Beranda blog Halaman 157

Perkuat Akar Rumput, DPC PSI Kecamatan Butuh Gelar Konsolidasi Bersama Pengurus Ranting

0

 

PURWOREJO | REDAKSI.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, menggelar kegiatan konsolidasi bersama seluruh Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) se-Kecamatan Butuh. Acara tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PSI Kecamatan Butuh, yang bertempat di kediaman Ketua DPC, Ky. Slamet Ilyam, Desa Kedungagung, Kecamatan Butuh.

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Purworejo, Bambang Gatot Senoaji, S.E., M.M., beserta jajaran pengurus harian DPD dan seluruh pengurus DPC. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi motivasi sekaligus penguat bagi seluruh pengurus ranting untuk semakin solid dalam membesarkan partai di tingkat akar rumput.

​Dalam sambutannya, Ketua DPC PSI Kecamatan Butuh, Ky. Slamet Ilyam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus Dewan Pimpinan Ranting dari setiap desa yang telah berkenan hadir.

​“Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan kesediaan teman-teman pengurus tingkat desa untuk bergabung dan menguatkan struktur Partai PSI di Kecamatan Butuh. Ini bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat hidup,” ujar Ky. Slamet Ilyam.

Lebih lanjut, beliau menegaskan filosofi simbol gajah yang menjadi lambang PSI. Menurutnya, gajah melambangkan sikap optimis. Optimis bahwa PSI akan terus menjadi wadah yang transparan dan terbuka dalam menjaring, mendengar, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Dengan semangat itu, saya optimis PSI ke depan akan tumbuh menjadi partai besar yang menjadi pilihan utama, khususnya bagi generasi milenial dan generasi muda lainnya,” lanjutnya.

​Beliau juga menambahkan bahwa PSI adalah partai yang paling tepat untuk mengikuti perkembangan zaman yang serba canggih dan modern. Pengurus dan kader dituntut untuk adaptif, terbuka pada perubahan, dan hadir dengan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat.

​Kegiatan konsolidasi ini menjadi langkah awal penguatan struktur partai hingga ke tingkat desa. Acara ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan PSI sebagai partai yang dekat dengan rakyat, responsif, dan mampu membawa perubahan positif di wilayah Kecamatan Butuh.

​(Wahid Supriyanto)

 

RSUDMA Sumenep Berikan Solusi Sehat Pasca Idul Qurban

0

Perayaan Idul Adha identik dengan konsumsi hidangan berbahan dasar daging merah (sapi, kambing, dan domba) seperti sate, gulai, dan rendang.

 

Hal ini tentu menimbulkan resiko bagi kesehatan, konsumsi daging berlebih yang diolah dengan santan atau minyak jenuh dapat memicu lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL), asam urat, dan tekanan darah.

Sangat beresiko bagi individu dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes,karena dapat memicu komplikasi.

 

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah dr. H.Moh.Anwar (RSUDMA) Sumenep,menganjurkan untuk membatasi porsi daging,dengan memilih potongan rendah lemak,

 

“Perlu diwaspadai,efek dari terlalu banyak mengkonsumsi olahan daging kurban dapat memicu lonjakan kolesterol dan gangguan pencernaan,” kata Direktur RSUDMA Sumenep, dr Erliyati M.Kes, sabtu (31/05/26).

 

Pihaknya menghimbau supaya masyarakat dapat menyeimbangkannya dengan asupan sayur dan buah,

 

“Perbanyak konsumsi sayur dan buah serta banyak minum air putih merupakan solusi untuk melancarkan pencernaan dan mengikat lemak berlebih,” terangnya.

 

“Disamping itu,pengolahan daging dengan cara direbus atau dipanggang jauh lebih aman dan lebih disarankan daripada digoreng,” imbuhnya.

 

Erliyati juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan waspada dalam menjaga kesehatan tubuh, dengan lebih awal melakukan skrining kesehatan,

 

“Jika anda mulai merasakan keluhan seperti pusing, leher tegang, atau nyeri dada setelah konsumsi banyak daging, anda dapat berkonsultasi langsung atau melakukan pemeriksaan darah rutin di RSUDMA Sumenep,” tukasnya.(HR)

Peringatan Harkitnas , Dorong RSUDMA Sumenep Untuk Lebih Tingkatkan Kualitas Layanan Pasien

0

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep memaknai momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai dorongan utama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, dan humanis kepada masyarakat.

