Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 19
0

PURWOREJO | Redaksi.coSemangat berbagi di bulan suci ditunjukkan oleh ratusan kader Fatayat NU se-Kecamatan Bayan. Mereka turun ke jalan untuk membagikan ribuan paket takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan Kantor Kecamatan Bayan pada Jumat (6/3/2026).

​Kegiatan bertajuk “Fatayat Bagi Takjil” ini tidak hanya bertujuan untuk membantu sesama, tetapi juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar kader serta meningkatkan keimanan di bulan Ramadhan.

BACA JUGA: Jembatan Gantung Garuda di Desa Plipir Rampung, Permudah Akses Warga

​Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Bayan, Puji Astuti, S.Sy., menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk khidmah nyata para kader. Ia menekankan bahwa keberhasilan acara ini adalah buah dari kerja sama masif seluruh ranting.

​“Ini adalah kegiatan perdana kami di tingkat kecamatan. Ribuan paket takjil ini terkumpul atas dukungan penuh dari Pengurus Ranting se-Kecamatan Bayan,” ungkap Puji.

Total terdapat sekitar 1.500 paket yang didistribusikan, dengan rincian kontribusi sebagai berikut:

Pimpinan Ranting (PR)

Jumlah Paket

Pimpinan Ranting (PR)

Jumlah Paket

PR Jono

± 200

PR Jatingarang

78

PR Grantung

± 200

PR Ketiwijayan

70

PR Pekutan

187

PR Dewi

70

PR Besole

80

PR Pogungjurutengah

63

PR Jrakah

80

PR Botodaleman

60

PR Pucang Agung

60

PR Banjarejo

60

PR Bringin

60

PR Krandegan

60

PR Tangkisan

60

PR Sambeng

50

PR Sucen

50

PR Bayan

20


Paket yang dibagikan pun beragam, mulai dari nasi bungkus, kolak, es buah, hingga aneka roti dan jajanan pasar.

​Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Siti Rohmah, salah satu penerima takjil, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya aksi sosial ini.

“Kami merasa senang karena tidak perlu repot lagi menyiapkan menu berbuka. Semoga program ini bisa berlanjut dengan jumlah yang lebih banyak lagi,” harapnya.

​Senada dengan warga, Camat Bayan, Ibu Yeni Astuti, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader Fatayat NU. Menurutnya, aksi ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.

​”Selain meningkatkan keberkahan dan ketaqwaan, kegiatan ini menunjukkan kekompakan luar biasa dari para kader. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” pungkas Camat Bayan. (WS)

Redaksi Penyelaras: SK

Maryono Santuni Anak Yatim di Momen Nuzulul Qur’an Bersama Perumda Tirta Benteng

0

Momen Nuzulul Qur’an, Maryono Serahkan Santunan Anak Yatim

 

 

 

 

 

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an, sekaligus santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang, Jumat (06/03/2026).

 

 

 

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, bersama jajaran Perumda Tirta Benteng serta anak-anak yatim piatu.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Maryono, turut berbuka puasa bersama para anak yatim piatu sekaligus menyerahkan santunan berupa uang tunai dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan.

 

 

 

Maryono, menyampaikan, Ramadan merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

 

 

 

“Alhamdulillah, pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul untuk memperingati Nuzulul Qur’an sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Semoga kebersamaan seperti ini terus kita jaga dan menjadi bagian dari budaya kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Maryono.

 

 

 

Ia menambahkan, kegiatan santunan kepada anak-anak yatim juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, setiap orang memiliki kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.

 

 

 

“Kepedulian seperti inilah yang perlu terus kita pelihara. Anak-anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan secara materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, serta doa agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan membanggakan,” lanjutnya.

 

 

 

Pada kesempatan tersebut, Maryono, juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, yang dinilai tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, tetapi juga turut menghadirkan manfaat sosial melalui kegiatan kepedulian seperti ini.

 

 

 

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat semakin kuat.

