Redaksi.co MUSI BANYUASIN- Akses jalan Desa Sako Suban Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Muba mulai diperbaiki melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Marga Bara Jaya (MBJ). Perbaikan jalan sepanjang 14 kilometer tersebut dilakukan secara gotong royong antara warga, Pemerintah Kecamatan Batang Hari Leko, dan pihak perusahaan.
Program perbaikan infrastruktur jalan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet SH, agar akses masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang menjadi jalur aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, dapat segera ditangani melalui kolaborasi lintas pihak.
Camat Batang Hari Leko, Ahmad Saropi S.Sos.I MSi mengatakan perbaikan akses jalan Desa Sako Suban sangat penting karena jalur tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Selain digunakan untuk aktivitas harian warga, jalan itu juga mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta akses pelayanan publik.
“Perbaikan akses jalan Desa Sako Suban sepanjang 14 kilometer ini merupakan hasil gotong royong bersama warga, Pemerintah Kecamatan Batang Hari Leko, dan PT Marga Bara Jaya melalui program CSR. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari sebagai tindak lanjut arahan Pak Bupati HM Toha Tohet SH,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat membutuhkan penanganan agar aktivitas warga tidak terganggu, terutama saat musim hujan. Karena itu, pemerintah kecamatan bersama masyarakat dan perusahaan bergerak bersama melakukan perbaikan secara bertahap.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, perbaikan ini bisa berjalan. Warga juga ikut bergotong royong, karena jalan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami mengapresiasi PT MBJ yang telah berkontribusi melalui program CSR,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet SH menegaskan bahwa Pemkab Muba terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan desa, terutama akses yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan perputaran ekonomi lokal.
“Saya menginstruksikan agar akses-akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat segera dicarikan solusi, salah satunya melalui kolaborasi dengan perusahaan. Perbaikan jalan Desa Sako Suban ini adalah contoh gotong royong yang baik antara warga, Pemerintah Kecamatan, dan PT MBJ,” tuturnya.
Bupati Toha menyampaikan apresiasi kepada PT Marga Bara Jaya, Pemerintah Kecamatan Batang Hari Leko, dan masyarakat Desa Sako Suban yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan perbaikan jalan tersebut. Ia berharap langkah ini memberi dampak langsung terhadap kelancaran aktivitas warga.
“Jalan yang baik akan memudahkan masyarakat beraktivitas, memperlancar distribusi hasil kebun dan pertanian, serta membuka akses pelayanan. Karena itu, Pemkab Muba akan terus mendorong kolaborasi agar pembangunan dapat dirasakan sampai ke desa-desa,” tandasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong terciptanya ekosistem informasi yang lebih sehat, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat melalui penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan media massa.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat membuka Seminar Literasi Media bagi Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kota Tangerang yang digelar di Ruang Akhlakul Karimah Kota Tangerang, Selasa (12/05/2026), dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang digelar atas kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Tangerang dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Herman, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penyampaian informasi yang edukatif, sehat, dan membangun kesadaran masyarakat.
“Pemkot Tangerang sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya menjaga keharmonisan antara dunia pendidikan, pemerintah, dan media massa. Pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk media yang memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat,” ujar Herman.
Menurutnya, derasnya arus informasi digital saat ini menuntut seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan media, untuk bersama-sama membangun budaya literasi yang positif dan bertanggung jawab.
“Sekolah dan media memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencerdaskan masyarakat. Karena itu, sinergi yang baik harus terus dibangun agar informasi yang diterima publik tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, mendidik, dan memberikan dampak positif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Banten, Rian Nopandra, menegaskan bahwa literasi media menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan AI yang semakin pesat.
“Wartawan harus menjadi filter informasi sekaligus memberi contoh kepada masyarakat tentang bagaimana memeriksa fakta dan membedakan informasi yang benar dengan opini,” ujar Rian.
