang tumpah ke badan jalan terjadi di wilayah Jalan Raya Lanca Darah, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026) petang.

Peristiwa tersebut pertama kali terjadi sekitar pukul 18.40 WIB, ketika tanah yang terbawa kendaraan jatuh dan mengotori badan jalan hingga menjadi licin. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan hingga terjatuh.

 

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: May Day 2026: Polres Purwakarta Tegaskan Kesiapan Pengamanan di Lapangan

Piket Polsek Wanayasa yang menerima laporan masyarakat pada pukul 19.00 WIB langsung bergerak cepat menuju lokasi. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas gabungan yang terdiri dari piket patroli, SPKT, dan Kanit Provost segera melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) serta olah TKP.

Tak hanya itu, petugas juga berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran (Damkar) untuk melakukan pembersihan material tanah yang menutupi badan jalan. Upaya ini dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan serta memastikan arus lalu lintas kembali aman dan lancar.

Selain melakukan penanganan di lokasi, petugas juga sigap memberikan pertolongan kepada korban yang terjatuh dan langsung membawanya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Saksi mata dalam kejadian tersebut, Jaenudin (35), warga Kampung Taringgul Tengah, Kecamatan Wanayasa, menyebutkan bahwa kondisi jalan memang sangat licin dan membahayakan pengendara yang melintas.

𝙏𝙍𝙀𝙉𝘿𝙄𝙉𝙂 𝙋𝙊𝙎𝙏: Aksi Sigap Sat Samapta Polres Purwakarta Amankan Keberangkatan Haji Kloter 12

Kapolres Purwakarta 𝔸𝕂𝔹ℙ I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, 𝔸𝕂ℙ Enjang Sukandi menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan dan perlindungan terhadap keselamatan warga.

“Polri hadir untuk masyarakat, setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan tepat. Dalam kejadian ini, kami bergerak bersama instansi terkait untuk memastikan situasi kembali aman serta memberikan pertolongan kepada korban,” ujar AKP Enjang Sukandi.

Ia juga mengimbau kepada para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan material, agar memastikan muatan tertutup dengan baik sehingga tidak tercecer ke jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Dengan penanganan cepat dan sinergitas antarinstansi, situasi di lokasi kejadian berhasil dikendalikan. Arus lalu lintas pun kembali normal, serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ucap Enjang. */𝚂𝙺)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

SPBU Mambi Disorot: Dugaan Pungli Terstruktur, Rakyat Diperas, Aparat Bungkam

0

Redaksi.co MAMASA : Praktik mencurigakan mencuat di SPBU Mambi. Warga yang mengisi BBM menggunakan jerigen mengaku dipungut biaya tambahan sebesar Rp2.000 dengan dalih “pajak” dan “biaya keamanan”. Dalih tersebut memantik kemarahan publik karena diduga kuat merupakan pungutan liar (pungli) yang berlangsung secara sistematis dan terus berulang.

Sejumlah warga menyebut praktik ini bukan kejadian baru, melainkan sudah menjadi “kebiasaan” yang seolah dilegalkan tanpa dasar hukum yang jelas. Muh. Nabir menegaskan bahwa pungutan tersebut tidak memiliki legitimasi hukum. Tidak ada pihak swasta maupun pengelola SPBU yang berwenang menarik biaya atas nama pajak tanpa ketentuan resmi negara.

Ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Ini penyalahgunaan wewenang yang terang-terangan merugikan masyarakat kecil,” tegasnya.

Situasi semakin memprihatinkan karena praktik ini berlangsung tanpa penindakan nyata. Ketiadaan langkah hukum memunculkan dugaan serius adanya pembiaran, bahkan indikasi kongkalikong antara pengelola SPBU dengan oknum aparat. Jika dugaan ini terbukti, maka ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

Secara hukum, praktik tersebut berpotensi melanggar berbagai ketentuan, di antaranya Pasal 23A UUD 1945 terkait pungutan yang harus diatur undang-undang, Pasal 28D ayat (1) tentang kepastian hukum, Pasal 368 KUHP mengenai pemerasan, hingga Pasal 423 KUHP terkait penyalahgunaan jabatan. Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas juga menegaskan bahwa distribusi BBM wajib mengikuti aturan resmi tanpa pungutan ilegal.

Pungutan Rp2.000 per jerigen dengan alasan yang tidak sah bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan tindakan melawan hukum yang merugikan rakyat secara langsung. Jika aparat terus memilih diam, maka wajar publik mempertanyakan integritas dan keberpihakan penegakan hukum di wilayah tersebut.

Masyarakat kini mendesak adanya investigasi terbuka dan transparan terhadap pengelola SPBU Mambi, sekaligus penelusuran dugaan keterlibatan oknum aparat. Praktik semacam ini tidak boleh dibiarkan tumbuh menjadi sistem yang menindas rakyat kecil.