 

 

 

“Semoga setiap kebaikan yang dilakukan oleh keluarga besar Perumda Tirta Benteng menjadi amal yang terus mengalir dan membawa keberkahan, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kota Tangerang,” tutupnya.(*/red)

Mamuju Jemput “Emas Hijau”: Mangrove Jadi Aset Fiskal Baru Daerah

0

Redaksi.co MAMUJU : Hamparan hutan mangrove yang membentang di pesisir Simboro, Pulau Karampuang hingga Tapandullu selama ini hanya dipandang sebagai benteng alami penahan abrasi dan gelombang laut. Kini, cara pandang tersebut mulai berubah. Di tengah krisis iklim global, ekosistem pesisir Mamuju justru menyimpan potensi ekonomi baru yang bernilai tinggi, karbon biru atau blue carbon.

Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat memiliki garis pantai terpanjang di pantai barat pulau Sulawesi. Di sepanjang wilayah pesisir itu terbentang ekosistem mangrove seluas sekitar 1.798 hektar yang menyimpan cadangan karbon besar di sedimen pesisir, hutan mangrove, dan padang lamun. Potensi inilah yang kini mulai dilirik sebagai “emas hijau” yang sebelumnya luput dari perhitungan pembangunan daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, mengatakan bahwa tantangan utama dalam mengelola potensi tersebut bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada bagaimana mengubahnya menjadi nilai ekonomi yang nyata dan terukur.

“Selama ini kita tahu luas mangrove yang dimiliki, tetapi belum memiliki data pasti berapa stok karbon yang tersimpan dan berapa nilai ekonominya jika dikelola dengan benar,” ujarnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju menggagas Mamuju Blue Carbon Initiative (MBCI). Program ini menjadi langkah strategis untuk mengubah potensi karbon biru menjadi instrumen pembangunan daerah berbasis ekonomi hijau.

Pendekatan program ini dimulai dari audit data komprehensif. Melalui digitalisasi berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) dan kolaborasi dengan kalangan akademisi, pemerintah menargetkan penyusunan Atlas Blue Carbon yang terverifikasi.
Validasi stok karbon akan dilakukan melalui sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV). Sistem ini menjadi syarat utama agar Mamuju memiliki posisi tawar dalam pasar karbon nasional maupun skema pembiayaan iklim internasional.

Tak hanya berorientasi pada angka ekonomi, program ini juga menempatkan masyarakat pesisir sebagai aktor utama. Melalui subprogram Coastal Carbon Rangers, warga pesisir didorong bertransformasi dari sekadar pemanfaat sumber daya menjadi penjaga sekaligus pengelola ekosistem mangrove.

Skema Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) akan disiapkan agar desa-desa pesisir seperti Lebani dan Tapandullu mendapatkan insentif langsung dari upaya menjaga kelestarian mangrove. Konsep ini menekankan keadilan ekologi, bahwa masyarakat yang menjaga ekosistem harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat ekonominya.

Langkah berikutnya adalah inovasi fiskal melalui konsep Carbon-to-Fiscal. Pemerintah daerah telah menyusun peta jalan strategis hingga 2028. Tahun 2027 ditargetkan sebagai fase finalisasi dan validasi basis data stok karbon. Sementara pada 2028, pemerintah daerah akan memperkuat regulasi melalui Peraturan Bupati atau Peraturan Daerah tentang tata kelola karbon biru. Setelah itu, proyek karbon akan didaftarkan ke Sistem Registri Nasional (SRN) untuk membuka peluang perdagangan karbon serta akses pendanaan pembangunan hijau.

Pemerintah daerah menilai pembangunan ekonomi biru tidak dapat dilakukan secara sektoral. Sinergi dengan berbagai pihak seperti Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, serta sektor swasta melalui investasi hijau menjadi kunci keberhasilan. Bagi Mamuju, pesisir bukan sekadar ruang tangkap ikan, melainkan aset strategis masa depan daerah. Melalui pengelolaan karbon biru yang terukur, pemerintah berharap wilayah pesisir dapat menjadi fondasi baru bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan semangat kultural “Allo Campalogana To Mamuju Masannang Masagena”, pemerintah dan masyarakat diharapkan bergerak bersama menjadikan Mamuju sebagai daerah pesisir yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (ZUL)

Sapa Ramadhan, Kader Fatayat NU Bayan Bagikan 1.500 Paket Takjil Gratis

0

PURWOREJO | Redaksi.coSemangat berbagi di bulan suci ditunjukkan oleh ratusan kader Fatayat NU se-Kecamatan Bayan. Mereka turun ke jalan untuk membagikan ribuan paket takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan Kantor Kecamatan Bayan pada Jumat (6/3/2026).

