Rabu, Maret 18, 2026
Beranda blog Halaman 10

UP PKB Cilincing Gelar Rampcheck di Terminal Tanjung Priok, 1 dari 5 Kendaraan Tidak Layak Jalan

0

Redaksi.Co-Jakarta, 12 Maret 2026 – Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing menggelar kegiatan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (rampcheck) di Terminal Tanjung Priok pada Kamis (12/3/2026). Dari total 5 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 4 dinyatakan layak sementara 1 kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan.

Kegiatan rampcheck bertujuan untuk memastikan semua kendaraan angkutan jalan yang beroperasi memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan, serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang tidak layak jalan.

 

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar kendaraan yang diperiksa telah memenuhi standar yang ditetapkan. Empat unit kendaraan dinyatakan layak jalan, antara lain:

– DK 7134 FE dari PO. M Trans dengan rute Lampung – Bandung

– B 7086 TGE dari PO. Sinar Jaya dengan rute Jakarta – Surabaya

– B 7462 TGD dari PO. Sinar Jaya dengan rute Tangerang – Surabaya (dinilai laik uji)

– N 7388 UA dari PO. Gunung Harta dengan rute Jambi – Malang

Namun, satu unit kendaraan dengan nomor polisi B 7400 FGA milik PO. Harianto yang menjalankan rute Jakarta – Madura dinyatakan tidak layak jalan. Kendaraan tersebut memiliki kondisi kaca utama depan yang pecah, yang dapat mengganggu penglihatan sopir dan berpotensi membahayakan keselamatan penumpang serta pengguna jalan lainnya.

Petugas yang melaksanakan kegiatan rampcheck kali ini adalah Jembar dan Mallisa. UP PKB Cilincing mengimbau seluruh pelaku usaha angkutan jalan operasional, demi keselamatan bersama.

Pemkab Jember Pastikan Bus Pemudik Layak Jalan Lewat Ramp Check

0

Jember, redaksi.co – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember melakukan pemeriksaan kelayakan armada angkutan penumpang atau ramp check di Terminal Tawang Alun, Kamis (12/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang akan mengangkut pemudik berada dalam kondisi aman dan layak jalan.

Kegiatan ramp check merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun menjelang hingga setelah Lebaran. Pemeriksaan ini bertujuan memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi umum.

Kepala Dishub Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun kondisi teknis kendaraan.

Hal tersebut penting dilakukan guna menekan potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat kerusakan kendaraan.Menurutnya, petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan, tetapi juga memastikan setiap komponen penting kendaraan berfungsi dengan baik.

“Seluruh armada yang akan beroperasi wajib melalui pemeriksaan, mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, hingga kelengkapan keselamatan seperti alat pemecah kaca di dalam bus,” ujar Gatot saat memantau langsung proses pemeriksaan.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dibagi dalam beberapa aspek, di antaranya kelengkapan administrasi seperti STNK, BLU-e atau bukti lulus uji kendaraan, serta SIM pengemudi. Selain itu, petugas juga mengecek kondisi teknis utama seperti rem, kemudi, dan ban kendaraan.

Tidak hanya itu, komponen penunjang seperti wiper, lampu penerangan, dan sabuk pengaman bagi pengemudi juga menjadi bagian dari pemeriksaan guna memastikan kendaraan benar-benar siap digunakan.

Jika dalam pemeriksaan ditemukan kerusakan ringan, operator kendaraan diminta segera melakukan perbaikan. Namun apabila ditemukan kerusakan serius yang berpotensi membahayakan penumpang, armada tersebut tidak diperkenankan beroperasi.

“Apabila ada kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, kami akan meminta operator mengganti armada dengan unit lain yang lebih layak,” tegasnya.

Selain memastikan kelayakan kendaraan, Dishub juga mengingatkan para pengemudi untuk menjaga kondisi fisik selama bertugas, agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar sampai tujuan. (Sofyan).

Dana Desa Rp700 Juta di Tadisi Kembali Disorot! LSM KPK RI Siap Laporkan Dugaan Penyimpangan ke Polisi

0
  1. Redaksi.co MAMASA : Pengelolaan APBDes Tahun 2025 Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta kini menjadi sorotan keras publik. Anggaran yang bersumber dari APBN tersebut dipertanyakan transparansi dan realisasinya oleh LSM KPK RI Wilayah Sulawesi Barat.