 

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati M.Kes, menyatakan bahwa

nilai-nilai perjuangan Budi Utomo direfleksikan ke dalam transformasi layanan medis yang lebih baik dan merata.

 

“Momen Peringatan Harkitnas 20 mei lalu,kita wujudkan dengan memastikan semua pasien mendapatkan layanan dan perawatan yang cepat, ramah, dan profesional,” tegas dr.Erliyati, sabtu (31/05/26).

 

“Kami telah melakukan upaya transformasi digital dengan mengadopsi inovasi teknologi di bidang medis untuk mempermudah akses dalam memaksimalkan layanan kesehatan pada masyarakat,” imbuh Erliyati.

 

Mantan Kabid Yankes itu juga menyebut,peringatan Harkitnas sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas di internal RSUDMA.

 

“Nilai semangat juang Budi Utomo diharapkan

menjadi semangat utama untuk bangkit dan memperkuat infrastruktur medis nasional agar mampu menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks,

dan sekaligus memperkuat solidaritas di antara seluruh civitas hospitalia baik itu dokter, perawat, dan seluruh staf agar bekerja lebih solid dan fokus dalam mendukung program strategis pemerintah,dimana salah satunya termasuk penyediaan layanan cek kesehatan gratis secara merata,” tutupnya.

(HR)

Tetap Melayani Selama Cuti Idul Adha, Bukti Nyata Optimalisasi Layanan Kesehatan RSUDMA Sumenep 

0

Refleksi Hari Raya Idul Adha di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dimaknai sebagai momentum untuk meneladani keikhlasan berkorban dan memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Semangat ini tercermin nyata dari dedikasi para tenaga kesehatan yang tetap siaga melayani masyarakat, menyingkirkan ego pribadi demi menyelamatkan nyawa saat sebagian besar orang berkumpul bersama keluarga.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati M.Kes, mengatakan esensi dari Idul Adha telah melampaui rutinitas ibadah, melainkan sebuah refleksi spiritual yang mendalam.

“Hari Raya Idul Adha adalah momentum emas untuk mengasah kepekaan sosial kita melaui sikap berbagi dan ikhlas. Meneladani keteguhan kisah Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS, momen berbagi ini diharapkan mampu mengikis jarak sosial sehingga kita dapat lebih dekat dengan sesama manusia, sekaligus menjadi sarana meningkatkan mardatillah atau kedekatan diri kepada Allah SWT,” ungkap dr.Erliyati , sabtu (31/05/26).

Melalui momentum keagamaan ini, RSUDMA Sumenep, berkomitmen untuk terus memupuk semangat kebersamaan dan memperkokoh rasa kepedulian sosial, tidak hanya di lingkungan internal antar pegawai, tetapi juga menyentuh masyarakat luas di sekitar wilayah dinas kerja.

“Semangat kurban menjadi landasan moral bagi seluruh jajaran civitas RSUDMA Sumenep untuk terus memberikan pelayanan kesehatan dengan hati dan penuh ketulusan,” ujar Erliyati.

Untuk diketahui selama libur cuti Idul Adha pihak manajemen RSUDMA Sumenep tetap memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, Petugas medis, perawat, dan staf pendukung di IGD, rawat inap, hingga ICU mengorbankan waktu libur demi memastikan keselamatan dan kesembuhan pasien.

(HR)

*Ayah Datang Saat Bahagia,Ibu Bertahan Saat Terluka”Jangan Buang Ibu Jadi Tamparan Emosional Jelang Idul Adha

0

Jakarta, Redaksi.Co — Industri film Indonesia kembali menghadirkan kisah keluarga yang menyentuh hati lewat film drama terbaru Jangan Buang Ibu, Menjelang penayangannya pada 25 Juni 2026 mendatang, Leo Pictures resmi merilis trailer terbaru yang langsung ramai diperbincangkan publik karena menyuguhkan emosi mendalam tentang perjuangan seorang ibu.

Berbeda dari drama keluarga biasa, film ini mengangkat sisi paling sunyi dalam hubungan orangtua dan anak, terutama tentang pengorbanan seorang ibu yang perlahan terlupakan ketika anak-anak tumbuh dewasa dan mulai menjalani kehidupan masing-masing.

Dalam trailer terbarunya, penonton diperlihatkan sosok Ristiana yang dimainkan Nirina Zubir, seorang ibu tunggal yang harus bertahan menghadapi kerasnya hidup demi membesarkan ketiga anaknya,Dengan segala keterbatasan, ia tetap berusaha menjadi tempat pulang paling hangat bagi keluarganya.

