Top 5 This Week

Related Posts

Kualitas Proyek Rabat Beton Desa Beringin Disorot, Kades Desak Pelaksana Segera Perbaiki

PURWOREJO ( β„π•–π••π•’π•œπ•€π•š.𝕔𝕠 ) – Proyek pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa Tahap I Tahun 2025 di Desa Beringin, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, menuai sorotan tajam. Jalan yang baru hitungan minggu selesai dikerjakan tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik, memicu keluhan warga serta mempertanyakan kualitas pelaksanaan proyek.

​Kepala Desa Beringin mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali meminta pihak pelaksana, CV Pangestu Jaya Mandiri, untuk segera melakukan perbaikan. Namun hingga kini, komitmen tersebut belum juga terealisasi.

​”Saya sudah berkali-kali memohon agar jalan cor blok yang rusak segera diperbaiki. Namun jawabannya selalu besok-besok, sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar Kepala Desa Beringin.

​Kondisi ini membuat pemerintah desa berada dalam posisi sulit di hadapan masyarakat. Pasalnya, proyek yang dibiayai menggunakan uang negara itu kini memicu polemik karena kualitas hasil pekerjaan dinilai tidak sesuai harapan.

​“Saya berharap pihak pelaksana segera bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat menilai buruk pemerintah desa akibat jalan yang baru dibangun tetapi sudah rusak dan tidak kunjung diperbaiki,” tambahnya.

​Senada dengan Kades, mantan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Imam Susilo, juga sangat menyayangkan kerusakan dini tersebut. Menurutnya, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius pihak kontraktor.

​“Baru beberapa minggu selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan. Sebagai pelaksana, seharusnya ada tanggung jawab moral maupun material terhadap hasil pekerjaan yang dikerjakan,” tegas Imam.

​Berdasarkan data teknis yang dihimpun, proyek jalan rabat beton tersebut memiliki spesifikasi panjang sekitar 300 meter, lebar berkisar 2 hingga 2,5 meter, dengan ketebalan sekitar 12 sentimeter. Keluhan serupa juga diutarakan oleh Supri (65), salah seorang warga setempat. Ia mengaku sangat kecewa melihat fasilitas publik di desanya cepat hancur.

​“Masa jalan baru selesai sudah hancur. Kami minta segera diperbaiki,” cetusnya.

​𝔹𝔸ℂ𝔸 π•π•Œπ”Ύπ”Έ :Β Polres Purwakarta Rangkul LMDH dan Stakeholder Guna Perkuat Pencegahan Karhutla

Di sisi lain, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan memberikan penjelasan berbeda. Susilo menyebut bahwa proses pengerjaan di lapangan dilakukan secara kolaboratif antara pihak CV dan warga setempat. Menurutnya, sebagian tenaga kerja berasal dari CV, sementara sebagian lainnya merupakan masyarakat desa.

​Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak menerima pekerjaan tersebut dalam bentuk kontrak pemborongan penuh. Kerja sama yang dijalin, menurutnya, lebih kepada penyediaan material berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK), bukan kontrak pekerjaan konstruksi secara menyeluruh.

​Menurut Susilo, apabila terdapat kekurangan dalam hasil fisik di lapangan, pengawasan dan evaluasi seharusnya dilakukan bersama-sama sejak proses pelaksanaan berlangsung.

​”Kalau ada yang dianggap kurang bagus, seharusnya ada masukan sejak awal. Karena pekerjaan ini dilakukan bersama-sama,” kilahnya.

​Terkait tuntutan perbaikan atas kerusakan jalan tersebut, Susilo menilai tanggung jawab tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Karena melibatkan berbagai unsur, ia berpendapat penyelesaiannya pun harus dicari secara bersama-sama.

​Meski ada pembelaan dari pihak pelaksana, rusaknya akses jalan yang baru seumur jagung ini tetap menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga berharap pihak-pihak terkait segera turun tangan melakukan evaluasi teknis, menelusuri penyebab utama kerusakan, serta mengambil langkah perbaikan konkret. Hal ini penting agar pembangunan yang didanai oleh Dana Desa benar-benar memberikan manfaat yang optimal dan tahan lama bagi masyarakat.

​Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan rabat beton tersebut terpantau masih rusak dan terus menjadi perbincangan hangat warga Desa Beringin. (πšπš’πšŒπš˜)

Popular Articles