​Kegiatan bertajuk “Fatayat Bagi Takjil” ini tidak hanya bertujuan untuk membantu sesama, tetapi juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar kader serta meningkatkan keimanan di bulan Ramadhan.

BACA JUGA: Jembatan Gantung Garuda di Desa Plipir Rampung, Permudah Akses Warga

​Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Bayan, Puji Astuti, S.Sy., menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk khidmah nyata para kader. Ia menekankan bahwa keberhasilan acara ini adalah buah dari kerja sama masif seluruh ranting.

​“Ini adalah kegiatan perdana kami di tingkat kecamatan. Ribuan paket takjil ini terkumpul atas dukungan penuh dari Pengurus Ranting se-Kecamatan Bayan,” ungkap Puji.

 

​Total terdapat sekitar 1.500 paket yang didistribusikan, dengan rincian kontribusi sebagai berikut:

Pimpinan Ranting (PR)

Jumlah Paket

Pimpinan Ranting (PR)

Jumlah Paket

PR Jono

± 200

PR Jatingarang

78

PR Grantung

± 200

PR Ketiwijayan

70

PR Pekutan

187

PR Dewi

70

PR Besole

80

PR Pogungjurutengah

63

PR Jrakah

80

PR Botodaleman

60

PR Pucang Agung

60

PR Banjarejo

60

PR Bringin

60

PR Krandegan

60

PR Tangkisan

60

PR Sambeng

50

PR Sucen

50

PR Bayan

20

Paket yang dibagikan pun beragam, mulai dari nasi bungkus, kolak, es buah, hingga aneka roti dan jajanan pasar.

​Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Siti Rohmah, salah satu penerima takjil, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya aksi sosial ini.

“Kami merasa senang karena tidak perlu repot lagi menyiapkan menu berbuka. Semoga program ini bisa berlanjut dengan jumlah yang lebih banyak lagi,” harapnya.

​Senada dengan warga, Camat Bayan, Ibu Yeni Astuti, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader Fatayat NU. Menurutnya, aksi ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.

​”Selain meningkatkan keberkahan dan ketawaan, kegiatan ini menunjukkan kekompakan luar biasa dari para kader. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” pungkas Camat Bayan. (WS)

Redaksi Penyelaras: SK

Perisai Semesta : Persatuan Nasional, Kemandirian dan Doa Fondasi Utama Hadapi Badai Global

0

Oleh : Aam Abdul Salam, Sekjen PPJNA 98*

REDAKSI.CO || Menyimak apa yang disampaikan Bapak Sufmi Dasco, Persatuan Nasional dengan kompak dan solidnya masyarakat sipil merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program Presiden Prabowo Subianto. Apalagi dihadapkan pada situasi sekarang ditengah Dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja.

Gemuruh konflik di Timur Tengah antara poros AS-Israel melawan Iran bukan sekadar berita mancanegara di layar kaca; ia adalah alarm peringatan bagi dapur dan lampu di rumah-rumah kita. Bayang-bayang Perang Dunia III membawa ancaman nyata: krisis pangan, energi, dan guncangan ekonomi yang siap menerjang batas negara.

Namun, bagi Indonesia, ancaman bukanlah alasan untuk menyerah. Justru di tengah ketidakpastian ini, kita perlu memperkuat Persatuan Nasional Benteng Pertahanan Rakyat Semesta.

Tiga Pilar Antisipasi: Krisis Pangan, Krisis Energi dan Krisis Perekonomian

Menghadapi krisis global memerlukan langkah konkret yang dimulai dari unit terkecil: keluarga dan komunitas.

Kedaulatan Pangan: Saat rantai pasok global terputus, tanah kita adalah penyelamat. Memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan kosong yang kita miliki untuk menanam kebutuhan pokok bukan lagi hobi, melainkan strategi bertahan hidup dalam situasi krisis untuk ketersediaan pangan.

Ketahanan Energi: Efisiensi menjadi kunci. Mengurangi ketergantungan pada sumber daya impor dan mulai melirik potensi energi lokal adalah langkah preventif agar roda ekonomi tetap berputar saat harga minyak dunia melambung.