Ketua LSM KPK RI Sulbar, Simson, pada Kamis (12/3/2026) menegaskan bahwa dana desa harus dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Menurutnya, dana yang digelontorkan pemerintah pusat tidak boleh lepas dari pengawasan.

Dana desa bukan milik segelintir orang. Itu uang negara yang harus diawasi bersama. Bukan hanya aparat penegak hukum dan dinas terkait, tetapi masyarakat juga punya hak untuk mengontrol penggunaannya,” tegas Simson.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan desa serta melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran.

Namun di Desa Tadisi, sejumlah program bernilai ratusan juta rupiah yang tertuang dalam APBDes 2025 justru diduga tidak terlihat realisasinya di lapangan. Hal ini memicu gelombang pertanyaan dari warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Sejumlah pos anggaran yang menjadi sorotan antara lain:

1.Pengadaan bibit alpukat sebesar Rp133.000.000

2. Pengadaan hand traktor sebesar Rp210.000.000

3. Pengadaan bibit coklat sebesar Rp105.000.000

4. Penyertaan modal BUMDes sebesar Rp190.000.000

Total anggaran tersebut mencapai hampir Rp700 juta. Namun masyarakat mempertanyakan apakah program-program tersebut benar-benar terealisasi sesuai perencanaan.

“Yang dibahas dalam musyawarah desa tidak terlihat hasilnya. Tidak ada kegiatan nyata yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat,” ungkap salah seorang warga Desa Tadisi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut Simson, ketika masyarakat tidak bisa melihat hasil pembangunan, maka hal tersebut menjadi alarm serius dalam pengelolaan dana desa.

“Kalau hasilnya tidak terlihat, maka transparansi patut dipertanyakan. Ini bisa menjadi indikasi adanya dugaan penyelewengan anggaran,” tegasnya.

Sorotan semakin tajam setelah muncul dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan BUMDes Desa Tadisi. Ketua BUMDes diketahui merupakan anak kandung dari Kepala Desa.

Ironisnya, BUMDes yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa justru disebut tidak beroperasi secara maksimal. Bangunan BUMDes bahkan dikabarkan terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar.

Kalau benar demikian, ini memperkuat dugaan bahwa BUMDes hanya formalitas. Modalnya ratusan juta, tapi aktivitasnya tidak jelas. Ini harus diaudit,” kata Simson.

Sementara itu, Kepala Desa Tadisi Palullugan membantah adanya penyimpangan. Ia menyatakan bahwa sebagian anggaran yang dipersoalkan telah dialihkan melalui mekanisme perubahan APBDes.

Anggaran itu digeser di perubahan. Sudah tidak ada lagi anggaran bibit coklat. Dialihkan ke program fisik,” tulisnya dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum mampu meredam kecurigaan publik. Warga kini menuntut transparansi penuh, termasuk dokumen perubahan APBDes serta bukti nyata realisasi pembangunan di desa mereka.

LSM KPK RI Sulawesi Barat menegaskan tidak akan berhenti pada sorotan publik semata. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan dugaan penyimpangan dana desa tersebut ke Polres Mamasa agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus Desa Tadisi kembali menjadi pengingat bahwa Dana Desa yang seharusnya menjadi motor kesejahteraan masyarakat bisa berubah menjadi sumber persoalan jika tidak dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan. (ZUL)

“Tunggu Aku Sukses Nanti”, Film Lebaran 2026 yang Menyentuh Hati Para Pejuang Hidup

0

Jakarta, Redaksi.Co – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang sarat emosi dan kedekatan dengan realitas kehidupan masyarakat,Rumah produksi RAPI Films bekerja sama dengan Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios mempersembahkan film drama keluarga berjudul “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang dijadwalkan tayang pada momen Lebaran 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Film yang disutradarai oleh Naya Anindita dengan naskah karya Evelyn Afnilia ini mengangkat kisah perjuangan seorang tulang punggung keluarga bernama Arga, yang diperankan oleh Ardit Erwandha.

Cerita tersebut menyoroti realitas yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang—tentang tekanan keluarga, harapan besar, serta perjuangan untuk membuktikan diri di tengah berbagai tuntutan hidup.

