Jumat, April 10, 2026
Beranda blog Halaman 209

Camat Jombang dan Seluruh Kades Meriahkan Tradisi Ancak Agung Pemkab Jember

0

JEMBER, redaksi.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Ancak Agung. Dalam kegiatan akbar ini, seluruh kepala desa se-Kabupaten Jember ikut serta, termasuk para kades se-Kecamatan Jombang yang berpartisipasi menampilkan hasil bumi desa masing-masing dalam bentuk gunungan, sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki dan berkah Allah SWT (24/09/2025).

Tahun ini, acara berlangsung spektakuler dengan menghadirkan tidak kurang dari 500 ancak hasil bumi dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Selain pemerintah desa, kegiatan juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi pendidikan, menjadikan suasana semakin meriah dan penuh kebersamaan.

Tradisi yang berhasil meraih rekor MURI ini bukan hanya menampilkan kekayaan pertanian Jember, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong, kreativitas, serta nilai budaya yang tetap terjaga di tengah masyarakat. Hasil bumi yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari buah-buahan, sayuran, hingga komoditas unggulan tiap desa. Selain itu, Ancak Agung menjadi ajang promosi potensi pertanian desa-desa di Jember, mengingat mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.

Camat Jombang, Farisa Jamal Taslim, S.STP., menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Ancak Agung bukan hanya menjadi ajang memperingati Maulid Nabi, tetapi juga momentum mempererat persatuan masyarakat, memperkuat kearifan lokal, serta menunjukkan potensi pertanian Jember ke tingkat nasional. Semoga tradisi ini terus lestari dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Reporter: Sofyan

Pisah Pamit Camat Jombang, Haru dan Kehangatan Menyatu dalam Kesederhanaan

0
oplus_0

JEMBER, redaksi.co – Suasana penuh haru menyelimuti acara pisah pamit Camat Jombang, Nuryadi, yang kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Bagian Protokol Setda Jember. Meski digelar sederhana, momen itu terasa istimewa karena dihadiri para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua Ranting PSHT, jajaran TNI–Polri seperti Kapolsek dan Danramil, TP PKK Kecamatan, perwakilan DPP LSN, serta berbagai elemen masyarakat yang hadir memberi doa dan penghormatan (25/09/2025).

Acara berlangsung mendadak. Di tengah kesibukannya mendampingi Bupati Jember, Nuryadi tetap meluangkan waktu untuk berpamitan kepada para kepala desa se-Kecamatan Jombang.

Dalam sambutannya, ia tak kuasa menyembunyikan rasa haru. “Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari masyarakat Jombang. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kerja sama yang tulus selama ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga demi kemajuan Jombang,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Bagi masyarakat, Nuryadi dikenal sebagai sosok yang ramah, cepat tanggap, dan selalu hadir ketika warganya membutuhkan. Beberapa kepala desa bahkan menyampaikan, kehangatan dan kepemimpinan Nuryadi meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Di sela acara, diperkenalkan pula Camat Jombang yang baru, Farisa Jamal Taslim, yang sebelumnya bertugas di Sekretariat DPRD (Sekwan) Jember. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melanjutkan cita-cita pembangunan.

“Saya siap meneruskan program yang sudah dirintis Pak Nuryadi, dan berharap kita semua dapat bersinergi demi Jombang yang lebih maju,” katanya.

Acara sederhana itu ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Tawa, pelukan, dan ucapan tulus warga menjadi penanda bahwa perpisahan ini bukan akhir, melainkan langkah baru penuh harapan bagi kedua pemimpin tersebut.

Reporter: Sofyan

Perkuat Peran Pers, GWI Jember Resmi Bangun Kerja Sama dengan Diskominfo dan Polres

0

JEMBER, redaksi.co – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Polres Jember. Pertemuan ini menjadi langkah awal organisasi kewartawanan yang baru berdiri di Jember tersebut dalam menjalin sinergitas demi terwujudnya Jember yang lebih maju dan kondusif.

