Beranda blog Halaman 140

Temuan BPK Meledak! Perjalanan Dinas Non-Pilkada di KPU Sulbar Berpotensi Berujung Ranah Hukum

0

Redaksi.co MAMUJU : Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait perjalanan dinas yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan penyelenggaraan Pilkada di lingkungan KPU Sulawesi Barat kini menjadi sorotan publik. Pemerhati Demokrasi Sulbar, Zul Bakri, mendesak agar temuan tersebut tidak berhenti sebagai catatan pemeriksaan semata, melainkan ditindaklanjuti secara transparan oleh lembaga pengawas dan aparat penegak hukum.

Menurut Zul Bakri, dana hibah Pilkada memiliki tujuan yang sangat spesifik, yakni membiayai seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Karena itu, apabila terdapat perjalanan dinas yang dibiayai menggunakan anggaran Pilkada namun tidak berkaitan dengan kebutuhan penyelenggaraan Pilkada, maka publik berhak mempertanyakan dasar penggunaan anggaran tersebut.

“Ini bukan soal perjalanan dinas biasa. Ini menyangkut penggunaan uang negara yang diberikan khusus untuk menyukseskan Pilkada. Jika ada kegiatan yang tidak memiliki relevansi dengan tahapan Pilkada tetapi dibiayai dari dana hibah Pilkada, maka harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Zul Bakri.

Ia menilai pengakuan keterlibatan dalam perjalanan dinas non-Pilkada sebagaimana termuat dalam hasil pemeriksaan BPK dapat menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kemungkinan adanya penyalahgunaan kewenangan maupun potensi kerugian keuangan negara.

“KPU adalah lembaga yang dituntut menjadi teladan dalam transparansi dan akuntabilitas. Karena itu, setiap rupiah anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral. Jangan sampai muncul kesan bahwa dana hibah Pilkada digunakan di luar peruntukannya,” ujarnya.

Zul Bakri juga mendesak KPU RI, Inspektorat, DKPP, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan secara profesional dan terbuka. Bahkan, pihaknya mengaku akan menempuh langkah pelaporan resmi guna memastikan proses penegakan hukum berjalan tanpa intervensi.

“Kami akan melaporkan persoalan ini kepada pihak berwenang. Tujuannya bukan untuk menghakimi siapa pun, tetapi memastikan bahwa prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran negara benar-benar ditegakkan,” katanya.

Selain itu, ia meminta seluruh dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas yang menjadi temuan BPK dibuka kepada publik sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik. Menurutnya, transparansi merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu.

Zul Bakri menjelaskan bahwa apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara, maka terdapat sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berpotensi diterapkan, di antaranya Pasal 2, Pasal 3, maupun Pasal 8 UU Tipikor dengan ancaman pidana mulai dari beberapa tahun penjara hingga pidana seumur hidup serta denda miliaran rupiah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa temuan BPK pada dasarnya merupakan hasil pemeriksaan yang dapat berupa temuan administrasi maupun indikasi kerugian negara. Penetapan adanya tindak pidana korupsi tetap harus melalui proses penyelidikan, penyidikan, dan pembuktian di pengadilan.

Jangan ada yang kebal terhadap pemeriksaan. Jika memang tidak ada pelanggaran, buktikan secara terbuka. Namun jika ditemukan penyimpangan, maka hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Uang rakyat tidak boleh dipakai di luar kepentingan rakyat,” pungkas Zul Bakri. (ZUL)

Pantau Pembangunan Desa Babinsa Lumbang Hadiri Kegiatan Monitoring Evaluasi APBDes di Wilayah Binaan

0

 

Sambas – Dalam rangka mendukung transparansi serta kelancaran pelaksanaan program pembangunan desa, Babinsa Desa Lumbang Koramil 01/Sambas menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di wilayah binaan yang digelar dikantor Desa Lumbang, Kec. Sambas, Kab. Sambas, Selasa (09/06/26).

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan serta memastikan program yang telah direncanakan melalui APBDes berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Babinsa Desa Lumbang Kopda Hermawan menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus mendukung pemerintah desa dalam menciptakan tata kelola anggaran yang tertib, transparan, dan tepat sasaran.

“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan seluruh program pembangunan desa dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Sambas perangkat desa, pendamping desa serta unsur terkait lainnya.

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Pajintan Bantu Petani Panen Padi.