Dalam film ini, Arga digambarkan sebagai sosok yang memikul tanggung jawab besar untuk keluarganya. Ia berusaha keras mewujudkan mimpi dan keluar dari ketergantungan keluarga besar, sembari menghadapi berbagai konflik batin yang tidak mudah.

Sutradara Naya Anindita mengungkapkan bahwa kisah dalam film ini terasa sangat personal baginya.

“Ini adalah cerita tentang bagaimana Arga sebagai tulang punggung keluarga berusaha mewujudkan mimpi keluarganya dan keluar dari ketergantungan keluarga besar, Film ini terasa sangat dekat dan personal,” ujarnya.

Sementara itu, produser Sunil Samtani menilai bahwa film ini mengangkat realitas sosial yang sering dialami keluarga Indonesia, terutama saat momen berkumpul di hari raya.

“Film ini ringan, namun menyentuh. Banyak dinamika keluarga Indonesia yang muncul saat Lebaran—pertanyaan tentang pekerjaan, kesuksesan, hingga perbandingan antar saudara, Penonton akan merasa sangat dekat dengan ceritanya,” jelas Sunil.

Lewat tangan Naya Anindita, dinamika keluarga saat Lebaran digambarkan dengan hangat sekaligus reflektif, Momen berkumpul yang seharusnya penuh kebahagiaan kadang justru memunculkan tekanan tersendiri bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang masih berjuang meraih kesuksesan.

Bagi Ardit Erwandha, memerankan Arga menjadi pengalaman emosional yang mendalam. Ia mengaku banyak belajar dari karakter tersebut, terutama tentang keberanian untuk jujur pada perasaan sendiri.

“Dulu kalau sedih saya selalu berusaha terlihat kuat,Tapi lewat film ini saya belajar memvalidasi emosi, Kalau capek ya capek, itu tidak apa-apa, Bahkan saya sempat menangis karena merasa sudah melewati tantangan yang dulu saya takutkan,” ungkap Ardit.

Ia berharap film ini dapat menjadi pelukan bagi para pejuang hidup yang sering memendam kelelahan demi keluarga,
“Semoga film ini bisa membuat orang merasa tidak sendirian dalam perjuangan mereka,” tambahnya.

Selain menghadirkan cerita yang kuat, “Tunggu Aku Sukses Nanti” juga diperkuat oleh deretan bintang papan atas Indonesia, Film ini turut dibintangi oleh Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Adzana Ashel, Maudy Effrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella Zalianty, Arie Kriting, Soleh Solihun, Indra Brasco, Jourdy Pranata, hingga Yono Bakrie.
Tak hanya itu, film ini juga menghadirkan penampilan spesial dari Vidi Aldiano dan Tara Basro, yang semakin menambah daya tarik bagi para penonton.

Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta dukungan para aktor berbakat, “Tunggu Aku Sukses Nanti” diprediksi menjadi salah satu film yang akan menghangatkan hati penonton saat Lebaran 2026.

Film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang perjuangan, keluarga, dan keberanian untuk tetap melangkah meski jalan menuju sukses tidak selalu mudah.

Sebuah kisah yang mungkin sangat familiar bagi banyak orang—mereka yang diam-diam berjuang demi keluarga sambil terus berkata dalam hati: tunggu aku sukses nanti.

Pastikan Program Berjalan Optimal, Direktur PK Apresiasi Produktivitas SAE Paswangi Lapas Banyuwangi

0

BANYUWANGI – Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan (PK) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Ceno Hersusetiokartiko, melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (11/3). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Didampingi Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, beserta jajaran pejabat struktural, Ceno meninjau langsung berbagai unit produktif yang dikelola di lahan SAE yang berlokasi di Kelurahan Pakis tersebut. Dalam pantauannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap intensitas kegiatan yang berlangsung, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.

“Produktivitas di SAE Paswangi ini berjalan dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari keberagaman aktivitas pembinaan yang ada. Kami melihat sinergi yang kuat dalam pengelolaan lahan asimilasi ini,” ujar Ceno di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, Ceno menekankan pentingnya keberlanjutan program ini bagi para klien pemasyarakatan. Ia berharap ke depannya, klien dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) dapat terus melanjutkan pembinaan di tempat ini guna mengasah dan meningkatkan keahlian (skill) mereka sebelum benar-benar kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa pengembangan SAE Paswangi memiliki misi yang lebih luas. Menurutnya, program ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang bermanfaat bagi berbagai pihak.