Audiensi pertama berlangsung di ruang kerja Plt. Kadiskominfo Pemkab Jember, Regar Jeane Delaen Nangka, Kamis (25/9/2025). Ketua DPC GWI Jember, Ahmadi alias Madek, hadir bersama Sekretaris Sigit Priyono Azeta, Bendahara Agus Sugiyanto, Bidang OKK Sugito, dan anggota Imam Tahrir. Regar didampingi Kepala Bidang Layanan Media Komunikasi Publik, Sandy Cahyono.

Dalam pertemuan tersebut, Kadiskominfo menyampaikan komitmennya membuka ruang sinergi dengan GWI Jember. Regar menawarkan skema kerja sama yang disebutnya sebagai breakthrough atau terobosan baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

“Intinya, GWI Jember diharapkan mampu mengangkat informasi program-program Bupati Fawait secara benar dan utuh kepada masyarakat, baik di kota maupun desa. Selain itu, potensi di setiap wilayah juga perlu dipublikasikan agar lebih dikenal dan dapat berkembang,” jelas Regar.

Sebagai tindak lanjut, Diskominfo meminta GWI Jember menyetorkan nama serta media yang dinaungi masing-masing anggotanya. Setiap pemberitaan nantinya juga dihubungkan dengan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dan YouTube.

Audiensi dengan Polres Jember

Usai dari Diskominfo, rombongan GWI Jember melanjutkan audiensi ke Mako Polres Jember. Rombongan berjumlah sepuluh orang ini dipimpin langsung oleh Ketua Ahmadi dan diterima Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Chandra Putra, didampingi Wakapolres Ferry, Kasat Intel, serta Kasi Humas. Pertemuan berlangsung di ruang tamu Kapolres Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris GWI Sigit memperkenalkan jajaran pengurus, dilanjutkan dengan pemaparan maksud dan tujuan audiensi oleh Ketua Ahmadi. Ia menegaskan bahwa GWI Jember ingin menjalin sinergi pemberitaan dengan Polres, bahkan hingga tingkat polsek, dengan tetap menjaga independensi jurnalistik.

Menanggapi hal itu, Kapolres Jember menyambut baik niat GWI. Namun ia mengingatkan pentingnya keselamatan jurnalis dalam peliputan, khususnya pada kegiatan operasi kepolisian yang berisiko.

“Wartawan sebaiknya mengikuti arahan dan instruksi petugas saat peliputan di lapangan. Hal ini demi menjaga keselamatan rekan-rekan jurnalis,” pesan Kapolres.

Di akhir pertemuan, AKBP Bobby berharap wartawan GWI Jember dapat berkontribusi menjaga kondusifitas wilayah melalui karya jurnalistik yang profesional dan berpegang pada kode etik kewartawanan.

Reporter: Sofyan

Peringati Hari Paru Sedunia 2025, PDPI Serukan Aksi Nyata: “Paru Sehat, Hidup Sehat” 

0

Redaksi.co, Jakarta | Dalam rangka memperingati Hari Paru Sedunia 2025, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menggelar konferensi pers bertajuk “Healthy Lungs, Healthy Life” atau “Paru Sehat, Hidup Sehat” sebagai tema besar tahun ini, Kamis (25/9). Momentum ini dimanfaatkan untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga kesehatan paru sebagai salah satu pilar utama kehidupan manusia.

Hari Paru Sedunia bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan panggilan global untuk menekan angka penyakit paru yang kian mengkhawatirkan. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, PDPI menyoroti tingginya beban penyakit paru di Indonesia, mulai dari Tuberkulosis (TB), Pneumonia, Kanker Paru, hingga Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), yang masih mendominasi daftar penyebab kematian terbanyak di Tanah Air.

“Kesehatan paru adalah fondasi dari kualitas hidup yang baik. Tanpa paru yang sehat, aktivitas sehari-hari bisa terganggu secara drastis. Oleh karena itu, upaya preventif dan edukasi publik sangat krusial,” tegas Ketua Umum PDPI dalam sambutannya.

Faktor risiko terbesar penyakit paru di Indonesia adalah kebiasaan merokok. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 70 juta orang di Indonesia adalah perokok aktif, dan lebih dari 70% laki-laki Indonesia merokok, dengan 56,5% di antaranya adalah remaja usia 15–19 tahun.