0

 

 Komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui peran aktif yang ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Pajintan, Koramil 1202-01/Singkawang Barat, Sertu Hendri, yang melaksanakan kegiatan panen padi di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Hidup Baru, Jalan Bendungan RT 11, Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang.

Selasa, (09/06/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Babinsa kepada para petani guna memastikan proses panen berjalan lancar sekaligus memberikan motivasi kepada kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Sertu Hendri turun langsung ke lokasi panen untuk memantau hasil produksi padi yang dikelola oleh Poktan Hidup Baru yang diketuai oleh Bapak Hendrikus Lahen. Pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya saat masa panen, tetapi juga sejak proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman.

Dari hasil monitoring diketahui bahwa Poktan Hidup Baru menanam varietas padi Ampari 32 dengan masa tanam sekitar tiga bulan pada lahan seluas empat hektare. Hasil panen yang diperoleh mencapai rata-rata 3,65 ton gabah per hektare, sehingga total produksi gabah kering dari keseluruhan lahan mencapai 14,6 ton.

Sertu Hendri mengatakan bahwa kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjaga ketahanan pangan daerah.

“Babinsa akan terus mendampingi para petani mulai dari proses tanam hingga panen. Kehadiran kami di lapangan diharapkan dapat memberikan semangat dan membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani sehingga hasil pertanian dapat terus meningkat,” ujarnya.

Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti kerja keras para petani yang didukung sinergi berbagai pihak, termasuk pendampingan yang dilakukan Babinsa secara berkelanjutan. Dengan hasil panen yang cukup baik, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan di wilayah Kota Singkawang. (Pendim 1202/Skw)

Wali Kota Sachrudin Launching Lomba PRLH, Perkuat Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah

0

Perkuat Budaya PRLH, Wali Kota Tangerang Launching Lomba Antar Sekolah Adiwiyata

 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat gerakan peduli lingkungan dengan menjadikan sekolah sebagai garda terdepan dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak usia dini. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK) dan Launching Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri se-Kota Tangerang yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Selasa (09/06/2026).

 

 

 

 

Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki 548 Sekolah Adiwiyata mulai dari tingkat kota, nasional hingga Adiwiyata Mandiri. Keberadaan sekolah-sekolah tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

 

 

 

Menurut Sachrudin, pendidikan lingkungan tidak hanya bertujuan menciptakan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga menanamkan karakter yang akan terbawa hingga dewasa.

 

 

 

“Jika kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menghemat air dan energi ditanamkan sejak dini, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Sachrudin menegaskan bahwa pembentukan budaya lingkungan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Nilai-nilai yang diajarkan di sekolah harus diperkuat melalui penerapan di rumah dan lingkungan sekitar agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

 

 

 

Sebagai bentuk penguatan implementasi tersebut, Pemkot Tangerang meluncurkan Lomba PRLH Antar Sekolah Adiwiyata Mandiri yang akan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Kompetisi ini akan mendorong sekolah untuk menerapkan berbagai aksi nyata dalam lima aspek utama, yakni kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, pelestarian keanekaragaman hayati, penghematan air, serta penghematan energi.

 

 

 

“Jika Adiwiyata adalah wadahnya, maka PRLH adalah implementasi nyatanya. Melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita berharap akan lahir budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di Kota Tangerang,” kata Sachrudin.

 

 

 

 

Melalui program tersebut, Pemkot Tangerang berharap sekolah tidak hanya menjadi pusat pendidikan akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

(*/red)

Pemkab Muba Seret Penyebar Surat Hoaks ke Ranah Hukum

0

 

Redaksi.co MUBA Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) memastikan akan menempuh jalur hukum terkait beredarnya surat imbauan fiktif yang mencatut nama dan tanda tangan Bupati Muba HM Toha Tohet SH. Dokumen yang viral di media sosial itu dinyatakan sebagai hasil manipulasi yang berpotensi menyesatkan publik dan mencemarkan nama baik Pemkab Muba.

Langkah hukum tersebut ditegaskan Plt Kepala DLH Oktarizal SE, Kepala Bagian Hukum Setda Muba Yunita SH MH, Plt Kadis Kominfo Daud Amri SH, dan Kabag SDA Rangga Perdana Putera SSTP MSi dalam konferensi pers bersama awak media di Virtual Room Dinas Kominfo Muba, Senin (8/6/2026).