“Pembinaan di SAE Paswangi merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap program nasional ketahanan pangan. Jadi, di satu sisi berfungsi sebagai wadah asimilasi bagi warga binaan, dan di sisi lain memberikan kontribusi konkret pada sektor pangan,” terang Wayan.

Wayan menambahkan bahwa pihak Lapas berkomitmen untuk terus melakukan diversifikasi dan pengembangan variasi pembinaan secara berkelanjutan. Targetnya, SAE Paswangi tidak hanya menjadi tempat pelatihan internal, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi sarana edukasi bagi masyarakat umum di Banyuwangi.

“Kami ingin SAE ini menjadi pusat pembelajaran (edukasi) bagi publik, sehingga masyarakat bisa melihat langsung proses pembinaan sekaligus belajar mengenai teknik pertanian maupun peternakan yang kami kembangkan di sini,” pungkasnya.

0

BANYUWANGI – Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan (PK) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Ceno Hersusetiokartiko, melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (11/3). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Didampingi Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, beserta jajaran pejabat struktural, Ceno meninjau langsung berbagai unit produktif yang dikelola di lahan SAE yang berlokasi di Kelurahan Pakis tersebut. Dalam pantauannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap intensitas kegiatan yang berlangsung, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.

“Produktivitas di SAE Paswangi ini berjalan dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari keberagaman aktivitas pembinaan yang ada. Kami melihat sinergi yang kuat dalam pengelolaan lahan asimilasi ini,” ujar Ceno di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, Ceno menekankan pentingnya keberlanjutan program ini bagi para klien pemasyarakatan. Ia berharap ke depannya, klien dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) dapat terus melanjutkan pembinaan di tempat ini guna mengasah dan meningkatkan keahlian (skill) mereka sebelum benar-benar kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa pengembangan SAE Paswangi memiliki misi yang lebih luas. Menurutnya, program ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang bermanfaat bagi berbagai pihak.

“Pembinaan di SAE Paswangi merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap program nasional ketahanan pangan. Jadi, di satu sisi berfungsi sebagai wadah asimilasi bagi warga binaan, dan di sisi lain memberikan kontribusi konkret pada sektor pangan,” terang Wayan.

Wayan menambahkan bahwa pihak Lapas berkomitmen untuk terus melakukan diversifikasi dan pengembangan variasi pembinaan secara berkelanjutan. Targetnya, SAE Paswangi tidak hanya menjadi tempat pelatihan internal, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi sarana edukasi bagi masyarakat umum di Banyuwangi.

“Kami ingin SAE ini menjadi pusat pembelajaran (edukasi) bagi publik, sehingga masyarakat bisa melihat langsung proses pembinaan sekaligus belajar mengenai teknik pertanian maupun peternakan yang kami kembangkan di sini,” pungkasnya.

Melalui Pesantren Ramadan,Sachrudin:Perkuat Karakter Akhlakul Karimah Sejak Dini

0

Melalui Pesantren Ramadan, Sachrudin: Perkuat Karakter Akhlakul Karimah Sejak Dini

 

 

Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pesantren Ramadan jenjang SD–SMP se-Kota Tangerang tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di SDN Sukasari 4 Kota Tangerang, Rabu (11/03/2026).

 

 

 

Dalam sambutannya, Sachrudin, menegaskan, anak-anak merupakan aset sekaligus harapan masa depan Kota Tangerang dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan perlu ditanamkan sejak dini, terutama melalui momentum bulan suci Ramadan.

 

 

 

 

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak. Melalui Pesantren Ramadan ini, kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan berakhlakul karimah,” ujar Sachrudin di hadapan sekitar 900 siswa dari SDN Sukasari 4 dan 5 serta SMPN 4 Kota Tangerang.

 

 

 

Ia menambahkan, Pesantren Ramadan bukan hanya kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter agar para siswa semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

Selain memperkuat pemahaman agama, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial melalui program Ramadan Berbagi, seperti pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa.

 

 

 

“Nilai empati dan kepedulian kepada sesama harus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

 

 

 

Sachrudin, berharap, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda Kota Tangerang yang cerdas, berkarakter, beriman, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah di masa depan.

