Beranda blog Halaman 141

Pembagian 5 KPM BLT DD Desa Kutai Donok Berjalan Dengan Sukses dan ini Kades,

0

Pembagian 5 KPM BLT DD Desa Kutai Donok Berjalan Dengan Sukses dan ini Kades,

‎Lebong -Redaksi.co – kamis 8 Juni 2026, Desa Kutai Donok hari ini melakukan penyaluran BLT-DD tahap pertama, sebanyak 5 KPM menerima BLT-DD tahap ke satu tepatnya di kantor desa Kota Donok kecamatan Lebong Selatan

‎Dalam pembagian BLT-DD ini terlihat hadir ,, Kepala Desa , BPD, dan pendamping desa dan pendamping kecamatan,Babinkamtibmas,Perangkat Desa, serta Masyarakat Penerima, Manfaat Serahkan Bantuan pertama Kalinya di hari Senen 8 juni 2026

‎Dalam penyaluran BLT-DD Kepala Desa Kutai Donok menyampaikan pesan kepada penerima manfaat

‎”Bapak/Ibu sekalian, pada kesempatan ini, saya selaku Kepala Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat dan daerah, khususnya Kementerian Desa, atas dukungan dan bantuan Dana Desa yang dapat kita manfaatkan untuk berbagai program pembangunan, termasuk BLT Dana Desa ini.

‎BLT Dana Desa ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang terdampak kondisi ekonomi sulit. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga penerima, membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, serta memberikan stimulus untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

‎Kepada saudara-saudara penerima BLT Dana Desa,

‎saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kebutuhan. Prioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.

‎Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat desa agar dapat mendukung program pembangunan desa, termasuk BLT Dana Desa ini. Mari kita jaga dan gunakan bantuan ini dengan bijak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.”

‎Demikian arahan dari saya, semoga acara pembagian BLT Dana Desa ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi kita semua. Pungkas Kades Fiky Anuari

‎Rilis CIKAK S,A

Kualitas Proyek Rabat Beton Desa Beringin Disorot, Kades Desak Pelaksana Segera Perbaiki

0

PURWOREJO ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 ) – Proyek pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa Tahap I Tahun 2025 di Desa Beringin, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menuai sorotan tajam. Jalan yang baru hitungan minggu selesai dikerjakan tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik, memicu keluhan warga serta mempertanyakan kualitas pelaksanaan proyek.

​Kepala Desa Beringin mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali meminta pihak pelaksana, CV Pangestu Jaya Mandiri, untuk segera melakukan perbaikan. Namun hingga kini, komitmen tersebut belum juga terealisasi.

​”Saya sudah berkali-kali memohon agar jalan cor blok yang rusak segera diperbaiki. Namun jawabannya selalu besok-besok, sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar Kepala Desa Beringin.

​Kondisi ini membuat pemerintah desa berada dalam posisi sulit di hadapan masyarakat. Pasalnya, proyek yang dibiayai menggunakan uang negara itu kini memicu polemik karena kualitas hasil pekerjaan dinilai tidak sesuai harapan.

“Saya berharap pihak pelaksana segera bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat menilai buruk pemerintah desa akibat jalan yang baru dibangun tetapi sudah rusak dan tidak kunjung diperbaiki,” tambahnya.

​Senada dengan Kades, mantan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Imam Susilo, juga sangat menyayangkan kerusakan dini tersebut. Menurutnya, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius pihak kontraktor.

“Baru beberapa minggu selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan. Sebagai pelaksana, seharusnya ada tanggung jawab moral maupun material terhadap hasil pekerjaan yang dikerjakan,” tegas Imam.

​Berdasarkan data teknis yang dihimpun, proyek jalan rabat beton tersebut memiliki spesifikasi panjang sekitar 300 meter, lebar berkisar 2 hingga 2,5 meter, dengan ketebalan sekitar 12 sentimeter. Keluhan serupa juga diutarakan oleh Supri (65), salah seorang warga setempat. Ia mengaku sangat kecewa melihat fasilitas publik di desanya cepat hancur.

“Masa jalan baru selesai sudah hancur. Kami minta segera diperbaiki,” cetusnya.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸Polres Purwakarta Rangkul LMDH dan Stakeholder Guna Perkuat Pencegahan Karhutla

Di sisi lain, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan memberikan penjelasan berbeda. Susilo menyebut bahwa proses pengerjaan di lapangan dilakukan secara kolaboratif antara pihak CV dan warga setempat. Menurutnya, sebagian tenaga kerja berasal dari CV, sementara sebagian lainnya merupakan masyarakat desa.

​Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak menerima pekerjaan tersebut dalam bentuk kontrak pemborongan penuh. Kerja sama yang dijalin, menurutnya, lebih kepada penyediaan material berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK), bukan kontrak pekerjaan konstruksi secara menyeluruh.

​Menurut Susilo, apabila terdapat kekurangan dalam hasil fisik di lapangan, pengawasan dan evaluasi seharusnya dilakukan bersama-sama sejak proses pelaksanaan berlangsung.

​”Kalau ada yang dianggap kurang bagus, seharusnya ada masukan sejak awal. Karena pekerjaan ini dilakukan bersama-sama,” kilahnya.

​Terkait tuntutan perbaikan atas kerusakan jalan tersebut, Susilo menilai tanggung jawab tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Karena melibatkan berbagai unsur, ia berpendapat penyelesaiannya pun harus dicari secara bersama-sama.

​Meski ada pembelaan dari pihak pelaksana, rusaknya akses jalan yang baru seumur jagung ini tetap menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga berharap pihak-pihak terkait segera turun tangan melakukan evaluasi teknis, menelusuri penyebab utama kerusakan, serta mengambil langkah perbaikan konkret. Hal ini penting agar pembangunan yang didanai oleh Dana Desa benar-benar memberikan manfaat yang optimal dan tahan lama bagi masyarakat.

​Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan rabat beton tersebut terpantau masih rusak dan terus menjadi perbincangan hangat warga Desa Beringin. (𝚁𝚒𝚌𝚘)

Kelompok PSDK serukan waspadai penyusupan kelompok anarko pada Peringatan hari Solidaritas Internasional

0

 

Jakarta, 8 Juni 2026. Kelompok PSDK serukan perdamaian dan waspada terhadap potensi penyusupan kelompok anarko pada Peringatan hari Solidaritas Internasional Dalam momentum Peringatan hari Solidaritas Internasional, sejumlah aktivis mahasiswa dan elemen kepemudaan diantaranya PSDK mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana damai, tertib, dan kondusif dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi maupun aksi refleksi kebangsaan. Peringatan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat persatuan nasional serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

 

Oleh karena itu, seluruh peserta aksi maupun masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh tindakan-tindakan yang mengarah pada kekerasan, vandalisme, maupun provokasi yang dapat mencederai tujuan penyampaian aspirasi.

 

Dalam pernyataannya, perwakilan aktivis Sdr. Surya juga mengingatkan adanya potensi keterlibatan kelompok tidak bertanggung jawab, termasuk oknum yang membawa paham anarko, yang kerap memanfaatkan momentum aksi publik untuk menciptakan kericuhan dan konflik dengan aparat maupun masyarakat.

 

“Mari kita juga waspada terhadap keterlibatan anarko yang selama ini turut serta dalam aksi-aksi dengan mahasiswa, buruh maupun elemen masyarakat lainnya, agar kita tidak terprovokasi dan melakukan aksi anarkis yang dapat merugikan kita semua” ujar Sdr. Surya kepada wartawan tanggal 8 Juni 2026.

Aktivis juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi selama kegiatan berlangsung, termasuk menjaga komunikasi yang baik antara peserta aksi, aparat keamanan, dan penyelenggara kegiatan agar situasi tetap aman dan terkendali.

 

“Kami mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat agar tetap fokus menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat. Jangan memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin menunggangi gerakan rakyat dengan tindakan provokatif, perusakan fasilitas umum, ataupun kekerasan,” tutupnya.

Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Keladang, Pembangunan Terus Berlanjut

0

 

SANGGAU – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, terus menunjukkan progres positif. Jembatan ini menghubungkan Dusun Keladang 1 dengan Dusun Keladang 2, Setogor, dan Sei Punyugan.

Jembatan tersebut memiliki panjang bentang 80 meter dengan lebar Sungai Sekayam sekitar 69 meter. Kondisi sungai di lokasi pembangunan memiliki kedalaman air antara 1 hingga 2 meter. Saat musim banjir, ketinggian air dapat mencapai 6 meter dengan kecepatan arus sekitar 1 meter per detik, sehingga pembangunan memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang.