Kabag Hukum Setda Muba Yunita SH MH menegaskan, kasus tersebut tidak hanya menyangkut dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat daerah, tetapi juga adanya perubahan substansi dokumen yang dinilai mengarah pada fitnah.

“Melihat dampak dari peredaran surat tersebut, kami dari Bagian Hukum mengambil langkah tegas. Ini bukan hanya pemalsuan tanda tangan, tetapi juga ada pemotongan narasi asli yang mengarah pada fitnah. Kami akan memprosesnya secara hukum,” tegas Yunita.

Pemkab Muba juga mengungkap hasil penelusuran terhadap dokumen yang menjadi sumber polemik tersebut. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba, Oktarizal, menjelaskan bahwa surat yang beredar merupakan versi yang telah dimodifikasi dari dokumen resmi milik DLH Muba.

Ia menuturkan, surat asli yang diterbitkan DLH Muba terdiri dari enam halaman dan ditujukan kepada Gubernur Sumatera Selatan. Dalam dokumen resmi tersebut, salah satu halaman memang memuat tanda tangan Bupati Muba.

Namun, pada dokumen yang beredar luas di media sosial, sejumlah bagian penting telah diubah. Surat yang semula terdiri dari dua lembar hanya ditampilkan satu halaman, sementara salah satu poin penting dalam isi surat sengaja dihilangkan. Selain itu, terdapat penambahan gambar yang tidak pernah dimuat dalam dokumen resmi.

“Hasil verifikasi kami menunjukkan dokumen yang beredar telah mengalami manipulasi. Ada bagian yang dipotong, ada konten yang ditambahkan, dan tanda tangan yang ditampilkan berbeda dengan tanda tangan asli Bupati,” ujar Oktarizal.

Sementara itu, Plt Kadis Kominfo Muba Daud Amri SH, mengungkapkan bahwa pihaknya pertama kali mendeteksi penyebaran dokumen tersebut melalui media sosial sebelum kemudian dikutip oleh salah satu media digital.

Menurut Daud, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan merusak kepercayaan publik terhadap informasi resmi pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai dokumen yang beredar di media sosial. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah daerah,” pungkasnya.

(Alam/Tim)

Resmi Dibuka! Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Prestasi Esports Mobile Legends

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝕖𝕕𝕒𝕜𝕤𝕚.𝕔𝕠 )– 𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝𝚒 𝙷𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚑𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎-80, 𝙺𝚎𝚙𝚘𝚕𝚒𝚜𝚒𝚊𝚗 𝙽𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊 𝚁𝚎𝚙𝚞𝚋𝚕𝚒𝚔 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚐𝚒𝚝𝚊𝚕 𝚋𝚎𝚛𝚐𝚎𝚗𝚐𝚜𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙲𝚞𝚙 2026 – 𝙼𝚘𝚋𝚒𝚕𝚎 𝙻𝚎𝚐𝚎𝚗𝚍𝚜: 𝙱𝚊𝚗𝚐 𝙱𝚊𝚗𝚐. 𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚠𝚊𝚍𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚕𝚞𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚔𝚛𝚎𝚊𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚋𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚎𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚜 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏, 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚝𝚒𝚏, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒.

𝚃𝚞𝚛𝚗𝚊𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚞𝚔𝚊 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛, 𝚖𝚊𝚑𝚊𝚜𝚒𝚜𝚠𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚞𝚖𝚞𝚖 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚝𝚒 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚐𝚒𝚝𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚖𝚒𝚗𝚊𝚝𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚍𝚊. 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒, 𝚊𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚙𝚕𝚒𝚗, 𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚒𝚏, 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚋𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚝𝚒𝚖, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚒𝚔𝚒𝚛 𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗.

𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙰𝙺𝙱𝙿 𝙸 𝙳𝚎𝚠𝚊 𝙿𝚞𝚝𝚞 𝙶𝚎𝚍𝚎 𝙰𝚗𝚘𝚖 𝙳𝚊𝚗𝚞𝚓𝚊𝚢𝚊, 𝚂.𝙷., 𝚂.𝙸.𝙺., 𝙼.𝙷., 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚞𝚖𝚊𝚜 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐𝚐𝚊𝚛𝚊𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙲𝚞𝚙 2026 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚎𝚍𝚞𝚔𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏.