Namun seiring waktu, hubungan yang dulu penuh kasih mulai berubah,Anak-anak yang telah dewasa membawa luka, ego, dan pilihan hidup masing-masing hingga perlahan menciptakan jarak dalam keluarga tersebut.

Konflik paling emosional muncul ketika Dewi yang diperankan Amanda Manopo memilih meminta ayah kandungnya menjadi wali nikah, meski sosok tersebut telah lama meninggalkan keluarga, Adegan itu diperkuat dengan dialog penuh luka dari Tama, karakter yang dimainkan Refal Hady, yang memilih menganggap ayahnya telah tiada agar rasa sakit masa lalu tidak kembali terbuka.

Nuansa haru dalam trailer semakin kuat karena terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak orang, Tidak sedikit penonton yang mengaku tersentuh karena kisahnya merefleksikan realita hubungan keluarga modern yang perlahan renggang akibat kesibukan dan konflik yang dipendam terlalu lama.

CEO Leo Pictures sekaligus produser film, Agung Saputra, menyebut perilisan trailer sengaja dilakukan menjelang Idul Adha sebagai pengingat tentang pentingnya perhatian kecil kepada orangtua, Menurutnya, kasih sayang sederhana seperti menanyakan kabar atau meluangkan waktu bersama keluarga sering kali menjadi hal paling berarti bagi seorang ibu.

Sementara itu, Nirina Zubir mengungkapkan bahwa film ini bukan sekadar drama keluarga, melainkan refleksi tentang arti rumah dan pelukan orangtua yang sering baru disadari ketika mulai kehilangan.

Selain Nirina Zubir, Amanda Manopo, dan Refal Hady, film ini juga diperkuat penampilan Dwi Sasono, Erika Carlina, Fadly Faisal, serta Saputra Kori.

Disutradarai Hadrah Daeng Ratu, Jangan Buang Ibu diprediksi menjadi salah satu film drama keluarga paling emosional tahun ini, Apalagi Leo Pictures sebelumnya sukses besar lewat film Bila Esok Ibu Tiada yang berhasil menyentuh jutaan penonton Indonesia.

Dengan cerita yang begitu dekat dengan realita kehidupan, film ini diperkirakan tidak hanya menghadirkan tangisan di bioskop, tetapi juga membuat banyak orang pulang dengan keinginan sederhana: segera memeluk ibunya.

AMPS Bongkar Temuan BPK di Dinas Pendidikan Sulbar, Desak Audit Total dan Transparansi Publik

0

Redaksi.co MAMUJU : Aliansi Mahasiswa Peduli Sulawesi Barat (AMPS) melancarkan kritik keras terhadap pengelolaan anggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap sejumlah temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

Ketua AMPS, Hasbi Assiddik, menegaskan bahwa temuan BPK tersebut menjadi alarm serius bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola anggaran pendidikan.

Jangan biarkan temuan BPK hanya menjadi dokumen yang menumpuk di meja birokrasi. Anggaran pendidikan adalah hak masyarakat dan masa depan generasi muda Sulawesi Barat. Setiap temuan harus ditindaklanjuti secara terbuka dan tuntas,” tegas Hasbi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi sorotan. Salah satunya adalah pengadaan peralatan dan mesin yang diserahkan kepada masyarakat yang belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai ketentuan. Temuan ini berkaitan dengan pengadaan sarana praktik kejuruan pada sejumlah sekolah penerima bantuan pemerintah.

Tak hanya itu, BPK juga menemukan persoalan dalam proses pengadaan peralatan dan mesin untuk kebutuhan praktik kejuruan di beberapa SMK. Permasalahan tersebut mencakup penyusunan spesifikasi teknis dan perencanaan pengadaan yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lebih jauh, BPK turut menemukan kekurangan volume pekerjaan pada sejumlah kegiatan pembangunan fisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat. Temuan ini mengindikasikan adanya pelaksanaan pekerjaan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kontrak dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

AMPS menilai seluruh temuan tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif biasa. Sebab, sektor pendidikan merupakan sektor strategis yang menyangkut langsung kualitas layanan pendidikan dan masa depan ribuan pelajar di Sulawesi Barat.

Ketika pengelolaan anggaran pendidikan bermasalah, yang dirugikan bukan hanya keuangan daerah, tetapi juga kualitas pendidikan yang diterima masyarakat,” ujar Hasbi.