Negara tidak boleh kalah oleh pungli. Hukum harus berdiri tegak, tanpa kompromi, tanpa pandang bulu. (ZUL)

Hardiknas Tercoreng: Sekolah di Mamasa Gelap Total, Guru ‘Hilang’ 4 Tahun

0

Redaksi.co MAMASA : Di saat peringatan Hari Pendidikan Nasional digaungkan dengan slogan dan seremoni, realitas pahit justru menampar keras dari Dusun Sambaho, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Di wilayah yang dikategorikan sebagai desa 3T, pendidikan bukan sekadar tertinggal, melainkan nyaris ditelantarkan.

SDN 014 Saluang berdiri dalam kondisi yang memprihatinkan: satu bangunan sederhana dengan tiga ruangan yang dipaksa menampung seluruh aktivitas belajar. Sekitar 30 siswa harus berbagi ruang tanpa pembagian kelas yang layak. Kelas 1 hingga 3 digabung, kelas 4 dan 5 disatukan, sementara satu ruangan lain berubah fungsi menjadi kelas 6, kantor, perpustakaan, sekaligus tempat istirahat guru.

Namun persoalan tidak berhenti di situ. Sekolah ini bahkan tidak memiliki listrik. Satu-satunya harapan, turbin sederhana milik warga, hancur tertimbun longsor. Sejak saat itu, Sambaho benar-benar tenggelam dalam kegelapan, secara harfiah dan dalam makna pendidikan.

“Sudah lama kami gelap. Gelap dari cahaya, dan gelap juga dari pelajaran,” ungkap Pak Yahya, Ketua Komite sekolah, dengan nada getir.

Yang lebih mengejutkan, kegelapan pendidikan ini diperparah oleh dugaan kelalaian serius dari tenaga pendidik. Seorang oknum guru Pendidikan Agama Islam (PAI) diduga tidak pernah mengajar selama kurang lebih empat tahun. Empat tahun, bukan hari, bukan bulan, tanpa pembelajaran agama bagi siswa.

Akibatnya, puluhan anak kehilangan hak dasar mereka: pendidikan moral, akidah, dan pembentukan karakter. Di tengah usia emas mereka, negara justru absen memberikan fondasi paling mendasar dalam pendidikan.

Ironisnya, oknum guru tersebut diduga tetap menerima gaji dan bahkan tunjangan sertifikasi. Informasi di lapangan menyebutkan adanya dugaan “permainan” administratif, termasuk pengambilan nota tugas di beberapa sekolah berbeda demi menjaga aliran tunjangan tetap cair.

Ini bukan lagi sekadar kelalaian. Ini dugaan pengkhianatan terhadap profesi dan masa depan generasi.

Lebih parah lagi, SDN 014 Saluang belum tercatat sebagai sekolah terpencil dalam sistem pendataan resmi. Akibatnya, intervensi pemerintah nyaris tidak tersentuh. Sambaho seperti dihapus dari peta prioritas, dibiarkan bertahan sendiri dalam keterbatasan ekstrem.

Situasi ini memicu kemarahan publik. Jaringan Oposisi Loyal (JOL) Kabupaten Mamasa turun tangan, melayangkan somasi kepada pihak sekolah. Mereka menegaskan bahwa setiap guru terikat kewajiban profesional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tak hanya itu, Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN juga jelas mengatur sanksi bagi pelanggaran, mulai dari teguran keras hingga pemberhentian.

JOL memberi tenggat waktu tujuh hari. Jika tidak ada tindakan nyata, kasus ini akan dibawa ke Dinas Pendidikan, Inspektorat Daerah, hingga didorong ke ranah hukum dan aksi terbuka.

Namun di tengah semua kegagalan sistem ini, satu hal tetap berdiri: semangat anak-anak Sambaho. Setiap pagi mereka datang, duduk di bangku kayu sederhana, menunggu pelajaran, meski sering kali tanpa guru.

Hardiknas seharusnya menjadi momen refleksi. Tapi dari Sambaho, yang terdengar justru jeritan: di mana negara saat anak-anaknya belajar dalam gelap, tanpa guru, tanpa perhatian?

Jika ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya satu sekolah, tetapi masa depan generasi yang sengaja dilupakan.

Di Sambaho, pendidikan bukan lagi janji. Ia adalah harapan yang hampir padam, menunggu apakah negara masih punya nurani untuk menyalakannya kembali. (ZUL)

*Polda Metro Jaya Berhasil Cegah Upaya Penyusupan, May Day 2026 Kondusif*

0

Jakarta ,Redaksi.Co— Polda Metro Jaya memastikan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Jakarta berjalan aman, tertib, dan kondusif, Jumat (1/5/2026). Kegiatan berlangsung di sejumlah titik, antara lain Monas, Gedung DPR/MPR RI, dan Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengapresiasi buruh yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab.