  • “𝙴𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚜 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚖𝚊𝚒𝚗𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚐𝚒𝚝𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚞𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚒𝚔𝚒𝚛 𝚜𝚝𝚛𝚊𝚝𝚎𝚐𝚒𝚜, 𝚔𝚘𝚖𝚞𝚗𝚒𝚔𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔, 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚝𝚒𝚖, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒. 𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙲𝚞𝚙 2026, 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚛𝚞𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚒𝚑 𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏,” 𝚞𝚓𝚊𝚛 𝙸𝙿𝚃𝚄 𝚃𝚒𝚗𝚒 𝚈𝚞𝚝𝚒𝚗𝚒.

𝙸𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗, 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚔𝚗𝚘𝚕𝚘𝚐𝚒 𝚍𝚒𝚐𝚒𝚝𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚋𝚒𝚓𝚊𝚔 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚛𝚘𝚍𝚞𝚔𝚝𝚒𝚏, 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚞𝚑𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚐𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸 : Polres Purwakarta Rangkul LMDH dan Stakeholder Guna Perkuat Pencegahan Karhutla

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒 𝚒𝚗𝚒, 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚊𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚎𝚐𝚘𝚛𝚒 𝙼𝚘𝚋𝚒𝚕𝚎 𝙻𝚎𝚐𝚎𝚗𝚍𝚜: 𝙱𝚊𝚗𝚐 𝙱𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚏𝚘𝚛𝚖𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚝𝚒𝚖 𝚝𝚎𝚛𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚎𝚗𝚊𝚖 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐, 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝚕𝚒𝚖𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚗𝚝𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚒𝚗 𝚌𝚊𝚍𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗. 𝚃𝚞𝚛𝚗𝚊𝚖𝚎𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚜𝚒𝚊 17 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 25 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝙺𝚊𝚛𝚝𝚞 𝚃𝚊𝚗𝚍𝚊 𝙿𝚎𝚗𝚍𝚞𝚍𝚞𝚔 (𝙺𝚃𝙿).

𝙼𝚎𝚗𝚊𝚛𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊, 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚊𝚏𝚝𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚍𝚒𝚙𝚞𝚗𝚐𝚞𝚝 𝚋𝚒𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚞𝚊𝚜 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚝𝚊𝚕𝚎𝚗𝚝𝚊 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚊𝚛𝚝𝚒𝚜𝚒𝚙𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕.

𝙿𝚘𝚕𝚛𝚎𝚜 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛, 𝚖𝚊𝚑𝚊𝚜𝚒𝚜𝚠𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚖𝚒𝚗𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚋𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝚎𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚜 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗.

𝙼𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙲𝚞𝚙 2026, 𝙿𝚘𝚕𝚛𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛 𝚋𝚒𝚋𝚒𝚝-𝚋𝚒𝚋𝚒𝚝 𝚊𝚝𝚕𝚎𝚝 𝚎𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚎𝚝𝚒𝚜𝚒, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚞𝚗𝚓𝚞𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒 𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚒𝚟𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚛𝚎𝚊𝚝𝚒𝚏, 𝚒𝚗𝚘𝚟𝚊𝚝𝚒𝚏, 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚎𝚛𝚊 𝚍𝚒𝚐𝚒𝚝𝚊𝚕.

𝙿𝚎𝚗𝚍𝚊𝚏𝚝𝚊𝚛𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙲𝚞𝚙 2026 – 𝙼𝚘𝚋𝚒𝚕𝚎 𝙻𝚎𝚐𝚎𝚗𝚍𝚜: 𝙱𝚊𝚗𝚐 𝙱𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐𝚐𝚊𝚛𝚊. 𝙰𝚢𝚘 𝚝𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔𝚖𝚞, 𝚛𝚊𝚒𝚑 𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒, 𝚍𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚍𝚒𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙴𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝𝚜 𝙺𝚊𝚙𝚘𝚕𝚛𝚒 𝙲𝚞𝚙 2026. (*/𝚂𝙺)

𝚂𝚄𝙼𝙱𝙴𝚁 : 𝕊𝕚𝕙𝕦𝕞𝕒𝕤 ℙ𝕠𝕝𝕣𝕖𝕤 ℙ𝕦𝕣𝕨𝕒𝕜𝕒𝕣𝕥𝕒

Patroli Brimob Dan Perintis Cegah Balap Liar Saat Patroli Dini Hari di Pinang Ranti Jaktim*

0

Jakarta, Redaksi.co- Upaya menjaga keamanan wilayah pada malam hingga dini hari kembali membuahkan hasil. Patroli gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga hendak digunakan untuk balap liar di kawasan Jalan Pinang Ranti, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Senin (8/6/2026) dini hari.