 

 

 

“Melalui kegiatan seperti ini, kita menanamkan pondasi iman, akhlak, dan karakter sejak dini agar kelak mereka mampu menjadi generasi penerus yang membawa Kota Tangerang menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Sachrudin.

 

 

 

Sebagai informasi, kegiatan Pesantren Ramadan SD–SMP di Kota Tangerang dilaksanakan selama tiga hari, 11–13 Maret 2026, dengan berbagai aktivitas keagamaan seperti tadarus dan tahsin Al-Qur’an, kajian keislaman, salat Duha dan zikir bersama, hafalan surat pendek serta doa harian, hingga pembelajaran akidah dan akhlak melalui kisah teladan Rasulullah SAW.(*/red)

Penyuluh Agama Bergerak: 43 SK UPZ Terbit di 26 Desa, BAZNAS Beri Apresiasi Tinggi

0

PURWOREJO || Redaksi.co – Momentum bersejarah bagi pengelolaan zakat di Kecamatan Bayan tercipta pada Selasa, 10 Maret 2026. Melalui inisiasi progresif dari para Penyuluh Agama Islam, sebanyak 43 SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi diserahkan secara serentak di Pendopo Khasnu Sambeng, Bayan.

​Penyerahan kolektif ini menandai pencapaian signifikan: pemerataan pembentukan UPZ di seluruh 26 desa se-Kecamatan Bayan.

​Pembentukan UPZ ini mencakup berbagai tingkatan guna memastikan pengelolaan zakat yang akuntabel di tingkat akar rumput:

• ​UPZ Desa

​• UPZ Masjid

​• UPZ Mushola

​Keberhasilan ini diprakarsai oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bayan yang melakukan sosialisasi intensif dan pendampingan lapangan.

​”Ini merupakan bagian dari tupoksi kami sebagai tangan panjang Kementerian Agama yang berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purworejo. Alhamdulillah, tugas pembentukan ini selesai dan SK terbit tepat di bulan Ramadan,” tutur Puji Astuti, S.Sy, salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Bayan.

​Kepala KUA Kecamatan Bayan, Bapak Marmeni, S.Hi., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim penyuluh. Beliau menegaskan bahwa pemerataan ini adalah bentuk pengabdian nyata kepada umat.

BACA JUGA: Gandeng Kemenag dan KNPI, Mahasiswa Purworejo Hidupkan Semangat Ramadhan Lewat Lomba Anak

​Hadir pula Ketua BAZNAS Kabupaten Purworejo, Bapak H. Khamid, S.Pd.I., yang memberikan arahan strategis mengenai fungsi UPZ sebagai perpanjangan tangan BAZNAS. Secara simbolis, beliau menyerahkan SK kepada perwakilan pengurus sebagai tanda legalitas formal secara hukum dan agama.

Arief Budianto, Ketua UPZ Desa Bayan, mewakili para pengurus lainnya memberikan testimoni positif. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari keaktifan para penyuluh yang turun langsung ke masyarakat.

“Kami mengapresiasi para penyuluh yang rela melakukan metode ‘jemput bola’. Dengan adanya UPZ resmi, masyarakat kini memiliki wadah yang tepat untuk berkonsultasi mengenai Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) maupun urusan keagamaan lainnya,” ujar Arief.

​Meski telah merata di 26 desa, pihak KUA menegaskan bahwa proses ini tetap bersifat terbuka. Masjid, Mushola, atau Desa yang belum masuk dalam tahap ini tetap dipersilakan melakukan pengajuan susulan guna memastikan seluruh simpul ibadah memiliki legalitas formal. (*/WS)

Redaksi Penyelaras: Wahidun

LMND Soroti Pendekatan Humanis Polri dalam Pengamanan Aksi Mahasiswa

0

Redaksi.co, Jakarta | Tiga hari berturut yakni (6,7,8) Maret 2026, Rentetan aksi unjuk rasa mahasiswa dari Universitas Indonesia, LSM, massa buruh dan beberapa kampus di Jakarta, berlangsung lancar dan kondusif. Hal ini adanya sambutan dari jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan pola penanganan aksi yang patut diapresiasi.