Ia berharap, edukasi literasi media dapat terus diperluas hingga ke sekolah-sekolah agar tercipta budaya informasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
“Literasi media bukan hanya soal membaca berita, tetapi juga tentang membangun kesadaran untuk berpikir kritis sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi,” pungkasnya.(*/red)
Redaksi.co MATENG : Suasana tenang warga Dusun Lomba Bou, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, mendadak berubah mencekam setelah seekor buaya liar sepanjang kurang lebih 2 meter ditemukan berkeliaran tepat di depan rumah warga, Rabu (13/5/2026).
Kemunculan reptil ganas tersebut sontak membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Sebagian warga memilih menjauh karena khawatir buaya itu menyerang, sementara lainnya segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.
Mendapat informasi itu, Bhabinkamtibmas Desa Topoyo, Briptu Alamsyah Alim, bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan memastikan keselamatan warga tetap terjaga.
Dengan pengamanan ketat dan dibantu masyarakat sekitar, proses evakuasi buaya berlangsung dramatis namun berhasil dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa. Hewan liar tersebut akhirnya berhasil diamankan sebelum kemudian diserahkan kepada pihak Tagana Mamuju Tengah untuk penanganan lebih lanjut.
Briptu Alamsyah Alim mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawa yang diduga menjadi habitat satwa liar berbahaya.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. Jangan mencoba menangani sendiri karena sangat berisiko,” tegasnya.
Aksi cepat aparat kepolisian dalam menangani kemunculan buaya tersebut menuai apresiasi dari warga. Mereka menilai respons cepat Bhabinkamtibmas berhasil mencegah kepanikan lebih besar dan menjaga keamanan lingkungan dari ancaman satwa liar. (ZUL)
Jakarta, Redaksi.Co — Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Edy Suranta Sitepu bersama jajaran PJU Rokorwas PPNS Bareskrim Polri melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga atau PKTN Kementerian Perdagangan, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Ditjen PKTN, Lantai 3 Gedung I, itu membahas penguatan koordinasi, pengawasan, serta pendampingan Polri terhadap pelaksanaan tugas PPNS Kemendag dalam penegakan hukum di bidang perdagangan, metrologi legal, dan perlindungan konsumen.
Rombongan diterima oleh Dirjen PKTN Moga Simatupang, Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Ronald Jenri Silalahi, serta Katim Penyidikan Ditjen PKTN Michael I.J.
Brigjen Pol Edy Suranta Sitepu mengatakan, Polri melalui fungsi Korwas PPNS berkomitmen memberikan pendampingan, pengawasan, dan petunjuk kepada PPNS agar setiap proses penegakan hukum berjalan profesional dan sesuai aturan.
“Polri melalui Korwas PPNS siap mendukung pelaksanaan tugas PPNS, mulai dari koordinasi, asistensi, hingga pendampingan dalam penanganan perkara. Prinsipnya, semua harus berjalan tertib administrasi dan sesuai ketentuan hukum,” ujar Brigjen Pol Edy.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah hal penting, mulai dari kewenangan PPNS Kemendag, layanan konsultasi dan gelar perkara secara daring, penyesuaian terhadap ketentuan hukum acara, pengembangan aplikasi E-PPNS, hingga pembaruan dokumen kerja sama antara Kemendag dan Polri.
Selanjutnya Brigjen Edy juga menekankan pentingnya digitalisasi administrasi penyidikan melalui aplikasi E-PPNS. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat proses koordinasi, termasuk pengiriman dokumen seperti SPDP secara online kepada kejaksaan dan kepolisian.
“Digitalisasi menjadi langkah penting agar proses administrasi penyidikan lebih cepat, efisien, dan akuntabel,” katanya.
Selain itu, Polri juga menegaskan pentingnya tertib administrasi dalam setiap tindakan hukum, termasuk penggeledahan dan penyitaan, agar proses penegakan hukum tidak terkendala pada tahapan berikutnya.
“Kami berharap sinergi ini semakin memperkuat tugas PPNS Kemendag dalam menjaga tertib niaga, melindungi konsumen, dan memastikan penegakan hukum berjalan profesional serta berkeadilan,” pungkas Brigjen Pol Edy.