Stabilitas Ekonomi: Memperkuat sirkulasi ekonomi domestik dengan mencintai produk lokal akan menjaga daya tahan pasar dalam negeri dari inflasi global yang gila-gilaan.

Persatuan Nasional : Senjata Terkuat Kita

Sejarah membuktikan bahwa Indonesia runtuh bukan karena serangan dari luar, melainkan saat fondasi persatuannya retak. Menghadapi ancaman serangan fisik maupun siber yang bertujuan menghancurkan kedaulatan, persatuan rakyat adalah benteng yang tak tertembus. Tak peduli seberapa canggih teknologi lawan, rakyat yang bersatu adalah kekuatan asimetris yang paling ditakuti.

Momentum Ramadan: Benteng Langit

Di atas segala upaya lahiriah, ada kekuatan yang melampaui logika militer dan ekonomi. Momentum Bulan Ramadan tahun ini hadir sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat “Benteng Langit”.

Allahummahfadz bilaadanaa Induunisiyaa minal fitani wal mihan, waj’alhaa baldatan thayyibatan wa rabbun ghafuur) “Ya Allah, jagalah negeri kami Indonesia dari segala fitnah dan cobaan, dan jadikanlah ia negeri yang baik (aman sentosa) dengan Rabb Yang Maha Pengampun.”

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum kolektif bagi jutaan rakyat Indonesia untuk bersimpuh. Di setiap sujud dan doa berbuka, terpanjat permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar negeri ini dijauhkan dari marabahaya. Doa adalah senjata orang beriman—sebuah energi spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pukuk ancaman dunia.

Penutup

Krisis mungkin tak terelakkan, namun kehancuran bisa dicegah. Dengan perpaduan antara persiapan fisik yang matang, persatuan nasional yang solid, dan Doa mengetuk pintu langit di bulan suci, Indonesia akan tetap tegak berdiri. Kita tidak hanya sedang bertahan, kita sedang membuktikan bahwa bangsa ini adalah bangsa pemenang, negeri Indonesia dibawah panji merah putih persatuan nasional akan selamat, kuat dan tampil memimpin ditengah konflik global, berperan mewujudkan perdamaian dunia.***

*Penulis : Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi dan PWI Kab.Sukabumi.

Editor : Fikrie M

Perisai Semesta : Persatuan Nasional, Kemandirian dan Doa Fondasi Utama Hadapi Badai Global

0

Oleh : Aam Abdul Salam, Sekjen PPJNA 98*

REDAKSI.CO || Menyimak apa yang disampaikan Bapak Sufmi Dasco, Persatuan Nasional dengan kompak dan solidnya masyatakat sipil merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program Presiden Prabowo Subianto. Apalagi dihadapkan pada situasi sekarang ditengah Dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja.

Gemuruh konflik di Timur Tengah antara poros AS-Israel melawan Iran bukan sekadar berita mancanegara di layar kaca; ia adalah alarm peringatan bagi dapur dan lampu di rumah-rumah kita. Bayang-bayang Perang Dunia III membawa ancaman nyata: krisis pangan, energi, dan guncangan ekonomi yang siap menerjang batas negara.

Namun, bagi Indonesia, ancaman bukanlah alasan untuk menyerah. Justru di tengah ketidakpastian ini, kita perlu memperkuat Persatuan Nasional Benteng Pertahanan Rakyat Semesta.

Tiga Pilar Antisipasi: Krisis Pangan, Krisis Energi dan Krisis Perekonomian

Menghadapi krisis global memerlukan langkah konkret yang dimulai dari unit terkecil: keluarga dan komunitas.

Kedaulatan Pangan: Saat rantai pasok global terputus, tanah kita adalah penyelamat. Memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan kosong yang kita miliki untuk menanam kebutuhan pokok bukan lagi hobi, melainkan strategi bertahan hidup dalam situasi krisis untuk ketersediaan pangan.

Ketahanan Energi: Efisiensi menjadi kunci. Mengurangi ketergantungan pada sumber daya impor dan mulai melirik potensi energi lokal adalah langkah preventif agar roda ekonomi tetap berputar saat harga minyak dunia melambung.

Stabilitas Ekonomi: Memperkuat sirkulasi ekonomi domestik dengan mencintai produk lokal akan menjaga daya tahan pasar dalam negeri dari inflasi global yang gila-gilaan.