Atas dasar itu, AMPS melayangkan lima tuntutan tegas kepada pemerintah dan lembaga terkait:

1. Mendesak Gubernur Sulawesi Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat.

2. Mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuka secara transparan tindak lanjut seluruh rekomendasi BPK kepada publik.

3. Mendesak Inspektorat Provinsi Sulawesi Barat melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap seluruh kegiatan yang menjadi temuan BPK.

4. Mendesak DPRD Provinsi Sulawesi Barat mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap penyelesaian rekomendasi BPK.

5. Mendesak aparat penegak hukum melakukan pendalaman apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

AMPS menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal penyelesaian seluruh temuan BPK hingga tuntas.

“Masyarakat berhak mengetahui ke mana anggaran pendidikan digunakan dan bagaimana pengelolaannya. Kami akan mengawasi setiap proses tindak lanjut agar temuan BPK tidak berhenti hanya sebagai catatan pemeriksaan tanpa penyelesaian yang jelas,” pungkas Hasbi Assiddik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan AMPS. (ZUL)

Dukungan Mengalir untuk Ahmad Bahar, Bhaladika SOKSI Serukan Penyelesaian Bermartabat

0

Dukungan Jakarta,Redaksi.Co – Gelombang dukungan moril terhadap Ahmad Bahar terus berdatangan,Kali ini, jajaran pengurus dan anggota Ormas Bhaladika Karya SOKSI Depidar DKI Jakarta mendatangi kediaman Ahmad Bahar di kawasan Kota Depok, Minggu (31/5/2026), sebagai bentuk solidaritas sekaligus ajakan menjaga penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat.

Kedatangan rombongan dipimpin langsung Ketua Bhaladika Karya SOKSI Depidar DKI Jakarta, Sapto Wibowo, S.H. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di kawasan Bukit Cengkeh, Kecamatan Cimanggis.

Sapto menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan bentuk kepedulian organisasi terhadap sesama anak bangsa yang tengah menghadapi persoalan,
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril dan memastikan kondisi Pak Ahmad Bahar secara langsung, Solidaritas seperti ini penting agar seseorang tidak merasa sendiri menghadapi persoalan,” ujar Sapto.

Menurutnya, penyelesaian setiap persoalan harus mengedepankan musyawarah dan jalur hukum yang berlaku, bukan tindakan emosional ataupun cara-cara yang dapat memperkeruh keadaan,
“Kita hidup di negara hukum, Semua pihak memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, Karena itu penyelesaian terbaik adalah melalui dialog, musyawarah, dan proses hukum yang profesional,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Panglima Bhaladika Karya SOKSI Depidar DKI Jakarta, Budai, Ia mengatakan dukungan yang diberikan kepada Ahmad Bahar merupakan bentuk empati dan persaudaraan,
“Kami datang untuk memberikan semangat, Dalam situasi apa pun, dukungan moral dari sahabat dan keluarga besar sangat berarti,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Bahar mengaku tersentuh atas perhatian yang diberikan para pengurus dan anggota Bhaladika Karya SOKSI Depidar DKI Jakarta, Ia menyebut kehadiran mereka menjadi suntikan semangat di tengah persoalan yang sedang dihadapinya,
“Saya benar-benar berterima kasih, Mereka datang tanpa diminta, tanpa pamrih, hanya karena rasa persaudaraan, Ini menunjukkan bahwa solidaritas sesama rakyat kecil masih ada,” ucap Ahmad Bahar.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Bahar juga sempat menyinggung buku yang pernah ditulisnya berjudul Rapot Merah Sang Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ia menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan bentuk kritik terhadap dinamika reformasi di institusi kepolisian.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perhatian yang diberikan aparat kepolisian, mulai dari Kapolres Metro Depok, Kapolda Metro Jaya hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas persoalan yang tengah dialaminya.

“Saya tetap menghormati dan berterima kasih karena ada perhatian terhadap persoalan ini, Saya berharap proses hukum berjalan profesional dan objektif,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan pesan kebersamaan dan ajakan menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat, Bhaladika Karya SOKSI menilai solidaritas sosial dan penyelesaian yang bijak menjadi kunci penting dalam menjaga persatuan di tengah berbagai persoalan yang berkembang di ruang publik.

*Patroli Brimob PMJ Amankan 3 Remaja Diduga Hendak Balap Liar di Bekasi*

0

Jakarta, Redaksi.Co- Tim Patmob D 73 Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya mengamankan tiga remaja yang diduga hendak melakukan balap liar saat patroli dini hari di wilayah Bekasi, Minggu (31/5/2026). Ketiganya diamankan di kawasan Jalan Haji Nausan bersama dua unit sepeda motor.