Jakarta, Redaksi.Co— Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB), Andi Mulyati Pananrangi, SE melakukan kunjungan strategis ke unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Selasa (12/5/2026), Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara insan pers dan industri pertambangan sekaligus meninjau langsung operasional perusahaan serta program pemberdayaan masyarakat di wilayah lingkar tambang.
Rombongan AJB disambut langsung oleh Manager CSR Antam Pongkor, Arif, bersama jajaran manajemen perusahaan, dalam pertemuan tersebut, pihak Antam memaparkan sistem operasional perusahaan, pola rekrutmen tenaga kerja, hingga pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah berjalan di berbagai wilayah Pongkor.
Ketum AJB, Andi Mulyati Pananrangi,SE mengapresiasi keterbukaan manajemen Antam dalam memberikan informasi secara transparan kepada media.
Menurutnya, perusahaan menunjukkan komitmen kuat dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui perekrutan tenaga kerja dari wilayah sekitar tambang.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik oleh pihak Antam Pongkor. Dari hasil peninjauan, kami melihat sistem rekrutmen di sini cukup berpihak kepada masyarakat lokal, di mana sekitar 30 persen tenaga kerja berasal dari warga asli wilayah lingkar tambang,” ujar Andi Mulyati Pananrangi,SE.
“Ia juga menegaskan bahwa aktivitas produksi di Antam Pongkor berjalan aman dan kondusif. Menurutnya, berbagai isu negatif yang sempat beredar di masyarakat perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Mulyati Pananrangi,SE turut mengklarifikasi kabar miring yang sempat mengaitkan perusahaan dengan sejumlah insiden di kawasan tambang. Ia menilai informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.
“Setelah melihat langsung dan mendapatkan penjelasan resmi, kami memahami bahwa isu yang berkembang sebelumnya tidak benar. Kejadian yang terjadi melibatkan aktivitas penambangan ilegal, sedangkan pihak Antam justru hadir membantu masyarakat dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Selain membahas operasional perusahaan, AJB juga memperoleh pemaparan mengenai berbagai program CSR yang dijalankan Antam Pongkor. Program tersebut meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan wilayah binaan yang tersebar di sejumlah titik sekitar area tambang.
Ketum AJB menyebut pihaknya akan melakukan kunjungan lanjutan ke wilayah-wilayah binaan CSR Antam untuk melihat secara langsung dampak program terhadap masyarakat setempat,“Kami diberikan kesempatan untuk mengunjungi titik-titik wilayah binaan CSR Antam. Ini menjadi langkah penting agar media dapat melihat secara langsung manfaat nyata yang dirasakan warga dari keberadaan perusahaan,” katanya.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan siang bersama. Melalui agenda tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara media dan dunia industri dapat terus terjalin demi menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta memberikan edukasi positif bagi masyarakat.
Redaksi.co, Sukabumi || Desa Tamanjaya menjadi salah satu desa strategis di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi yang terus berkembang melalui sektor pariwisata, pertanian, hingga ekonomi kreatif masyarakat. Berada di Kecamatan Ciemas, desa dengan kode pos 43177 ini dikenal sebagai jalur utama menuju kawasan Geopark Ciletuh yang telah menjadi ikon wisata alam Jawa Barat.
Posisi geografis Desa Tamanjaya dinilai sangat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Desa ini berada di kawasan pesisir selatan Sukabumi dan dilalui jalur wisata yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat dan mobilitas wisatawan berlangsung cukup aktif, terutama pada akhir pekan maupun musim libur.
Secara administratif, Desa Tamanjaya berbatasan langsung dengan Desa Mekarjaya di sebelah utara, Desa Mekarsakti di sebelah barat, Desa Cibenda di sebelah selatan, serta Desa Waluran di sebelah timur. Wilayah ini terdiri dari beberapa kedusunan dan kampung yang menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan masyarakat.
Selain dikenal sebagai kawasan penyangga wisata, Desa Tamanjaya juga memiliki karakter masyarakat yang masih kuat menjaga budaya gotong royong serta kearifan lokal dalam pengelolaan potensi desa. Kehidupan masyarakat di desa ini sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian, perikanan, perdagangan kecil, jasa wisata, hingga usaha kreatif rumahan.