Penemuan tersebut bermula saat petugas menyisir sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak muda pada jam rawan. Ketika melakukan pemeriksaan terhadap sekelompok pemuda di kawasan Pinang Ranti sekitar pukul 03.11 WIB, anggota menemukan sebuah kendaraan yang dicurigai berkaitan dengan aktivitas balap liar. Untuk mencegah potensi gangguan ketertiban dan kecelakaan lalu lintas, kendaraan beserta pemiliknya kemudian diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli rutin terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya pada jam-jam rawan.

“Keberadaan anggota di lapangan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar situasi keamanan tetap terjaga. Setiap potensi gangguan akan kami antisipasi sejak dini melalui patroli yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” ujar Henik.

Kendaraan beserta pemiliknya selanjutnya dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk proses pendalaman. Temuan yang berkaitan dengan dugaan balap liar masih kerap ditemukan dalam patroli malam di sejumlah wilayah Jakarta Timur. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan jalan umum sebagai arena balap serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110.

Kegiatan Posyandu Desa Kutai Donok, Disertai Pemberian PMT bagi Ibu Hamil dan Balita Berisiko Stunting

0

Kegiatan Posyandu Desa Kutai Donok, Disertai Pemberian PMT bagi Ibu Hamil dan Balita Berisiko Stunting

Lebong – Redaksi.co — 8 juni 2026 Kutai Donok, Lebong Selatan – Pemerintah Desa Kutai Donok, Kecamatan Lebong Selatan, kembali melaksanakan kegiatan rutin bulanan Posyandu sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, selain pelayanan kesehatan dasar seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang balita, juga dilakukan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan balita, khususnya yang berisiko mengalami stunting.

Pemberian PMT ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita guna mencegah terjadinya stunting serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Seluruh balita yang mengikuti kegiatan rutin Posyandu Desa Kutai Donok juga turut menerima manfaat dari program tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Pemerintah desa bersama tenaga kesehatan berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menekan angka stunting di Desa Kutai Donok, Kecamatan Lebong Selatan.

Rilis,.Cikak

Kasad Hadiri Peresmian MA Insan Cendekia Nusantara, Tegaskan Dukungan untuk SDM Unggul

0

 

𝙿𝚄𝚁𝚆𝙰𝙺𝙰𝚁𝚃𝙰 ( ℝ𝔼𝔻𝔸𝕂𝕊𝕀.ℂ𝕆 ) — 𝙺𝚎𝚙𝚊𝚕𝚊 𝚂𝚝𝚊𝚏 𝙰𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙳𝚊𝚛𝚊𝚝 (𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍) 𝙹𝚎𝚗𝚍𝚎𝚛𝚊𝚕 𝚃𝙽𝙸 𝙼𝚊𝚛𝚞𝚕𝚒 𝚂𝚒𝚖𝚊𝚗𝚓𝚞𝚗𝚝𝚊𝚔, 𝙼.𝚂𝚌., 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚍𝚛𝚊𝚜𝚊𝚑 𝙰𝚕𝚒𝚢𝚊𝚑 (𝙼𝙰) 𝙸𝚗𝚜𝚊𝚗 𝙲𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚒𝚊 𝙽𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝙸𝚗𝚝𝚎𝚛𝚗𝚊𝚝𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝙸𝚜𝚕𝚊𝚖𝚒𝚌 𝙱𝚘𝚊𝚛𝚍𝚒𝚗𝚐 𝚂𝚌𝚑𝚘𝚘𝚕 𝚍𝚒 𝙳𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐𝚍𝚊𝚗, 𝙺𝚊𝚋𝚞𝚙𝚊𝚝𝚎𝚗 𝙿𝚞𝚛𝚠𝚊𝚔𝚊𝚛𝚝𝚊, 𝙹𝚊𝚠𝚊 𝙱𝚊𝚛𝚊𝚝, 𝚂𝚊𝚋𝚝𝚞 (6/6/2026). 𝙺𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗 𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚞𝚊𝚕𝚒𝚝𝚊𝚜 𝚜𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚗𝚞𝚜𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚘𝚛𝚒𝚎𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚊𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛, 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊𝚊𝚗.