Patroli dilakukan untuk mengantisipasi tawuran, begal, balap liar, hingga kejahatan jalanan lainnya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota. Sebelum penindakan, petugas lebih dulu menyisir sejumlah titik rawan seperti Harapan Indah, Boulevard, hingga kawasan Babelan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli malam hingga dini hari rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan kamtibmas yang berpotensi membahayakan masyarakat. Ia menegaskan balap liar tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berisiko memicu kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Ketiga remaja tersebut kemudian dibawa dan diserahkan ke jajaran Polsubsektor Karangsatria untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama barang bukti kendaraan bermotor. Polisi juga mengimbau masyarakat segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan aksi balap liar atau aktivitas mencurigakan lainnya di lingkungan sekitar.

Usai penindakan, patroli kembali dilanjutkan hingga pagi hari untuk memastikan situasi wilayah Bekasi tetap aman dan kondusif. Polisi turut mengingatkan para remaja agar tidak menggunakan jalan umum untuk balap liar dan lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Menenun Asap, Menjual Cermin: Ketika Negara Sibuk Berdandan di Tepi Jurang

0

Oleh : Gobang Pendiri Ikatan Bankir Pancasila/Aktivis 98/Aktivis Barikade 98

REDAKSI.CO || Kita hari ini hidup dalam estetika panggung sandiwara yang sangat rapi. Krisis modern tidak lagi datang seperti hantaman godam—bukan lewat tank yang merayap di jalan protokol atau pengumuman jam malam pascakudeta. Ia datang dengan sangat sopan, merayap pelan seperti rayap di tiang fondasi rumah kayu. Ia hadir lewat pelemahan konstitusi yang dibungkus bahasa hukum yang rumit, normalisasi konflik kepentingan yang dianggap “lumrah bisnis”, dan penurunan kepercayaan publik yang dikubur di bawah tumpukan infografis keberhasilan pemerintah.

Secara ekonomi dan politik, kita sedang menyaksikan fenomena “menenun asap”. Kekuasaan hari ini lebih sibuk mempertahankan citra dan mengelola persepsi daripada menyelesaikan realitas sosial-ekonomi yang makin mencekik di akar rumput.

Estetika Kepalsuan: Ketika Citra Menggantikan Realitas

Dalam kacamata seni, apa yang dilakukan para pembuat kebijakan kita saat ini adalah sejenis seni instalasi yang manipulatif. Jean Baudrillard, seorang pemikir filsafat kontemporer, pernah mengenalkan istilah simulakra—sebuah kondisi di mana salinan atau citra visual telah menggantikan realitas aslinya.

Politik kita hari ini adalah simulakra itu. Kita melihat senyum ramah di media sosial, peresmian proyek dengan pita megah, dan angka-angka statistik yang dimanipulasi agar terlihat seksi. Namun, ketika kita menengok ke dapur masyarakat, realitas ekonomi berbicara sebaliknya: daya beli rontok, lapangan kerja formal menyusut, dan biaya hidup meroket.

Negara mengalami disfungsi organ yang akut. Institusi-institusi yang seharusnya menjadi pilar penyangga dan pengawas, kini kehilangan fungsi orisinalnya. Mereka berubah menjadi stempel legalitas bagi kepentingan segelintir elite. Ketika institusi kehilangan fungsinya, kompas moral negara otomatis patah. Negara berjalan tanpa arah, komat-kamit merapalkan mantra pertumbuhan ekonomi yang insentifnya hanya dinikmati oleh lingkaran dalam kekuasaan.

Konsolidasi di Titik Temu Krisis

Secara ekonomi-politik, matematika kekuasaan selalu punya batas jenuh. Ketika kepercayaan publik menguap habis, legitimasi moral sebuah rezim akan runtuh. Ketiadaan legitimasi ini membuat kekuasaan tidak lagi dijalankan berdasarkan kepatuhan sukarela warga negara, melainkan murni dipertahankan dengan paksaan, hukum yang tebang pilih, dan pragmatisme transaksional.

Di sinilah titik temunya. Kita tidak sedang menghadapi krisis politik atau krisis ekonomi secara terpisah. Keduanya telah kawin mawin melahirkan badai sempurna (the perfect storm).