Keberadaan jembatan ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 1.255 jiwa masyarakat setempat. Selain meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, jembatan juga akan mempermudah anak-anak dalam menjalankan aktivitas pendidikan serta memperlancar kegiatan sosial dan ekonomi antarwilayah.

Sebelum pembangunan jembatan dilakukan, masyarakat yang hendak menuju Dusun Keladang 2 dari Dusun Keladang 1 harus menempuh jalur alternatif sejauh kurang lebih 18 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 30 hingga 40 menit. Dengan hadirnya jembatan gantung ini, jarak dan waktu tempuh diharapkan dapat dipersingkat secara signifikan.

Saat ini pembangunan telah memasuki tahap pengecoran blok angkur. Dalam pelaksanaannya, Babinsa Desa Sotok, Sertu Rusmanto, bersama warga setempat bergotong royong menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Di lokasi yang sama, Danramil Sekayam, Kapten Inf Jufri, juga turut terlibat langsung membantu proses pembangunan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penyelesaian proyek yang sangat dinantikan masyarakat tersebut.

*Pendim 1204/Sanggau*

Polres Purwakarta Rangkul LMDH dan Stakeholder Guna Perkuat Pencegahan Karhutla

0

 

𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 ( ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆 ) – 𝚄𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 (𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊) 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚕𝚒𝚗𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛𝚊𝚕. 𝚂𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙵𝚘𝚌𝚞𝚜 𝙶𝚛𝚘𝚞𝚙 𝙳𝚒𝚜𝚌𝚞𝚜𝚜𝚒𝚘𝚗 (𝙵𝙶𝙳) 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚎𝚖𝚊 “𝙿𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊 𝚍𝚒 𝚆𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊” 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚎𝚕𝚊𝚛 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝙻𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚊 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝙷𝚞𝚝𝚊𝚗 (𝙻𝙼𝙳𝙷) 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚒 𝙰𝚞𝚕𝚊 𝙿𝚎𝚛𝚑𝚞𝚝𝚊𝚗𝚒 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚂𝚊𝚋𝚝𝚞 (6/6/2026).

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚞𝚔𝚞𝚕 09.00 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 12.00 𝚆𝙸𝙱 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚝 𝙱𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙿 𝚃𝚘𝚝𝚘, 𝙰𝚍𝚖𝚒𝚗𝚒𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚞𝚛 𝙺𝙿𝙷 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙻𝙼𝙳𝙷 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚘𝚝𝚊 𝚂𝚊𝚝 𝙱𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚛𝚠𝚊𝚔𝚒𝚕𝚊𝚗 𝙳𝚒𝚗𝚊𝚜 𝙿𝚎𝚖𝚊𝚍𝚊𝚖 𝙺𝚎𝚋𝚊𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚙𝚎𝚛𝚠𝚊𝚔𝚒𝚕𝚊𝚗 𝙱𝙿𝙱𝙳 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 50 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝙻𝙼𝙳𝙷 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸 : Kapolda Jabar Hadiri Peresmian Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara di Purwakarta

𝙵𝙶𝙳 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚛𝚊𝚜𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝙺𝚊𝚋𝚒𝚍 𝙿𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙱𝙿𝙱𝙳 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝚊𝚕𝚒𝚜𝚠𝚊𝚛𝚊 𝙽𝚞𝚛𝚍𝚓𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚂.𝙷., 𝚍𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚙𝚊𝚕𝚊 𝙿𝚎𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊 𝙱𝙿𝙱𝙳 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙷𝚎𝚛𝚢𝚊𝚍𝚒 𝙴𝚛𝚕𝚊𝚗 𝚆𝚒𝚋𝚒𝚜𝚊𝚗𝚊 𝙳𝚓𝚞𝚑𝚊𝚢𝚊𝚝, 𝚂.𝚂𝚃𝙿, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚙𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗, 𝚖𝚒𝚝𝚒𝚐𝚊𝚜𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑-𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚊𝚍𝚞.

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚝 𝙱𝚒𝚗𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙿 𝚃𝚘𝚝𝚘 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚐𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙵𝙶𝙳 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚎𝚙𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚔𝚞 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚊𝚗𝚌𝚊𝚖𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊.