Gerbang Aktivitas Wisata Geopark Ciletuh
Nama Desa Tamanjaya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kawasan wisata Geopark Ciletuh. Desa ini menjadi salah satu titik persinggahan wisatawan yang datang menuju sejumlah destinasi alam di wilayah Ciemas dan sekitarnya.
Salah satu lokasi yang paling dikenal ialah Panenjoan Geopark Ciletuh. Tempat ini menjadi ikon wisata alam karena menawarkan panorama bentang alam Geopark Ciletuh dari ketinggian. Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat menikmati pemandangan perbukitan hijau, hamparan sawah, aliran sungai, hingga garis pantai selatan Sukabumi.
Panenjoan juga kerap menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam. Keindahan lanskap alam yang unik membuat kawasan ini sering dijadikan titik fotografi wisata alam oleh pengunjung domestik maupun luar daerah.
Selain Panenjoan, Desa Tamanjaya juga memiliki destinasi unggulan lainnya yaitu Curug Awang. Air terjun ini dikenal memiliki karakter aliran air yang lebar dan deras sehingga sering disebut sebagai “Niagara Mini” dari Sukabumi selatan.
Curug Awang menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan karena aksesnya cukup mudah dijangkau dari jalur utama wisata Ciletuh. Pada musim penghujan, debit air terjun meningkat sehingga menghadirkan panorama alam yang lebih dramatis.
Kehadiran berbagai destinasi wisata tersebut memberikan dampak terhadap tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan peluang dengan membuka usaha kuliner, penginapan sederhana, jasa pemandu wisata, hingga perdagangan produk lokal.
Pertanian dan Mina Wisata Jadi Penopang Ekonomi
Di luar sektor wisata, masyarakat Desa Tamanjaya juga masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Lahan pertanian yang cukup luas dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam berbagai komoditas pertanian yang mendukung kebutuhan ekonomi keluarga.
Kondisi geografis desa yang berada di kawasan pesisir dan perbukitan juga memungkinkan berkembangnya sektor perikanan dan mina wisata. Potensi tersebut mulai dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis lokal yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar.
Aktivitas mina wisata tidak hanya berorientasi pada produksi perikanan, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari daya tarik wisata edukasi dan wisata berbasis alam. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas peluang ekonomi masyarakat desa di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Geopark Ciletuh.
Selain pertanian dan perikanan, masyarakat juga mulai mengembangkan sektor ekonomi kreatif seperti seni ukir dan kerajinan tangan. Produk kerajinan lokal menjadi salah satu potensi yang terus didorong untuk memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus memperkenalkan identitas budaya masyarakat setempat.
Pembangunan Infrastruktur dan Penataan Kawasan
Sebagai desa yang berkembang di kawasan wisata, Pemerintah Desa Tamanjaya terus melakukan berbagai pembenahan pembangunan infrastruktur. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penataan lingkungan desa dan pemasangan papan penunjuk arah menuju kedusunan maupun kampung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan akses masyarakat dan wisatawan yang datang ke wilayah desa. Penataan kawasan dinilai penting karena Desa Tamanjaya menjadi salah satu jalur lintasan utama menuju berbagai titik wisata di kawasan Ciletuh.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar juga terus dilakukan guna menunjang pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah desa bersama masyarakat berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, mengingat wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan geopark yang memiliki nilai konservasi alam.
Mendorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal
Pemerintahan Desa Tamanjaya saat ini dipimpin oleh Kepala Desa Utis Sutisna. Pemerintah desa mendorong pembangunan yang berfokus pada penguatan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Konsep pembangunan desa diarahkan agar sektor wisata, pertanian, dan ekonomi kreatif dapat berkembang secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Selain itu, pengembangan desa juga dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan karakter kawasan Geopark Ciletuh.