Persatuan Nasional : Senjata Terkuat Kita

Sejarah membuktikan bahwa Indonesia runtuh bukan karena serangan dari luar, melainkan saat fondasi persatuannya retak. Menghadapi ancaman serangan fisik maupun siber yang bertujuan menghancurkan kedaulatan, persatuan rakyat adalah benteng yang tak tertembus. Tak peduli seberapa canggih teknologi lawan, rakyat yang bersatu adalah kekuatan asimetris yang paling ditakuti.

Momentum Ramadan: Benteng Langit

Di atas segala upaya lahiriah, ada kekuatan yang melampaui logika militer dan ekonomi. Momentum Bulan Ramadan tahun ini hadir sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat “Benteng Langit”.

Allahummahfadz bilaadanaa Induunisiyaa minal fitani wal mihan, waj’alhaa baldatan thayyibatan wa rabbun ghafuur) “Ya Allah, jagalah negeri kami Indonesia dari segala fitnah dan cobaan, dan jadikanlah ia negeri yang baik (aman sentosa) dengan Rabb Yang Maha Pengampun.”

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum kolektif bagi jutaan rakyat Indonesia untuk bersimpuh. Di setiap sujud dan doa berbuka, terpanjat permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar negeri ini dijauhkan dari marabahaya. Doa adalah senjata orang beriman—sebuah energi spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pukuk ancaman dunia.

Penutup

Krisis mungkin tak terelakkan, namun kehancuran bisa dicegah. Dengan perpaduan antara persiapan fisik yang matang, persatuan nasional yang solid, dan Doa mengetuk pintu langit di bulan suci, Indonesia akan tetap tegak berdiri. Kita tidak hanya sedang bertahan, kita sedang membuktikan bahwa bangsa ini adalah bangsa pemenang, negeri Indonesia dibawah panji merah putih persatuan nasional akan selamat, kuat dan tampil memimpin ditengah konflik global, berperan mewujudkan perdamaian dunia.***

*Penulis : Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi dan PWI Kab.Sukabumi.

Editor : Fikrie M

AMKEY Fakfak Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, Tingkatkan Solidaritas dan kekeluargaan.

0

Fakfak, Redaksi.co – Dewan Pengurus Daerah AMKEY (Angkatan Muda KEY) Kabupaten Fakfak menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama pada Jumat, 6/03/ 2026. Acara yang berlangsung di kediaman salah satu pengurus ini dihadiri oleh seluruh anggota serta badan pengurus AMKEY Fakfak.

Kegiatan ini merupakan upaya AMKEY Fakfak untuk mempererat tali persaudaraan di antara anggota dan pengurus, sekaligus memperkuat solidaritas organisasi di tengah masyarakat.
Ketua DPD AMKEY Fakfak, Welem Rahalus, menyampaikan bahwa momen buka puasa bersama menjadi kesempatan tepat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antaranggota, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan yang lebih solid dalam menghadapi berbagai program kerja organisasi.

“Kami ingin memastikan setiap anggota dapat saling mengenal lebih dekat, memahami visi dan misi organisasi, serta bersama-sama berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Fakfak,” ujar Wem.
Selain berbuka puasa, kegiatan ini juga dijadikan ajang diskusi ringan mengenai program-program yang akan dijalankan AMKEY Fakfak dalam waktu dekat. Beberapa agenda penting yang dibahas antara lain pemberdayaan generasi muda, pengembangan potensi lokal, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Diskusi ini mendapat perhatian serius dari seluruh anggota, menunjukkan komitmen mereka untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat sekitar.

Acara ditutup dengan doa bersama, berbagi kebahagiaan, dan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Suasana kekeluargaan tampak kental di antara para peserta, menandakan bahwa momen seperti ini tidak hanya penting dari sisi ibadah, tetapi juga dalam penguatan nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.

Ketua DPD AMKEY menambahkan, kegiatan seperti ini akan rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk konsistensi organisasi dalam membangun karakter generasi muda yang peduli, disiplin, dan berdaya saing. “Kami berharap semangat kebersamaan ini menjadi energi positif bagi seluruh anggota AMKEY Fakfak untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama DPD AMKEY Fakfak ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam menguatkan nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Fakfak.