𝙿𝚎𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚘𝚕𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚎𝚛𝚒 𝙺𝚘𝚘𝚛𝚍𝚒𝚗𝚊𝚝𝚘𝚛 𝙱𝚒𝚍𝚊𝚗𝚐 𝙿𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚍𝚊𝚢𝚊𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝙷. 𝙰𝚋𝚍𝚞𝚕 𝙼𝚞𝚑𝚊𝚒𝚖𝚒𝚗 𝙸𝚜𝚔𝚊𝚗𝚍𝚊𝚛, 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚎𝚛𝚒 𝙿𝚎𝚛𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊𝚗 𝙹𝚎𝚗𝚍𝚎𝚛𝚊𝚕 𝚃𝙽𝙸 (𝙿𝚞𝚛𝚗.) 𝚂𝚓𝚊𝚏𝚛𝚒𝚎 𝚂𝚓𝚊𝚖𝚜𝚘𝚎𝚍𝚍𝚒𝚗, 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚎𝚛𝚒 𝙰𝚐𝚊𝚖𝚊, 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚎𝚛𝚒 𝙿𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝙳𝚊𝚜𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝙼𝚎𝚗𝚎𝚗𝚐𝚊𝚑, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚘𝚔𝚘𝚑 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚕𝚊𝚒𝚗𝚗𝚢𝚊.

𝙼𝙰 𝙸𝚗𝚜𝚊𝚗 𝙲𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚒𝚊 𝙽𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚜𝚛𝚊𝚖𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚒𝚗𝚒𝚜𝚒𝚊𝚜𝚒 𝙺𝚎𝚙𝚊𝚕𝚊 𝙱𝚊𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚗𝚐𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚞𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗𝚊𝚗 (𝙱𝙿𝙺𝙿) 𝚁𝚎𝚙𝚞𝚋𝚕𝚒𝚔 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊, 𝙼𝚞𝚑𝚊𝚖𝚖𝚊𝚍 𝚈𝚞𝚜𝚞𝚏 𝙰𝚝𝚎𝚑. 𝙺𝚎𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚞𝚜𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕, 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚒𝚗𝚐 𝚐𝚕𝚘𝚋𝚊𝚕 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚊𝚐𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊𝚊𝚗.

𝔹𝔸ℂ𝔸 𝕁𝕌𝔾𝔸Kapolda Jabar Hadiri Peresmian Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara di Purwakarta

𝚂𝚎𝚔𝚘𝚕𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚗𝚜𝚎𝚙 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚊𝚜𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚞𝚊𝚜𝚊𝚊𝚗 𝚒𝚕𝚖𝚞 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚊𝚗, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛, 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚖𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗𝚊𝚗, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒-𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚕𝚒𝚐𝚒𝚞𝚜 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚊𝚍𝚞. 𝙼𝚘𝚍𝚎𝚕 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚗𝚜𝚙𝚒𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚖𝚕𝚊𝚑 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚎𝚝𝚊𝚔 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚛𝚎𝚜𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚠𝚊𝚠𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊𝚊𝚗.

𝙺𝚊𝚜𝚊𝚍 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚒𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚌𝚎𝚛𝚍𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚕𝚎𝚔𝚝𝚞𝚊𝚕, 𝚖𝚘𝚛𝚊𝚕, 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚝𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚊𝚒𝚛 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚏𝚘𝚗𝚍𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚒𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚒𝚊𝚙 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗.

𝕊𝕀𝕄𝕀𝕃𝕃𝔸ℝ ℙ𝕆𝕊𝕋 : Resmikan Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara, Tokoh Nasional dan Menteri Hadiri Peresmian di Purwakarta

𝙼𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊, 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝚍𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚗𝚞𝚜𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚝𝚞 𝚔𝚞𝚗𝚌𝚒 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍𝚔𝚊𝚗 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊 𝙴𝚖𝚊𝚜 2045. 𝙺𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚒𝚗𝚒𝚜𝚒𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚘𝚛𝚘𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚖𝚞𝚍𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚌𝚎𝚛𝚍𝚊𝚜, 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚓𝚒𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚖𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚒𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚜𝚎𝚕𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚔𝚘𝚖𝚙𝚘𝚗𝚎𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊.