PDPI juga menyoroti beban ekonomi akibat rokok. Studi tahun 2019 mencatat kerugian langsung akibat rokok mencapai hingga 27,7 triliun rupiah, dengan sebagian besar ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sementara beban total akibat rokok, baik langsung maupun tidak langsung, diperkirakan mencapai 410 triliun rupiah, jauh melampaui pemasukan negara dari cukai rokok.

Di luar rokok, polusi udara dari kendaraan, industri, dan kebakaran hutan serta dampak perubahan iklim turut memperparah kondisi kesehatan paru masyarakat, terutama pada anak-anak dan lansia.

PDPI menyerukan penguatan kebijakan melalui peningkatan cukai rokok, perluasan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pengendalian polusi udara, dan akses terhadap layanan deteksi dini seperti spirometri. Terobosan di bidang medis seperti terapi stem cell, oksigen hiperbarik, dan kecerdasan buatan (AI) juga didorong untuk meningkatkan kualitas hidup pasien paru kronik.

“Kami mengajak semua pihak pemerintah, DPR, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat untuk bersatu dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan paru. Udara bersih dan gaya hidup sehat adalah hak setiap warga,” ujar perwakilan PDPI.

Kunjungi Pasar Rakyat Tumburuni, Bupati Temukan Sayur dan Bumbu Dapur Banyak Berasal dari Luar.

0

Fakfak. Redaksi. Co– Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, melakukan kunjungan ke pasar Rakyat Tumburuni, pada 25/9/2025. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung aktivitas perdagangan serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, terlihat bahwa sebagian besar barang dagangan berupa sayur-mayur dan bumbu dapur yang dijual para pedagang masih didatangkan dari luar Fakfak. Berbagai jenis sayuran segar, seperti kubis, wortel, kentang, dan cabai, umumnya berasal dari daerah lain, bukan hasil produksi lokal. Begitu pula dengan sejumlah bumbu dapur yang banyak dipasok dari luar.

Kondisi ini menggambarkan bahwa ketergantungan pasar Fakfak terhadap pasokan luar daerah masih cukup tinggi. Padahal, dengan potensi pertanian yang dimiliki, sebenarnya Fakfak berpeluang besar untuk memproduksi kebutuhan sayur-mayur dan bumbu dapur secara mandiri.

Situasi tersebut juga berdampak pada fluktuasi harga. Ketika pasokan dari luar berkurang akibat faktor cuaca atau transportasi, harga sayuran dan bumbu dapur di pasar Fakfak cenderung naik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan produksi lokal.

Kunjungan Bupati ke pasar tidak hanya menjadi ajang pemantauan, tetapi juga menegaskan pentingnya langkah-langkah strategis guna memperkuat kemandirian pangan daerah melalui pengembangan pertanian lokal.

Bupati Fakfak Tegaskan Komitmen Beri Santunan bagi Keluarga Almarhum Korban kebakaran.

0

Fakfak. Redaksi.co– Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan santunan kepada keluarga almarhum korban kebakaran Jufri Rumasukun yang terjadi di Jln Izak Telusa pada Sabtu 20/9/2025. Hal itu disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi kebakaran bersama jajaran Forkopimda, aparat keamanan, dan instansi teknis terkait.

Dalam keterangannya, Bupati menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah bukan hanya untuk melihat kondisi lapangan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak mendapat perhatian yang layak.

“Santunan akan diberikan kepada keluarga almarhum sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah. Kehilangan anggota keluarga adalah duka yang sangat besar, dan memang tidak ada yang bisa menggantikan nyawa seseorang. Tetapi pemerintah daerah akan hadir memberikan dukungan moral maupun material agar keluarga yang ditinggalkan tidak merasa sendiri.

Selain santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, Bupati memastikan bantuan darurat juga akan disalurkan kepada seluruh warga terdampak. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok, perlengkapan sandang, serta tempat penampungan sementara. Ia menekankan agar pendataan dilakukan dengan cepat, tepat, dan transparan sehingga tidak ada warga yang terlewat.

 

 

Bupati Tarmizi Resmi Buka Pasar Tani Yang Digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

0

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM resmi membuka Pasar Tani yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Desa Seuneubok,
Kamis 25/9/202

Kegiatan ini menghadirkan hasil pertanian segar, aneka bibit pohon, hingga pangan murah yang langsung diserbu masyarakat sejak pagi hari.