  • “𝙵𝙶𝙳 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚍𝚒𝚜𝚔𝚞𝚜𝚒. 𝙸𝚗𝚒 𝚛𝚞𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚎𝚙𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒. 𝙰𝚍𝚊 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚑𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚊𝚝𝚛𝚘𝚕𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚊𝚍𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒, 𝚍𝚎𝚝𝚎𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚘𝚙𝚝𝚒𝚖𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚙𝚘𝚛𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚂𝙾𝙿, 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊-𝚙𝚛𝚊𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚘𝚛𝚍𝚒𝚗𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚘𝚕𝚒𝚍. 𝙺𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗, 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚎𝚐𝚘 𝚜𝚎𝚔𝚝𝚘𝚛𝚊𝚕, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗, 𝚢𝚊𝚒𝚝𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚍𝚊𝚖𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙰𝙺𝙿 𝚃𝚘𝚝𝚘.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚏𝚘𝚛𝚞𝚖 𝚍𝚒𝚜𝚔𝚞𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝, 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚙𝚊𝚔𝚊𝚝𝚒 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜, 𝚍𝚒 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚘𝚙𝚝𝚒𝚖𝚊𝚕𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚘𝚗𝚎𝚕 𝚐𝚊𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚃𝙽𝙸-𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒, 𝙳𝚊𝚖𝚔𝚊𝚛, 𝙱𝙿𝙱𝙳 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝙳𝚎𝚜𝚊 𝚃𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚑 𝙱𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊. 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝚍𝚒𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚙𝚊 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚏𝚘𝚔𝚞𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚑𝚊𝚝𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝙺𝚎𝚌𝚊𝚖𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚞𝚗𝚐𝚞𝚛𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝙹𝚊𝚝𝚒𝚕𝚞𝚑𝚞𝚛, 𝚂𝚞𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗𝚒, 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙺𝚘𝚝𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝙳𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐𝚍𝚊𝚗.

𝙿𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚙𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚗𝚌𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚙𝚊𝚗𝚢𝚎 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕𝚒𝚜𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝙻𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚜𝚊𝚛 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚍𝚒𝚙𝚒𝚌𝚞 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚖𝚊𝚗𝚞𝚜𝚒𝚊.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚐𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚒𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚎𝚕𝚎𝚖𝚎𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚜𝚝𝚊𝚗𝚜𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚔𝚊𝚒𝚝.

  • “𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚔𝚘𝚕𝚊𝚋𝚘𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚜𝚝𝚊𝚔𝚎𝚑𝚘𝚕𝚍𝚎𝚛 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊. 𝙴𝚍𝚞𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚍𝚎𝚝𝚎𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚛𝚎𝚜𝚙𝚘𝚗𝚜 𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚙𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚗𝚒𝚖𝚊𝚕𝚒𝚜𝚒𝚛 𝚛𝚒𝚜𝚒𝚔𝚘 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗. 𝙺𝚊𝚖𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊-𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚎𝚜𝚝𝚊𝚛𝚒𝚊𝚗 𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚐𝚎𝚛𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚙𝚘𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚖𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗,” 𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙵𝙶𝙳 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚑 𝚔𝚘𝚗𝚔𝚛𝚎𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚐𝚞𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚒𝚙𝚝𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚌𝚎𝚐𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚛𝚑𝚞𝚝𝚕𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚎𝚏𝚎𝚔𝚝𝚒𝚏, 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚊𝚍𝚞, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚠𝚒𝚕𝚊𝚢𝚊𝚑 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊. (*/𝚂𝙺)

𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 : 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Babinsa Sungai Rasau Pimpin Kerja Bakti Bersama Warga, Wujudkan Lingkungan Bersih-Sehat.

0

 

Singkawang – Semangat gotong royong terus dipelihara sebagai budaya bangsa yang mampu mempererat kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan yang dilaksanakan oleh Babinsa Kelurahan Sungai Rasau, Serda Saifullah dan Masyarakat di Jalan Yunus Yakub RT 001, RT 002 dan RT 003 RW 001/002, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang. Senin, (08/06/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Sungai Rasau, Serda Saifulah, anggota Koramil 1202-03/Singkawang Tengah. Bersama unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan puluhan warga setempat, kerja bakti difokuskan pada pembersihan sepanjang jalan lingkungan guna menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Sungai Rasau, Risa Aprida, A.Md beserta staf, Ketua LPM Jaka, S.Pd, seluruh Ketua RT Kelurahan Sungai Rasau, Ketua GERAKMU (Gerakan Tunas Muda Sungai Rasau) Kamaludin, serta sekitar 35 orang warga masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda Saifulah menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan salah satu sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.