Dalam menyambut unjuk rasa, aparat kepolisian hadir dengan pendekatan yang lebih humanis dan tampil lebih bersahabat menggunakan kopeah dan sorban dalam suasana romadhon membawa kesan adem, tanpa formasi represif yang menimbulkan kesan intimidatif.

Dalam orasinya, Kawan-kawan Mahasiswa dan Ormas, massa Buruh di Jakarta menyampaikan aspirasi mengecam agresi Amerika terhadap Iran dan melakukan orasi secara bergantian.

Dalam orasinya Mereka meminta Presiden Prabowo agar keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika, Donald Trump. Massa aksi dijaga oleh aparat kepolisian yang tampil lebih persuasif dan tidak menimbulkan suasana tegang.

Pendekatan humanis Polri tersebut menciptakan ruang dialog yang lebih sejuk serta meminimalisir potensi gesekan antara aparat dan mahasiswa.

Sebagai bagian dari organisasi Pemuda dan Mahasiswa, kami turut kecewa terhadap arogansi Amerika mengintervensi negara lain termasuk melakukan penyerangan terhadap Iran, yang hingga perang semakin massif terjadi serangan kewilayah-wilayah negara lain

Dengan kondisi tersebut tentu wajar LSM, Ormas dan Mahasiswa mendesak agar Presiden Prabowo keluar dari Board of Peace yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika, karena Amerika justru pemicu perang.

Ketum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Claudian Kanigia mengapresiasi pendekatan humanis Polri dalam menghadapi massa aksi unjuk rasa, hal ini perlu dijadikan role model dalam penanganan aksi unjuk rasa di masa mendatang.

“Keamanan dan ketertiban umum dapat tetap terjaga tanpa harus mengedepankan pendekatan represif,” ujar Claudian dalam pernyataan pers-nya, Rabu, 11 Maret 2026.

Lanjut kata Claudian, Kami berharap semoga pola pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh Polri di Mabes Polri tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.

“Pendekatan persuasif, dialogis, dan menghormati hak asasi manusia akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta menjaga kualitas demokrasi di negeri ini,” pungkas Ketum LMND, Claudian Kanigia, menutup.

Siapkan Pengamanan Mudik dan Arus Balik, Kapolda Malut Pimpin Lat Pra Ops Ketupat 2026  

0

REDAKSI. CO – Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., memimpin kegiatan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Ketupat Kie Raha 2026 yang digelar di Ruang Rapat Utama (Ruppatama) Lantai 3 Gedung Hoegeng Imam Santoso Polda Malut, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., Irwasda Polda Malut, para pejabat utama Polda, serta personel yang akan terlibat dalam pelaksanaan operasi.

Dalam sambutannya, Kapolda Malut mengatakan bahwa Latihan Pra Operasi merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan operasi kepolisian. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan, serta memantapkan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat dalam Operasi Ketupat Kie Raha 2026.

Menurut dia, latihan tersebut mengusung tema “Melalui Latihan Pra Operasi, Kita Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Polri Dalam Pelayanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/Tahun 2026 M Guna Memelihara Keamanan Dalam Negeri.”

Ia menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna pentingnya kesiapan setiap personel Polri, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada momentum Hari Raya Idul Fitri.

Kapolda menuturkan, menjelang dan setelah Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, seperti arus mudik dan arus balik, serta meningkatnya aktivitas di pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, dan tempat ibadah.

Kondisi tersebut, kata dia, memerlukan kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama berlangsungnya perayaan hari besar keagamaan tersebut.

Untuk itu, Polda Maluku Utara akan menggelar Operasi Kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan Lebaran dengan sandi “Ketupat Kie Raha 2026” selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Melalui kegiatan Latihan Pra Operasi ini, Kapolda berharap seluruh peserta dapat memahami secara menyeluruh cara bertindak di lapangan, pola pengamanan, manajemen rekayasa lalu lintas, pengamanan objek vital, serta langkah-langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan operasi.

Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar dalam pelaksanaan tugas tetap mengedepankan pendekatan humanis, pelayanan prima, serta sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Dengan demikian, pengamanan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Maluku Utara diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Kapolda juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat operasi untuk menunjukkan kesiapan dalam bertugas melayani masyarakat, baik dari segi sikap, kelengkapan, maupun kesigapan di lapangan.