Jakarta,Redaksi.Co— Industri Film Indonesia kembali menapaki panggung internasional, Film aksi-horor “Zona Merah” resmi diperkenalkan ke pasar global dengan judul “Zona Merah Dead City” dan akan melakukan presentasi perdananya di ajang Cannes Film Market 2026, salah satu etalase terbesar industri perfilman dunia.
Langkah ini semakin kuat dengan keterlibatan Barunson E&A, perusahaan produksi dan distribusi internasional asal Korea Selatan yang sebelumnya dikenal lewat kesuksesan film Parasite. Mereka akan menangani penjualan global film ini, membuka peluang distribusi lebih luas ke berbagai negara.

Diproduksi oleh Screenplay Films, “Zona Merah Dead City” merupakan adaptasi dari serial populer dengan judul yang sama. Versi layar lebar ini dirancang dengan pendekatan yang lebih ambisius baik dari sisi skala produksi maupun eksplorasi cerita, Narasi akan berkembang lebih kompleks, menghadirkan konflik bertahan hidup yang intens di tengah dunia yang dikuasai ancaman zombie.
Kursi penyutradaraan dipercayakan kepada Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa, Sejumlah wajah lama dari serialnya kembali terlibat, seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Danendra, hingga Lukman Sardi, Deretan pemain baru juga turut memperkuat jajaran cast, di antaranya Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, serta Derby Romero.
Proses Produksi Film ini telah dimulai sejak April 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Pihak produksi menilai adaptasi ke format film sebagai langkah strategis, tidak hanya untuk memperluas cerita tetapi juga menjangkau audiens internasional yang lebih luas.
Masuknya “Zona Merah Dead City” ke Cannes Film Market menjadi sinyal semakin terbukanya peluang Film Indonesia di kancah global, Dengan genre zombie yang memiliki basis penggemar luas serta dukungan mitra internasional, film ini berpotensi menjadi salah satu judul lokal yang mencuri perhatian pembeli dan distributor dunia.
Jika berhasil menembus pasar internasional, “Zona Merah Dead City” bisa menjadi penanda baru bahwa film genre dari Indonesia mampu bersaing di level global bukan hanya sebagai tontonan domestik, tetapi juga sebagai komoditas industri kreatif yang diperhitungkan.