Dengan posisi strategis, kekayaan alam yang dimiliki, serta potensi ekonomi masyarakat yang terus berkembang, Desa Tamanjaya kini menjadi salah satu desa yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan kawasan wisata dan ekonomi di pesisir selatan Sukabumi. (Opik)***
Redaksi.co||Surabaya – Sikap Kepala Sekolah SMAN 7 Surabaya kembali menjadi sorotan publik.(12/5/2026) Pasalnya, saat sejumlah jurnalis berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait polemik pergantian pengurus komite sekolah, pihak kepala sekolah terkesan menghindar dan tidak memberikan ruang komunikasi yang terbuka.
Upaya klarifikasi tersebut dilakukan untuk menggali informasi berimbang terkait dugaan campur tangan pihak sekolah dalam proses pergantian komite. Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah belum memberikan penjelasan resmi kepada awak media.
Sikap tertutup tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Sebab, sebagai lembaga pendidikan negeri yang dibiayai negara, sekolah semestinya menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keterbukaan informasi publik, terlebih ketika muncul persoalan yang menjadi perhatian wali murid dan masyarakat luas.
Beberapa pihak menilai, tindakan menghindari wartawan justru memperkuat dugaan adanya persoalan dalam mekanisme pergantian komite sekolah. Padahal, media hadir bukan untuk mencari sensasi, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi yang berimbang kepada publik.
“Kalau memang semua proses berjalan sesuai aturan, kenapa harus takut memberikan klarifikasi kepada wartawan?” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Diketahui sebelumnya, polemik di SMAN 7 Surabaya mencuat setelah adanya dugaan rekayasa dalam pergantian ketua komite sekolah.
Sejumlah orang tua murid mempertanyakan mekanisme pergantian yang dinilai tidak melalui musyawarah terbuka sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah serta Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2023.
Hingga kini, para jurnalis masih berupaya meminta hak jawab dan klarifikasi resmi dari pihak sekolah agar pemberitaan tetap berjalan profesional, objektif, dan sesuai kode etik jurnalistik.(bersambung)
Redaksi.co||Surabaya – Hubungan antara insan pers dan pihak sekolah kembali menjadi sorotan. (12/5/2026)Kali ini, sejumlah wartawan mengaku merasa tersinggung atas ucapan salah satu staf di SMAN 7 Surabaya yang dinilai kurang sopan saat berlangsungnya komunikasi terkait kegiatan peliputan di lingkungan sekolah.
Insiden tersebut disebut terjadi ketika wartawan mencoba melakukan komunikasi dan konfirmasi terkait sejumlah informasi yang berkembang di lingkungan sekolah. Namun, dalam percakapan tersebut, staf yang diketahui bernama Mat Ali diduga mengeluarkan kalimat yang dianggap tidak pantas dan menyinggung perasaan wartawan.
Beberapa wartawan menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan etika komunikasi terhadap insan pers yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Terlebih, wartawan hadir untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang.
“Kalau memang bercanda harus tetap ada batasnya. Jangan sampai ucapan yang keluar justru merendahkan atau menyinggung profesi wartawan,” ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi hal tersebut, Mat Ali disebut berdalih bahwa perkataan yang disampaikan hanya sebatas gurauan dan tidak memiliki maksud untuk menyinggung pihak tertentu. Meski demikian, sejumlah wartawan tetap menyayangkan sikap tersebut karena dinilai dapat memperkeruh hubungan antara lembaga pendidikan dan media.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian berbagai pihak. Banyak yang berharap agar seluruh elemen di lingkungan sekolah dapat lebih bijak dalam berkomunikasi, terutama terhadap jurnalis yang menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Pers.
Insan pers juga berharap adanya sikap saling menghormati dan keterbukaan informasi sehingga hubungan antara media dan institusi pendidikan tetap terjalin dengan baik, profesional, dan saling menghargai.(bersambung)
PURWAKARTA ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas kinerja institusi, Kapolres Purwakarta bersama jajaran mengikuti kegiatan Taklimat Akhir Audit Kinerja Jajaran Polda Jawa Barat yang dilaksanakan melalui zoom meeting di Ruangan Command Center Polres Purwakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti langsung Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Purwakarta serta para Kapolsek jajaran Polres Purwakarta.