Tarmizi mengatakan, Pasar Tani menghadirkan sistem pemasaran yang mempertemukan petani dan konsumen secara langsung tanpa perantara, sehingga harga lebih terjangkau bagi masyarakat sekaligus memberi keuntungan lebih besar bagi petani.

“Pasar tani ini bukan hanya sekadar tempat transaksi jual beli, tapi juga menjadi upaya nyata Pemkab Aceh Barat dalam menekan laju inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Bupati Tarmizi.

Selain sayur-mayur segar dan produk olahan pertanian, panitia juga menyediakan paket pangan murah seperti beras, telur, serta gas 5 kg. Kehadiran Bulog dan Pertamina dalam kolaborasi ini turut memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, ujar tarmizi

Dari pantauan kita, kata tarmizi, sejak pagi, masyarakat tampak antusias memadati lokasi kegiatan. Banyak warga mengaku terbantu karena bisa memperoleh kebutuhan harian dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.

“Program seperti ini harus terus berlanjut, karena sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan akan kita laksanakan setiap bulannya” ucap tarmizi

Dengan adanya pasar tani, Pemkab Aceh Barat berharap dapat tercipta hubungan yang lebih erat antara produsen dan konsumen, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi di daerah ****

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati: Mereka Adalah Warga Fakfak yang Harus Dibantu.

0

Fakfak. Redaksi. Co–Bupati Fakfak, Samaun Dahlan meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda kawasan pemukiman warga di Jln Izak Telusa, pada 25/9/2025. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait guna memastikan kondisi warga terdampak.

Dalam keterangan yang diterima media ini bupati menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa warga sekitar. Ia menegaskan pemerintah daerah akan bergerak cepat memberikan bantuan, baik berupa logistik, kebutuhan pokok, maupun upaya pemulihan.

“Jangan melihat mereka dari suku atau asal usulnya, mereka adalah warga Fakfak yang harus dibantu. Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam, karena ini tanggung jawab kita bersama untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” tegas Bupati.

Selain itu, Bupati meminta instansi teknis segera melakukan pendataan jumlah korban dan kerugian material. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan rapat untuk membahas proses penanganan agar segera melakukan penyaluran bantuan dengan cepat, tepat, dan merata bagi seluruh warga terdampak.

Sementara itu seorang warga, yang rumahnya habis terbakar, menyampaikan harapannya. “Kami kehilangan hampir semua barang, tapi kami bersyukur masih selamat. Terima kasih untuk Kehadiran Bupati semoga bisa membawa semangat bagi kami,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan bencana agar kejadian serupa tidak terulang.

Proyek P3-TGAI Tamansari Diduga Dikendalikan Konsorsium, Ketua Hippa Ungkap Tekanan

0

JEMBER, redaksi.co – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, kembali menuai sorotan. Warsito, Ketua Hippa sekaligus pelaksana kegiatan, mengaku perannya dalam proyek senilai Rp195 juta itu sebatas penerima program.

“Semua sudah diatur mekanismenya oleh pendamping bernama Hadi,” ujar Warsito saat ditemui.

Namun, dalam keterangan lain, Warsito justru menegaskan bahwa kendali penuh proyek berada di tangan pendamping. Ia menyebut dana proyek memang masuk ke rekening HIPPA, tetapi tidak bisa sepenuhnya dipergunakan untuk pekerjaan. Dari total anggaran, hanya sekitar 70 persen yang dapat dicairkan selama pengerjaan, sedangkan sisanya baru bisa diambil setelah proyek selesai 200 Meter.

Warsito juga mengungkap sejumlah persoalan teknis di lapangan. Ia pernah mendapat teguran karena keterlambatan suplai material, khususnya batu. Lebih ironis lagi, aspek keselamatan kerja tukang tidak dianggarkan sama sekali. Seluruh kebutuhan material, menurutnya, diatur oleh konsorsium dengan seorang pemasok bernama Ahmadi yang menangani suplai pasir dan batu.