“Alhamdulillah kegiatan May Day berjalan aman, tertib, dan dapat dikendalikan. Kami mengapresiasi saudara-saudara buruh yang telah menyampaikan aspirasi dengan baik,” ujarnya saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (1/5/2026) malam.

Kombes Pol Budi mengatakan, Polda Metro Jaya mengedepankan pelayanan pengamanan yang humanis, persuasif, dan edukatif. Petugas juga memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar di sekitar lokasi kegiatan.

Ia menyebut, perwakilan peserta aksi telah diterima Wakil Ketua DPR RI beserta tim untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Namun, Polda Metro Jaya menemukan indikasi adanya kelompok tertentu yang diduga hendak menyusupi aksi damai tersebut.

“Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya menemukan indikasi adanya upaya kelompok tertentu untuk menciderai momen penyampaian pendapat yang damai,” jelasnya.

Sementara, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, polisi melakukan deteksi dini dan pencegahan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas.

Polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga akan digunakan untuk membuat kerusuhan, antara lain botol kosong, kain pemicu, bahan bakar, paku beton, ketapel, gotri, senjata tajam, alat komunikasi, sejumlah uang, serta dokumen rencana kegiatan.

Menurut Kombes Pol Iman, kelompok tersebut diduga berencana menyusup ke massa aksi, memicu kegaduhan, mengadu domba antar elemen buruh, merusak fasilitas umum, dan menyerang petugas.

Saat ini, sejumlah orang masih dimintai keterangan. Mereka sebagian besar berusia 20 hingga 35 tahun dan banyak berasal dari luar Jakarta.

“Setelah selesai memberikan keterangan, mereka akan segera kembali ke rumah masing-masing. Kami juga menghubungi pihak keluarga untuk memastikan keamanan mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Budi menegaskan, pihak yang sedang didalami bukan bagian dari buruh yang menyampaikan aspirasi secara damai, melainkan kelompok yang diduga memanfaatkan momentum May Day untuk mengganggu ketertiban umum.

“Polda Metro Jaya akan terus hadir dan menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan akuntabel sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” pungkasnya.

“Zona Merah Dead City” Tembus Cannes 2026, Film Zombie Indonesia Bidik Pasar Global

0

Jakarta,Redaksi.Co— Industri Film Indonesia kembali menapaki panggung internasional, Film aksi-horor “Zona Merah” resmi diperkenalkan ke pasar global dengan judul “Zona Merah Dead City” dan akan melakukan presentasi perdananya di ajang Cannes Film Market 2026, salah satu etalase terbesar industri perfilman dunia.

Langkah ini semakin kuat dengan keterlibatan Barunson E&A, perusahaan produksi dan distribusi internasional asal Korea Selatan yang sebelumnya dikenal lewat kesuksesan film Parasite. Mereka akan menangani penjualan global film ini, membuka peluang distribusi lebih luas ke berbagai negara.

Diproduksi oleh Screenplay Films, “Zona Merah Dead City” merupakan adaptasi dari serial populer dengan judul yang sama. Versi layar lebar ini dirancang dengan pendekatan yang lebih ambisius baik dari sisi skala produksi maupun eksplorasi cerita, Narasi akan berkembang lebih kompleks, menghadirkan konflik bertahan hidup yang intens di tengah dunia yang dikuasai ancaman zombie.

Kursi penyutradaraan dipercayakan kepada Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa, Sejumlah wajah lama dari serialnya kembali terlibat, seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Danendra, hingga Lukman Sardi, Deretan pemain baru juga turut memperkuat jajaran cast, di antaranya Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, serta Derby Romero.

Proses Produksi Film ini telah dimulai sejak April 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Pihak produksi menilai adaptasi ke format film sebagai langkah strategis, tidak hanya untuk memperluas cerita tetapi juga menjangkau audiens internasional yang lebih luas.

Masuknya “Zona Merah Dead City” ke Cannes Film Market menjadi sinyal semakin terbukanya peluang Film Indonesia di kancah global, Dengan genre zombie yang memiliki basis penggemar luas serta dukungan mitra internasional, film ini berpotensi menjadi salah satu judul lokal yang mencuri perhatian pembeli dan distributor dunia.

Jika berhasil menembus pasar internasional, “Zona Merah Dead City” bisa menjadi penanda baru bahwa film genre dari Indonesia mampu bersaing di level global bukan hanya sebagai tontonan domestik, tetapi juga sebagai komoditas industri kreatif yang diperhitungkan.

Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

0

Aceh.Redakai.co
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE melakukan silaturrahmi dengan Muhammad Ali bin Abdul Muthaleb yang dikenal sebagai Abu Paya Pasi, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, di Masjid Al-Falah, Gampong Namploh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Jumat, 1/5/2026

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Aceh turut melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Falah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara umara dan ulama dalam mendukung pembangunan Aceh yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dalam suasana penuh kehangatan, silaturrahmi berlangsung dengan dialog yang membahas peran ulama dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama sebagai pilar utama dalam membangun Aceh yang damai, religius, dan berkelanjutan.

“Peran ulama sangat strategis dalam membimbing masyarakat, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta memperkuat persatuan di tengah kehidupan sosial,” ujar Wakil Gubernur.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan para ulama dalam setiap aspek pembangunan daerah.

Silaturrahmi ini diharapkan semakin memperkuat hubungan antara ulama dan umara, sehingga terbangun sinergi yang kokoh dalam mewujudkan Aceh yang lebih maju dan sejahtera ****

May Day 2026: Polres Purwakarta Tegaskan Kesiapan Pengamanan di Lapangan

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) — 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝙰𝚙𝚎𝚕 𝚂𝚒𝚊𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚞𝚛𝚞𝚑 𝙸𝚗𝚝𝚎𝚛𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 (𝙼𝚊𝚢 𝙳𝚊𝚢) 2026 𝚍𝚒 𝙻𝚊𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙰𝚙𝚎𝚕 𝙼𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙿𝚊𝚍𝚊 𝙹𝚞𝚖𝚊𝚝, 1 𝙼𝚎𝚒 2026, 𝚙𝚊𝚐𝚒 𝚝𝚊𝚍𝚒. 

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚒𝚊𝚙𝚜𝚒𝚊𝚐𝚊𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚛𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚢 𝙳𝚊𝚢 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚏.

𝙰𝚙𝚎𝚕 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝙿𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚄𝚝𝚊𝚖𝚊 (𝙿𝙹𝚄), 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚜𝚎𝚔 𝚓𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚠𝚒𝚛𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝘽𝘼𝘾𝘼 𝙅𝙐𝙂𝘼: Polsek Bungursari Intensifkan Patroli Malam Humanis, Wujudkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚊𝚙𝚎𝚕 𝚜𝚒𝚊𝚐𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚛𝚎𝚖𝚘𝚗𝚒𝚊𝚕, 𝚗𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚘𝚙𝚝𝚒𝚖𝚊𝚕.

𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚖𝚒𝚗 𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚊𝚜𝚙𝚒𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋, 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚖𝚞𝚖 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚗𝚘𝚛𝚖𝚊𝚕 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚊𝚗.

𝚂𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚕𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚔𝚞𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚊𝚜𝚒, 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚝𝚒𝚔 𝚔𝚞𝚖𝚙𝚞𝚕, 𝚓𝚊𝚕𝚞𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒, 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚘𝚋𝚓𝚎𝚔 𝚟𝚒𝚝𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚜𝚊𝚝 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝.

𝙈𝙀𝙉𝘼𝙍𝙄𝙆 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝘿𝙄𝘽𝘼𝘾𝘼: Mediasi di Polsek Plered, Kasus Kecelakaan Kolam Renang Diselesaikan Secara Kekeluargaan

𝙿𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚞𝚊𝚜𝚒𝚏 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚛𝚒𝚘𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊, 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚐𝚎𝚜𝚎𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜, 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚗𝚍𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚋𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋𝚊𝚗 𝚞𝚖𝚞𝚖.

“𝙿𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚖𝚒𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚢 𝙳𝚊𝚢 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋. 𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚕𝚊𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚗𝚘𝚛𝚖𝚊𝚕. 𝙿𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚞𝚊𝚜𝚒𝚏 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚏𝚊𝚜𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚒𝚊𝚕𝚘𝚐, 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚛𝚞𝚜𝚞𝚑𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚘𝚗𝚍𝚞𝚜𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚔𝚊𝚖𝚝𝚒𝚋𝚖𝚊𝚜,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙰𝙺𝙿 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐.

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗, 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗, 𝚃𝙽𝙸, 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚎𝚕𝚎𝚖𝚎𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚒𝚙𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚝𝚞𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚖𝚘𝚗𝚒𝚜, 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚞𝚛𝚞𝚑.

“𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚙𝚎𝚕 𝚜𝚒𝚊𝚐𝚊 𝚒𝚗𝚒, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚒𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐, 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚢𝚘𝚖, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚜𝚝𝚊𝚋𝚒𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚔𝚎𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚜𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚢 𝙳𝚊𝚢 2026 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚋, 𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚞𝚑 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙿𝚛𝚎𝚜𝚒𝚜𝚒,” 𝙿𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚜 𝙴𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐. (*/𝕊𝕂)

𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧: 𝕊𝕚 ℍ𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