Taklimat akhir audit kinerja tersebut merupakan bagian dari proses pengawasan dan evaluasi internal di lingkungan Polri guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai aturan, efektif, transparan, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui kegiatan audit kinerja, setiap satuan kerja di lingkungan kepolisian dievaluasi mulai dari aspek perencanaan, penggunaan anggaran, pelaksanaan program kerja, hingga kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
Selain menjadi sarana evaluasi, audit kinerja juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala maupun potensi perbaikan agar pelaksanaan tugas kepolisian ke depan semakin profesional dan Presisi.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menegaskan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas organisasi serta penguatan pengawasan internal di tubuh Polri.
Menurutnya, hasil audit harus dijadikan bahan evaluasi dan motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan disiplin, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Audit kinerja bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menjadi sarana evaluasi agar pelaksanaan tugas kepolisian semakin baik, transparan, dan profesional. Dengan pengawasan yang baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” ujar AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan bahwa kegiatan audit kinerja menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang bersih, modern, dan terpercaya.
“Melalui audit kinerja ini, Polri terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat,” ungkap IPTU Tini Yutini.
Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan dan evaluasi berkelanjutan sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (*/𝚂𝙺)
Redaksi.co MAMASA : Dunia pendidikan di Mamasa kembali tercoreng oleh dugaan tindakan tak manusiawi yang menyeret nama SMAN 1 Aralle. Seorang oknum pendidik diduga kuat telah melakukan perundungan verbal brutal terhadap siswanya sendiri, tindakan yang kini memantik kemarahan publik dan gelombang protes keras dari PC PMII Mamasa.
Bukan sekadar teguran biasa, dugaan ucapan yang dilontarkan oknum guru itu disebut sangat merendahkan martabat seorang anak. Korban disebut dihina dengan kalimat yang menohok sisi kemanusiaan: “miskin”, “anak penjual kue”, hingga “tidak punya orang tua”. Ucapan itu diduga disampaikan di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa untuk tumbuh dan belajar, bukan arena penghancuran mental.
Bagi PMII Mamasa, peristiwa ini bukan lagi persoalan etika mengajar semata, melainkan bentuk kekerasan psikologis yang berpotensi menghancurkan masa depan anak didik.
“Guru adalah orang tua kedua, bukan predator mental. Sangat menjijikkan melihat seorang pendidik justru mempermalukan siswanya karena latar belakang ekonomi,” tegas Mondy, salah satu kader PMII Mamasa.
Ledakan kritik pun tak terbendung. PMII Mamasa menilai tindakan tersebut telah mencoreng wajah pendidikan di Sulawesi Barat dan memperlihatkan adanya krisis empati di dunia sekolah. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin seorang guru yang seharusnya mendidik dengan hati justru menggunakan status sosial murid sebagai bahan penghinaan.
“Kalau seorang guru merasa lebih tinggi hanya karena memegang kapur tulis sementara muridnya berjualan kue demi bertahan hidup, maka ia telah gagal menjadi manusia sebelum gagal menjadi pendidik,” bunyi pernyataan keras aktivis PMII.
Tak ingin kasus ini tenggelam begitu saja, PMII Mamasa mendesak pihak sekolah dan Dinas Pendidikan melakukan langkah tegas tanpa kompromi. Mereka menuntut evaluasi total terhadap oknum guru bersangkutan, termasuk kemungkinan pencopotan jabatan dan sanksi berat apabila dugaan tersebut terbukti benar.
Selain itu, PMII juga meminta agar korban segera mendapat pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma akibat dugaan penghinaan yang dialaminya di ruang pendidikan sendiri. Mereka juga mendesak adanya permohonan maaf terbuka dari oknum guru karena dinilai telah merusak marwah profesi pendidik.
Kasus ini kini menjadi sorotan serius masyarakat. Publik menunggu apakah pihak sekolah akan berdiri di sisi korban atau justru membiarkan budaya perundungan tumbuh di balik seragam dan ruang kelas.
Satu hal yang pasti, kemiskinan bukan dosa, dan sekolah seharusnya menjadi tempat memuliakan mimpi anak-anak, bukan tempat membunuh harga diri mereka. (ZUL)