Hal senada juga di katakan seorang ketua HIPPA dari luar kecamatan yang juga mendapat program yang sama, ia menyampaikan sebelum proyek realisasi kami ada akad, dari dana yang cair masuk kerekering Hippa senilai 195 Juta di potong 30% dan sisanya di pergunakan untuk mengerjakan proyek, namun dari sisa yang di potong tidak semua di berikan, hanya 70 % baru sisanya yang 30% di berikan setelah pekerjaan hampir selesai, kami pun setelah pencairan tidak pernah pegang buku rekening.”ungkapnya.

Sebagai informasi, P3-TGAI merupakan program Kementerian PUPR berbasis padat karya yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok P3A. Tujuannya, selain memperbaiki jaringan irigasi tersier, juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.

Namun, praktik di lapangan diduga jauh dari semangat tersebut. Dugaan bancakan dana, penyimpangan teknis, hingga penguasaan suplai material oleh konsorsium dinilai telah mencederai esensi padat karya dan berpotensi merugikan petani sebagai penerima manfaat utama.

Sementara dari informasi Poktan yang ada di dapil 6 menyebut  nama Ahmadi sebagai pengendali semua dan ketika awak media mencoba menghubungi Ahmadi belum ada jawaban yang pasti. (Sofyan).

Tuduh Pemuda Preman, Ketua Kelompok Tani Puger Klarifikasi

0

JEMBER, redaksi.co – Polemik kendaraan bertonase berat kembali mencuat di Kecamatan Puger. Persoalan bermula dari sorotan warga terhadap truk pengangkut pupuk berkapasitas 20 ton yang kerap melintas di jalan kelas III dengan batas tonase hanya 8 ton. Akibat pelanggaran tersebut, kondisi jalan mengalami kerusakan parah dan Jembatan Kalibaan dilaporkan retak.

Resah dengan kerusakan infrastruktur, sejumlah pemuda dari Puger Kulon dan Puger Wetan sempat melakukan pencegatan truk yang dianggap melanggar aturan. Namun, situasi semakin rumit ketika H. Rois, pemilik kios pupuk sekaligus Ketua Kelompok Tani, melaporkan dugaan adanya pemalakan terhadap sopir truk ke Polsek Puger.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan undangan resmi Polsek Puger Nomor: B/Und-38/IX/HUM.5.3./2025 pada Selasa (23/9/2025), yang menghadirkan pihak-pihak terkait untuk klarifikasi bersama. Agenda koordinasi tidak hanya membahas pelanggaran tonase jalan, tetapi juga tudingan pemalakan oleh pemuda desa.

Dalam forum klarifikasi, H. Rois sempat menyampaikan pernyataan keras agar wilayah Puger tidak dicap sebagai “kampung preman.” Namun, setelah mendapat reaksi dari pemuda yang merasa tersudut, ia mengklarifikasi dan meminta maaf. “Pernyataan itu saya sampaikan berdasarkan aduan sopir truk, namun karena saya tidak bisa membuktikan, maka saya memohon maaf kepada masyarakat Puger Kulon dan Puger Wetan,” ungkapnya.

Ketegangan pun mereda setelah Zacky, perwakilan pemuda Puger Kulon, menerima permintaan maaf tersebut. Pertemuan kemudian menghasilkan tiga kesepakatan yang disaksikan langsung Kapolsek Puger, Kompol Edy Purwanto, SH: yaitu; H. Rois mengklarifikasi sekaligus meminta maaf kepada pemuda Puger Kulon dan Puger Wetan terkait pernyataannya soal “kampung preman.”

Dan Jika dalam waktu 7×24 jam tidak ada bukti terkait dugaan pemalakan, maka H. Rois siap dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik.

Yang terakhir Kendaraan truk bermuatan pupuk wajib menaati aturan tonase maksimal 8 ton saat melintasi jalan Lettu Mulyadi Puger Kulon menuju Lojejer.

Aris, perwakilan pemuda Puger Kulon, menegaskan bahwa akar persoalan terletak pada kelalaian para pengusaha yang abai terhadap aturan pemerintah. “Pengusaha lebih mementingkan kepentingan usaha daripada kepentingan umum. Padahal dampaknya merusak infrastruktur dan merugikan masyarakat luas,” tegasnya (Sofyan).