“Melalui kerja bakti ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap budaya gotong royong terus dilestarikan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Kegiatan kerja bakti berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Berbagai titik di sepanjang Jalan Yunus Yakub dibersihkan dari rumput liar, sampah, serta material yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali menunjukkan komitmen TNI AD melalui satuan Komandan kewilayahan dalam mendukung pembangunan lingkungan yang sehat serta meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

(Pendim 1202/Skw)

Perkuat Sinergisitas, Pangdam XII/Tpr Gelar Silaturahmi dengan Walikota Pontianak

0

 

Pontianak – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan menjaga kondusifitas wilayah, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Walikota Pontianak, Senin (8/6/2026). Kehadiran jenderal bintang dua ini langsung disambut hangat oleh Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda resmi Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito untuk mempererat sinergisitas antara TNI dan pemerintah daerah khususnya Kota Pontianak yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus wilayah strategis di bawah komando Kodam XII/Tpr.

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XII/Tpr menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program pembangunan Pemerintah Kota Pontianak terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas keamanan.

“Silaturahmi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi yang sudah terjalin baik selama ini. TNI siap bersinergi dengan Pemkot Pontianak dalam menjaga situasi yang aman, damai dan kondusif, sehingga roda pembangunan dapat berjalan optimal,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Sementara itu, Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kunjungan Pangdam XII/Tpr beserta jajaran. Menurutnya, kerja sama antara Pemkot dan TNI merupakan pilar penting dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari pengamanan wilayah hingga penanganan masalah sosial. (Pendam XII/Tpr)

Dukung Ketahanan Pangan Wilayah, Babinsa Salatiga Tanam Jagung Bersama Polri

0

 

 

Sambas – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional (Hanpangan), Babinsa bersama personel Polri melaksanakan kegiatan penanaman jagung di wilayah binaan, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat, kegiatan tanam jagung di laksanakan Desa Salatiga, Kecamatan Salatiga, Kab. Sambas, (08/06/26).

Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian milik warga tersebut dihadiri oleh Babinsa, anggota Polri, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Penanaman jagung dilakukan secara gotong royong sebagai wujud sinergitas TNI-Polri dalam mendukung sektor pertanian.

Babinsa Salatiga Kopda Imam Riyadi mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari tugas pendampingan kepada petani guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Melalui kegiatan penanaman jagung ini, kami berharap dapat memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi pertanian. Selain itu, sinergi antara TNI, Polri dan masyarakat juga semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Polri juga menyampaikan bahwa kerja sama yang terjalin antara TNI dan Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya di bidang pertanian.

Para petani menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Babinsa dan Polri. Mereka berharap pendampingan serta perhatian terhadap sektor pertanian dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Melalui kegiatan penanaman jagung bersama ini, diharapkan produksi pangan di wilayah Salatiga semakin meningkat serta mampu mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.

IPMAPUS Murka! Desak Polisi Usut Dalang Pengeroyokan Kader PMII dan Serangan Sekretariat Vendetta

0

Redaksi.co MAMUJU : Aroma tebang pilih dan konspirasi dalam penanganan kasus pengeroyokan brutal terhadap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju serta penyerangan Sekretariat Gerakan Vendetta mulai memicu amarah publik. Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Cabang Mamuju secara terbuka menyerang kinerja aparat dan menuntut hukum tidak bersikap “jinak” kepada aktor-aktor intelektual di balik layar.

Plt Ketua IPMAPUS Cabang Mamuju, Sahrul, secara blak-blakan menguliti lambannya pergerakan Polresta Mamuju. Ia menegaskan bahwa polisi tidak boleh lumpuh dan hanya berani menyentuh pelaku di permukaan, sementara dalang utama dibiarkan melenggang bebas.

Kami mendesak Polresta Mamuju untuk bekerja secara profesional, objektif, dan transparan! Jangan sampai muncul kesan hukum ini mandul dan hanya menyentuh sebagian pihak, sementara yang lain kebal hukum. Siapa pun yang terlibat, panggil dan seret mereka ke penjara!” kecam Sahrul dengan nada murka, Senin (8/6/2026).

Kemarahan mahasiswa bukan tanpa alasan. IPMAPUS membongkar adanya indikasi keterlibatan institusi setelah mencuatnya informasi mengenai surat peringatan internal yang diterbitkan oleh pihak SPPG Axuri kepada sejumlah relawan mereka yang diduga kuat otak atau pelaku dalam aksi premanisme tersebut.

Sahrul mengutuk keras jika ada upaya dari aparat untuk menutup mata atau mengubur informasi krusial ini.