Jelang Lebaran, Sachrudin Perkuat Sinergi Forkopimda Jaga Kamtibmas Tangerang

0

Perkuat Sinergi Forkopimda, Sachrudin: Pastikan Kamtibmas dan Kesiapan Lebaran di Kota Tangerang

 

 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat koordinasi lintas instansi melalui Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, tersebut digelar di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang, Jumat (06/03/2026).

 

 

 

Dalam arahannya, Sachrudin menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur Forkopimda untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan kesiapan daerah menghadapi momentum Lebaran, mulai dari pengamanan wilayah, kelancaran arus mudik dan balik, hingga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

 

 

 

“Forkopimda menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, kita pastikan Kota Tangerang tetap aman, kondusif, dan masyarakat dapat menjalankan Ramadan hingga Idulfitri dengan nyaman,” tegas Sachrudin.

 

 

 

Rapat tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, di antaranya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Ketua DPRD, jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, serta para pimpinan perangkat daerah terkait.

 

 

 

Dalam forum tersebut dibahas sejumlah langkah strategis menjelang Idulfitri, antara lain penguatan pengamanan wilayah, pencegahan potensi gangguan Kamtibmas, kelancaran arus mudik dan arus balik, pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok, keamanan pangan, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, hingga kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat.

 

 

 

Sachrudin juga menekankan pentingnya peran perangkat wilayah hingga tingkat RT dan RW untuk memperkuat kewaspadaan di lingkungan masing-masing, terutama bagi warga yang akan meninggalkan rumah saat mudik.

 

 

 

“Kita ingin memastikan warga merasa aman saat merayakan Lebaran, termasuk bagi mereka yang mudik. Karena itu, koordinasi hingga tingkat wilayah terus kita perkuat,” ujarnya.

 

 

 

Ia pun mengapresiasi situasi Kamtibmas di Kota Tangerang yang hingga saat ini tetap kondusif selama Ramadan.

 

 

 

Berdasarkan laporan jajaran kepolisian, belum terdapat kejadian tawuran yang biasanya rawan terjadi di periode tersebut.

 

 

 

“Alhamdulillah, dari laporan Wakapolres disampaikan bahwa selama Ramadan ini belum terjadi tawuran. Ini menunjukkan sinergi kita bersama masyarakat berjalan baik,” katanya.

 

 

 

Selain itu, Sachrudin juga menginformasikan adanya dukungan dari unsur Forkopimda, yakni Kejaksaan Negeri, Polres Metro Tangerang Kota, dan Kodim 0506/Tangerang yang siap menyediakan lahan parkir untuk penitipan kendaraan warga selama masa mudik Lebaran.

 

 

 

“Ini bentuk kolaborasi nyata Forkopimda untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Mari kita terus tingkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan agar situasi Kota Tangerang tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(*/red)

Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran, Anggota DPRD Mansurudin Tekankan Kesiapan Pengamanan dan Lalu Lintas

0

Redaksi.co, Sukabumi || Menjelang masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PAN, Mansurudin, mengingatkan potensi lonjakan wisatawan yang diperkirakan memadati sejumlah destinasi wisata di wilayah Sukabumi.

Hal tersebut disampaikan Mansurudin usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral tingkat menteri secara virtual terkait kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Rakor bidang operasional tersebut juga diikuti unsur Polri, TNI, relawan, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Rakor dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam forum tersebut dibahas kesiapan pengamanan menjelang arus mudik dan balik Lebaran, termasuk pengamanan objek vital serta lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian masyarakat.

Operasi Ketupat 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis seperti masjid, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, jalur utama mudik, hingga kawasan objek wisata.

Mansurudin mengatakan, Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan libur Lebaran. Langkah tersebut antara lain penempatan personel di titik rawan kemacetan, pengaturan lalu lintas, rekayasa arus kendaraan, hingga penerapan sistem one way dan contra flow di jalur-jalur tertentu.

“Saya menilai pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini harus dimaksimalkan. Mobilitas masyarakat diprediksi meningkat cukup signifikan, terutama menuju daerah wisata yang menjadi tujuan liburan keluarga,” ujar Mansurudin usai mengikuti rakor di Mapolres Sukabumi, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, Kabupaten Sukabumi yang memiliki banyak destinasi wisata alam berpotensi mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur Lebaran. Karena itu, kesiapan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan wisata perlu menjadi perhatian serius.