𝙿𝚎𝚛𝚎𝚜𝚖𝚒𝚊𝚗 𝙼𝙰 𝙸𝚗𝚜𝚊𝚗 𝙲𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔𝚒𝚊 𝙽𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚖𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚞𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚝 𝚎𝚔𝚘𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚜𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚘𝚛𝚒𝚎𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛, 𝚔𝚎𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚊𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔, 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚋𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚛𝚊. 𝙳𝚒𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗, 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚍𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚞 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚑𝚒𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚒𝚕𝚖𝚞 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚒𝚗𝚝𝚎𝚐𝚛𝚒𝚝𝚊𝚜, 𝚔𝚎𝚙𝚎𝚍𝚞𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚊𝚝. (*/𝚂𝙺)

𝚂𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛: 𝙳𝚒𝚗𝚊𝚜 𝙿𝚎𝚗𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚃𝙽𝙸 𝙰𝙳 (𝙳𝚒𝚜𝚙𝚎𝚗𝚊𝚍)

GMH Sulbar Bongkar Dugaan Dominasi 750 Pekerja Luar di Proyek Sekolah Rakyat, DPRD Didesak Gelar RDP

0

Redaksi.co MAMUJU : Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju yang bernilai fantastis kini tengah berada di pusaran badai kontroversi. Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Barat (GMH Sulbar) secara mengejutkan menggedor pintu DPRD Sulbar pada Senin (8/6/2026), membawa “bom waktu” berupa dugaan pelanggaran serius dan pengabaian hak-hak rakyat lokal.

Tidak tanggung-tanggung, GMH Sulbar membongkar adanya mobilisasi massal 750 tenaga kerja dari luar daerah yang merajai proyek tersebut, sementara pemuda dan pekerja lokal Sulbar dipaksa menjadi penonton di tanah kelahiran mereka sendiri.

Ketua GMH Sulbar, Mondy, dengan lantang menuding DPRD Sulbar telah “masuk angin” dan bersikap terlalu lembek terhadap korporasi raksasa pemenang tender, PT Hutama Karya. DPRD dinilai gagal total dalam menjalankan fungsi pengawasan dan membiarkan regulasi ketenagakerjaan lokal diinjak-injak.

DPRD Sulawesi Barat terkesan terlalu memberikan kelonggaran dan ‘karpet merah‘ kepada pihak penyedia jasa. Akibatnya, proyek Sekolah Rakyat saat ini didominasi total oleh orang luar Sulbar. Di mana keberpihakan dewan pada rakyat?” cecar Mondy dengan nada tinggi di ruang audiensi.

Bukan hanya soal “pencurian” jatah lapangan kerja lokal, GMH Sulbar juga melempar isu yang jauh lebih seksi dan berbahaya: Keberadaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diduga gaib.

Mondy mencurigai proyek ambisius ini berjalan tanpa memedulikan dampak kehancuran lingkungan di masa depan, sementara para wakil rakyat duduk manis tanpa pernah melakukan investigasi.

Dugaan Konspirasi Senyap: GMH menduga kuat belum pernah ada koordinasi riil antara DPRD dan kontraktor terkait izin lingkungan.

Tuntutan Transparansi: Setiap jengkal tanah PSN wajib tunduk pada hukum, bukan bergerak di bawah meja.

“Saya ingin bertanya langsung, apakah DPRD Sulbar pernah berani menyentuh dan membahas persoalan AMDAL ini dengan penyedia jasa? Saya menduga kuat, hal itu TIDAK PERNAH dilakukan! Ini skandal!” tegas Mondy membakar suasana.

Ogah pulang dengan tangan hampa dan janji manis, GMH Sulbar langsung mengeluarkan maklumat keras. Mereka menuntut DPRD Sulbar segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Berdarah dengan menguliti seluruh pihak yang bertanggung jawab di hadapan publik.

Daftar Pihak yang Dituntut untuk Diseret ke Meja Hijau DPRD:

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker): Mempertanyakan lolosnya 750 pekerja luar daerah.

Dinas PUPR: Membongkar pengawasan teknis proyek.

PT Hutama Karya: Menuntut pertanggungjawaban korporasi atas dugaan pengabaian Amdal dan pekerja lokal.

“Kami minta DPRD jangan lelet! Segera agendakan RDP. Buka semua borok proyek ini secara transparan di depan rakyat. Biar publik tahu siapa yang bermain di balik proyek Sekolah Rakyat ini!” pungkas Mondy menutup tuntutannya.

Aksi berani GMH Sulbar ini kini menjadi bola salju yang siap menggelinding panas, menguji taji DPRD Sulbar: Apakah mereka berdiri bersama rakyat, atau justru tunduk di bawah ketiak oligarki proyek? (ZUL)