Melihat situasi kritis ini, kawan-kawan pergerakan dan lintas elemen di akar rumput mulai sadar. Perbedaan ideologi kosmetik, ego kelompok, dan sekat-sekat sektarian mulai dikesampingkan. Konsolidasi besar sedang ditenun kembali. Ada kesadaran kolektif bahwa tugas sejarah yang ada di depan mata jauh lebih besar daripada sekadar urusan eksistensi kelompok kecil.

Akhir dari Keheningan

Sejarah selalu mengajarkan satu hal secara berulang dan rigid: perut yang lapar dan hukum yang tidak adil adalah bahan bakar terbaik bagi perubahan sosial.

Ketika ruang dialog disumbat oleh keangkuhan kekuasaan yang sibuk berdandan di depan cermin, jangan kaget jika keheningan publik tiba-tiba pecah. Saat kepercayaan benar-benar berada di titik nol, kekuasaan yang ringkih itu tidak akan mampu lagi menahan bendungan amarah. Pada titik pertemuan krisis politik dan ekonomi inilah, suara-suara keras dari pinggiran akan mulai menggelora. Suara yang tidak lagi meminta, tetapi menuntut untuk melenyapkan segala kekacauan yang dipelihara di pusat kekuasaan.

Sebelum semuanya terlambat, mari berhenti menjual cermin dan mulailah melihat realitas.***

EDITOR : YOSEP M

Ekosistem Sungai Terancam, BADKO HMI Sulbar Tantang PT. MAS Barakkang Buka Suara

0

Redaksi.co MATENG : Tragedi pencemaran lingkungan kian hebat mengguncang Desa Barakkang, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. Aliran sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga, mendadak berubah menjadi kuburan massal bagi ekosistem air. Udang dan ikan ditemukan mengambang teler hingga mati massal. Tudingan keras langsung mengarah ke satu hidung: PT. MAS Barakkang.

Gerah melihat alamnya dirusak dan masyarakatnya dikorbankan, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Barat langsung mengambil posisi menyerang. Lewat Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP), mereka menuntut pertanggungjawaban mutlak atas dugaan kejahatan lingkungan ini.

Pencemaran ini bukan sekadar isu lingkungan biasa, melainkan ancaman langsung terhadap isi piring dan nyawa warga sekitar sungai. Kabid PTKP BADKO HMI Sulbar, Widodo, dengan nada tinggi menegaskan bahwa kongkalikong korporasi yang merusak alam tidak akan dibiarkan lolos begitu saja.

Kami menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi sungai yang diduga telah tercemar sehingga menyebabkan banyak udang dan ikan teler bahkan mati. Kami mendesak pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan pihak berwenang untuk segera turun melakukan pemeriksaan secara transparan dan profesional. Jika terbukti terdapat pelanggaran lingkungan, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku!” tegas Widodo, Kabid PTKP BADKO HMI Sulbar.

Widodo mengingatkan dengan keras bahwa masuknya investasi ke Sulawesi Barat bukan berarti memberi lampu hijau bagi perusahaan untuk mengencingi hak-hak ekologis warga.

“Investasi dan aktivitas industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan. Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang dirugikan. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan kepastian!” lanjutnya tanpa kompromi.

3 Tuntutan Radikal HMI Sulbar untuk PT MAS Barakkang & Pemda:

Untuk memastikan kasus ini tidak masuk “angin” atau diselesaikan di bawah meja, BADKO HMI Sulbar menyuarakan tiga tuntutan krusial:

Audit Investigatif Total: Mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan uji laboratorium independen terhadap kualitas air sungai secara transparan, bukan formalitas belaka.

Buka Mulut, PT MAS Barakkang!: Menantang pihak perusahaan untuk segera memberikan klarifikasi terbuka di depan publik, bukan bersembunyi di balik dinding pabrik.

Uji Sampel Independen: Mendorong gerakan masyarakat sipil untuk mengambil sampel air secara mandiri agar hasil pemeriksaan tidak dimanipulasi.

Lingkungan yang sehat adalah hak masyarakat. Oleh karena itu, setiap dugaan pencemaran harus diusut secara transparan demi menjaga kelestarian alam dan keselamatan masyarakat,” tutup Widodo.

Bola panas kini berada di tangan Dinas Lingkungan Hidup Sulbar dan manajemen PT. MAS Barakkang. Apakah hukum akan tajam menghantam perusak lingkungan, atau justru melempem di hadapan korporasi? Publik menunggu bukti! (ZUL)