Menurutnya, salah satu langkah antisipasi yang perlu disiapkan adalah penambahan kantong parkir di sekitar objek wisata guna mencegah penumpukan kendaraan di badan jalan.

“Lonjakan wisatawan, khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi, harus diantisipasi sejak awal. Pengaturan pintu masuk dan keluar kawasan wisata juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kepadatan kendaraan,” jelasnya.

Mansurudin menegaskan, keberhasilan pengamanan selama masa libur Lebaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

“Sinergitas semua unsur menjadi kunci agar arus mudik, arus balik, serta aktivitas wisata masyarakat selama libur Lebaran dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tandasnya. (Dede Heri)***

Editor : AS

Desa Gunung Karamat Kecamatan Cisolok: Kembangkan Potensi Alam, Pertanian, dan Potensi Pariwisata

0

Redaksi.co || Desa Gunung Karamat yang berada di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, merupakan salah satu desa yang memiliki beragam potensi sumber daya alam dan ekonomi masyarakat. Letaknya yang berada di kawasan perbukitan dengan kondisi alam yang masih asri menjadikan desa ini memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata berbasis alam.

Secara geografis, Desa Gunung Karamat berada di wilayah dataran tinggi dengan suhu udara yang relatif sejuk serta memiliki tanah yang subur. Kondisi ini menjadikan desa tersebut sangat cocok untuk berbagai kegiatan pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Potensi Perkebunan Kopi

Salah satu potensi yang mulai berkembang di Desa Gunung Karamat adalah komoditas kopi. Tanaman kopi tumbuh dengan baik di kawasan perbukitan desa yang memiliki ketinggian dan iklim yang mendukung. Sebagian masyarakat telah membudidayakan kopi sebagai salah satu sumber penghasilan.

Biji kopi yang dihasilkan dari wilayah ini dikenal memiliki karakter rasa yang khas dari kawasan pegunungan. Dengan pengelolaan yang lebih optimal, mulai dari proses budidaya, panen hingga pengolahan pascapanen, kopi Gunung Karamat berpeluang menjadi salah satu produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Potensi Pertanian

Selain perkebunan kopi, masyarakat Desa Gunung Karamat juga mengembangkan berbagai komoditas pertanian. Lahan-lahan pertanian di desa ini dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura yang menopang kebutuhan ekonomi masyarakat.

Kesuburan tanah serta ketersediaan sumber air dari kawasan pegunungan menjadi faktor penting yang mendukung aktivitas pertanian warga. Hasil pertanian tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasarkan ke wilayah sekitar Kecamatan Cisolok dan daerah lainnya di Kabupaten Sukabumi.

Potensi Pariwisata Alam

Selain sektor pertanian dan perkebunan, Desa Gunung Karamat juga memiliki potensi wisata alam yang cukup menjanjikan. Lanskap perbukitan, udara sejuk, serta pemandangan alam yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan.

Beberapa kawasan di desa ini memiliki panorama alam yang indah dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam, seperti wisata trekking, agrowisata perkebunan, hingga wisata edukasi pertanian.

Potensi ini dinilai dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif, seperti usaha kuliner lokal, homestay, hingga produk kerajinan yang dapat menunjang kegiatan pariwisata desa.

Potensi Sosial dan Budaya

Selain kekayaan sumber daya alam, Desa Gunung Karamat juga memiliki potensi sosial budaya yang kuat. Kehidupan masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun dan mengembangkan desa.

Berbagai kegiatan kemasyarakatan, tradisi lokal, serta kehidupan sosial yang harmonis menjadi bagian dari identitas desa yang dapat memperkuat pengembangan potensi wilayah.

Peluang Pengembangan Desa

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Desa Gunung Karamat memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Dukungan dari pemerintah daerah, lembaga desa, kelompok tani, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pemanfaatan potensi desa secara optimal.

Pengembangan sektor pertanian, perkebunan kopi, serta wisata berbasis alam diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan Desa Gunung Karamat sebagai salah satu desa yang memiliki kekayaan potensi di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Ke depan, melalui pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, potensi Desa Gunung Karamat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat serta menjadi bagian dari penguatan potensi desa di Kabupaten Sukabumi. (Opik)***

Editor : AS