“Jangan berani menutup mata dari fakta! Surat internal SPPG Axuri itu adalah sinyal merah bahwa ada bau busuk keterlibatan pihak lain. Periksa semua, jangan ada yang dilindungi!” cetusnya.

Dampak dari skandal berdarah ini, IPMAPUS langsung membidik Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka mendesak Koordinator Regional Sulawesi Barat untuk segera melakukan ‘bersih-bersih’ dan mengevaluasi total tata kelola di lingkungan SPPG Axuri.

Bagi mahasiswa, sangat haram hukumnya jika institusi yang didanai negara justru menjadi sarang oknum-oknum yang memelihara tindakan kriminal dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

Kami meminta Kareg BGN Sulawesi Barat mengambil langkah radikal. Copot dan evaluasi pihak yang bertanggung jawab di SPPG Axuri! Institusi negara tidak boleh kehilangan wibawa dan harga dirinya hanya karena melindungi oknum-oknum bajingan yang mencoreng program pemerintah,” tegas Sahrul tanpa tedeng aling-aling.

Menutup pernyataannya, IPMAPUS Mamuju memberikan peringatan keras kepada seluruh penguasa dan elit yang mencoba mengintervensi kasus ini. Hukum harus berdiri tegak, bukan tunduk pada jabatan atau golongan.

Tidak ada ruang untuk tebang pilih! Tidak ada tameng pelindung bagi pelaku kekerasan. Jika terbukti terlibat, ratakan dengan hukum tanpa pengecualian!”

IPMAPUS bersumpah tidak akan mundur satu jengkal pun dan akan terus mengawal kasus ini hingga titik darah penghabisan, memastikan seluruh tikus-tikus kriminal yang terlibat diseret ke pengadilan tanpa ada manipulasi hukum. (ZUL)

Ditpolairud Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal di Muara Baru, Ribuan Butir Diamankan

0

Jakarta, Redaksi.Co – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana peredaran sediaan farmasi tanpa izin di kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan Tiga orang beserta ribuan butir obat keras yang diduga diperjualbelikan secara ilegal.

Pengungkapan dilakukan oleh Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 18.13 WIB di Jalan Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Tiga orang yang diamankan masing-masing berinisial JA (23), yang bekerja sebagai wakil Kepala Kamar Mesin serta N (45) dan RR (28) sebagai pemilik dan penjaga toko yang diduga menjual obat-obatan keras tanpa izin.

Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa 40 butir mersi riklona, 8.000 butir Tramadol, 8.000 butir Hexymer dalam kemasan botol, 3.814 butir Hexymer dalam paket kecil, serta 3.430 butir Trihexyphenidyl.

Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Mustofa, mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana peredaran obat-obat keras yang tidak memiliki izin dan resep dari dokter. Selanjutnya dilakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Dari hasil penyelidikan didapati bahwa pada saat dilakukan pemeriksaaan kapal KM. Hasil Kerja Keras yang akan berlayar dari Pelabuhan Muara Baru menuju kelaut , terdapat 1 (satu) orang ABK Kapal KM. Hasil Kerja Keras inisial JAEN menyimpan obat keras jenis Hexymer 2 mg sebanyak 1 (satu) botol yang berisikan 1000 butir untuk dijual kembali ke Abk Kapal Lain, adapun obat keras tersebut dibeli dari Toko Kosmetik Johari yang berada di Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara
pengembangan informasi yang diperoleh petugas saat melakukan penyelidikan di wilayah perairan dan pelabuhan.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi yang diperoleh anggota di lapangan. Dari keterangan yang kami dapatkan, petugas kemudian melakukan pendalaman hingga menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan dan penjualan obat-obatan keras tanpa izin di kawasan Muara Baru,” ujar Kombes Mustofa, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, peredaran obat keras secara ilegal sangat berbahaya karena berpotensi disalahgunakan dan mengancam kesehatan masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pekerja usia produktif.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap peredaran obat-obatan keras ilegal. Ini merupakan bentuk perlindungan kepada masyarakat dari penyalahgunaan obat yang dapat merusak kesehatan dan menimbulkan gangguan kamtibmas,” katanya.

Saat ini ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti telah dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik selanjutnya akan membuat laporan polisi, memeriksa para saksi, melakukan gelar perkara, serta mengajukan uji laboratorium terhadap barang bukti yang telah diamankan guna mendukung proses penyidikan.

Kasus tersebut diselidiki berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.